Aktual

  • Masuki Tahap Handover, Trésor BSD City Perkuat Posisi sebagai Hunian Premium Eksklusif.

    BSD CITY, KORIDOR.ONLINE – Sinar Mas Land mulai melakukan serah terima (handover) tahap pertama hunian premium Trésor di BSD City kepada para konsumennya pada Juni 2026. Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda rampungnya pengembangan klaster eksklusif yang hanya terdiri atas 61 unit rumah mewah bergaya American Classic.

    Bersamaan dengan dimulainya proses serah terima, pengembang juga meresmikan The 61 Clubhouse, fasilitas eksklusif yang dirancang sebagai pusat aktivitas dan interaksi penghuni. Clubhouse tersebut dilengkapi beragam fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, area multifungsi, mini golf, ruang komunal, hingga area rekreasi yang mendukung gaya hidup sehat dan aktif.

    Kepercayaan pasar terhadap Trésor juga tercermin dari capaian penjualannya. Sejak diluncurkan pada kuartal pertama 2024, mayoritas unit telah terserap pasar. Dari total 61 unit yang dipasarkan, kini hanya tersisa 16 unit pilihan, menunjukkan tingginya permintaan terhadap hunian premium yang menawarkan privasi, kualitas bangunan, serta berada di kawasan kota mandiri dengan infrastruktur yang terus berkembang.

    Vice President Residential BSD Sinar Mas Land, Kelvin Bryant Suhendra, mengatakan dimulainya proses serah terima merupakan bukti komitmen perusahaan dalam menyelesaikan pembangunan sesuai jadwal yang telah ditetapkan sejak awal peluncuran proyek.

    Menurutnya, konsep Trésor yang menghadirkan jumlah unit terbatas memberikan nilai eksklusivitas sekaligus menciptakan lingkungan hunian yang lebih nyaman dan privat bagi penghuninya. Kehadiran The 61 Clubhouse semakin memperkuat pengalaman tinggal melalui fasilitas premium yang dapat mendukung aktivitas keluarga maupun komunitas penghuni.

    “Tingginya respons pasar sejak peluncuran menjadi indikator bahwa kebutuhan terhadap hunian premium berkualitas di BSD City masih sangat kuat. Saat ini unit Trésor kami pasarkan mulai dari Rp13,6 miliar hingga Rp14,8 miliar,” ujarnya.

    Trésor dibangun di atas lahan seluas 3,4 hektare dengan tiga pilihan tipe rumah, yakni Gallant, Montez, dan Altair. Seluruh unit dirancang dalam bangunan tiga lantai yang dilengkapi empat kamar tidur dengan kamar mandi dalam, tiga area dapur, ruang keluarga, ruang makan, sky balcony, spa garden, private lift, multi storage garage, hingga carport berkapasitas empat kendaraan.

    Selain mengedepankan desain arsitektur klasik modern, proyek ini juga menawarkan nilai tambah dari sisi lokasi. Trésor berada di kawasan barat BSD City yang telah berkembang menjadi pusat bisnis, pendidikan, kesehatan, dan gaya hidup.

    Penghuni memiliki akses mudah menuju berbagai fasilitas komersial seperti EASTVARA Mall, AEON Mall BSD City, QBig, dan GrandLucky Superstore. Kawasan ini juga berdekatan dengan pusat perkantoran seperti BSD Green Office Park, Foresta Business Loft, Astra Biz Center, serta Wisma BCA.

    Dari sektor pendidikan, Trésor dikelilingi sejumlah institusi nasional dan internasional, antara lain ACS Jakarta, Genesis Global School, Sinarmas World Academy, Universitas Prasetiya Mulya, Monash University, hingga BINUS ASO School of Engineering. Sementara fasilitas kesehatan didukung oleh Eka Hospital dan RS Mitra Keluarga.

    Keunggulan lain datang dari aspek konektivitas. BSD City telah terhubung dengan jaringan jalan tol utama melalui Tol Serpong–Balaraja, Tol Jakarta–Serpong, Tol Jakarta–Merak, JORR 2, Tol Kunciran–Serpong, hingga akses menuju Bandara Soekarno-Hatta dan kawasan Jabodetabek lainnya.

    Mobilitas penghuni juga didukung transportasi publik yang semakin lengkap, mulai dari layanan shuttle BSD Link, feeder bus BSD City, hingga commuter line melalui Stasiun Jatake dan Stasiun Cisauk di kawasan Intermoda BSD City.

    Dengan progres pembangunan yang telah memasuki tahap serah terima, fasilitas premium yang telah beroperasi, serta ketersediaan unit yang semakin terbatas, Trésor memperkuat posisinya sebagai salah satu klaster hunian premium paling eksklusif di BSD City sekaligus menawarkan prospek investasi jangka panjang di kawasan yang terus bertumbuh.

  • Bank Jakarta Perkuat Layanan Digital di Jakarta Fair 2026, Hadirkan Experience Store dan Ragam Solusi Transaksi

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Bank Jakarta kembali ambil bagian dalam gelaran Jakarta Fair 2026 dengan menghadirkan berbagai layanan perbankan digital dan solusi transaksi yang lebih mudah bagi masyarakat. Kehadiran Bank Jakarta di Hall C1 Anjungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas adopsi layanan keuangan digital sekaligus mempererat hubungan dengan nasabah dan masyarakat.

