Finansial

  • Intiland Bidik Marketing Sales Rp1,95 Triliun, Fokus Perumahan dan Kawasan Industri.

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – PT Intiland Development Tbk (Intiland) memperoleh persetujuan pemegang saham atas seluruh agenda yang diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan di Intiland Tower, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

    RUPS yang dihadiri pemegang saham, Dewan Komisaris, dan Direksi Perseroan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan, penetapan penggunaan laba bersih, penunjukan akuntan publik independen, hingga penetapan remunerasi manajemen.

    Sekretaris Perusahaan Intiland, Theresia Rustandi, mengatakan persetujuan penuh dari para pemegang saham menjadi bukti kepercayaan terhadap kinerja perusahaan serta komitmen manajemen dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika industri properti.

    Menurutnya, dukungan tersebut sekaligus memperkuat langkah Perseroan dalam menjalankan strategi bisnis yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

    “Setiap kebijakan dan langkah strategis yang dijalankan Perseroan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian, pengelolaan risiko yang terukur, serta keberlanjutan pertumbuhan usaha,” ujar Theresia.

    Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025. Dari total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp64,26 miliar, Perseroan menetapkan Rp2 miliar sebagai dana cadangan wajib, sementara sisanya sebesar Rp62,26 miliar dibukukan sebagai saldo laba untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan. Dengan keputusan tersebut, Perseroan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025.

    Selain itu, RUPS memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik Independen yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2026.

    Direktur Utama Intiland, Archied Noto Pradono, mengungkapkan bahwa fokus utama perusahaan pada tahun ini masih diarahkan pada penguatan fundamental bisnis melalui strategi deleveraging atau penurunan utang.

    Sepanjang 2025, Intiland berhasil menurunkan total liabilitas berbunga sebesar 25 persen menjadi Rp3,08 triliun dari posisi Rp4,11 triliun pada tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut diperoleh melalui berbagai langkah strategis, termasuk restrukturisasi pinjaman, percepatan pelunasan utang, pelepasan aset non-inti, serta pelunasan sukuk yang jatuh tempo.

    “Pengurangan utang menjadi salah satu pencapaian penting yang memberikan ruang lebih besar bagi Perseroan untuk menjaga kesehatan keuangan sekaligus meningkatkan fleksibilitas dalam menangkap peluang bisnis di masa mendatang,” kata Archied.

    Menghadapi tantangan pasar properti yang masih bergerak selektif, Perseroan memilih pendekatan konservatif dengan mengoptimalkan proyek-proyek yang telah berjalan. Pengembangan proyek baru tetap dipersiapkan, namun dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi pasar, daya serap konsumen, dan kesiapan produk.

    Pada kuartal I 2026, Intiland membukukan pendapatan usaha sebesar Rp619,8 miliar. Kontributor terbesar berasal dari pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp232,6 miliar atau 37,5 persen dari total pendapatan, disusul segmen kawasan industri sebesar Rp227,4 miliar, perumahan Rp121,9 miliar, dan hunian vertikal Rp37,9 miliar.

    Perseroan optimistis peluang pertumbuhan tetap terbuka, terutama pada segmen perumahan dan kawasan industri yang masih menunjukkan permintaan cukup kuat. Untuk itu, Intiland menargetkan marketing sales sebesar Rp1,95 triliun pada 2026, meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,61 triliun.

    Sejumlah agenda pengembangan juga tengah dipersiapkan perusahaan, antara lain pengembangan kawasan industri baru di Jawa Timur serta peluncuran Tower E proyek apartemen SQ Res pada semester kedua tahun ini.

    Archied menegaskan bahwa strategi perusahaan ke depan akan difokuskan pada optimalisasi proyek berjalan, percepatan penjualan stok siap huni, penguatan segmen perumahan dan kawasan industri, serta pengembangan program pemasaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

    “Kami melihat peluang pertumbuhan masih tersedia pada segmen yang memiliki kebutuhan riil dan daya serap yang kuat. Karena itu, seluruh strategi bisnis dan pemasaran dijalankan secara terukur agar target kinerja dapat tercapai tanpa mengabaikan kesehatan fundamental perusahaan,” tutup Archied.

