Aktual

  • Peringati HUT di Labuan Bajo, REI Bantu Fasilitas Air Bersih dan Pembangunan Masjid di Golo Mori

    LABUAN BAJO, KORIDOR.ONLINE – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-52 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Perhelatan ini diadakan dari 25-27 April 2024 yang diikuti hampir 1.000 orang anggota dan keluarga besar REI dari seluruh Indonesia.

    Beragam kegiatan digelar selama acara puncak HUT REI ke-52 di Labuan Bajo dari mulai aktivitas tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) berupa bantuan fasilitas air bersih bagi warga Desa Golo Mori dan membantu pembangunan masjid di desa tersebut, aksi penanaman 1.000 pohon di lokasi wisata kawasan Parapuar, serta melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)

    Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto mengatakan di usia yang semakin matang, asosiasi pengusaha properti nasional tersebut berkomitmen untuk terus memperkuat sumbangsih nyata kepada negara dan masyarakat Indonesia melalui berbagai kegiatan sosial. Salah satunya di Labuan Bajo, bertepatan dengan ulang tahun ke-52, REI membantu penyediaan fasilitas air bersih bagi masyarakat di Desa Golo Mori. Masyarakat di desa ini sudah lama mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari karena minimnya sumber mata air di sini, terlebih pada musim kemarau.

    “Di REI itu sebagian besar program dilakukan secara partisipatif kolaborarif. Artinya tidak diminta tetapi berpartisipasi dan berkontribusi. Termasuk bantuan fasilitas air bersih dan pembangunan Masjid Uswatun Hasanah di Desa Golo Mori ini, sifatnya apa yang bisa dan siapa yang bisa untuk membantu sesama terlebih ini dalam suasana HUT REI ke-52,” kata Joko Suranto saat penyerahan bantuan fasilitas air bersih di Golo Mori, Labuan Bajo, Kamis (25/4).

    Bantuan penyediaan air bersih bagi warga Desa Golo Mori, menurutnya, juga dilakukan atas arahan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Krearif, Sandiaga S. Uno saat pertemuan dengan REI. Setelah survei langsung ke lokasi desa itu, Joko Suranto melihat ada bangunan masjid yang belum selesai pengerjaannya. Informasinya, masjid ini sudah tiga tahun dibangun tetapi belum juga rampung.

    “Alhamdulillah, saat itu secara spontanitas kami berniat dan berkomitmen pula untuk membantu menyelesaikan pembangunan masjid ini. Kami senang sekali bisa menjadi bagian dari masyarakat Desa Golo Mori,” ujar CEO Buana Kassiti Group tersebut.

    Golo Mori hanya berjarak sekitar 25 kilometer dari Labuan Bajo, dengan mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani dan nelayan. Selama ini, warga Golo Mori memang mengalami kesulitan air bersih karena terbatasnya sumber mata air di desa tersebut.

    Doakan REI

    Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi atas nama masyarakat Desa Golo Mori menyampaikan terimakasih atas partisipasi asosiasi pengembang itu dalam membantu kesulitan masyarakat di daerahnya dan berdoa semoga keluarga besar REI semakin sukses.

    “Kebersamaan kita ini adalah awal, harapan kami setelah kembali dari sini bawalah cerita bersambung tentang Labuan Bajo dan ceritakan kepada keluarga dan sahabat yang lain,” kata Edistasius.

    Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S. Uno saat peresmian bantuan fasilitas air bersih dari REI di Desa Golo Mori mengatakan air bersih sangat dibutuhkan di desa ini, sehingga apa yang dilakukan REI lewat kegiatan yang partisipatif dan kolaboratif sangat tepat yakni berbagi kepada sesama.

    “Kebetulan saat ini hujan membasahi Desa Golo Mori, berarti kegiatan kita hari ini berkah dan semoga dirahmati Allah SWT. Selamat ulang tahun REI ke-52, semoga semakin jaya,” ujar Menparekraf.

    REI didirikan di Jakarta pada 11 Februari 1972. Sepanjang kiprahnya, REI aktif memperjuangkan kepentingan seluruh anggotanya, baik pengembang kecil (rumah subsidi), menengah maupun pengembang besar. Asosiasi ini juga aktif membangun jaringan sinergitas dengan pemangku kebijakan perumahan dan properti, serta mitra kerja termasuk perbankan.

    “Tahun ini, HUT REI ke-52 kami selenggarakan di salah satu destinasi prioritas pariwisata yakni Labuan Bajo. Ini adalah bentuk sinergitas yang terus dibangun REI untuk mendorong perekonomian masyarakat termasuk industri pariwisata lokal. Itulah semangat dari pendekatan propertinomic yang selama ini REI gaung-gaungkan,” papar Joko Suranto.

    Tema yang diusung pada perayaan HUT REI tahun ini adalah “Propertinomic untuk Indonesia Maju”.

  • REI – Kemenparekraf Bersinergi Kembangkan Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    LABUANBAJO,KORIDOR.ONLINE —Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) melakukan penandatanganan kesepahaman bersama atau memorandum of understanding (MoU) dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada perayaan HUT REI ke-52 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (25/4). Penandatanganan MoU dilakukan Menparekraf Sandiaga Uno dan Ketua Umum DPP REI Joko Suranto bertempat di La Moringa, Labuan Bajo.

    Adapun ruang lingkup kesepahaman bersama ini meliputi pertukaran data dan/atau informasi, pengembangan destinasi pariwisata dan infrastruktur ekonomi kreatif, pengembangan industri dan investasi di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, hingga pengembangan ekonomi digital dan produk kreatif.

    “Salah satu kerja sama yang akan dilakukan adalah pemanfaatan aset milik anggota REI untuk mendukung pelaku usaha kerajinan dan ekonomi kreatif di Indonesia melalui pengembangan Rumah Kreasi Nusantara di seluruh Indonesia,” kata Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto usai penandatangan MoU.
    Joko menambahkan, REI berkomitmen untuk merealisasikan kerja sama tersebut, sehingga bukan sekadar MoU dan target semata. Dia mengharapkan kerja sama kedua belah pihak dapat memberi jalan kepada pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk satu saat menjadi pengusaha besar.

    “Kami merasa senang dan gembira bisa terlibat dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional di Indonesia, karena ada 38 DPD REI yang bersama-sama dapat merealisasikan kesepakatan tersebut,” sebutnya.