    Selama penyelenggaraan Jakarta Fair 2026 yang berlangsung pada 11 Juni hingga 12 Juli 2026 di JIExpo Kemayoran, pengunjung dapat memanfaatkan aplikasi JakOne Mobile untuk melakukan berbagai transaksi pembayaran di merchant maupun tenant UMKM yang berpartisipasi dalam pameran terbesar di Indonesia tersebut.

    Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, mengatakan partisipasi Bank Jakarta dalam Jakarta Fair merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk terus hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui layanan yang relevan dengan kebutuhan saat ini.

    Menurutnya, tahun ini Bank Jakarta menghadirkan konsep baru berupa Engagement Store yang dikembangkan bersama platform e-commerce Blibli. Konsep tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman transaksi dan berbelanja yang lebih interaktif, praktis, serta terintegrasi dengan layanan digital.

    Bank Jakarta kembali ambil bagian dalam gelaran Jakarta Fair 2026. Lokasi Bank Jakarta berada di Hall C1 Anjungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    “Kami ingin masyarakat dapat merasakan pengalaman perbankan yang lebih modern, mudah, dan menyenangkan. Kehadiran Engagement Store menjadi bagian dari transformasi layanan yang terus kami dorong untuk mendukung gaya hidup digital masyarakat,” ujar Agus.

    Selain memanfaatkan JakOne Mobile untuk bertransaksi, pengunjung juga dapat mengakses berbagai layanan perbankan lainnya di area Bank Jakarta Engagement Store. Layanan tersebut meliputi pembukaan rekening secara digital melalui aplikasi JakOne, konsultasi dan pengajuan kredit maupun pembiayaan, hingga layanan tarik dan setor tunai melalui fasilitas ATM Cash Recycling Machine (ATM-CRM) yang tersedia di lokasi.

    Tak hanya itu, Bank Jakarta juga mendukung kemudahan pembayaran layanan publik selama Jakarta Fair berlangsung. Bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Bank Jakarta menyediakan fasilitas pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) melalui mesin EDC maupun aplikasi JakOne Mobile di area Anjungan Pemprov DKI Jakarta.

    Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, mengajak masyarakat untuk mengunjungi Bank Jakarta Engagement Store dan memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia selama pameran berlangsung.

    Menurutnya, kehadiran Bank Jakarta di Jakarta Fair tidak hanya bertujuan memperkenalkan produk dan layanan perusahaan, tetapi juga membangun interaksi yang lebih kuat dengan masyarakat melalui pengalaman transaksi yang lebih nyaman dan inovatif.

    “Melalui partisipasi di Jakarta Fair 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman layanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Ke depan, Bank Jakarta akan terus memperkuat inovasi digital dan memperluas kolaborasi strategis untuk membangun ekosistem keuangan yang inklusif, modern, dan berkelanjutan,” ujar Arie.

    Partisipasi Bank Jakarta dalam Jakarta Fair 2026 sekaligus menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mempercepat transformasi digital serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat.

  • Summarecon Lampaui Target Penjualan 2025, Bukukan Marketing Sales Rp5,53 Triliun

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) berhasil menutup tahun buku 2025 dengan kinerja operasional yang solid di tengah dinamika ekonomi nasional. Pengembang kota terpadu ini membukukan marketing sales sebesar Rp5,53 triliun atau melampaui target tahunan Rp5 triliun, sekaligus mencatat pertumbuhan 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Capaian tersebut ditopang oleh tingginya permintaan pasar terhadap produk hunian baru, terutama pada segmen menengah dan menengah atas yang masih menunjukkan daya beli yang kuat. Kontribusi penjualan berasal dari sembilan kawasan kota terpadu yang dikembangkan Summarecon, yakni Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading, dan Tangerang.

    Kinerja tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose Perseroan yang berlangsung pada Kamis (11/6/2026).

    Direktur Utama Summarecon, Adrianto P. Adhi, mengatakan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan kepercayaan konsumen terhadap produk-produk yang dikembangkan perusahaan.

    “Pasar hunian menengah dan menengah atas tetap menunjukkan ketahanan yang baik. Konsumen masih melihat produk Summarecon sebagai pilihan yang menawarkan kualitas pembangunan, inovasi, konsep kawasan terpadu, serta nilai investasi jangka panjang,” ujarnya.

    Menurut Adrianto, perseroan akan tetap menerapkan strategi bisnis yang prudent di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih berlangsung. Pengelolaan kas yang sehat, kemampuan membaca perubahan pasar, dan pengembangan kota terpadu berkelanjutan akan menjadi fokus utama perusahaan dalam menjaga pertumbuhan jangka panjang.

    Sepanjang 2025, Summarecon membukukan pendapatan sebesar Rp8,77 triliun dengan laba bersih mencapai Rp1,20 triliun.

    Segmen pengembangan properti masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan. Unit bisnis yang mencakup penjualan rumah tapak, properti komersial, dan apartemen tersebut menghasilkan pendapatan Rp5,51 triliun atau setara 63 persen dari total pendapatan perseroan.

