Aktual

  • Ikang Fawzi: Pemulihan Sektor Properti Harus Totalitas

    KORIDOR, JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) berharap pemulihan sektor properti dilakukan secara totalitas dan utuh, sehingga menyentuh seluruh sektor yang berkaitan dengan industri tersebut. Jika setengah-setengah, dikhawatirkan stimulus yang dikeluarkan pemerintah tidak akan terasa dampaknya.

    Sejumlah stimulus sudah diberikan pemerintah yang ditujukan untuk memulihkan kembali sektor properti yang terpuruk terlebih selama pandemi Covid-19. Terakhir, pemerintah memberikan lampu hijau bagi perbankan untuk menerapkan uang muka (down payment/DP) nol persen, disusul insentif penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk rumah tapak dan apartemen.

    Wakil Ketua Umum DPP REI bidang Komunikasi, Promosi dan Pameran, Ikang Fawzi menyebutkan semua kebijakan dan stimulus tersebut tentu membawa dampak positif bagi industri properti, meski pun butuh waktu untuk mengukur skala dampaknya.

    “Meski belum sempurna dan komplit, tetapi setidaknya pemerintah sudah memberikan perhatian terhadap upaya pemulihan sektor properti. Kami tentu bergembira karena ini sesuai dengan usulan dan masukan-masukan REI kepada pemerintah yang intens dilakukan DPP REI,” ujar pengusaha properti yang juga rocker tenar era 80-an tersebut, Senin (15/3/2021).

    Adapun stimulus yang dikeluarkan saat ini, menurut Ikang, memang masih ditujukan bagi konsumen. Tujuannya supaya harga rumah lebih terjangkau, dan minat masyarakat untuk membeli rumah kembali tumbuh terlebih di tengah penurunan daya beli masyarakat saat ini.

    Namun, menurut dia, jangan dilupakan bahwa pemulihan sektor properti sudah pasti tidak bisa berjalan optimal kalau pengembang sebagai produsen yang membangun produk propertinya dalam kondisi “sakit”.

    “Penyembuhan pasar properti harus dilakukan dari semua sisi secara terintegrasi. Jangan setengah-setengah, dan seharusnya lebih totalitas,” ujar Ikang.

    Dikatakan, dari sisi regulasi sudah dilakukan penangganan oleh pemerintah antara lain perbaikan perizinan menjadi lebih mudah dan pasti lewat UndangUndang Cipta Kerja (UUCK). Demikian pula dari sisi konsumen, sudah cukup banyak insentif yang dikeluarkan pemerintah termasuk yang saat ini sedang dikaji adalah penurunan suku bunga KPR.

    Penyembuhan yang belum dilakukan pemerintah adalah untuk pelaku usaha di bidang properti, para pengembang sebagai penggerak industri yang sebagai warga negara juga butuh diselamatkan. Akibat pandemi, menurut Ikang, hampir semua subsektor properti anjlok lebih dari 80 persen dari saat normal. Sebagian besar pengembang sedang tiarap akibat cashflow yang terganggu.

     

    Ikang Fawzi

    “Kondisi mayoritas pengembang sudah kronis, sehingga perlu diagnosis tepat dan cepat, serta obat yang mujarab dari pemerintah untuk segera dapat diselamatkan,” tegas Ikang.

    Namun, dia mengingatkan supaya pemerintah memahami betul persoalan-persoalan yang dihadapi pengembang saat ini dari berbagai segmen dan subsektor, dari rumah subsidi, menengah bawah hingga menengah atas. Untuk itu, menurut Ikang, keterlibatan asosiasi pengembang seperti REI sangat penting untuk memberikan informasi kepada pemerintah.

    “Jangan sampai nanti kebijakan yang diambil justru jauh panggang dari api. Tidak menyentuh akar persoalan yang sebenarnya,” ujar dia.

    Harapan Pengembang

    Seperti diketahui, REI saat ini sedang mendorong supaya insentif pembebasan PPN rumah tapak dan apartemen ditambah pula dengan kebijakan sunset policy (penghapusan sanksi pajak) dengan pengenaan tarif sebesar 5% terhadap aset kekayaan yang belum dilaporkan dalam SPT oleh wajib pajak.

    Asosiasi menilai kebijakan ini penting dan berpengaruh besar terhadap industri properti terlebih di segmen menengah dan menengah atas untuk menarik minat pemilik dana untuk mau membeli properti.

    Selain sunset policy, REI juga tengah memperjuangkan pengurangan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Selama ini, banyak daerah yang masih menerapkan BPHTB hingga 5 persen. Padahal, sejak 2016 Presiden Jokowi sudah mengimbau untuk diturunkan menjadi 2,5 persen.

    Hal lain, pengembang berharap kemudahan uang muka nol persen yang diberikan kepada konsumen juga didukung dengan langkah pelonggaran perbankan. Selama ini bank terkesan sangat ketat dalam memfilter tingkat risiko end user (calon penerima KPR) sehingga banyak calon pembeli yang ditolak pengajuan kreditnya oleh bank.

    “Kondisi tersebut sudah berjalan lebih dari setahun, sehingga minat masyarakat yang tinggi karena ditolak bank justru seperti harapan yang layu sebelum berkembang,” ungkap Ikang.

    Kemudian berkaitan dengan rencana penurunan bunga KPR, Ikang berharap kebijakan itu tidak hanya diberlakukan untuk konsumen saja, namun juga untuk pengembang. Saat ini suku bunga kredit konstruksi atau modal kerja pengembang cukup tinggi, meski suku bunga acuan Bank Indonesia sudah berada di level terendah.

    Dia berharap perbankan tidak terlalu banyak mengambil marjin dan sama-sama mendorong agar industri properti dapat kembali bangkit yang dalam jangka panjang akan memacu kembali penyaluran kredit properti di masa mendatang.

