Aktual

  • Dua Perumahan Harmoni Park Group Raih Penghargaan Indonesia Property&Bank Award (IPBA) XVIII

    KORIDOR.ONLINE, JAKARTA – Baru sekitar 2 tahun mengembangkan proyek perumahan komersial (real estate) Harmoni Park Group mendapatkan apresiasi dalam ajang bergengsi insan properti Indonesia Property&Bank Award (IPBA) XVII. Harmoni Park Group merupakan anak perusahaan Vista Land Group yang eksis sejak 17 tahun dan telah membangun sekitar 60.000 unit rumah, sebagian besar adalah rumah subsidi.

    Tak tanggung-tanggung, dua perumahan Harmoni Park Group raih penghargaan yakni Harnomi Park Bekasi sebagai New Prospective Affordable Real Estate in Bekasi dan Puri Harmoni Pasirmukti (Kab. Bogor) sebagai Most Favorite Affordable Real Estate in Bogor.

    Menurut Indra Utama, CEO Journalist Media Network dan juga Pemimpin Redaksi Propertyandbank.com, meski new comers dalam pengembangan properti komersial, namun kinerja Harmoni Park Group cukup membanggakan, khususnya dalam penyediaan rumah kelas real estate dengan harga terjangkau (affordable).

    Indra mengatakan, dua perumahan Harmoni Park Group yang dapat penghargaan ini sedang banyak diminati oleh konsumen terutama dari kaum milenial dan keluarga muda yang ingin memiliki rumah pertamanya. Sebab sangat cocok dengan kemudahan akses, lingkungan, dan harga yang ditawarkan.

    BACA JUGA: BP Tapera Salurkan KPR FLPP Untuk 959 Unit Rumah Di Papua dan Papua Barat

    ”Rumah yang dipasarkan, baik Harmoni Park Bekasi maupun Puri Harmoni Pasirmukti harganya sangat kompetitif dibanding pengembang lain dengan kualitas lingkungan perumahan menengah atas. Jelas spek perumahan seperti ini sangat dibutuhkan, terutama dalam mendukung program pemerintah dalam penyediaan rumah berkualitas dengan harga terjangkau,” jelas Indra seusai acara Indonesia Property&Bank Award (IPBA) XVIII, di Hotel Raffles, Ciputra World Jakarta 1,  Senin malam (20/5/2024).

    Pada gelaran IPBA XVIII kali ini, juga diberikan penghargaan tertinggi kepada Presiden RI Joko Widodo, sebagai Bapak Pembangunan Desa dan Infrastrktur. Tim Redaksi dan Dewan Juri sepakat memberikan penghargaan ini setelah menilai, Presiden RI Joko Widodo berhasil melakukan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok tanah air, tidak hanya berpusat di Pulau Jawa saja.

    Entitas baru

    Dalam kesempatan yang sama, Esther Kristiany Hadi, Direktur Vista Land Group mengatakan, dalam 2 tahun terakhir ini Vista Land Group sedang gencar mengembangkan perumahan komersial atau affordable real estate yang kini sudah ada 5 proyek, yaitu Harmoni Park (Bekasi), Gran Harmoni Park (Cibitung), Harmoni Park Residence (Cileungsi), Cluster Symphoni di Primavera Residence (Cileungsi) dan Puri Harmoni Pasirmukti (Citeurep).

    BACA JUGA: Ada Pemilu dan Lebaran, Vista Pora 5.5 2024 “Cebol” Penjualan 2.000 Unit Rumah

    Untuk proyek komersial ini, Vista Land Group membentuk satu anak entitas baru yang dinamakan Harmoni Park Group, yang menggarap perumahan-perumahan real estate (non subsidi). Esther mengatakan, bangga dan bersyukur kinerja perusahaan dapat apresiasi dari media properti utama (Property & Bank), dan menjadikan penghargaan ini sebagai semangat untuk terus berinovasi untuk beri nilai tambah maksimal kepada konsumennya.

    ”Potensi pasar  affordable real estate ini sangat besar khususnya untuk segmen milenial dan keluarga mudah untuk rumah pertamanya. Kami terus berinovasi dan memberikan yang terbaik. Setelah menjajaki dengan skala kecil selama 2 tahun ini, kami meluncurkan brand Harmoni Park untuk lebih fokus melayani kebutuhan akan segmen komersial real estate,” ujar Esther.

    Di luar dugaan, lanjut Esther, ternyata respon pasar terhadap produk komersial kami positif dan antusisas. Oleh karena itu ke depan dengan brand Harmoni Park Group, pihaknya akan lebih fokus untuk mengembangkan proyek-proyek khusus komersial. Dimana secara jumlah unit hingga sekarang sudah dipasarkan lebih dari 600 unit.

    Sementara itu, Ardian Hendra, General Manager Vista Land Group menjelaskan, sejak di-launching awal tahun ini, permintaan rumah di Harmoni Park Bekasi cukup tinggi. Perumahan ini dibangun di atas lahan 30 hektare, di Babelan, Kabupaten Bekasi.

    BACA JUGA: Bank DKI Gandeng Perumda Pasar Pakuan Jaya, Berikan Fasilitas Kredit Kepemilikan Tempat Usaha di Pasar Sukasari Bogor

    ”Ditawarkan rumah real estate harga mulai dari Rp400 jutaan, dengan berbagai macam pilihan tipe rumah dan tempat usaha.  Lokasinya sangat strategis, tidak jauh dari kota mandiri Harapan Indah, serta dekat dari akses Tol Cibitung – Cilincing, terutama akses pintu tol Gabus dan pintu tol Tarumajaya.

    Fasilitas-fasilitas lingkungan disediakan antara lain: club house, kolam renang, fitness outdoor, danau, taman-taman tematik, children playground, tempat ibadah, dan mini zoo. Desain arsitekturnya memadukan konsep rumah Nordic (Scandinavian) dengan tampilan modern minimalis dengan pintu depan smart door lock system yang dikemas dengan gaya elegan dan eksklusif. Dengan fasilitas security 24 jam, CCTV kawasan.

    Steven Putra  Project Manager Puri Harmoni Pasirmukti mengatakan, sama dengan Harmoni Park Bekasi, minat konsumen terutama dari wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi cukupnya. Selain harga yang menarik, kualitas bangunan dan lingkungan juga jadi pertimbangan utama banyaknya keluarga muda beli rumah di Puri Harmomi Pasirmukti.

    Puri Harmoni Pasirmukti, ungkap Steven, adalah perumahan real estate berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor. Dengan pemandangan sekitar yang asri serta dilengkapi dengan fasilitas dan penataan lingkungan yang modern, membuat perumahan ini menjadi hunian favorit yang telah dihuni lebih dari 2.000 KK (kepala keluarga).

    BACA JUGA: Manfaatkan Insentif PPN, Intiland Tawarkan 21 Proyek Properti Unggulan

    ”Orang yang tinggal di sini, tidak sedikit bekerja di Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Depok. Akses menuju tempat kerja cukup mudah, karena lokasi sangat mudah ditempuh dari Jakarta maupun pusat Kota Bogor melalui akses Toll Jagorawi, hanya 10 menit dari exit Tol Citereup ataupun exit Tol Sentul,” pungkas Steven. ***

  • Buruan Beli, 21 Properti Terbaik Intiland Ini Lagi Promosi Lho..

