Aktual

  • “Triple Treats” Menarik Minat Investor Miliki Apartemen Ciputra International

    JAKARTA, KORIDOR – Di segmen menengah atas, bahkan high-end juga tak ingin ketinggalan meraup untung dari sikap “royal” pemerintah di masa pandemi Covid-19 ini. Bayangkan saja, dari free PPN saja konsumen sudah mendapatkan potongan 10%. Jika harga propertinya Rp2 miliar mereka bisa hemat Rp200 juta. Dan di saat suku KPR/KPA rendah, memang paling untung bila mengambil fasilitas tanpa DP, karena toh bunga yang harus dibayar tidak akan mencekik. Dengan begitu uang DP sekitar 20% atau Rp400 juta (jika harga properti Rp2 miliar) bisa diputar di bisnis lain.

    Namun yang diperlu diketahui semua kebijakan relaksasi punya syarat dan ketentuan. Misalnya saja free PPPN (10%) hanya boleh untuk pembelian properti primary (produk pengembang) yang ready stock (tidak berlaku properti indent), serta sudah lunas dan serah terima maksimal di Agustus 2021. Sementara untuk DP 0% , hanya bank ber-NPL (Non Performing Loan) kriteria sehat yang diperbolehkan. Lagi pula kalau mau jujur perbankan itu lebih senang jika pembelian properti mengeluarkan DP, sehingga konsumen tidak gampang memutuskan berhenti menyicil.

    Dari sisi pengembang sendiri pun, tidak banyak yang dapat memberikan kedua insentif itu sekaligus (free PPN dan DP 0%). Sebab tidak semua pengembang punya produk ready stock dan tidak otomatis pula perbankan mau memberikan KPR/KPA dengan pola tanpa DP yang risiko gagal bayarnya sangat tinggi. Karena itulah, hanya sedikit pengembang yang bisa menawarkan kedua stimulus ini, salah satu adalah superblock Ciputra International, Jakarta Barat.

    Menurut Andreas Raditya General Manager Marketing Ciputra Group, sejak adanya kebijakan relaksasi tersebut, animo konsumen dan investor terhadap unit apartemen dan perkantoran meningkat signifikan. Jika biasanya (sebelum ada relaksasi), jumlah kunjungan ke marketing gallery  maksimal 10 potintial buyers, namun sekarang bisa sampai 25 konsumen setiap hari.

    Dan dalam rangka memanfaatkan momentum relaksasi, Ciputra International mengeluarkan program promo Triple Treats, berupa DP 0%, Free PPN, serta fully furnished berlaku dari Maret hingga Mei 2021. Hal ini dapat dilakukan karena semua produk (apartemen dan perkantoran) yang ditawarkan adalah ready stock (siap pakai). Selain itu, ada bank yang mau memberikan pembiayaan dengan tanpa.

    “Sesuai dengan ekspektasi, promo ini langsung disember  konsumen terutama di unit apartemen. Kapan lagi, dapat diskon (free PPN) 10%. Misalnya harga 1 bedroom tower San Francisco Rp1 miliaran maka  potongnya Rp100 jutaan, dan 2 bedroom Rp2 miliaran maka mereka bisa hemat Rp200 jutaan. Di bulan Maret ini saja kami berhasil closing 7 unit apartemen,” kata Raditya, Senin (29/3), di Jakarta.

    San Francisco

    Raditya mengatakan, saat ini banyak konsumen dan investor tertarik dengan unit apartemen di tower San Francisco yang merupakan tower kedua dan sudah beroperasi (terhuni). Dari total unit 350 unit, sudah terjual 60%. Harga mulai Rp700 juta untuk studio tapi sudah sold out, dan yang ditawarkan mulai 1 bedroom harga Rp1 miliaran, 2 bedroom Rp2 miliaran, dan 3 bedroom Rp3 miliaran.

    “Ini saatnya kami ingin habiskan unit apartemen ready stock. Di samping memenuhi syarat free PPN, khusus Ciputra International ini kami buka DP 0%. Karena konsumen kelas Ciputra Internasional rata-rata kredibel dari segi finansial. Malah konsumen di sini jarang ambil fasilias KPA. Kalau tidak cash, mereka ambil cicilan bertahap (in-house) dan mampu bayar DP 20% -30%. Mumpung ada PD 0%, free PPN, dan suku bunga KPA rendah, mengapa tidak dimanfaatkan,” kata Raditya.

    Terkait dengan tujuan pembeli, Raditya mengatakan, di tower pertama Amsterdam sekitar 70% investor dan 30% merupakan end-user. Sedangkan di tower kedua San Fransisco, 40% adalah  investor dan 60% adalah end-user. Pembeli tower San Francisco adalah pasangan muda (milenial) untuk ditinggali, banyak pula orang tua yang beli untuk anaknya.

    “Selain banyak dapat insentif kalau beli unit San Francisco,  keuntungan lainnya adalah setelah serah terima unit apartemennya bisa langsung disewakan. Kami bekerja sama dengan Travelio untuk memudahkan investor dalam menyewakan unit apartemennya. Jadi kalau konsumen beli untuk investasi apartemen ini sangat tepat,” jelas Raditya.

    Dengan relaksasi di sektor properti ini, Raditya optimis tahun ini tower kedua San Francisco bisa sold out. Agar bisnis properti ini dapat berlari lebih kencang, dia berharap, pemeritah tidak tanggung dalam memberikan insentif. Misalnya, memperpanjang batas waktu free PPN hingga Desember 2021 dan membuka untuk pembelian properti indent.

    Raditya menyatakan, untuk mengakomodasi banyaknya minat konsumen terhadap unit apartemen di Ciputra International, maka selama bulan April 2021 pihaknya menyelenggarakan special event, pameran Ciputra World Property Online Expo 2021. Pengunjung dapat mengakses website kami melalui: Www.ciputraworldexpo.com.

    “Di sini pengunjung dimanjakan dengan berbagai promo serta hadiah menarik jika mereka melakukan transaksi pembelian unit di salah satu booth project yang ada di website kami. Customer akan langsung mendapatkan voucher free staycation di The Raffles Hotel dan juga berkesempatan memenangkan voucher belanja selama event berlangsung (Syarat & Ketentuan Berlaku),” jelas Raditya.

    Ciputra International berada di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat. Dengan konsep superblock yang mengintegrasikan kawasan residensial dengan komersial ini terdiri dari perkantoran, hunian (apartemen), area komersial dan nantinya juga akan ada hotel dengan luas lahan 7,4 hektar.

    Penulis: Reza Gantara

  • Begini Strategi BTN Menggenjot Realisasi KPR Non Subsidi

    JAKARTA, KORIDOR—Memasuki pertengahan semester I industri properti tanah air kian menggeliat. Seiring dengan program vaksinasi Covid-19 sejak Februari lalu, optimisme industri properti pun kian bertambah salah satunya relaksasi yang dilakukan BI yaitu kebijakan DP 0% dan kemudian PPn 0%. Tak mau kehilangan momen, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kembali menggandeng pengembang properti terkemuka guna menggenjot pencapaian target realisasi KPR Non Subsidi.

