Aktual

  • The HUD Institute dan UNIDA Berkolaborasi Gerakkan Program Perumahan dan Permukiman Produktif Berbasis Komunitas

    Bogor— Berkolaborasi dengan Univesitas Djuanda (Unida), Bogor, The HUD Institute membuat terobosan meluncurkan Program Perumahan dan Permukiman Produktif Berbasis Komunitas (P3-BK) yang diujicobakan di Kabupaten Bogor.

    Dan dalam beberapa waktu ke depan, Program ini akan diuji coba di beberapa wilayah di Bumi Tegar Beriman itu. Diantaranya, pemukiman Yayasan Pelita Desa yang berbasis hortikultura di Ciseeng, pemukiman dosen karyawan Universitas Djuanda di Ciawi untuk pengembangan hidroponik, dan keluarga hunian tetap (huntap) bencana di Cigudeg dan Sukajaya, Bogor.

    “Ini merupakan upaya akselerasi penyediaan hunian secara swadaya yang layak terjangkau dan produktif untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Non Formal. Ketika 70 persen aktivitas masyarakat dilakukan di rumah, dimasa dan pascapandemic covid-19,” ungkap Zulfi Syarif Koto, Ketua Umum The HUD Institute, dalam acara Webinar: Pelucuran Uji Coba Program Perumahan Dan Permukiman Produktif Berbasis Komunitas (P3-BK) di Bogor, 24/8.

    Dimasa pandemi covid-19, rumah tidak saja berfungsi saja sebagai hunian, tetapi  sebagai center of knowledge. Anak sekolah, mahasiswa kuliah, orang tua bekerja, dan semua aktivitas lainnya dilakukan di rumah.  Rumah kemudian berubah sebagai Pusat Kegiatan, embrio Membangun Peradaban Baru.

    Indonesia lanjut Zulfi punya pengalaman  lebih 30-an tahun  melakukan geliat  penyedian perumahan  berbasis  komunitas. Hal itu akan menjadi rujukan dan pemodelan dalam pelaksanaan program P3-BK dalam mempercepat penyediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi MBR kelompok non formal

    “The HUD Institute dan UNIDA berkomitmen untuk berkolaborasi dan mewakafkan kapasitas, kapabilitas, jaringan dan sumberdaya manusia untuk menggerakkan P3-BK non formal yang menghidupkan hak konstitusional bertempat tinggal,” tambah Muhammad Joni, Sekretaris Umum The HUD Institute.

    Sebelumnya, Suharso Monoarfa, Menteri PPN/Ka. Bappenas mengukapkan bahwa terobosan yang dilakukan The HUD Institute dan Unida Bogor tidak saja sekedar  kolaborasi antar pelaku pembangunan. Namun harus terintegrasi dengan memberdayakan kapasitas  komunitas, termasuk penyediaan tanah dari redistribusi tanah,  reforma agraria perumahan-perkotaan. Suharso meminta perlunya terobosan terobosan baru soal perumahan swadaya produktif berbasiskan perkotaan

    “Perlu dibuka opsi-opsi lain soal skema pembiayaan baru yang tentunya harus berbeda dengan perumahan formal yang dikomunitaskan yang sudah berjalan selama ini. Agar ada alternatif lain dalam menjawab kebutuhan rumah bagi MBR sehingga affordable,” tambahnya.

    Rumah lanjutnya tidak bisa dilepaskan dari urban (perkotaan). Bicara rumah adalah bicara kota. Karena itu Suharso meminta Indonesia harus punya Undang-Undang Perkotaan agar kota-kota di Indonesia tidak lagi berkembang seperti amoeba.

    “Banyak kota-kota di Indonesia tidak jelas arah pengembangannya. Kita perlu UU Perkotaan,” pintanya.

    Pada kesempatan tersebut, Ade Munawaroh Yasin, Bupati Bogor berharap program P3-BK non formal dapat dikolaborasikan dengan program pemda lainnya. Konsep rumah produktif lanjutnya tidak sekedar tempat tinggal, tetapi pusat membangun peradaban.

    Menurut Ade, konsep permukiman produktif bukan sama sekali baru di Kabupaten Bogor. Cikal bakal konsep ini ada di kampung minapolitan di Kecamatan Ciseeng, kampung rajutan di Kecamatan Cisarua, kampung kerajinan logam di Kecamatan Citeureup, kampung kerajinan tas di Kecamatan Ciampea, dan kampung kerajinan sepatu di Kecamatan Ciomas, dan lain sebagainya.

    “Setiap rumah eksisting di satu kampung diberdayakan memproduksi satu jenis barang atau komoditi bersama-sama. Tapi belum berupa pembangunan perumahan pemukiman dengan instalasi produktif,” jelasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Chancellor UNIDA Bogor, Martin Roestamy, berharap uji coba P3-BK non formal berjalan lancar, sukses, membawa berkah dan manfaat bagi semua khususnya warga Kabupaten Bogor.