    Menparekraf Sandiaga mengaku senang dengan MoU ini karena dihasilkan secara gerak cepat (gercep) dengan sekali pertemuan saja. Ia berharap Rumah Kreasi Nusantara ini bisa mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi krearif di seluruh Indonesia.

    “Pembangunan kepariwisataan dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo sebagai destinasi superprioritas, memerlukan kolaborasi lintas sektor. Yang perlu dipercepat adalah pembangunan di sektor infrastruktur, terutama yang berkaitan dengan fasilitas pariwisata yang bisa mengedepankan kreasi-kreasi terbaik dari putra-putri terbaik Labuan Bajo, Manggarai Barat, dan Flores, NTT,” papar Sandi.

    “(Itu) yang kita konsepkan di sini dalam sebuah MoU untuk menghadirkan rumah kreasi Nusantara di seluruh wilayah Indonesia,” imbuhnya.

    Rumah Kreasi Nusantara, kata Sandi, akan dibangun di seluruh wilayah destinasi wisata yang sedang djkembangkan dalam bentuk desa-desa wisata maupun destinasi superprioritas dan kawasan-kawasan ekonomi khusus.

  • Pelaku Usaha: Suka Atau Tidak, Konsep ESG Harus Diterapkan

    Jakarta, koridor.online– Hingga saat ini PT Bank Central Asia (BCA) Tbk sudah menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) hijau senilai Rp1,14 triliun. Green mortgage itu disalurkan untuk membiayai pemilikan rumah dan apartemen yang sudah mendapat sertifikasi hijau (greenship) di lima proyek.

    Kelima proyek tersebut adalah Citra Maja Raya (Maja, Lebak-Banten), Kota Baru Parahyangan (Padalarang Barat, Bandung Barat-Jawa Barat), Samanea Hill (Parung Panjang, Bogor-Jawa Barat), Navapark, dan Verde Two (Kuningan, Jakarta Selatan-DKI Jakarta).

    “Maunya kami bisa menyalurkan KPR Hijau yang lebih besar lagi. Karena itu kami berharap ke depan makin banyak proyek properti yang mendapat sertifikasi hijau. Jadi, kami sangat berkomitmen menyalurkan pembiayaan hijau, tapi di bisnis properti (realisasi) komitmen itu juga sangat tergantung pada suplai properti yang sudah mendapat sertifikasi hijau,” kata Welly Yandoko, Executive Vice President (EVP) Consumer Loan BCA.

    Hal itu diungkapkan Welly Yandoko dalam Halal bi Halal dan Bincang Santai: “Tuntutan Implementasi Bisnis Properti & Pembiayaan Hijau”, yang diadakan Urban Forum, Forwada, dan Indonesia Housing Creative Forum di Jakarta, Rabu (24/4/2024).

    Bincang santai dibuka Herry Trisaputra Zuna, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Selain Welly berbicara juga dalam bincang santai itu Ignesjz Kemalawarta, Kepala Badan Kajian Strategis Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI), dan Chief Marketing Officer Damai Putra Group Binsar Pandiangan.

    Menurut Welly, sejak awal BCA sangat mendukung penerapan konsep ESG (Environment, Social, Governance-ramah alam, bermanfaat secara sosial, dan tata kelola yang solid) termasuk di bisnis properti, antara lain melalui penyaluran pembiayaan hijau. Hal itu ditunjukkan oleh penyaluran kredit hijau BCA yang terus meningkat, Dimana posisi terakhir telah mencapai Rp123 triliun.

    Sepanjang 2019 – 2023 mengalami peningkatan dari Rp44 triliun menjadi Rp87 triliun Dimana sebagain dari angka tersebut merupakan KPR hijau dan di tahun 2023 penyalurannya tumbuh sebesar 7%.

    Ia menambahkan, untuk merangsang developer mengembangkan properti hijau dan juga mendorong konsumen membeli properti yang sudah mendapat sertifikasi hijau, BCA siap memberikan rate kredit yang bersaing, biaya kredit yang lebih rendah, dan proses persetujuan aplikasi yang lebih cepat dan mudah.

    Welly menyebutkan, komitmen terhadap keberlanjutan (sustainabilitas) atau ESG tidak hanya ditunjukkan BCA dalam penyaluran kredit hijau, tapi juga dalam proses bisnis. Tahun 2023 sebanyak 99,7% dari total transaksi kredit dilakukan melalui channel digital. Mekanisme persetujuan kredit misalnya, termasuk KPR, menggunakan channel digital melalui berbagai kanal seperti myCore, myPartnerBCA, dan RumahsayaBCA.

    “Sekitar 63 persen aplikasi KPR BCA masuk melalui channel digital,” ungkap Welly. Bahkan, kegiatan administrasi BCA juga dilakukan dengan konsep daur ulang (recycle). Sebagian kegiatan internal perusahaan seperti rapat dan pertemuan, serta kegiatan administrasi, dilakukan secara online atau bisa dikerjakan dari mana saja (WFH).

    “Sampai sekarang kami masih WFH. Rapat-rapat dilakukan secara daring. Pekerjaan yang bisa dilakukan online, diselesaikan secara online. Semua itu menghemat konsumsi listrik dan penggunaan kertas dalam semua proses bisnis BCA,” jelas Welly.

    Itulah sebabnya kinerja BCA sangat solid. Di bisnis KPR misalnya, pangsa pasar BCA sampai akhir tahun lalu mencapai 24%. Dari total penyaluran KPR oleh 38 bank pda 2023 senilai Rp513,6 triliun, sebanyak Rp121,8 triliun disalurkan BCA. “Rasio kredit bermasalah atau NPL KPR BCA juga jauh lebih rendah daripada NPL industri. Kalau NPL KPR perbankan 2,39 persen, NPL KPR BCA hanya 1,12 persen,” ungkap Welly.

    Binsar Pandiangan menyatakan, penerapan konsep ESG di sektor properti memang tidak bisa digantungkan hanya pada satu dua pihak seperti bank dan developer, melainkan harus melibatkan seluruh stakeholder terutama pemerintah sebagai regulator. Fungsi regulator terutama menyusun standar keberlanjutan yang diharapkan diterapkan pelaku bisnis dan keuangan, dan memberi insentif entah berupa keringanan pajak, perizinan, atau yang lain.

