Finansial

  • IBMA Resmi Berdiri, Indonesia Perkuat Ambisi Jadi Bullion Hub Asia Tenggara

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Setahun setelah pemerintah meluncurkan kegiatan usaha bullion atau Bank Emas, ekosistem emas nasional memasuki babak baru. Fondasi yang mulai terbentuk melalui layanan bullion perbankan dan lembaga keuangan kini diperkuat dengan kehadiran Indonesia Bullion Market Association (IBMA).

    Pembentukan IBMA menjadi langkah strategis untuk mempercepat pendalaman pasar bullion nasional sekaligus mempertemukan berbagai pelaku industri emas dalam satu ekosistem yang lebih terintegrasi, mulai dari sektor pertambangan, pengolahan dan manufaktur, perdagangan bullion, lembaga pembiayaan, hingga bank bullion.

    Dalam satu tahun pertama penyelenggaraan kegiatan usaha bullion, bullion bank di Indonesia telah mengelola sekitar 177 ton emas, terdiri dari sekitar 153 ton emas yang dikelola Pegadaian dan 24 ton emas yang dikelola Bank Syariah Indonesia (BSI).

    Capaian tersebut mendapat apresiasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI, 14 Agustus 2026. Presiden menilai Bank Emas merupakan salah satu terobosan strategis untuk mengamankan aset nasional, memperkuat sistem keuangan, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

    Kini, momentum tersebut diperluas melalui pembentukan IBMA yang diharapkan menjadi wadah kolaborasi industri sekaligus katalisator pengembangan pasar bullion Indonesia.

    Fondasi Menuju Pasar yang Lebih Dalam

    Kehadiran IBMA menandai perubahan fokus industri bullion. Jika tahap awal lebih banyak diarahkan pada pembentukan fondasi regulasi dan kelembagaan, fase berikutnya adalah membangun pasar yang semakin likuid, efisien, transparan, dan terintegrasi.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembentukan IBMA menjadi fase baru dalam pengembangan industri bullion Indonesia.

    Menurutnya, Indonesia memiliki potensi emas yang besar. Tantangan berikutnya bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi memastikan emas yang dihasilkan dapat dikelola di dalam negeri sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.

    “Indonesia memiliki potensi emas yang besar. Tantangan kita bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi memastikan emas tersebut dikelola di dalam negeri sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. IBMA diharapkan menjadi katalis yang memperkuat kolaborasi industri sekaligus meningkatkan daya saing pasar bullion Indonesia,” ujar Airlangga.

    Dengan terbentuknya asosiasi ini, rantai nilai emas nasional diharapkan semakin terhubung. Produksi emas dari sektor hulu dapat terkoneksi dengan industri pengolahan dan manufaktur, perdagangan bullion, layanan keuangan, hingga kebutuhan investasi masyarakat.

    Menghubungkan Industri dari Hulu hingga Hilir

    IBMA tidak hanya beranggotakan pelaku jasa keuangan. Keanggotaannya mencakup berbagai sektor dalam ekosistem bullion, mulai dari perusahaan pertambangan emas, perusahaan pengolahan dan manufaktur emas dan perak, bullion dealer, perusahaan pembiayaan dan lembaga keuangan nonbank, hingga bank bullion.

    Sejumlah perusahaan yang telah bergabung antara lain PT Pegadaian, Bank Syariah Indonesia, PT Hartadinata Abadi Tbk, UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk, Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, PT Central Mega Kencana, PT Sentral Kreasi Kencana, dan PT Laku Emas Indonesia.

    IBMA dipimpin Selfie Dewiyanti sebagai Ketua Umum dan Anton Sukarna sebagai Sekretaris Jenderal.

    Komposisi lintas industri tersebut mencerminkan arah yang ingin dibangun IBMA: bukan sekadar menjadi wadah organisasi, melainkan platform kolaborasi yang mempertemukan kepentingan berbagai mata rantai industri bullion.

    Dengan ekosistem yang lebih terintegrasi, pengembangan produk berbasis emas juga diharapkan semakin beragam, sementara proses hilirisasi dapat berlangsung lebih cepat.

    Memperkuat Peran Bank Bullion

    Dalam ekosistem baru ini, keberadaan bank bullion menjadi salah satu elemen penting. Layanan berbasis emas tidak lagi terbatas pada aktivitas perdagangan fisik, tetapi dapat berkembang ke berbagai produk keuangan seperti tabungan emas, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas.

    IBMA diharapkan memperkuat konektivitas antarpelaku sehingga tercipta pasar yang lebih dalam atau deeper market, dengan tingkat likuiditas yang semakin baik.

    Pasar yang lebih dalam pada akhirnya dapat memberikan manfaat lebih luas. Efisiensi industri dapat meningkat, pembiayaan terhadap sektor riil dapat diperkuat, sementara peluang partisipasi investor domestik maupun internasional juga semakin terbuka.

    Dari Produsen Emas Menjadi Bullion Hub

    Ketua Umum IBMA Selfie Dewiyanti mengatakan asosiasi tersebut ditargetkan menjadi akselerator dalam membangun perdagangan dan jasa bullion nasional yang transparan serta memiliki daya saing global.

    Menurutnya, Indonesia memiliki peluang untuk bergerak lebih jauh dari sekadar negara produsen emas.

    “Kehadiran IBMA diharapkan menjadi platform utama bagi seluruh pelaku industri untuk membangun pasar bullion Indonesia yang kredibel, kompetitif, dan berstandar internasional. Dengan ekosistem yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara penghasil emas, tetapi juga berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa bullion di kawasan yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap investasi, pendalaman pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Selfie.

    Target tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat hilirisasi dan transformasi ekonomi nasional. Pengembangan industri bullion diarahkan tidak hanya melalui peningkatan kapasitas pengolahan emas, tetapi juga melalui penguatan jasa keuangan, penyempurnaan regulasi, insentif fiskal, serta harmonisasi standar industri dengan praktik internasional.