     

  • Tingkat Hunian Perumahan Bersubsidi Akan Dipantau SiAki QC

    Jakarta,JPI—Pemerintah melalui Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus kembangkan teknologi informasinya dalam menyalurkan bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

    Kali ini PPDPP bersama para stakeholder lakukan uji coba aplikasi Sistem Aktivasi QR Code (SiAki QC) di Perumahan Bumi Citra Indah, Cepedes, Paseh, Bandung pada tanggal 9 Maret 2021. Hadir langsung Direktur Utama Arief Sabaruddin yang didampingi Direktur Operasi, Martanto Boedi Joewono. Sedangkan dari para pihak stakeholder yang hadir diantaranya PT. SMF (Sarana Multigriya Finansial), Bank BTN, DPD APERSI Bandung (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia), dan PT Bestow Harapan Indah selaku developer perumahan tersebut.

    Arief Sabaruddin menyampaikan aplikasi SiAki QC bertujuan untuk memastikan tingkat keterhunian dan ketepatan sasaran terhadap rumah KPR Sejahtera yang difasilitasi dana FLPP. Melalui SiAki QC, pemerintah dapat memastikan penghuni dari rumah KPR Sejahtera FLPP telah sesuai dengan data penerima FLPP. Aplikasi SiAki QC ini diperuntukkan bagi bank pelaksana untuk melaporkan informasi kepenghunian setiap debitur KPR Sejahtera.

    Adapun rumah KPR Sejahtera yang dilakukan uji coba Aplikasi SiAki QC adalah milik Rizkisani. Pengantin baru yang berusia 30 tahun ini mengisahkan bahwa proses pengajuan rumah pada saat itu melalui Aplikasi SiKasep terbilang mudah, hanya memakan waktu sekitar 1 bulan hingga akad. Menanggapi kunjungan lapangan yang dilakukan PPDPP bersama para stakeholder secara spontan tersebut, Rizkisani menyambut baik upaya “Teknologi saat ini lebih bagus, dan lebih cepat didapat. Sesuai dengan harapan kami bahwa pengawasan memang perlu dilakukan” ujar Rizkisani

    Membangun Kehidupan, bukan Hunian Semata

    Dalam rangka evaluasi pelaksanaan uji coba Aplikasi SiAki QC, di hari berikutnya PPDPP lakukan Rapat Koordinasi Implementasi SiAki QC bersama para stakeholder tekait yang melakukan kunjungan lapangan di hari sebelumnya. Arief Sabaruddin sampaikan bahwa uji coba perdana aplikasi SiAki QC berjalan lancar tanpa kendala, namun masih membutuhkan beberapa masukan dari stakeholder untuk menyempurnakan aplikasi tersebut.

    Arief Sabaruddin memastikan bahwa setelah dilakukannya uji coba QR Code tersebut, akan dilakukan koordinasi berkelanjutan secara intensif bersama stakeholder agar tidak membebani semua pihak. Menurut Arief, demikian Arief Sabaruddin biasa disapa, dengan adanya beragam pengembangan aplikasi yang dilakukan PPDPP, maka pemerintah dapat lebih mengontrol seluruh proses bisnis pembangunan rumah, terutama rumah bersubsidi.

    “Saat ini Kita sudah tidak berbicara ketersediaan hunian, karena sudah ada SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan). Kita tidak berbicara lagi kualitas, karena sudah ada SiPetruk (Sistem Pemantauan Konstruksi), dan tidak lagi berbicara tebntang ketepatan sasaran hunian, karena sudah ada SiAki QC. Kita tidak hanya menargetkan membangun hunian semata, melainkan membangun kehidupan” ujar Arief.

    Pemerintah mengalokasikan dana bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2021 sebesar Rp 19,1 Triliun untuk 157,500 unit rumah. Adapun realisasi Penyaluran FLPP per 10 Maret 2021 adalah sebesar Rp454,95 Miliar yang didistribusikan untuk 1.389 unit rumah, atau telah terealisasi sebesar 2,65% dari target yang ditetapkan. Sehingga total penyaluran FLPP dari tahun 2010 hingga 10 Maret 2021 telah mencapai Rp56,05 Triliun untuk 769.024 unit rumah

     

  • Pemerintah Minta REI Tetap Semangat Bangun Rumah

    JAKARTA, IH—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan meminta para pengembang yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang Real Estate Indonesia (REI) untuk tetap bersemangat dalam membangun rumah bagi masyarakat Indonesia. Berbagai kemudahan perijinan serta dukungan pembiayaan perumahan dari pemerintah diharapkan dapat meeningkatkan pembangunan hunian bagi sekaligus membantu pemulihan perekonomian secara nasional dari sektor properti.

    “Kami tetap berharap dukungan dari para pengembang perumahan dari REI untuk tetap membangun hunian layak bagi masyarakat di masa pandemi ini,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid saat melakukan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Perumahan bersama jajaran pengurus DPP REI di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan diskusi antara Direktorat Jenderal Perumahan dengan REI terkait kebijakan dan strategi dalam peningkatan capaian Program Sejuta Rumah. REI juga diharapkan melaksanakan kenireja pembangunan perumahan berdasarkan substansi berdasarkan sistem pada undang undang yang berlaku sehingga mampu menunjang capaian Program Sejuta Rumah di seluruh Indonesia.

    Pada kesempatan itu, Dirjen Perumahan juga menyerahan buku berjudul “5 Tahun Sejuta Rumah” kepada Ketua Umum REI serta menjajaki kerjasama dalam upaya mendukung adanya kolaborasi dan sinergitas untuk menggairahkan ekonomi di Indonesia. “Pengembang REI sangat mendukung berbagai pogram perumahan di Indonesia,” terangnya.