    “Kabupaten Bogor memiliki Pancakarsa yang berisikan Bogor Cerdas, Bogor Sehat, Bogor Maju, Bogor Berkeadaban dan Bogor Membangun, tentu dengan program P3-BK ini akan bersinergi dengan Pancakarsa yang dimiliki oleh Kabupaten Bogor,” tuturnya.

    Terobosan yang dilakukan  ini lanjut Martin diharapkan bisa menjadi pionir untuk mempersatukan komunitas-komunitas yang ada di Kabupaten Bogor dan mengeksposnya. Sehingga Klinik Rumah yang akan dilaksanakan nanti berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat, agar setiap masyarakat dapat menghuni rumah. Dan tentunya menjadi salah satu jalan pemulihan ekonomi masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera.

     

     

     

     

  • Hadiah Rumah hingga Wisata ke 5 Destinasi Super Prioritas bagi Greysia/Apriyani

    JAKARTA, KORIDOR—Kesuksesan Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas cabang olahraga bulu tangkis Ganda Putri di Olimpiade Tokyo 2020 mendapat apresiasi luar bisa dari berbagai asosiasi pengusaha dan pemerintah Indonesia. Bentuk apresiasi itupun cukup beragam, mulai dari pemberian bonus berupa uang, rumah, hingga berwisata ke lokasi Destinasi Super Prioritas di Indonesia.

    Real Estate Indonesia (REI), yang merupakan asosiasi perusahan pengembang realestat terbesar di tanah air turut memberikan hadiah berupa rumah kepada pasangan Ganda Putri Bulutangkis Indonesia tersebut.

    “Kami mengapresiasi kepada atlet Indonesia yang telah berjuang mengharumkan nama baik Indonesia di kancah internasional. Karena itu, REI akan memberikan rumah untuk ganda putri Indonesia Greysia Polii dan Apriyani Rahayu,” ungkap Paulus Totok Lusida, Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI).

    Sebelumnya hadiah rumah untuk atlet peraih emas ini juga umumkan Ketua Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) Agung Firman Sampurna, yang menjanjikan bonus rumah di kawasan elit Pantai Indah Kapuk (PIK).

    Sementara itu, Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) juga tidak mau ketinggal dalam memberikan bonus kepada Greysia Polii/Apriyani Rahayu. “Untuk pahlawan kita yang berhasil menymbang emas pertama untuk Indonesia, saya akan berikan hadiah wisata ke 5 Destinasi Super Prioritas. Mereka layak mendapatkan apresiasi karena telah menjadi inspirasi dan penyemangat bagi rakyat Indonesia di tengah situasi pandemi,” ujar Sandiaga Uno.

    Lebih lanjut Sandiaga menambahkan, pihaknya akan menyiapkan destinasi terbaik yang ada di Labuan Bajo, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Likupang. “Tambahan satu destinasi lagi di Wakatobi,” pungkasnya. (eza)

  • Pakar Hukum Perumahan Desak Pemerintah Segera Bentuk UU Perkotaan

    JAKARTA,KORIDOR—Praktisi hukum perumahan dan perkotaan, Muhammad Joni, mendesak Pemerintah dan DPR untuk segera melahirkan Undang Undang Perkotaan. Masalah perkotaan di Indonesia sudah akut,  dan mendesak di atasi. Tak hanya tambal sulam namun mendasar,  berkeadilan dan pasti. Termasuk soal Secure Tenure (keamanan bermukim) untuk memastikan hunian yang berkeadilan dan tentu layak ditinggali bukan hanya terjangkau dibeli.

    Jika aturan Secure Tenur dinilai tak ada, menurutnya itu bukan salah UU Pokok Agraria (UUPA). UUPA  orisinal intennya itu cenderung ke agraris, bukan cenderung ke kota. Tak ada konsep dan diksi kota dalam UUPA. UUPA hanya menjamin hak atas tanah, dan peruntukannya untuk “abc-fgh”. Namun tidak ada persediaan, peruntukan, penggunaan untuk perumahan, permukiman dan perkotaan dalam UUPA.

    “Padahal kua teknis dan historis, perumahan adalah mosaik utama pembentuk kota.  Beda dengan peruntukan bagi, misalnya perkebunan, pertanian, yang dibunyikan eksplisit sebagai norma aturan dalam Pasal 14 ayat 1 UUPA,” ujarnya.

    Apalagi mesin ekonomi tumbuh di kota menjadi urban economics yang riuh dan menjanjikan.  Kota tak hanya jalan panjang dan pangkalan hunian. Kota tak hanya layanan (services) namun episentrum segala pertumbuhan.

    “Namun, ajaibnya kita masih betah bertahan tanpa UU Perkotaan. Lebih lagi kita lupa, dulu Belanda dan rezim awal negeri ini dibangun telah ada gagasan RUU Bina Kota yang mengatur hal ikhwal kota, tak hanya soal organisasi kuasa kota belaka,” tambah Sekretaris The HUD Institute itu.

    Di Era moderen, pada saat  Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaannnya pada  2045,  Indonesia perlu kota yang ditata moderen dan berbasis hukum yang kokoh. Sehingga tidak ada lagi kritik soal penanganan kawasan kumuh perkotaan. Membangun kota lanjut Joni, bukan hanya penjumlahan bangunan. Bangunan bukan pula hanya fisiknya saja. Kota harus dibangun dengan visi,  paradigma dan ilmu bahkan  profesinya demi memanusiakan manusia.

