Finansial

  • Rombak Lima Posisi Direksi, BTN Datangkan Talenta dari BSI hingga Danantara

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) merombak lima posisi direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (4/9/2026). Perombakan tersebut membawa sejumlah nama baru dengan latar belakang pengalaman di industri perbankan, pengelolaan aset negara, industri, hingga Danantara Asset Management.

    Lima posisi yang mengalami perubahan meliputi Direktur Finance & Strategy, Direktur Human Capital & Compliance, Direktur Risk Management, Direktur Consumer Banking, dan Direktur Information Technology.

    Di jajaran baru tersebut, BTN mendatangkan Adityo Kusumo sebagai Direktur Finance & Strategy. Sebelum bergabung dengan BTN, Adityo menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Investasi PT Mineral Industri Indonesia atau MIND ID.

    Posisi Direktur Human Capital & Compliance kini ditempati Wiwik Wahyuni yang sebelumnya menjabat Senior Director Human Capital PT Danantara Asset Management. Sementara itu, Johanes Barus dipercaya menduduki jabatan Direktur Risk Management setelah sebelumnya menjabat Direktur Manajemen Risiko PT Petrokimia Gresik.

    Dari sektor perbankan, BTN menunjuk Evita Barliana sebagai Direktur Consumer Banking. Sebelumnya, Evita menjabat sebagai Head of Non Branch Channel Sharia PT Bank CIMB Niaga Tbk. melalui unit usaha CIMB Niaga Syariah.

    Adapun posisi Direktur Information Technology diisi Gatot Prasetyo yang sebelumnya menjabat sebagai Senior Vice President IT Application Support Group Head PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI).

    Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan perombakan jajaran direksi tersebut merupakan bagian dari regenerasi sekaligus peremajaan manajemen untuk mempercepat transformasi perseroan.

    Menurut Nixon, pengalaman para direktur baru dari berbagai sektor diharapkan dapat memberikan perspektif dan kapabilitas tambahan dalam mendukung agenda strategis BTN ke depan.

    “Banyak generasi muda yang menggantikan dan menurut saya sudah pas dengan visi BTN ke depan, yaitu Beyond Mortgage. Kalau melihat pengalaman mereka yang cukup luas, mudah-mudahan ini bisa membantu mempercepat Transformasi BTN Jilid II,” ujar Nixon.

    Gantikan Lima Direksi Lama

    Kelima direktur baru tersebut menggantikan sejumlah pejabat sebelumnya, yakni Nofry Rony Poetra sebagai Direktur Finance & Strategy, Eko Waluyo sebagai Direktur Human Capital & Compliance, Hirwandi Gafar sebagai Direktur Consumer Banking, Setiyo Wibowo sebagai Direktur Risk Management, serta Tan Jacky Chen sebagai Direktur Information Technology.

    Pergantian tersebut dilakukan di tengah upaya BTN memperkuat transformasi bisnisnya dari bank yang dikenal fokus pada pembiayaan perumahan menuju model bisnis yang lebih luas melalui strategi Beyond Mortgage.

    Selain tetap mempertahankan bisnis pembiayaan perumahan sebagai salah satu kekuatan utama, transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat berbagai lini bisnis perbankan lainnya, termasuk layanan konsumer, pengelolaan risiko, teknologi informasi, pendanaan, hingga strategi korporasi.

    Masuknya talenta dari sejumlah sektor juga mencerminkan upaya BTN memperkuat struktur manajemen dengan kombinasi pengalaman di industri keuangan, perbankan, pengelolaan aset, sumber daya manusia, teknologi, serta manajemen risiko.

    Berikut susunan direksi BTN setelah RUPSLB 2026:

    • Direktur Utama: Nixon L.P. Napitupulu
    • Wakil Direktur Utama: Oni Febriarto Rahardjo
    • Direktur Information Technology: Gatot Prasetyo
    • Direktur Treasury & International Banking: Venda Yuniarti
    • Direktur Corporate Banking: Helmy Afrisa Nugroho
    • Direktur Risk Management: Johannes Barus
    • Direktur Consumer Banking: Evita Barliana
    • Direktur Finance & Strategy: Adityo Kusumo
    • Direktur Human Capital & Compliance: Wiwik Wahyuni
    • Direktur Operations: I Nyoman Sugiri Yasa
    • Direktur Network & Retail Funding: Rully Setiawan
    • Direktur Commercial Banking: Hermita

    Sementara itu, susunan Dewan Komisaris BTN setelah RUPSLB 2026 adalah sebagai berikut:

    • Komisaris Utama: Suryo Utomo
    • Wakil Komisaris Utama: Endra Gunawan
    • Komisaris Independen: Pietra Machreza Paloh
    • Komisaris Independen: Panangian Simanungkalit
    • Komisaris Independen: Ida Nuryanti
    • Komisaris: Fahri Hamzah
    • Komisaris: Didyk Choiroel
  • Gebrakan Digital Bank Jakarta Berbuah Penghargaan, Dipo Nugroho Raih Best CMO 2026

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Strategi pemasaran inovatif yang memadukan transformasi digital, penguatan ekosistem bisnis, serta pendekatan yang semakin berorientasi pada kebutuhan nasabah mengantarkan Bank Jakarta meraih penghargaan pada ajang Indonesia Best CMO Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi.

    Dalam ajang tersebut, Direktur Bisnis & Syariah Bank Jakarta, Dipo Nugroho, meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Building an Integrated and Inclusive Economic Ecosystem untuk kategori Regional Bank.

    Penghargaan diterima langsung oleh Dipo Nugroho dalam Indonesia Best CMO Awards 2026 yang mengusung tema “Accelerating Business Growth Through Intelligent Marketing and Digital Innovation” di Jakarta, Senin (31/8).

    Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya Bank Jakarta dalam memperkuat strategi bisnis melalui inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi.

    “Penghargaan ini menjadi apresiasi bagi seluruh insan Bank Jakarta dalam menghadirkan strategi bisnis dan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah. Kami akan terus memperkuat inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi untuk menghadirkan pengalaman nasabah yang lebih baik sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan,” ujar Agus.

