Aktual

  • LLV Gandeng IGPI Singapore Dorong Ekspansi Bisnis Jepang ke Indonesia Melalui Ekosistem BSD City

    BSD CITY, KORIDOR.ONLINE – Dalam upaya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia–Jepang dan membuka peluang investasi baru di kawasan Asia Tenggara, Living Lab Ventures (LLV) — corporate venture capital milik Sinar Mas Land — resmi menjalin kemitraan strategis dengan Industrial Growth Platform Pte. Ltd. (IGPI Singapore).

    Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan pada September lalu oleh Bayu Seto, Partner di LLV, dan Kohki Sakata, CEO IGPI Singapore. Kolaborasi ini ditujukan untuk membantu perusahaan Jepang memasuki pasar Indonesia dengan lebih efektif dan terarah, sekaligus memperkuat peran BSD City sebagai pusat inovasi dan pintu masuk investasi global.

    “Langkah ini sejalan dengan misi LLV untuk menjembatani ekosistem Indonesia dengan peluang global. BSD City akan menjadi hub bagi perusahaan Jepang untuk melakukan uji coba, mengembangkan bisnis, dan berkolaborasi dengan mitra lokal,” ujar Bayu Seto.

    Jembatan Strategis Ekonomi Jepang–Indonesia

    Dalam kemitraan ini, IGPI Singapore akan menyediakan layanan konsultasi manajemen dan investment advisory bagi klien Jepang yang berencana berekspansi ke Indonesia. Sementara LLV akan menawarkan akses ke jaringan luas, keahlian industri yang mendalam, serta dukungan strategis dari ekosistem bisnis yang terintegrasi di BSD City — mega township seluas 6.000 hektare yang telah dihuni hampir 500.000 penduduk dan dikenal sebagai living laboratory bagi inovasi perkotaan.

    Dengan infrastruktur lengkap dan lingkungan urban yang adaptif, BSD City menjadi lokasi ideal untuk riset pasar, uji coba proof-of-concept (PoC), serta pembentukan kemitraan lintas sektor.

    “Kami ingin menciptakan mekanisme soft-landing yang membantu perusahaan Jepang masuk ke pasar Indonesia dengan risiko minimal dan efisiensi maksimal,” tambah Bayu. “Mulai dari riset pasar, business matching, hingga curated business tour, semuanya difasilitasi melalui jaringan kami di LLV dan Sinar Mas Land.”

    Ekosistem Bisnis yang Nyata, Bukan Sekadar Konsultasi

    Kolaborasi LLV dan IGPI tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi menghadirkan platform nyata tempat perusahaan Jepang dapat menguji, menyesuaikan, dan mengembangkan model bisnis mereka di tengah ekosistem urban yang dinamis.

    “Indonesia memiliki potensi luar biasa — populasi muda, kelas menengah yang tumbuh cepat, dan adopsi digital yang masif,” ungkap Kohki Sakata, CEO IGPI Singapore. “Bermitra dengan LLV dan Sinar Mas Land memberi kami kekuatan untuk tidak hanya memberi saran, tetapi juga menyediakan real-world ecosystem tempat klien kami bisa berinovasi dan tumbuh.”

    BSD City: Gerbang Global Inovasi dan Investasi

    Langkah strategis ini mempertegas posisi BSD City sebagai hub internasional untuk inovasi, kolaborasi teknologi, dan ekspansi bisnis global.
    Melalui LLV, Sinar Mas Land membuka jalan bagi terbentuknya arus investasi asing langsung (FDI) yang lebih besar, penciptaan lapangan kerja baru, serta transfer pengetahuan yang memperkuat daya saing ekonomi nasional.

    “Kami ingin BSD City menjadi titik temu bagi ide, investasi, dan inovasi dunia,” tutup Bayu Seto. “Kolaborasi dengan IGPI adalah awal dari babak baru hubungan ekonomi Indonesia–Jepang yang lebih produktif dan berkelanjutan.”

    Apa Itu Living Lab Ventures (LLV)?

    Living Lab Ventures (LLV) adalah corporate venture capital milik Sinar Mas Land yang berfokus pada investasi lintas sektor di kawasan Asia Tenggara. LLV menyediakan pendanaan, keahlian, layanan, dan ekosistem terintegrasi untuk mempercepat pertumbuhan startup dan perusahaan global menuju tahap ekspansi internasional.

    Berbasis di BSD City, LLV berperan sebagai pintu gerbang Indonesia bagi perusahaan global, menghubungkan inovator dunia dengan peluang bisnis lokal melalui dua pilar utama: Investasi dan Global Partnership.
    Dengan pendekatan berbeda dari VC tradisional, LLV tidak hanya menanamkan modal, tetapi juga membangun perusahaan berdampak besar melalui kemitraan yang mendalam di bidang teknologi, kesehatan, dan energi terbarukan.