    “Bagaimanapun penerapan konsep hijau itu menambah cost, termasuk proses mendapatkan sertifikasinya. Sementara bisnis berorientasi profit,” katanya. Kendati demikian ia menegaskan, seperti pengembang lain Damai Putra Group juga berkomitmen menerapkan konsep berkelanjutan di proyek-proyeknya, termasuk di Kota Harapan Indah/KHI (2.200 ha) di Bekasi, Jawa Barat.

    Konsep hijau antara lain diterapkan di kawasan hunian Asera Nishi di KHI yang dikembangkan bersama developer Jepang. Yaitu, dalam bentuk desain rumah yang bisa meminimalisir konsumsi listrik, penyediaan ruang terbuka yang lebih besar, penyediaan sumur resapan, dan penggunaan penutup jalan dan halaman grass block yang memudahkan peresapan air ke dalam tanah.

    Sementara di kawasan KHI sendiri disediakan tiga danau besar sebagai tandon air pada musim hujan. “Saat hujan lebat beberapa bulan lalu yang membuat kawasan tetangga kami (Kelapa Gading, Red) kebanjiran, kami sepenuhnya tidak tergenang,” jelas Binsar.

    Ia menambahkan, konsumen sendiri secara umum belum concern terhadap properti hijau. Motivasi pembelian mereka masih ditentukan oleh daya beli atau harga. Ia tidak menyebutkan bagaimana penerapan aspek sosial dan tata kelola (governance) di Damai Putra Group.

    Ignesjz Kemalawarta mendukung pendapat Binsar tersebut. Menurutnya, konsep ESG memang mau tak mau harus diterapkan pebisnis, baik dalam proses produksi maupun operasional menyusul makin meresahkannya pemanasan global dan perubahan iklim akibat emisi CO2 yang berlebihan.

    Fokusnya bagaimana mengurangi konsumsi energi (energy effieciency) agar bisa mereduksi emisi gas rumah kaca (CO2), ditambah reduksi konsumsi air, pengolahan sampah dan limbah. “Pengembang tidak bisa hanya berorientasi profit, karena profit tidak akan bisa dicapai kalau alamnya sudah rusak, dan sebaliknya. Pebisnis harus berpartisipasi mengurangi kerusakan alam itu,” kata advisor PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) itu.

    Untuk itu pemerintah melalui Kementerian PUPR, OJK, dan institusi terkait lain bersama provider sertifikasi hijau atau Green Building Council Indonesia (GBCI), sangat perlu menginisiasi gerakan hijau itu melalui regulasi dan pemberian insentif, termasuk untuk pebisnis properti dan industri keuangan agar mereka terdorong menerapkan konsep ESG.

    Konsep hijau dalam arti ramah terhadap alam perlu diiringi dengan aspek sosial dan tata kelola agar bisnis yang menerapkan konsep itu tetap berkelanjutan. “Saat ini yang gandrung menerapkan konsep ESG itu baru subsektor perkantoran (office). Perumahan dan apartemen masih sangat sedikit,” kata Ignesjz.

    Perkantoran lebih getol melakukannya, karena ada insentif dari berbagai perusahaan besar untuk lebih memilih gedung perkantoran yang sudah mendapat sertifikat hijau. Terutama terkait dengan upaya mereka meningkatkan daya saing, dengan mendapatkan rate yang lebih kompetitif di pasar keuangan dan dari investor. “Jadi, insentif menerapkan konsep hijau itu di subsektor perkantoran cukup tinggi, termasuk dari sisi cost,” katanya.

    Ignesjz menyebutkan, tambahan investasi untuk menerapkan konsep hijau di gedung perkantoran mencapai 4-5%. Tapi bisa memberikan energy saving atau energy effieciency antara 30-45%. Ia memberi contoh gedung Mina Bahari IV di Gambir, Jakarta Pusat, yang sudah mendapat banyak penghargaan hijau. Tambahan investasi untuk menerapkan konsep hijau pada bangunan dan segala infrastruktur dan utilitasnya mencapai 4,44%.

    Namun, tambahan investasi itu mampu menghasilkan penghematan biaya utilitas 56% setahun atau setara Rp4,1 miliar atau setara konsumsi energi 680 rumah MBR, sehingga investasi tambahan itu bisa kembali dalam 4,3 tahun. Hal yang kurang kebih sama terjadi pada gedung utama Kementerian PUPR di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Energy saving itu akan lebih besar lagi bila sebuah gedung menggunakan energi dari panel surya.

    “Di subsektor perumahan kompensasi penerapan konsep ESG itu mungkin jauh lebih kecil. Sampai sekarang belum ada penelitiannya. Karena itu penerapan konsep keberlanjutan di subsektor perumahan tidak segandrung di perkantoran. Perlu peran pemerintah mendorong sektor perumahan menerapkan konsep hijau atau ESG itu,” tuturnya.

    Herry Trisaputra Zuna membenarkan, upaya menerapkan konsep ESG termasuk di sektor properti dan pembiayaannya memerlukan sebuah gerakan. Ia mencontohlan gerakan tidak merokok di ruang publik dan transportasi umum yang cukup berhasil. Juga inisiasi cashless di jalan tol yang sekarang akan dilanjutkan cukup dengan sensor. “Dulu biasa saja orang ngerokok di angkutan umum, bahkan di pesawat udara. Sekarang siapa yang berani melakukannya?” katanya.

    Di bisnis properti ia menyebutkan Kementerian PUPR sedang menginisiasi gerakan Indonesia Green Affordabel Housing. Gerakan dimulai terlebih dulu di affordabel housing karena rumah subsidi itu diatur pemerintah pengembangan dan pembiayaan pemilikannya melalui pemberian subsidi. Jadi, bisa lebih mudah memulai gerakannya karena rumah subsidi itu regulated dan kebutuhannya besar. Setelah itu gerakan bisa dilanjutkan ke perumahan komersial.

    “Penerapan ESG di sektor perumahan memang tidak bisa serta merta, karena ini dilema juga, suplainya masih kurang dibanding kebutuhannya yang besar,” katanya. Herry setuju diperlukan kerja sama semua pihak terkait untuk mengimplemntasikan konsep ESG di bisnis properti termasuk pembiayaannya. Juga diperlukan regulasi yang mendukung serta insentif, entah berupa kemudahan perizinan, pajak, pendanaan murah seperti dari Bank Dunia, dan lain-lain.