    Ketua Umum DPP REI Totok Lusida menyatakan, REI siap mendorong capaian Program Sejuta Rumah dengan meningkatkan potensi industri properti dalam negeri. (*)

  • Program Sarhunta Dorong Potensi Wisata Di Likupang – Manado

    MANADO,KORIDOR–Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan telah membangun dan merevitalisasi sebanyak 529 unit rumah dalam mendorong potensi wisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Likupang – Manado di Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Program Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) berupa bantuan peningkatan kualitas rumah swadaya untuk usaha pondok wisata (homestay) dan usaha pariwisata lainnya.

    Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menjelaskan, Program Sarhunta ini bertujuan untuk mendukung pemulihan pariwisata daerah. Selain itu juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat yang juga terdampak pandemi Covid-19.

    “Kami berharao Program Sarhunta ini bisa bermanfaat dalam hal peningkatan kualitas rumah masyarakat di sekitar KSPN Likupang – Manado,” ujarnya beberapa waktu.

    Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I, Hujurat menjelaskan, jumlah bantuan peningkatan kualitas rumah swadaya untuk usaha pondok wisata (homestay) sebesar Rp 36,74 Miliar. Dana dialokasikan untuk meningkatkan kualitas rumaha tidak layak huni yang ada di beberapa lokasi yang ada di KSPN tersebut.

    Berdasarkan data yang ada, bantuan Sarhunta tersebut disalurkan untuk 263 unit yang terdapat di tiga Desa yaitu Marinsow, Pulisan, Kinunang dan satu Kelurahan di Pulau Bunaken. Pihaknya juga berharap Sarhunta yang sudah selesai dibangun Kementerian PUPR bisa dimanfaatkan dan dipromosikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sehingga lebih banyak wistawan yang berkunjung ke Likupang sekaligus menumbuhkan ekonomi masyarakat serta peningkatan terhadap sektor

    Rumah warga yang dijadikan homestay juga sangat nyaman karena fasilitas untuk penginapan sangat lengkap baik dan aman. Para wisatawan juga bisa berinteraksi langsung dengan penduduk dan desain rumahjuga menonjolkan budaya dan kearifan lokal.

    “Seluruh Homestay yang sudah rampung 100 persen sudah mulai disewakan ke wisatawan dengan biaya sewa per malam nya Rp 200,000. Selain itu ada jenis bantuan peningkatan kualitas tanpa fungsi yang terdapat di sepanjang koridor KSPN Likupang berjumlah 266 unit progresnya sudah hampir rampung 100 persen,” terangnya.

    Sementara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno juga melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan Sarhunta di Likupang. Menurutnya, Kemenparekraf sangat mengapresiasikan program-program pembangunan infrastruktur dan perumahan dari Kementerian PUPR.

    “Pembangunan rumah-rumah warga agar bisa dijadikan homestay adalah suatu wujud nyata bahwa pemerintah hadir untuk menggerakkan ekonomi masyarakat daerah khususnya desa, membuka peluang usaha dan membantu menambah penghasilan masyarakat. Tentunya dalam pengelolaan Sarhunta di Likupang juga harus tetap berpedoman pada protokol kesehatan yang ketat dan disiplin untuk mengantisipasi pnyebaran virus Covid-19,”tandasnya.

    “Tadi biaya sewa homestay hanya Rp 200 ribu rupiah per malam. Kita ingin ini menjadi keunggulan kita, saya hari ini di Desa Marinsow mencanangkan bahwa desa wisata ini akan menjadi program unggulan dari Kemenparekraf untuk membangkitkan ekonomi warga nasional” ungkap Sandiaga.

     

  • Haru Koesmahargyo Pimpin Bank BTN

    JAKARTA,KORIDOR—PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. optimistis target bisnis yang ditetapkan untuk tahun 2021 akan tercapai didukung Jajaran Direksi yang ditetapkan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

    Adapun, pada 2021, emiten bersandi saham BBTN ini membidik laba bersih naik ke kisaran Rp2,5 triliun-Rp2,8 triliun.

    Corporate Secretary Bank BTN Ari Kurniaman mengatakan perseroan tetap optimistis dapat mencapai target bisnis di tahun ini ditopang manajemen yang solid. “Kami juga tetap optimistis mampu meraih posisi sebagai The Best Mortgage Bank in Southeast Asia in 2025 didukung infrastruktur perumahan yang kuat dan inovasi yang terus kami lakukan sehingga dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia memiliki hunian yang terjangkau dengan mudah,” jelas Ari di Jakarta, Rabu (10/3).

    Beberapa target kinerja keuangan yang juga ditetapkan Bank BTN di tahun kerbau logam ini yakni kredit dan pembiayaan dibidik naik sebesar 7%-9%. Dana Pihak Ketiga pun ditargetkan berada dalam pertumbuhan yang sejajar dengan kredit atau dikisaran 7%-9%.

    Sementara itu, dalam  RUPST tersebut juga disepakati penunjukkan jajaran pengurus baru manajemen perseroan. Pemegang saham memutuskan memberhentikan dengan hormat Pahala Nugraha Mansury selaku Direktur Utama Bank BTN dan Yossi Istanto dari posisi sebagai Direktur Human Capital, Legal, and Compliance.

    RUPST juga memutuskan mengangkat Haru Koesmahargyo sebagai Direktur Utama Bank BTN. Pemegang saham juga mengangkat Nofry Rony Poetra sebagai Direktur Finance, Planning, and Treasury dan Eko Waluyo selaku Direktur Compliance and Legal.

    RUPST Bank BTN 2020 juga mengangkat Iqbal Latanro sebagai Wakil Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen.

    Menurut Ari, perseroan menyambut positif susunan pengurus yang baru tersebut. Bisnis BTN, lanjutnya, akan tetap berjalan normal dengan tetap mendukung program perumahan nasional sebagai core business Bank BTN.

    Selain itu, Ari mengungkapkan Bank BTN juga akan terus berinovasi agar dapat meningkatkan pembiayaan di sektor perumahan. Apalagi, sektor perumahan memiliki multiplier effect terhadap 174 sektor lainnya, sehingga dapat menjadi lokomotif pendorong perbaikan ekonomi nasional. “Kami optimistis jajaran baru ini juga akan solid membawa Bank BTN mendukung program pemerintah yakni Sejuta Rumah dan PEN [Pemulihan Ekonomi Nasional].”