  • Bank Jakarta Raih Gold Regulatory Compliance Award 2026

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Komitmen Bank Jakarta dalam memperkuat tata kelola perusahaan dan kepatuhan terhadap regulasi kembali memperoleh pengakuan nasional. Bank Jakarta berhasil meraih penghargaan Gold Regulatory Compliance dalam ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 yang diselenggarakan oleh Hukumonline di Jakarta, Kamis (22/5/2026).

    Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu menjadikan kepatuhan hukum dan tata kelola sebagai bagian integral dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan.

    Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima dan menilai pencapaian tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat standar tata kelola dan kepatuhan di sektor perbankan.

    “Penghargaan ini menjadi apresiasi berharga atas konsistensi kami dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, termasuk kepatuhan terhadap seluruh regulasi perbankan. Kepatuhan merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis dan meningkatkan kepercayaan publik,” ujar Ateng dalam keterangan tertulisnya.

    Menurutnya, penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) menjadi landasan penting dalam operasional Bank Jakarta di tengah dinamika industri jasa keuangan yang semakin kompleks dan kompetitif.

    Ia menambahkan, penguatan fungsi kepatuhan tidak hanya dilakukan dari sisi pemenuhan regulasi, tetapi juga melalui peningkatan sistem pengawasan internal, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung efektivitas monitoring kepatuhan.

    Ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards sendiri merupakan penghargaan yang menggunakan metode penilaian berbasis self-assessment dengan metodologi terstruktur. Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari evaluasi dan monitoring kepatuhan, sosialisasi regulasi kepada internal perusahaan, inovasi teknologi pendukung kepatuhan, hingga strategi pengembangan SDM.

    Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, mengatakan penghargaan tersebut semakin memperkuat posisi Bank Jakarta sebagai institusi perbankan yang terus bertransformasi menuju tata kelola yang lebih profesional dan berdaya saing tinggi.

    “Dengan penerapan GCG secara konsisten, kami optimistis dapat menjaga kinerja perusahaan tetap sehat, meningkatkan kepercayaan seluruh pemangku kepentingan, serta memperkuat daya saing Bank Jakarta di industri perbankan nasional,” ujar Arie.

    Pencapaian ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan Bank Jakarta dalam memperkuat kredibilitas institusi di tengah meningkatnya tuntutan tata kelola, transparansi, dan kepatuhan di sektor jasa keuangan nasional.

  • Program KEJAR Bank Jakarta–OJK Disambut Antusias, Pelajar Mulai Sadar Pentingnya Literasi Keuangan

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE — Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) 2026 yang digelar Bank Jakarta bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendapat respons positif dari para siswa SMAN 28 Jakarta. Program edukasi keuangan tersebut dinilai mampu meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pentingnya menabung dan pengelolaan keuangan sejak usia sekolah.

    Siswi kelas XI SMAN 28 Jakarta, Zahwa Azalea Reza, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti kegiatan kick off KEJAR DKI Jakarta yang berlangsung pada Selasa (19/5). Menurutnya, program tersebut memberikan wawasan baru mengenai cara mengatur keuangan secara lebih bijak dan disiplin.

    “Program ini sangat bermanfaat karena membuat kami lebih memahami pentingnya menabung dan mengelola uang sejak sekarang. Kami jadi belajar lebih disiplin dalam menggunakan uang,” ujar Zahwa.

    Ia menambahkan, selama ini dirinya menganggap menabung hanya sebatas menyimpan uang di bank. Namun melalui program KEJAR, para pelajar mendapat pemahaman lebih luas mengenai layanan dan manfaat perbankan yang dapat dimanfaatkan sejak dini.

    “Sekarang saya jadi tahu kalau bank juga punya banyak program untuk pelajar, bukan hanya tempat menyimpan uang saja,” katanya.