    Sementara itu, segmen investasi properti dan manajemen mencatat pertumbuhan positif dengan pendapatan Rp2,28 triliun atau naik 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya pendapatan sewa pusat perbelanjaan yang bertambah Rp113,85 miliar. Unit ini berkontribusi sebesar 26 persen terhadap total pendapatan perusahaan.

    Di sisi lain, segmen bisnis lainnya yang mencakup sektor perhotelan dan usaha pendukung juga menunjukkan tren positif. Pendapatan pada unit ini mencapai Rp981,12 miliar atau meningkat 1 persen dibandingkan tahun 2024, dengan kontribusi sebesar 11 persen terhadap total pendapatan.

    Sebagai bentuk apresiasi kepada para pemegang saham, RUPST menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp5 per saham atau senilai total Rp82,54 miliar.

    Memasuki tahun 2026, Summarecon menetapkan target marketing sales sebesar Rp5,2 triliun. Optimisme tersebut didukung oleh performa penjualan yang telah menunjukkan tren positif sejak awal tahun.

    Hingga kuartal pertama 2026, perseroan telah mencatatkan penjualan properti sebesar Rp1,2 triliun, meningkat 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Summarecon untuk mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah persaingan industri properti yang semakin dinamis.

    Dengan kombinasi portofolio kota terpadu yang terus berkembang, permintaan pasar yang tetap terjaga, serta strategi bisnis yang berorientasi jangka panjang, Summarecon optimistis mampu menjaga kinerja positif sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia.

  • Ada Destinasi Wisata Edukatif Bertema Peternakan di BSD City

    BSD CITY, KORIDOR.ONLINE – Sinar Mas Land terus memperkuat posisi BSD City sebagai kawasan terpadu dengan fasilitas lengkap melalui pengembangan destinasi wisata baru bertajuk Dairyland at Hiera BSD. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Dairyland melalui PT Wisata Sapta Pesona dan PT Sinar Mitbana Mas, perusahaan patungan yang dibentuk oleh Sinar Mas Land, Mitsubishi Corporation, dan Surbana Jurong.

    Kesepakatan kerja sama pengembangan proyek tersebut ditandai dengan penandatanganan cooperation agreement yang berlangsung di Hiera Marketing Gallery, BSD City, pada 20 Mei 2026.

    Dairyland at Hiera BSD akan menjadi destinasi wisata bertema peternakan pertama di kawasan BSD City. Dibangun di atas lahan seluas 3,8 hektare, kawasan ini dirancang sebagai ruang rekreasi keluarga yang menggabungkan unsur hiburan, edukasi, dan interaksi langsung dalam satu ekosistem wisata tematik. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.

    Pengembangan Dairyland at Hiera BSD merupakan kelanjutan dari penjajakan yang dilakukan sejak 2023 untuk menghadirkan destinasi wisata edukatif berbasis peternakan di BSD City. Setelah melalui studi kelayakan yang komprehensif, konsep tersebut dikembangkan menjadi fasilitas yang lebih besar dan terintegrasi untuk menjawab kebutuhan keluarga modern.

    Vice President Director PT Sinar Mitbana Mas, Theodore Tennoch, mengatakan bahwa Hiera sejak awal dirancang bukan hanya sebagai kawasan hunian, tetapi juga sebagai lingkungan yang mampu mendukung kualitas hidup keluarga secara menyeluruh.

    Menurutnya, kehadiran Dairyland at Hiera BSD menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem gaya hidup keluarga yang lengkap dan terintegrasi dengan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Jatake.

    “Kami ingin menghadirkan lingkungan yang tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga menyediakan ruang rekreasi dan pengalaman yang memperkaya kehidupan keluarga. Dairyland at Hiera BSD akan menjadi destinasi yang hidup, berkarakter, dan memberikan nilai tambah bagi penghuni maupun masyarakat luas,” ujarnya.

    President Director PT Sinar Mitbana Mas, Daisuke Kobayashi, menambahkan bahwa proyek tersebut mencerminkan visi perusahaan dalam mengembangkan township modern yang tidak hanya unggul dari sisi infrastruktur dan konektivitas, tetapi juga memiliki fasilitas lifestyle, edukasi, dan hiburan yang lengkap.

    Ia optimistis Dairyland at Hiera BSD dapat menjadi ikon destinasi keluarga baru di kawasan Jabodetabek sekaligus memperkuat daya tarik BSD City sebagai kota mandiri yang terus berkembang.

    Sementara itu, Direktur PT Wisata Sapta Pesona, Yosua Lestijanto Gunawan, mengungkapkan antusiasmenya atas kehadiran Dairyland di BSD City yang akan menjadi rumah baru bagi konsep wisata edukatif tersebut di wilayah Jabodetabek.

    Menurutnya, Dairyland at Hiera BSD akan menghadirkan berbagai aktivitas menarik yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga, mulai dari interaksi langsung dengan hewan ternak, pertunjukan satwa, museum susu interaktif, hingga berbagai workshop edukatif mengenai dunia peternakan dan produk olahan susu.

    “Pengunjung akan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif. Berbagai program tematik dan aktivitas interaktif juga akan terus diperbarui sehingga selalu ada alasan untuk kembali berkunjung,” katanya.