    Potensi Besar di Tengah Meningkatnya Permintaan Emas

    Potensi tersebut semakin relevan ketika melihat posisi Indonesia sebagai salah satu negara produsen emas dunia.

    Data World Gold Council yang dikutip dalam materi IBMA menunjukkan produksi emas Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 104 ton, menempatkan Indonesia di posisi 10 dunia.

    Pada saat yang sama, investasi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan permintaan emas. Kepemilikan emas melalui ETF emas global memasuki tahun kedua terkuat sepanjang sejarah, sementara pembelian emas batangan dan koin mencapai level tertinggi dalam 12 tahun terakhir.

    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa emas bukan hanya komoditas hasil tambang, tetapi juga memiliki peran yang semakin penting dalam sistem keuangan dan investasi global.

    Bagi Indonesia, tantangannya adalah bagaimana menangkap peluang tersebut agar nilai ekonomi emas dapat lebih banyak tercipta di dalam negeri.

    Menjadikan Emas Bagian dari Sistem Keuangan Nasional

    Melalui penguatan ekosistem bullion yang terintegrasi, anggota IBMA berkomitmen mengoptimalkan potensi emas nasional untuk mendukung stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

    Pengembangan produk bullion, sinergi dengan sektor keuangan syariah, kemudahan berusaha, serta peningkatan literasi masyarakat akan menjadi bagian dari agenda pengembangan ekosistem.

    Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas basis investor sekaligus meningkatkan pemanfaatan emas dalam sistem keuangan nasional.

    Pada akhirnya, pembentukan IBMA bukan hanya tentang membangun sebuah organisasi baru. Lebih dari itu, kehadirannya menandai upaya menyatukan mata rantai industri emas Indonesia yang selama ini tersebar di berbagai sektor.

    Jika kolaborasi tersebut berjalan konsisten, emas Indonesia tidak lagi berhenti sebagai komoditas yang ditambang dan diperdagangkan. Emas dapat berkembang menjadi bagian dari sistem keuangan, sumber pembiayaan, instrumen investasi, sekaligus penggerak hilirisasi.

    Dari sinilah ambisi Indonesia untuk berkembang menjadi bullion hub di Asia Tenggara mulai mendapatkan fondasi yang lebih kuat—dengan pasar yang semakin dalam, industri yang semakin terintegrasi, dan nilai tambah yang semakin banyak tercipta di dalam negeri.

  • JakOne Mobile Bawa Bank Jakarta Raih Digital Excellence Awards 2026

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Transformasi digital terus menjadi faktor utama yang menentukan daya saing industri perbankan. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang serba cepat, praktis, dan aman, inovasi digital menjadi strategi penting bagi perbankan untuk menjaga relevansi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah.

    Komitmen tersebut kembali dibuktikan Bank Jakarta dengan meraih penghargaan Top Digital Application Regional Banking – JakOne Mobile by Bank Jakarta dalam ajang JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (30/7).

    Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi Bank Jakarta dalam mengembangkan layanan perbankan digital melalui aplikasi JakOne Mobile.

    Pengakuan tersebut semakin memperkuat posisi JakOne Mobile sebagai salah satu platform digital andalan Bank Jakarta yang terus dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman transaksi yang mudah, aman, dan nyaman. Inovasi digital yang dilakukan juga menjadi bagian dari dukungan Bank Jakarta terhadap terwujudnya Jakarta sebagai kota global yang ditopang ekosistem digital yang semakin kuat.

    Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, mengatakan transformasi digital merupakan salah satu agenda strategis perusahaan dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus meningkatkan daya saing di industri perbankan.

    “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya transformasi digital yang kami jalankan berada pada jalur yang tepat. Ke depan, Bank Jakarta akan terus menghadirkan inovasi layanan digital yang memberikan kemudahan, keamanan, dan nilai tambah bagi nasabah, sekaligus mendukung percepatan ekonomi digital dan pengembangan Jakarta sebagai kota global,” ujar Agus.

    Menurutnya, pengembangan layanan digital tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga membangun pengalaman perbankan yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

    Senada dengan itu, Direktur Teknologi & Operasional Bank Jakarta, Daniel Setiawan Subianto, menegaskan bahwa pengembangan JakOne Mobile dilakukan secara berkelanjutan dengan menempatkan kebutuhan nasabah sebagai prioritas utama.

    Ia menjelaskan, inovasi yang dilakukan tidak sebatas menghadirkan fitur-fitur baru, tetapi juga difokuskan pada peningkatan kualitas pengalaman pengguna, keandalan sistem, serta penguatan keamanan transaksi digital.

    “Melalui pemanfaatan teknologi, Bank Jakarta akan terus menghadirkan layanan perbankan digital yang cepat, mudah, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Daniel.

    Selain penghargaan di bidang transformasi digital, Bank Jakarta juga memperoleh apresiasi dalam bidang komunikasi korporasi melalui penghargaan Indonesia Public Relations Top Leader Award 2025 dari Warta Ekonomi. Penghargaan tersebut diberikan atas implementasi komunikasi perusahaan yang transparan, kredibel, dan konsisten dalam mendukung penguatan reputasi perusahaan, keterbukaan informasi, serta hubungan yang baik dengan para pemangku kepentingan.

    Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima dan menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

    “Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Bank Jakarta untuk terus berinovasi, memperluas kolaborasi, serta menghadirkan layanan yang memberikan manfaat nyata bagi nasabah maupun seluruh pemangku kepentingan,” tutup Arie.