    Kali ini BTN melakukan PKS dengan salah satu perusahaan pengembang terkemuka, PT. Premier Qualitas Indonesia (Group) untuk proyek perumahan landed house di kawasan Kranggan dan Kodau, Kota Bekasi, yakni Premier Estate 2 & 3. Kolaborasi tersebut, ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS), pada Kamis (25/3/2021).

    “Program vaksinasi di tahun kedua covid-19 ini jelas telah menambah kepercayaan diri hampir semua sektor industri, termasuk properti. Kita ingin bersama mencapai harapan salahsatunya dengan menjalin kerjasama dengan develover besar untuk memperluas jaringan dan bagian dari upaya mencapai target realisasi KPR Non Subsidi tahun 2021,” ujar Executive Vice President Nonsubsidize Mortage & Personal Loan BTN Suryanti Agustinar, usai teken PKS.

    Yanti juga menuturkan, PT. Premier Qualitas Indonesia (Group) merupakan pengembang skala besar berpengalaman sejak tahun 1998 dengan 25 projek properti di seluruh kawasan Jabodetabek. Karenanya, BTN memutuskan teken PKS  bagi pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) yang tersedia pada proyek tersebut. “Kerjasama ini juga merupakan upaya BTN mendongkrak daya beli masyarakat pascapandemi, dengan program BTN tanpa perlu membayar pokok kredit selama 2 tahun dan DP 0 persen,” imbuhnya.

    Sejak tahun pertama Pandemi Covid-19 Bank BTN telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong daya beli masyarakat. Antara lain dengan mengembangkan layanan digital lewat www.btnproperty.co.id, menggelar pameran virtual, BTN Virtual Property Expo untuk dapat mewujudkan impian memiliki rumah.

    Premier Estate 2 & 3 merupakan projek landed house yang berkonsep hunian alam tropis nan hijau yang menawarkan hunian asri dan berkualitas. Berada di kawasan timur Cibubur tepat nya di Jalan Raya Kodau dan Jalan Raya Kranggan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang kehidupan modern saat ini di antaranya Club House, PlayGround, Health & Welness, Internet Fiber Optic, Estate Management Professional, PLN Prioritas Premium Silver.

    Direktur PT. Premier Qualitas Indonesia (Group), Yenny Palau mengatakan, PKS yang baru pertama dilakukan dengan Bank BTN ini diharapkan akan mampu mendongkrak pemasaran proyek tersebut dengan harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 1,3 M s/d Rp. 3,5 M.

    “Kami berterima kasih atas kepercayaan Bank BTN, dan kami juga berharap kerjasama ini akan terus berlanjut pada proyek-proyek kami yang lain, dan tentunya harapan kami ini akan semakin mendongkrak penjualan kami,” pungkasnya. (zh)

  • Wow! Apartemen Cicilan Seharga Boba Pemilihan Unit Hari Ini

    JAKARTA – Untuk menggerakkan industri properti yang terkena dampak pandemi Covid-19, maka awal tahun ini pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan relaksasi di sektor properti. Bahkan kebijakan tersebut ada yang merupakan hal baru dan belum pernah terjadi di masa normal, yaitu pembebasan 100% PPN untuk pembelian rumah maksimal harga jual Rp 2 miliar berlaku Maret 2021 hingga Agustus 2021.

    Selain itu, saat ini suku KPR/KPA paling rendah dalam sejarahnya sekitar 4-5 persen, serta didukung pula dengan aturan Bank Indonesia yang memperbolehkan kredit pembiayaan properti menjadi maksimal 100% atau DP 0%.  Kebijakan-kebijakan itu kontan saja membuat pengembang, konsumen, dan investor properti semringah.

    Seakan tak mau kehilangan momentum, Ciputra Group menyelenggarakan pemilihan unit Apartemen Citra Landmark, Jakarta, hari ini Sabtu, 27 Maret 2021, di Marketing Point Citra Landmark. Acara ini dilaksanakan secara online dan bagi para customer yang kesulitan dalam menggunakan platform digital, maka bisa dilakukan secara offline (tatap muka) dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

    Andreas Raditya, General Manager Marketing Ciputra Group mengatakan, sebagai pengembang yang eksis lebih dari 40 tahun, Ciputra Group tak henti-hentinya menghadirkan produk properti terbaik. Untuk menjawab kebutuhan hunian di Jakarta yang sangat besar, Ciputra Group meluncurkan apartemen Citra Landmark dengan harga mulai Rp 300 jutaan di Jakarta (saat ini mungkin tidak ada lagi), tepatnya di sebelah Tenggara Jakarta (Southeast Jakarta). Proyek ini memiliki akses langsung ke jalan tol dan berada sangat dekat dengan Light Rail Transit (LRT).

    Menurut Raditya, pemilihan unit ini untuk menindaklanjuti antusiasme customer yang saat ini sudah hampir mencapai 600 NUP (Nomor Urut Pemesan), sementara tower pertama dipasarkan berjumlah 519 unit. sehingga diharapkan tower pertama ini akan sold out dalam beberapa bulan ke depan atau maksimal di tahun 2021. Dan kalau respon pasar bagus, bukan tidak mungkin akan menyusul pemasaran tower kedua di tahun ini juga.

    “Selain antusiame costomer, rendahnya suku bunga KPA juga mendorong customer melakukan transaksi sekarang. Ditambah lagi lokasinya di Jakarta dengan harga mulai Rp300 jutaan, sehingga kaum milenial yang bergaji Rp10 jutaan dapat menjangkaunya,” jelas Raditya, dalam acara Product Knowledge Citra Landmark, Sabtu (20/03), diselenggarakan secara virtual via zoom meeting, diikuti beberapa lead agent property.

    Kaum milenial, kata Raditya, sebenarnya sangat mampu mencicil apartemen harga Rp300 jutaan, sebab harga cicilannya seperti sama dengan Boba (minuman kekinian) yang sedang diganderungi anak muda. Pagi ngopi di Starbucks, siang dan sore minum Boba, sehari bisa mengeluarkan Rp90 ribu kalau dikali 25 hari kerja (sebulan) itu mencapai Rp2,25 juta. Karena itu mereka cukup mengurangi “budaya Boba”, agar lebih enteng bayar cicilan apartemen.

    “Di tower pertama ini, Citra Landmark menawarkan 3 tipe dengan harga masih perdana, yaitu Studio mulai Rp300 jutaan, 2 Bedroom Rp600 jutaan, dan 3 Bedroom Rp700 jutaan,” ujar Raditya.

    Citra Landmark adalah kawasan hunian yang terdiri atas 11 tower apartemen, dibangun di atas lahan seluas 7 hektar di Ciracas, Jakarta Timur. (Istimewa)

    Mitra Strategis

    Raditya menjelaskan, proyek Citra Landmark ini adalah wujud dari mimpi almarhum begawan properti DR. (Hc) Ir. Ciputra, untuk menghadirkan hunian berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat perkotaan di Jakarta. Diharapkan proyek ini tidak hanya sukses secara komersil, tetapi juga turut membawa dampak positif khususnya penyediaan hunian harga terjangkau bagi masyarakat di Jakarta.