    Dairyland at Hiera BSD akan menjadi bagian dari kawasan Hiera, sebuah mixed-use township seluas 108 hektare yang dikembangkan dengan konsep green living. Kawasan ini mengintegrasikan hunian modern, area komersial, konektivitas transportasi, serta ruang terbuka hijau yang mendukung gaya hidup sehat dan berkelanjutan.

    Berbagai fasilitas hijau seperti Central Garden, Green Loop, Bird Feeding Area, dan Great Lake telah menjadi bagian dari pengembangan kawasan tersebut. Saat ini Hiera telah menghadirkan dua klaster hunian, yakni Welton dan Wynyard.

    Dari sisi aksesibilitas, kawasan Hiera memiliki konektivitas yang sangat baik karena berada dekat dengan Tol Serpong-Balaraja, Tol Jakarta-Serpong, Tol Serpong-Cinere, JORR 2, hingga akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Mobilitas penghuni dan pengunjung juga didukung oleh layanan Commuter Line melalui Stasiun Cisauk dan Stasiun Jatake yang berada di dalam kawasan Hiera.

    Dengan hadirnya Dairyland at Hiera BSD, BSD City kembali menambah fasilitas unggulan yang tidak hanya memperkaya pilihan rekreasi keluarga, tetapi juga memperkuat ekosistem kota terpadu yang menggabungkan hunian, pendidikan, hiburan, dan gaya hidup dalam satu kawasan

  • Ketika Hunian Tak Lagi Sekadar Rumah, Island Villa BSD City Menjual Gaya Hidup dan Prestise

    BSD CITY, KORIDOR.ONLINE Di tengah pasar properti yang semakin kompetitif, segmen ultra-high-net-worth individual (UHNWI) justru menunjukkan tren yang berbeda. Bagi kelompok ini, rumah bukan lagi sekadar tempat tinggal, melainkan representasi pencapaian, simbol status, sekaligus instrumen pelestarian kekayaan lintas generasi.

    Laporan The Wealth Report dari Knight Frank memperkirakan jumlah individu ultra-kaya di Indonesia akan mencapai sekitar 1.810 orang pada 2026. Pertumbuhan kelompok masyarakat dengan aset sangat besar tersebut membuka peluang baru bagi pengembangan hunian ultra-premium yang mengedepankan eksklusivitas, privasi, dan nilai kelangkaan.

    Fenomena itulah yang dibaca oleh Sinar Mas Land bersama Hongkong Land saat memperkenalkan Island Villa di kawasan NavaPark BSD City. Bukan sekadar produk residensial, proyek ini dirancang sebagai sebuah pernyataan gaya hidup bagi kalangan elite yang menginginkan pengalaman tinggal layaknya di resor pribadi setiap hari.

    Sinar Mas Land–Hongkong Land Bidik Pasar Ultra Kaya, Island Villa Hadir dengan Harga hingga Rp150 Miliar. Foto: SML

    Dengan total hanya 35 unit yang dibangun di atas lahan sekitar delapan hektare, Island Villa mengusung konsep scarcity value yang semakin dicari pasar premium. Jumlah yang terbatas menjadi bagian dari daya tarik utama, menciptakan eksklusivitas yang sulit ditemukan di kawasan perkotaan modern.

    Memasuki kawasan ini, penghuni tidak langsung menemukan deretan rumah mewah seperti pada umumnya. Sebaliknya, mereka akan melintasi akses privat melalui jembatan eksklusif yang membelah taman hijau dan lanskap alami. Suasana tersebut sengaja dirancang untuk menghadirkan pengalaman berbeda sejak pertama kali memasuki lingkungan hunian.

    Konsep resort living terasa kuat melalui keberadaan Botanic Park seluas 10 hektare yang berada di sepanjang aliran sungai alami. Lanskap hijau ini menjadi jantung kawasan sekaligus ruang terbuka privat yang menghadirkan ketenangan di tengah pesatnya perkembangan kawasan metropolitan.

    Di dalam setiap unit, kemewahan diterjemahkan melalui ruang-ruang berukuran besar, langit-langit setinggi tujuh meter, jendela panorama berukuran masif, serta konsep indoor-outdoor living yang membuat batas antara ruang dalam dan alam seolah menghilang.

    Tersedia dua tipe hunian, yakni The Premium dan The Signature, dengan luas bangunan mencapai lebih dari 1.300 meter persegi pada tipe terbesar. Setiap unit dilengkapi lima hingga enam kamar tidur ensuite, lift pribadi, balkon eksklusif, area keluarga luas, hingga fasilitas parkir yang mampu menampung enam kendaraan.

    Tak hanya menawarkan kemewahan fisik, Island Villa juga mengakomodasi kebutuhan gaya hidup modern melalui teknologi rumah pintar, sistem keamanan satu gerbang selama 24 jam, serta penggunaan material premium kelas dunia.

    Deputy Group CEO Strategy Development and Assets Sinar Mas Land, Herry Hendarta, mengatakan Island Villa dirancang sebagai produk residensial paling prestisius yang pernah dihadirkan di BSD City.