  • Menenun Asa, 21 Tahun SMF Menjaga Jangkar Likuiditas Rumah Anak Bangsa

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Bagi sebagian besar orang, rumah bukan sekadar tumpukan batu bata dan semen. Ia adalah episentrum dari segala cerita; tempat anak-anak tumbuh, dan tempat sebuah keluarga merajut mimpi masa depan. Namun, di tengah volatilitas ekonomi global dan dinamika pasar keuangan yang bergerak cepat, impian memiliki hunian yang layak sering kali terbentur oleh dinding tebal bernama pembiayaan.

    Di sinilah PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF hadir sebagai jembatan tak terlihat namun kokoh. Tepat pada bulan Juli 2026, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan ini genap menginjak usia 21 tahun. Dua puluh satu tahun bukan sekadar angka kematangan, melainkan bukti konsistensi sebuah institusi dalam menjaga urat nadi likuiditas perumahan nasional tetap berdenyut sehat.

    Jembatan Dua Sisi Komitmen

    Menatap perjalanan panjang itu, Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, merefleksikan peran penting perusahaan yang dipimpinnya. Karakteristik sektor perumahan menuntut napas pendanaan yang panjang. Sementara itu, sumber dana yang dimiliki oleh lembaga keuangan konvensional mayoritas berjangka pendek. Ketidaksesuaian durasi inilah yang berisiko menyumbat aliran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi masyarakat.

    “SMF terus berupaya memastikan tersedianya likuiditas jangka panjang bagi lembaga keuangan penyalur pembiayaan perumahan, karena pembiayaan perumahan memiliki karakteristik jangka panjang, sementara sumber pendanaan lembaga keuangan pada umumnya berjangka lebih pendek,” ujar Ananta dengan nada optimis dalam konferensi pers Kinerja Semester I/2026 PT SMF (Persero) di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

    Konferensi pers Kinerja Semester I/2026 PT SMF (Persero) di Jakarta, Rabu (22/7/2026). foto: SMF

    Hingga pertengahan tahun 2026, komitmen itu mewujud dalam angka yang masif. SMF sukses membukukan akumulasi penyaluran pembiayaan sebesar Rp141,61 triliun, dengan pasokan khusus sepanjang Semester I 2026 mencapai Rp14,09 triliun. Tidak hanya itu, lewat fungsi liquidity provider, SMF telah memfasilitasi 17 transaksi sekuritisasi aset kredit rumah senilai Rp14,21 triliun. Angka-angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan representasi dari ratusan ribu keluarga Indonesia yang akhirnya bisa tersenyum di bawah atap rumah mereka sendiri.

    Bertahan di Tengah Badai Ketidakpastian

    Perjalanan menuju usia 21 tahun tentu tidak dilewati di atas jalan yang selalu mulus. Saat ini, awan ketidakpastian makroekonomi sedang membayangi. Nilai tukar rupiah yang tertekan menuntut respons moneter yang ketat.

    Chief Economist SMF, Martin D. Siyaranamual, memberikan pandangan helikopter mengenai situasi pasar saat ini. Di tengah volatilitas pasar keuangan, Martin memproyeksikan adanya tantangan dari sisi biaya dana (cost of fund) akibat penyesuaian suku bunga acuan (BI Rate) demi menjaga stabilitas rupiah.

    “Dampaknya ke industri jasa keuangan, cost of fund akan ikut naik sebab kiblatnya adalah surat utang negara. Ini menjadi tantangan tersendiri,” urai Martin, pada kesempatan yang sama.

    Kondisi ketidakpastian ekonomi ini, menurutnya, kerap membuat masyarakat—terutama generasi muda—memilih menunda pembelian properti jangka panjang. Namun, Martin menegaskan bahwa tekanan ini tidak bersifat fundamental. Potensi bisnis perumahan tetap terbuka lebar, asalkan ekosistem pembiayaan nasional memiliki bantalan likuiditas yang kuat untuk mencegah terjadinya maturity mismatch yang bisa mengguncang stabilitas perekonomian. Di sinilah peran SMF menjadi jangkar penyelamat.

    Tiga Pilar Strategi Menyambut Hari Esok

    Menghadapi tantangan ekonomi tersebut, SMF tidak memilih untuk mundur. Sebaliknya, perusahaan mempertebal daya tahan dengan mengandalkan struktur keuangan yang sehat—terbukti dari total aset yang tumbuh menjadi Rp68,29 triliun dan rasio KPR bermasalah (NPL) net yang bertahan di angka impresif 0,00%.

    Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF, Bonai Subiakto, mengatakan bahwa kondisi keuangan yang sehat menjadi fondasi penting bagi Perseroan untuk menjalankan mandat secara berkelanjutan.

    “Pelaksanaan mandat sebagai penyedia likuiditas dan alat fiskal harus ditopang oleh struktur keuangan yang sehat, sumber pendanaan yang terdiversifikasi, serta pengelolaan risiko yang disiplin. Kami terus menjaga keseimbangan antara ekspansi penyaluran, kecukupan likuiditas, kualitas aset, dan kemampuan Perseroan dalam memenuhi seluruh kewajiban keuangan secara tepat waktu,” ujar Bonai.

    Perseroan membukukan return on equity sebesar 3,18%, debt-to-equity ratio sebesar 1,75 kali, serta profit margin sebesar 22,89%. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan SMF dalam menjaga keseimbangan antara pelaksanaan mandat pembangunan dan penerapan prinsip kehati-hatian.

    Kepercayaan terhadap kondisi keuangan dan peran strategis SMF juga tercermin dari peringkat kredit Perseroan. Di tengah tantangan ekonomi dan dinamika global, pada bulan April 2026 SMF berhasil mempertahankan rating internasional BBB dengan outlook stable dari S&P Global.

    Dari sisi rating domestik, SMF juga berhasil menjaga rating idAAA dari Pefindo dan AAA dari Fitch Ratings. Di sisi aspek tata kelola, penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau GCG SMF memperoleh predikat “Sangat Baik” berdasarkan penilaian BPKP.