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE—Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland) meluncurkan program promo penjualan properti bertajuk “Intiland Sunshine Fair”. Promo yang berlangsung pada bulan Mei hingga Juni 2024 menawarkan 21 proyek properti unggulan yang terdiri dari beragam produk properti. Mulai dari rumah tapak, apartemen, perkantoran, hingga ruko atau shophouse (SOHO). Lokasinya tersebar di Jakarta, Tangerang, dan Surabaya.

    Direktur Pemasaran Intiland Wilayah Surabaya Harto Laksono menjelaskan Intiland Sunshine Fair menghadirkan 21 properti terbaik yang terdiri dari 13 properti di Jakarta dan Tangerang, serta 8 properti di Surabaya. Di Jakarta para konsumen berkesempatan memilih propertiproperti terbaik seperti apartemen Fifty Seven Promenade, Regatta, 1Park Avenue, SQ Rés, maupun perumahan Serenia Hills, Brezza, Virya Semanan, 1Park Homes, dan South Grove.

    Sementara untuk pengembangan properti di Tangerang, Perseroan menyediakan apartemen Aeropolis, perumahan Talaga Bestari, Magnolia Residence, dan unit-unit komersial Ruota di Talaga Bestari.

    Intiland juga menghadirkan 8 properti terbaik di Surabaya yang meliputi kategori rumah tapak, apartemen, low-rise residence, perkantoran, dan komersial. Pengembangan properti tersebut terdiri atas perumahan Graha Natura, Aurora SOHO Graha Natura, The Rosebay, apartemen dan perkantoran Praxis, apartemen Sumatra36, perkantoran Spazio Tower, Tierra SOHO Avenue, serta unit-unit komersial di Plaza Segi 8.

    Harto Laksono mengungkapkan bahwa untuk program Intiland Sunshine Fair, Perseroan menawarkan banyak promo dan kemudahan pembelian unit properti di semua proyek. Untuk produk rumah tapak, Perseroan memberikan gimmick pembelian unit properti yang cukup beragam.

    Berikut beberapa promo yang ditawarkan oleh Intiland:

    • Pembelian unit rumah di klaster prestisius Lily by The Lake, Graha Natura akan mendapatkan promo gratis biaya administrasi pengalihan balik nama dan gratis kanopi.
    • Fasilitas gratis kanopi juga diperoleh bagi pembeli unit-unit rumah di klaster Morning Glory, Graha Natura, Surabaya.
    • Perumahan Magnolia Residence di Tangerang menawarkan harga spesial mulai Rp500 juta dan gratis PPn.
    • Virya Semanan, pengembangan klaster privat di Jakarta Barat juga memberikan fasilitas gratis PPn untuk setiap pembelian unit.
    • Perumahan Serenia Hills memberikan potongan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 50 persen untuk pembelian unit-unit Quantum,
    • South Grove yang berlokasi di Lebak Bulus Jakarta Selatan, memberikan penawaran harga spesial untuk unit tertentu serta instalasi lift senilai Rp300 juta.
    • Pembelian unit apartemen SQ Rés, Jakarta, mendapatkan potongan harga hingga Rp1 miliar.
    • Apartemen Regatta yang berlokasi di Pluit, Jakarta Utara menawarkan bonus gratis furniture, gratis PPn, promo interior bermerek, dan diskon hingga 15 persen untuk show unit
    • Di Jakarta pusat, apartemen Fifty Seven Promenade memberikan bonus furnitur senilai Rp200 juta, gratis service charge selama satu tahun, gratis PPn, serta diskon hingga 23 persen untuk unit tertentu.
    • Untuk pembelian unit-unit apartemen di Surabaya seperti The Rosebay, Praxis Apartment, dan Sumatra36 akan mendapatkan insentif bebas PPn 100 persen serta berkesempatan mendapatkan mobil listrik, voucher belanja, voucher interior senilai Rp10 juta, voucher elektronik senilai Rp50 juta, hingga Apple iPhone Pro 15. Berbagai hadiah menarik tersebut turut bisa didapatkan di semua proyek properti Intiland area Surabaya.

    “Pemberian hadiah dan bonus pembelian akan berbeda-beda pada setiap produk properti. Namun semua program promo yang kami siapkan bertujuan memudahkan konsumen untuk memiliki properti terbaik Intiland,” ujarnya lebih lanjut.

    Selain itu, Perseroan juga menyiapkan promo-promo spesial untuk pembelian unit-unit properti komersial. Pembelian unit komersial Aurora SOHO Graha Natura dan Tierra SOHO Avenue misalnya, mendapatkan insentif buka usaha hingga Rp100 juta dan unit air conditioner (AC) gratis di setiap lantainya. Bonus menarik lainnya diberikan untuk pembelian unit shophouse Plaza Segi 8 berupa upgrade pembelian unit 2 lantai akan mendapatkan 3 lantai.

    Perseroan juga memberikan penawaran spesial untuk pembelian unit-unit perkantoran. Konsumen yang membeli unit kantor Spazio Tower akan mendapatkan fasilitas fully furnished secara gratis, sementara pembelian unit Praxis Office akan mendapatkan gratis semi furnished, AC dan service charge.

    Harto Laksono optimistis program Intiland Sunshine Fair mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat. Selain memberikan beragam promo menarik, program ini memperbesar peluang masyarakat untuk memiliki properti dengan mudah, cepat, dan menguntungkan.

  • Ada Pemilu dan Lebaran, Vista Pora 5.5 2024 “Cebol” Penjualan 2.000 Unit Rumah

    KORIDOR.ONLINE, JAKARTA – Sukses pada Hari Belanja Rumah Nasional (HABERNAS) 11.11 2023, pengembang Vista Land Group kembali mencacatkan penjualan spektakuler  2.000 unit rumah dalam tempo hanya dua bulan dalam event Vista Pora 5.5 2024 Vista Land Group.

    Menurut Alexander Tirta, CEO Vista Land Group, ada lebih 20 proyek perumahan Vista Land Group di wilayah Jabodetabek dan Serang (Banten) yang melakukan promo masif. Program ini Vista Pora 5.5 2024 diselenggarakan dari 1 Maret hingga 30 April 2024, dan acara puncaknya diseleranggarakan di Plaza Barat, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan, 5 Mei 2024.

    Alexander mengatakan, pihaknya surprise melihat besarnya animo masyarakat untuk memanfaatkan momentum promo Vista Pora 5.5 2024. Pasalnya, pasca pemilu 2024, masyarakat akan wait and see, apalagi juga ada bulan Ramadhan dan Idul Fitri yang umumnya penjualan menurun di momen-momen tersebut.

    BACA JUGA: VistaLand Group Optimis Kampanye Proyek Baru di Puncak Pemilu 2024, Ini Alasannya

    ”Walau terdapat tantangan tahun politik, puasa, dan lebaran di Maret hingga April, tapi hasil penjualan  sangat menggembirakan. Terjual 2.000 unit rumah di program Vista Pora 5.5 2024 ini,” jelas Alexander, yang ditemui sejumlah awak media di perayaan Vista Pora (pesta pora) Vista Land Group, di Plaza Barat GBK, Jakarta Selatan, Minggu, 5 Mei 2024, yang dihadiri sekitar tiga ribu undangan.

    Dia bersyukur target penjualan rumah subsidi dan komersial Maret – April 2024 sebesar 2.000 unit  sudah terlampaui. Dan  sebagai wujud apresiasi terhadap konsumennya, lanjutnya, maka Vista Land menggelar ”pesta rakyat” Vista Land Group  sebagai tanda terima kasih.