    Citra Landmark dikembangkan Ciputra Group bersama dengan Trisula Corporation dan Asia Green Real Estate sebagai mitra Joint Venture. Trisula Corporation adalah salah satu grup bisnis (konglomerasi) di Indonesia yang berdiri sejak 1968, yang lebih dikenal dengan bisnis garmen dan tekstil. Asia Green Real Estate adalah perusahaan pengelolaan asset (asset management) dari Swiss yang berdedikasi dalam pengembangan bangunan gedung hijau berkelanjutan (sustainable green building).

    Sebagai wujud dari dedikasinya tersebut, Asia Green Real Estate mengharuskan semua proyek dalam portfolio mereka untuk memperoleh sertifikasi green building EDGE, yang merupakan hasil kreasi dari IFC (International Finance Corporation), anggota dari World Bank Group. Oleh karena itu, dapat dipastikan apartemen Citra Landmark juga akan memenuhi kaidah-kaidah bangunan hijau yang ramah lingkungan. Proyek Citra Landmark adalah kolaborasi kedua antara Ciputra Group dan Asia Green Real Estate, setelah sebelumnya bekerja sama dalam proyek The Newton 1 Serviced Apartment.

    Dan untuk memberikan nilai tambah (added value) dan menyasar pasar milenial, Citra Landmark menggandeng 20 mitra strategis, yakni Dekoruma, Fabelio, Gojek, Gowork, Idemu by Vivere, Lamudi, Rentfix, Tokopedia, Travelio, Bank BCA, CIMB Niaga, Bank Mandiri, Bank BTN, Bank BNI, Bank UOB, CCB Bank, Century 21 Indonesia, ERA Indonesia, Promex Indonesia, dan Ray White Indonesia.

    “Di proyek baru ini, kami tidak hanya menghadirkan hunian berkualitas, ramah lingkungan dan terjangkau, tetapi juga memberikan berbagai macam added value yang memudahkan kehidupan para penghuninya. Kami juga telah menyelesaikan pembangunan show unit (tipe studio dan tipe 2 bed-room  di area Marketing Point Citra Landmark. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih nyata bagi para calon pembeli dan penghuni Citra Landmark,” tegas Raditya.

    Citra Landmark ini didukung oleh kemudahan akses tol, dan dekat dengan stasiun LRT Light Rail Transit (LRT), Ciracas yang akan beroperasi tahun 2022. Ketika itu, maka waktu tempuh Central Business District Sudirman-Thanrim, Cawang dan Kuningan menjadi lebih singkat, sekitar 30 menit.

    Citra Landmark adalah kawasan hunian yang terdiri atas 11 tower apartemen, dibangun di atas lahan seluas 7 hektar di Ciracas, Jakarta Timur. Tipe unit yang disediakan mulai dari studio, 2 kamar tidur dan 3 kamar tidur. Apartemen ini dibuat untuk kalangan milenial yang produktif dengan aktifitasnya maupun bagi milenial yang baru saja memulai keluarga barunya. Karena di dalamnya terdapat berbagai macam fasilitas penunjang berupa kolam renang, taman, jogging track, cycling track, skate park, gym, playground, commercial area, amphitheater dan lain sebagainya.

    Penulis: Reza Gantara

  • Provalindo Rilis Prospek Properti 2021

    JAKARTA,KORIDOR—Pada paruh kedua tahun 2020, ekonomi dunia mengalami pemulihan, sejalan dengan relaksasi kebijakan pembatasan sosial. Berbagai Lembaga dunia berekspetasi akan adanya rebound dari pertumbuhan ekonomi global, khususnya setelah dimulai nya program vaksinasi skala besar di berbagai negara di dunia.

    Akan tetapi, studi PT Provalindo Nusa memperlihatkan bahwa prediksi mengenai kondisi ekonomi yang rebound tidak bisa diterima begitu saja dan akan sangat berbeda ditiap negara. Hal tersebut bergantung kepada evolusi dari virus Covid-19 itu sendiri dan respon-respon yang berbeda dari tiap negara.

    “Kami memperkirakan bahwa trayektroi pemulihan akan berbentuk akar kuadarat terbalik, dimana respon kebijakan akan sangat mempengaruhi arah pemulihan secara signifikan,” papar Chandra Rambey, CEO PT Provalindo Nusa, dalam acara diskusi virtual Review 2020 dan Prospect 2021 dibidang Ekonomi dan Property dengan tema:  Anticipating the recovery economic conditions in the pandemic era, Kamis,25/3.

    Chandra Rambey, CEO PT Provalindo Nusa 

    Seperti halnya kondisi ekonomi dunia, Ekonomi Indonesia turut mengalami perlambatan akibat pandemic Covid-19, terutama di paruh awal 2020. Di sisi lain, pada paruh kedua tahun 2020, Indonesia secara berangsur mengalami pemulihan, berkat pembukaan kegiatan ekonomi domestic dan global yang dilakukan secara bertahap.

    Kecepatan kontraksi ekonomi mengalami perlambatan hingga 3.5% (yoy) di Q3 2020, dari tadinya mencapai 5.3% yoy di Q2 2020, didorong oleh pemulihan dari sebagian konsumsi masyarakat-termasuk dengan belanja pengeluaran pemerintahan yang kuat- serta investasi dan net export.

    Secara umum kinerja Ekonomi Indonesia jauh lebih baik dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand, berkat kebijakan restriksi sosial yang lebih longgar dalam menanggulangi penyebaran virus Covid-19. Walaupun terdapat tanda pemulihan, namun Indonesia belum sepenuhnya keluar dari keadaan resesi, oleh karenanya Pemerintah perlu menerapkan kebijakan yang lebih hati-hati untuk menjaga momentum makroekonomi ini.

    “Pemerinah perlu menerapkan kebijakan ekonomi kedepannya dengan :menerapkan restriksi sosial untuk menanggulangi penyebaran covid-19 yang lebih terarah dibandingkan secara general dan menetapkan kebijakan fiscal yang disiplin serta kebijakan moneter yang lebih terkontrol,” tambahnya..

    Sektor Real Estate Alami Pemulihan

    Seperti halnya dengan kondisi ekonomi di sektor Konstruksi yang mengalami pemulihan di Q4 2020. Meskipun secara umum masih berada didalam zona konstraksi, yang dikonfirmasi dari meningkatnya angka SBT sebesar -0.23% dari sebelumnya -1.00% di periode sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh permintaan domestic, promosi yang ditujukan ke sektor komersil serta berbagai proyek lainnya.

    Akan tetapi, penjualan property residensial di pasar primer mengalami perlambatan di Q3 2020 dibandingkan dengan rebound pada kuarater pertama 2020. Selama produk yang ditawarkan tidak berada di lokasi strategis dan atraktif, atau besaran unit dan harga masih cukup akal bagi konsumen, maka kita akan melihat tren penurunan pembeli yang sifnifkan.