    Penghargaan tersebut juga mencerminkan transformasi Bank Jakarta dalam membangun strategi pemasaran yang tidak hanya berfokus pada penguatan merek, tetapi juga terintegrasi dengan pengembangan produk, layanan digital, serta perluasan ekosistem ekonomi yang inklusif.

    Dipo Nugroho mengatakan, Bank Jakarta akan terus memperkuat sinergi antara strategi bisnis, inovasi produk dan layanan, serta transformasi digital.

    “Ke depan, kami akan terus menghadirkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk melalui penguatan layanan digital serta dukungan kepada pelaku UMKM. Inovasi dan kolaborasi akan terus kami dorong agar Bank Jakarta dapat memberikan nilai tambah dan membuka akses ekonomi yang lebih luas,” ujar Dipo.

    Indonesia Best CMO Awards merupakan ajang apresiasi Warta Ekonomi kepada para pemimpin pemasaran yang dinilai memiliki kepemimpinan visioner, kreativitas, inovasi, serta kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan bisnis.

    Penilaian dilakukan melalui metode desk research dan media monitoring berdasarkan sejumlah indikator, antara lain Business Impact & Growth Performance, Creativity & Strategic Marketing Excellence, Digital Transformation & Customer Centricity, serta Brand Strength & Market Leadership.

    Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, mengatakan penghargaan tersebut turut memperkuat semangat perusahaan untuk terus membangun strategi pemasaran dan komunikasi yang terintegrasi dengan transformasi bisnis.

    “Apresiasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat engagement dengan seluruh stakeholder, sekaligus meningkatkan awareness dan kepercayaan masyarakat terhadap Bank Jakarta,” kata Arie.

    Menurutnya, perubahan teknologi dan perilaku masyarakat menuntut Bank Jakarta untuk terus beradaptasi dalam menghadirkan komunikasi dan pengalaman nasabah yang semakin relevan.

    “Bagi Bank Jakarta, penguatan brand harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas produk dan layanan. Dengan demikian, setiap inisiatif pemasaran tidak hanya memperkuat reputasi perusahaan, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah dan seluruh pemangku kepentingan,” tutup Arie.

  • Kalkulator BNI Bantu Konsumen Hitung Kemampuan Mencicil KPR

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan Kalkulator Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk membantu masyarakat memperkirakan kemampuan pembiayaan sebelum membeli hunian.

    Kehadiran layanan tersebut dirasakan Yohan, salah satu pengunjung Danantara Housing Expo 2026 beberapa waktu lalu. Sebagai masyarakat yang masih awam mengenai perhitungan KPR, ia menilai kalkulator yang tersedia di booth BNI memberikan gambaran awal mengenai rencana pembelian rumah.

    “Buat kami yang awam, Kalkulator KPR di booth BNI cukup membantu kami kasih gambaran untuk merencanakan beli rumah,” ujar Yohan.

    Melalui simulasi tersebut, Yohan mulai memperhitungkan jenis hunian yang sesuai dengan kebutuhannya. Salah satu pertimbangan utama adalah lokasi rumah yang memiliki akses mudah menuju kantor agar mobilitas sehari-hari dapat lebih praktis.

    Untuk saat ini, ia memperkirakan hunian yang menjadi incarannya berada di kisaran harga Rp500 juta. Dengan adanya kalkulator KPR, ia dapat melihat gambaran pembiayaan dan cicilan sebelum menentukan pilihan rumah yang akan dibeli.

    Pengalaman serupa dirasakan Sinta yang mengunjungi Danantara Housing Expo bersama pasangannya. Memasuki tahun ketiga bekerja, ia mulai memikirkan untuk memiliki hunian sendiri dan memanfaatkan pameran tersebut untuk mencari referensi sekaligus memahami kemampuan pembiayaan.

    “Ini tahun ketiga kami kerja, jadi sudah mulai mikirin untuk punya hunian sendiri,” kata Sinta.

    Bagi calon pembeli rumah seperti Yohan dan Sinta, perencanaan pembiayaan menjadi bagian penting sebelum menentukan pilihan hunian. Kalkulator KPR BNI memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melakukan simulasi secara langsung sehingga dapat memperkirakan cicilan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

    Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, keputusan memiliki rumah perlu dipersiapkan secara matang dengan mempertimbangkan kebutuhan hunian sekaligus kemampuan finansial.

    “Memiliki rumah merupakan keputusan besar yang perlu dipersiapkan dengan baik. Melalui kalkulator KPR, masyarakat dapat melakukan simulasi cicilan terlebih dahulu sehingga dapat memilih hunian dan skema pembiayaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan,” ujar Okki.

    Danantara Housing Expo 2026 yang telaj berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di NICE PIK 2. Dalam ajang tersebut, BNI menggandeng ratusan pengembang yang menghadirkan beragam pilihan properti, mulai dari hunian premium dan komersial hingga rumah subsidi.

    BNI memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat berbagai pilihan hunian sekaligus memperoleh gambaran kemampuan pembiayaan melalui Kalkulator KPR dan solusi KPR BNI Griya. Upaya ini menjadi bagian dari peran BNI sebagai BUMN dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah serta membantu masyarakat mempersiapkan kepemilikan rumah.

  • Simpan Uang di Tabungan, Dapatkan Diskon Bunga KPR hingga 1%

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Menyimpan uang di tabungan kini tidak hanya soal menjaga dana tetap likuid. Melalui skema KPR Cermat, nasabah BNI juga berpeluang memperoleh diskon bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga 1% per tahun hanya dengan mengoptimalkan rata-rata saldo harian rekening tabungan.

    Menariknya, dana yang tersimpan di rekening tersebut tidak diblokir dan tetap dapat digunakan untuk kebutuhan transaksi.

    Inovasi tersebut diperkenalkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dalam gelaran Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di NICE PIK 2.

    KPR Cermat merupakan fitur pembiayaan pada BNI Griya untuk hunian non-subsidi yang menghubungkan fasilitas KPR dengan rata-rata saldo harian rekening tabungan nasabah. Semakin besar saldo yang dipertahankan sesuai ketentuan, semakin besar pula peluang nasabah memperoleh diskon suku bunga.

    Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, KPR Cermat dihadirkan untuk memberikan alternatif bagi nasabah dalam mengelola pembiayaan rumah sekaligus mengoptimalkan dana yang tersimpan di rekening.

    “Melalui KPR Cermat, nasabah dapat memperoleh diskon suku bunga dengan menjaga saldo rata-rata harian di rekening tabungan. Dana tersebut tetap tersimpan dan dapat digunakan untuk kebutuhan transaksi, sekaligus memberikan manfaat dalam meringankan beban cicilan KPR sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.

    Saldo 10% dari Sisa Kredit, Bunga KPR Bisa Diskon

    Nasabah dapat memperoleh diskon bunga mulai 0,5% per tahun apabila mempertahankan rata-rata saldo harian tabungan minimal sebesar 10% dari sisa pokok kredit.

    Diskon bunga tersebut dapat meningkat sesuai dengan besaran saldo yang dipertahankan hingga mencapai maksimal 1% per tahun sesuai ketentuan program.

    Salah satu daya tarik KPR Cermat adalah dana pada rekening tabungan yang dihubungkan dengan fasilitas KPR tidak diblokir. Nasabah tetap dapat menggunakannya untuk transaksi serta memperoleh bunga sesuai ketentuan rekening tabungan.

    BNI juga memberikan fleksibilitas dengan memungkinkan nasabah menghubungkan hingga lima rekening tabungan.

    Rekening tersebut dapat berasal dari nasabah sendiri maupun anggota keluarga, termasuk pasangan, orang tua atau anak yang masih tercatat dalam satu Kartu Keluarga, sesuai persyaratan program.

    Dengan demikian, saldo tabungan keluarga yang terhubung dapat dioptimalkan untuk membantu memperoleh manfaat diskon bunga KPR.

    Cek Cicilan Sebelum Pilih Rumah

    BNI juga menghadirkan fasilitas kalkulator KPR di booth selama Danantara Housing Expo 2026.

    Melalui fasilitas tersebut, pengunjung dapat melakukan simulasi cicilan dan melihat berbagai pilihan skema pembiayaan sebelum menentukan hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

    “BNI ingin membantu masyarakat merencanakan kepemilikan rumah secara lebih menyeluruh. Tidak hanya memilih hunian, tetapi juga memahami kemampuan mencicil serta memanfaatkan skema pembiayaan yang sesuai dengan kondisi keuangannya,” kata Okki.

    Ratusan Pengembang dan Beragam Pilihan Hunian

    Dalam Danantara Housing Expo 2026, BNI menggandeng ratusan pengembang yang menawarkan beragam pilihan properti, mulai dari hunian premium, rumah komersial hingga rumah subsidi.

    Pada hari terakhir penyelenggaraan, BNI juga menghadirkan talkshow mengenai solusi pembiayaan hunian dan KPR Cermat bersama GM Marketing PIK2 Agung Sedayu Group Ronny Sutanto, Head Marcomm PIK2 Agung Sedayu Group Alfadella Emmanuela, Home Content Creator @tanjun.house Brian Nathanael, serta Sales & Strategy Execution Division Head BNI Novian Prasetyo.

    Melalui ajang tersebut, masyarakat dapat mengunjungi booth BNI untuk mengeksplorasi berbagai pilihan hunian sekaligus berkonsultasi mengenai fasilitas BNI Griya dan KPR Cermat.

    Kehadiran BNI dalam Danantara Housing Expo 2026 juga menjadi bagian dari dukungan perseroan terhadap Program Tiga Juta Rumah dan upaya memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan.

    Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI akan terus memperkuat kolaborasi dengan pengembang dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan solusi pembiayaan hunian yang lebih mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

  • Perluas Akses KPR, BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo 2026

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE– PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperkuat dukungannya terhadap Program Tiga Juta Rumah dengan menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026. Pameran yang berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di NICE PIK 2 tersebut menghadirkan beragam pilihan hunian, mulai dari rumah subsidi hingga properti komersial dan premium.

    Ajang ini menjadi wadah yang mempertemukan masyarakat dengan BNI, bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Danantara Indonesia, serta pengembang properti dalam satu ekosistem. Masyarakat tidak hanya dapat melihat dan membandingkan berbagai pilihan hunian, tetapi juga memperoleh informasi mengenai fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BNI yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pembiayaan.

    Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan keterlibatan ratusan pengembang mencerminkan pentingnya kolaborasi antara sektor perbankan dan industri properti untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian.

    “Sebagai BUMN yang berada di bawah koordinasi Danantara Indonesia, BNI terus menghadirkan layanan pembiayaan yang semakin mudah diakses masyarakat. Danantara Housing Expo menjadi wadah yang mempertemukan masyarakat dengan beragam pilihan hunian serta solusi pembiayaan dalam satu lokasi, sehingga proses memiliki rumah menjadi lebih mudah dan nyaman,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.

    Hunian Subsidi hingga Properti Premium

    Beragam pengembang nasional ikut ambil bagian dalam pameran tersebut. Di antaranya Ciputra Group, Sinarmas Land Group, Agung Sedayu Group, Agung Podomoro Land, Summarecon Group, Alam Sutera, Modernland, Lippo Group, Metropolitan Land, Sentul City, Natura City Development, dan Pakuwon Group.

    Selain pengembang berskala nasional, BNI juga menggandeng mitra pengembang rumah subsidi dari berbagai wilayah di Indonesia. Kehadiran pengembang dari berbagai segmen tersebut memberikan alternatif yang lebih luas bagi pengunjung, baik masyarakat yang tengah mencari rumah pertama maupun konsumen yang membutuhkan hunian komersial dan premium.

    Dengan pilihan produk yang beragam dalam satu lokasi, masyarakat dapat menyesuaikan pilihan hunian dengan kebutuhan keluarga, lokasi yang diinginkan, serta kemampuan finansial. Pada saat yang sama, kehadiran solusi pembiayaan perbankan di dalam pameran memungkinkan calon konsumen memperoleh informasi lebih awal mengenai skema KPR yang tersedia.