    “Apalagi watak serta cara kerja birokrasi yang (hanya) bekerja berdasarkan apa yang ada diaturan. Birokrasi selama ini bukan bekerja atas apa yang boleh dan tak dilarang. Begitu kaidah bekerjanya birokrasi walau ada diskresi atau freis ermessen dengan syarat rechtmatigeheid dan doelmatigeheid,” ujar Ketua Kornas Pera ini.

    Karena diisi manusia dan warga, dimana perumahan sebagai mosaik utama pembentukan kota,  bukan hanya perkantoran, pasar, dan jalan saja.  Kota bukan hanya otoritas kota. Sebab itu kota dan warganya, juga masyarakat, dunia usaha, pemerintah, membutuhkan UU Perkotaan. Yang melengkapi  UU No. 1 Tahun 2011 (UU PKP) dan UU Rumah Susun,”

    “Membangun kota perlu paradigma, ilmu, teknik, teknologi dan profesional  serta melindungi konsumen dan masyarakat.  Sebab itu UU PKP, UU Rumah Susun, UU Bangunan Gedung, UU PA, bahkan UU Cipta Kerja, tidak memadai,” pungkasnya.

  • Jokowi Tinjau Kesiapan Rusun Pasar Rumput untuk Isolasi Pasien Covid-19

    JAKARTA, KORIDOR—Presiden Joko Widodo meninjau langsung kesiapan Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput, Jakarta, sebagai salah satu tempat isolasi terpusat bagi pasien Covid-19, Rabu malam, (7/7). Rusun tersebut disiapkan pemerintah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan kasus Covid-19.

    “Malam hari ini saya sengaja dengan Menteri PUPR dan juga Kepala BNPB datang langsung untuk mengecek kesiapan Rusun Pasar Rumput dalam rangka kegunaannya untuk isolasi pasien-pasien Covid-19 yang bergejala ringan dan OTG,” ujar Presiden dalam keterangannya di lokasi selepas peninjauan.

    Setibanya di lokasi, Presiden langsung menuju tower satu, lalu naik menuju lantai 8 yang nantinya akan diperuntukkan bagi para pasien. Sementara itu, akomodasi untuk para tenaga kesehatan akan disiapkan di lantai 4.

    Rusun Pasar Rumput sendiri terdiri atas tiga tower. Tower pertama yang dicek Presiden telah siap digunakan dengan kapasitas 2.060 tempat tidur. Jika ditambah dengan tower kedua dan ketiga yang akan siap dalam 2-3 hari ini, maka kapasitas total mencapai 5.950 tempat tidur.

    “Kita harapkan dengan persiapan-persiapan seperti ini, kalau memang terjadi lonjakan kita sudah ada kesiapan,” imbuhnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga meminta kepada seluruh kepala daerah baik yang berada di Pulau Jawa dan Bali maupun di luar Pulau Jawa dan Bali untuk terus mengecek langsung ke lapangan terkait kondisi penanganan pandemi di daerahnya masing-masing.

    “Mengontrol kesiapan-kesiapan baik itu obat-obatan, baik itu alat kesehatan, baik itu tabung oksigen dan juga tempat-tempat isolasi yang selalu dan harus dipersiapkan,” lanjutnya.

    Di penghujung keterangan, Presiden juga mengucapkan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para tenaga kesehatan yang telah bekerja keras menangani pandemi Covid-19.

    “Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para dokter, para tenaga kesehatan, dan seluruh relawan yang telah bekerja pagi, siang, dan malam dalam rangka menangani Covid-19 ini,” tandasnya. (*)

  • Harvest City dan Pemkab Bogor Selenggarakan Vaksinasi Covid-19, Sekitar 500 Warga Cileungsi Tervaksin

    TRANSYOGI, KORIDOR – Pengembang perumahan skala kota Harvest City bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melalui Puskesmas Pasirangin dan Pemerintah Kec. Cileungsi menggelar kegiatan vaksinasi Covid-19 massal warga.

    Menurut Chief Executive Officer (CEO) Harvest City Hendry Nurhalim, partisipasi Harvest City dalam program vaksinasi Covid-19 ini untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan vaksinasi  di masyarakat.

    Hendry Nurhalim mengatakan, sebagai pengembang, pihaknya juga memiliki tanggung jawab moral untuk menyukseskan Herd Immunity (kekebalan kelompok) melalui vaksinasi Covid-19 massal, sehingga orang bisa bekerja  dengan protokol kesehatan dan menggerakkan perekonomian indonesia.

    Baca juga: Ngontrak Sudah Tak Jaman, Cukup Bayar Rp1 Juta Bisa Langsung Tinggal di Rumah Subsidi

    Karena itu, kata Hendry Nurhalim, pihaknya dapat memahami kalau Presiden Joko Widodo terus mendorong percepatan vaksinasi ini.