    Alexander menjelaskan, program ini bertujuan memberikan kesempatan warga Jabodetabek dan Serang untuk bisa punya rumah yang berkualitas dengan mudah di momentum yang tepat.

    Berbagai kemudahan diberikan dalam program ini antara lain: potongan booking fee, proses perbankan dipermudah dan dipercepat karena Vista Land Group bermitra dengan beberapa perbankan. Dan pada acara puncaknya yang dimeriahkan Band Radja dan artis Yeni Inka, juga akan diundi hadiah grand prize rumah dan  mobil,  sepeda motor, dan berbagai macam hadiah lainnya.

    BACA JUGA: Rayakan Halalbihalal, Gading Nias Residences dan Grand Emerald Apartment Dapat Dukungan Sudin PPKUKM

    Hirwandi Gafar, Direktur Consumer & Commercial Lending, Bank Tabungan Negara (BTN) yang turut hadir dalam acara itu menyatakan, apresiasi setinggi-tinggi kepada Vista Land Group yang telah kerja sama sejak tahun 2007, dan menjadi mitra terbanyak menjual rumah yang menggunakan fasilitas FLPP dan KPR BTN.

    ”Kemitraan BTN dengan Vista Land Group itu sudah sejak tahun 2007. Penjualan Vista Land Group lewat BTN hingga saat ini sudah lebih 40.000 unit. Menurut saya pengembang ini sangat luar biasa, dengan tingkat kepuasan konsumen sangat tinggi,” kata Hirwandi.

    Hirwandi berharap, kerja sama BTN dan Vista Land Group makin ditingkatkan terutama di segmen rumah komersial, yang dalam tahun terakhir ini mengalami peningkatan signifikan. BTN terus mendukung penyaluran FLPP rumah subsidi, maupun KPR rumah komersial (real estate).

    Vista Land Group mulai ekspansi bangun perumahan real estate dengan harga terjangkau/Foto Rifat

    Harmoni Park

    Esther Kristiany Hadi, Direktur Vista Land Group menjelaskan, selain rumah subsidi yang sudah eksis selama 17 tahun, kata Esther, dalam 2 tahun terakhir ini Vista Land Group juga mengembangkan perumahan komersial, affordable (harga terjangkau) real estate yang kini sudah dikembangkan 5 proyek, yaitu Harmoni Park (Bekasi), Gran Harmoni Park (Cibitung), Harmoni Park Residence (Cileungsi), Cluster Symphoni di Primavera Residence (Cileungsi) dan Puri Harmoni Pasirmukti (Citeurep)

    Untuk proyek komersial ini, jelas Esther, Vista Land Group membentuk satu anak entitas baru yang dinamakan Harmoni Park, yang menggarap perumahan-perumahan real estate (non subsidi).

    ”Potensi pasar  affordable real estate ini sangat besar khususnya untuk segmen milenial dan keluarga mudah untuk rumah pertamanya. Kami terus berinovasi dan memberikan yang terbaik. Setelah menjajaki dengan skala kecil selama 2 tahun ini, kami meluncurkan brand Harmoni Park untuk lebih fokus melayani kebutuhan akan segmen komersial real estate,” ujar Esther.

    BACA JUGA: Dukung Program Prabowo-Gibran, REI Siap Bangun 1 Juta Rumah di 2025

    Dia menjelaskan, juga rumah real estate ditawarkan mulai dari Rp300 juta hingga Rp800 juta, dengan berbagai macam pilihan tipe rumah dan tempat usaha. Salah Satu proyek yang baru launching adalah Harmoni Park Bekasi dengan luas pengembangan 30 hektare yang terletak di Babelan, yang tidak jauh dari kota mandiri Harapan Indah. Selain itu kami juga mengembangkan Gran Harmoni Cibitung (Bekasi)  seluas dengan  Luas pengembangan 60 hektare dengan jarak hanya 35 menit dari Jakarta (3 km dari pintu tol).

    ”Di luar dugaan ternyata respon pasar terhadap produk komersial kami positif dan antusisas. Oleh karena itu ke depan dengan brand Harmoni Park kami akan lebih fokus untuk mengembangkan proyek proyek khusus Komersial. Secara jumlah unit yang sudah dipasarkan sudah lebih dari 500 unit,” ungkapnya.

    Sesuai dengan visi dan misi Vista Land Gorup, Harmoni Park dalam menjalankan usahanya tetap berfokus pada “komitmen dan terpercaya” yang selama ini dikenal sebagai pengembang yang tepat janji dan memberikan kualitas produk dan fasilitas-fasilitas perumahan terbaik harapan konsumen.

    BACA JUGA: Peringati HUT di Labuan Bajo, REI Bantu Fasilitas Air Bersih dan Pembangunan Masjid di Golo Mori

    ”Selain inovasi produk dan harga yang kompetitif, kami selalu meneruskan nilai nilai kami, memberikan komitmen dan menjaga kepercayaan konsumen yang sudah membeli di tempat kami, sambal terus berusaha meningkatkan kenyamanan dan nilai dari Kawasan hunian tersebut,” tegasnya.

    Ke depan, jelas Esther, pihaknya akan terus melakukan inovasi dan perbaikan mutu bangunan, sehingga Vista Land Group tetap jadi terdepan di industri rumah sederhana dan rumah komersial yang diminati masyarakat, serta terus memperbesar landbanknya.

    ”Vista Land Group akan terus fokus untuk menambah proyek baru untuk lebih luas mencapai daerah-daerah yang diinginkan oleh konsumen, selain terus memberikan pelayanan dan produk terbaik untuk konsumen kami,” pungkasnya.***

  • Rayakan Halalbihalal, Gading Nias Residences dan Grand Emerald Apartment Dapat Dukungan Sudin PPKUKM

    KORIDOR.ONLINE – Warga Gading Nias Residences & Grand Emerald, Kelapa Gading Jakarta Utara larut dalam kegembiraan di acara Halalbihalal  yang mengusung tema “Harmoni dalam Ke beragaman”, Selasa malam, 30 April 2024, di area kolam renang Gading Nias Residences, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    Sekitar 700 warga turut hadir dalam acara tersebut, berbaur akrab dan pererat tali silaturrahmi dengan antusias. Tak hanya warga beragama Islam, namun tak sedikit juga warga non Muslim  (Kristen, Hindu, dan Buddha) ikut merasakan kegembiraan.

    Menurut Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) Edison Manurung, perayaan halalbihalal tahun ini sangat meriah. Warga Gading Nias Residences juga merasa terhibur dengan banyaknya kegiatan hari itu.

    Selain menghadirkan penceramah kondang ustaz Drs. H Wijayanto, M.A, halalbihalal ini juga  dirangkaikan dengan acara Bazar Bazar Jakarta Entrepreneur (Jakpreneur) yang diikuti sekitar 36 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta dimeriahkan dengan  hiburan dan talk show.

    BACA JUGA: Dukung Pembangunan Berkelanjutan Lewat CSR, Ini yang Dilakukan Bank DKI

    Dalam kesempatan itu, Edison Manurung menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kota Jakarta Utara, khususnya Suku Dinas (Sudin) Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Utara, yang mendukung memperdayaan pelaku UMKM yang ada di kawasan Gading Nias Residences dengan menyelenggarakan Bazar Jakpreneur seharian penuh.

    ”Warga kami, terutama pengusaha kecil sangat antusias dengan pemerintah dan berharap kegiatan ini diadakan rutin. Momentum ini sangat tepat di saat perekonomian sedang kurang baik. Semoga UMKM di sini bisa perkembang lebih baik dan memberi manfaat kepada kita semua,” kata Manurung di acara peresmian Bazar Jakpreneur.