    Okki mengatakan BNI ingin memastikan akses terhadap pembiayaan perumahan dapat menjangkau semakin banyak masyarakat.

    “Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, BNI ingin memperluas akses pembiayaan agar lebih banyak keluarga Indonesia dapat memiliki hunian yang layak dan sesuai dengan kebutuhannya. Kami berharap kolaborasi ini dapat mendukung masyarakat dalam memiliki rumah sekaligus berkontribusi terhadap Program Tiga Juta Rumah,” katanya.

    Perkuat Ekosistem Pembiayaan Properti

    Keterlibatan BNI dalam Danantara Housing Expo 2026 juga menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat hubungan dengan pengembang dan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem perumahan nasional.

    Kolaborasi antara perbankan dan pengembang dinilai menjadi salah satu elemen penting dalam memperluas akses kepemilikan rumah. Pengembang menyediakan pasokan hunian, sementara sektor perbankan berperan menyediakan solusi pembiayaan bagi masyarakat sesuai dengan segmen dan kebutuhannya.

    Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BNI akan terus memperkuat pembiayaan sektor perumahan untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri properti yang memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor ekonomi lainnya.

  • IBMA Resmi Berdiri, Indonesia Perkuat Ambisi Jadi Bullion Hub Asia Tenggara

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Setahun setelah pemerintah meluncurkan kegiatan usaha bullion atau Bank Emas, ekosistem emas nasional memasuki babak baru. Fondasi yang mulai terbentuk melalui layanan bullion perbankan dan lembaga keuangan kini diperkuat dengan kehadiran Indonesia Bullion Market Association (IBMA).

    Pembentukan IBMA menjadi langkah strategis untuk mempercepat pendalaman pasar bullion nasional sekaligus mempertemukan berbagai pelaku industri emas dalam satu ekosistem yang lebih terintegrasi, mulai dari sektor pertambangan, pengolahan dan manufaktur, perdagangan bullion, lembaga pembiayaan, hingga bank bullion.

    Dalam satu tahun pertama penyelenggaraan kegiatan usaha bullion, bullion bank di Indonesia telah mengelola sekitar 177 ton emas, terdiri dari sekitar 153 ton emas yang dikelola Pegadaian dan 24 ton emas yang dikelola Bank Syariah Indonesia (BSI).

    Capaian tersebut mendapat apresiasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI, 14 Agustus 2026. Presiden menilai Bank Emas merupakan salah satu terobosan strategis untuk mengamankan aset nasional, memperkuat sistem keuangan, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

    Kini, momentum tersebut diperluas melalui pembentukan IBMA yang diharapkan menjadi wadah kolaborasi industri sekaligus katalisator pengembangan pasar bullion Indonesia.

    Fondasi Menuju Pasar yang Lebih Dalam

    Kehadiran IBMA menandai perubahan fokus industri bullion. Jika tahap awal lebih banyak diarahkan pada pembentukan fondasi regulasi dan kelembagaan, fase berikutnya adalah membangun pasar yang semakin likuid, efisien, transparan, dan terintegrasi.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembentukan IBMA menjadi fase baru dalam pengembangan industri bullion Indonesia.

    Menurutnya, Indonesia memiliki potensi emas yang besar. Tantangan berikutnya bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi memastikan emas yang dihasilkan dapat dikelola di dalam negeri sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.

    “Indonesia memiliki potensi emas yang besar. Tantangan kita bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi memastikan emas tersebut dikelola di dalam negeri sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. IBMA diharapkan menjadi katalis yang memperkuat kolaborasi industri sekaligus meningkatkan daya saing pasar bullion Indonesia,” ujar Airlangga.

    Dengan terbentuknya asosiasi ini, rantai nilai emas nasional diharapkan semakin terhubung. Produksi emas dari sektor hulu dapat terkoneksi dengan industri pengolahan dan manufaktur, perdagangan bullion, layanan keuangan, hingga kebutuhan investasi masyarakat.

    Menghubungkan Industri dari Hulu hingga Hilir

    IBMA tidak hanya beranggotakan pelaku jasa keuangan. Keanggotaannya mencakup berbagai sektor dalam ekosistem bullion, mulai dari perusahaan pertambangan emas, perusahaan pengolahan dan manufaktur emas dan perak, bullion dealer, perusahaan pembiayaan dan lembaga keuangan nonbank, hingga bank bullion.

    Sejumlah perusahaan yang telah bergabung antara lain PT Pegadaian, Bank Syariah Indonesia, PT Hartadinata Abadi Tbk, UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk, Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, PT Central Mega Kencana, PT Sentral Kreasi Kencana, dan PT Laku Emas Indonesia.

    IBMA dipimpin Selfie Dewiyanti sebagai Ketua Umum dan Anton Sukarna sebagai Sekretaris Jenderal.

    Komposisi lintas industri tersebut mencerminkan arah yang ingin dibangun IBMA: bukan sekadar menjadi wadah organisasi, melainkan platform kolaborasi yang mempertemukan kepentingan berbagai mata rantai industri bullion.

    Dengan ekosistem yang lebih terintegrasi, pengembangan produk berbasis emas juga diharapkan semakin beragam, sementara proses hilirisasi dapat berlangsung lebih cepat.

    Memperkuat Peran Bank Bullion

    Dalam ekosistem baru ini, keberadaan bank bullion menjadi salah satu elemen penting. Layanan berbasis emas tidak lagi terbatas pada aktivitas perdagangan fisik, tetapi dapat berkembang ke berbagai produk keuangan seperti tabungan emas, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas.

    IBMA diharapkan memperkuat konektivitas antarpelaku sehingga tercipta pasar yang lebih dalam atau deeper market, dengan tingkat likuiditas yang semakin baik.

    Pasar yang lebih dalam pada akhirnya dapat memberikan manfaat lebih luas. Efisiensi industri dapat meningkat, pembiayaan terhadap sektor riil dapat diperkuat, sementara peluang partisipasi investor domestik maupun internasional juga semakin terbuka.

