Aktual

“Triple Treats” Menarik Minat Investor Miliki Apartemen Ciputra International

Insentif pemerintah untuk membangkitkan pasar properti berupa penghapusan PPN pembelian properti, DP 0% atau tanpa DP, dan suku bunga kredit sangat rendah ternyata tidak hanya dimanfaatkan oleh konsumen dan investor kelas menengah ke bawah.

JAKARTA, KORIDOR – Di segmen menengah atas, bahkan high-end juga tak ingin ketinggalan meraup untung dari sikap “royal” pemerintah di masa pandemi Covid-19 ini. Bayangkan saja, dari free PPN saja konsumen sudah mendapatkan potongan 10%. Jika harga propertinya Rp2 miliar mereka bisa hemat Rp200 juta. Dan di saat suku KPR/KPA rendah, memang paling untung bila mengambil fasilitas tanpa DP, karena toh bunga yang harus dibayar tidak akan mencekik. Dengan begitu uang DP sekitar 20% atau Rp400 juta (jika harga properti Rp2 miliar) bisa diputar di bisnis lain.

Namun yang diperlu diketahui semua kebijakan relaksasi punya syarat dan ketentuan. Misalnya saja free PPPN (10%) hanya boleh untuk pembelian properti primary (produk pengembang) yang ready stock (tidak berlaku properti indent), serta sudah lunas dan serah terima maksimal di Agustus 2021. Sementara untuk DP 0% , hanya bank ber-NPL (Non Performing Loan) kriteria sehat yang diperbolehkan. Lagi pula kalau mau jujur perbankan itu lebih senang jika pembelian properti mengeluarkan DP, sehingga konsumen tidak gampang memutuskan berhenti menyicil.

Dari sisi pengembang sendiri pun, tidak banyak yang dapat memberikan kedua insentif itu sekaligus (free PPN dan DP 0%). Sebab tidak semua pengembang punya produk ready stock dan tidak otomatis pula perbankan mau memberikan KPR/KPA dengan pola tanpa DP yang risiko gagal bayarnya sangat tinggi. Karena itulah, hanya sedikit pengembang yang bisa menawarkan kedua stimulus ini, salah satu adalah superblock Ciputra International, Jakarta Barat.

Menurut Andreas Raditya General Manager Marketing Ciputra Group, sejak adanya kebijakan relaksasi tersebut, animo konsumen dan investor terhadap unit apartemen dan perkantoran meningkat signifikan. Jika biasanya (sebelum ada relaksasi), jumlah kunjungan ke marketing gallery  maksimal 10 potintial buyers, namun sekarang bisa sampai 25 konsumen setiap hari.

| Baca Juga:   Pembentukan Greater City Banda Aceh Sudah Mendesak

Dan dalam rangka memanfaatkan momentum relaksasi, Ciputra International mengeluarkan program promo Triple Treats, berupa DP 0%, Free PPN, serta fully furnished berlaku dari Maret hingga Mei 2021. Hal ini dapat dilakukan karena semua produk (apartemen dan perkantoran) yang ditawarkan adalah ready stock (siap pakai). Selain itu, ada bank yang mau memberikan pembiayaan dengan tanpa.

“Sesuai dengan ekspektasi, promo ini langsung disember  konsumen terutama di unit apartemen. Kapan lagi, dapat diskon (free PPN) 10%. Misalnya harga 1 bedroom tower San Francisco Rp1 miliaran maka  potongnya Rp100 jutaan, dan 2 bedroom Rp2 miliaran maka mereka bisa hemat Rp200 jutaan. Di bulan Maret ini saja kami berhasil closing 7 unit apartemen,” kata Raditya, Senin (29/3), di Jakarta.

San Francisco

Raditya mengatakan, saat ini banyak konsumen dan investor tertarik dengan unit apartemen di tower San Francisco yang merupakan tower kedua dan sudah beroperasi (terhuni). Dari total unit 350 unit, sudah terjual 60%. Harga mulai Rp700 juta untuk studio tapi sudah sold out, dan yang ditawarkan mulai 1 bedroom harga Rp1 miliaran, 2 bedroom Rp2 miliaran, dan 3 bedroom Rp3 miliaran.

“Ini saatnya kami ingin habiskan unit apartemen ready stock. Di samping memenuhi syarat free PPN, khusus Ciputra International ini kami buka DP 0%. Karena konsumen kelas Ciputra Internasional rata-rata kredibel dari segi finansial. Malah konsumen di sini jarang ambil fasilias KPA. Kalau tidak cash, mereka ambil cicilan bertahap (in-house) dan mampu bayar DP 20% -30%. Mumpung ada PD 0%, free PPN, dan suku bunga KPA rendah, mengapa tidak dimanfaatkan,” kata Raditya.

Terkait dengan tujuan pembeli, Raditya mengatakan, di tower pertama Amsterdam sekitar 70% investor dan 30% merupakan end-user. Sedangkan di tower kedua San Fransisco, 40% adalah  investor dan 60% adalah end-user. Pembeli tower San Francisco adalah pasangan muda (milenial) untuk ditinggali, banyak pula orang tua yang beli untuk anaknya.

| Baca Juga:   The HUD Institute dan UNIDA Berkolaborasi Gerakkan Program Perumahan dan Permukiman Produktif Berbasis Komunitas

“Selain banyak dapat insentif kalau beli unit San Francisco,  keuntungan lainnya adalah setelah serah terima unit apartemennya bisa langsung disewakan. Kami bekerja sama dengan Travelio untuk memudahkan investor dalam menyewakan unit apartemennya. Jadi kalau konsumen beli untuk investasi apartemen ini sangat tepat,” jelas Raditya.

Dengan relaksasi di sektor properti ini, Raditya optimis tahun ini tower kedua San Francisco bisa sold out. Agar bisnis properti ini dapat berlari lebih kencang, dia berharap, pemeritah tidak tanggung dalam memberikan insentif. Misalnya, memperpanjang batas waktu free PPN hingga Desember 2021 dan membuka untuk pembelian properti indent.

Raditya menyatakan, untuk mengakomodasi banyaknya minat konsumen terhadap unit apartemen di Ciputra International, maka selama bulan April 2021 pihaknya menyelenggarakan special event, pameran Ciputra World Property Online Expo 2021. Pengunjung dapat mengakses website kami melalui: Www.ciputraworldexpo.com.

“Di sini pengunjung dimanjakan dengan berbagai promo serta hadiah menarik jika mereka melakukan transaksi pembelian unit di salah satu booth project yang ada di website kami. Customer akan langsung mendapatkan voucher free staycation di The Raffles Hotel dan juga berkesempatan memenangkan voucher belanja selama event berlangsung (Syarat & Ketentuan Berlaku),” jelas Raditya.

Ciputra International berada di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat. Dengan konsep superblock yang mengintegrasikan kawasan residensial dengan komersial ini terdiri dari perkantoran, hunian (apartemen), area komersial dan nantinya juga akan ada hotel dengan luas lahan 7,4 hektar.

Penulis: Reza Gantara

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button