    “Sinergi antara Harvest City dan pemerintah Kabupaten Bogor dalam program vaksinasi akan terus dilanjutkan di waktu mendatang, agar lebih banyak lagi masyarakat kita tervaksin,” kata Hendry Nurhalim saat meninjaukan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal di kawasan Festival Oriental Harvest City, beberapa waktu lalu.

    Vaksinasi Covid-19 massal di Harvest City ini dilakukan selama 5 hari, dan berhasil memvaksin sekitar 500 orang dari 2 desa yaitu Cipenjo & Mekarsari. Target sasaran vaksin antara lain: lansia, pendamping lansia, Guru, pekerja pelayan publik.

    Sementara itu, Camat Cileungsi Adi Nugraha S. STP yang juga hadir mengatakan, apresiasinya kerja sama pengembang. Dengan kolaborasi ini maka semakin banyak masyarakat yang divaksin.

    Baca juga: Intiland: Pasar Properti Semakin Membaik

    “Kami mengucapkan terima kasih pada harvest City yang telah bersinergi mensukseskan program vaksinasi dengan memberikan fasilitas dan pelayanan selama vaksin berlangsung,” tegasnya.

    Camat Cileungsi Adi Nugraha S. STP berharap, warga di Kecamatan Cileungsi berpartisipasi dalam program ini untuk kebaikan bersama dan mengingatkan jangan mudah diprovokasi oleh informasi yang salah soal vaksin.

    ”Jangan lupa saat bekerja dan berada di luar rumah untuk beraktivitas harus tetap menggunakan masker, taat protokol kesehatam,” tegasnya saat memantau kegiatan vaksin di Harvest City.

    Selain mengadakan menfasilitasi vaksinasi Covid-19 massal, Harvest City juga rutin mengadakan kegaiatan sosial lainnya seperti donor darah yang diadakan setiap 3 bulan sekali.

    Baca juga: Ciputra Group Optimis Pasar Properti Bertumbuh Seiring Dibuka Kembali Pariwisata Bali

    Kegiatan ini juga untuk membantu kebutuhan medis terkait penanganan pasien positif Covid-19 di rumah sakit. Karena plasma darah orang yang sudah sembuh dari Covid-19 sangat dibutuhkan oleh pasien yang saat ini sedang terpapar.

    Hendry Nurhalim mengatakan, walau pandemi masih berlangsung, Harvest City terus berkomitmen mengembangkan proyeknya dengan terus melengkapi berbagai fasilitas yang bersifat umum.

    Tahun ini Harvest City akan melanjutkan penambahan beberapa fasilitas komersial. Sebelum pada tahun lalu telah beroperasi KFC, Narma Toserba, dan Roti Bakar 88, Indomaret Point, Foodcourt Eat & Treat serta Pos Polisi.

    “Tahun lalu hingga kini penjualan unit rumah di Harvest City masih positif. Ternyata setelah kita adakan riset salah satu alasan orang mau membeli unit rumah Harvest City, itu karena fasilitas cukup lengkap,  karena itu, kami terus melengkapi berbagai fasilitas umum (fasum), fasilitas sosial (fasos), dan fasilitas komersial (faskom),” papar Hendry.

    Baca juga: Empat Puluh Persen Pembeli Apartemen Citra Landmark adalah Kaum Milenial

    Beberapa fasilitas komersial dan pendidikan yang tahun ini akan dibangun adalah: SPBU Pertamina, supermarket bahan bangunan BJ Home, kampus LP3I, rumah makan Padang Sarimande, dan Holland Bakery (sudah operasi).

    Tidak hanya itu, rencananya akan ada lagi Perguruan Tinggi (PT) terkemuka dan rumah sakit, serta apotik besar yang sudah menyatakan minatnya masuk di Harvest City.

    Beberapa fasilitas yang sudah ada antara lain: restaurant Saung Apung, Sirkuit Gokart, Agro Wisata, Water Joy, Festival Oriental, Hobbit Hill, Bus JR (Jabotabek Residence) Connexion, dan wahana 3D trick eye.

     

  • Ngontrak Sudah Tak Jaman, Cukup Bayar Rp1 Juta Bisa Langsung Tinggal di Rumah Subsidi

    BEKASI, KORIDOR – Mengakomodasi tingginya permintaan rumah subsidi siap huni bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Bekasi, pengembang perumahan Mutiara Puri Harmoni 2, di Cikarang Utara, Bekasi menawarkan sekitar 100 unit rumah ready stock yang dapat langsung tinggali.

    Ardian Hendra, General Manager Regional Timur Vista Land Group mengatakan, konsumen cukup membayar booking fee hanya sebesar Rp1 juta dan DP Rp. 0,-. Jika persyaratan bank dapat dipenuhi, konsumen bisa langsung akad kredit tinggal bawa koper langsung pindah ke rumah barunya di Mutiara Puri Harmoni 2.

    Menurut Ardian Hendra, penyediaan rumah subsidi yang tidak indent atau yang biasa disebut ready stock di perumahan Mutiara Puri Harmoni 2 ini adalah untuk mengakomodasi terjadi peningkatan permintaan rumah subsidi yang bisa langsung dihuni dalam beberapa bulan ini.