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis SMF, Heliantopo, menjabarkan bahwa langkah maju SMF ke depan akan ditopang oleh tiga fokus strategi utama yang saling mengunci dan melengkapi.

    “Strategi bisnis SMF diarahkan pada tiga fokus utama. Pertama, mendukung program Pemerintah melalui penyediaan likuiditas untuk porsi 25% KPR Subsidi FLPP,” kata Heliantopo menerangkan. Sebagai alat fiskal, pendanaan pendamping FLPP ini menggunakan skema blended finance yang berhasil mengoptimalkan Penyertaan Modal Negara (PMN) menjadi total penyaluran Rp36,77 triliun bagi 962.650 unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah.

    “Kedua, memperkuat kapasitas lembaga penyalur kredit perumahan melalui penyediaan pembiayaan. Ketiga, mendorong asset recycling melalui sekuritisasi, baik dengan skema true sale maupun non-true sale,” tambah Heliantopo.

    Melalui daur ulang aset ini, bank-bank penyalur KPR dapat menyulap portofolio kredit mereka menjadi likuiditas baru, yang kemudian bisa digulirkan kembali untuk membiayai KPR masyarakat berikutnya.

    Menabalkan Harapan 

    Investasi di sektor perumahan terbukti membawa efek rembesan ekonomi yang luar biasa bagi bangsa. Setiap Rp1 triliun dana yang bergulir di sektor ini diperkirakan mampu mendongkrak Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp1,83 triliun serta menghidupkan multiplier effect pada sedikitnya 185 sektor ekonomi lainnya—mulai dari industri semen, bahan bangunan, hingga warung-warung kecil di sekitar lokasi pembangunan.

    Dua puluh satu tahun telah berlalu sejak SMF pertama kali didirikan pada tahun 2005. Di usia yang makin matang ini, SMF berjanji untuk tidak berhenti bertransformasi menjadi institusi yang adaptif dan inklusif.

    “Usia 21 tahun menjadi momentum bagi SMF untuk semakin memperkuat kontribusi,” pungkas Ananta Wiyogo menutup penjelasannya pada awak media.

    “Kami akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah, regulator, perbankan, pasar modal, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem pembiayaan perumahan yang lebih inklusif dan berkelanjutan”.

    Karena pada akhirnya, setiap kerja keras merajut likuiditas di pasar keuangan sekunder bermuara pada satu tujuan mulia yang sederhana: memastikan setiap rakyat Indonesia memiliki tempat yang aman dan hangat untuk pulang.

     

  • Bank Jakarta Perkenalkan Konsep Future Branch, KCP Kebayoran Park Jadi Prototipe Pertama

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Bank Jakarta resmi memperkenalkan wajah baru layanan perbankannya melalui peresmian New Look Branch di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kebayoran Park, Senin (20/7/2026). Kehadiran kantor cabang generasi baru ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam menghadirkan layanan yang lebih modern, nyaman, dan berpusat pada pengalaman nasabah.

    Peresmian KCP Kebayoran Park dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati, Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat, Komisaris Utama Bank Jakarta Anang Basuki, Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo, Direktur Teknologi dan Operasional Bank Jakarta Daniel Setiawan Subianto, serta pemilik Kebayoran Park Mall & Hotel Tety Kurniawaty Wijaya dan Sony Kusumo.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan apresiasi atas langkah transformasi yang dilakukan Bank Jakarta. Menurutnya, modernisasi jaringan kantor tersebut menunjukkan komitmen Bank Jakarta sebagai bank pembangunan daerah yang terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.

    Bank Jakarta resmi memperkenalkan wajah baru layanan perbankannya melalui peresmian New Look Branch di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kebayoran Park, Senin (20/7/2026).

    “Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami menyambut baik kehadiran New Look Bank Jakarta KCP Kebayoran Park sebagai bukti komitmen Bank Jakarta untuk terus bertransformasi. Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jakarta memiliki peran strategis tidak hanya dalam menyediakan layanan keuangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha, memperluas akses pembiayaan, dan mendukung transformasi ekonomi Jakarta,” ujar Rano.

    Ia juga berharap Bank Jakarta terus memperluas jangkauan layanan, termasuk menghadirkan fasilitas perbankan di kawasan rumah susun sehingga akses masyarakat terhadap layanan keuangan semakin mudah dan merata.

    Mengusung konsep Modern, Accessible, Connected, KCP Kebayoran Park dirancang sebagai ruang layanan yang lebih terbuka, nyaman, dan kolaboratif. Konsep tersebut turut diperkuat melalui implementasi identitas baru Bank Jakarta, mulai dari desain interior hingga penggunaan seragam baru bagi petugas layanan sebagai representasi budaya pelayanan yang lebih modern.

    Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan tidak hanya sebatas pembaruan fisik kantor cabang, melainkan perubahan menyeluruh terhadap cara perusahaan melayani nasabah.

    Hari ini kami tidak sekadar meresmikan sebuah kantor cabang baru. Yang berubah bukan hanya tampilannya, tetapi juga cara kami memberikan pelayanan. Transformasi sebuah bank tidak cukup diwujudkan melalui teknologi atau bangunan yang modern, melainkan ketika masyarakat benar-benar merasakan layanan yang lebih mudah, cepat, nyaman, dan lebih manusiawi,” kata Agus.

    Menurutnya, kehadiran kantor cabang tetap memiliki peran penting di tengah pesatnya digitalisasi layanan keuangan. Kepercayaan nasabah, kata Agus, tetap dibangun melalui interaksi langsung, sehingga masa depan perbankan bukan memilih antara layanan digital atau kantor cabang, melainkan mengintegrasikan keduanya dalam pengalaman layanan yang lebih baik.