  • Summarecon Expo 2025 Hadir Perdana di Summarecon Mall Bandung

    BANDUNG, KORIDOR.ONLINE – Setelah sukses membukukan penjualan Rp410 miliar dari penyelenggaraan Summarecon Expo di Summarecon Mall Serpong, September lalu, kini ajang pameran properti tahunan terbesar Summarecon hadir untuk pertama kalinya di Kota Bandung. Summarecon Expo digelar di Summarecon Mall Bandung pada 3–12 Oktober 2025, sekaligus menjadi rangkaian kedua dari empat agenda expo yang berlangsung sepanjang tahun ini.

    Mengusung tema besar “Summarecon Expo: 50 Years Golden Journey”, pameran ini menjadi bagian dari perayaan ulang tahun emas Summarecon. Berbagai produk properti unggulan dari sembilan kawasan pengembangan ditampilkan, mulai dari Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, Bogor, Crown Gading, hingga Tangerang. Kehadirannya memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat portofolio Summarecon sekaligus memperoleh informasi mengenai hunian maupun produk komersial berkualitas.

    Summarecon Expo digelar di Summarecon Mall Bandung, mulai dari tanggal 3 –12 Oktober 2025. Pengunjung maupun pembeli produk properti juga berkesempatan mengikuti beragam promo dan undian Grand Prize spektakuler. Foto: Summarecon.

    Sharif Benyamin, Director PT Summarecon Agung Tbk, menyampaikan optimismenya.

    “Kami bersyukur penyelenggaraan di Serpong berjalan sukses dan disambut antusias. Expo bukan hanya menawarkan produk properti, tetapi juga menghadirkan hiburan kelas dunia, forum diskusi, dan pengalaman interaktif. Dengan konsep serupa, kami yakin penyelenggaraan di Bandung juga akan mendapat sambutan positif,” ujarnya.

    Sejalan dengan momen HUT ke-50, Summarecon menghadirkan hadiah langsung berupa kulkas, sepeda listrik, logam mulia, AC, hingga dinner set cutlery. Pengunjung maupun pembeli produk properti juga berkesempatan mengikuti undian Grand Prize spektakuler, mulai dari 1 unit BYD Seal, 2 unit BYD M6, 15 unit Yamaha NMAX, 7 logam mulia 50 gram, hingga 25 unit iPhone, yang akan diundi pada 16 November 2025 di Summarecon Mall Bekasi.

    Menurut Hindarko Hasan, Executive Director Summarecon Bandung, penyelenggaraan expo kali ini juga menghadirkan program penawaran khusus.

    “Kami siapkan promo menarik mulai dari Flash Sale rumah di Summarecon Bandung, extra discount untuk produk properti di kawasan Summarecon lainnya, hingga promo lintas proyek dari Kelapa Gading hingga Makassar. Semua ini kami hadirkan untuk memberikan nilai lebih bagi masyarakat,” jelasnya.

    Selain promo properti, Summarecon Expo juga menggandeng berbagai bank nasional—Mandiri, BTN, BNI, BCA, dan BRI—untuk memberikan opsi pembiayaan kompetitif dengan bunga ringan dan skema pembayaran fleksibel.

    Hiburan dan Aktivitas Keluarga

    Setiap hari, pengunjung dapat menikmati rangkaian acara seperti:

    • High Wire & Juggling International Show dari Chile, Peru, dan Kolombia,
    • Colorful World Visual Show by Isha Hening,
    • Kids performance dari sekolah-sekolah di Bandung,
    • Arena satwa unik interaktif dari SQP Park Learning Lab,
    • Forum diskusi panel bersama pakar urban planning dan akademisi ITB,
    • Talkshow kolaboratif dengan berbagai mitra pendidikan, kesehatan, dan komunitas.

    Tidak hanya itu, instalasi rumah edukatif dengan material premium turut ditampilkan, mulai dari produk Kohler, Valentino Gress, Onasis, Karang Pilang, Daikin, Agratruss, hingga BPS, yang menunjukkan kualitas konstruksi unggulan Summarecon.

    Rangkaian Summarecon Expo 2025 akan berlangsung di empat kota, yaitu:

    1. Summarecon Mall Serpong (12–21 September),
    2. Summarecon Mall Bandung (3–12 Oktober),
    3. Summarecon Mall Kelapa Gading (17–26 Oktober),
    4. Summarecon Mall Bekasi (7–16 November).

    Pameran ini turut mendapat dukungan dari mitra strategis seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, BTN, serta sejumlah produsen material bangunan dan teknologi rumah tangga.

    Hadirnya Summarecon Expo Bandung 2025 bukan hanya menjadi ajang pameran properti, tetapi juga sebuah perayaan perjalanan emas Summarecon sekaligus persembahan pengalaman inspiratif yang memadukan investasi, hiburan, edukasi, dan gaya hidup modern bagi seluruh keluarga.

  • BP Tapera dan PKP Apresiasi Bank Penyalur dan Pengembang di Hadapan Presiden Prabowo

    BOGOR, KORIDOR.ONLINE – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memberikan apresiasi kepada bank penyalur dan asosiasi pengembang atas kontribusi mereka dalam merealisasikan program KPR Sejahtera FLPP. Apresiasi ini disampaikan langsung di hadapan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam acara akad massal 26.000 unit rumah subsidi di Perumahan Pesona Kahuripan, Cileungsi, Bogor.

    Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyebut capaian ini sebagai tonggak penting sejarah FLPP. “Akad massal ini terbesar sepanjang penyaluran FLPP. Semua ini berkat dukungan kuat dari bank penyalur dan asosiasi pengembang. BTN masih menjadi penyalur terbesar dengan 93.362 unit, disusul BTN Syariah 37.065 unit, BRI 17.648 unit, BNI 8.568 unit, dan Mandiri 8.064 unit,” jelas Heru.

    Dari sisi asosiasi pengembang, REI mencatat realisasi tertinggi dengan 77.139 unit, disusul APERSI (55.516 unit), HIMPERRA (24.967 unit), ASPRUMNAS (6.083 unit), dan APERNAS (5.946 unit). Hingga 29 September 2025, realisasi penyaluran KPR FLPP mencapai 184.357 unit atau 52,67% dari target, dengan nilai Rp22,86 triliun. Program ini melibatkan 38 bank penyalur dan 7.382 pengembang, tersebar di 11.488 lokasi pada 33 provinsi.

    Jawa Barat Tertinggi, Disusul Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan

    Berdasarkan sebaran wilayah, Jawa Barat menempati posisi teratas dengan 42.123 unit, disusul Jawa Tengah (15.920 unit), Sulawesi Selatan (14.954 unit), Banten (12.407 unit), dan Jawa Timur (12.161 unit).

    Menteri PKP, Maruarar Sirait, menyampaikan apresiasi kepada para bank penyalur di hadapan Presiden. “Saya hargai pencapaian luar biasa ini. Terima kasih kepada BTN, BTN Syariah, BRI, BNI, dan Mandiri yang telah bekerja keras mewujudkan kuota terbesar sepanjang sejarah, yakni 350 ribu unit rumah,” ujar Maruarar.

    Presiden: Perumahan Penggerak Ekonomi Nasional

    Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali pentingnya sektor perumahan sebagai pendorong ekonomi nasional.

    “Kita beri target tinggi 3 juta rumah. Target itu harus dipatok tinggi, dan kita harus mengejar serta mencapainya. Sebagai pemimpin transformatif, kita harus berani mengejar cita-cita besar demi rakyat,” tegas Presiden.

    Sebagai simbol kehadiran negara, Presiden menyerahkan kunci rumah kepada 10 perwakilan MBR dari beragam profesi, termasuk buruh, petani, tenaga medis, ojek online, tukang becak, guru, anggota TNI, dan Polri. Presiden juga berdialog langsung dengan penerima manfaat terkait kualitas rumah, fasilitas lingkungan, hingga keterjangkauan harga.

    Momen penuh haru ini menegaskan bahwa program KPR Sejahtera FLPP benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi. Presiden bahkan menyempatkan diri mengunjungi rumah subsidi milik keluarga almarhum Affan Kurniawan, korban insiden aksi demo anarkis di Jakarta, sebagai bentuk kepedulian negara.

  • Ini Prestasi Perumahan Subsidi Yang Akan Dikunjungi Presiden Prabowo

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) akan menggelar akad massal KPR Sejahtera FLPP terbesar dalam sejarah, sebanyak 25.000 unit rumah subsidi, pada Senin (29/9). Acara ini berlangsung secara hybrid di 90 titik di 33 provinsi, dengan lokasi utama di Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

    Acara ini akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, DPR RI, pemerintah daerah, perbankan penyalur FLPP, asosiasi pengembang, serta tokoh industri properti. Sebanyak 200 MBR akan melakukan akad secara langsung di lokasi, sedangkan 24.800 akad lainnya digelar online melalui 39 bank penyalur di berbagai daerah.

    Mengapa Pesona Kahuripan?

    Menurut Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, pemilihan Pesona Kahuripan 10 Cileungsi sebagai lokasi utama tidak lepas dari rekam jejak dan kualitas pengembangnya, PT Hikmah Alam Sentosa. Pengembang ini memiliki rekam jejak, diantaranya:

    • Tujuh tahun berturut-turut (sejak 2018) meraih penghargaan sebagai Developer Terbaik Nasional BTN.

    • Masuk dalam lima besar Developer Terbaik versi BP Tapera tahun 2025.

    • Lima kali berturut-turut dinobatkan sebagai Developer Terbaik APERSI.

    Selain prestasi di atas, kawasan Pesona Kahuripan juga memiliki tingkat keterhunian rumah subsidi yang tinggi.

    Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho.

    “Kami sudah cek kepada pengembangnya. Tingkat keterhuniannya mencapai di atas 94 persen, dan kawasannya sangat luas. Dengan lahan yang luas, kualitas bangunan yang terjaga, serta prestasi yang diakui berbagai pihak, kawasan ini sangat layak dijadikan lokasi hajatan nasional akad massal FLPP. Kami bangga acara bersejarah ini didukung penuh oleh Kementerian PKP,” terang Heru.