  • Tancap Gas, Citra Swarna Group Realisasikan Target Pendapatan Rp1,1 Triliun

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE— Ajang Pemilu yang berjalan lancar tanpa ada kendala berarti, membuat pengembang properti optimistis bisa meraih target yang sudah ditetapkan sepanjang 2024. Hal tersebut mengemuka dalam acara Citra Swarna Group Media Luncheon 2024 dengan tema “Membaca Peluang Ekspansi Bisnis Property Tahun 2024” yang digelar di Hutan Kota by Plataran, Kamis, 29 Februari 2024.

    Hadir dalam acara ini Komisaris Utama Citra Swarna Group (CSG), Komisaris Utama CSG, Petrus Padmardjo; Direktur Sales & Marketing CSG Felicia Simon; dan Senior Vice President (SVP) Non-Subsidized Mortgage Division BTN Mochamad Yut Penta.

    Citra Swarna Group Media Luncheon 2024 dengan tema “Membaca Peluang Ekspansi Bisnis Property Tahun 2024” yang digelar di Hutan Kota by Plataran, Kamis, 29 Februari 2024.

    Felicia mengungkapkan bahwa tahun 2023 pendapatan Citra Swarna Group meningkat 39 persen, dari target Rp600-an miliar, ternyata terealisasi Rp900-an miliar. “Tahun ini kami menetapkan target pendapatan Rp1,1 triliun. Target ini diluar pendapatan dari akuisisi commercial building” jelasnya.

    Felicia menuturkan, sumber pendapatan terbesar CSG masih dari proyek landed residential, baik yang sedang berjalan maupun yang baru.

    Menurutnya, tahun ini CSG tidak hanya fokus pada pengembangan rumah dan ruko, tapi juga pada bisnis lain. CSG telah mengakuisisi pembelian Siantar City Square, di Pematang Siantar, commercial building di Palembang, dan penjajakan di wilayah Jawa Timur.

    “Ekspansi CSG juga akan dilakukan ke wilayah Medan, Bogor, Palembang, Balikpapan, ditambah satu di Jabodetabek,” ujarnya.

    Sementara untuk proyek perumahan CSG di kawasan Karawang, Bogor dan Serang, pengembangannya juga tidak berhenti di lahan yang dikuasai. “Ekspansi CSG ini adalah strategis bisnis   sebagai pengembang properti skala nasional,” tuturnya.

    Terkait bank lahan, Felicia mengatakan, saat ini CSG memiliki land bank sebanyak 300 hektar yang jumlahnya dipastikan akan terus bertambah. “Angkanya dinamis ya, akan terus bertambah, total saat ini kami meniliki 300 hektar,” jelasnya

    Jajaran Komisaris dan Direksi Citra Swarna Group

    Hingga saat ini KPR mesih menjadi pilihan utama para konsumen CSG dibanding cara pembelian lainnya seperti cash keras dan kredit developer. Dari sisi pembeli, mayoritas adalah mereka yang baru pertama memiliki rumah, hanya sedikit yang membeli untuk investasi. “99 persennya pembeli memilih menggunakan KPR,” jelasnya.

    Sementara Senior Vice President (SVP) Non-Subsidized Mortgage Division BTN Mochamad Yut Penta mengatakan, prospek properti di tahun 2024 akan sangat menjanjikan dimana secara demografi Indonesia sangat menjajikan.

    “Di Indonesia setiap tahunnya ada sekitar 800 ribu keluarga baru yg perlu rumah, jadi kita strong ya, basic-nya dari segi demografi industri properti kita kuat,” jelas Penta.

    Menurutnya, industri properti di Indonesia kondisinya masih tetap stabil. Di saat ekonomi naik turun, industri properti tetap tumbuh. Saat pertumbuhan ekonomi negatif, industri properti turun tapi tetap positif. “Tetapi saat ekonomi naik tinggi, industri properti naik tapi tidak terlalu tinggi alias stabil,” jelasnya.

    Penta menambahkan, potensi bagi bisnis properti ke depan masih relatif besar. Saat ini, angka backlog perumahan mencapai 9,9 juta keluarga yang belum memiliki rumah.

     

     

     

     

     

  • Rilis Klaster Baru EcoArdence, Paradise Serpong City 2 Over Target Diserbu Konsumen

    TANGERANG, KORIDOR.ONLINE – Progress Group (PT Subur Progress) dengan bangga mengumumkan kesukesan peluncuran EcoArdence, klaster terbaru dari Paradise Serpong City 2, sebuah kota mandiri seluas 500 hektar yang terletak di Serpong Selatan. Acara peluncuran yang diselenggarakan pada 24 Februari 2024 ini mendapat respon luar biasa dari para konsumen.

    Penjualan EcoArdence menggunakan sistem NUP (Nomer Urut Pemesanan) dan lebih dari 400-unit rumah berhasil terjual pada peluncurannya. Hasil penjualan ini melebihi target awal yaitu 382-unit. Beberapa blok tambahan yang seharusnya menjadi bagian dari rencana peluncuran berikutnya, terpaksa dibuka lebih cepat, agar bisa memenuhi permintaan para konsumen yang sangat antusias untuk mendapatkan unit-nya di klaster EcoArdence.

    Menurut Meyrick Sumantri, Sales & Marketing Director sekaligus owner Progress Group, EcoArdence memiliki 5 tipe unit: Ariawood, Hampton, Lilac, Woodlea dan Sandwood. Dengan harga penjualan perdana dimulai dari 499jt, para konsumen langsung mendapatkan bonus berupa CCTV, digital door-lock, dan smart-home system.

    BACA JUGA: Pilpres Kelar, Industri Properti Tancap Gas

    Selain itu, konsumen juga bisa menikmati fasilitas lain di dalam klaster EcoArdence secara gratis, seperti clubhouse yang memiliki gym, co-working space, studio yoga, kolam renang dan waterpark, terdapat juga taman bermain anak yang tersebar pada beberapa titik klaster, serta akses langsung menuju Paradise Riverwalk – area tepi sungai sepanjang 5,4 km yang berada di sisi klaster yang dapat dimanfaatkan sebagai area untuk berolahraga keluarga, dari berjalan kaki hingga bersepeda.

    “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para konsumen yang sangat antusias dan telah mempercayakan EcoArdence menjadi hunian mereka”, kata Meyrick kepada sejumlah awak media, Senin, 26 Februari 2024.

    Keberhasilan ini, lanjutnya, merupakan tonggak penting untuk Paradise Serpong City 2 dan memperkuat komitmen Progress Group untuk menghadirkan hunian berkualitas tinggi yang ramah lingkungan, agar memberikan kenyamanan dan kualitas hidup yang baik bagi para penghuni.