    Agus menjelaskan, KCP Kebayoran Park merupakan prototipe pertama future branch Bank Jakarta yang akan menjadi model transformasi jaringan kantor di masa mendatang. Selain menghadirkan desain ruang yang lebih modern, cabang ini juga mengusung proses layanan yang lebih sederhana, terdigitalisasi, dan didukung budaya pelayanan yang semakin profesional serta berorientasi pada kebutuhan nasabah.

    “Kami tidak sedang membangun kantor cabang yang sekadar lebih menarik secara visual, tetapi cabang yang lebih relevan dengan gaya hidup masyarakat Jakarta saat ini. Model layanan ini akan menjadi acuan transformasi kantor-kantor Bank Jakarta lainnya agar seluruh nasabah memperoleh pengalaman yang modern, cepat, nyaman, dan konsisten,” ujarnya.

    Perwakilan Manajemen Kebayoran Park Mall, Tety Kurniawaty Wijaya, menyambut baik kehadiran Bank Jakarta di kawasan tersebut. Menurutnya, keberadaan KCP Kebayoran Park melengkapi fasilitas publik yang telah tersedia sekaligus memberikan kemudahan akses layanan perbankan bagi masyarakat, tenant, dan pengunjung.

    Kami mengapresiasi kepercayaan Bank Jakarta untuk membuka kantor cabang di Kebayoran Park. Semoga kehadirannya memberikan manfaat yang lebih luas serta meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan,” katanya.

    Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi mengatakan pengembangan konsep New Look Branch merupakan bagian dari implementasi identitas baru perusahaan yang dilakukan secara bertahap di seluruh jaringan kantor.

    Menurutnya, pembaruan tersebut tidak hanya menghadirkan desain yang lebih modern dan representatif, tetapi juga mencerminkan semangat transformasi Bank Jakarta sebagai institusi keuangan yang adaptif, inovatif, dan siap menjawab perubahan kebutuhan masyarakat serta dinamika industri perbankan.

    Melalui transformasi jaringan kantor ini, Bank Jakarta berharap mampu menghadirkan pengalaman layanan yang lebih modern, personal, dan efisien, sekaligus memperkuat perannya sebagai bank pembangunan daerah yang terus mendukung pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

  • Kantor Baru BP Tapera Resmi Beroperasi, Penyaluran FLPP Tembus 101.978 Unit Rumah

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) resmi menempati kantor baru di Gedung Graha Mandiri Lantai 5, Jalan Imam Bonjol No. 61, Jakarta Pusat. Peresmian kantor tersebut dilakukan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan BP Tapera dalam mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah melalui penyaluran pembiayaan perumahan yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

    Dalam sambutannya, Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi atas hadirnya kantor baru BP Tapera yang diharapkan menjadi tonggak peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat dan seluruh mitra kerja.

    “Saya mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran BP Tapera atas diresmikannya kantor baru ini. Semoga momentum ini menjadi semangat baru untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Maruarar.

    Menurutnya, BP Tapera memegang peran strategis dalam mengelola dan menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebagai salah satu instrumen utama pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    BP Tapera resmi menempati kantor baru di Gedung Graha Mandiri Lantai 5, Jalan Imam Bonjol No. 61, Jakarta Pusat.

    “Saya berharap BP Tapera semakin kredibel sebagai lembaga pengelola dana FLPP. Dengan tata kelola yang baik, transparan, akuntabel, serta kolaborasi yang semakin erat dengan seluruh pemangku kepentingan, BP Tapera akan semakin dipercaya masyarakat dan mampu mempercepat terwujudnya hunian layak dan terjangkau bagi MBR di seluruh Indonesia,” tambahnya.

    Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menegaskan bahwa perpindahan kantor bukan sekadar perubahan lokasi operasional, tetapi menjadi bagian dari transformasi organisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah, perbankan, dan para pengembang.

    “Kantor baru ini menjadi simbol komitmen kami untuk terus menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan responsif. Kami ingin memastikan proses penyaluran pembiayaan perumahan berjalan semakin efektif sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Heru.

    Sejalan dengan penguatan kelembagaan tersebut, BP Tapera terus mempercepat realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP. Hingga 15 Juli 2026, program ini telah membiayai 101.978 unit rumah dengan nilai mencapai Rp12,67 triliun. Selain itu, sebanyak 25.599 unit rumah masih berada dalam berbagai tahapan proses, mulai dari pembangunan, rumah siap akad, persetujuan kredit, hingga akad kredit yang belum dilakukan pencairan.

    Heru menilai capaian tersebut menunjukkan kolaborasi yang semakin solid antara pemerintah, BP Tapera, bank penyalur, dan para pengembang dalam memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap rumah pertama.

    “Kami optimistis target penyaluran FLPP tahun 2026 dapat tercapai melalui penguatan kerja sama dengan seluruh bank penyalur dan pengembang. Yang terpenting adalah semakin banyak keluarga Indonesia yang dapat memiliki rumah pertama dengan skema pembiayaan yang terjangkau,” ujarnya.

    Sebagai bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah, BP Tapera bersama Kementerian PKP dan para pemangku kepentingan juga tengah menyiapkan pelaksanaan Akad Massal dan Serah Terima Kunci sekitar 62.000 unit KPR Sejahtera FLPP yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026 di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

    Kegiatan tersebut akan melibatkan sekitar 200 debitur yang hadir langsung di lokasi, serta sekitar 61.800 debitur secara daring dari 36 provinsi, dengan dukungan 43 bank penyalur KPR Sejahtera FLPP di seluruh Indonesia.

