Finansial

  • Bank DKI Tutup 2024 dengan Pertumbuhan Solid dan Fundamental Keuangan yang Semakin Kuat

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE.COM –  Bank DKI menutup tahun 2024 dengan kinerja yang kuat dan pertumbuhan bisnis yang solid, sejalan dengan visi dan strategi perseroan dalam mendorong akselerasi pembiayaan segmen UKM serta penguatan fundamental keuangan.

    Hingga akhir Desember 2024, total kredit dan pembiayaan Bank DKI tumbuh 2,26% menjadi Rp53,18 triliun, dibandingkan dengan posisi Desember 2023 sebesar Rp52,00 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan komitmen perseroan dalam mendukung perekonomian Jakarta dan sekitarnya melalui pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan.

    Segmen UKM menjadi motor pertumbuhan utama, dengan peningkatan 15,47% secara tahunan (YoY) mencapai Rp2,22 triliun per 31 Desember 2024, dibandingkan dengan Rp1,93 triliun pada tahun sebelumnya.

    BACA JUGA: LINKTOWN Raih Empat Penghargaan di Ajang Summarecon Annual Awards 2025

    Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari strategi mitigasi risiko yang lebih baik, serta berbagai inisiatif digitalisasi dan inovasi layanan untuk mendorong pertumbuhan segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Menurut Agus, tahun 2024 menjadi momentum penting bagi Bank DKI dalam membangun fondasi bisnis yang lebih tangguh. Dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.

    “Kami terus mengakselerasi pertumbuhan kredit dan pembiayaan, terutama di sektor UKM, yang memiliki potensi besar dalam menopang perekonomian daerah. Kami optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif ini di tahun-tahun mendatang,” ujar Agus.

    Selain UKM, segmen kredit dan pembiayaan konsumer juga mencatat pertumbuhan sebesar 5,85%, mencapai Rp23,39 triliun dibandingkan dengan Rp22,10 triliun di tahun sebelumnya.

    BACA JUGA: Intiland Luncurkan Hunian Eksklusif Tierra Residence di Surabaya

    Kualitas kredit tetap terjaga dengan NPL Gross sebesar 2,54% dan NPL Nett sebesar 1,06%, mencerminkan manajemen risiko yang disiplin dan strategi pengelolaan aset yang efektif. Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan, Bank DKI juga memperkuat cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) dengan rasio 173,20%, menunjukkan ketahanan permodalan yang solid dan kesiapan menghadapi potensi risiko di masa depan.

    Penghimpunan Dana yang Kuat, dengan CASA yang Solid

    Di tengah persaingan ketat dalam penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank DKI tetap berhasil menjaga momentum pertumbuhan dengan total DPK meningkat menjadi Rp64,08 triliun, naik dari Rp63,63 triliun pada tahun sebelumnya. Rasio Current Account Saving Account (CASA) terjaga pada level 43,70%, yang mencerminkan strategi optimalisasi dana murah untuk mendukung efisiensi biaya dana (Cost of Fund).

    Kondisi likuiditas perseroan tetap berada dalam level yang sehat dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 82,99%, memastikan bahwa Bank DKI memiliki fleksibilitas yang cukup dalam ekspansi kredit tanpa mengorbankan stabilitas likuiditas.

    Prospek 2025: Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan dan Inovasi Digital

    Bank DKI terus mengembangkan strategi bisnis yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan, dengan fokus pada digitalisasi, efisiensi operasional, dan pengembangan produk inovatif.

    “Kami telah mengambil langkah-langkah strategis sepanjang tahun 2024 untuk memperkuat fundamental bisnis, dan ini akan menjadi landasan bagi pertumbuhan yang lebih agresif di tahun 2025. Inovasi layanan, ekspansi ekosistem bisnis, serta peningkatan efisiensi operasional akan menjadi prioritas kami untuk mempercepat akselerasi bisnis Bank DKI,” tambah Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI, Romy Wijayanto.

    Hingga akhir 2024, Bank DKI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp779 miliar, mencerminkan kinerja keuangan yang solid dan potensi besar untuk terus berkembang di tahun-tahun mendatang.