    Selain itu lanjutnya, pengembangnya, dikenal konsisten mengedepankan kualitas rumah dan tata kawasan. Dengan luas lahan mencapai 212.276 m², kawasan ini menghadirkan 1.855 unit rumah, terdiri atas 1.504 unit subsidi dan 351 unit komersial.

    Optimis Target 350 Ribu Unit Tercapai

    Hingga 25 September 2025, realisasi penyaluran rumah subsidi FLPP telah mencapai 182.657 unit senilai Rp22,67 triliun. Angka tersebut disalurkan melalui 38 bank penyalur dan dikerjakan oleh 7.378 pengembang di 11.475 lokasi perumahan, mencakup 33 provinsi dan 394 kabupaten/kota.

    Komisioner Heru optimistis target 350.000 unit rumah subsidi dapat tercapai di akhir tahun.
    “Saat ini capaian sudah 52,18%. Dengan dukungan lintas sektor dan semangat para pengembang, insya Allah target ini segera terealisasi,” tegasnya.

  • Powell Studio Loft, Ruang Usaha Modern di Jantung SEZ BSD City

    BSD, KORIDOR.ONLINE – Permintaan ruang usaha modern terus meningkat seiring kebutuhan ekosistem bisnis yang terintegrasi. Menjawab tren tersebut, Sinar Mas Land menghadirkan Powell Studio Loft di kawasan D-HUB Special Economic Zone (SEZ) BSD City, satu-satunya Kawasan Ekonomi Khusus di Jabodetabek yang berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, teknologi, dan ekonomi kreatif.

    Dirancang oleh arsitek Urban+, Powell Studio Loft mengusung desain kontemporer dengan langit-langit tinggi serta balkon pribadi yang fungsional. Hunian usaha ini tak hanya menawarkan estetika, tetapi juga mendukung produktivitas dan kolaborasi. Lokasinya yang berada di SEZ memberikan keunggulan kompetitif, mulai dari insentif fiskal (tax holiday, tax allowance, bebas PPN, bea masuk, hingga cukai) hingga insentif nonfiskal seperti kemudahan perizinan, imigrasi, serta kelancaran lalu lintas barang dan tenaga kerja.

    “Powell Studio Loft kami hadirkan sebagai ruang usaha modern dengan dukungan infrastruktur kelas dunia dan akses strategis di jantung BSD City. Kehadiran produk ini diharapkan memperkuat posisi D-HUB SEZ sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru,” ungkap Anna Budiman, CEO Commercial BSD Sinar Mas Land.

    Powell Studio Loft ditawarkan dalam tiga tipe:

    • Tipe D: 3 lantai, ukuran 6×13 m, harga Rp7,4–7,8 miliar.

    • Tipe B: 4 lantai, ukuran 7×13 m, harga Rp8,9–9,4 miliar.

    • Tipe A: 5 lantai, ukuran 7×13 m, harga Rp10,3–10,6 miliar.

    Seluruh unit dilengkapi fasilitas modern seperti lift pribadi (tipe 4–5 lantai), internet fiber optic, listrik hingga 13.200 VA, suplai air PAM, telepon, area parkir luas, networking courtyard, hingga lobi penyambutan tamu.

    Powell Studio Loft berada di tengah ekosistem bisnis BSD City yang matang, dikelilingi pusat komersial (The Breeze, AEON Mall, QBig, ICE BSD), pusat pendidikan internasional (Prasetiya Mulya, Monash University, Sinarmas World Academy), serta fasilitas kesehatan modern (Eka Hospital). Dari sisi aksesibilitas, kawasan ini terhubung dengan berbagai ruas tol utama, transportasi publik seperti BSD Link, feeder bus, KRL Cisauk, dan segera diperkuat dengan hadirnya Stasiun Jatake (Q4-2025) serta rencana jalur MRT Lebak Bulus–Serpong.

    Dengan konsep arsitektur inovatif, insentif SEZ, serta ekosistem bisnis yang solid, Powell Studio Loft diyakini menjadi destinasi investasi strategis sekaligus ruang usaha modern bagi pelaku usaha lokal maupun global.

  • Rakernas Appernas Jaya: Menteri Ara Dorong Pengembang Manfaatkan KUR Perumahan

    MAKASSAR, KORIDOR.ONLINE – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengajak para pengembang untuk segera memanfaatkan KUR (Kredit Usaha Rakyat) perumahan yang diberi nama KPP (Kredit Program Perumahan) yang sudah disediakan pemerintah. Menurutnya jika KPP dimanfaatkan secara optimal akan mampu menaikkan seluruh industri yang ada di dalam ekosistem perumahan.

    “KUR perumahan ini sangat luar biasa untuk menaikkan seluruh industri di ekosistem perumahan, sebagai contoh pengembang dan kontraktor, pasti butuh toko bangunan dan di dalamnya pasti juga ada bahan-bahan dari industri lain seperti keramik, kaca dan lain-lain,” kata Menteri Ara dalam Rapat Kerna Nasional (Appernas Jaya) di Makassar, Sabtu (13/9/2025).