    Baca juga : Jaga Optimisme Pasar, Kolaborasi BTN – 3 Pengembang Tawarkan Bunga KPR mulai dari 1,76%

    Seperti diketahui, ungkap Ardian Hendra, wilayah Cikarang ini merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang terdapat banyak pabrik dan industri dan memiliki jumlah karyawan/buruh mencapai ratusan ribu. Sekitar 60% mereka masih mengontrak atau sewa rumah petakan.

    “Mereka melihat saat ini pemerintah banyak memberikan kemudahan pembelian rumah (relaksasi sektor properti). Karena itu daripada mereka terus membayar kontrakan tapi tidak akan memiliki rumahnya, mendingan karyawan industri ini membeli rumah subsidi yang cicilannya pun tidak beda jauh dengan biaya kontrakan sebulan,” kata Ardian Hendra, Rabu, 16 Juni 2021, di Bekasi.

    Saat ini rumah subsidi yang ditawarkan di Mutiara Puri Harmoni 2 dengan tipe 26/60 m2 (luas bangunan/luas tanah), dengan spesifikasi dinding batako, lantai keramik, rangka atap baja ringan, genteng beton, Tembok belakang, sumur Bor gratis pompa air, jalan cor beton. Harganya Rp168 juta sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah sejak tahun 2020.

    Baca juga: Crown Group Kembali Perkenalkan Hunian Terintegrasi Dengan Alam

    Selain rumah subsidi, Mutiara Puri Harmoni 2 juga memasarkan unit Rumah Kios, dengan luas bangunan 28 m2 dan luas tanah variatif mulai 40 m2 yang sangat diminati pengusaha UMKM , karena harga cukun terjangkau yang total harga jualnya Rp 215 jutaan.

    “Yang menarik, kami memberikan Cashback Rp.10 juta, jadi hanya dengan booking 1 juta, dan bayar Uang muka 43 jutaan dan diangsur 3 bulan langsung bisa akad dengan angsuran 1,6 jutaan per bulan untuk tenor 20 tahun,” jelas Ardian Hendra.

    Target market rumah kios ini, lanjutnya, adalah wirausaha usia produktif terutama kaum urban milenial yang pengen buat usaha. Dari 14 unit yang dipasarkan, hingga sekarang sudah 9 unit sudah terjual, dimana pembelinya beragam profesi dari pegawai BUMN, PNS, karyawan swasta, Pengusaha, dan lain sebagainya.

    Saat ini rumah subsidi yang ditawarkan di Mutiara Puri Harmoni 2 dengan tipe 26/60 m2. (luas bangunan/luas tanah).

    Lokasi Mutiara Puri Harmoni 2 sangat strategis, berlokasi di Jl Karang Anyar, Karang Bahagia, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat yang dapat dijangkau dari Stasiun KRL (Kereta Rel Listrik) Cikarang, Angkutan kota dan Gerbang Tol Cikarang Barat.

    Perumahan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial, diantaranya: area bermain anak, danau yang luas, Alfamart & Indomaret, pusat jajanan (kuliner), sarana ibadah, lapangan olahraga, taman dan balai warga.

    Sedangkan di lingkungan sekitar terdapat kawasan industri Jababeka, MM 2000, Rumah sakit, Pasar Cikarang, Sentra Grosir Cikarang, Sekolah, serta dekat dengan terminal Bus Cikarang, Stasiun KRL Cikarang, dan Stasiun KA Lemah Abang.

    Mutiara Puri Harmoni 2 merupakan perumahan subsidi unggulan dari Vistaland Group selain mengusung konsep Healty Compact House di lingkungan asri, juga hunian ini aman dari Banjir yang berada di Timur DKI Jakarta.

  • Jaga Optimisme Pasar, Kolaborasi BTN – 3 Pengembang Tawarkan Bunga KPR mulai dari 1,76%

    JAKARTA, KORIDORonline—  PTBank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN terus menggenjot penyaluran KreditPemilikan Rumah maupun Apartemen (KPR/KPA) untuk ikut mendongkrak industri properti yang mulai bangkit di tahun ini. Kali ini bank yang fokus pada sektor properti ini menggandeng 3 pengembang skala nasional, PP Properti, Duta Putra Land dan Expert Group.

    Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage & Personal Lending Division (​NSLD) Bank BTN, Suryanti Agustinar menuturkan, penandatanganan program marketing bersama dengan tiga developer ini merupakan upaya BTN mempemudah kepemilikan hunian bagi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

    “Meski saat ini kita semua masih berperang melawan pandemi  dengan varian baru, kita harus tetap optimis menyongsong kebangkitan pasar properti. Kami berharap, kolaborasi ini dapat terus memacu optimisme tersebut di masa depan,” ujar Suryanti Agustinar, usai penandatanganan dengan tiga developer pilihan secara virtual,Kamis (1/7/2021).