    Berikut susunan Komisaris dan Direksi baru Bank BTN:

    Komisaris

    Komisaris Utama                         : Chandra Hamzah

    Wakil Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen   : Iqbal Latanro

    Komisaris                                    : Eko Djoeli Heripoerwanto

    Komisaris                                    : Heru Budi Hartono

    Komisaris                                    : Andin Hadiyanto

    Komisaris                                    : Armand Bachtiar Arief

    Komisaris Independen                 : Ahdi Jumhari Luddin

    Direksi

    Direktur Utama                                                      : Haru Koesmahargyo

    Wakil Direktur Utama                                            : Nixon LP Napitupulu

    Direktur Consumer and Commercial Lending        : Hirwandi Gafar

    Direktur Finance, Planning, and Treasury             : Nofry Rony Poetra

    Direktur Compliance and Legal                             : Eko Waluyo

    Direktur Wholesale Risk and Asset Management : Elisabeth Novie Riswanti

    Direktur Operation, IT, and Digital Banking  : Andi Nirwoto

    Direktur Distribution and Retail Funding               : Jasmin

    Direktur Risk Management and Transformation    : Setiyo Wibowo

     

     

  • Saatnya Pengembang Mulai Manfaatkan Momentum Bebas PPN

    TANGERANG, KORIDOR— Angin segar untuk industri properti di tanah air terus berhembus. Terlebih lagi sejak Pemerintah memberikan berbagai stimulus untuk kembali menggerakan sektor properti yang mengalami kelesuan akibat pandemi Covid-19. Hal itu tentu disambut positif oleh para pengembang properti. Tidak terkecuali Modernland Cilejit, proyek hunian berskala kota (township) seluas 1.000 hektar yang dikembangkan PT Modernland Realty Tbk. di kawasan Tangerang, Banten.

    Untuk memanfaatkan momentum tersebut, Modernland Cilejit telah menyiapkan produk rumah Type Real Estate (RE) di cluster Ramma. Rumah berukuran Luas Bangunan (LB) 27 m2 – 96 m2 dan Luas Tanah (LT) 72 m2 – 96 m2 dipasarkan seharga Rp259 hingga Rp403 juta-an. Berdesain modern, rumah tersebut sangat cocok bagi masyarakat urban yang mendambakan rumah sehat di lingkungan yang memiliki fasilitas lengkap dengan akses transportasi yang mudah dan murah.

    Helen Hamzah, Director Marketing Urban Development PT Modernland Realty Tbk. mengatakan, rumah Type Real Estat (RE) di cluster Ramma bisa dibeli bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan memanfaatkan insentif di sektor properti selama bulan Maret hingga Agustus 2021. “Rumah Type Real Estate (RE) di cluster Ramma saat ini sedang dibangun untuk siap diserahterimakan di Agustus 2021,” ujar Helen Hamzah.

    Sebagaimana diketahui pemerintah mengucurkan insentif pada sektor properti dengan menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk rumah tapak dan rumah susun. PPN sebesar 100% dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar dan 50% untuk harga lebih dari Rp2 miliar sampai dengan Rp5 miliar. Syarat insentif tersebut harus merupakan rumah baru yang diserahkan dalam kondisi siap huni pada periode pemberian insentif.

    Sementara Bank Indonesia (BI) juga telah memberikan relaksasi dengan menerbitkan kebijakan pelonggaran uang muka kredit properti, untuk rumah tapak, rumah susun, dan ruko/rukan. Kebijakan BI yang memungkinkan perbankan memberikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan down payment (DP) atau uang muka 0 persen tersebut berlaku mulai 1 Maret 2021 sampai 31 Desember 2021.

    Selain bisa memanfaatkan stimulus yang diberikan pemerintah, pembeli juga akan mendapatkan keuntungan dari pengembang Modernland Cilejit yakni berupa diskon langsung sebesar 10%. “Jadi segera beli sebelum kehabisan karena kami menyediakan rumah Type Real Estate (RE) di cluster Ramma yang bisa memanfaatkan insentif dari pemerintah dan diskon langsung pengembang hanya 27 unit saja,” kata Helen Hamzah.

    Keunggulan Modernland Cilejit

    Modernland Cilejit dirancang sebagai sebuah kawasan premium yang dilengkapi oleh berbagai fasilitas modern terbaik seperti sarana pendidikan, Theme ParkWater Park dan Edu Park, sarana kesehatan, area komersial, transportasi hingga sarana ibadah. “Modernland Cilejit menawarkan keseimbangan hidup bersama keluarga dan orang terkasih dengan sederet fasilitas lengkap. Modernland Cilejit akan memberikan warna baru bagi kawasan hunian di wilayah Tangerang,” kata Helen Hamzah.

    Lokasi Modernland Cilejit hanya selangkah dan terintegrasi langsung dengan stasiun KRL Commuterline Cilejit. “Transportasi massal yang paling banyak digunakan masyarakat Jabodetabek saat ini adalah Commuterline, dan lokasi Modernland Cilejit menempel dengan stasiun Cilejit sehingga dengan demikian paling terdepan di Kabupaten Tangerang. Tentunya membuat mobilitas penghuni akan lebih cepat dan mudah untuk mencapai berbagai tujuan di Serpong maupun kawasan CBD Jakarta sekalipun,” ujar Helen Hamzah seraya mengatakan penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD) pada proyek Modernland Cilejit membuat penghuni tidak perlu membuang banyak waktu di jalan.