    Lurah Pegangsaan Dua, Vera Fitria yang juga hadir mengatakan, Bazar Jakpreneur ini mendapatkan dukungan dari Sudin PPKUKM Jakarta Utara, manajemen Gading Nias Residences, pengurus RT/RW 027 Kelurahan Pegangsaan Dua, dan stakeholder lainnya.

    BACA JUGA: Konsumen Yang Membeli Properti Ramah Lingkungan Juga Perlu Diberikan Insentif

    “Bazar ini diikuti pelaku UMKM yang bergerak di bidang fashion, kriya, dan kuliner. Kami berharap, dengan adanya bazar ini para pelaku UMKM dapat mempromosikan sekaligus menjual produknya kepada masyarakat luas,” ujar Vera.

     Rukun dalam keragaman

    Sementara itu, Caretaker Sekretaris RW 027, Jenny Nababan mengatakan, di Gading Nias Residences ini terdapat satu RW dengan 6 RT (6 tower) dengan 6.340 unit dan sekitar 8.000 ribu jiwa penduduk. Meski cukup dapat tapi kerukunan agamanya sangat luar biasa.

    Menurutnya, warga sangat toleran dalam menjalankan aktifitas keagamaannya masing-masing. Setiap Blok Gading Nias Residences ada rumah ibadah baik muslim maupun non muslim. Dengan demikian pun saat ada acara keagamaan apapun, mereka akan saling mengundang, seperti acara halalbihalal hari ini. Semua warga agama apa pun diundang. Begitu pun sebaliknya.

    BACA JUGA: Dukung Program Prabowo-Gibran, REI Siap Bangun 1 Juta Rumah di 2025

    ”Jadi kerukunan agama itu dengan sendirinya sudah tercipta. Makanya saya senang dengan tema kali ini yaitu Harmoni dalam Keberagaman. Itu merupakan wujud dari kebersamaan kita dari berbagai agama yang menjadi satu kesatuan,” jelas Jenny.

    Lebih jauh, Jenny mengungkapkan, masalah isu-isu keagamaan di Gading Nias Residences tidak pernah dibahas. Semua warga saling menghormati agama dan kepercayaannya masing-masing. Karena itu, hampir tidak ada masalah SARA (suku, ras, dan agama) yang  mencuat di kawasan Gading Nias Residences ini.

    ”Beda dengan rumah tapak, kalau di rumah susun ada RT/RW, PPPSRS, Badan Pengelola, dan LMK (lembaga musyawarah kelurahan) ini semuanya harus bersinergi positif. Kami bersyukur pemimpin-pemimpin bisa bekerja sama dengan baik. Warga di sini terdiri dari berbagai agama, kalau di atasnya rukun, di bawah juga pasti rukun,” tegasnya. ***

  • Dukung Pembangunan Berkelanjutan Lewat CSR, Ini yang Dilakukan Bank DKI

     KORIDOR.ONLINE – Bank DKI secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam mendukung tujuan pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals melalui perwujudan 2 program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sekaligus yakni peresmian Kebun Hidroponik di Rusunawa Pasar Rebo, Jakarta Timur dan Bantuan Pendidikan Bagi Penyandang Cerebral Palsy di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta.

    Adapun program CSR Kebun Hidroponik di Rusunawa Pasar Rebo juga menjadi lanjutan dari Program Tanggung Jawab Sosial (TJSL) Bank DKI di bidang lingkungan yaitu Jakarta Koperasi Hidroponik (JAKONIK). Demikian disampaikan oleh Direktur Teknologi & Operasional merangkap Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Bank DKI, Amirul Wicaksono dalam keterangan tertulis di Jakarta (29/4).

    Amirul mengatakan, melalui Program Kebun Hidoponik di Rusunawa Pasar Rebo, Jakarta Timur menjadi upaya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui peningkatan ketahanan pangan berbasis lingkungan di sekitar tempat tinggal.

    BACA JUGA: Q1 2024, Kredit UMKM Bank DKI Tumbuh 39,18%

    “Bank DKI mendukung pembangunan kebun hidroponik secara teknis hingga pembinaan, agar masyarakat dapat berperan aktif dalam mengoptimalkan lahan pekarangan menjadi perkebunan dengan tanaman konsumsi produktif yang sehat,” ujar Amirul.

    Sebagai informasi, Program Kebun Hidroponik Bank DKI merupakan salah satu program TJSL yang secara konsisten dilaksanakan sejak tahun 2017. Program ini merupakan hasil kolaborasi Bank DKI bersama sejumlah komunitas warga Rusun.

    Sebelumnya, Program TJSL Kebun Hidroponik Bank DKI telah diimplementasikan di 9 (sembilan) Rusun, yakni Rusun Jatinegara Kaum, KS Tubun, Jatirawasari, Daan Mogot, Cipinang Besar, Pondok Bambu, Tipar Cakung, Tambora Tower serta Pulo Gebang. Seluruh program Kebun Hidroponik tersebut terintegrasi menjadi Program Jakarta Koperasi Hidroponik yang berpusat di Rusunawa Pulo Gebang, Jakarta Timur pada tahun 2022.

    BACA JUGA: Konsumen Yang Membeli Properti Ramah Lingkungan Juga Perlu Diberikan Insentif

    Selain melaksanakan peresmian Program TJSL Kebun Hidroponik di Rusunawa Pasar Rebo, pada saat yang bersamaan Bank DKI juga menyerahkan bantuan dana pendidikan kepada anak-anak penyandang Cerebral Palsy yang berada di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta.

    Adapun bantuan tersebut, diterima langsung oleh Lukitaningsih selaku Sekretaris dari YPAC Jakarta. Pemberian bantuan dana pendidikan ini menjadi bentuk perhatian dan dukungan Bank DKI di bidang pendidikan, serta memberikan kesempatan bagi anak-anak penyandang Cerebral Palsy di Jakarta dan sekitarnya, yang bertujuan untuk meraih kualitas pendidikan yang lebih tinggi.

    Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi dalam kesempatan terpisah mengatakan, Program CSR Kebun Hidroponik, serta Bantuan Dana Pendidikan Bagi Penyandang Disabilitas merupakan bagian dari Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) PT Bank DKI yang dilaksanakan pada tahun 2024.

    BACA JUGA: REI Dukung Usulan Skema Baru Pembiayaan KPR Subsidi

    “Program TJSL yang dilakukan Bank DKI merupakan bentuk upaya perusahaan dalam penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG), mengingat peranan Bank DKI bukan hanya sebagai entitas bisnis, namun juga memberikan nilai tambah bagi perkembangan kota Jakarta dan warganya secara berkelanjutan,” tutup Arie. ***

  • Konsumen Yang Membeli Properti Ramah Lingkungan Juga Perlu Diberikan Insentif

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE— Environmental, Social, and Governance  (ESG) saat ini telah menjadi fokus bagi dunia bisnis dari berbagai sektor, termasuk properti. Telah banyak perusahaan diseluruh dunia mengakui bahwa ESG bisa menjadi  long term value creation bagi bisnis.  Internalisasi ESG dalam tata kelola bisnis dapat mempengaruhi posisi dan kinerja bisnis dalam jangka Panjang.