    BACA JUGA: Siapa Perealisasi FLPP Rumah Subsidi Terbesar Nasional? Ini Pengembangnya Versi BTN

    Dia menerangkan, EcoArdence merupakan salah satu klaster bagian dari Paradise Serpong City 2, kota mandiri seluas 500 hektar yang mengusung konsep Eco Urban Living. Selain akan memiliki 2 pusat bisnis (CBD East & West), Paradise Serpong City 2 juga akan mengungguli kota mandiri lainnya, karena memiliki ROW 40 untuk boulevard nya, area jalan kaki dan bersepeda (bicycle and pedestrian network) sepanjang 11km, pusat kuliner, pusat perbelanjaan, theme-park, rumah sakit dan berbagai sekolah dengan standar internasional – salah satunya adalah sekolah Islam Al Azhar.

    “Keberhasilan peluncuran EcoArdence tentunya merupakan salah satu titik pencapaian kami, karena penjualan kali ini akan menambahkan catatan milestone kami yang berhasil menjual 1000 rumah pada tahap sebelumnya di Paradise Serpong City 2,” jelas Meyrick.

    Sementara itu, Reynard William Sopaheluwakan, Head of Communication Progress Group menyampaikan rasa bangganya dapat berkontribusi dalam membawa visi Eco Urban Living Paradise Serpong City 2 menjadi kenyataan melalui proyek ini.

    BACA JUGA: Tiga Pengembang Kakap Ini Garap Perumahan Graha Arraya, Di Bogor Barat

    “Terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam kesuksesan peluncuran ini, dan kami sangat bersemangat untuk terus menghadirkan informasi yang inspiratif tentang perkembangan proyek-proyek kami di masa mendatang,” pungkas Reynard. ***

  • Siapa Perealisasi FLPP Rumah Subsidi Terbesar Nasional? Ini Pengembangnya Versi BTN

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE –  Vista Land Group ahli dalam pengembang rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasil rendah (MBR) didapuk sebagai ”The Best Group Subsidized Developer Achievement Awards 2023” atau group pengembang terbaik/terbesar (nasional) dalam memasarkan rumah subsidi versi Bank Tabungan Negara (BTN).

    Prestasi bergengsi ini dianugrah dalam acara “Bank BTN’s Most Valuable Developer Dinner Gathering” di HW Phoenix Club Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Acara tersebut merupakan wujud apresiasi Bank BTN kepada mitra pengembang sebagai bentuk penghargaan atas kerja sama yang telah terjalin baik selama ini.

    Menurut Alexander Tirta CEO Vista Land Group, tahun 2023 Vista Land Group berhasil membukukan realisasi akad kredit rumah dengan pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) lebih dari 4.000 unit. Angka ini secara nasional terbesar yang dicapai sebuah grup pengembang.

    BACA JUGA: Tiga Pengembang Kakap Ini Garap Perumahan Graha Arraya, Di Bogor Barat

    ”Kesuksesan kami ini tentunya tidak lepas dari dukungan BTN yang saat ini banyak bertransformasi dan banyak membantu developer rumah subsidi dalam memberikan kemudahan-kemudahan dan business process yang makin cepat dan ringkas,” kata Alexander, Senin, 26 Februari 2024, di Jakarta.

    Sementara itu, Stephanus Hadi Wijaya, selaku founder Vistaland Group mengatakan, pihaknya bangga dapat dikenal sebagai mitra strategis BTN yang memberi kontribusi terbesar menyalurkan pembiayaan FLPP untuk rumah subsidi. Sejak awal didirikan 17 tahun lalu, Vista Land memiliki misi secara konsisten berkontribusi dalam pemenuhan rumah harga terjangkau bagi kalangan MBR dan ke depan akan terus memperluas landbank guna menjamin ketersediaan unit rumah MBR.

    Dia berharap, ke depan kerja sama dengan BTN makin baik dan saling menguntungkan, khususnya dalam mengurangi backlog perumahan di Indonesia yang masih tinggi. Sejak eksis tahun 2007 hingga sekarang, total rumah subsidi yang dibangun Vista Land Group mencapai lebih 50 ribu unit rumah.

    BACA JUGA: VistaLand Group Optimis Kampanye Proyek Baru di Puncak Pemilu 2024, Ini Alasannya

    ”Awalnya kami memang berangkat dari pengembangan rumah subsidi, meski sekarang kami juga mengembangkan rumah komersial, namun kami tetap komit untuk berkontribusidi dalam penyediaan rumah harga terjangkau,” tegasnya.

    Komit bangun rumah subsidi

    Sementara itu, Esther Kristiany Hadi, Direktur VistaLand Group berharap,  pemerintah khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Pertanahan Negara (BPN) akan memberikan banyak kemudahan dan percepatan terutama dalam aspek perijinan kepada pengembang rumah subsidi yang punya banyak keterbatasan, dibanding pengembang rumah komersial.

    Menurutnya, sektor properti merupakan tulang punggung dari industri nasional, sebab ada ratusan industri yang bergantung atas hidup matinya bisnis properti, terutama perumahan. Bagai lokomotif perekonomian, kalau bergerak bisnis properti bergerak, maka industri terkait juga akan tumbuh.

    BACA JUGA: Butuh Pinjaman Biaya Pendidikan, Bank DKI Hadirkan Beri Kemudahan Mahasiswa Gunadarma

    ”Sejak awal berdiri, kami ingin berkontribusi terhadap program nasional untuk merumahkan lebih banyak rakyat di rumah dan lingkungan yang layak. Rumah subsidi maupun rumah komersial pada dasarnya sama-sama tempat tinggal dimana keluarga itu membangun kehidupan,” terang Esther.

    Karena itu, lanjutnya, rumah yang ditinggali kualitas dan lingkungannya harus terbaik. Di samping itu kelengkapan fasilitas untuk kenyamanan penghuni juga harus dipenuhi, sehingga selama mereka dapat menempati di rumah itu dengan layak dan nyaman. Meski rumah subsidi, kalangan MBR punya hak yang sama seperti pembeli rumah komersial mendapatkan tempat tinggal yang terbaik.