    Yanti, sapaan akrabnya, menuturkan, kolaborasi  Bank BTN dan PP Properti  merupakan bentuk sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah dan akan terus digalakan guna mengakselerasi pemulihan ekonomi di masa pandemi. Dalam kolaborasi kali ini, Bank BTN memberikan berbagai kemudahan untuk memiliki rumah maupun apartemen pada proyek yang dikebangkan PP Properti.  Antara lain,suku bunga mulai dari 2,75% untuk 1 tahun pertama, bebas biaya provisi, administasi dan appraisal. Konsumen juga mendaptakan libur bayar angsuran pokok selama 2 tahun pertama (program KPR/KPA Zero) dan uang muka mulai dari 1%.

    Berbagai kemudahan ini berlaku bagi akad kredit hunian pada proyek-proyek besutan PP Properti dalam periode 1 Juli – 30 September 2021. Adapun sejumlah proyek dimaksud antara lain adalah Gunung Putri Square, Evenciio, Riverview Residence, Grand Dharma Husada, Grand Sungkono Lagoon, Amartha View, Begawan, Pavilium Permata, Grand Shamaya, Louvin, Ma-Zhoji, Permata Putri Cibubur, Little Tokyo dan The Alton Apartment. “Sinergi dengan PP Properti ini sesuai dengan apa yang terus digaungkan oleh Kementerian BUMN untuk pemenuhan kebutuhan papan masyarakat sehingga kesejahteraan bisa terjamin dengan baik,” katanya.

    Pada waktu bersamaan, Bank BTN juga bekerjasama dengan pengembang Duta Putra Land yang telah 37 tahun berkiprah di sektor properti tanah air. Dalam kerjasama ini BTN dan Duta Putra Land menghadirkan berbagai kemudahan seperti, suku bunga mulai dari 2,75%, uang muka mulai dari 0%, bebas biaya provisi, administrasi dan appraisal. Berbagai kemudahan ini berlaku untuk akad kredit hingga 31 Juli 2021.

    Disebutkan Yanti, berbagai kemudahan tersebut bisa didapatkan oleh masyarakat yang akad kredit untuk unit-unit hunian di proyek-proyek Duta Putra Land sepertiGrand Duta Cty Bekasi, Grand Pondok Ungu, Taman Puri Cendana, Puri Cendana, Bintaro Parkview, Vila Dago, Grand Bukit Dago, dan Bukit Golf Riverside.

    Selain itu, BTN juga memberikan penawaran manarik bagi konsumen yang ingin mendapatkan hunian pada empat  proyek besutan Expert Properti Group yakni  Sentul Indah Residence, Kierana Indah Residence, Cibentang Indah Residence dan  Cluster Aurora Bukit Rancamaya Griya Sentosa. Khusus akad KPR/KPA pada proyek hunian Expert Properti Group, Bank BTN memberikan kemudahan berupasuku bunga mulai dari 1,76%, uang muka 5%, bebas biaya provisi, administrasi, dan appraisal. Berbagai kemudahan ini bisa didapkan konsumen untuk akad kredit s.d 31 Juli 2021. (zh)

  • Ini Upaya Madurasa Mengedukasi Masyarakat Mengenai Keaslian Madu

    JAKARTA, KORIDOR— Penambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia yang masih cukup tinggi membuat masyarakat semakin memperhatikan kesehatan dan asupan nutrisi tambahan untuk menjaga daya tahan tubuh, salah satunya dengan mengkomsusi madu. Namun, masyarakatpun masih sulit untuk membedakan kemurnian dan keaslian madu, terlebih dengan adanya isu peredaran madu palsu yang dijual bebas di pasaran.

    Menanggapi hal tersebut, Madurasa, sebagai salah satu produsen madu yang berstandar internasional di Indonesia, turut membantu mengedukasi masyarakat mengenai keaslian madu melalui kegiatan bertema Madurasa Bee Farm Tour.

    Kegiatan Bee Farm Tour ini dilakukan pada bulan April 2021 lalu di salah satu peternakan lebah binaan Madurasa yang berlokasi di Sragen, dan pabrik Madurasa di Wonogiri. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dihadiri oleh Youtuber dan Selebgram. Liputan Bee Farm Tour ini juga disebarluaskan melalui berbagai media sosial.

    Pada rangkaian kegiatannya, kedua influencer berkesempatan  langsung melakukan panen madu murni dan mencicipi honeycomb langsung di peternakan lebah binaan Madurasa. Setelahnya, madumurni yang telah dipanen dibawa kepabrik Madurasa untuk diproses dan dikemas dengan teknologi canggih berstandar internasional, tanpa mengubah kualitas dan kemurnian madunya. Madurasa juga mengedukasi masyarakat mengenai karakteristik madu yang bagus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) berikut cara mudah untuk membedakan antara madu asli atau palsu.