    Sebagai perusahaan pengembang properti,  PT Intiland Development Tbk, sudah mengadopsi konsep ESG dalam tata kelola perusahaan. Dan akan terus mewujudkan komitmen keberlanjutan sesuai konsep ESG, disetiap proyek yang dikembangkan. Intiland juga memiliki panduan atau pedoman Interland Suistainability Design yang memuat pakem desain hijau dan bahkan fengshui yang sudah dibakukan.

    Hal tersebut dikemukakan oleh Theresia Rustandi, Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development Tbk, kepada sejumlah wartawan dalam acara halal bihalal, di Jakarta, Kamis, 02/04/24.

    Lebih lanjut Theresia menjelaskan bahwa perusahaan sudah menjalankan komitmennya dalam mereduksi emisi karbon. Terlebih, pemerintah menargetkan nol emisi karbon atau net zero emission pada 2060 mendatang.

    “Tahun lalu perusahaan berhasil mengurangi hingga 300 ton limbah organik di seluruh properti yang kami kembangkan. Salah satu contohnya, Intiland Tower Jakarta meluncurkan gerakan pengumpulan limbah botol untuk didaur ulang dengan pihak ketiga. Melalui kerjasama dengan manajemen kantor, berhasil mengumpulkan sekitar 7 kg hingga 8 kg per bulan,” ujarnya.

    Sedangkan untuk material konstruksi, Intiland memilih bahan lokal dalam radius 1.000 km dari lokasi proyek. Kemudian memanfaatkan dan melestarikan tanaman lokal dan asli, serta pemilihan bahan-bahan rendah karbon lainnya.

    “Di tahun 2023, tren yang mencolok muncul dari total jumlah material yang digunakan dari tiga proyek kami mengalami penurunan signifikan, hanya sebesar 18% dibandingkan tahun sebelumnya. Kami juga berhasil mempertahankan intensitas energi di dua gedung perkantoran dan empat gedung apartemen di bawah 200 kWh/meter persegi. Keenam gedung ini terdiri dari South Quarter, Intiland Tower Jakarta, 1Park Avenue, Aeropolis, Graha Golf, dan The Rosebay,” lanjutnya.

    Namun demikian, penerapan ESG dan green property ini belum sepenuhnya didukung oleh pemerintah dan juga perbankan.  Hingga saat ini belum ada insentif yang diberikan dari pemerintah dan perbankan untuk pengembang yang telah menerapkan konsep ESG dan green building. Demikian juga untuk konsumen yang membeli produk properti ramah lingkungan.

    “Mestinya ada insentif pajak, atau bunga murah ke konsumen. Kemudian koefisien luas bangunan (KLB) dan koefisien dasar bangunan (KDB) bisa diperluas jika menerapkan green building yang telah tersertifikasi,” pungkasnya.

     

     

  • Dukung Program Prabowo-Gibran, REI Siap Bangun 1 Juta Rumah di 2025

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE—Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berkomitmen untuk membangun 3 juta rumah setiap tahun untuk memperbaiki kualitas kehidupan rakyat Indonesia. Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menyatakan siap mendukung program tersebut dengan membangun 600 ribu hingga 1 juta rumah pada tahun depan.

    “Pengentasan backlog rumah itu dalam klaster kesejahteraan dan program 3 juta rumah menjadi prioritas bagi pemerintahan Prabowo-Gibran ke depannya. Berapa besar anggaran perumahan yang akan disiapkan kami belum ketahui, karena proses transisi juga belum. Tetapi yang pasti komitmen Prabowo-Gibran ke REI sudah terang benderang bahwa masalah perumahan ini penting dan harus bisa tuntas dalam 5 tahun,” tegas Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto kepada wartawan pada HUT REI ke-52 di Labuan Bajo, Jumat (26/4).

    Press Conference HUT REI Ke-52 di Labuan Bajo, NTT, Jumat 26 April 2024

    Sebagai asosiasi tertua, terbesar dan tepercaya, REI menurut Joko, sangat siap untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah Prabowo-Gibran tersebut. Untuk tahun depan, REI menyatakan kesanggupan untuk membangun 600 ribu hingga 1 juta unit rumah. Bahkan, asosiasi pengembang itu sudah menyiapkan 600 ribu kavling tanah untuk dibangun perumahan terjangkau (affordable housing) pada 2025.

    “Kami sanggup menyediakan 1 juta rumah di seluruh Indonesia, dimana 85% adalah rumah tapak untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sisanya hunian vertikal. Kami masih menunggu program pembangunan 3 juta rumah ini sejalan (matching inline) termasuk dengan perbankan,” papar CEO Buana Kassiti Group itu.

    Joko menambahkan, target pembangunan rumah sebanyak itu sangat realistis karena dinilai sejalan dengan upaya menuntaskan backlog perumahan yang saat ini telah mencapai lebih dari 12,7 juta unit dan setiap tahunnya terus bertambah. Kalau konsisten dijalankan terlebih dengan basis data kebutuhan rumah yang akurat, maka pada 2029 angka backlog diyakini akan berkurang drastis dan terkelola dengan baik.

    Program Penanaman 1 Juta Pohon oleh REI di Parapuar, Labuan Bajo, dalam rangkaian HUT REI Ke-52, dihadiri Menparekraft, Sandiaga Uno, Kamis 25 April 2024

    Usaha pengentasan backlog rumah nasional, tegasnya,  tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara biasa yang sudah terbukti tidak efektif. Pasalnya, setiap tahun terjadi penambahan angka backlog mencapai 800.000 unit akibat adanya kebutuhan rumah dan pernikahan baru. Sementara kemampuan pengembang setiap tahun membangun hanya sekitar 450.000 hingga 500.000 unit rumah.

    “Artinya, cara-cara yang selama ini biasa dilakukan tidak akan mampu untuk mengatasi backlog. Bahkan untuk memenuhi akumulasi penambahan kebutuhan rumah setiap tahun sebanyak 800.000 unit saja sudah kewalahan. Karena itu harus ada usaha yang lebih besar dan sangat luarbiasa seperti program pembangunan 3 juta rumah per tahun ini,” ungkapnya.

    Dia memprediksi, dengan bergeraknya program pembangunan 3 juta rumah, sektor perumahan akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka banyak lapangan kerja dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    Menurut Joko, pembangunan 1 juta rumah saja membutuhkan investasi sekitar Rp360 triliun, membutuhkan 32,5 juta tenaga kerja, dan membawa PAD sekitar Rp114 triliun. Bayangkan jika pembangunan dapat ditingkatkan hingga tiga kali lipat, maka sektor perumahan dan properti layak disebut big giant (raksasa) pengungkit ekonomi nasional atau dikenal sebagai propertinomic.

    Perlu Dikelola Secara Benar dan Tepat

    Lebih lanjut Joko menyatakan persoalan perumahan harus dikelola secara benar dan tepat, karena jika tidak berpotensi menjadi “bom waktu” di suatu waktu nanti. Terlebih pada tahun 2035, hampir 66 persen penduduk indonesia atau sekitar 304 juta jiwa akan tinggal di perkotaan.

    Selain mendukung dibentuknya Kementerian Perkotaan dan Perumahan, REI juga mendorong dilakukannya “rekayasa” pembiayaan perumahan guna menyesuaikan dengan target pembangunan 3 juta rumah. Diantaranya dengan memperluas likuiditas perumahan yang selama ini hanya dominan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    “Kami mendorong agar sekuritisasi aset KPR untuk rumah subsidi juga belum bisa dilakukan untuk menambah likuiditas pembiayaan rumah MBR. Karena produknya kan sama-sama kredit pemilika rumah (KPR),” sebutnya.