    Menteri PKP Maruarar Sirait dan Ketua Umum DPP Appernas Jaya berbincang di Rakernas Appernas Jaya, di Makassar, Sabtu (13/9/2025).

    Dikatakan Menteri Ara, perbankan yang terlibat dalam pembiayaan sektor perumahan juga berperan besar, baik untuk KPR, KUR, atau pembiayaan mikro untuk melawan rentenir. Pemerintah lanjutnya sudah memberikan solusi nyata, dengan menawarkan konsep yang lebih baik.

    “Terima kasih kepada para eselon I saya yang mau bekerja keras sosialisasi KUR dan selalu mengingatkan saya untuk membuat terobosan. Terima kasih juga kepada pengembang Appernas Jaya, saya ingin sekali teman teman benar-benar memanfaatkan KUR Perumahan ini,” ucapnya.

    Laporkan Jika Ada Pungli

    Pada kesempatan itu, Menteri Ara juga menegaskan komitmennya untuk melindungi para pengembang rumah subsidi dari pungutan liar.

    “Saya himbau jika ada oknum yang meminta uang kepada pengembang rumah subsidi, segera laporkan kepada saya dengan bukti-bukti. Saya akan langsung meneruskan laporan tersebut kepada Kapolri dan Jaksa Agung,” tegasnya. Pemerintah lanjut Menteri Ara akan bertindak tegas dan keras terhadap oknum yang menghambat jalannya pembangunan perumahan.

    Di akhir sambutannya Menteri PKP mengajak seluruh anggota Appernas Jaya membangun perumahan dengan hati dan mengutamakan kualitas rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    Rapat Kerja Nasional Appernas Jaya dan Sosialisasi KUR Perumahan di Makassar, Sabtu (13/9/2025).

    Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Appernas Jaya, Dr. Andriliwan Muhammad atau yang akrab disapa Bang Andre, bertekad mendukung penuh dan memanfaatkan segala kemudahan yang sudah diberikan oleh pemerintah dalam mendukung program 3 juta rumah. Ia memberikan apresiasi kepada Menteri Ara atas kerja kerasnya yang dengan tulus terus mengawal program perumahan nasional sampai ke daerah.

    “Kami senang, Rakernas Appernas Jaya sekaligus jadi ajang sosialisasi KUR Perumahan. Dihadiri oleh ratusan peserta, dan bank bank papan atas yang ada di Sulawesi dengan atmosfer penuh semangat sekaligus hangat. Sosialisasi KUR Perumahan ini disambut antusias lebih 400 peserta Rakernas. Kami berkomitmen sesuai pesan Menteri PKP untuk membangun rumah berkualitas, layak huni, dan terjangkau bagi MBR ,” kata Bang Andre.

    Menurut Andre, meski baru enam tahun berdiri, Appernas Jaya telah memiliki hampir 1.000 anggota yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Bang Andre juga memuji kekompakan anggotanya yang menurutnya sangat militan dalam mendorong penyediaan perumahan di daerah.

    Puncak acara Rakernas ditandai dengan persembahan lagu berjudul “Membangun dengan Hati” ciptaan Ketua Umum Appernas Jaya. Lagu yang menceritakan perjalanan Menteri Ara Ara hingga menjadi menteri ini membawa suasana ruangan hening dan khidmat. Syairnya yang menyentuh hati membuat seluruh peserta larut dalam keharuan sekaligus semangat kebersamaan.

     

  • Summarecon Bidik Penjualan Rp 1,5 Triliun dari Ajang Pameran di Empat Kota

    JAKARTA, KORDIOR.ONLINE – Memasuki usia emas, PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) merayakan kiprahnya di dunia properti dengan menggelar pameran besar bertajuk “Summarecon Expo: 50 Years Golden Journey”. Acara ini digelar di empat kota besar Indonesia mulai Jumat (12/9), sekaligus menandai perjalanan panjang Summarecon membangun kota-kota mandiri.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 7,4 triliun, Summarecon optimistis pameran ini mampu meraih penjualan hingga Rp 1,5 triliun.

    “Tahun lalu, expo serupa membukukan Rp 1,2 triliun. Tahun ini target kami naik menjadi sekitar Rp 1,5 triliun,” ungkap Direktur Summarecon, Sharif Benjamin.

    Optimisme di Tengah Tantangan

    Sharif menekankan, expo kali ini bukan semata ajang transaksi, melainkan simbol optimisme perusahaan menghadapi pasar properti yang dinamis. Sejalan dengan tema “Bersama Membangun Indonesia Emas”, Summarecon ingin menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan hunian dan kawasan komersial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

    Setiap pembelian properti dengan nilai kelipatan Rp 500 juta akan mendapatkan kupon undian berhadiah, yang pemenangnya akan diumumkan pada 16 November 2025 di Summarecon Mall Bekasi, bertepatan dengan puncak perayaan ulang tahun ke-50.