    Menurutnya, kolaborasi dengan Hongkong Land yang memiliki pengalaman lebih dari satu abad dalam mengembangkan properti premium di berbagai kota dunia menjadi fondasi penting dalam menghadirkan standar baru hunian ultra-luxury di Indonesia.

    “Island Villa bukan hanya sebuah hunian, tetapi juga simbol pencapaian dan instrumen wealth preservation bagi pemiliknya. Kami melihat kebutuhan pasar terhadap produk yang benar-benar eksklusif terus meningkat,” ujarnya.

    Pada tahap pertama, pengembang hanya melepas 12 unit dengan harga berkisar Rp80 miliar hingga Rp150 miliar per unit. Strategi peluncuran terbatas tersebut mencerminkan pendekatan yang lazim digunakan dalam pasar properti ultra-premium global, yakni menjaga nilai eksklusivitas melalui jumlah unit yang sangat terbatas.

    Selain faktor desain dan privasi, daya tarik Island Villa juga ditopang oleh perkembangan BSD City yang kini tumbuh sebagai salah satu pusat ekonomi baru di Jabodetabek. Beragam fasilitas pendidikan internasional, pusat bisnis, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga kawasan ekonomi khusus menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung gaya hidup penghuni.

    Aksesibilitas kawasan pun terus meningkat melalui jaringan Tol Jakarta-Serpong, JORR, Serbaraja, hingga konektivitas menuju Bandara Soekarno-Hatta dan berbagai pusat bisnis utama di Jabodetabek.

    Bagi pasar ultra-kaya, kombinasi antara lokasi strategis, privasi tinggi, fasilitas kelas dunia, serta jumlah unit yang sangat terbatas menjadi faktor yang semakin menentukan keputusan investasi. Dalam konteks tersebut, Island Villa hadir bukan sekadar menawarkan rumah mewah, melainkan pengalaman hidup eksklusif yang sulit direplikasi oleh proyek lain.

    Di tengah tren pertumbuhan kekayaan masyarakat kelas atas Indonesia, kemunculan Island Villa menjadi sinyal bahwa pasar properti ultra-luxury nasional mulai memasuki babak baru—di mana kemewahan tidak lagi diukur hanya dari luas bangunan atau harga jual, tetapi dari kemampuan sebuah hunian menghadirkan nilai eksklusivitas yang tak tergantikan.

  • Kinerja Stabil, Metland Bagikan Dividen Rp9,70 per Saham

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE — PT Metropolitan Land Tbk (Metland) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp9,70 per saham kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 yang digelar pada 26 Mei 2026.

    Keputusan tersebut mencerminkan optimisme perseroan terhadap keberlanjutan kinerja bisnis di tengah dinamika industri properti yang masih menghadapi tantangan sepanjang tahun lalu.

    Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025, termasuk pembagian dividen yang setara sekitar 18 persen dari laba bersih perseroan. Dividen akan dibagikan kepada lebih dari 7,6 miliar saham MTLA yang beredar.

    Selain pembagian dividen, perseroan juga menetapkan dana cadangan sebesar Rp1 miliar, sementara sisa laba bersih dicatat sebagai laba ditahan guna mendukung pengembangan usaha dan ekspansi bisnis ke depan.

    Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Anhar Sudradjat, mengatakan perseroan tetap mampu menjaga fundamental usaha yang sehat melalui strategi pengembangan proyek yang selektif dan kontribusi pendapatan berulang (recurring revenue).

    “Perseroan tetap mampu menjaga fundamental usaha yang sehat dengan kinerja yang stabil, melalui kontribusi recurring revenue dan strategi pengembangan proyek yang selektif,” ujar Anhar dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

    Sepanjang tahun buku 2025, MTLA membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,78 triliun dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp412,93 miliar.

    Selain agenda pembagian dividen, RUPST dan RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris untuk masa jabatan 2026–2031.

    Perseroan menunjuk Lanny Bambang sebagai Komisaris Independen menggantikan Leland G. Rompas yang memasuki masa pensiun. Sementara itu, Santoso resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan.

    Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui serta mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2025, termasuk memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et decharge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku berjalan.

    Berikut susunan Direksi dan Dewan Komisaris PT Metropolitan Land Tbk periode 2026–2031:

    Direksi

    • Presiden Direktur: Anhar Sudradjat
    • Direktur: Olivia Surodjo
    • Direktur: Wahyu Sulistio
    • Direktur: Andi Surya Kurnia

    Dewan Komisaris

    • Presiden Komisaris: Junita Ciputra
    • Komisaris: Iwan Putra Brasali
    • Komisaris: Nanda Widya
    • Komisaris Independen: Thomas Johannes Angfendy
    • Komisaris Independen: Lanny Bambang

    Melalui pembagian dividen dan penguatan struktur manajemen, MTLA menegaskan komitmennya untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham di tengah proses pemulihan sektor properti nasional.

  • BTN Siapkan 10.000 Hunian Second di Lelang Akbar 2026, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) siap membanjiri pasar properti nasional dengan sekitar 10.000 hunian second melalui program Lelang Akbar BTN 2026. Ribuan aset tersebut ditawarkan dengan harga kompetitif yang diklaim dapat mencapai 40% di bawah harga pasar.