    Menurut Djoko Sudjatmiko, Direktur  Vistaland Group menjelaskan saat ini Vistaland juga fokus pada kualitas rumah subsidi yang dibangun , sehingga selain  menjadi terbesar dlm jumlah juga ingin menjadi terbaik dlm segi design dan kualitas bangunannya. Saat ini ada 26 proyek perumahan Vista Land Group yang tersebar di Jabodetabek, dengan target penjualan tahun ini,  untuk rumah subsidi 5.000-an  unit, dan 1000-an unit rumah komersial.

    BACA JUGA: University Resort Bogor Makin Diminati Mahasiswa Manca Negara

    ”Tahun ini pula, kami sedang mempersiapkan pengembangan 5 proyek baru, terdiri dari: 1 proyek di Kabupaten Bogor, 2 di Kabupaten Bekasi, dan 2 di Kabupaten Tangerang. Kami optimis target penjualan 6.000-an unit rumah subsidi dan komersial 2024 dapat tercapai. Apalagi melihat outlook perekonomian membaik pasca pemilu berlangsung damai,” pungkasnya. ***

  • Bank DKI Raih Penghargaan Best PR in Digital Transformation di Ajang IPRA 2024

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Raih Prestasi di awal tahun 2024, Bank DKI menerima penghargaan sebagai Best Public Relation in Digital Transformation Initiative to Expand Accessibility and Increase Value Added Product and Service, (Category: Regional Bank) kepada Pemimpin Divisi Investor Relations Bank DKI, Fakhrurroji atas upaya aktif Bank DKI membangun publikasi perusahaan melalui inovasi dan penyampaian informasi kepada publik secara positif.

    Penghargaan ini diberikan oleh CEO Warta Ekonomi Group dalam ajang Indonesia Public Relations Awards (IPRA) 2024 di Jakarta pada (25/1). Penghargaan IPRA 2024 diberikan kepada public relations perusahaan yang memiliki peran dan fungsi yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin ketat dan kondisi ekonomi Indonesia yang mulai membaik.

    Direktur Teknologi dan Operasional merangkap Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Bank DKI, Amirul Wicaksono menyampaikan sebagai pelaku usaha jasa keuangan, Bank DKI senantiasa membangun komunikasi yang terbuka kepada segenap pemangku kepentingan, menghadirkan pelindungan kepada konsumen melalui transparansi informasi produk dan layanan serta penanganan pengaduan nasabah yang prima.

    BACA JUGA: Di Tahun Naga Kayu, Sinar Mas Land Optimistis Industri Properti Tumbuh

    Lebih lanjut ia juga menyampaikan dalam menghadapi era digitalisasi, perbankan dituntut secara berkelanjutan menyediakan layanan perbankan yang memberikan kemudahan kepada nasabah serta perlindungan konsumen melalui komunikasi yang transparan dan terbuka.

    Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen Bank DKI dalam membangun komunikasi dan keterbukaan informasi secara konsisten dengan menyampaikan informasi secara transparan, akurat, dan jelas, sebagai bentuk tanggung jawab kami kepada seluruh pemangku kepentingan, pemegang saham, maupun masyarakat pada umumnya.

    “Melalui Transformasi digital yang dilakukan Bank DKI, pengelolaan informasi dan komunikasi mengutamakan pentingnya keterbukaan informasi secara tepat dan terukur untuk membangun reputasi Perusahaan yang baik mengingat Bank DKI merupakan Lembaga jasa keuangan yang diawasi oleh regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI),” ujar Amirul.

    BACA JUGA: Romy Wijayanto Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI Raih Indonesia Best CFO Awards 2024

    Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Arie menyampaikan bahwa peran public relations sangat penting di era digital dan senantiasa harus selalu beradaptasi dan melakukan inovasi dalam menjaga hubungan perusahaan dan publik untuk menjaga keberlangsungan kegiatan bisnis perusahaannya.

    Selain itu, Bank DKI juga terus aktif mensosialisasikan berbagai informasi mengenai keamanan transaksi perbankan digital serta transparansi informasi produk dan layanan. “Bank DKI memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pelindungan konsumen terlebih di tengah maraknya cyber crime dengan terus menyampaikan edukasi kepada nasabah dan juga masyarakat luas”, ujar Arie.

    “Seiring dengan pertumbuhan yang berkelanjutan, Bank DKI tetap berkomitmen untuk menjaga hubungan yang kuat dengan seluruh elemen. Bank DKI menyadari bahwa kepercayaan dan komunikasi terbuka sangat penting dalam membangun kemitraan jangka panjang, dan akan terus memprioritaskan nilai-nilai tersebut dalam interaksi dengan seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan” tutup Arie. ***

  • Di Tahun Naga Kayu, Sinar Mas Land Optimistis Industri Properti Tumbuh  

    BSD CITY, KORIDOR.ONLINE— Industri properti nasional diprediksi akan melanjutkan tren positifnya sepanjang 2024. Hal itu sejalan dengan angka pertumbuhan ekonomi nasional yang dirilis oleh Bank Indonesia mencapai 4,7 – 5,5 persen pada tahun 2024 atau Tahun Naga Kayu dalam astrologi China.

    Untuk menjaga daya beli masyarakat serta menjaga tren pertumbuhan industri properti tersebut, maka pemerintah menurut Anton Sitorus , pengamat properti, telah menyiapkan sejumlah insentif. Salah satunya adalah kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah baru, baik rumah tapak ataupun apartemen siap huni, mulai November 2023-Desember 2024.

    Anton Sitorus, Pengamat Properti Nasional

    “Upaya itu bertujuan menumbuhkan daya beli masyarakat dan memberikan angin segar optimisme sebagai salah satu pendorong utama yang menjaga sektor properti di 2024 tetap bertumbuh,” terang Anton dalam acara Property Outlook 2024 bertajuk “Potensi dan Strategi untuk Mencapai Kestabilan Pertumbuhan Properti di Tahun 2024” yang digelar Sinar Mas Land dan Forwapera di Marketing Office BSD City, Kamis (1/2/2024)..

    Tahun politik di 2024 ini tidak akan banyak berpengaruh negatif pada pergerakan pasar properti di Indonesia. Hal itu berkaca dari peristiwa pemilu sebelumnya. Tidak ada pattern atau korelasi yang signifikan antara kinerja pasar properti dengan dinamika politik selama penyelenggaraan Pemilu.

    “Pergerakan pasar properti lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi dan bisnis serta pertumbuhan supply dan tren permintaan yang sedang berlangsung. Pertumbuhan properti tahun ini juga akan diwarnai oleh tren-tren baru yang mampu beradaptasi dengan dinamika pasar,” ujarnya.