    Dari Produsen Emas Menjadi Bullion Hub

    Ketua Umum IBMA Selfie Dewiyanti mengatakan asosiasi tersebut ditargetkan menjadi akselerator dalam membangun perdagangan dan jasa bullion nasional yang transparan serta memiliki daya saing global.

    Menurutnya, Indonesia memiliki peluang untuk bergerak lebih jauh dari sekadar negara produsen emas.

    “Kehadiran IBMA diharapkan menjadi platform utama bagi seluruh pelaku industri untuk membangun pasar bullion Indonesia yang kredibel, kompetitif, dan berstandar internasional. Dengan ekosistem yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara penghasil emas, tetapi juga berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa bullion di kawasan yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap investasi, pendalaman pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Selfie.

    Target tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat hilirisasi dan transformasi ekonomi nasional. Pengembangan industri bullion diarahkan tidak hanya melalui peningkatan kapasitas pengolahan emas, tetapi juga melalui penguatan jasa keuangan, penyempurnaan regulasi, insentif fiskal, serta harmonisasi standar industri dengan praktik internasional.

    Potensi Besar di Tengah Meningkatnya Permintaan Emas

    Potensi tersebut semakin relevan ketika melihat posisi Indonesia sebagai salah satu negara produsen emas dunia.

    Data World Gold Council yang dikutip dalam materi IBMA menunjukkan produksi emas Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 104 ton, menempatkan Indonesia di posisi 10 dunia.

    Pada saat yang sama, investasi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan permintaan emas. Kepemilikan emas melalui ETF emas global memasuki tahun kedua terkuat sepanjang sejarah, sementara pembelian emas batangan dan koin mencapai level tertinggi dalam 12 tahun terakhir.

    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa emas bukan hanya komoditas hasil tambang, tetapi juga memiliki peran yang semakin penting dalam sistem keuangan dan investasi global.

    Bagi Indonesia, tantangannya adalah bagaimana menangkap peluang tersebut agar nilai ekonomi emas dapat lebih banyak tercipta di dalam negeri.

    Menjadikan Emas Bagian dari Sistem Keuangan Nasional

    Melalui penguatan ekosistem bullion yang terintegrasi, anggota IBMA berkomitmen mengoptimalkan potensi emas nasional untuk mendukung stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

    Pengembangan produk bullion, sinergi dengan sektor keuangan syariah, kemudahan berusaha, serta peningkatan literasi masyarakat akan menjadi bagian dari agenda pengembangan ekosistem.

    Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas basis investor sekaligus meningkatkan pemanfaatan emas dalam sistem keuangan nasional.

    Pada akhirnya, pembentukan IBMA bukan hanya tentang membangun sebuah organisasi baru. Lebih dari itu, kehadirannya menandai upaya menyatukan mata rantai industri emas Indonesia yang selama ini tersebar di berbagai sektor.

    Jika kolaborasi tersebut berjalan konsisten, emas Indonesia tidak lagi berhenti sebagai komoditas yang ditambang dan diperdagangkan. Emas dapat berkembang menjadi bagian dari sistem keuangan, sumber pembiayaan, instrumen investasi, sekaligus penggerak hilirisasi.

    Dari sinilah ambisi Indonesia untuk berkembang menjadi bullion hub di Asia Tenggara mulai mendapatkan fondasi yang lebih kuat—dengan pasar yang semakin dalam, industri yang semakin terintegrasi, dan nilai tambah yang semakin banyak tercipta di dalam negeri.

  • JakOne Mobile Bawa Bank Jakarta Raih Digital Excellence Awards 2026

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Transformasi digital terus menjadi faktor utama yang menentukan daya saing industri perbankan. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang serba cepat, praktis, dan aman, inovasi digital menjadi strategi penting bagi perbankan untuk menjaga relevansi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah.

    Komitmen tersebut kembali dibuktikan Bank Jakarta dengan meraih penghargaan Top Digital Application Regional Banking – JakOne Mobile by Bank Jakarta dalam ajang JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (30/7).

    Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi Bank Jakarta dalam mengembangkan layanan perbankan digital melalui aplikasi JakOne Mobile.

    Pengakuan tersebut semakin memperkuat posisi JakOne Mobile sebagai salah satu platform digital andalan Bank Jakarta yang terus dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman transaksi yang mudah, aman, dan nyaman. Inovasi digital yang dilakukan juga menjadi bagian dari dukungan Bank Jakarta terhadap terwujudnya Jakarta sebagai kota global yang ditopang ekosistem digital yang semakin kuat.

    Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, mengatakan transformasi digital merupakan salah satu agenda strategis perusahaan dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus meningkatkan daya saing di industri perbankan.

    “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya transformasi digital yang kami jalankan berada pada jalur yang tepat. Ke depan, Bank Jakarta akan terus menghadirkan inovasi layanan digital yang memberikan kemudahan, keamanan, dan nilai tambah bagi nasabah, sekaligus mendukung percepatan ekonomi digital dan pengembangan Jakarta sebagai kota global,” ujar Agus.

    Menurutnya, pengembangan layanan digital tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga membangun pengalaman perbankan yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

    Senada dengan itu, Direktur Teknologi & Operasional Bank Jakarta, Daniel Setiawan Subianto, menegaskan bahwa pengembangan JakOne Mobile dilakukan secara berkelanjutan dengan menempatkan kebutuhan nasabah sebagai prioritas utama.

    Ia menjelaskan, inovasi yang dilakukan tidak sebatas menghadirkan fitur-fitur baru, tetapi juga difokuskan pada peningkatan kualitas pengalaman pengguna, keandalan sistem, serta penguatan keamanan transaksi digital.

    “Melalui pemanfaatan teknologi, Bank Jakarta akan terus menghadirkan layanan perbankan digital yang cepat, mudah, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Daniel.

    Selain penghargaan di bidang transformasi digital, Bank Jakarta juga memperoleh apresiasi dalam bidang komunikasi korporasi melalui penghargaan Indonesia Public Relations Top Leader Award 2025 dari Warta Ekonomi. Penghargaan tersebut diberikan atas implementasi komunikasi perusahaan yang transparan, kredibel, dan konsisten dalam mendukung penguatan reputasi perusahaan, keterbukaan informasi, serta hubungan yang baik dengan para pemangku kepentingan.

    Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima dan menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

    “Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Bank Jakarta untuk terus berinovasi, memperluas kolaborasi, serta menghadirkan layanan yang memberikan manfaat nyata bagi nasabah maupun seluruh pemangku kepentingan,” tutup Arie.

  • Menenun Asa, 21 Tahun SMF Menjaga Jangkar Likuiditas Rumah Anak Bangsa

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Bagi sebagian besar orang, rumah bukan sekadar tumpukan batu bata dan semen. Ia adalah episentrum dari segala cerita; tempat anak-anak tumbuh, dan tempat sebuah keluarga merajut mimpi masa depan. Namun, di tengah volatilitas ekonomi global dan dinamika pasar keuangan yang bergerak cepat, impian memiliki hunian yang layak sering kali terbentur oleh dinding tebal bernama pembiayaan.

    Di sinilah PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF hadir sebagai jembatan tak terlihat namun kokoh. Tepat pada bulan Juli 2026, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan ini genap menginjak usia 21 tahun. Dua puluh satu tahun bukan sekadar angka kematangan, melainkan bukti konsistensi sebuah institusi dalam menjaga urat nadi likuiditas perumahan nasional tetap berdenyut sehat.

    Jembatan Dua Sisi Komitmen

    Menatap perjalanan panjang itu, Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, merefleksikan peran penting perusahaan yang dipimpinnya. Karakteristik sektor perumahan menuntut napas pendanaan yang panjang. Sementara itu, sumber dana yang dimiliki oleh lembaga keuangan konvensional mayoritas berjangka pendek. Ketidaksesuaian durasi inilah yang berisiko menyumbat aliran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi masyarakat.

    “SMF terus berupaya memastikan tersedianya likuiditas jangka panjang bagi lembaga keuangan penyalur pembiayaan perumahan, karena pembiayaan perumahan memiliki karakteristik jangka panjang, sementara sumber pendanaan lembaga keuangan pada umumnya berjangka lebih pendek,” ujar Ananta dengan nada optimis dalam konferensi pers Kinerja Semester I/2026 PT SMF (Persero) di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

    Konferensi pers Kinerja Semester I/2026 PT SMF (Persero) di Jakarta, Rabu (22/7/2026). foto: SMF

    Hingga pertengahan tahun 2026, komitmen itu mewujud dalam angka yang masif. SMF sukses membukukan akumulasi penyaluran pembiayaan sebesar Rp141,61 triliun, dengan pasokan khusus sepanjang Semester I 2026 mencapai Rp14,09 triliun. Tidak hanya itu, lewat fungsi liquidity provider, SMF telah memfasilitasi 17 transaksi sekuritisasi aset kredit rumah senilai Rp14,21 triliun. Angka-angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan representasi dari ratusan ribu keluarga Indonesia yang akhirnya bisa tersenyum di bawah atap rumah mereka sendiri.

    Bertahan di Tengah Badai Ketidakpastian

    Perjalanan menuju usia 21 tahun tentu tidak dilewati di atas jalan yang selalu mulus. Saat ini, awan ketidakpastian makroekonomi sedang membayangi. Nilai tukar rupiah yang tertekan menuntut respons moneter yang ketat.

    Chief Economist SMF, Martin D. Siyaranamual, memberikan pandangan helikopter mengenai situasi pasar saat ini. Di tengah volatilitas pasar keuangan, Martin memproyeksikan adanya tantangan dari sisi biaya dana (cost of fund) akibat penyesuaian suku bunga acuan (BI Rate) demi menjaga stabilitas rupiah.

    “Dampaknya ke industri jasa keuangan, cost of fund akan ikut naik sebab kiblatnya adalah surat utang negara. Ini menjadi tantangan tersendiri,” urai Martin, pada kesempatan yang sama.

    Kondisi ketidakpastian ekonomi ini, menurutnya, kerap membuat masyarakat—terutama generasi muda—memilih menunda pembelian properti jangka panjang. Namun, Martin menegaskan bahwa tekanan ini tidak bersifat fundamental. Potensi bisnis perumahan tetap terbuka lebar, asalkan ekosistem pembiayaan nasional memiliki bantalan likuiditas yang kuat untuk mencegah terjadinya maturity mismatch yang bisa mengguncang stabilitas perekonomian. Di sinilah peran SMF menjadi jangkar penyelamat.

    Tiga Pilar Strategi Menyambut Hari Esok

    Menghadapi tantangan ekonomi tersebut, SMF tidak memilih untuk mundur. Sebaliknya, perusahaan mempertebal daya tahan dengan mengandalkan struktur keuangan yang sehat—terbukti dari total aset yang tumbuh menjadi Rp68,29 triliun dan rasio KPR bermasalah (NPL) net yang bertahan di angka impresif 0,00%.

    Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF, Bonai Subiakto, mengatakan bahwa kondisi keuangan yang sehat menjadi fondasi penting bagi Perseroan untuk menjalankan mandat secara berkelanjutan.

    “Pelaksanaan mandat sebagai penyedia likuiditas dan alat fiskal harus ditopang oleh struktur keuangan yang sehat, sumber pendanaan yang terdiversifikasi, serta pengelolaan risiko yang disiplin. Kami terus menjaga keseimbangan antara ekspansi penyaluran, kecukupan likuiditas, kualitas aset, dan kemampuan Perseroan dalam memenuhi seluruh kewajiban keuangan secara tepat waktu,” ujar Bonai.

    Perseroan membukukan return on equity sebesar 3,18%, debt-to-equity ratio sebesar 1,75 kali, serta profit margin sebesar 22,89%. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan SMF dalam menjaga keseimbangan antara pelaksanaan mandat pembangunan dan penerapan prinsip kehati-hatian.

    Kepercayaan terhadap kondisi keuangan dan peran strategis SMF juga tercermin dari peringkat kredit Perseroan. Di tengah tantangan ekonomi dan dinamika global, pada bulan April 2026 SMF berhasil mempertahankan rating internasional BBB dengan outlook stable dari S&P Global.