    Disisi lain, masih tercipta peluang untuk penjualan rumah tapak. Pasar rumah tapak masih cukup atraktif dan favorit terutama bagi investor asing yang masih memperhatikan konektivitas antar wilayah serta ketersediaan Kawasan mandiri modern. Dalam situasi ini kita juga dapat melihat trend yang berbeda: yaitu munculnya spekualn property.

    Akhirnya, berkat kebijakan kompetitif yang dilakukan pemerintah untuk menarik investor asing (FDI), diperkirakan akan terdapat permentiaan yang kuat dari property industrial (warehouse, data centers, cold storage). Meski Indonesia sudah cukup berhasil dalam menyiapkan regulasi dan institusi yang menarik bagi investor, namun disisi lain juga harus segera menyiapkan infrastruktur yang lebih komprehesif untuk mengakomodasi permintaan yang terus meningkat

  • Cluster Baru di Metland Cileungsi Ini Diyakini Ideal bagi Milenial

    JAKARTA, KORIDOR— Kawasan Cileungsi dan sekitarnya terus berkembang pesat seiring maraknya pembangunan infrastruktur dan akses yang menghubungkan Cileungsi dengan kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang (Jabodetabek). Belakangan, yang paling ditunggu warga Cibubur- Cileungsi –Jonggol serta para investor adalah tersambungnya Tol Cimanggis –Cibitung yang diproyeksikan akan rampung dalam waktu dekat ini.

    Jalan tol yang memiliki total ruas sepanjang 26,2 kilometer, saat  ini sudah beroperasi sepanjang 2,8 kilometer (Seksi I (Junction Cimanggis-On/Off Ramp Jatikarya) dan selanjutnya akan akan diselesaikan .  Seksi II (On/Off Ramp Jatikarya-Junction Cibitung) sepanjang 23,4 kilometer. Nah, jika ini sudah tersambung, diperkirakan kawasan Cileungsi akan semakin bersinar, dan semakin banyak dilirik para investor maupun end user.

    Terkait dengan itu, guna mengantisispasi melonjaknya minat msayarakat untuk tinggal di kawasan timur Cibubur tersebut, para pengembang-pun semakin aktif menghadirkan produk hunian terbaik. Salah satunya Metropolitan Group, dengan meluncurkan cluster-cluster baru dan menarik di kawasan Metland Cileungsi.

    Ya, baru-baru ini, PT Metropolitan Land Tbk.  Melansir  Cluster Aimara di Metland Cileungsi,  dengan konsep “a Beauty of Nature with Healthy Living” merupakan hunian modern minimalis kompak dan sudah dilengkapi dengan plafon tinggi (high ceiling) setinggi 4 meter diarea ruang tamu yang akan menciptakan sirkulasi udara yang sejuk dan sehat.

    Menariknya Cluster Aimara ini dilengkapi dengan fasilitas umum yaitu taman tematik boulevard rows of Tabebuya, taman yang ditanami dengan pohon Tabebuya atau sakura Indonesia. “Memenuhi kebutuhan pasangan muda dan kaum milenial akan hunian minimalis modern, kami hadirkan cluster Aimara hunian dengan konsep sehat dilengkapi high ceiling dan bukaan untuk pencahayaan maksimal. Dan harga terjangkau pastinya” jelas Lily Nurlita, General Manager Marketing & Corporate Communications PT Metropolitan Land Tbk.

    Cluster Aimara hadir dengan bangunan 2 kamar tidur dan unit terbatas, pada tahap ini akan dibangun sebanyak 66 unit dengan harga mulai Rp400 juta-an. Cluster Aimara terdiri dari tiga tipe yaitu, Tipe A 6×10 (LT 60m2, LB 30m2), Tipe B 6×11 (LT 66m2, LB 33m2) dan Tipe C 6×12 (LT 72m2, LB 35m2). Selain itu, Aimara juga dilengkapi dengan dengan fasilitas dalam kawasan seperti keamanan 24 jam, jogging track dan children playground.

     Keunggulan lainnya adalah lokasi yang strategis dengan sedang dibangunnya tol JORR II ruas Cimanggis-Cibitung yang direncanakan akan mulai beroperasi ditahun ini, akses ini mempermudah penghuni untuk dapat beraktivitas ke Jakarta karena hanya berjarak 2,9 km, selain itu fasilitas disekitar area dilengkapi dengan pusat perbelanjaan Metropolitan Mall Cileungsi, sekolah mulai dari TK sampai dengan SMA/SMK,  area rekreasi waterland, Metland Bike Track terbesar di Indonesia dengan luas lahan kurang lebih 20 hektar dan masih banyak lagi.

    Metland Cileungsi sendiri merupakan kawasan residensial kelas menengah bawah dan menengah dengan konsep hijau asri dengan siluet gunung dari kejauhan. Berlokasi di Cileungsi, Bogor berbatasan langsung dengan Bekasi dan kota Bogor serta terhubung ke Jakarta Timur. Kawasan ini terintegrasi antara hunian, bisnis area dan pemerintahan. Fasilitas-fasilitas lengkap yang sudah tersedia seperti sekolah Al-Azhar BSD, Giant Supermarket, minimarket dan lainnya.

    Metland Cileungsi terkoneksi dengan Urban City yang memiliki fasilitas pusat perbelanjaan Metropolitan Mall Cileungsi, Kaliana Apartement, sekolah Regina Caeli, SMK Pariwisata Metland, rumah sakit Hermina, area rekreasi Bike Track Cross Country, Waterland, Ruko Urban Plaza, resto cepat saji McDonald’s, KFC, Burger King hingga hotel berbintang. Kawasan Urban City sebagai fasilitas disekitar area diharapkan menambah kenyamanan penghuni Metland Cileungsi dalam menunjang gaya hidup layaknya kota mandiri. (*)

  • Bukit Mas Residence Serang Dapat Berkah DP 0%

    SERANG, KORIDOR –  Untuk mendorong pertumbuhan bisnis properti di tanah air pemerintah dan Bank Indonesia telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang sangat pro terhadap pasar properti. Selain menurunkan suku bunga kredit, pelonggaran (relaksasi) persyaratan KPR, dan kebijakan Bank Indonesia memberlakukan relaksasi rasio loan to value/financing to value (LTV/ FTV) yang membolehkan DP 0%, bahkan pemerintah juga membebaskan memberi insentif penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang berlaku sejak 1 Maret hingga 31 Agustus 2021 mendatang.

    Khusus di rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),  pemerintah menganggarkan Rp16,6 triliun untuk 157.500 unit rumah dengan pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), ditambah lagi pemerintah tidak menaikan harga skema Subsidi Selisih Bunga (SSB) di tahun ini.

    Kebijakan-kebijakan tersebut memberikan optimisme para pemangku kepentingan, terutama bagi pengembang dan konsumen properti. Salah satu provinsi yang merasakan “angin segar” adalah Kota Serang, Banten, yang kebutuhan rumah subsidinya cukup besar dan setiap tahun terus bertambah.