    Reagan Honoris, Managing Director Modernland Cilejit mengatakan, sejak mulai dikembangkan pada tahun 2019 lalu, hingga saat ini sudah banyak progress pembangunan yang terlihat di lokasi proyek Modernland Cilejit. Diantaranya seperti telah diselesaikannya pembangunan infrastruktur jalan utama dan saluran drainase di dalam kawasan. Kemudian, Marketing Gallery yang saat ini juga telah mulai dipergunakan meski masih dilakukan beberapa pekerjaan finishing di beberapa bagian gedung.

    Tiga jenis Rumah Contoh juga sudah selesai dibangun sehingga masyarakat bisa secara langsung melihat bentuk dan desain serta aspek penataan interior rumah yang akan dibeli. Kemudian rumah yang telah terjual di tahap 1 dan 2, di mana PT Modernland Realty Tbk. berhasil menjual sebanyak total 1.500 unit, juga sedang mulai dibangun dengan target diserahterimakan tepat pada waktunya.

    “Di lokasi proyek, calon pembeli sudah bisa melihat wujud nyata proyek Modernland Cilejit. Tidak hanya sebatas pada brosur penjualan saja. Diharapkan pembeli bisa tinggal dan menempati rumahnya tidak lama lagi. Jadi, lebih baik dan sangat aman membeli properti di Modernland Cilejit. Sudah pasti sedang dibangun,” kata Reagan Honoris.

    Billionaire Club

    Sebagaimana diketahui, PT Modernland Realty Tbk. memiliki salah satu Marketing Channel bernama Billionaire Club, yang selama ini telah memasarkan produk-produk properti Modernland Group. Billionaire Club sendiri merupakan salah satu Marketing Channel yang menggabungkan antara sistem penjualan online maupun offline terhadap seluruh produk Modernland Group melalui anggotanya yang terdiri dari agen properti dan masyarakat umum yang berminat dan tertarik dalam hal pemasaran properti.

    Yang tergabung dalam Billionaire Club yakni Agen Properti dan masyarakat umum yang berminat serta mau berjualan, bisa bersama-sama memasarkan produk-produk properti PT Modernland Realty Tbk. Banyak keuntungan yang akan diperoleh dengan bergabung di Billionaire Club, selain komisi, ada benefit yang sangat menjanjikan bagi setiap anggota/ member Billionaire Club yang berhasil melakukan penjualan dan mencapai targetnya.

    Christine Natadipraja, selaku President Billionaire Club menuturkan, “Kami akan membantu penuh supaya mereka berhasil dalam meraih penjualan dan Kami juga senantiasa menjaga komitmen untuk menyerahkan komisi dan benefit penjualan kepada anggota/member Billionaire Club secara tepat waktu. Apabila terjadi penjualan, member Billionaire Club akan mendapatkan reward sampai dengan Rp25 juta, juga akan mendapatkan komisi sampai dengan 3,25% dan semuanya bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, sangat menarik bukan?. (*)

  • Pengembang: BTN Butuh Sosok Direktur Utama Berpengalaman

    JAKARTA,KORIDOR—Pengembang properti menilai dalam masa pemulihan ekonomi nasional pascapandemi seperti saat ini sektor properti butuh sosok berpengalaman khususnya dalam bidang pembiayaan perumahan.Untuk itu pemerintah diminta bijaksana dalam memilih dan menentukan sosok Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN karena sangat terkait erat dengan industri perumahan Nasional.

    “Dibutuhkan seseorang pemimpin yang berpengalaman dan tahu seluk beluk permasalahan rumah subsidi ini atau yang biasa disebut FLPP,” ujar Direktur Utama Citra Swarna Group Victor, Selasa (9/3/2021).

    Menurut Victor, Bank BTN sangat butuh sosok berpengalaman selain karena kebutuhan pembiayaan yang besar bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), proses menjalan implementasi dengan segala atran yang sudah ada tidaklah mudah. “Baik pelaku bisnisnya maupun dari sisi perbankan, sama-sama membutuhkan yang berpengalaman,” katanya.

    Untuk itu dia berharap pemerintah akan memilih pemimpin BTN yang mengerti dan berpengalaman mengenai pembiayaan rumah subsidi atau FLPP dan seluk beluk bisnis BTN. “Kalau tidak berpengalaman yang repot nanti masyarakat berpenghasilan rendahnya sendiri yang jadi terbengkalai sebagaimana dimaksud dari tujuan program sejuta rumah,” jelasnya.

    Sebaiknya, kata Victor, pemimpin BTN yang baru nanti sudah berpengalaman terutama di core bisnis perseroan. Pasalnya, saat ini sektor properti yang merupakan fokus utama bisnis Bank BTN menjadi salah satu tumpuan pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional. “Sektor properti itu selain dari pada kebutuhan pokok, dengan berjalannya sektor properti, maka 170an usaha turunan lainnya ikut berjalan,” tegas Victor.

    Senada dengan Victor, Wakil Ketua Umum Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Irwan menilai karena pentingnya sektor properti terhadap sektor lainnya seperti industri semen, genteng, cat, dan lain-lain, sehingga sektor ini butuh sosok yang berpengalaman. Menurut dia, untuk mensukseskan Program Sejuta Rumah dari pemerintah, sangat dibutuhkan orang yang sudah sangat berpengalaman.

    “Sehingga program pemerintah lebih cepat terwujud dengan baik dan cepat untuk multiplier effect ekonomi di masa-masa sekarang ini. Sehingga kontribusi kebangkitan ekonomi lebih cepat. Dibanding dengan orang baru yang belum pengalaman, maka akan terjadi sebaliknya, yaitu perlambatan, karena orang baru perlu belajar lagi,” pungkas Irwan.

    Seperti diketahui, pada Rabu 10 Maret 2021, Bank BTN bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang salah satu agendanya pemilihan pengurus.

     

  • Ada Angin Segar dari Pemerintah, Hong Kong Kingland Genjot Pembangunan Kingland Avenue

    TANGERANG, KORIDOR— Kendati Hingga kini pandemi Covid-19 masih terus berlangsung di hampir seluruh belahan dunia termasuk Indonesia, namun kondisi ini tidak mengubah komitmen pengembang PT. Hong Kong Kingland untuk menghadirkan proyek properti berkualitas serta delivery tepat waktu sesuai dengan yang dijanjikan kepada konsumen.