    Bambang Priyambodo, selaku General Manager Manufacturing Madurasa mengatakan, kualitas madu murni haruslah sesuai dengan SNI. Madurasa sendiri sudah meraih gelar Top Brand sejak 2009 dan memiliki sertifikat Halal dari MUI, ISO Internasional 9001 (Manajemen Mutu) dan 22000 (Keamanan Pangan), sertatelah menerapkan GMP & CPPOB. Madurasa juga menerapkan low temperature processing sehingga warna, rasa, kualitas dan kemurnian madunya tetap terjaga,” katanya. (eza)

  • Ciputra Group Optimis Pasar Properti Bertumbuh Seiring Dibuka Kembali Pariwisata Bali

    BALI, KORIDOR – Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pembukaan Travel Corridor Arrangement (TCA) dapat terealisasi di bulan Juli 2021. Namun, sebelum pariwisata benar-benar dibuka, pemerintah terus memastikan kesiapan SDM dan pengelola pariwisata di Bali.

    Untuk itu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus memastikan kesiapan SDM dan pengelola pariwisata di Bali. Pemerintah terus mendorong keseriusan hingga mendapatkan standar atau barometer pembukaan destinasi wisata Bali terkait pengendalian kasus Covid-19, program vaksinasi, penyiapan TCA, peningkatan kepatuhan dan protokol kesehatan.

    Andreas Raditya General Manager Marketing Ciputra Group merespon positif langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi karena efek pandemi.

    “Tentunya hal ini tidak hanya menjadi angin segar bagi industri pariwisata Bali, tapi juga akan mendukung iklim investasi properti di Pulau Dewata, karena dengan segera dibukanya pariwisata maka akan mendorong perekonomian Bali untuk kembali pulih, tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.” Imbuhnya, Kamis, 17 Juni 2021, di Bali.

    Baca juga: Ciputra Group Gelar Ciputra World Property Online Expo 2021

    Menurut Raditya, industri pariwisata bagi Pulau Bali adalah jantung perekonomian dan bergeraknya aktivitas pariwisata akan menggerakkan bisnis-bisnis lain, termasuk industri properti. Saat ini Ciputra Group sedang memasarkan proyek Ciputra Beach Resort yang berlokasi di Tabanan, Bali. Raditya menegaskan lagi, bahwa saat pandemi yang terjadi pada tahun lalu Ciputra Beach Resort tetap fokus memasarkan produk dengan berbagai cara.

    “Beragam cara kami lakukan untuk menggerakkan pasar. Dan terbukti hingga kini kami tetap eksis berjualan. Produk yang kami tawarkan adalah produk segmen atas dan produk ini nilainya akan terus tumbuh positif. Segmen investor ini tetap percaya bahwa properti di Pulau Bali merupakan cara terbaik untuk memutarkan uangnya.” jelas Raditya.

    Ciputra Beach Resort dikembangkan tak hanya sebagai hunian tapi juga sebagai vila dengan konsep resort yang berada di bibir pantai. Luas lahan pengembangannya mencapai 80 hektar dengan garis pantai mencapai 1,7 kilometer. Sehingga memiliki view yang menawan dan juga dikelilingi oleh pemadangan khas Bali, eloknya pemandangan sawah lengkap dengan petak-petak sawahnya.

    Baca juga: “Triple Treats” Menarik Minat Investor Miliki Apartemen Ciputra International

    Rumah ready stock

    Sementara itu, Maharani Sanjaya, Marketing Supervisor Ciputra Beach Resort menyatakan, untuk merespon kebutuhan pasar tersebut sejak beberapa bulan lalu Ciputra Beach Resort memasarkan produk baru, Cluster Resvara. Produk ini terlahir karena keberhasilan dua cluster sebelumnya yakni Nivata dan Sadana yang sudah 99% terjual.

    “Cluster Resvara dikembangkan di atas lahan seluas 7,2 hektar yang berada di timur kawasan Ciputra Beach Resorts. Terdiri dari 190 unit dengan dua tipe, Askana (7 x 15) dan Svana (10 x 20). Kita juga pasarkan unit kavling dengan luas 11 x 15 dan 10 x 20,” jelas Sanjaya.

    Menurutnya lagi, komposisi antara hunian dan kavling ini sekitar 55 % berbanding 45 %. Terkait harga Sanjaya mengatakan harga ini tak jauh beda dengan produk sebelumnya, untuk hunian dan kavling mulai dari Rp 2,3 miliar hingga Rp 4,4 miliar.

    Baca juga: Keren…. Ini Rumah Inovatif New Normal Ciputra Group

    Selain menawarkan produk rumah indent di Cluster Resvara, Ciputra Beach Resort juga menawarkan unit ready stock yang berada di Cluster Nivata. Melalui program diskon 50% melalui program pemerintah yaitu PPnBM Sektor Properti dan juga ada kemudahan khusus yang diberikan Ciputra Group maka unit ready ini harganya menjadi Rp 4,6 miliar dari sebelumnya 5,3 miliar.

    Sanjaya menjelaskan, untuk unit ready stock ini memiliki luas tanah 250 meter persegi dan bangunan 197 meter persegi. Dan untuk lebih memaksimalkan penjualan, Ciputra Beach Resort akan melakukan pameran pada tanggal 28 Juni sampai dengan 11 Juli 2021 di Beachwalk Bali.

    “Khusus untuk pembelian unit ready stock Cluster Nivata, akan mendapatkan Iphone 12 selama pameran berlangsung.” imbuh Maharani Sanjaya.