    Diskon Besar dan Unit Terbatas

    Salah satu magnet utama expo adalah program “cuci gudang” properti di sembilan kawasan township Summarecon: Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, Bogor, Crown Gading, dan Tangerang.

    Menurut Direktur Eksekutif Summarecon, Albert Luhur, unit lama, termasuk rumah dan ruko, ditawarkan kembali dengan diskon hingga 30 persen.

    “Rentang harganya bervariasi, mulai Rp 1,5 miliar hingga Rp 9,7 miliar sebelum diskon,” ujarnya.

    Rangkaian Acara di 4 Kota

    Expo digelar di empat pusat perbelanjaan Summarecon, yaitu:

    • Summarecon Mall Serpong (12–21 September 2025)

    • Summarecon Mall Bandung (3–12 Oktober 2025)

    • Summarecon Mall Kelapa Gading (17–26 Oktober 2025)

    • Summarecon Mall Bekasi (7–16 November 2025)

    Selain pameran properti, pengunjung dapat menikmati pertunjukan hiburan mulai dari High Wire dan Juggling, visual show oleh Isha Hening, hingga konser musik Purwacaraka. Ada pula instalasi smart home interaktif, diskusi panel tentang pembangunan kota berkelanjutan, hingga program edukasi satwa untuk anak-anak.

    Fokus pada Kualitas

    Meski permintaan properti cukup tinggi, Summarecon tetap berhati-hati dan tidak terburu-buru meluncurkan produk baru. Hingga Agustus 2025, perusahaan sudah mencatat marketing sales Rp 3,1 triliun atau 60 persen dari target tahunan.

    “Kualitas adalah prioritas utama. Kepercayaan konsumen adalah aset terbesar kami, sehingga kami lebih memilih menjaga mutu daripada sekadar mengejar volume,” tutur Sharif.

    Komitmen itu tercermin dari produk eksklusif Soultan Island di Summarecon Bekasi. Dengan harga Rp 9,3–29,5 miliar per unit, proyek ini berhasil terjual Rp 150 miliar hanya dalam dua jam setelah diluncurkan. Menariknya, sebagian besar pembeli berasal dari Bekasi sendiri. “Di ceruk inilah kami bermain, melayani konsumen yang memang tumbuh dan berakar di Bekasi,” pungkas Sharif.

  • Penggolongan Rumah Susun ke Tarif Komersial Dinilai Tidak Adil, Senator Jakarta Turun Tangan.

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE — Polemik terkait penggolongan rumah susun sebagai pelanggan Kelompok III oleh Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya) terus menuai keresahan. Puluhan ribu warga rumah susun di DKI Jakarta menolak kebijakan tarif air bersih yang disamakan dengan tarif komersial, setara dengan mal, pusat perbelanjaan, hingga industri besar.

    Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran, melakukan kunjungan kerja ke Kalibata City, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan itu, Azran bertemu sekitar 36 perwakilan PPPSRS (Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun) dari berbagai wilayah, serta jajaran pengurus DPP Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI).

    Azran menegaskan bahwa penggolongan rumah susun ke dalam Kelompok III sangat tidak adil.

    “Saya tidak tahu bagaimana penilaian PAM Jaya sehingga rumah susun bisa dimasukkan ke dalam Kelompok III. Ini hunian, bukan industri,” tegas Azran.

    Sebagai bentuk komitmen, Azran berjanji akan berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta agar warga dapat bertemu langsung dengan Gubernur Pramono Anung.

    “Saya akan bantu warga untuk mendapatkan solusi. Mereka berhak atas air bersih sebagai masyarakat, bukan sebagai pelanggan industri,” ujarnya.

    Azran mengungkapkan seluruh keluhan warga telah ia dokumentasikan dan dikirimkan kepada Gubernur. Ia juga berencana memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan Gubernur DKI Jakarta, atau perwakilannya, bersama warga rusun dalam waktu dekat.

    Harapan Bertemu Gubernur

    Ketua PPPSRS Kalibata City, Hj. Musdalifah Pangka, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian Azran.

    “Kami sangat senang Bang Azran peduli terhadap kami. Bahkan untuk sekadar bertemu Gubernur saja, kami kesulitan,” ujarnya.

    Hal senada disampaikan Sekretaris Umum DPP P3RSI, Nyoman Sumayasa, yang menyoroti Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 730/2024 tentang Tarif Air Minum PAM Jaya. Ia menilai penggolongan rusun ke Kelompok III tidak hanya keliru, tetapi juga memberatkan warga.

    “Tarif Kelompok III yang dikenakan kepada warga rusun bahkan lebih mahal (Rp21.550) dibanding rumah tangga menengah dan rusun mewah (Rp17.500),” jelas Nyoman.

    P3RSI menekankan bahwa persoalan ini harus diselesaikan melalui dialog langsung dengan Gubernur. Mereka berharap Pemprov DKI Jakarta membuka ruang komunikasi agar warga tidak terus menanggung beban tarif yang tidak adil.