    Menurut Reza Wijaya, Project Manager Bukit Mas Residence, Serang, stimulus dari pemerintah ini akan direspon positif oleh pasar segmen MBR. Pasar rumah subsidi di Kota Serang di 2021 diprediksi tumbuh sekitar 20% – 30%. Pasalnya kebutuhan rumah untuk MBR di Banten masih sangat tinggi, yaitu lebih dari 500.000 unit per tahun.

    “Kalau pemerintah boleh DP 0%, penghapusan PPN, dan permudah persyaratan FLPP, maka semakin banyak keluarga MBR yang tertarik dan memanfaatkan insentif ini. Buktinya awal Februari 2021 ini ada peningkatan potential buyers  di Bukit Mas Residence sekitar 15% dibanding bulan-bulan sebelumnya,” kata Reza, Kami, (18/3), di Serang.

    Bukit Mas Residence berlokasi di tengah kota Serang. (Istimewa).

    Tengah kota

    Mengantisipasi peningkatan permintaan itu, kata Reza, management Bukit Mas Residence menawarkan 2 tipe produk unggulan sesuai dengan kebutuhan MBR, yaitu tipe 28/60 (LB/LT) dan tipe 30/60. Untuk tipe 28/60 DP all in hanya Rp.1 juta untuk KPR bersubsidi dan diberikan bonus pompa semi jetpump dan rumah dicat produk Jotun.

    “Sementara untuk tipe 30/60 dengan DP Rp5 juta dan punya keunggulan posisi terdepan di kawasan Bukit Mas Residence, dan bonus carport, tembok belakang, pompa semi jetpump, menggunakan cat Jotun,” jelas Reza.

    Mengingat lokasinya berada di tengah Kota Serang (Kec. Cipocok Jaya) yang bebas banjir,  Reza optimis, perumahannya menjadi pilihan utama bagi kalangan MBR. Sebab kini sangat sedikit lokasi perumahan  subsidi yang berada di tengah kota, umum dikembangkan semakin menjauh dari kota.

    Bukit Mas Residence dibangun di atas lahan 10 hektare sebagai tahap awal pembangunan, dengan total potensi pengembangan seluas 13 hektare,  dengan konsep perumahan yang mengintegrasikan  kawasan hunian, area komersial, dan kemudahan aktifitas, dan kebutuhan para penghuninya dalam satu kawasan.

    “Perumahan kami merupakan salah satu perumahan bersubsidi yang lokasinya sangat strategis di tengah Kota Serang dengan harga terjangkau. Hanya sekitar 300 meter dari RSUD Kota Serang, 5 menit ke terminal Pakupatan, 10 menit ke Mall Of Serang, dan dekat dari Gerbang Tol Serang Timur.  Akses tol ke Jakarta dan sekitarnya sangat mudah dengan akses ke Tol Serang Timur hanya sekitar 12 menit dari lokasi perumahan,” ujar Reza.

    Meski “judulnya” rumah subsidi, Reza menegaskan, lokasi Bukit Mas Residence sangat strategis (di tengah kota), punya lingkungan yang hijau, dan rindang. Sekarang ini lingkungan perumahan yang dibangun PT. Prima Karya Propertindo, anak perusahaan Vista Land Group ini sudah terbentuk dengan pembangunan rumah sudah mencapai lebih 200 unit sederhana dan beberapa unit ruko.

    “Di tahun 2021 ini kami mencanangkan untuk membangun kurang lebih 200 unit rumah dalam pengadaan rumah bersubsidi bagi MBR. Dengan optimisme masyarakat yang tinggi serta stimulus dari pemerintah yang luar biasa, sektor properti dapat tumbuh dan ekonomi Indonesia kembali membaik,” pungkasnya.

    Penulis: Reza Gantara

  • Resmi Dilantik, Pengurus Baru DPP Apersi Akan Maksimalkan Peran Digital

    JAKARTA,KORIDOR—Pemerintah mengharapkan peran Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) yang selama ini aktif mendukung program perumahan rakyat terus ditingkatkan. Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Khalawi Abdul Hamid seusai kegiatan pelantikan pengurus DPP Apersi masa bakti 2021-2025 di hotel Mulia, Jakarta, Kamis (18/3/2021).

    Ia menjelaskan sebagai mitra kerja pemerintah dalam menyukseskan program Sejuta Rumah, Apersi merupakan salah satu organisasi yang diharapkan terus bisa meningkatkan capaian pembangunan perumahan. Hal itu dikarenakan perumahan khususnya rumah yang layak huni menjadi salah satu kebutuhan dasar sekaligus menjadi tolok ukur kesejahteraan masyarakat.

    “Selamat bekerja untuk pengurus Apersi yang baru saja dilantik untuk 5 tahun ke depan. Pemerintah sangat berharap pengurus yang baru ini bekerja lebih keras dan bersemangat lagi. Tentu ada tantangan baru terkait pengembangan perumahan di masa Pandemi Covid-19. Mari kita sama-sama memecahkan persoalan yang terjadi sehingga akan semakin banyak lagi MBR yang menempati hunian layak, berkualitas dan terjangkau,” paparnya dihadapan pengurus DPP Apersi dan stake holder perumahan, seperti Bank BTN, Tapera, PLN dan lain-lain.

    Pada kesempatan tersebut, Junaidi Abdillah yang terpilih sebagai Ketua Umum DPP Apersi 2021-2025 secara aklamasi pada Musyawarah Nasional (Munas) VI awal Februari (9/2/2021) lalu mengatakan, pengurus akan melanjutkan program yang belum selesai di periode lalu, memperbaiki apa yang kurang.

    “Pengurus juga akan mengelola organisasi ke depan dengan berbasis informasi dan teknologi (IT),” ujar Junaidi.

    Lebih lanjut Junaidi mengatakan, Apersi adalah organisasi para pelaku usaha.bisnis dan anggota harus berkembang terus karena itu butuh organisasi yang kuat dan mengakar kepelaku usaha perumahan. Apersi masih tetap berkomitmen dan konsisten untuk mengembangkan perumahan sektor masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), karena itu ditengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini, Apersi akan memaksimalkan peran digital kedepan.

    “Ke depan, Apersi harus memaksimalkan peran digital dalam bagian pengurusannya dan akan mengaktifkan koperasi, karena akan memberikan manfaat bagi anggota,” ujar Junaidi. Anggota Apersi mencapai 3 ribu lebih yang terbagi di 26 dewan perwakilan daerah (DPD). Jumlah anggota ini menjadikan Apersi sebagai asosiasi nomor 2 yang memiliki anggota terbanyak dari 17 asosiasi perumahan yang ada di Indonesia.

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Consumer and Commercial Banking Bank BTN Hirwandi Gafar mengucapkan selamat kepada pengurus DPP Apersi masa bakti 2021-2025.

    “Selamat bekerja, berinovasi membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” kata Hirwandi.