    Dengan fundamental yang semakin kuat dan strategi yang terarah, Bank DKI optimistis dapat terus bertumbuh sebagai bank yang sehat, inovatif, dan berdaya saing tinggi, siap menghadapi tantangan serta memanfaatkan peluang di 2025 dan seterusnya. ***

  • 75 Tahun, BTN Resmi Luncurkan Bale By BTN

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) hari ini tepat berusia 75 tahun. Dalam usia yang tergolong matang tersebut dan  seiring dengan upaya transformasi perseroan dalam rangka menjawab kebutuhan nasabah, BTN resmi meluncurkan Bale by BTN, sebuah Super App yang menawarkan solusi menyeluruh dan layanan terbaik melalui inovasi digital. Melalui peluncuran tersebut, BTN berharap dapat mencatat empat hingga lima juta pengguna (user) Bale by BTN hingga akhir tahun ini.

    Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, usia 75 tahun merupakan momentum perseroan untuk terus berbenah dan bertransformasi menjadi lebih baik lagi untuk dapat menjawab kebutuhan nasabah dan menghasilkan kinerja yang semakin positif. Seiring dengan hal tersebut, setelah perseroan melakukan soft launching pada awal Desember tahun lalu, kini bertepatan dengan HUT BTN yang ke-75, perseroan secara resmi meluncurkan Super App Bale by BTN yang sebelumnya dikenal dengan BTN Mobile.

    BTN resmi meluncurkan Bale by BTN, sebuah Super App yang menawarkan solusi menyeluruh dan layanan terbaik melalui inovasi digital.

    Bale by BTN merupakan inisiatif strategis perseroan untuk bisa lebih kompetitif lagi dalam menjadikan BTN sebagai bank transaksional. Diharapkan dengan hadirnya Bale by BTN dapat menarik lebih banyak dana murah ritel secara berkelanjutan dan juga mempermudah nasabah untuk memenuhi kebutuhannya secara digital.

    “Kami sengaja menggunakan nama Bale untuk Super App ini karena berasal dari kata “balai” yang berarti “rumah”, jadi ini adalah “rumah” bagi masyarakat Indonesia. Bale sudah tersambung dengan dua juta user hanya dalam waktu satu tahun, dan pada tahun 2025 diharapkan bisa didorong ke angka empat hingga lima juta user,” ujar Nixon dalam Grand Launching Bale by BTN di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (9/2).

    Nixon mengatakan, berbagai fitur yang memudahkan nasabah untuk bertransaksi perbankan dan keuangan tersedia melalui Bale by BTN, sehingga nasabah hanya perlu mengakses satu Super App untuk berbagai kebutuhan. Dengan semakin meningkatnya kenyamanan nasabah dalam bertransaksi digital, diharapkan akan membantu peningkatan dana pihak ketiga (DPK) ritel serta pendapatan berbasis biaya (fee-based income).

    Sementara itu, Thomas Wahyudi, SEVP Digital Business BTN, menambahkan meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap platform digital BTN terlihat dari pencapaian positif Bale by BTN sejak masih bernama BTN Mobile. Hingga kini, jumlah user Bale by BTN diproyeksikan mencapai 3,6 juta, dengan volume transaksi mencapai Rp8 triliun per bulan. Setiap bulannya, BTN mendapatkan 125.000 pengguna baru Bale by BTN.

    “Performance digital BTN menunjukkan pertumbuhan positif dengan peningkatan user aktif Bale by BTN. Hal ini karena BTN telah bertransformasi sedemikian rupa, sehingga transaksi digitalnya mengalami quantum leap (lompatan yang signifikan),” ucap Thomas.

    Menurut Thomas, di era digital, masyarakat mencari layanan yang dapat mengoptimalkan seluruh kebutuhan perbankannya. Oleh sebab itu, semakin nasabah merasa nyaman bertransaksi melalui platform digital, maka akan semakin tinggi transaksi dan jumlah simpanan saldo di rekening tabungan. Hal ini terlihat dari saldo tabungan, eDepo (deposito online), dan saldo merchant di Bale by BTN yang meningkat pada akhir 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.

    Pada akhir Desember 2024, BTN mencatat peningkatan hampir 43% year-on-year (yoy) di saldo tabungan menjadi Rp16,76 triliun dari sebelumnya Rp11,66 triliun. Sementara itu, saldo eDepo melonjak 103,84% yoy menjadi Rp5,3 triliun dari sebelumnya Rp2,6 triliun. Sedangkan saldo merchant naik 58,6% yoy menjadi Rp2,49 triliun dari sebelumnya Rp1,57 triliun.