    Kegiatan Bakti Sosial REI dalam rangkaian perayaan HUT REI ke 52 di Gori Mori, Labuan Bajo, Kamis 25 April 2024

    Sekuritisasi aset melalui instrumen efek beragun aset (EBA) KPR merupakan cara perbankan untuk mencairkan portofolio KPR yang dimiliki sebagai sumber pendanaan, sehingga arus kas menjadi lebih terjaga dan bisa menjadi sumber dana buat aktivitas pembiayaan KPR baru. Sekuritisasi KPR bersubsidi menjadi penting, karena pendanaan KPR subsidi yang bersumber dari APBN alokasinya selama ini sangat terbatas.

    REI juga memacu penggunaan dana pendampingan seperti dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS),  Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) atau dana wakaf untuk ditempatkan di bank sebagai dana pendamping agar cost of fund bisa lebih rendah. Dengan begitu, tingkat bunga KPR juga akan lebih terkontrol karena sumber pendanaan berbiaya murah. Kemampuan perbankan untuk mendukung pembiayaan perumahan pun akan semakin baik.

    Sementara terkait rencana pemerintah untuk mengurangi tenor atau jangka waktu KPR bersubsidi dari 20 tahun menjadi 10 tahun disubsidi dan 10 tahun mengikuti bunga pasar, REI menilai hal itu kemungkinan dapat diterapkan karena penghasilan nasabah akan ada peningkatan setelah 10 tahun ke depan.

    Langkah ini juga akan mengurangi beban subsidi yang harus ditanggung pemerintah dan dapat memperluas jangkauan penerima KPR bersubsidi guna mengatasi backlog perumahan.

    “Kami sudah mengusulkan agar ada kenaikan suku bunga KPR bersubsidi tetapi bunga dipatok tetap (fix rate) selama 20 tahun, atau tenor KPR diperpendek menjadi hanya 10 tahun dengan bunga tetap 5%,” ujar Joko Suranto.

    Sementara itu, Direktur Konsumer Bank BTN, Hirwandi Gafar menyebutkan Bank BTN telah mengusulkan perubahan skema KPR subsidi dari skema KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi skema KPR subsidi selisih bunga. Nantinya, subsidi untuk hunian MBR akan bersumber dari pemupukan dana abadi dari hasil investasi.

    “Untuk jangka waktu 10 tahun hingga 15 tahun, pemerintah akan tetap mengalokasikan pendanaan dari APBN untuk KPR FLPP sebagai dana abadi. Tapi ditambah dengan sumber pendanaan lainnya. Pada saatnya nanti, pemerintah tidak perlu lagi mendanai dari APBN karena dana abadi itu nantinya yang akan mensubsidi KPR FLPP,” ujarnya.

    Hirwandi menilai, jangka waktu pinjaman KPR subsidi saat ini selama 20 tahun terlalu lama. Padahal, penghasilan masyarakat cenderung mengalami peningkatan.

    “Kami coba simulasikan sekitar 3% saja, maka paling lambat pada tahun ke-10 nanti konsumen rumah subsidi sudah dapat mengabsorb suku bunga pasar,” ucap Hirwandi.

    Menurut dia, idealnya tenor KPR yang memperoleh subsidi cukup hingga tahun ke-10 saja. Untuk tahun ke-11 dan selanjutnya, konsumen akan mendapat bunga komersial atau floating rate yang tidak lagi disubsidi. Dengan begitu, kata Hirwandi, akan semakin banyak penerima manfaat subsidi perumahan, bahkan hingga dua kali lipat

  • Peringati HUT di Labuan Bajo, REI Bantu Fasilitas Air Bersih dan Pembangunan Masjid di Golo Mori

    LABUAN BAJO, KORIDOR.ONLINE – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-52 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Perhelatan ini diadakan dari 25-27 April 2024 yang diikuti hampir 1.000 orang anggota dan keluarga besar REI dari seluruh Indonesia.

    Beragam kegiatan digelar selama acara puncak HUT REI ke-52 di Labuan Bajo dari mulai aktivitas tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) berupa bantuan fasilitas air bersih bagi warga Desa Golo Mori dan membantu pembangunan masjid di desa tersebut, aksi penanaman 1.000 pohon di lokasi wisata kawasan Parapuar, serta melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)

    Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto mengatakan di usia yang semakin matang, asosiasi pengusaha properti nasional tersebut berkomitmen untuk terus memperkuat sumbangsih nyata kepada negara dan masyarakat Indonesia melalui berbagai kegiatan sosial. Salah satunya di Labuan Bajo, bertepatan dengan ulang tahun ke-52, REI membantu penyediaan fasilitas air bersih bagi masyarakat di Desa Golo Mori. Masyarakat di desa ini sudah lama mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari karena minimnya sumber mata air di sini, terlebih pada musim kemarau.

    “Di REI itu sebagian besar program dilakukan secara partisipatif kolaborarif. Artinya tidak diminta tetapi berpartisipasi dan berkontribusi. Termasuk bantuan fasilitas air bersih dan pembangunan Masjid Uswatun Hasanah di Desa Golo Mori ini, sifatnya apa yang bisa dan siapa yang bisa untuk membantu sesama terlebih ini dalam suasana HUT REI ke-52,” kata Joko Suranto saat penyerahan bantuan fasilitas air bersih di Golo Mori, Labuan Bajo, Kamis (25/4).

    Bantuan penyediaan air bersih bagi warga Desa Golo Mori, menurutnya, juga dilakukan atas arahan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Krearif, Sandiaga S. Uno saat pertemuan dengan REI. Setelah survei langsung ke lokasi desa itu, Joko Suranto melihat ada bangunan masjid yang belum selesai pengerjaannya. Informasinya, masjid ini sudah tiga tahun dibangun tetapi belum juga rampung.

    “Alhamdulillah, saat itu secara spontanitas kami berniat dan berkomitmen pula untuk membantu menyelesaikan pembangunan masjid ini. Kami senang sekali bisa menjadi bagian dari masyarakat Desa Golo Mori,” ujar CEO Buana Kassiti Group tersebut.

    Golo Mori hanya berjarak sekitar 25 kilometer dari Labuan Bajo, dengan mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani dan nelayan. Selama ini, warga Golo Mori memang mengalami kesulitan air bersih karena terbatasnya sumber mata air di desa tersebut.

    Doakan REI

    Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi atas nama masyarakat Desa Golo Mori menyampaikan terimakasih atas partisipasi asosiasi pengembang itu dalam membantu kesulitan masyarakat di daerahnya dan berdoa semoga keluarga besar REI semakin sukses.

    “Kebersamaan kita ini adalah awal, harapan kami setelah kembali dari sini bawalah cerita bersambung tentang Labuan Bajo dan ceritakan kepada keluarga dan sahabat yang lain,” kata Edistasius.

    Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S. Uno saat peresmian bantuan fasilitas air bersih dari REI di Desa Golo Mori mengatakan air bersih sangat dibutuhkan di desa ini, sehingga apa yang dilakukan REI lewat kegiatan yang partisipatif dan kolaboratif sangat tepat yakni berbagi kepada sesama.

    “Kebetulan saat ini hujan membasahi Desa Golo Mori, berarti kegiatan kita hari ini berkah dan semoga dirahmati Allah SWT. Selamat ulang tahun REI ke-52, semoga semakin jaya,” ujar Menparekraf.