     

  • PPDPP Yakinkan Pengembang Aplikasi SiPetruk Tak Akan Hambat Pembangunan Rumah

    Jakarta,JPI—Pemerintah menegaskan bahwa penyaluran rumah subsidi tidak hanya bertumpu pada masalah kuantitas tetapi juga harus memastikan bahwa rumah yang dibeli oleh masyarakat harus berkualitas, dimanfaatkan dan dihuni dengan baik.

    Karena itu, setiap rumah subsidi yang dibangun harus memenuhi ketentuan teknis bangunan, yaitu persyaratan kelaikan hunian yang meliputi keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan serta memenuhi persyaratan tata bangunan dan lingkungan, yang merupakan syarat dalam mewujudkan perumahan sehat dan berkelanjutan.

    “Dalam pembangunan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah di lapangan masih banyak kita jumpai hunian dengan kualitas rendah. Kita harus melindungi MBR dengan memberikan kualitas rumah yang baik, karena ada dana subsidi di dalamnya.,” ujar Arief Sabaruddin, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) dalam sambutannya sebagai keynoted speaker mewakili Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan, Kementerian PUPR.

    Hal itu diungkapkannya pada diskusi bertopik “Memastikan Efektivitas SiPetruk dalam Penyediaan Rumah Rakyat Berkualitas” yang diselenggarakan Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera) yang dipusatkan di District 89 Co Working Space, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (17/3/2021).

    Berbagai relaksasi yang sudah diberikan pemerintah dalam pengembangan perumahan selama ini, lanjut Arief , tidak ditujukan untuk mengurangi kualitas hunian. Karena itu, dalam misinya menggencarkan program membangun rumah berkualitas, maka pemerintah akan terus meyakinkan pengembang, perbankan dan stakeholder terkait, bahwa prosesnya tidak akan menghambat progres kerja pengembang perumahan di lapangan.

    Sistem Informasi Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) lanjut Arief, merupakan aplikasi teknologi informasi yang dikembangkan oleh PPDPP guna memastikan kualitas hunian yang dibangun pengembang efisien dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah dan uang subsidi bisa sampai ke masyarakat.

    Martanto Boedi Joewono, Direktur Operasi PPDPP menjelaskan penggunaan teknologi informasi lewat aplikasi yang digunakan PPDPP sejatinya hanya satu, yaitu SiKasep (Sistem informasi KPR Subsidi Perumahan). Namun, SiKasep di dalamnya memiliki beberapa fitur. Salah satunya adalah SiPetruk.

    Cara kerja SiPetruk adalah dengan memeriksa kelayakan hunian yang dibangun oleh para pengembang. Secara teknis, Manajemen Konstruksi (MK) akan berkunjung ke lapangan sesuai dengan pengajuan pemeriksaan dari para pengembang perumahan yang berpedoman dari siteplan digital yang diajukan para pengembang melalui SiKumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang).

    Dari pemeriksaan tersebut, MK akan memberikan laporan penilaian yang terhubung langsung dengan sistem PPDPP. Jika dinyatakan layak huni, maka secara otomatis daftar rumah tersebut akan muncul di SiKasep untuk dapat dijual kepada masyarakat.

    “Para pengembang hanya tinggal memantau saja sebagai pengguna. Tidak perlu membutuhkan pelatihan khusus bagi pengembang. Kami menggunakan Artificial Intelegency (AI) atau kecerdasan buatan. Jadi tim hanya melakukan pengambilan dokumentasi saja” terang Martanto.

    Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR , Dewi Chomistriana mengatakan kebutuhan tenaga ahli konstruksi sangat besar. Saat ini masih ada gap yang cukup jauh antara tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat dan yang tidak bersertifikat.Ada kekurangan tenaga kerja konstruksi dan tenaga ahli manajeman konstruksi tersertifikasi yang berfungsi sebagai pengawas pembangunan.

    “Ini sebuah tantangan besar. Pemerintah akan terus melakukan pelatihan dan sertifikasi, bekerjasama dengan perguruan tinggi dan LPJK, sehingga bisa menghasilkan pengawas pembangunan perumahan yang berkualitas. Dengan begitu masyarakat bisa mendapatkan rumah yang sesuai standar dan aman,” ujar Dewi Chomistriana.

    Kepala Divisi Subsidized Mortgage Lending Division PT Bank Tabungan Negara Tbk, Mochamad Yut Penta menjelaskan ada beberapa dukungan Bank BTN dalam pemenuhan kualitas hunian. Antara lain dukungan kerja sama.

    “Bank BTN melakukan screening dan penilaian terhadap marketabilitas proyek perumahan, legalitas proyek perumahan, perizinan bangunan gedung dan kompetensi pengembang,” kata Yut Penta.

    Lalu dukungan penjualan dengan memastikan spesifikasi rumah dan PSU yang dijual telah sesuai dengan PKS yang telah disepakati, pemrosesan dan analisa kredit, persetujuan dan akad kredit, dan monitoring serta pembinaan.

    “Jumlah unit yang banyak dan paperwork yang kompleks membutuhkan proses verifikasi yang berbasis digital agar efisien seperti aplikasi SiPetruk. Teknologi geo tagging dapat menjadi pilihan untuk mengantisipasi jangkauan lokasi yang luas. Aplikasi bagi pengguna diharapkan berbasis low code solution dan user friendly,” papar dia.

    Bussines Development Head PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, Harya Narendra mengatakan, pihaknya sangat mendukung aplikasi SiPetruk karena akan sangat membantu SMF. Pasalnya, SMF tidak hanya mendukung dari sisi pendanaan tetapi juga monitoring bersama BLU PPDPP dan perbankan.

    “Dengan begitu SMF bisa memastikan bangunan layak huni, sesuai spek, tepat sasaran, berkualitas, aman, dan sehat,” ujar Harya Narendra.

    Masukan Pengembang

    Kalangan asosiasi pengembang secara umum mendukung rencana penerapan SiPetruk dengan berbagai syarat dan catatan. Prinsipnya, pengembang berharap aplikasi ini benar-benar tidak menjadi penghambat seperti yang dijanjikan pemerintah.

    Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) misalnya menyoroti banyaknya item yang harus diisi dalam aplikasi SiPetruk. Asosiasi tertua dan terbesar di Indonesia itu meminta pemerintah menyederhanakan aplikasi tersebut dan fokus pada tujuan awalnya untuk pengawasan konstruksi.

    Wakil Ketua Umum Koordinator DPP Realestat Indonesia (REI) Moerod mengatakan dari ujicoba aplikasi SiPetruk di salah satu proyek perumahan di Sentul, Bogor, pada awal Februari lalu terungkap bahwa ada sekitar 120 item yang harus diisi pengembang di aplikasi SiPetruk. Hal itu terkesan rumit dan menyulitkan bagi pengembang terutama di daerah.

    “Kami saat itu sudah mendiskusikan dengan PPDPP bahwa itemnya yang diminta terlalu banyak. Sementara kondisi dan kesiapan pengembang di daerah berbeda-beda. REI meminta agar SiPetruk ini difokuskan saja pada pengawasan konstruksi yang inti-inti saja seperti pondasi dan tulang-tulang besi, karena semangatnya memang lebih kepada pengawasan konstruksi,” ujar Moerod.