    Sinar Mas Land Menjaga Pertumbuhan

    Melihat optimisme sektor properti di tahun 2024, PT Bumi Serpong Damai Tbk, (BSDE) menargetkan prapenjualan sebesar Rp9,50 triliun pada 2024. Sebelumnya pada 2023, BSDE mencatatkan realisasi penjualan sebesar Rp9,50 triliun yang melampaui target prapenjualan sebesar Rp8,80 triliun.

    Hermawan Wijaya, Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk

    Hermawan Wijaya, Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk, (BSDE)   mengatakan, menghadapi tahun 2024, kondisi ekonomi global maupun nasional dapat memengaruhi pertimbangan masyarakat untuk membeli rumah maupun investasi di sektor properti.

    Namun, kata dia, pihaknya tetap berkeyakinan bahwa strategi inovasi produk Sinar Mas Land yang selalu memperhatikan tren dan kebutuhan konsumen akan dapat menjawab kebutuhan pasar.

    Strategi bisnis yang tepat dengan berfokus pada kemitraan strategis dan juga pengembangan produk dan jasa yang inovatif dan berkualitas. Selain itu diversifikasi portofolio produk dan geografis yang didukung oleh cadangan lahan yang luas menjadi katalis positif terhadap pertumbuhan.

    “Merujuk dari hasil kinerja perusahaan, kami sangat optimistis bahwa tahun ini industri properti akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Tanah Air,” tutur Hermawan Wijaya.

    Pada kesempatan yang sama, Dwi Novita Yeni, Head of Research & Business Intelligence Sinar Mas Land memaparkan, dalam menghadapi tahun 2024, terdapat beberapa tren yang diprediksi akan memengaruhi pasar properti.

    BSD City Green Office Park

    Generasi milenial diprediksi akan tetap menjadi pasar terbesar industri properti hingga tahun 2045. Sementara peningkatan jumlah Ultra High Net Worth Individuals (UHNWI) di Indonesia dan wellness industry juga turut berpengaruh terhadap tren pertumbuhan industri properti di Indonesia.

    Meskipun secara global sempat mengalami kontraksi, jumlah individu dengan tingkat kekayaan yang tinggi di Indonesia tetap tumbuh positif 12% (CAGR 2017-2022) dan menempatkan Indonesia dalam peringkat tiga besar negara dengan pertumbuhan UHNWI tertinggi di Asia.

    “Tren lainnya yang kian menjadi sorotan adalah wellness industry. Hal ini seiring dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat atas kesehatan fisik maupun kesehatan mental, yang mendorong pertumbuhan wellness real estate sebesar 21% per tahun dari tahun 2021 hingga 2028,” kata Novi.

    Menurutnya, generasi milenial dan UHNWI sepakat dalam perspektif mereka yang tidak hanya melihat properti sebagai instrumen keuangan. Kedua tipe demografi konsumen ini juga sangat peduli terhadap aspek ESG dan keberlanjutan sebagai bentuk kontribusi terhadap lingkungan dan well-being.

    Transparansi sebuah perusahaan terhadap inisiatif sustainability dan tanggung jawab sosial turut menjadi penentu bagi generasi milennial dan UHNWI dalam berinvestasi properti.

    Sementara untuk memenuhi kebutuhan pasar terkait wellness industry, Sinar Mas Land telah mengembangkan Biomedical Campus yang bertujuan sebagai wadah ekosistem komunitas sains dan teknologi baik itu pusat penelitian, edukasi, dan fasilitas kesehatan di BSD City.

    Hermawan Wijaya menambahkan, untuk memenuhi target penjualan perusahaan pada tahun 2024, Sinar Mas Land memperkirakan harga unit properti kelas menengah dan menengah atas masih menjadi favorit calon pembeli properti baik untuk residensial maupun komersial.

    Pada tahun 2024, perusahaan berencana untuk meluncurkan produk-produk baru dengan kisaran harga mulai dari Rp1 miliar hingga 30 miliar per unit untuk rumah tapak (segmen menengah hingga premium), produk komersial termasuk ruko, apartemen/kondominium dan kavling lahan komersial termasuk yang dijual kepada perusahaan joint venture.

    “Sejumlah produk properti dengan kategori premium yang mendapatkan sambutan baik di tahun 2023 adalah Nava Park dan Enchante,” pungkasnya.

  • Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PPPSRS Permata Hijau Residences, Ari Sofyan Siap Benahi Perparkiran

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Rapat Umum Anggota Luar Biasa Ke-2 Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) Komersial Campuran Apartemen Permata Hijau Residences, Jakarta Selatan yang berlangsung pada hari Sabtu, 20 Januari 2024 secara aklamasi memilih Sofyan Eriyanto sebagai Ketua Pengurus Permata Hijau Residences.

    Eriyanto otomatis terpilih karena ia merupakan calon tunggal yang bersedia maju dalam pemilihan Ketua PPPSRS Permata Hijau Residences. Sama seperti Eriyanto, Ketua Pengawas Ervina Posuma juga diangkat berdasarkan musyawarah mufakat sebab juga adalah calon tunggal.

    Rapat umum kedua tersebut diselenggarakan secara offline atau tatap muka, yang dihadiri pejabat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi DKI Jakarta. Sebelumnya rapat umum pertama diadakan 5 Januari 2024.

    Rapat ditunda sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta, Tentang Pembinaan Rumah Susun Milik, No 132 Tahun 2018  karena tidak kuorom, dan dilanjutkan pada rapat umum kedua, dimana kuorum atau tidak kuorum rapat bisa dilanjutkan dan dapat mengambil keputusan.

    BACA JUGA: Warga Kalibata City Rayakan Puncak Perayaan Natal dan Tahun Baru Dalam Bingkai Toleransi Beragama

    Ketua Pengurus PPPSRS Permata Hijau Residences terpilih Sofyan Eriyanto mengatakan berterima kasih kepada semua pihak, terutama Tim Panmus yang telah bekerja tanpa pamrih dan developer yang telah memfasilitasi penyelenggaraan rapat umum tersebut.

    Eri Sofyan (begitu dia akrab disapa) menjelaskan, awalnya ia tidak bersedia dicalonkan sebagai ketua PPPSRS, namun dalam perjalanannya tidak ada pemilik yang mencalonkan, akhirnya dengan pertimbangan keberlanjutan pengelolaan dia bersedia maju.