    Agenda tersebut melanjutkan keberhasilan pelaksanaan akad massal pada September dan Desember 2025 yang diselenggarakan di Cileungsi, Bogor, dan Serang serta dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

    Melalui penyelenggaraan akad massal tersebut, BP Tapera berharap percepatan penyaluran pembiayaan perumahan tidak hanya tercermin dari peningkatan jumlah rumah yang dibiayai, tetapi juga menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah, perbankan, asosiasi pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyediakan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

    Ke depan, BP Tapera menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas kolaborasi dengan seluruh mitra strategis guna mendukung keberhasilan Program 3 Juta Rumah sekaligus mempercepat terwujudnya akses kepemilikan rumah yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

  • Mitra Driver Gojek Kini Berpeluang Miliki Rumah Lewat KPR FLPP Tanpa Uang Muka

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Pemerintah terus memperluas akses kepemilikan rumah pertama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk pekerja sektor informal yang selama ini masih menghadapi keterbatasan dalam memperoleh pembiayaan perumahan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperluas pemanfaatan Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) melalui skema uang muka (down payment/DP) 0 persen bagi Mitra Driver Gojek yang memenuhi persyaratan.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mengenai Program Perumahan bagi Mitra Driver Gojek. Kesepakatan ditandatangani oleh Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma, bersama Chief of Public Affairs, Public Policy & Government Relations PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Shinto Nugroho.

    Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma.

    Melalui kemitraan ini, kedua pihak akan memperkuat sosialisasi dan edukasi mengenai pembiayaan rumah subsidi kepada Mitra Driver Gojek melalui berbagai kanal komunikasi, mulai dari aplikasi mitra, kegiatan edukasi bersama, publikasi, hingga kampanye literasi perumahan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus memperluas kesempatan pekerja sektor informal untuk memiliki rumah pertama yang layak dan terjangkau.

    Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma, mengatakan penyediaan fasilitas DP 0 persen merupakan bentuk keberpihakan pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi kelompok pekerja informal yang memiliki penghasilan tetap namun belum memiliki rumah.

    Menurutnya, melalui kerja sama ini Mitra Driver Gojek yang memenuhi kriteria sebagai MBR dapat mengakses KPR Sejahtera FLPP tanpa harus menyediakan uang muka, sehingga hambatan awal dalam memiliki rumah dapat dikurangi secara signifikan.

    “Program ini merupakan langkah konkret untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada pekerja sektor informal agar dapat mewujudkan impian memiliki rumah pertama melalui skema pembiayaan yang terjangkau,” ujar Sid.

    Meski demikian, BP Tapera menegaskan bahwa setiap calon penerima manfaat tetap akan melalui proses verifikasi guna memastikan program berjalan tepat sasaran. Penilaian dilakukan terhadap sejumlah persyaratan, di antaranya status sebagai MBR, belum pernah memiliki rumah, serta memenuhi ketentuan pembiayaan yang berlaku.

    Selain itu, terdapat sejumlah indikator tambahan yang menjadi bagian dari proses evaluasi, seperti rentang usia 21–45 tahun, tingkat produktivitas dalam menyelesaikan perjalanan, serta intensitas aktivitas sebagai Mitra Driver dalam periode tertentu.

    Sid menambahkan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kemudahan memperoleh pembiayaan, tetapi juga oleh kesiapan masyarakat dalam mengelola keuangan secara berkelanjutan.

    Karena itu, BP Tapera bersama Gojek akan mendorong peningkatan literasi keuangan bagi para mitra dan keluarganya agar mampu mengelola pendapatan, menjaga kualitas kredit, serta memenuhi kewajiban pembayaran cicilan secara konsisten.

    “Edukasi mengenai pengelolaan keuangan menjadi bagian penting dari program ini agar kepemilikan rumah dapat dipertahankan dalam jangka panjang,” jelasnya.

    Kerja sama yang direncanakan berlangsung hingga 2027 tersebut diharapkan mampu menjangkau lebih banyak Mitra Driver Gojek di berbagai daerah, sekaligus memperluas manfaat Program FLPP kepada kelompok masyarakat yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap pembiayaan formal.

    Inisiatif tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah di sektor jasa keuangan yang terus mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan, termasuk melalui penyesuaian ketentuan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kebijakan tersebut diharapkan semakin mendukung percepatan Program Tiga Juta Rumah yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah.

    Hingga 2 Juli 2026, BP Tapera mencatat realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP telah mencapai 93.339 unit rumah dengan nilai pembiayaan sekitar Rp11,6 triliun.

    Kelompok pekerja swasta masih menjadi penerima manfaat terbesar dengan 61.126 unit atau sekitar 65,49 persen, disusul kelompok wiraswasta sebanyak 15.890 unit (17,02 persen), Pegawai Negeri Sipil (PNS) 7.643 unit (8,19 persen), serta anggota TNI dan Polri sebanyak 1.394 unit (1,49 persen).

    Capaian tersebut menunjukkan bahwa Program FLPP terus berkembang sebagai instrumen pembiayaan yang semakin inklusif, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pekerja sektor informal untuk memperoleh akses terhadap rumah layak melalui skema pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan berkelanjutan.

  • Transformasi Layanan Berbuah Prestasi, Bank Jakarta Borong Tiga Penghargaan Customer Experience 2026

    JAKARTA,KORIDOR.ONLINE – Komitmen Bank Jakarta dalam memperkuat kualitas layanan serta mempercepat transformasi digital kembali mendapat pengakuan. Bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini berhasil memborong tiga penghargaan pada ajang 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026 yang digelar bersamaan dengan Mid Year Economic Outlook 2026 di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Jumat (26/6).

    Tiga penghargaan yang diraih meliputi The Best Region Bank in Convenient Branch Experience, The Best Region Bank in Opening Account via Mobile Apps Experience, serta Consistent Region Bank in The Best Customer Experience for 15 Consecutive Years (2012–2026).

    Pencapaian tersebut menegaskan keberhasilan Bank Jakarta dalam menjaga konsistensi kualitas pelayanan selama 15 tahun berturut-turut, sekaligus menunjukkan efektivitas transformasi digital yang terus dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman perbankan yang semakin mudah, cepat, dan nyaman bagi nasabah.