    Dari sisi rating domestik, SMF juga berhasil menjaga rating idAAA dari Pefindo dan AAA dari Fitch Ratings. Di sisi aspek tata kelola, penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau GCG SMF memperoleh predikat “Sangat Baik” berdasarkan penilaian BPKP.

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis SMF, Heliantopo, menjabarkan bahwa langkah maju SMF ke depan akan ditopang oleh tiga fokus strategi utama yang saling mengunci dan melengkapi.

    “Strategi bisnis SMF diarahkan pada tiga fokus utama. Pertama, mendukung program Pemerintah melalui penyediaan likuiditas untuk porsi 25% KPR Subsidi FLPP,” kata Heliantopo menerangkan. Sebagai alat fiskal, pendanaan pendamping FLPP ini menggunakan skema blended finance yang berhasil mengoptimalkan Penyertaan Modal Negara (PMN) menjadi total penyaluran Rp36,77 triliun bagi 962.650 unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah.

    “Kedua, memperkuat kapasitas lembaga penyalur kredit perumahan melalui penyediaan pembiayaan. Ketiga, mendorong asset recycling melalui sekuritisasi, baik dengan skema true sale maupun non-true sale,” tambah Heliantopo.

    Melalui daur ulang aset ini, bank-bank penyalur KPR dapat menyulap portofolio kredit mereka menjadi likuiditas baru, yang kemudian bisa digulirkan kembali untuk membiayai KPR masyarakat berikutnya.

    Menabalkan Harapan 

    Investasi di sektor perumahan terbukti membawa efek rembesan ekonomi yang luar biasa bagi bangsa. Setiap Rp1 triliun dana yang bergulir di sektor ini diperkirakan mampu mendongkrak Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp1,83 triliun serta menghidupkan multiplier effect pada sedikitnya 185 sektor ekonomi lainnya—mulai dari industri semen, bahan bangunan, hingga warung-warung kecil di sekitar lokasi pembangunan.

    Dua puluh satu tahun telah berlalu sejak SMF pertama kali didirikan pada tahun 2005. Di usia yang makin matang ini, SMF berjanji untuk tidak berhenti bertransformasi menjadi institusi yang adaptif dan inklusif.

    “Usia 21 tahun menjadi momentum bagi SMF untuk semakin memperkuat kontribusi,” pungkas Ananta Wiyogo menutup penjelasannya pada awak media.

    “Kami akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah, regulator, perbankan, pasar modal, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem pembiayaan perumahan yang lebih inklusif dan berkelanjutan”.

    Karena pada akhirnya, setiap kerja keras merajut likuiditas di pasar keuangan sekunder bermuara pada satu tujuan mulia yang sederhana: memastikan setiap rakyat Indonesia memiliki tempat yang aman dan hangat untuk pulang.

     

  • Bank Jakarta Perkenalkan Konsep Future Branch, KCP Kebayoran Park Jadi Prototipe Pertama

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Bank Jakarta resmi memperkenalkan wajah baru layanan perbankannya melalui peresmian New Look Branch di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kebayoran Park, Senin (20/7/2026). Kehadiran kantor cabang generasi baru ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam menghadirkan layanan yang lebih modern, nyaman, dan berpusat pada pengalaman nasabah.

    Peresmian KCP Kebayoran Park dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati, Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat, Komisaris Utama Bank Jakarta Anang Basuki, Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo, Direktur Teknologi dan Operasional Bank Jakarta Daniel Setiawan Subianto, serta pemilik Kebayoran Park Mall & Hotel Tety Kurniawaty Wijaya dan Sony Kusumo.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan apresiasi atas langkah transformasi yang dilakukan Bank Jakarta. Menurutnya, modernisasi jaringan kantor tersebut menunjukkan komitmen Bank Jakarta sebagai bank pembangunan daerah yang terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.

    Bank Jakarta resmi memperkenalkan wajah baru layanan perbankannya melalui peresmian New Look Branch di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kebayoran Park, Senin (20/7/2026).

    “Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami menyambut baik kehadiran New Look Bank Jakarta KCP Kebayoran Park sebagai bukti komitmen Bank Jakarta untuk terus bertransformasi. Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jakarta memiliki peran strategis tidak hanya dalam menyediakan layanan keuangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha, memperluas akses pembiayaan, dan mendukung transformasi ekonomi Jakarta,” ujar Rano.

    Ia juga berharap Bank Jakarta terus memperluas jangkauan layanan, termasuk menghadirkan fasilitas perbankan di kawasan rumah susun sehingga akses masyarakat terhadap layanan keuangan semakin mudah dan merata.

    Mengusung konsep Modern, Accessible, Connected, KCP Kebayoran Park dirancang sebagai ruang layanan yang lebih terbuka, nyaman, dan kolaboratif. Konsep tersebut turut diperkuat melalui implementasi identitas baru Bank Jakarta, mulai dari desain interior hingga penggunaan seragam baru bagi petugas layanan sebagai representasi budaya pelayanan yang lebih modern.

    Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan tidak hanya sebatas pembaruan fisik kantor cabang, melainkan perubahan menyeluruh terhadap cara perusahaan melayani nasabah.

    Hari ini kami tidak sekadar meresmikan sebuah kantor cabang baru. Yang berubah bukan hanya tampilannya, tetapi juga cara kami memberikan pelayanan. Transformasi sebuah bank tidak cukup diwujudkan melalui teknologi atau bangunan yang modern, melainkan ketika masyarakat benar-benar merasakan layanan yang lebih mudah, cepat, nyaman, dan lebih manusiawi,” kata Agus.

    Menurutnya, kehadiran kantor cabang tetap memiliki peran penting di tengah pesatnya digitalisasi layanan keuangan. Kepercayaan nasabah, kata Agus, tetap dibangun melalui interaksi langsung, sehingga masa depan perbankan bukan memilih antara layanan digital atau kantor cabang, melainkan mengintegrasikan keduanya dalam pengalaman layanan yang lebih baik.