    ”Saya menerima amanah ini dengan penuh tanggang jawab. Bersama pengurus lainnya kami akan menjembatani masukan-masukan dari pemilik dan penghuni apartemen. Salah satunya adalah perparkiran yang akan kita benah bersama,” kata Eri Sofyan, seusai acara rapat umum tersebut, Sabtu, 20 Januari 2024.

    Bersama pengurus dan pengawas PPPSRS Permata Hijau Residences, Eri Sofyan bertekad melakukan perbaikan dan pembenahan di segala bidang untuk menciptakan keharmonisan, keamanan, dan kenyamanan tinggal di apartemen Permata Hijau Residences.

    BACA JUGA: The HUD Institute Resmikan Klinik Kesehatan Untuk Masyarakat Menengah Bawah Perkotaan

    ”Kami menyadari di setiap apartemen pasti selalu ada saja masalahnya. Untuk itu, kami pengurus baru ini akan berusaha memperbaiki kekurangan yang ada. Melihat kembali fasilitas-fasilitas yang ada, jika ada kekurangan atau bermasalah kita akan perbaiki. Mengakomodir keluhan-keluhan warga terutama kesulitan masalah perparkiran dan keamanan yang lebih baik,” tegasnya.

    Tinggal di sini sejak 2014, pengusaha sukses ini mengatakan, selama ini pengelolaan dan perawatan apartemen yang dilakukan Inner City Management sudah berjalan dengan baik. Dia pun berjanji akan meningkatkan mutu pelayanan dan perbaikan di lingkungan apartemen Permata Hijau Residences.

    Adapun susunan lengkap Pengurus PPPSRS Permata Hijau Residences terpilih adalah Ketua Pengurus Sofyan Eriyanto, Sekretaris Paul Christian, Bendahara Rionald Pangabahan, Bidang Pengelolaan Andy Prasetyo, dan Bidang Penghunian Dhimas Afa’an Prayoga. Sementara susunan Pengawas PPPSRS terpilih, Ketua Pengawas Ervina Posuma, Sekretaris Anya Dwinovita, dan anggota Edy Purnomo. ***

  • Warga Kalibata City Rayakan Puncak Perayaan Natal dan Tahun Baru Dalam Bingkai Toleransi Beragama

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Warga apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan larut kegembiraan puncak perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.  Tak hanya warga beragama Kristen (Protestan dan Kotolik), tetapi umat Muslim (Islam), Hindu, dan Buddha pun berbaur membantu kesuksesan hari raya tersebut.

    Mengusung tema: “Dan Di Atas Semuanya Itu, Kenakanlah Kasih, Sebagai Pengikat Yang Mempersatukan Dan Menyempurnakan”, momen perayaan kali ini diwarnai oleh keindahan toleransi dan kerukunan antar umat beragama di lingkungan apartemen.

    Perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 digelar di lingkungan apartemen Kalibata City, Kalibata Jakarta Selatan. Acara tersebut digelar pada Sabtu, 20 Januari 2024 pukul 18.15 di lapangan Basket tower Kemuning, Kalibata City.

    Perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 itu dihadiri sekitar 500 orang yang sebagian besar merupakan warga (pemilik dan penghuni) yang tinggal di apartemen Kalibata City.

    BACA JUGA: Kolaborasi Pengembang dan Perbankan Sokong Pertumbuhan Ekonomi

    Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) Musdalifah Pangka menyatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, Kalibata City mengadakan acara ini khusus untuk warga setiap tahunnya. Dan ini merupakan kali ke-10 penyelenggaraan acara Natal dan Tahun Baru,” ujar Musdalifah.

    “Saya mewakili warga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada pak pendeta Fredy dan ketua panitia (karena) sudah melaksanakan dengan baik perayaan natal di Kalibata City ini,” kata Musdalifah.

    Musdalifah juga menjelaskan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru ini diselenggarakan oleh panitia yang sebagian sebesar merupakan umat Muslim.

    Setiap tahun dalam pelaksanaannya sebagian besar panitia yang bertugas merupakan warga apartemen yang beragama Islam. “Hampir semua, coba lihat, panitia-panitia yang hadir di sini tuh pake kerudung semua,” ujarnya.

    Tidak berhenti di situ, rasa toleransi pun kian terasa saat perayaan hari-hari besar Islam, beberapa panitia juga berasal dari warga non-muslim dengan semangat turut membantu penyelenggaraan buka puasa bersama dan Hari Raya Idul Fitri.

    BACA JUGA: The HUD Institute Resmikan Klinik Kesehatan Untuk Masyarakat Menengah Bawah Perkotaan

    ”Salah satu contohnya dalam acara buka puasa bersama di apartemen Kalibata City ini, hampir semua warga non-muslim turut membantu pelaksaan acara buka puasa ini agar dapat berjalan lancar. Ini merupakan wujud toleransi beragama di lingkungan Kalibata City,” jelas pengusaha asal Bugis-Makassar ini.

    Perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di lingkungan Apartemen Kalibata City ini menjadi sebuah bukti bahwa rasa toleransi masih kental di lingkungan warga masyarakat.

    Di tengah-tengah sikap individual masyarakat apartemen, masih banyak orang yang ingin menjalin tali persaudaraan di antara warga masyarakat apartemen Kalibata City.

    Turut hadir Pendeta Fredy Nainggolan, dalam kesempatannya ia menjelaskan bahwa ini merupakan bentuk kerukunan beragaman yang dibangun oleh warga apartemen Kalibata City.

    “Inilah bentuk rajutan kerukunan yang dibangun oleh warga Kalibata City. Bentuk kerukunan warga Kalibata City terjalin selama bertahun-tahun merupakan wujud nyata toleransi beragama sebenarnya,” kata Fredy.

    BACA JUGA: Bank DKI Gandeng Fidac Inovasi Teknologi, Hadirkan Kemudahan Penyaluran Kredit Bagi ASN

    Selain itu, di tengah berbagai stigma negatif terhadap Kalibata City, warga masyarakatnya justru tetap menghadirkan rasa aman terhadap kebebasan beragama.

    “Di tengah isu-isu negatif beberapa waktu lalu, tapi hingga saat ini kita bisa konsisten menghadirkan, bentuk kerukunan umat beragama,” jelasnya.

    Fredy Nainggolan juga berharap dengan terpilihnya Musdalifah Pangka sebagai ketua P3SRS yang baru dapat terus menghadirkan kerukunan beragama antar warga di apartemen Kalibata City. ***

Back to top button