    Penghargaan Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation merupakan salah satu tolok ukur independen yang menilai kualitas pengalaman nasabah pada berbagai kanal layanan perbankan, baik melalui jaringan kantor cabang maupun layanan digital.

    Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kepercayaan nasabah sekaligus motivasi bagi perseroan untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

    “Kepercayaan yang diberikan para nasabah menjadi fondasi bagi kami untuk terus berinovasi. Penghargaan ini semakin memotivasi Bank Jakarta dalam menghadirkan layanan perbankan yang semakin berkualitas, mudah diakses, serta mampu memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat,” ujar Agus.

    Sementara itu, Direktur Teknologi & Operasional Bank Jakarta, Daniel Setiawan Subianto, mengatakan transformasi layanan yang dijalankan perusahaan tidak hanya difokuskan pada pengembangan teknologi digital, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan di seluruh jaringan kantor cabang.

    Menurutnya, Bank Jakarta terus memperkuat layanan pada kantor-kantor cabang yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Solo, Gresik, hingga Lampung, bersamaan dengan pengembangan layanan digital yang mengutamakan kemudahan, kecepatan, keamanan, dan kenyamanan transaksi.

    “Transformasi yang kami lakukan diarahkan untuk menciptakan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah. Melalui inovasi yang berkelanjutan, kami ingin memastikan setiap kanal layanan mampu memberikan pengalaman perbankan yang aman, mudah, dan efisien,” kata Daniel.

    Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh insan Bank Jakarta untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di tengah perubahan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.

    “Pengakuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah. Kami optimistis transformasi yang dijalankan akan semakin memperkuat posisi Bank Jakarta sebagai bank daerah yang modern, terpercaya, serta memiliki daya saing tinggi di industri perbankan nasional,” ujar Arie.

    Keberhasilan meraih tiga penghargaan sekaligus memperpanjang rekam jejak Bank Jakarta sebagai salah satu bank pembangunan daerah yang konsisten menjaga standar layanan terbaik. Di tengah percepatan digitalisasi industri keuangan, pencapaian ini sekaligus menunjukkan bahwa transformasi teknologi yang dibarengi peningkatan kualitas layanan tetap menjadi kunci dalam membangun loyalitas dan kepercayaan nasabah.

  • Intiland Bidik Marketing Sales Rp1,95 Triliun, Fokus Perumahan dan Kawasan Industri.

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – PT Intiland Development Tbk (Intiland) memperoleh persetujuan pemegang saham atas seluruh agenda yang diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan di Intiland Tower, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

    RUPS yang dihadiri pemegang saham, Dewan Komisaris, dan Direksi Perseroan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan, penetapan penggunaan laba bersih, penunjukan akuntan publik independen, hingga penetapan remunerasi manajemen.

    Sekretaris Perusahaan Intiland, Theresia Rustandi, mengatakan persetujuan penuh dari para pemegang saham menjadi bukti kepercayaan terhadap kinerja perusahaan serta komitmen manajemen dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika industri properti.

    Menurutnya, dukungan tersebut sekaligus memperkuat langkah Perseroan dalam menjalankan strategi bisnis yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

    “Setiap kebijakan dan langkah strategis yang dijalankan Perseroan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian, pengelolaan risiko yang terukur, serta keberlanjutan pertumbuhan usaha,” ujar Theresia.

    Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025. Dari total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp64,26 miliar, Perseroan menetapkan Rp2 miliar sebagai dana cadangan wajib, sementara sisanya sebesar Rp62,26 miliar dibukukan sebagai saldo laba untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan. Dengan keputusan tersebut, Perseroan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025.

    Selain itu, RUPS memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik Independen yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2026.

    Direktur Utama Intiland, Archied Noto Pradono, mengungkapkan bahwa fokus utama perusahaan pada tahun ini masih diarahkan pada penguatan fundamental bisnis melalui strategi deleveraging atau penurunan utang.

    Sepanjang 2025, Intiland berhasil menurunkan total liabilitas berbunga sebesar 25 persen menjadi Rp3,08 triliun dari posisi Rp4,11 triliun pada tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut diperoleh melalui berbagai langkah strategis, termasuk restrukturisasi pinjaman, percepatan pelunasan utang, pelepasan aset non-inti, serta pelunasan sukuk yang jatuh tempo.

    “Pengurangan utang menjadi salah satu pencapaian penting yang memberikan ruang lebih besar bagi Perseroan untuk menjaga kesehatan keuangan sekaligus meningkatkan fleksibilitas dalam menangkap peluang bisnis di masa mendatang,” kata Archied.

    Menghadapi tantangan pasar properti yang masih bergerak selektif, Perseroan memilih pendekatan konservatif dengan mengoptimalkan proyek-proyek yang telah berjalan. Pengembangan proyek baru tetap dipersiapkan, namun dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi pasar, daya serap konsumen, dan kesiapan produk.

    Pada kuartal I 2026, Intiland membukukan pendapatan usaha sebesar Rp619,8 miliar. Kontributor terbesar berasal dari pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp232,6 miliar atau 37,5 persen dari total pendapatan, disusul segmen kawasan industri sebesar Rp227,4 miliar, perumahan Rp121,9 miliar, dan hunian vertikal Rp37,9 miliar.

    Perseroan optimistis peluang pertumbuhan tetap terbuka, terutama pada segmen perumahan dan kawasan industri yang masih menunjukkan permintaan cukup kuat. Untuk itu, Intiland menargetkan marketing sales sebesar Rp1,95 triliun pada 2026, meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,61 triliun.

    Sejumlah agenda pengembangan juga tengah dipersiapkan perusahaan, antara lain pengembangan kawasan industri baru di Jawa Timur serta peluncuran Tower E proyek apartemen SQ Res pada semester kedua tahun ini.