  • Empat Puluh Persen Pembeli Apartemen Citra Landmark adalah Kaum Milenial

    JAKARTA, KORIDOR – Generasi milenial selalu diindentikkan dengan gaya hidup yang konsumtif dengan fashion yang trendi, gadget terbaru, hang out, dan travelling. Tapi saat ini untuk hal-hal tersebut mulai terjadi pergeseran, sebab kesadaran berinvestasi kalangan milenial kian meningkat.

    Menurut Andreas Raditya, General Manager Marketing Ciputra Group, generasi milenial kekinian mulai melek investasi. Meski belum 100 persen meninggalkan “budaya lama” mereka yang senang nongkrong di cafe, belanja online dan lain sebagainya.

    “Akan tetapi, di masa pandemi Covid-19 ini, dimana banyak pembatasan mobilitas dan kegiatan berkumpul, sedikit banyak telah merubah prilaku kaum milenial. Sebagian dari mereka mulai sadar akan pentingnya investasi  khususnya properti yang akan menunjang kehidupannya di masa depan,” kata Raditya, Kamis, 27 Mei 2021, di Jakarta.

    Hal ini, tampak dari profil pembeli tower pertama apartemen Citra Landmark, Jakarta, dimana 40 persen pembelinya adalah usia milenial (di bawah  39 tahun). Kalau dulu, kata Raditya generasi milenial digambarkan hanya sedikit yang tertarik berinvestasi properti, tapi sekarang  malah cukup antusias “bermain” di properti.

    Baca juga: Ciputra Group Gelar Ciputra World Property Online Expo 2021

    “Dari 40 persen milenial yang beli unit tower pertama Citra Landmark itu, sebanyak  77 persen memilih type studio, 20 persen two bedroom, 3 persen adalah tipe di atasnya,” ungkap Raditya.

    Sementara dari sisi geografik, lanjut Raditya, 80 persen pembeli milenial di Citra Landmark berasal dari Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Menariknya dari luar Jakarta (Bogor, Depok, Bekasi, dan seputar Cibubur)  cukup tinggi, yaitu 17 persen, dan 3 persen di luar wilayah itu.

    “Hal yang cukup mengejutkan dari data pembeli kami, wanita dan laki-laki itu 50 : 50, ini jarang terjadi, biasanya laki-laki yang lebih dominan. Dan sekitar 67 persen mereka menggunakan KPA,” jelasnya.

    Intinya, tegas Raditya, milenial saat ini  sudah melek investasi properti. Dengan kemampuan (pendapatan) Rp10 jutaan, cicilan hanya Rp3 jutaan per bulan, ternyata itu cukup diminati kaum milenial.

    Baca juga: “Triple Treats” Menarik Minat Investor Miliki Apartemen Ciputra International

    Raditya mengatakan, setidaknya ada 5 preferensi (prioritas utama) kaum milenial dalam memilih investasi properti.

    Pertama, harganya harus terjangkau oleh kantong mereka yang umumnya bergaji (pendapatan) Rp10 juta hingga Rp15 juta, sehingga range harga properti haruslah berkisar Rp400 juta sampai Rp500 juta.

    Kedua, kemudahan cara pembayaran. Hal ini terkait dengan ketersediaan dukungan fasilitas KPR/KPA yang mudah, praktis, dan suku bunga rendah.

    Ketiga, lokasinya strategis dekat dengan tempat kerja dan pusat bisnis, agar mereka tidak kehilangan banyak waktu di perjalanan dan masih punya kesempatan bersosialisasi.

    Keempat, kedekatan dengan akses transportasi publik, dengan begitu mereka dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga.

    Kelima, reputasi pengembang.

    Baca juga: Keren…. Ini Rumah Inovatif New Normal Ciputra Group

    “Kelima preferensi itu ada di Citra Landmark. Kelihatannya proyek kami ini cukup berhasil menarik minat milenial. Mayoritas memilih studio sesuai kemampuannya dan mereka percaya, dibanding yang lain, investasi properti khususnya apartemen lebih menguntungkan,” ujar Raditya.

    Lokasi Citra Landmark tepatnya di sebelah Tenggara Jakarta (Southeast Jakarta). Proyek ini memiliki akses langsung ke jalan tol dan berada sangat dekat dengan Light Rail Transit (LRT), ditawarkan dengan harga mulai Rp 300 jutaan.

    Citra Landmark merupakan hasil kolaborasi Ciputra Group bersama dengan Trisula Corporation dan Asia Green Real Estate sebagai mitra Joint Venture.

    Citra Landmark adalah kawasan hunian yang terdiri atas 11 tower apartemen, dibangun di atas lahan seluas 7 hektar di Ciracas, Jakarta Timur. Apartemen ini dibuat untuk kalangan milenial yang produktif dengan aktifitasnya maupun bagi milenial yang baru saja memulai keluarga barunya.

    Karena di dalamnya terdapat berbagai macam fasilitas penunjang berupa kolam renang, taman, jogging track, cycling track, skate park, gym, playground, commercial area, amphitheater dan lain sebagainya.

Back to top button