    Hal serupa disampaikan siswa kelas XI SMAN 28 Jakarta, Musthafa Ahmad Hermana. Ia menilai program KEJAR menjadi pengalaman edukatif yang dikemas secara interaktif sehingga mudah dipahami oleh kalangan pelajar.

    “Menurut saya kegiatan ini sangat bagus karena mengajarkan bagaimana cara mengelola uang dengan baik dan pentingnya memiliki tabungan untuk masa depan,” ujar Musthafa.

    Ia juga mengapresiasi kolaborasi Bank Jakarta dan OJK yang menghadirkan edukasi keuangan langsung ke lingkungan sekolah. Langkah tersebut dinilai dapat membantu siswa mengenal dunia perbankan dan layanan keuangan secara lebih dekat.

    Program KEJAR DKI Jakarta merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan generasi muda melalui sinergi antara pemerintah daerah, industri perbankan, dan regulator jasa keuangan.

    Sebagai bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Jakarta juga berperan dalam penyaluran bantuan sosial sektor pendidikan seperti KJP Plus dan KJMU. Hingga April 2026, Bank Jakarta tercatat mengelola lebih dari 2,4 juta rekening pelajar dengan total simpanan mencapai Rp1,81 triliun yang berasal dari Tabungan Pelajar, SimPEL, dan KJP Plus.

    Atas konsistensinya dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan pelajar, Bank Jakarta sebelumnya meraih penghargaan sebagai implementator terbaik Program KEJAR kategori Bank Pembangunan Daerah pada 2025.

  • Sinergi BSN–REI Perkuat Pembiayaan Syariah, Dorong Akses Hunian Berkelanjutan

    Bandar Lampung — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menjalin kemitraan strategis dengan Realestat Indonesia (REI) untuk memperkuat peran pembiayaan syariah dalam sektor perumahan nasional.
    Kerja sama tersebut ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Bandar Lampung, Selasa (5/5/2026), bertepatan dengan peringatan hari jadi REI ke-54.

    Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperluas akses pembiayaan hunian berbasis syariah yang transparan, inovatif, dan sesuai prinsip syariah.

    Menurutnya, sektor properti memiliki peran strategis sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi syariah nasional.

    “Sinergi ini sejalan dengan kontribusi REI dalam mendorong pengembang menghadirkan hunian berkualitas sekaligus memperluas jangkauan kepemilikan rumah bagi masyarakat,” ujarnya di sela agenda penandatanganan MoU dan puncak perayaan HUT REI.

    Kerja sama tersebut mencakup pengembangan produk pembiayaan perumahan, peningkatan literasi melalui program edukasi bagi pengembang dan masyarakat, serta dukungan terhadap proyek hunian yang terintegrasi dengan sistem keuangan syariah. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat inklusi keuangan sekaligus menjawab kebutuhan hunian layak dan terjangkau.

    Dari sisi kinerja, Bank BSN mencatat pertumbuhan pembiayaan yang signifikan hingga Maret 2026. Penyaluran pembiayaan meningkat 22% menjadi Rp56,5 triliun, dengan total nasabah mencapai lebih dari 1,34 juta di seluruh Indonesia.

    Sebagai bagian dari BTN Group, Bank BSN menargetkan penyaluran KPR subsidi sebanyak 73.700 unit sepanjang 2026, meningkat 34,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk segmen komersial, perseroan menawarkan skema pembiayaan dengan margin kompetitif mulai 2,65% fixed tiga tahun, serta produk inovatif BSN Golden Deal yang menggabungkan kepemilikan rumah dengan investasi emas.

    Alex menambahkan, peran Bank BSN tidak hanya terbatas pada pembiayaan konsumen, tetapi juga mencakup dukungan sejak tahap awal pengembangan proyek, termasuk pembiayaan lahan hingga proses kepemilikan oleh konsumen.