    Archied menegaskan bahwa strategi perusahaan ke depan akan difokuskan pada optimalisasi proyek berjalan, percepatan penjualan stok siap huni, penguatan segmen perumahan dan kawasan industri, serta pengembangan program pemasaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

    “Kami melihat peluang pertumbuhan masih tersedia pada segmen yang memiliki kebutuhan riil dan daya serap yang kuat. Karena itu, seluruh strategi bisnis dan pemasaran dijalankan secara terukur agar target kinerja dapat tercapai tanpa mengabaikan kesehatan fundamental perusahaan,” tutup Archied.

  • Bank Jakarta Raih Gold Regulatory Compliance Award 2026

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Komitmen Bank Jakarta dalam memperkuat tata kelola perusahaan dan kepatuhan terhadap regulasi kembali memperoleh pengakuan nasional. Bank Jakarta berhasil meraih penghargaan Gold Regulatory Compliance dalam ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 yang diselenggarakan oleh Hukumonline di Jakarta, Kamis (22/5/2026).

    Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu menjadikan kepatuhan hukum dan tata kelola sebagai bagian integral dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan.

    Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima dan menilai pencapaian tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat standar tata kelola dan kepatuhan di sektor perbankan.

    “Penghargaan ini menjadi apresiasi berharga atas konsistensi kami dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, termasuk kepatuhan terhadap seluruh regulasi perbankan. Kepatuhan merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis dan meningkatkan kepercayaan publik,” ujar Ateng dalam keterangan tertulisnya.

    Menurutnya, penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) menjadi landasan penting dalam operasional Bank Jakarta di tengah dinamika industri jasa keuangan yang semakin kompleks dan kompetitif.

    Ia menambahkan, penguatan fungsi kepatuhan tidak hanya dilakukan dari sisi pemenuhan regulasi, tetapi juga melalui peningkatan sistem pengawasan internal, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung efektivitas monitoring kepatuhan.

    Ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards sendiri merupakan penghargaan yang menggunakan metode penilaian berbasis self-assessment dengan metodologi terstruktur. Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari evaluasi dan monitoring kepatuhan, sosialisasi regulasi kepada internal perusahaan, inovasi teknologi pendukung kepatuhan, hingga strategi pengembangan SDM.

    Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, mengatakan penghargaan tersebut semakin memperkuat posisi Bank Jakarta sebagai institusi perbankan yang terus bertransformasi menuju tata kelola yang lebih profesional dan berdaya saing tinggi.

    “Dengan penerapan GCG secara konsisten, kami optimistis dapat menjaga kinerja perusahaan tetap sehat, meningkatkan kepercayaan seluruh pemangku kepentingan, serta memperkuat daya saing Bank Jakarta di industri perbankan nasional,” ujar Arie.

    Pencapaian ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan Bank Jakarta dalam memperkuat kredibilitas institusi di tengah meningkatnya tuntutan tata kelola, transparansi, dan kepatuhan di sektor jasa keuangan nasional.

  • Program KEJAR Bank Jakarta–OJK Disambut Antusias, Pelajar Mulai Sadar Pentingnya Literasi Keuangan

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE — Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) 2026 yang digelar Bank Jakarta bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendapat respons positif dari para siswa SMAN 28 Jakarta. Program edukasi keuangan tersebut dinilai mampu meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pentingnya menabung dan pengelolaan keuangan sejak usia sekolah.

    Siswi kelas XI SMAN 28 Jakarta, Zahwa Azalea Reza, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti kegiatan kick off KEJAR DKI Jakarta yang berlangsung pada Selasa (19/5). Menurutnya, program tersebut memberikan wawasan baru mengenai cara mengatur keuangan secara lebih bijak dan disiplin.

    “Program ini sangat bermanfaat karena membuat kami lebih memahami pentingnya menabung dan mengelola uang sejak sekarang. Kami jadi belajar lebih disiplin dalam menggunakan uang,” ujar Zahwa.

    Ia menambahkan, selama ini dirinya menganggap menabung hanya sebatas menyimpan uang di bank. Namun melalui program KEJAR, para pelajar mendapat pemahaman lebih luas mengenai layanan dan manfaat perbankan yang dapat dimanfaatkan sejak dini.

    “Sekarang saya jadi tahu kalau bank juga punya banyak program untuk pelajar, bukan hanya tempat menyimpan uang saja,” katanya.

    Hal serupa disampaikan siswa kelas XI SMAN 28 Jakarta, Musthafa Ahmad Hermana. Ia menilai program KEJAR menjadi pengalaman edukatif yang dikemas secara interaktif sehingga mudah dipahami oleh kalangan pelajar.

    “Menurut saya kegiatan ini sangat bagus karena mengajarkan bagaimana cara mengelola uang dengan baik dan pentingnya memiliki tabungan untuk masa depan,” ujar Musthafa.

    Ia juga mengapresiasi kolaborasi Bank Jakarta dan OJK yang menghadirkan edukasi keuangan langsung ke lingkungan sekolah. Langkah tersebut dinilai dapat membantu siswa mengenal dunia perbankan dan layanan keuangan secara lebih dekat.

    Program KEJAR DKI Jakarta merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan generasi muda melalui sinergi antara pemerintah daerah, industri perbankan, dan regulator jasa keuangan.

    Sebagai bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Jakarta juga berperan dalam penyaluran bantuan sosial sektor pendidikan seperti KJP Plus dan KJMU. Hingga April 2026, Bank Jakarta tercatat mengelola lebih dari 2,4 juta rekening pelajar dengan total simpanan mencapai Rp1,81 triliun yang berasal dari Tabungan Pelajar, SimPEL, dan KJP Plus.

    Atas konsistensinya dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan pelajar, Bank Jakarta sebelumnya meraih penghargaan sebagai implementator terbaik Program KEJAR kategori Bank Pembangunan Daerah pada 2025.

Back to top button