    “Mayoritas user aktif BTN Mobile didominasi oleh segmen milenial atau nasabah produktif yang memiliki penghasilan dan terbiasa melakukan transaksi dengan menggunakan mobile banking. Dengan adanya potensi pertumbuhan transaksi yang pesat, BTN berharap Bale by BTN dapat membantu masyarakat mengelola keuangan, sejalan dengan visi kami yang baru, yaitu menjadi “Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia”,” ujar Thomas.

    Konsep Bale by BTN sebelumnya telah dimunculkan pada Soft Launching pada 15 Desember 2024 saat ulang tahun KPR BTN ke-48, yang turut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dan Menteri BUMN Erick Thohir.

    Thomas mengatakan, Bale by BTN memberikan pengalaman perbankan baru bagi nasabah dengan journey lengkap, mulai dari pembukaan rekening tabungan dana eDeposito, transactional banking, pengajuan kredit, pengajuan merchant, lifestyle ekosistem unggulan, hingga Plus by BTN Prioritas. Berbagai fitur dan manfaat lainnya juga tersedia untuk memenuhi kebutuhan seluruh segmen nasabah setiap saat, seperti contohnya pengelolaan portofolio investasi, dan cashback 30% di 51 merchant nasional dan 1.731 merchant lokal.

    “Seperti filosofi bale yang berarti balai atau rumah tempat berkumpulnya seluruh anggota keluarga, kami berharap Bale by BTN mampu menjadi rumah bagi seluruh aplikasi BTN sehingga menjadi one stop service bagi kebutuhan finansial maupun layanan pemenuhan kebutuhan sehari-hari termasuk, lifestyle nasabah,” ujar Thomas.

    Sesuai dengan keunikan Bale by BTN yang menghubungkan nasabah dengan ekosistem perumahan, BTN telah menggabungkan platform BTN Properti ke dalam Bale by BTN dan mengembangkan fitur pengajuan KPR online yang lebih efisien. “BTN adalah bank pertama yang memiliki inisiatif dalam pengajuan KPR online, yang memungkinkan nasabah untuk melakukan input data dan dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan KPR tanpa harus datang ke kantor cabang. Saat dilakukan akad, ketika nanti sudah ada sistem e-notaris, BTN akan digitalkan notarisnya juga,” jelas Thomas.

    Lebih lanjut, Thomas mengatakan, BTN juga berharap Bale by BTN akan diminati oleh segmen berusia lebih muda, yakni para Gen Z dan mahasiswa, sehingga Super App ini didesain dengan daya tarik yang lebih catchy dan tone warna yang soft, lengkap dengan icon-icon fitur yang mudah digunakan oleh anak muda.

    “Bale juga berarti ‘BTN Around Lifestyle Ecosystem’, yakni bagaimana Bale by BTN dapat menjadi solusi untuk peningkatan dana murah dan fee based income dengan memenuhi kebutuhan seluruh segmen dan memperkuat engagement BTN terutama dengan segmen mass retail. Kami berharap Bale by BTN dapat menjadi product champion dan memperkuat positioning BTN di industri perbankan nasional,” kata Thomas.

     

  • Penyaluran FLPP Masih Menggunakan Skema yang Sama

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – BP Tapera sebagai Operator Investasi Pemerintah (OIP) yang dipercaya menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga saat ini masih menyalurkan dana kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), berupa rumah subsidi dengan menggunakan skema yang sama dan inilah yang seringkali luput dari pemahaman masyarakat. Bicara rumah subsidi sangatlah erat kaitannya dengan BP Tapera. Tercatat, per 5 Februari 2025 BP Tapera telah menyalurkan dana FLPP sebanyak 3.535 unit rumah subsidi atau senilai Rp432,031 Miliar. Sehingga total penyaluran rumah subsidi dari tahun 2010 – 2025 yaitu sebanyak 1.602.414 unit rumah senilai Rp151, 65 Triliun. Sedangkan dari data 39 Bank penyalur yang telah bekerja sama dengan BP Tapera tahun 2025 periode 1 Januari – 5 Februari 2025, maka terdapat lebih kurang sejumlah 12.277 akad rumah subsidi yang telah dilakukan.