    Buktinya, Hong Kong Kingland berani menggelar ground breaking ceremony pembangunan University Space & Retail yang merupakan bagian dari pengembangan Kawasan Kingland Avenue Apartment, di Jalan Raya Serpong KM 8, Tangerang, Banten, pada Jum’at (5/3).

    Acara seremonial tersebut ditandai dengan pemasangan bored pile perdana yang disaksikan langsung oleh President Director Kingland Avenue, Timothy Chang. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa kami selaku developer selalu memprioritaskan kepentingan dan kebutuhan konsumen, sekaligus sebagai wujud nyata komitmen perseroan dalam mempersembahkan konsep integrated living dalam Kawasan Kingland Avenue,” ungkap Timothy Chang, usai ground breaking University Space & Retail.

    Selain itu, lanjut dia, pemasangan bored pile perdana sebagai awal pembangunan area komersial serta kampus tersebut juga membuktikan pembangunan konstruksi proyek Kingland Avenue tetap berjalan meski dalam situasi pandemi Covid–19 yang masih berlanjut. “Karena itu, konsumen tidak perlu khawatir proses pembangunan akan molor atau mangkrak. Bahkan, kami berani menjamin bahwa serah terima unit bisa dilaksanakan tepat waktu,” tegasnya.

    Kebijakan Pemerintah Menjadi Angin Segar

    Dia juga menegaskan, saat ini merupakan momentum penting untuk mempercepat pembangunan proyek dan menggenjot pemasaran seiring dengan kondisi pasar yang mulai menggeliat. Apalagi, sektor perbankan belakangan banyak menawarkan kemudahan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) dengan down payment (DP/uang muka) serta bunga angsuran yang cukup ringan.

    “Bahkan, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan stimulus ekonomi melalui penghapusan PPnBM 10% serta pelonggaran ketentuan loan to value (LTV) dan financing to value (FTV) oleh Bank Indonesia hingga 100%. Ini artinya, konsumen tidak perlu lagi menyiapkan DP KPR/KPA untuk kepemilikan hunian pertama,” ungkap Timothy.

    Pada kesempatan yang sama, Executive Director PT Hong Kong Kingland, Jiko Tandijono mengatakan, penghapusan PPnBM juga akan memacu gairah pasar. Dengan kebijakan tersebut, daya beli masyarakat akan terkerek naik seiring harga hunian yang semakin terjangkau. “Penghapusan PPnBM seperti diskon harga khusus yang bertujuan mendongkrak daya beli masyarakat,” ujar Jiko, sapaan akrabnya.

    Jiko Tandijono meyebut hal tersebut merupakan angin segar bagi industry property tanah air. Karena itu, pengembangan Kawasan Kingland Avenue terus berjalan meski di tengah pandemi Covid-19 dan progres saat ini telah mencapai pengerjaan konstruksi untuk pembangunan University Space & Retail. “Sesuai rencana, Univerity Space & Retail dan Tower Apartment The Venetian akan diserahterimakan pada akhir 2023,” imbuhnya.

    Dijelaskan Jiko, Univerity Space & Retail yang dibangun di atas area seluas 20.000 meter per segi setinggi tiga lantai ini merupakan rental space. Pada ketiga lantai tersebut nantinya akan diisi oleh para tenant pilihan yan mencakup food & beverage (F&B) di lantai pertama, super market (lantai dua) dan kampus (lantai tiga).

    “Untuk tenant kampus, saat ini kami sudah bekerjasama dengan Universitas Sahid dan ke depan beberapa universitas ternama, seperti Borobudur. Sementara, retail tenant termasuk anchor tenant yang akan menempati space area di lantai dua masih dalam penjajakan, nanti setelah ada kesepakatan akan kami informasikan,” papar Jiko.

    Sebagai hunian yang mengedepankan konsep “University Town”, sambung dia, Kingland Avenue mendedikasikan area khusus untuk sejumlah universitas, seperti Universitas Sahid, Universitas Bunda Mulia, STIE Paripurna, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Masa Depan, dan lainnya. Area university space sudah terintegrasi dengan area podium, telah dilengkapi dengan area food & beverage di lantai dasar, dan entertainment, supermarket, serta boutique shop pada lantai 1, yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan penghuni.

    “Area podium di lantai enam juga menghadirkan beragam fasilitas eksklusif seperti resort swimming pool, kids pool, jogging track, children playground, outdoor yoga, sunken pavilion. Selain itu, tersedia gourmet pavilion, indoor sport club, zen garden, water bed, jacuzzi, aqua gym, dan BBQ deck untuk memanjakan para penghuni Kingland Avenue,” pungkas Jiko.(*)

  • Hunian Bagi Milenial Ini Hanya Dibanderol Mulai Rp150 Juta

    TANGERANG, KORIDOR—Kebutuhan hunian bagi generasi milenial cukup besar. Merujuk pada hasil sensus yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang Februari-September 2020, jumlah generasi milenial (lahir pada periode 1981-1996) di Indonesia telah mencapai 69,90 juta jiwa atau setara 25,87 persen total populasi penduduk di Indonesia yang berjumlah 270,2 juta jiwa. Seiring dengan hal tersebut, generasi milenial memiliki peran penting dan ikut berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini setidaknya hingga 15 tahun kedepan.

    Untuk menangkap peluang pasar dari generasi milenial, PT Modernland Realty Tbk. meluncurkan rumah type Studio Landed Home bagi generasi milenial di proyek hunian berskala kota (township) Modernland Cilejit (1000 ha), Tangerang, Banten. “Kami memasarkan rumah type Studio Landed Home yang sesuai dengan kebutuhan generasi milenial dengan harga sangat terjangkau. Jumlahnya tidak banyak, hanya 100 unit. Jadi segera manfaatkan kesempatan baik ini sebelum kehabisan,” ujar Helen Hamzah, Director Marketing Urban Development PT Modernland Realty Tbk.