    Dengan item yang cukup banyak juga dikhawatirkan akan menyulitkan tenaga manajemen konstruksi (MK) yang nantinya akan memantau penerapan aplikasi perumahan tersebut di lapangan. Apalagi aplikasi SiPetruk ini akan dipakai serentak oleh pengembang dari seluruh Indonesia. Manajemen konstruksi adalah konsultan yang wajib terdaftar di Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).

    Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah juga mengingatkan PPDPP untuk benar-benar menyiapkan teknologi dan sumber daya manusia yang memadai di seluruh Indonesia sehingga SiPetruk tidak justru menjadi penghambat realisasi KPR bersubsidi.

    Dia memberi contoh penerapan SiKumbang yang hingga saat ini masih saja ada gangguan, sehingga pengembang kesulitan dalam melakukan realisasi akad kredit. Karena realisasi adalah tujuan pokok buat pengembang, sehingga jangan sampai akibat ketidaksiapan sistem teknologi SiPetruk berimplikasi hukum bagi pengembang.

    “Jangan sampai ketika sudah menuju akad KPR ternyata teknologi di PPDPP ada kemacetan dan error. Karena satu hari saja masalah teknologi ini terjadi berdampak kepada pengembang dan bisa menjadi persoalan hukum karena dituntut konsumen dan supplier,” kata Junaidi.

    Ketua Umum DPP Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), Endang Kawidjaja mengatakan SiPetruk membantu pengembang menjaga kualitas rumah.

    “Namun perlu juga mempertimbangkan kendala yang ada sehingga sebaiknya diberikan waktu transisi dalam penerapan aplikasi SiPetruk,” ujar Endang.

    Ketua Umum DPP Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas) Jaya, Andre Bangsawan mengatakan aplikasi SiPetruk jangan menjadi penghambat pembangunan konstruksi dan pekerjaan pengembang.

    “Penggunaan teknologi sangat baik dan ini merupakan prestasi. Karena konsumen sekarang ini bukan lagi hanya objek, tetapi kualitas juga menjadi prioritas pengembang,” ujar Andre.

    Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) Muhammad Syawali menilai bahwa aplikasi SiPetruk akan membuat pengawasan menjadi lebih efektif, akuntabel, dan efisien. Dari analog menjadi digital sehingga bisa lebih baik.

    “Semoga aplikasi SiPetruk bisa dijalankan dengan baik sehingga masyarakat bisa mendapatkan rumah yang berkualitas,” ujar dia. (zh)

     

  • Tak Terhalang Pandemi, Sakura Garden City Segera Topping Off Tower Cattleya

    JAKARTA, KORIDOR—Meski Pandemi Covid-19 masih belum surut di hampir seluruh belahan dunia termasuk Indonesia namun pembangunan Superblock Sakura Garden City di bilangan Cipayung, Jakarta Timur tetap berjalan sesuai rencana. Bahkan PT Sayana Integra Properti (SIP), pengembang kawasan hunian terintegrasi tersebut memastikan untuk menggelar seremoni tutup atap (topping off) pembangunan Tower Cattleya, pada 27 Maret 2021 mendatang.

    Tower Cattleya merupakan gedung pertama dari empat gedung vertikal yang akan dibangun PT Sayana Integra Properti pada pengembangan tahap satu di Kawasan Superblock Sakura Garden City, Cipayung, Jakarta Timur. Bangunan Tower Cattleya akan mencakup 28 lantai dengan total 690 unit apartement dan bakal mulai diserahterimakan kepada pemiliknya di bulan Desember tahun ini.

    Chief Operating Officer PT Sayana Integra Properti, Shu Kanazawa menjelaskan, pengembangan Superblock Sakura Garden City sesuai masterplan akan dibangun secara bertahap. Nantinya, akan mengintegrasikan 12 tower residensial dengan total 5000 unit apartemen dan 80 unit ruko retail promenade serta dua tower komersial untuk perkantoran dan hotel bintang empat.

    “Selain itu, kami juga akan membangun Lifestyle mall seluas 30.000 meter persegi untuk kebutuhan penghuni Superblock Sakura Garden City. Lifestyle mall ini nantinya akan melengkapi fasilitas gaya hidup masyarakat modern yang sudah tersedia di sekitar kawasan” papar Shu Kanazawa, Senin (15/3/2021).

    Sementara itu, Chief Marketing Officer Edward Sinanta menyebut kendati tidak sebagus tahun sebelumnya tetapi aktivitas pemasaran unit-unit apartemen Superblock Sakura Garden City masih berjalan normal.

    Edward Sinanta mengungkapkan, kepuasan konsumen merupakan prioritas utama perseroan. Sebab berawal dari situlah kepercayaan akan muncul. Untuk itu, pihaknya berupaya keras untuk menjaga bahkan meningkatkan kepuasan bagi konsumen Superblock Sakura Garden City.

    “Salah satu diantaranya, kami berkomitmen untuk menghadirkan proyek berkualitas tinggi dengan delivery yang tepat waktu. Pelaksanaan topping off pembangunan Tower Cattleya pada akhir bulan ini adalah bukti dari komitmen tersebut. Tanpa itu semua, perusahaan tidak akan bisa maju dan berkembang” tegas Edward, sapaan akrabnya.

    Menurut Edward seremoni topping off nanti sejatinya terbuka untuk umum namun mengingat masa pandemi Covid-19 masih berlangsung, maka kegiatan bakal digelar secara daring melalui zoom cloud meeting. Meski begitu, masyarakat bisa tetap mengikuti acara ini lewat aplikasi online meeting tersebut atau Instagram Sakura Garden City secara live.

    “Cara ini kami lakukan agar konsumen tetap dapat mengikuti aktivitas pemasaran secara aman dan nyaman. Karena sudah sesuai dengan prosedur kesehatan (prokes) sebagai upaya memutus rantai pandemi Covid-19, seperti yang dianjurkan oleh pemerintah pusat maupun daerah” terangnya.

    Pada eventtopping off, sambung Edward, terdapat banyak marketing gimmick serta penawaran khusus yang sangat menarik, yang sayang sekali bila dilewatkan begitu saja oleh masyarakat pencari hunian vertikal di bulan Maret ini. Antara lain adalah voucher furniture dan cashback dengan nilai total mencapai Rp130 juta. “Bukan itu saja, kami juga menyediakan hadiah yang langsung bisa dibawa pulang oleh konsumen seperti kulkas, mesin cuci, TV 42inci, air purifier dan sepeda lipat” imbuhnya.

    Dijelaskan, Tower Cattleya memiliki fasilitas yang lengkap antara lain, gym, infinity pool, multifunction room, lobby dan basement parking dengan ratio parkir 1:2. Selain itu ada juga fasilitas pendukung berupa jogging dan cycling track sepanjang 2,5 kilometer mengelilingi Kawasan Sakura Garden City. “Kita juga tengah merencanakan pembangunan tunnel sebagai direct access ke Lifestyle Mall dan rencana JPO menuju Stasiun LRT” paparnya.