    Dukungan digital turut menjadi bagian penting dalam kolaborasi ini melalui platform Bale Syariah by BSN yang telah mencatatkan volume transaksi Rp2,84 triliun dari 1,2 juta transaksi hingga April 2026. Selain itu, layanan seperti cash management system, payroll, virtual account, hingga QRIS disiapkan untuk meningkatkan efisiensi operasional pengembang anggota REI.

    Melalui kemitraan ini, Bank BSN dan REI menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem hunian yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Ke depan, kolaborasi akan diperluas dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan di sektor properti.

    Ketua Umum REI, Joko Suranto, menyatakan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyaluran pembiayaan kepada anggota REI.

    “Kami berharap sinergi ini dapat mendorong profesionalisme dan efektivitas dalam penyaluran kredit, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengembang dan masyarakat,” ujarnya.

  • Laba Melonjak 216%, DADA Tebar Dividen Rp2 Miliar

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE  Emiten properti PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mencatat lonjakan kinerja signifikan sepanjang tahun buku 2025, dengan laba bersih tumbuh 216,70% secara tahunan menjadi Rp3,51 miliar dari Rp1,11 miliar pada tahun sebelumnya.

    Akselerasi kinerja tersebut mencerminkan penguatan fundamental usaha perseroan, yang ditopang oleh strategi optimalisasi aset serta peningkatan kontribusi dari aktivitas operasional yang lebih produktif.

    Secara kuartalan, kinerja DADA juga menunjukkan tren percepatan. Pada kuartal IV/2025, laba tercatat melonjak 233,86% dibandingkan kuartal sebelumnya, sekaligus meningkat 216,70% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Sejalan dengan capaian tersebut, manajemen memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp2 miliar kepada pemegang saham, sebagai bagian dari komitmen memberikan imbal hasil yang berkelanjutan.

    Direktur DADA, Bayu Setiawan, menyatakan bahwa pertumbuhan ini merupakan hasil dari konsistensi strategi yang dijalankan sepanjang tahun.

    “Peningkatan laba mencerminkan efektivitas pengelolaan aset dan penguatan kinerja operasional. Pembagian dividen juga menjadi sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek usaha ke depan,” ujarnya.

    Kinerja positif perseroan terutama ditopang oleh meningkatnya kontribusi proyek komersial yang telah beroperasi, optimalisasi aset produktif, serta penguatan pendapatan berulang (recurring income) sebagai sumber stabilitas bisnis.

    Dengan struktur keuangan yang dinilai solid dan arus kas yang terjaga, DADA memiliki ruang untuk melakukan ekspansi secara selektif tanpa mengabaikan keseimbangan antara pertumbuhan dan distribusi keuntungan kepada investor.

    Memasuki 2026, perseroan menyiapkan sejumlah strategi lanjutan, mulai dari penguatan performa kawasan komersial eksisting, penambahan tenant strategis untuk meningkatkan okupansi, hingga pengembangan kerja sama operasi dengan mitra guna mendorong ekspansi bisnis.

    Manajemen optimistis momentum pertumbuhan akan berlanjut dan bahkan meningkat pada tahun ini.

    “Kami melihat kombinasi antara pertumbuhan kinerja dan kebijakan dividen yang konsisten akan memperkuat kepercayaan investor serta menciptakan nilai jangka panjang,” tutup Bayu.

  • Tak Lagi Pasif, BPD Didorong Jadi “Game Changer” Ekonomi Daerah

    SOLO, KORIDOR.ONLINE— Bank Pembangunan Daerah (BPD) didorong untuk melakukan transformasi peran secara fundamental, dari sekadar pengelola dana pemerintah daerah menjadi penggerak utama aliran pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi di tingkat regional.

    Dorongan tersebut disampaikan Ketua Umum ASBANDA, Agus H. Widodo, dalam Seminar Nasional BPD se-Indonesia yang digelar di Solo, Jumat (17/4/2026).

    Menurut Agus, perubahan lanskap ekonomi dan semakin terbatasnya ruang fiskal pemerintah daerah menuntut BPD untuk mengambil peran yang lebih strategis dan proaktif.