    Selain menawarkan harga menarik, BTN juga menghadirkan skema pembiayaan khusus rumah second melalui produk KPR dengan bunga mulai 5 persen guna memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan hunian maupun investasi properti.

    SEVP Assets Management BTN Benjamen Sihombing mengatakan tren rumah second dan aset lelang kini semakin diminati karena menawarkan harga lebih terjangkau di kawasan yang umumnya telah berkembang dan memiliki fasilitas yang lengkap.

    “Melalui Lelang Akbar BTN 2026, kami ingin membuka akses lebih luas kepada masyarakat untuk memiliki rumah dengan harga kompetitif sekaligus memperkuat ekosistem transaksi properti secondary yang sehat, transparan, dan mudah diakses,” ujar Benjamen di Jakarta, Senin (25/5/2026).

    BTN menyediakan akses terhadap aset-aset tersebut melalui platform digital Bale Lelang BTN yang dapat diakses lewat situs resmi maupun aplikasi mobile Bale by BTN. Platform tersebut menghadirkan layanan terintegrasi mulai dari katalog aset, proses transaksi, hingga dukungan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

    Aset yang ditawarkan meliputi rumah tapak, apartemen, rumah toko (ruko), hingga properti komersial lain yang tersebar di berbagai wilayah seperti Jabodetabek, Pulau Jawa, hingga luar Jawa.

    Menurut Benjamen, sebagian besar aset berada di lokasi yang telah memiliki akses infrastruktur memadai, fasilitas publik, serta lingkungan hunian yang sudah terbentuk sehingga dinilai lebih siap huni.

    BTN menargetkan tingkat keberhasilan lelang mencapai 35 persen sepanjang 2026. Target tersebut meningkat dibanding realisasi tahun sebelumnya, di mana BTN mencatat tingkat laku lelang tertinggi di antara bank-bank Himbara dengan capaian 34,4 persen pada 2025.

    Untuk mendukung pembelian rumah lelang, BTN juga menghadirkan produk KPR BTN Maju dengan bunga tetap mulai 5 persen selama lima tahun, uang muka mulai 1 persen, serta tenor hingga 30 tahun.

    “Kami melihat rumah second kini bukan hanya alternatif investasi, tetapi juga solusi kepemilikan hunian di tengah kenaikan harga rumah baru,” kata Benjamen.

    Ia menambahkan, penguatan ekosistem pasar rumah second diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah sekaligus mendukung Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah.

    Dalam kesempatan yang sama, pengamat properti Panangian Simanungkalit menilai masuknya ribuan hunian lelang ke pasar melalui program tersebut berpotensi menjadi salah satu pemicu pertumbuhan sektor properti dalam beberapa tahun ke depan.

    Menurut Panangian, pasar rumah second memiliki prospek besar karena keterbatasan suplai rumah baru tidak sebanding dengan peningkatan kebutuhan hunian masyarakat setiap tahun.

    “Hunian second menjadi opsi menarik karena menawarkan harga kompetitif, lokasi strategis, infrastruktur yang sudah terbentuk, serta dukungan KPR dengan bunga single digit,” ujarnya.

    Ia juga menilai pasar secondary dapat menjadi solusi untuk memperluas akses kepemilikan rumah di tengah masih tingginya backlog perumahan nasional.

  • Tak Lolos SLIK? Pemerintah Siapkan Skema Baru Miliki Hunian

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE — Pemerintah terus mematangkan skema pembiayaan rumah baru bagi pekerja informal seperti pengemudi ojek online, pedagang, freelancer, hingga pelaku UMKM. Langkah ini dilakukan untuk menjawab persoalan jutaan masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses kredit pemilikan rumah (KPR) akibat terbentur persyaratan administrasi dan riwayat kredit perbankan.

    Tenaga Ahli Menteri Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Endang Kawidjaja, mengatakan pemerintah terus mengkaji pendekatan pembiayaan berbasis kemampuan bayar nyata, salah satunya lewat  skema rent to own (RTO).

    Menurutnya, banyak pekerja informal sebenarnya memiliki kapasitas mencicil rumah, namun gagal lolos sejak tahap awal akibat catatan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

    “Belum tentu mereka tidak mampu membayar cicilan. Persoalannya, mereka langsung terhambat karena penilaian administrasi,” ujar CEO Delta Group ini dalam diskusi media “Inovasi Pembiayaan Perumahan bagi Pekerja Informal” yang diselenggarakan oleh  Indonesia Housing Creative Forum (IHCF) dan Real Estate Editor Community (RE2C) di Jakarta, Jumat (22/5).

    Pendekatan Baru untuk Kredit Perumahan

    Melalui konsep rent to own, calon pembeli rumah diberikan kesempatan membuktikan kemampuan membayar dalam periode tertentu sebelum masuk ke skema kepemilikan penuh.

    Pemerintah menilai model ini dapat menjadi solusi alternatif bagi pekerja dengan penghasilan harian atau tidak tetap yang selama ini sulit memenuhi standar penilaian perbankan konvensional.

    “Kalau track record pembayarannya baik, ini akan bisa menjadi dasar penilaian bank,” kata Endang.

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Kerjasama dan Kebijakan Pembiayaan BP Tapera Alfian Arif mengatakan pekerja informal atau non-fixed income merupakan segmen besar yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau pembiayaan perbankan.