    Saat ini Sakura Garden City menyediakan tujuh tipe unit apartemen, mulai dari studio (29,9m2), studio plus (36,5 m2), one bed room (49,4m2), two bed room (66,4 m2), three bed room (92,7 m2), loft (93,6 m2) dan ruko dua sampai tiga lantai dengan lebar minimal 6 meter persegi. Adapun harga unit dibandrol mulai dari Rp 600 juta-an per unit.

    Edward optimis, pasar properti di wilayah Jakarta Timur terutama daerah Cipayung saat ini semakin menjanjikan seiring dengan rencana pemerintah yang akan mulai mengoperasikan sarana transportasi publik, Light Rail Transit (LRT/kereta ringan) di 2022. Dengan beroperasinya LRT, maka jarak Sakura Garden City menuju Central Business District (CBD) Sudirman-Thamrin bisa ditempuh hanya sekitar 20 menit.

    “Hal ini menegaskan bahwa Sakura Garden City merupakan proyek properti yang mendukung kenyamanan dan kecepatan akses bagi gaya hidup masyarakat modern. Karena memiliki fasilitas lengkap dengan akses transportasi yang nyaman, mudah, cepat, bebas macet, dan menyehatkan” pungkas Edward. (*)

  • Ikang Fawzi: Pemulihan Sektor Properti Harus Totalitas

    KORIDOR, JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) berharap pemulihan sektor properti dilakukan secara totalitas dan utuh, sehingga menyentuh seluruh sektor yang berkaitan dengan industri tersebut. Jika setengah-setengah, dikhawatirkan stimulus yang dikeluarkan pemerintah tidak akan terasa dampaknya.

    Sejumlah stimulus sudah diberikan pemerintah yang ditujukan untuk memulihkan kembali sektor properti yang terpuruk terlebih selama pandemi Covid-19. Terakhir, pemerintah memberikan lampu hijau bagi perbankan untuk menerapkan uang muka (down payment/DP) nol persen, disusul insentif penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk rumah tapak dan apartemen.

    Wakil Ketua Umum DPP REI bidang Komunikasi, Promosi dan Pameran, Ikang Fawzi menyebutkan semua kebijakan dan stimulus tersebut tentu membawa dampak positif bagi industri properti, meski pun butuh waktu untuk mengukur skala dampaknya.

    “Meski belum sempurna dan komplit, tetapi setidaknya pemerintah sudah memberikan perhatian terhadap upaya pemulihan sektor properti. Kami tentu bergembira karena ini sesuai dengan usulan dan masukan-masukan REI kepada pemerintah yang intens dilakukan DPP REI,” ujar pengusaha properti yang juga rocker tenar era 80-an tersebut, Senin (15/3/2021).

    Adapun stimulus yang dikeluarkan saat ini, menurut Ikang, memang masih ditujukan bagi konsumen. Tujuannya supaya harga rumah lebih terjangkau, dan minat masyarakat untuk membeli rumah kembali tumbuh terlebih di tengah penurunan daya beli masyarakat saat ini.

    Namun, menurut dia, jangan dilupakan bahwa pemulihan sektor properti sudah pasti tidak bisa berjalan optimal kalau pengembang sebagai produsen yang membangun produk propertinya dalam kondisi “sakit”.

    “Penyembuhan pasar properti harus dilakukan dari semua sisi secara terintegrasi. Jangan setengah-setengah, dan seharusnya lebih totalitas,” ujar Ikang.

    Dikatakan, dari sisi regulasi sudah dilakukan penangganan oleh pemerintah antara lain perbaikan perizinan menjadi lebih mudah dan pasti lewat UndangUndang Cipta Kerja (UUCK). Demikian pula dari sisi konsumen, sudah cukup banyak insentif yang dikeluarkan pemerintah termasuk yang saat ini sedang dikaji adalah penurunan suku bunga KPR.

    Penyembuhan yang belum dilakukan pemerintah adalah untuk pelaku usaha di bidang properti, para pengembang sebagai penggerak industri yang sebagai warga negara juga butuh diselamatkan. Akibat pandemi, menurut Ikang, hampir semua subsektor properti anjlok lebih dari 80 persen dari saat normal. Sebagian besar pengembang sedang tiarap akibat cashflow yang terganggu.

     

    Ikang Fawzi

    “Kondisi mayoritas pengembang sudah kronis, sehingga perlu diagnosis tepat dan cepat, serta obat yang mujarab dari pemerintah untuk segera dapat diselamatkan,” tegas Ikang.

    Namun, dia mengingatkan supaya pemerintah memahami betul persoalan-persoalan yang dihadapi pengembang saat ini dari berbagai segmen dan subsektor, dari rumah subsidi, menengah bawah hingga menengah atas. Untuk itu, menurut Ikang, keterlibatan asosiasi pengembang seperti REI sangat penting untuk memberikan informasi kepada pemerintah.

    “Jangan sampai nanti kebijakan yang diambil justru jauh panggang dari api. Tidak menyentuh akar persoalan yang sebenarnya,” ujar dia.

    Harapan Pengembang

    Seperti diketahui, REI saat ini sedang mendorong supaya insentif pembebasan PPN rumah tapak dan apartemen ditambah pula dengan kebijakan sunset policy (penghapusan sanksi pajak) dengan pengenaan tarif sebesar 5% terhadap aset kekayaan yang belum dilaporkan dalam SPT oleh wajib pajak.

    Asosiasi menilai kebijakan ini penting dan berpengaruh besar terhadap industri properti terlebih di segmen menengah dan menengah atas untuk menarik minat pemilik dana untuk mau membeli properti.

    Selain sunset policy, REI juga tengah memperjuangkan pengurangan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Selama ini, banyak daerah yang masih menerapkan BPHTB hingga 5 persen. Padahal, sejak 2016 Presiden Jokowi sudah mengimbau untuk diturunkan menjadi 2,5 persen.

    Hal lain, pengembang berharap kemudahan uang muka nol persen yang diberikan kepada konsumen juga didukung dengan langkah pelonggaran perbankan. Selama ini bank terkesan sangat ketat dalam memfilter tingkat risiko end user (calon penerima KPR) sehingga banyak calon pembeli yang ditolak pengajuan kreditnya oleh bank.

    “Kondisi tersebut sudah berjalan lebih dari setahun, sehingga minat masyarakat yang tinggi karena ditolak bank justru seperti harapan yang layu sebelum berkembang,” ungkap Ikang.

    Kemudian berkaitan dengan rencana penurunan bunga KPR, Ikang berharap kebijakan itu tidak hanya diberlakukan untuk konsumen saja, namun juga untuk pengembang. Saat ini suku bunga kredit konstruksi atau modal kerja pengembang cukup tinggi, meski suku bunga acuan Bank Indonesia sudah berada di level terendah.

    Dia berharap perbankan tidak terlalu banyak mengambil marjin dan sama-sama mendorong agar industri properti dapat kembali bangkit yang dalam jangka panjang akan memacu kembali penyaluran kredit properti di masa mendatang.

     

Back to top button