    “Ke depan, BPD tidak cukup hanya menjadi pengelola dana pemerintah daerah. BPD harus bertransformasi menjadi orkestrator aliran dana daerah yang mampu menggerakkan ekonomi secara aktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Ia menilai BPD memiliki keunggulan struktural yang tidak dimiliki bank lain, mulai dari kedekatan dengan pemerintah daerah, pemahaman terhadap karakteristik ekonomi lokal, hingga jaringan yang menjangkau hingga ke tingkat daerah.

    Dengan posisi tersebut, BPD dinilai memiliki peluang besar untuk memastikan setiap aliran dana di daerah mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, mendorong produktivitas, serta memperkuat sektor riil.

    Agus menekankan, keterbatasan fiskal daerah tidak seharusnya menjadi hambatan pembangunan. Dalam kondisi tersebut, inovasi pembiayaan menjadi kunci untuk menjaga kesinambungan belanja pemerintah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Salah satu instrumen yang didorong adalah optimalisasi skema pinjaman daerah yang tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk penguatan layanan publik, peningkatan kualitas sektor kesehatan dan pendidikan, serta pengembangan UMKM dan ekonomi lokal.

    “Pinjaman daerah harus dipandang sebagai instrumen strategis yang mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah, bukan sekadar sumber pembiayaan jangka pendek,” jelasnya.

    Dalam konteks kebijakan, ASBANDA juga mengusulkan kepada regulator agar menghadirkan pendekatan yang lebih presisi dalam pembiayaan sektor publik daerah, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

    “Ini bukan pelonggaran, tetapi penyesuaian kerangka agar pembiayaan sektor publik dapat lebih optimal dengan tetap prudent,” tegas Agus.

    Untuk mendorong BPD naik kelas, transformasi akan difokuskan pada tiga pilar utama, yakni penguatan tata kelola dan manajemen risiko, pengembangan inovasi pembiayaan yang produktif, serta pendalaman peran BPD dalam ekosistem ekonomi daerah.

    Menurutnya, ukuran keberhasilan BPD ke depan tidak lagi semata pada kinerja keuangan, tetapi pada kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Masa depan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya APBD, tetapi oleh kemampuan kita dalam mengelola dan mengarahkan aliran dana agar menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya.

    Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

    “Kita bukan superman, tapi super tim. Pembangunan hanya bisa berhasil jika dilakukan secara kolaboratif,” kata dia dalam keynote speech.

    Ia menambahkan, peran BPD sangat strategis dalam mendukung investasi daerah, menjaga stabilitas ekonomi, serta memperkuat sektor riil, khususnya UMKM.

    Seminar ini diharapkan menjadi momentum percepatan transformasi BPD menjadi institusi keuangan daerah yang lebih modern, adaptif, dan berdampak nyata.

    Ke depan, BPD tidak hanya diposisikan sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

  • Transformasi Berbuah Prestasi, Bank Jakarta Sabet TOP BUMD Awards 2026

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Di tengah lanskap industri perbankan yang bergerak cepat dan kompetisi yang kian terbuka, Bank Jakarta mencatatkan capaian penting. Bank milik daerah tersebut meraih sejumlah penghargaan dalam ajang TOP BUMD Awards 2026 yang digelar oleh Majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan lembaga independen lainnya di Jakarta, 13 April 2026.

    Dalam ajang tersebut, Bank Jakarta berhasil menyabet predikat TOP BUMD Awards 2026 BPD Bintang 5 (Excellent), disertai penghargaan TOP CEO BUMD 2026 yang diberikan kepada Direktur Utama Agus Haryoto Widodo, serta raihan medali Golden. Penghargaan juga diberikan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebagai TOP Pembina BUMD 2026.

    Bagi Agus, penghargaan ini bukan sekadar simbol pencapaian, melainkan cerminan dari kepercayaan publik dan pemangku kepentingan terhadap arah perubahan yang tengah dijalankan Bank Jakarta.