    Rumah yang ditawarkan berkonsep rumah tumbuh. Artinya, ke depan rumah ini bisa dikembangkan atau dibangun sesuai kebutuhan, dari hanya 1 kamar bisa dikembangkan menjadi 2 kamar. “Rumah tumbuh adalah salah satu kiat untuk merencanakan dan membangun rumah secara bertahap. Cocok bagi konsumen yang ingin memiliki rumah pertama dengan kondisi keuangan yang tidak memungkinkan untuk langsung memiliki rumah type besar dengan banyak ruangan,” kata Helen Hamzah.

    Rumah Studio Landed Home type L5 dengan luas bangunan (LB) 13 m2 dan luas tanah (LT) 60 m2 ditawarkan seharga mulai dari Rp150 jutaan yang bisa dicicil dengan menggunakan fasilitas KPR yakni hanya Rp1,4 juta per bulan. Ada opsi rumah tumbuh yang dapat dikembangkan oleh konsumen menjadi ukuran LB 23 m2 dan LT 60 m2 (1 kamar) dan ukuran LB 28 m2 dan LT 60 m2 (2 kamar).

    “Selain dapat memiliki rumah berdesain keren dengan harga terjangkau, generasi milenial juga akan mendapatkan banyak keunggulan jika tinggal di Modernland Cilejit yang tidak didapatkan di tempat lain,” ujar Helen Hamzah.

    Apa saja keunggulan Modernland Cilejit? Modernland Cilejit dirancang sebagai sebuah kawasan premium yang dilengkapi oleh berbagai fasilitas modern terbaik seperti sarana pendidikan, Theme ParkWater Park dan Edu Park, sarana kesehatan, area komersial, transportasi hingga sarana ibadah. “Modernland Cilejit menawarkan keseimbangan hidup bersama keluarga dan orang terkasih dengan sederet fasilitas lengkap. Modernland Cilejit akan memberikan warna baru bagi kawasan hunian di wilayah Tangerang,” kata Helen Hamzah.

    Lokasi Modernland Cilejit hanya selangkah dan terintegrasi langsung dengan stasiun KRL Commuterline Cilejit. “Transportasi massal yang paling banyak digunakan masyarakat Jabodetabek saat ini adalah Commuterline, dan lokasi Modernland Cilejit menempel dengan stasiun Cilejit sehingga dengan demikian paling terdepan di Kabupaten Tangerang. Tentunya membuat mobilitas penghuni akan lebih cepat dan mudah untuk mencapai berbagai tujuan di Serpong maupun kawasan CBD Jakarta sekalipun,” ujar Helen Hamzah seraya mengatakan penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD) pada proyek Modernland Cilejit membuat penghuni tidak perlu membuang banyak waktu di jalan.

    Reagan Honoris, Managing Director Modernland Cilejit mengatakan, sejak mulai dikembangkan pada tahun 2019 lalu, hingga saat ini sudah banyak progress pembangunan yang terlihat di lokasi proyek Modernland Cilejit. Diantaranya seperti telah diselesaikannya pembangunan infrastruktur jalan utama dan saluran drainase di dalam kawasan. Kemudian, Marketing Gallery yang saat ini juga telah mulai dipergunakan meski masih dilakukan beberapa pekerjaan finishing dibeberapa bagian gedung.

    Tiga jenis Rumah Contoh juga sudah selesai dibangun sehingga masyarakat bisa secara langsung melihat bentuk dan desain serta aspek penataan interior rumah yang akan dibeli. Kemudian rumah yang telah terjual di tahap 1 dan 2, di mana PT Modernland Realty Tbk. berhasil menjual sebanyak total 1.500 unit, juga sedang mulai dibangun dengan target diserahterimakan tepat pada waktunya.

    “Di lokasi proyek, calon pembeli sudah bisa melihat wujud nyata proyek Modernland Cilejit. Tidak hanya sebatas pada brosur penjualan saja. Diharapkan pembeli bisa tinggal dan menempati rumahnya tidak lama lagi. Jadi, lebih baik dan sangat aman membeli properti di Modernland Cilejit. Sudah pasti sedang dibangun. Kami menargetkan rumah-rumah di Modernland Cilejit sudah bisa mulai diserahterimakan secara bertahap pada Kuartal 2 tahun 2021 mendatang. Kami optimis jika sudah dihuni tentu akan semakin mempercepat penjualan Modernland Cilejit,” kata Reagen Honoris. (*)

  • Mutiara Puri Harmoni 2 Rumah Subsidi Terbaik di Timur Jakarta

    BEKASI, KORIDOR – Untuk pasar segmen rumah subsidi di masa pandemi Covid-19 tampak tidak terlalu perngaruh. Selain karena adanya dukungan kebijakan pelonggaran (relaksasi) persyaratan, suku bunga rendah, dan DP 0 persen, juga karena pemerintah sudah putuskan harga unit rumah subsidi dengan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB) tidak mengalami kenaikan pada tahun 2021.

    Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor 535/KPTS/M/2019 Tentang Batasan Harga Jual Rumah Sejahtera Tapak Yang Diperoleh Melalui Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah Bersubsidi, dengan lima kelompok wilayah persebaran rumah.

    Menurut Ardian Hendra, General Manager Regional Timur Vista Land Group yang juga mengembangkan perumahan subsidi, stimulus (harga tidak naik) dari pemerintah ini akan lebih menggairahkan pasar rumah bersubsidi. Apalagi di 2021 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menaikkan target rumah subsidi dengan pembiayaan Subsidi Selisih Bunga (SSB) dari 109.253 unit tahun lalu, menjadi 222.876 unit tahun ini.