    Padahal, jumlah pekerja informal di Indonesia mencapai sekitar 60 persen dari total tenaga kerja nasional atau sekitar 86 juta orang. Mereka bekerja di berbagai sektor seperti UMKM, pedagang, driver online, freelancer, petani, nelayan, hingga pekerja kreatif digital.

    “Kalau bank penyalur tidak mencapai target 15 persen, maka bank tersebut tidak diperbolehkan untuk menambah kuota FLPP. Inilah bukti pemerintah hadir membawa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia agar bisa memiliki rumah,” ujar Alfian dalam Diskusi Media “Inovasi Pembiayaan Perumahan bagi Pekerja Informal” di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

    Alfian menjelaskan sejak 2024 pemerintah mewajibkan seluruh bank penyalur menyalurkan minimal 15 persen kuota KPR FLPP untuk pekerja informal.

    Kebijakan itu dinilai berhasil meningkatkan realisasi pembiayaan sektor non-fixed income dari 13,1 persen pada 2023 menjadi 17 persen pada 2025. Bahkan hingga Mei 2026, realisasinya telah mencapai 18,4 persen.

    Menurut dia, dari 43 bank penyalur FLPP, sekitar 92 persen telah menyalurkan pembiayaan pekerja informal di atas 14 persen. BP Tapera pun menargetkan peningkatan penyaluran KPR FLPP bagi pekerja informal menjadi 25 persen pada 2027.

    Perbankan Mulai Siapkan Skema Fleksibel

    Pembahasan skema RTO kini melibatkan sejumlah perbankan, termasuk Bank Syariah Nasional yang tengah menyiapkan produk pembiayaan khusus untuk pekerja non-fixed income.

    Mortgage Financing Division Head BSN, Putri Alfarista Lufianingrum, mengatakan banyak pekerja informal sebenarnya memiliki penghasilan stabil, namun belum tercermin dalam dokumen formal yang biasa digunakan bank.

    BSN pun mulai mengembangkan pembiayaan syariah berbasis akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ), yang memungkinkan besaran cicilan disesuaikan dengan pola pendapatan nasabah.

    Digital Footprint Mulai Dipertimbangkan

    Pengamat properti, Marine Novita, menilai sistem pembiayaan perumahan saat ini masih terlalu berorientasi pada pekerja formal, padahal mayoritas tenaga kerja Indonesia berada di sektor informal.

    Menurutnya, pendekatan penilaian kredit perlu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital, termasuk memanfaatkan data transaksi dan jejak digital sebagai alternatif credit scoring.

    “Pekerja digital seperti ojol atau penjual online punya arus kas harian yang cukup stabil. Ini seharusnya bisa menjadi basis penilaian baru,” ujarnya.

    Skema pembiayaan alternatif ini dinilai menjadi bagian penting dalam memperluas inklusi kepemilikan rumah, khususnya bagi kelompok masyarakat yang selama ini berada di luar sistem pembiayaan formal.

    Dengan jumlah pekerja informal yang mendominasi struktur tenaga kerja nasional, pemerintah berharap pendekatan baru ini dapat memperluas pasar pembiayaan sekaligus mendukung target penyediaan hunian nasional.

  • Metland Gelar Run for Fun Series 2026, Targetkan Lebih dari 10.000 Peserta

    BEKASI, KORIDOR.ONLINE — Tren olahraga lari yang semakin populer di kalangan masyarakat mendorong PT Metropolitan Land Tbk (Metland) kembali menghadirkan ajang olahraga berbasis komunitas melalui Metland Run for Fun Series 2026. Program ini akan digelar sepanjang tahun di sejumlah kawasan residensial dan komersial milik Metland dengan target partisipasi lebih dari 10.000 peserta.

    Setelah sukses menyelenggarakan berbagai event fun run pada tahun sebelumnya, Metland tahun ini menghadirkan konsep series berskala lebih besar yang memungkinkan peserta mengikuti beberapa event di lokasi berbeda dalam satu rangkaian kegiatan.

    Metland Run for Fun Series 2026 akan dimulai pada 28 Juni 2026 di kawasan Metland Transyogi dan Metropolitan Mall Cileungsi. Selanjutnya, event akan berlanjut di Metland Cyber Puri pada 26 Juli 2026, Metland Menteng pada 23 Agustus 2026, Metland Cibitung dan Metland Cikarang pada 20 September 2026, Metland Kertajati pada 18 Oktober 2026, hingga acara penutup di Grand Metropolitan dan Metropolitan Mall Bekasi pada 13 Desember 2026.

    Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Olivia Surodjo, mengatakan penyelenggaraan event ini menjadi bagian dari upaya Metland membangun interaksi komunitas sekaligus menghadirkan gaya hidup sehat di kawasan pengembangannya.

    “Metland Run for Fun Series 2026 kami hadirkan sebagai wadah mempererat kebersamaan komunitas sekaligus memberikan pengalaman olahraga yang menyenangkan di setiap kawasan Metland. Tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga lari menjadi alasan kami menghadirkan event ini dengan skala yang lebih besar,” ujar Olivia.