  • Menteri PKP: Pemutakhiran Data Perumahan Harus Segera Dilakukan

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan perlunya pemutakhiran data perumahan secara nasional yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut diharapkan menjadi tolok ukur serta dasar penilaian kinerja Kementerian PKP dalam melaksanakan Program 3 Juta Rumah.

    “Data dari BPS sangat diperlukan agar capaian pembangunan perumahan dapat diukur dengan jelas. Karena itu, pemutakhiran data perumahan di Indonesia harus segera dilakukan,” ujar Maruarar usai melakukan pertemuan dengan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS Jakarta, Selasa (26/8/2025).

    Pentingnya Integrasi Data

    Menurut Maruarar, BPS memiliki peran krusial dalam menyediakan data yang akurat, sehingga dapat dijadikan rujukan utama dalam perumusan kebijakan maupun evaluasi program perumahan. Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula integrasi sistem informasi perumahan lintas lembaga agar pengelolaan data semakin terpadu.

    Pertemuan turut dihadiri oleh Plh. Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Horas Maurits Panjaitan, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo, perwakilan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Dirjen Perumahan Perkotaan Sri Haryati, dan Dirjen Perumahan Perdesaan Imran.

    Transparansi dan Check and Balance

    Menteri PKP menekankan, pemutakhiran data perumahan akan dikelola secara transparan serta diumumkan secara rutin kepada publik, sebagaimana laporan inflasi bulanan yang dirilis oleh Kemendagri dan BPS.

    “Dengan adanya data ini, akan ada mekanisme check and balance yang lebih kuantitatif terhadap capaian Program 3 Juta Rumah. Publik bisa mengetahui progres nyata setiap bulan,” jelas Maruarar.

    Ia optimistis, dengan dukungan jaringan pegawai BPS yang mencapai lebih dari 20.000 orang serta mitra kerjanya yang tersebar di seluruh Indonesia, kualitas data akan lebih akurat dibandingkan hanya mengandalkan kontrol internal balai-balai perumahan.

    Komitmen BPS

    Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan pihaknya siap mendukung penuh Kementerian PKP. “BPS akan menjaga kualitas dan integritas data terkait perumahan. Pemutakhiran akan dilakukan secara bertahap, dan hasilnya akan dipublikasikan secara terbuka,” ujarnya.

    Dengan adanya dukungan BPS, Kementerian PKP berharap Program 3 Juta Rumah tidak hanya menjadi target angka, tetapi juga berbasis data riil yang bisa dipertanggungjawabkan kepada publik.

  • Menteri PKP Apresiasi Tokoh dan Mitra Kerja dalam Program 3 Juta Rumah

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Bertepatan dengan Peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) XVII, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan mitra kerja yang dinilai berperan penting dalam pembangunan perumahan rakyat, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Program 3 Juta Rumah. Acara ini berlangsung di Kantor Kementerian PKP, Wisma Mandiri II, Jakarta, Senin (25/8).

    Menteri PKP menegaskan, semangat Bung Hatta sebagai “Bapak Perumahan” menjadi inspirasi utama dalam menjalankan program perumahan berbasis gotong royong. Menurutnya, keberhasilan pembangunan rumah rakyat tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah, melainkan dengan dukungan semua pihak.

    “Hari ini saya memberikan penghargaan bagi para tokoh dan mitra yang telah berkontribusi besar bagi sektor perumahan. Kementerian PKP tidak bisa bekerja sendiri, kita harus menjadi supertim. Dengan kolaborasi inilah Program 3 Juta Rumah bisa terwujud sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Menteri Ara.

    Ia juga menegaskan bahwa banyak program unggulan perumahan merupakan warisan kebijakan yang baik dari pendahulunya, seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dan penyediaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU).

    “Saya harus sportif mengakui, banyak ide program bukan dari saya. FLPP, BSPS, dan PSU merupakan gagasan dari Pak Suharso Monoarfa di era Presiden SBY, dan kami siap melanjutkan program tersebut karena terbukti membantu rakyat,” jelasnya.

    Menteri Ara menambahkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PKP siap melakukan berbagai inovasi untuk mempercepat penanganan backlog perumahan yang masih mencapai 9,9 juta unit. Ia juga menyampaikan bahwa Presiden telah menambah kuota FLPP menjadi 350 ribu unit, disertai pembebasan BPHTB, PBG gratis, serta kelanjutan insentif PPN DTP untuk mendukung akses masyarakat terhadap rumah subsidi.

    “Saya terbuka menerima saran dari semua pihak. Hingga saat ini, saya belum menemukan skema yang lebih baik dari FLPP untuk mengatasi kebutuhan perumahan rakyat, terutama MBR. Karena itu, mari kita bergotong royong membangun rumah rakyat,” tutupnya.