    Disamping itu, kata Ardian, pasar rumah subsidi di tahun 2021 sangat prospektif, karena kebutuhan akan tempat tinggal bagi MBR masih sangat tinggi. Hal ini bisa dilihat dari backlog rumah subsidi cukup besar.

    “Berdasarkan data Kementerian PUPR, backlog perumahan per awal 2020 mencapai 7,64 juta unit rumah yang terdiri dari 6,48 juta unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) non fixed income, 1,72 juta unit rumah untuk MBR fixed income dan 0,56 juta unit rumah untuk non MBR. ,” kata Ardian, Selasa (2/3), di Bekasi, Jawa Barat.

    Khusus di daerah Bekasi yang merupakan daerah pendukung Kota DKI Jakarta, lanjut Ardian, market share untuk rumah subsidi masih sangat tinggi, mengingat lahan  peruntukan rumah subsidi semakin sempit terlebih di kota besar seperti Bekasi, keberadaan rumah subsidi akan makin jauh ke dalam_dari jalan raya provinsi.

    Vista Land Group, kata Ardian, siap mendukung pencapaian target rumah subsidi 2021, salah satunya adalah perumahan yang secara lokasi hanya 10 menit ke Jalan Pantura. Jadi ini kesempatan masyarakat untuk memiliki rumah dengan lokasi yang strategis, dan didukung dengan lahan pengembangan masih cukup luas, ditambah banyaknya kawasan industri yang mempekerjakan jutaan karyawan.

    “Proyek tersebut adalah Mutiara Puri Harmoni 2, di Cikarang Utara, Bekasi adalah hunian aman dari Banjir di Timur Jakarta dan dibangun sejak 2016 di atas lahan 26 hektar kini sudah 90 persen terjual. Di tahun lalu saja kami bisa menjual 250 unit rumah. Saat ini sudah terbangun hampir 2.000 unit rumah subsidi dan rumah kios. Untuk itu, tahun 2021 ini kami optimis penjualan rumah di Mutiara Puri Harmoni 2 bisa tumbuh di atas 50 persen,” kata Ardian.

    Ardian mengatakan, pengembang perumahan bersubsidi sekarang ini tidak hanya dituntut menjual dengan harga terjangkau sesuai aturan pemerintah, tetapi kualitas lingkungan juga harus diperhatikan. Karena itulah konsep umum pengembangan Mutiara Puri Harmoni 2 mengusung konsep Healthy Compact House dengan ruangan yang terbatas menjadikan hunian sehat dan bersih di lingkungan asri. Boleh dikatakan Mutiara Puri Harmoni 2 perumahan subsidi terbaik di timur Jakarta.

    “Di jaman digitalisasi sekarang ini dimana konsumen punya informasi banyak pilihan, maka pengembang tidak bisa lagi mengandalkan hanya harga murah. Konsumen akan memilih yang terbaik,  yaitu harga terjangkau dan punya lingkungan yang baik, dan tentunya punya kemudahan akses. Inilah alasan mengapa proyek kami sangat diminati kalangan MBR,” ujarnya.

    Menurut Ardian,  meski perumahan bersubsidi, Mutiara Puri Harmoni 2 yang dikembangkan Vista Land Group sejak awal telah memikirkan kualitas lingkungan untuk kenyamanan keluarga. Hingga tidak heran kalau rata-rata pembelinya adalah end-user. Sekarang ini ada 1.500 KK (kepala keluarga) yang sudah tinggal di dalamnya. Saat ini pengembang sedang membangun 150 unit rumah ready yang siap akad di awal semester kedua 2021.

    Mutiara Puri Harmoni 2 sedang memasarkan Rumah Kios (Ruki). (Foto: Istimewa)

    Rumah Kios

    Kini pengembang Mutiara Puri Harmoni 2 sedang memasarkan rumah subsidi tipe 26/60 m2 (Luas Bangunan/Luas Tanah) dengan seharga Rp168 juta yang dapat dibeli dengan fasilitas KPR dengan subsidi bunga 5% fix, dengan angsuran sekitar Rp1,2 juta per bulan, dan yang sangat menarik adalah down payment (DP) 0 rupiah atau tanpa DP. Dan banyak lagi bonusnya ; antara lain Tembok belakang, Pompa air dengan sumur bor lebih dari 30 meter,  dan Gratis biaya proses.

    Di samping itu, jelas Ardian, saat ini pihaknya sedang memasarkan produk unggulan berupa Rumah Kios (Ruki) untuk usaha dengan tipe 28/40 m2 dengan harga Rp200 jutaan. Lokasi area Ruki sangat strategis berada di gerbang paling depan dari pintu masuk perumahan Mutiara Puri Harmoni 2.

    “Untuk hunian sederhana harga Ruki Rp200 jutaan sangat menarik dan pembeli kita berikan promo cashback Rp10 juta setelah akad. Unit Ruki yang kami tawarkan sangat terbatas dan  ternyata peminatnya cukup banyak. Karena mereka melihat kawasan ini sudah ramai, dihuni sekitar 1.500 KK,” jelas Ardian.

    Lokasi Mutiara Puri Harmoni 2 sangat strategis, berlokasi di Jl Karang Anyar, Karang Bahagia, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat yang dapat dijangkau dari Stasiun KRL (Kereta Rel Listrik) Cikarang, Angkutan kota dan Gerbang Tol Cikarang Barat. Perumahan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial, di antaranya: area bermain anak, danau yang luas, minimarket, pusat jajanan (kuliner), sarana ibadah, lapangan olahraga, taman dan balai warga.

    Sedangkan di lingkungan sekitar terdapat kawasan industri Jababeka, MM 2000, Rumah sakit, Pasar Cikarang, Sentra Grosir Cikarang, Sekolah, serta dekat dengan terminal Bus Cikarang, Stasiun KRL Cikarang, dan Stasiun KA Lemah Abang.

Back to top button