    REI didirikan di Jakarta pada 11 Februari 1972. Sepanjang kiprahnya, REI aktif memperjuangkan kepentingan seluruh anggotanya, baik pengembang kecil (rumah subsidi), menengah maupun pengembang besar. Asosiasi ini juga aktif membangun jaringan sinergitas dengan pemangku kebijakan perumahan dan properti, serta mitra kerja termasuk perbankan.

    “Tahun ini, HUT REI ke-52 kami selenggarakan di salah satu destinasi prioritas pariwisata yakni Labuan Bajo. Ini adalah bentuk sinergitas yang terus dibangun REI untuk mendorong perekonomian masyarakat termasuk industri pariwisata lokal. Itulah semangat dari pendekatan propertinomic yang selama ini REI gaung-gaungkan,” papar Joko Suranto.

    Tema yang diusung pada perayaan HUT REI tahun ini adalah “Propertinomic untuk Indonesia Maju”.

  • REI – Kemenparekraf Bersinergi Kembangkan Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    LABUANBAJO,KORIDOR.ONLINE —Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) melakukan penandatanganan kesepahaman bersama atau memorandum of understanding (MoU) dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada perayaan HUT REI ke-52 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (25/4). Penandatanganan MoU dilakukan Menparekraf Sandiaga Uno dan Ketua Umum DPP REI Joko Suranto bertempat di La Moringa, Labuan Bajo.

    Adapun ruang lingkup kesepahaman bersama ini meliputi pertukaran data dan/atau informasi, pengembangan destinasi pariwisata dan infrastruktur ekonomi kreatif, pengembangan industri dan investasi di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, hingga pengembangan ekonomi digital dan produk kreatif.

    “Salah satu kerja sama yang akan dilakukan adalah pemanfaatan aset milik anggota REI untuk mendukung pelaku usaha kerajinan dan ekonomi kreatif di Indonesia melalui pengembangan Rumah Kreasi Nusantara di seluruh Indonesia,” kata Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto usai penandatangan MoU.
    Joko menambahkan, REI berkomitmen untuk merealisasikan kerja sama tersebut, sehingga bukan sekadar MoU dan target semata. Dia mengharapkan kerja sama kedua belah pihak dapat memberi jalan kepada pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk satu saat menjadi pengusaha besar.

    “Kami merasa senang dan gembira bisa terlibat dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional di Indonesia, karena ada 38 DPD REI yang bersama-sama dapat merealisasikan kesepakatan tersebut,” sebutnya.

    Menparekraf Sandiaga mengaku senang dengan MoU ini karena dihasilkan secara gerak cepat (gercep) dengan sekali pertemuan saja. Ia berharap Rumah Kreasi Nusantara ini bisa mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi krearif di seluruh Indonesia.

    “Pembangunan kepariwisataan dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo sebagai destinasi superprioritas, memerlukan kolaborasi lintas sektor. Yang perlu dipercepat adalah pembangunan di sektor infrastruktur, terutama yang berkaitan dengan fasilitas pariwisata yang bisa mengedepankan kreasi-kreasi terbaik dari putra-putri terbaik Labuan Bajo, Manggarai Barat, dan Flores, NTT,” papar Sandi.

    “(Itu) yang kita konsepkan di sini dalam sebuah MoU untuk menghadirkan rumah kreasi Nusantara di seluruh wilayah Indonesia,” imbuhnya.

    Rumah Kreasi Nusantara, kata Sandi, akan dibangun di seluruh wilayah destinasi wisata yang sedang djkembangkan dalam bentuk desa-desa wisata maupun destinasi superprioritas dan kawasan-kawasan ekonomi khusus.

  • Pelaku Usaha: Suka Atau Tidak, Konsep ESG Harus Diterapkan

    Jakarta, koridor.online– Hingga saat ini PT Bank Central Asia (BCA) Tbk sudah menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) hijau senilai Rp1,14 triliun. Green mortgage itu disalurkan untuk membiayai pemilikan rumah dan apartemen yang sudah mendapat sertifikasi hijau (greenship) di lima proyek.

    Kelima proyek tersebut adalah Citra Maja Raya (Maja, Lebak-Banten), Kota Baru Parahyangan (Padalarang Barat, Bandung Barat-Jawa Barat), Samanea Hill (Parung Panjang, Bogor-Jawa Barat), Navapark, dan Verde Two (Kuningan, Jakarta Selatan-DKI Jakarta).

    “Maunya kami bisa menyalurkan KPR Hijau yang lebih besar lagi. Karena itu kami berharap ke depan makin banyak proyek properti yang mendapat sertifikasi hijau. Jadi, kami sangat berkomitmen menyalurkan pembiayaan hijau, tapi di bisnis properti (realisasi) komitmen itu juga sangat tergantung pada suplai properti yang sudah mendapat sertifikasi hijau,” kata Welly Yandoko, Executive Vice President (EVP) Consumer Loan BCA.

    Hal itu diungkapkan Welly Yandoko dalam Halal bi Halal dan Bincang Santai: “Tuntutan Implementasi Bisnis Properti & Pembiayaan Hijau”, yang diadakan Urban Forum, Forwada, dan Indonesia Housing Creative Forum di Jakarta, Rabu (24/4/2024).

    Bincang santai dibuka Herry Trisaputra Zuna, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Selain Welly berbicara juga dalam bincang santai itu Ignesjz Kemalawarta, Kepala Badan Kajian Strategis Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI), dan Chief Marketing Officer Damai Putra Group Binsar Pandiangan.

    Menurut Welly, sejak awal BCA sangat mendukung penerapan konsep ESG (Environment, Social, Governance-ramah alam, bermanfaat secara sosial, dan tata kelola yang solid) termasuk di bisnis properti, antara lain melalui penyaluran pembiayaan hijau. Hal itu ditunjukkan oleh penyaluran kredit hijau BCA yang terus meningkat, Dimana posisi terakhir telah mencapai Rp123 triliun.

    Sepanjang 2019 – 2023 mengalami peningkatan dari Rp44 triliun menjadi Rp87 triliun Dimana sebagain dari angka tersebut merupakan KPR hijau dan di tahun 2023 penyalurannya tumbuh sebesar 7%.

    Ia menambahkan, untuk merangsang developer mengembangkan properti hijau dan juga mendorong konsumen membeli properti yang sudah mendapat sertifikasi hijau, BCA siap memberikan rate kredit yang bersaing, biaya kredit yang lebih rendah, dan proses persetujuan aplikasi yang lebih cepat dan mudah.

    Welly menyebutkan, komitmen terhadap keberlanjutan (sustainabilitas) atau ESG tidak hanya ditunjukkan BCA dalam penyaluran kredit hijau, tapi juga dalam proses bisnis. Tahun 2023 sebanyak 99,7% dari total transaksi kredit dilakukan melalui channel digital. Mekanisme persetujuan kredit misalnya, termasuk KPR, menggunakan channel digital melalui berbagai kanal seperti myCore, myPartnerBCA, dan RumahsayaBCA.

    “Sekitar 63 persen aplikasi KPR BCA masuk melalui channel digital,” ungkap Welly. Bahkan, kegiatan administrasi BCA juga dilakukan dengan konsep daur ulang (recycle). Sebagian kegiatan internal perusahaan seperti rapat dan pertemuan, serta kegiatan administrasi, dilakukan secara online atau bisa dikerjakan dari mana saja (WFH).

    “Sampai sekarang kami masih WFH. Rapat-rapat dilakukan secara daring. Pekerjaan yang bisa dilakukan online, diselesaikan secara online. Semua itu menghemat konsumsi listrik dan penggunaan kertas dalam semua proses bisnis BCA,” jelas Welly.