    Dana FLPP ini dari 10 bank penyalur tertinggi disalurkan oleh BTN Syariah sebanyak 1.503 unit rumah, disusul oleh Bank BTN sebanyak 684 unit rumah, dilanjutkan peringkat ketiga disalurkan oleh BNI sebanyak 447 unit rumah, Bank BJB Syariah sebanyak 191 unit rumah, Bank Sumselbabel sebanyak 133 unit rumah. Sedangkan Bank Sumselbabel Syariah menyalurkan sebanyak 105 unit rumah. Sementara itu BSI menyalurkan sebanyak 92 unit rumah, Bank Sumut 70 unit rumah, Bank Jambi sebanyak 64 unit rumah dan BRI sebanyak 46 unit rumah. Sisanya disalurkan oleh 13 bank penyalur lainnya.

    Sesuai dengan target FLPP tahun 2025 sebanyak 220.000 unit rumah hingga saat ini skema yang digunakan oleh BP Tapera dan Bank Penyalur masih sama dengan porsi 75:25. BP Tapera menyiapkan anggaran untuk satu unit rumah 75% dari harga rumah dan sisanya 25% dari Bank Penyalur. “Ke depan pemerintah memang ingin melakukan redesain terhadap skema FLPP agar semakin banyak MBR yang bisa menikmati dana FLPP. Posisi saat ini masih dalam pembahasan bersama seluruh stakeholder perumahan, baik Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukinan, Kementerian Keuangan, BPKP, SMF, Bank Nasional dan memerlukan dukungan kebijakan dari pemerintah,” ungkap Komisioner Heru Pudyo Nugroho (Komisioner Heru) menjelaskan.

    “Sambil menunggu proses pencairan DIPA 2025, sejak Januari masih tersedia saldo awal FLPP 2025 untuk 7 ribu unit rumah. Untuk kami menghimbau kepada Bank Penyalur untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan segera melakukan akad kredit dengan tetap memastikan rumah dalam status ready stock. Upaya ini merupakan terobosan nyata dalam mempercepat realisasi FLPP untuk mendukung program 3 juta rumah,” ungkap Komisioner Heru optimis.

    Dalam kesempatan yang sama, Komisioner Heru kembali mengingatkan kepada Bank Penyalur untuk tetap mengingatkan pengembang yang bekerja sama, bahwa tidak hanya masalah kuantitas namun memperhatikan kualitas bangunan. Sesuai peraturan perundangan, Pelaku Pembangunan wajib membangun rumah layak huni sesuai standar dan pedoman yang diatur oleh Menteri yang membidangi Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kualitas rumah diperiksa dan dinyatakan layak huni oleh Pemda melalui penerbitan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) sesuai ketentuan dalam Undang-Undang tentang Bangunan Gedung dan turunannya.

     

     

  • Dorong Inklusi Keuangan Bank DKI Raih Indonesia Public Relations Award 2025

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Sebagai apresiasi atas dukungan dalam mendorong peningkatan inklusi keuangan, Bank DKI meraih penghargaan Best Public Relations 2025 in Promoting Financial Inclusion through Digital Public Relations and Accessible Solutions, kategori Regional Bank oleh media Warta Ekonomi.

    Penghargaan ini diterima langsung oleh Divisi Komunikasi Korporasi Bank DKI, Fakhrurroji, pada ajang Indonesia Public Relations Awards 2025 di Jakarta, pada Jumat (24/1). Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas berbagai upaya inklusi keuangan yang dilakukan Bank DKI dalam berbagai aktivitas hubungan masyarakat (public relations) di era digital.

    Pada hari yang sama, Bank DKI turut meraih tiga penghargaan sekaligus pada ajang Indonesia Human Capital Brilliance Award (IHCBA) 2024, sebagai The Most Brilliant Talent Acquisition of Year 2024, The Most Brilliant Company Agility of Year 2024, serta The Most Brilliant Director in Human Capital Transformation yang secara spesifik diberikan kepada Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo, sebagai Direktur yang membidangi Unit Human Capital di Bank DKI.

    BACA JUGA: Kementerian PKP Siapkan Skenario Strategi Untuk Capai Program 3 Juta Rumah

    Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo, dalam keterangan resminya menyampaikan rasa syukur atas kedua penghargaan yang diperoleh diawal tahun.