    “Ini menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan berkontribusi dalam pembangunan Kota Jakarta,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

    Ajang TOP BUMD Awards sendiri dikenal sebagai salah satu penghargaan paling ketat dalam menilai kinerja badan usaha milik daerah. Sejak pertama kali digelar pada 2016, proses seleksi dilakukan melalui serangkaian tahapan—mulai dari pengisian kuesioner, deep interview, hingga sidang pleno dewan juri. Penilaian dilakukan secara komprehensif terhadap aspek kinerja bisnis, inovasi, tata kelola, serta kontribusi terhadap ekonomi daerah, dari lebih dari 1.170 BUMD di seluruh Indonesia.

    Di balik capaian tersebut, Bank Jakarta tengah berada dalam fase penting: melanjutkan transformasi di tengah perubahan perilaku nasabah dan disrupsi teknologi. Agus menegaskan bahwa ekspektasi terhadap bank daerah kini semakin tinggi, sehingga perubahan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

    “Industri bergerak sangat cepat. Tanpa transformasi berkelanjutan, kita akan tertinggal,” katanya.

    Nada serupa disampaikan Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi. Menurutnya, penghargaan ini menjadi momentum untuk memperkuat fondasi transformasi menuju institusi keuangan yang lebih inovatif dan adaptif.

    “Ke depan, kami tidak hanya ingin menjadi bank, tetapi juga enabler pertumbuhan Jakarta sebagai kota global,” ujarnya.

    Dengan pijakan tersebut, Bank Jakarta menempatkan transformasi bukan sekadar program jangka pendek, melainkan strategi jangka panjang. Di tengah dinamika industri yang terus berubah, penghargaan ini menjadi penanda bahwa langkah yang diambil berada di jalur yang tepat—sekaligus pengingat bahwa perjalanan masih panjang.

  • Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Mudik Gratis, Perkuat Sinergi BUMD Layani Warga

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Bank Jakarta kembali berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis Lebaran 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan 20 unit bus bagi masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.

    Pelepasan armada mudik gratis dilakukan di kawasan Silang Monas, Jakarta, Senin (17/3), oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Pelaksana Harian Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Harmawan. Turut hadir Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo serta jajaran direksi sejumlah BUMD DKI Jakarta.

    Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan partisipasi dalam program ini merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk mendukung tersedianya transportasi mudik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi warga Jakarta.

    Menurut Agus, sebagai salah satu BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Jakarta terus berupaya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui berbagai program pelayanan publik, termasuk memfasilitasi masyarakat yang ingin merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.

    Bank Jakarta membuka Posko Mudik Bank Jakarta di Rest Area KM 429 Semarang yang beroperasi pada 14–20 Maret 2026. Foto: Bank Jakarta

    “Dukungan ini merupakan wujud komitmen Bank Jakarta untuk menghadirkan kemudahan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dalam memberikan layanan terbaik bagi warga,” ujar Agus.

    Program Mudik Gratis merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Pada tahun 2026, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan sebanyak 709 unit bus untuk mengangkut pemudik, meningkat dari rencana awal sebanyak 667 bus.

    Penambahan armada dilakukan menyusul tingginya antusiasme masyarakat. Jumlah pemudik tercatat mencapai 30.774 orang, meningkat dari estimasi awal sekitar 26.000 penumpang.

    Dalam program tersebut, Bank Jakarta menyediakan 20 bus dengan berbagai tujuan di Pulau Jawa dan Sumatra, antara lain Semarang, Solo, Lampung, Sidoarjo, Kediri, Yogyakarta, Purwokerto, dan Wonogiri. Jumlah ini meningkat dibandingkan dukungan yang diberikan pada program mudik gratis tahun sebelumnya.

    Selain Bank Jakarta, sejumlah BUMD DKI Jakarta lainnya juga turut mendukung program ini, di antaranya PT Transportasi Jakarta, PT MRT Jakarta, PT LRT Jakarta, PAM Jaya, serta PT Pembangunan Jaya Ancol.