    Para Penerima Apresiasi di Hari Perumahan Nasional XVII

    A. Tokoh Perumahan Nasional

    • Dr. Ir. H. Suharso Monoarfa, M.A. (Menteri Perumahan Rakyat 2009–2011)

    • Bapak Theo L. Sambuaga (Menteri Negara Perumahan dan Permukiman 1998–1999)

    • Ibu Meutia Hatta (Putri Bung Hatta, Bapak Perumahan Indonesia)

    • Bapak Hashim Djojohadikusumo (Ketua Satgas Perumahan)

    B. Legislator

    • Bapak Sufmi Dasco Ahmad (Wakil Ketua DPR RI)

    • Bapak Lasarus (Ketua Komisi V DPR RI)

    C. Badan, dan Lembaga
    • Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D.

    • Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S.

    • Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, S.T., M.Si., M.Eng., Ph.D.

    • Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya

    • Menteri Dalam Negeri, Jenderal Pol. (Purn.) Prof. Dr. (H.C.) Muh. Tito Karnavian, M.A., Ph.D.

    • Menteri BUMN, Ir. Erick Thohir, M.B.A.

    • Kepala LKPP, Dr. H. Hendrar Prihadi, S.E., M.M.

    • Wakil Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari

    • Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

    • Menteri PANRB, Dra. Rini Widyantini, M.Si.

    D. Lembaga Pengawasan, Penegakan Hukum, dan Pemeriksa Keuangan Negara
    • Bapak Haerul Saleh, S.H. (Anggota IV BPK RI)

    • Bapak Muhammad Yusuf Ateh (Kepala BPKP)

    • Bapak Setyo Budiyanto (Ketua KPK)

    • Bapak Sanitiar Burhanuddin (Jaksa Agung)

    • Bapak Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. (Kapolri)

    E. Lembaga Keuangan dan Perbankan

    Sebagai sektor strategis pendukung pembiayaan perumahan, apresiasi diberikan kepada:

    • Gubernur Bank Indonesia

    • Direktur Utama BTN

    • Direktur Utama BNI

    • Direktur Utama Bank Nobu

    • CEO Danantara

    • Direktur Utama Bank Mandiri

    • Direktur Utama BSI

    • Direktur Utama SMF

    • Komisioner BP Tapera

    • Direktur Utama BRI

    • Presiden Direktur BCA

    • Direktur Utama Perum Perumnas

    F. Pemerintah Daerah

    Provinsi dengan Alokasi Perumahan Terbesar:

    1. Jawa Tengah (17.510 unit)

    2. Aceh (3.114 unit)

    3. Jawa Timur (2.110 unit)

    Kabupaten/Kota dengan PBG Rp0 Terbanyak:

    1. Kota Kendari (2.262 unit)

    2. Kabupaten Banyuasin (2.097 unit)

    3. Kabupaten Kuburaya (3.581 unit)

    Kabupaten/Kota dengan Alokasi Anggaran Perumahan Terbesar:

    1. Kabupaten Malang (5.460 unit)

    2. Kabupaten Bandung (2.452 unit)

    3. Kabupaten Situbondo (674 unit)

    G. Asosiasi Pengembang Perumahan
    • REI (65.150 unit)

    • Apersi (46.294 unit)

    • Himperra (21.243 unit)

    • Asprumnas (5.109 unit)

    • Apernas (5.094 unit)

    • Pengembang Indonesia (4.588 unit)

    • Appernas Jaya (2.882 unit)

    H. 5 Pengembang Terbaik Rumah Bersubsidi
    1. PT Abadi Mukti Kirana – Perumahan Kota Baru Arjosari, Kab. Bandung, Jawa Barat

    2. PT Royal Persada Property – Perumahan Pondok Sejahtera, Kab. Maros, Sulawesi Selatan

    3. PT Indah Cemani Raya – Perumahan Griya Sutera Balaraja, Kab. Tangerang, Banten

    4. PT Lan Sena Jaya – Perumahan Benteng Mutiara Mas, Kab. Purwakarta, Jawa Barat

    5. PT Bangun Famili Sejahtera – Perumahan Griya Family, Kab. Bekasi, Jawa Barat

    I. Lembaga/Organisasi Masyarakat/Yayasan
    • Zulfi Syarif Koto (The HUD Institute)

    • Dr. Muhammad Mufti Mubarok (Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional)

    • Niti Emiliana (Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia)

    J. Pengukuhan Forum Komunikasi

    Forum Komunikasi Rumah Subsidi

    • Agus Wahyudi (Ketua) – Perumahan Pesona Kahuripan I Bogor

    • Vredo A. Putra (Wakil Ketua) – Perumahan Pondok Angsana Indah

    • Ade Iwa Wiwaha (Korwil DKI Jakarta & Banten) – Perumahan Taman Baru Kemeranggen

    • Mangala Bagdjamulia Djuanda (Korwil Jawa Barat) – Perumahan Kota Baru Arjasari

    Forum Komunikasi Rumah Susun

    • Adjit Lauhatta (Ketua)

    • Edwin Oktaviary Gobel (Wakil Ketua)

    • Ali Sabana (Korwil Jawa Barat)

Back to top button