    “Penghargaan ini akan semakin memotivasi Bank DKI untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada segenap pemangku kepentingan dan nasabah,” ujar Agus.

    Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Bank DKI memiliki concern yang tinggi terhadap penerapan inklusi keuangan dan peningkatan akses layanan perbankan.

    Ia juga menyampaikan bahwa Bank DKI menaruh perhatian penting terhadap pengelolaan SDM, dan menilai hal tersebut merupakan kunci untuk menciptakan daya saing perusahaan yang tangguh, serta sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan.

    Terbaru, Bank DKI meluncurkan budaya kerja perusahaan baru EPICC (Excellent, Professional, Integrity, Customer-Focused, Collaborative), sebagai panduan budaya dan perilaku bagi seluruh insan Bank DKI.

    BACA JUGA: Wujudkan Program 3 Juta Rumah, APERSI Siap Berikan Pelatihan Bagi UKM di Pedesaan

    Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa Bank DKI akan terus mendorong peningkatan inklusi keuangan melalui komunikasi yang inklusif, adaptif, dan berbasis teknologi. “Bank DKI juga akan terus meningkatkan kualitas komunikasi dengan mengadaptasi tren komunikasi terkini,” tutup Arie. ***

  • Perkuat Sinergi BUMD, Bank DKI Dorong Digitalisasi Sistem Pembayaran PAM Jaya

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Bank DKI dan PAM Jaya melanjutkan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama oleh Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo, dan Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin pada Selasa (24/12) di Jakarta.

    Kerja sama ini terkait dukungan digitalisasi sistem pembayaran PAM Jaya yang bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, transparansi keuangan, dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan PAM Jaya, serta masyarakat Jakarta secara keseluruhan.

    Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo menyampaikan, sebagai BUMD, sinergi ini tidak hanya memperkuat hubungan antar perusahaan daerah, melainkan wujud dukungan program kerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta khususnya langkah inovasi dalam menciptakan layanan publik yang lebih baik dan terintegrasi secara digital.

    BACA JUGA: BSI Dorong Wisata Berkelanjutan di Cikole Lembang untuk Kelestarian Lingkungan

    “Adapun kerja sama ini mencakup tiga inisiatif strategis, yaitu integrasi sistem keuangan host-to-host yang memungkinkan pengelolaan transaksi keuangan PAM Jaya secara digital untuk efisiensi dan keamanan, penerapan Virtual Account sebagai metode pembayaran tagihan air yang dapat diakses melalui aplikasi JakOne Mobile, ATM Bank DKI, dan kanal pembayaran lainnya, serta sistem penerimaan pembayaran tagihan air secara online melalui collection agent (Aggregator) untuk memberikan fleksibilitas dan kemudahan kepada pelanggan,” kata Agus.

    Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menekankan bahwa sinergi ini menjadi tonggak penting dalam transformasi layanan air minum di Jakarta,

    “Kami meyakini dengan dukungan Bank DKI, PAM Jaya dapat memberikan layanan yang lebih transparan dan efisien kepada pelanggan. Kerja sama ini juga sejalan dengan komitmen kami dalam memberikan solusi inovatif yang mendukung pelayanan publik dan pengelolaan air minum yang lebih baik,” ungkap Arief.

    BACA JUGA: Rasakan Sensasi “Winter In Tokyo” Di Jakarta Aquarium & Safari!

    Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi dalam keterangan resminya menambahkan, sinergi ini merupakan langkah nyata dalam menghadirkan solusi pembayaran yang modern dan inklusif. Bank DKI berkomitmen untuk terus mendukung transformasi digital, tidak hanya untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, tetapi juga sebagai wujud sinergi mendukung pertumbuhan ekosistem BUMD yang berkelanjutan.

    Arie menuturkan, kerja sama ini turut mencerminkan komitmen Bank DKI dalam membangun ekosistem BUMD yang terintegrasi secara finansial dan mendukung infrastruktur pelayanan publik di Jakarta.

    Sebelumnya, Bank DKI dan PAM Jaya telah bersinergi dalam pembukaan rekening, pembayaran gaji karyawan baru, pengelolaan rekening proyek, serta transaksi digital untuk pembayaran tagihan air melalui aplikasi JakOne Mobile dan ATM Bank DKI.