    Itulah sebabnya kinerja BCA sangat solid. Di bisnis KPR misalnya, pangsa pasar BCA sampai akhir tahun lalu mencapai 24%. Dari total penyaluran KPR oleh 38 bank pda 2023 senilai Rp513,6 triliun, sebanyak Rp121,8 triliun disalurkan BCA. “Rasio kredit bermasalah atau NPL KPR BCA juga jauh lebih rendah daripada NPL industri. Kalau NPL KPR perbankan 2,39 persen, NPL KPR BCA hanya 1,12 persen,” ungkap Welly.

    Binsar Pandiangan menyatakan, penerapan konsep ESG di sektor properti memang tidak bisa digantungkan hanya pada satu dua pihak seperti bank dan developer, melainkan harus melibatkan seluruh stakeholder terutama pemerintah sebagai regulator. Fungsi regulator terutama menyusun standar keberlanjutan yang diharapkan diterapkan pelaku bisnis dan keuangan, dan memberi insentif entah berupa keringanan pajak, perizinan, atau yang lain.

    “Bagaimanapun penerapan konsep hijau itu menambah cost, termasuk proses mendapatkan sertifikasinya. Sementara bisnis berorientasi profit,” katanya. Kendati demikian ia menegaskan, seperti pengembang lain Damai Putra Group juga berkomitmen menerapkan konsep berkelanjutan di proyek-proyeknya, termasuk di Kota Harapan Indah/KHI (2.200 ha) di Bekasi, Jawa Barat.

    Konsep hijau antara lain diterapkan di kawasan hunian Asera Nishi di KHI yang dikembangkan bersama developer Jepang. Yaitu, dalam bentuk desain rumah yang bisa meminimalisir konsumsi listrik, penyediaan ruang terbuka yang lebih besar, penyediaan sumur resapan, dan penggunaan penutup jalan dan halaman grass block yang memudahkan peresapan air ke dalam tanah.

    Sementara di kawasan KHI sendiri disediakan tiga danau besar sebagai tandon air pada musim hujan. “Saat hujan lebat beberapa bulan lalu yang membuat kawasan tetangga kami (Kelapa Gading, Red) kebanjiran, kami sepenuhnya tidak tergenang,” jelas Binsar.

    Ia menambahkan, konsumen sendiri secara umum belum concern terhadap properti hijau. Motivasi pembelian mereka masih ditentukan oleh daya beli atau harga. Ia tidak menyebutkan bagaimana penerapan aspek sosial dan tata kelola (governance) di Damai Putra Group.

    Ignesjz Kemalawarta mendukung pendapat Binsar tersebut. Menurutnya, konsep ESG memang mau tak mau harus diterapkan pebisnis, baik dalam proses produksi maupun operasional menyusul makin meresahkannya pemanasan global dan perubahan iklim akibat emisi CO2 yang berlebihan.

    Fokusnya bagaimana mengurangi konsumsi energi (energy effieciency) agar bisa mereduksi emisi gas rumah kaca (CO2), ditambah reduksi konsumsi air, pengolahan sampah dan limbah. “Pengembang tidak bisa hanya berorientasi profit, karena profit tidak akan bisa dicapai kalau alamnya sudah rusak, dan sebaliknya. Pebisnis harus berpartisipasi mengurangi kerusakan alam itu,” kata advisor PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) itu.

    Untuk itu pemerintah melalui Kementerian PUPR, OJK, dan institusi terkait lain bersama provider sertifikasi hijau atau Green Building Council Indonesia (GBCI), sangat perlu menginisiasi gerakan hijau itu melalui regulasi dan pemberian insentif, termasuk untuk pebisnis properti dan industri keuangan agar mereka terdorong menerapkan konsep ESG.

    Konsep hijau dalam arti ramah terhadap alam perlu diiringi dengan aspek sosial dan tata kelola agar bisnis yang menerapkan konsep itu tetap berkelanjutan. “Saat ini yang gandrung menerapkan konsep ESG itu baru subsektor perkantoran (office). Perumahan dan apartemen masih sangat sedikit,” kata Ignesjz.

    Perkantoran lebih getol melakukannya, karena ada insentif dari berbagai perusahaan besar untuk lebih memilih gedung perkantoran yang sudah mendapat sertifikat hijau. Terutama terkait dengan upaya mereka meningkatkan daya saing, dengan mendapatkan rate yang lebih kompetitif di pasar keuangan dan dari investor. “Jadi, insentif menerapkan konsep hijau itu di subsektor perkantoran cukup tinggi, termasuk dari sisi cost,” katanya.

    Ignesjz menyebutkan, tambahan investasi untuk menerapkan konsep hijau di gedung perkantoran mencapai 4-5%. Tapi bisa memberikan energy saving atau energy effieciency antara 30-45%. Ia memberi contoh gedung Mina Bahari IV di Gambir, Jakarta Pusat, yang sudah mendapat banyak penghargaan hijau. Tambahan investasi untuk menerapkan konsep hijau pada bangunan dan segala infrastruktur dan utilitasnya mencapai 4,44%.

    Namun, tambahan investasi itu mampu menghasilkan penghematan biaya utilitas 56% setahun atau setara Rp4,1 miliar atau setara konsumsi energi 680 rumah MBR, sehingga investasi tambahan itu bisa kembali dalam 4,3 tahun. Hal yang kurang kebih sama terjadi pada gedung utama Kementerian PUPR di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Energy saving itu akan lebih besar lagi bila sebuah gedung menggunakan energi dari panel surya.

    “Di subsektor perumahan kompensasi penerapan konsep ESG itu mungkin jauh lebih kecil. Sampai sekarang belum ada penelitiannya. Karena itu penerapan konsep keberlanjutan di subsektor perumahan tidak segandrung di perkantoran. Perlu peran pemerintah mendorong sektor perumahan menerapkan konsep hijau atau ESG itu,” tuturnya.

    Herry Trisaputra Zuna membenarkan, upaya menerapkan konsep ESG termasuk di sektor properti dan pembiayaannya memerlukan sebuah gerakan. Ia mencontohlan gerakan tidak merokok di ruang publik dan transportasi umum yang cukup berhasil. Juga inisiasi cashless di jalan tol yang sekarang akan dilanjutkan cukup dengan sensor. “Dulu biasa saja orang ngerokok di angkutan umum, bahkan di pesawat udara. Sekarang siapa yang berani melakukannya?” katanya.

    Di bisnis properti ia menyebutkan Kementerian PUPR sedang menginisiasi gerakan Indonesia Green Affordabel Housing. Gerakan dimulai terlebih dulu di affordabel housing karena rumah subsidi itu diatur pemerintah pengembangan dan pembiayaan pemilikannya melalui pemberian subsidi. Jadi, bisa lebih mudah memulai gerakannya karena rumah subsidi itu regulated dan kebutuhannya besar. Setelah itu gerakan bisa dilanjutkan ke perumahan komersial.

    “Penerapan ESG di sektor perumahan memang tidak bisa serta merta, karena ini dilema juga, suplainya masih kurang dibanding kebutuhannya yang besar,” katanya. Herry setuju diperlukan kerja sama semua pihak terkait untuk mengimplemntasikan konsep ESG di bisnis properti termasuk pembiayaannya. Juga diperlukan regulasi yang mendukung serta insentif, entah berupa kemudahan perizinan, pajak, pendanaan murah seperti dari Bank Dunia, dan lain-lain.

Back to top button