    Agus menjelaskan, KCP Kebayoran Park merupakan prototipe pertama future branch Bank Jakarta yang akan menjadi model transformasi jaringan kantor di masa mendatang. Selain menghadirkan desain ruang yang lebih modern, cabang ini juga mengusung proses layanan yang lebih sederhana, terdigitalisasi, dan didukung budaya pelayanan yang semakin profesional serta berorientasi pada kebutuhan nasabah.

    “Kami tidak sedang membangun kantor cabang yang sekadar lebih menarik secara visual, tetapi cabang yang lebih relevan dengan gaya hidup masyarakat Jakarta saat ini. Model layanan ini akan menjadi acuan transformasi kantor-kantor Bank Jakarta lainnya agar seluruh nasabah memperoleh pengalaman yang modern, cepat, nyaman, dan konsisten,” ujarnya.

    Perwakilan Manajemen Kebayoran Park Mall, Tety Kurniawaty Wijaya, menyambut baik kehadiran Bank Jakarta di kawasan tersebut. Menurutnya, keberadaan KCP Kebayoran Park melengkapi fasilitas publik yang telah tersedia sekaligus memberikan kemudahan akses layanan perbankan bagi masyarakat, tenant, dan pengunjung.

    Kami mengapresiasi kepercayaan Bank Jakarta untuk membuka kantor cabang di Kebayoran Park. Semoga kehadirannya memberikan manfaat yang lebih luas serta meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan,” katanya.

    Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi mengatakan pengembangan konsep New Look Branch merupakan bagian dari implementasi identitas baru perusahaan yang dilakukan secara bertahap di seluruh jaringan kantor.

    Menurutnya, pembaruan tersebut tidak hanya menghadirkan desain yang lebih modern dan representatif, tetapi juga mencerminkan semangat transformasi Bank Jakarta sebagai institusi keuangan yang adaptif, inovatif, dan siap menjawab perubahan kebutuhan masyarakat serta dinamika industri perbankan.

    Melalui transformasi jaringan kantor ini, Bank Jakarta berharap mampu menghadirkan pengalaman layanan yang lebih modern, personal, dan efisien, sekaligus memperkuat perannya sebagai bank pembangunan daerah yang terus mendukung pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

  • Kantor Baru BP Tapera Resmi Beroperasi, Penyaluran FLPP Tembus 101.978 Unit Rumah

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) resmi menempati kantor baru di Gedung Graha Mandiri Lantai 5, Jalan Imam Bonjol No. 61, Jakarta Pusat. Peresmian kantor tersebut dilakukan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan BP Tapera dalam mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah melalui penyaluran pembiayaan perumahan yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

    Dalam sambutannya, Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi atas hadirnya kantor baru BP Tapera yang diharapkan menjadi tonggak peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat dan seluruh mitra kerja.

    “Saya mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran BP Tapera atas diresmikannya kantor baru ini. Semoga momentum ini menjadi semangat baru untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Maruarar.

    Menurutnya, BP Tapera memegang peran strategis dalam mengelola dan menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebagai salah satu instrumen utama pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    BP Tapera resmi menempati kantor baru di Gedung Graha Mandiri Lantai 5, Jalan Imam Bonjol No. 61, Jakarta Pusat.

    “Saya berharap BP Tapera semakin kredibel sebagai lembaga pengelola dana FLPP. Dengan tata kelola yang baik, transparan, akuntabel, serta kolaborasi yang semakin erat dengan seluruh pemangku kepentingan, BP Tapera akan semakin dipercaya masyarakat dan mampu mempercepat terwujudnya hunian layak dan terjangkau bagi MBR di seluruh Indonesia,” tambahnya.

    Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menegaskan bahwa perpindahan kantor bukan sekadar perubahan lokasi operasional, tetapi menjadi bagian dari transformasi organisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah, perbankan, dan para pengembang.

    “Kantor baru ini menjadi simbol komitmen kami untuk terus menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan responsif. Kami ingin memastikan proses penyaluran pembiayaan perumahan berjalan semakin efektif sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Heru.

    Sejalan dengan penguatan kelembagaan tersebut, BP Tapera terus mempercepat realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP. Hingga 15 Juli 2026, program ini telah membiayai 101.978 unit rumah dengan nilai mencapai Rp12,67 triliun. Selain itu, sebanyak 25.599 unit rumah masih berada dalam berbagai tahapan proses, mulai dari pembangunan, rumah siap akad, persetujuan kredit, hingga akad kredit yang belum dilakukan pencairan.

    Heru menilai capaian tersebut menunjukkan kolaborasi yang semakin solid antara pemerintah, BP Tapera, bank penyalur, dan para pengembang dalam memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap rumah pertama.

    “Kami optimistis target penyaluran FLPP tahun 2026 dapat tercapai melalui penguatan kerja sama dengan seluruh bank penyalur dan pengembang. Yang terpenting adalah semakin banyak keluarga Indonesia yang dapat memiliki rumah pertama dengan skema pembiayaan yang terjangkau,” ujarnya.

    Sebagai bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah, BP Tapera bersama Kementerian PKP dan para pemangku kepentingan juga tengah menyiapkan pelaksanaan Akad Massal dan Serah Terima Kunci sekitar 62.000 unit KPR Sejahtera FLPP yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026 di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

    Kegiatan tersebut akan melibatkan sekitar 200 debitur yang hadir langsung di lokasi, serta sekitar 61.800 debitur secara daring dari 36 provinsi, dengan dukungan 43 bank penyalur KPR Sejahtera FLPP di seluruh Indonesia.

    Agenda tersebut melanjutkan keberhasilan pelaksanaan akad massal pada September dan Desember 2025 yang diselenggarakan di Cileungsi, Bogor, dan Serang serta dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

    Melalui penyelenggaraan akad massal tersebut, BP Tapera berharap percepatan penyaluran pembiayaan perumahan tidak hanya tercermin dari peningkatan jumlah rumah yang dibiayai, tetapi juga menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah, perbankan, asosiasi pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyediakan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

    Ke depan, BP Tapera menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas kolaborasi dengan seluruh mitra strategis guna mendukung keberhasilan Program 3 Juta Rumah sekaligus mempercepat terwujudnya akses kepemilikan rumah yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

Back to top button