    BACA JUGA: Opening di TROPS Paradise Resort City, Kampung Kecil Siap Jadi Wisata Kuliner Keluarga Tangerang Selatan

    Kerja sama ini menunjukkan upaya berkelanjutan kedua BUMD dalam memberikan pelayanan optimal dan mendukung pengembangan ekosistem BUMD di Jakarta. ***

  • BSI Dorong Wisata Berkelanjutan di Cikole Lembang untuk Kelestarian Lingkungan

    LEMBANG, KORIDOR.ONLINE—PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mendorong kelestarian lingkungan dan implementasi ESG. Kali ini BSI mendorong pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi sirkular di Tanah Air. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen BSI untuk memberikan kemaslahatan kepada masyarakat, melalui implementasi prinsip Environment, Social and Governance (ESG) demi mewujudkan pertumbuhan dan pembangunan berkelanjutan.

    Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan BSI sebagai satu-satunya bank yang memberikan keseimbangan antara kebutuhan finansial, sosial dan spiritual, terus meningkatkan peran dan kontribusinya dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

    “Kegiatan yang diselenggarakan ini merupakan bagian dari implementasi ESG BSI pada pilar Sustainable Operation dan pilar Sustainable Beyond Banking. BSI fokus terhadap kegiatan yang mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia di tahun 2060 salah satunya dengan mengkampanyekan wisata yang tetap menjaga kelestarian lingkungan dan ekonomi sirkular bagi masyarakat,” kata Hery.

    Di Cikole Lembang, BSI mengadakan kegiatan pengecatan tempat sampah, menempatkan tempat sampah di sejumlah titik strategis lokasi wisata, pengelolaan sampah, dan mendaur ulangnya agar dapat dipergunakan kembali menjadi barang serbaguna. Lalu, BSI juga berpartisipasi dalam perbaikan mushola yang ada di sekitar lokasi wisata tersebut.

    Selain itu, BSI memberikan edukasi pengolahan sampah agar bisa didaur ulang dan dijual kembali untuk peningkatan ekonomi masyarakat. BSI melalui produk dan layanan yang komprehensif secara konsisten menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi nasabah, masyarakat dan umat selaras dengan prinsip-prinsip ESG.

    Hery memaparkan terdapat tiga pilar utama implementasi ESG yang dilakukan BSI. Pertama, Sustainable Banking yang terdiri dari inisiatif peningkatkan tata kelola, pengembangan produk keuangan, dan peningkatan penyaluran pembiayaan berkelanjutan. Kedua, Sustainable Operation yang meliputi inisiatif pencapaian target Net Zero Emission (NZE), transformasi digital, dan perlindungan data pribadi. Ketiga, Sustainable Beyond Banking yang mencakup inisiatif perluasan akses layanan keuangan bagi masyarakat serta optimalisasi distribusi zakat, infaq sedekah dan wakaf (ZISWAF) untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Hery menegaskan dalam menjalankan implementasi ESG, BSI memiliki visi untuk menjadi The Best Global Islamic Bank Based on Implementation Sustainable Finance. Dalam mencapai visi tersebut, BSI memiliki sejumlah misi implementasi ESG. Pertama, memberikan akses keuangan berkelanjutan di Indonesia dengan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Kedua, menjadi bank yang memberikan kontribusi terbaik kepada ekonomi, lingkungan, dan sosial.

    BSI bertekad menjadi bank syariah global terbaik berdasarkan penerapan keuangan berkelanjutan dalam hal rasio pembiayaan berkelanjutan dan implementasi CSR, untuk memberikan kemanfaatan kepada masyarakat luas. Donasi Pohon via BYOND BSI juga terus berupaya untuk berinovasi dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap keberlanjutan lingkungan, BSI memfasilitasi nasabah untuk dapat berdonasi pohon yang dapat diakses melalui aplikasi BYOND By BSI.