    Tidak hanya menyediakan armada mudik, Bank Jakarta juga membuka Posko Mudik Bank Jakarta di Rest Area KM 429 Semarang yang beroperasi pada 14–20 Maret 2026. Posko tersebut disiapkan untuk memberikan fasilitas istirahat bagi pemudik yang melakukan perjalanan menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.

    Di posko tersebut, pemudik dapat memanfaatkan sejumlah fasilitas seperti area istirahat, kursi pijat, akses wifi gratis, hingga fasilitas pengisian daya gawai.

    Selain layanan tersebut, Bank Jakarta juga menghadirkan berbagai program promosi bagi masyarakat, antara lain pemberian souvenir untuk pembukaan rekening baru serta cashback transaksi menggunakan QRIS melalui aplikasi JakOne Mobile.

    Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi mengatakan partisipasi dalam program mudik gratis ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan atas kepercayaan masyarakat terhadap Bank Jakarta.

    “Melalui dukungan pada program Mudik Gratis Lebaran 2026, Bank Jakarta berharap dapat semakin mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus memperkuat kehadiran kami dalam memberikan layanan yang bermanfaat bagi warga,” kata Arie.

    Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta tahun ini melayani berbagai rute tujuan, antara lain Solo (Tirtonadi), Tasikmalaya (Indihiang), Palembang (Alang-Alang Lebar), Madiun (Purboyo), Sragen (Pilangsari), Cilacap, Yogyakarta (Giwangan), Kuningan (Kertawangunan), Bandar Lampung (Rajabasa), Tegal, Kebumen, Jombang (Kepuhsari), Pekalongan, Wonogiri (Giri Adipura), Kediri (Tamanan), Malang (Arjosari), Wonosobo (Mendolo), Purwokerto (Bulupitu), Semarang (Mangkang), dan Sidoarjo (Purabaya).

    Selain angkutan bus penumpang, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan layanan angkutan sepeda motor dengan tujuan Semarang, Kebumen, Solo, Yogyakarta, Wonogiri, dan Sidoarjo.

  • Tumbuh Positif, Ini Rapor Lengkap SMF 2025

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai pilar utama pembiayaan perumahan di Indonesia melalui capaian kinerja yang solid sepanjang tahun 2025. Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan, SMF tidak hanya berhasil menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)

    Di tengah tantangan ekonomi global, SMF berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp565 miliar, tumbuh dari tahun sebelumnya. Hingga akhir 2025, total aset perseroan mencapai Rp66,81 triliun dengan rasio keuangan yang terjaga sehat, termasuk Non-Performing Loan (NPL) net sebesar 0,00%. Kualitas tata kelola perusahaan yang baik juga ditegaskan oleh opini “Wajar Tanpa Pengecualian” dari auditor.

    Aliran Dana ke Sektor Perumahan

    Sebagai liquidity provider, SMF menyalurkan dana sebesar Rp20,88 triliun sepanjang tahun 2025 kepada lembaga penyalur pembiayaan perumahan . Secara akumulatif sejak didirikan, SMF telah mengalirkan dana sebesar Rp141,73 triliun ke pasar pembiayaan primer. Dana ini bersumber dari berbagai instrumen, termasuk penerbitan surat utang yang hingga kini telah dilakukan sebanyak 73 kali dengan total nilai Rp74,87 triliun.