    Menurutnya, konsep series yang diterapkan tahun ini memberikan pengalaman berbeda bagi peserta karena dapat menikmati atmosfer dan karakter setiap kawasan Metland yang menjadi lokasi penyelenggaraan.

    “Melalui konsep ini, peserta tidak hanya mengikuti event olahraga, tetapi juga merasakan pengalaman baru di setiap lokasi. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda komunitas yang terus dinantikan setiap tahun,” tambahnya.

    Sebagai daya tarik tambahan, peserta yang mengikuti minimal empat series akan memperoleh kesempatan mengikuti pengundian hadiah utama berupa satu unit apartemen Kaliana serta berbagai hadiah menarik lainnya sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

    Selain itu, peserta juga berkesempatan mendapatkan e-voucher Metland Card dengan nominal hingga Rp1 juta yang diberikan secara otomatis saat proses check-in di hari pelaksanaan acara, tergantung jumlah series yang diikuti. Pengundian hadiah utama dijadwalkan berlangsung pada event penutup di Grand Metropolitan, Bekasi, pada 13 Desember 2026.

    Untuk mengikuti rangkaian acara ini, peserta diwajibkan melakukan pendaftaran melalui platform resmi dan terdaftar sebagai member Metland Card. Informasi lengkap mengenai registrasi dan ketentuan program dapat diakses melalui kanal komunikasi resmi Metland serta akun media sosial @metlandid dan @metlandcard.

  • Pemprov Lampung Tawarkan Proyek Kota Baru hingga Kawasan Industri kepada Anggota REI

    BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengajak para pengembang yang tergabung dalam Realestat Indonesia untuk berinvestasi dan menjadi mitra strategis pembangunan daerah. Ajakan tersebut disampaikan langsung Gubernur Lampung dalam forum bisnis yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-54 REI di Bandar Lampung, Kamis (7/5).

    Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pihaknya membuka peluang kerja sama investasi seluas-luasnya bagi pelaku usaha properti nasional untuk mengembangkan berbagai sektor strategis di Lampung.

    “Pemprov Lampung siap berkolaborasi dengan REI. Kami membawa banyak peluang investasi yang bisa dikerjasamakan di Lampung bersama bapak dan ibu semua,” ujarnya.

    Salah satu proyek utama yang ditawarkan adalah pengembangan kota baru Bandar Negara seluas 5.308 hektar yang dirancang dengan konsep eco-city dan kawasan bebas banjir. Pemerintah daerah menyiapkan kawasan tersebut sebagai kota modern yang hijau, terintegrasi, dan berkelanjutan.

    Selain itu, Pemprov Lampung juga menawarkan sejumlah lahan strategis untuk pengembangan kawasan komersial, pusat perdagangan, hospitality, hingga konsep waterfront city yang tersebar mulai dari Bakauheni, Natar, hingga kawasan sekitar Bandara Raden Inten.

    Menurut Gubernur Mirza, Lampung memiliki posisi strategis sebagai gerbang Pulau Sumatera sehingga sangat potensial berkembang menjadi pusat ekonomi baru di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

    “Semua konektivitas dari Jawa menuju Sumatera melewati Lampung, termasuk jalur logistik, perdagangan, dan distribusi nasional,” katanya.

    Ia menambahkan, dukungan infrastruktur seperti Jalan Tol Trans Sumatera, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Bakauheni, serta pengembangan tahap kedua Bandara Raden Inten menjadi modal kuat bagi Lampung untuk tumbuh sebagai kawasan industri, logistik, dan perdagangan baru.

    Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi daerah dan pembangunan infrastruktur yang terus berkembang juga dinilai akan mempercepat pertumbuhan sektor industri maupun pariwisata.

    Untuk menarik investasi lebih besar, Pemprov Lampung berkomitmen memberikan kemudahan perizinan serta kepastian regulasi bagi investor.

    “Kami membuka ruang kerja sama yang seluas-luasnya dan berkomitmen memberikan proses perizinan yang mudah dan cepat,” tegasnya.

    Pada kesempatan tersebut, Pemprov Lampung dan REI juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan kawasan dalam rangka mendukung pembangunan daerah dan peningkatan investasi.

    Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto menilai Lampung merupakan salah satu wilayah paling potensial untuk pengembangan sektor properti dan kawasan industri karena lokasinya yang strategis sebagai pintu gerbang Sumatera.

    Menurutnya, peluang investasi terbuka di berbagai subsektor mulai dari pergudangan, logistik, kawasan industri, hingga properti penunjang pariwisata seperti hotel dan resort.

    “Pengembang anggota REI bergerak di banyak subsektor, mulai dari residensial, kawasan komersial, pusat belanja, perkantoran, hotel dan resort hingga kawasan industri dan pergudangan. Tentu peluang kerja sama sangat terbuka,” ujarnya.

    Joko juga berharap Pemprov Lampung dapat menyiapkan tim atau PIC khusus untuk membantu investor memperoleh informasi yang detail dan akurat terkait peluang investasi di daerah tersebut.

    “Kami sangat senang melihat dukungan Pak Gubernur Lampung. Semangat beliau dalam menarik investasi sangat hangat dan positif bagi pelaku usaha,” kata CEO Buana Kassiti Group itu.

Back to top button