    BSI merupakan Bank Syariah Pertama yang menyediakan fasilitas transaksi perbankan sekaligus donasi untuk lingkungan secara digital dalam satu aplikasi. Program donasi yang diluncurkan kali ini bertema Sedekah Pohon Untuk Negeri dan berkolaborasi bersama mitra strategis BSI, yaitu BSI Maslahat. Hasil dari pengumpulan donasi ini nantinya akan disalurkan kembali untuk program penanaman pohon di seluruh Indonesia. Sepanjang 2024, BSI meraih beberapa penghargaan bergengsi dari komitmen mereka dalam mengimplementasikan ESG secara serius. Tercatat BSI mendapatkan penghargaan Appreciated Social ESG Report dan Investor Daily ESG Appreciation Night, lalu sebagai Best Practices in Regulation Compliance dalam Anugerah ESG Republika Award 2024, dan Katadata Green Initiative Awards 2024.

    Hingga kuartal III-2024, BSI berkontribusi dalam melakukan green activity di antaranya penyaluran pembiayaan keuangan berkelanjutan mencapai Rp62,5 triliun. Didominasi sektor SME (Rp34,1 triliun), Mikro (Rp15,1 triliun) dan pembiayaan berkelanjutan (Rp6,7 triliun). BSI juga aktif mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon melalui penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional dan pembiayaan. BSI mengoperasikan berbagai inisiatif hijau, termasuk pembangunan gedung berkonsep ramah lingkungan di Aceh, penggunaan 115 kendaraan listrik (EV), charging station, pemasangan panel surya yang berfokus pada efisiensi energi.

     

  • BTN Perkenalkan Bale pada HUT KPR ke-48

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE—PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkenalkan Super Apps Bale by BTN dalam acara soft launching yang menjadi bagian dari perayaan HUT KPR BTN ke-48. Bale by BTN merupakan wujud transformasi dari BTN Mobile yang saat ini digunakan nasabah untuk berbagai kebutuhan transaksi perbankan.

    Acara yang berlangsung pada Minggu, 15 Desember 2024 di Jakarta ini dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Menteri BUMN Erick Thohir.

    “Hari ini kami dengan bangga meluncurkan soft launching Bale by BTN sebagai langkah awal memperkenalkan Super Apps terbaru kami kepada masyarakat. Peluncuran resminya akan kami lakukan pada peringatan HUT BTN ke-75, 9 Februari 2025,” ujar Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam penutupan rangkaian acara HUT KPR BTN ke-48.

    BTN memperkenalkan Super Apps Bale by BTN pada perayaan HUT KPR BTN ke-48. Acara dihadiri oleh Menteri PKP, Maruarar Sirait dan Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, 15/12

    Nixon menjelaskan bahwa Bale by BTN pertama kali diperkenalkan pada pertengahan tahun ini melalui tiga program promo unggulan, yaitu Bale Unlock Your World, Bale Be Free, dan Bale 3S.

    • Bale Unlock Your World: Memberikan bebas biaya tarik tunai ATM dan belanja di luar negeri dengan kartu debit BTN.
    • Bale Be Free: Menawarkan pembebasan biaya untuk transaksi seperti transfer, top-up e-money, serta berbagai pembayaran melalui BTN Mobile.
    • Bale 3S (Santap, Santai, Sehat): Program cashback hingga 30% (maksimal Rp15.000) untuk transaksi di restoran, supermarket, bioskop, apotek, dan lainnya menggunakan BTN Mobile, QRIS BTN, atau Kartu Debit BTN.

    Dengan kehadiran Bale by BTN, BTN berharap dapat menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih lengkap, praktis, dan nyaman bagi nasabahnya, sekaligus memperkuat posisi BTN sebagai pemimpin dalam layanan perbankan digital.

    Visi BTN untuk menjadi pilihan utama keluarga Indonesia dalam transaksi finansialnya terus diwujudkan melalui berbagai inovasi dan program strategis. “Detailnya akan kami sampaikan lebih lengkap saat peluncuran Bale by BTN dalam acara HUT BTN pada Februari mendatang,” ungkap Nixon.

    Sebagai bagian dari rangkaian HUT KPR BTN ke-48, BTN telah mengadakan pameran properti bertajuk BTN Properti Expo 2024. Pameran ini berlangsung selama lima hari, dari 10 hingga 15 Desember 2024, di delapan kota besar, yaitu Medan, Tangerang, Jakarta, Cikarang, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat, terbukti dengan capaian pengajuan KPR yang melampaui target, mencapai total nilai sekitar Rp800 miliar.