    SMF menjadi ujung tombak dalam menyukseskan program prioritas “3 Juta Rumah” melalui dua inisiatif utama :

    1. KPR FLPP:Menyediakan porsi dana pendamping 25% sehingga suku bunga bagi MBR tetap terjaga di angka 5%. Hingga Desember 2025, program ini telah memfasilitasi 194.612 unit rumah.
    2. Griya Tunas (Mikro):Mendukung renovasi rumah bagi pekerja sektor informal dengan plafon hingga Rp50 juta. Pada tahun 2025, sebanyak 52.142 unit rumah telah terfasilitasi melalui skema ini

     Strategi Menyongsong 2026

    Menatap tahun 2026, SMF mengusung tema “Optimalisasi Peran Strategis SMF dalam Sektor Pembiayaan Perumahan yang Tangguh, Adaptif, dan Berkelanjutan” . Strategi ke depan akan difokuskan pada:

    • Recycling: Penguatan produk eksisting dan penyelarasan dengan program pemerintah.
    • Funding: Eksplorasi pendanaan kreatif dan persiapan offshore funding .
    • Fiscal Tools: Optimalisasi riset melalui SMF Research Institute untuk mendukung kebijakan perumahan nasional.

    Dengan fondasi keuangan yang kuat dan mandat yang jelas, SMF berkomitmen untuk terus menjadi solusi bagi permasalahan backlog kepemilikan dan kelayakan hunian di Indonesia.

  • Bank Jakarta Borong Dua Penghargaan Nasional, Bukti Tata Kelola dan Kinerja Keuangan Solid

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE Bank Jakarta kembali menegaskan komitmennya terhadap tata kelola yang kuat dan kinerja berkelanjutan dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam satu hari. Pengakuan tersebut diperoleh pada ajang Indonesia Enterprise Risk Management 2026 yang diselenggarakan oleh Economic Review serta Indonesia Best CFO Awards 2026 yang digelar oleh Warta Ekonomi pada Jumat (27/02).

    Pada ajang 8th Indonesia Enterprise Risk Management Award (IERMA) 2026, Bank Jakarta meraih predikat The Best Indonesia Enterprises Risk Management Gold Award (B) Excellent (4 Star) untuk kategori Regional Development Company Asset >Rp90 Triliun. Penghargaan ini diberikan atas konsistensi perseroan dalam menerapkan manajemen risiko yang terintegrasi dan disiplin di seluruh lini organisasi.

    Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif manajemen dan seluruh karyawan dalam memperkuat fondasi bisnis.

    “Pertumbuhan yang sehat harus ditopang tata kelola yang kuat serta manajemen risiko yang akuntabel. Budaya sadar risiko menjadi bagian penting agar setiap keputusan strategis tetap berada dalam koridor prinsip kehati-hatian dan regulasi,” ujarnya.

    Proses penilaian IERMA 2026 menggunakan pendekatan secondary data melalui evaluasi dokumen publik perusahaan, seperti annual report, company profile, dan data pendukung lainnya. Dewan juri menitikberatkan penilaian pada kualitas penerapan manajemen risiko, mulai dari identifikasi, pengukuran, mitigasi, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Selain itu, aspek audit internal, independensi fungsi audit, serta efektivitas tindak lanjut rekomendasi juga menjadi bagian penting dalam penilaian.

    Tidak hanya itu, Bank Jakarta juga meraih penghargaan Indonesia Best CFO Awards 2026 yang diberikan kepada Direktur Keuangan & Strategi, Basaria Martha Juliana. Penghargaan ini merupakan apresiasi atas kepemimpinan strategis dalam menjaga kesehatan keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

    Penilaian dilakukan berdasarkan laporan keuangan audited, analisis profitabilitas dan pertumbuhan, efektivitas pengelolaan biaya dan likuiditas, serta kontribusi CFO dalam mendukung transformasi dan digitalisasi keuangan perusahaan.

    Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa penguatan manajemen risiko dan kepemimpinan keuangan yang akuntabel menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik.

    “Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan transparansi dan kualitas komunikasi kepada pemangku kepentingan. Bank Jakarta akan terus memperkuat inovasi, kolaborasi, dan disiplin tata kelola guna memastikan pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Arie.

    Melalui capaian ini, Bank Jakarta semakin optimistis melanjutkan agenda transformasi secara konsisten, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menghadirkan layanan perbankan yang profesional, inklusif, dan berdaya saing di tengah dinamika industri yang terus berkembang.

Back to top button