    Nixon menjelaskan, selama 48 tahun BTN telah menjadi mitra strategis dalam pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat sekaligus berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor perumahan. “Kontribusi BTN sebagai bank pelaksana utama program perumahan subsidi pemerintah terlihat nyata. Hampir separuh dari total kredit perumahan yang disalurkan BTN merupakan KPR subsidi,” tuturnya.

    BTN memperkenalkan Super Apps Bale by BTN pada perayaan HUT KPR BTN ke-48. Acara dihadiri oleh Menteri PKP, Maruarar Sirait dan Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, 15/12

    Sebagai bank penyalur KPR terbesar di Indonesia, BTN terus berperan sebagai katalis dalam ekosistem perumahan dan perekonomian nasional. “Kami bangga dapat membantu pemerintah mengurangi backlog perumahan nasional yang saat ini mencapai 9,9 juta. BTN akan terus memperkuat komitmennya dalam memberikan akses pembiayaan perumahan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah, agar mereka dapat memiliki hunian yang layak dan terjangkau,” ujar Nixon.

    BTN pertama kali ditugaskan oleh Menteri Keuangan Ali Wardhana untuk menyelenggarakan program KPR pada 29 Januari 1974, seiring dengan inisiatif pemerintah untuk menyediakan perumahan bagi rakyat. Penyaluran KPR perdana dilakukan pada 10 Desember 1976, dengan total realisasi sebesar Rp38 juta untuk 17 unit rumah. Rumah-rumah tersebut tersebar di Semarang, Jawa Tengah, dan Surabaya, Jawa Timur. Penyaluran ini merupakan kolaborasi BTN dengan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) serta pelaku industri properti, yang menandai awal kiprah BTN dalam sektor perumahan Indonesia.

    Sejak penyaluran KPR perdana, BTN telah menjadi pemimpin pasar KPR di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 40%. Saat ini, lebih dari 90% portofolio kredit BTN merupakan kredit perumahan, memberikan dampak signifikan pada 185 sub-sektor ekonomi serta melibatkan lebih dari 7.000 mitra pengembang.

    Direktur Utama BTN, Nixon, menyatakan komitmen untuk mendukung Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Program ini akan menurunkan kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

    Menteri PKP Maruarar Sirait memuji kontribusi BTN dalam beberapa aspek: dominasi pasar KPR untuk masyarakat kecil, akses KPR bagi sektor informal (hampir 10% portofolio), dan dukungan bagi milenial dan Gen Z untuk memiliki rumah. Maruarar juga mengapresiasi edukasi BTN kepada pengembang dan pendampingan untuk pengembang muda di daerah.

    Menteri BUMN Erick Thohir menekankan dukungan regulasi skema Rent-to-Own (RTO) dan pengembangan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD). “Inisiasi seperti perumahan susun di kawasan stasiun adalah langkah strategis dalam percepatan Program 3 Juta Rumah,” ujarnya.

    Para pengembang nasional juga memberikan apresiasi kepada BTN. Ketua Umum REI, Joko Suranto, menyebut BTN sebagai mitra strategis sejak 1976 dalam menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ketua DPP APERSI, Junaidi Abdillah, mengakui peran BTN dalam menggerakkan ekonomi melalui sektor perumahan. Ketua Umum Himperra, Ari Tri Priyono, menilai BTN sebagai mitra solid yang konsisten menyediakan pembiayaan rumah layak bagi masyarakat.

    BTN telah menunjukkan dedikasi luar biasa selama 48 tahun, memperkuat sektor perumahan nasional dan mendukung cita-cita kesejahteraan masyarakat melalui kepemilikan rumah.

  • Menteri PKP: FLPP Harus Dilanjutkan dengan Peningkatan Kualitas

    BANDUNG, KORIDOR.ONLINE Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyatakan hingga saat ini program bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dinilai masih yang terbaik, hal tersebut disampaikan ketika menyampaikan sambutan sekaligus pembukaan acara Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) REI (Real Estate Indonesia) Tahun 2024.

    “FLPP menurut kami masih yang terbaik, perlu untuk dilanjutkan dan ditingkatkan,” ujar Menteri yang akrab dipanggil Ara tersebut.

    Lebih lanjut Ara menjelaskan bahwa peran pemerintah sebagai regulator adalah  mempermudah, salah satunya dengan cara memfasilitasi seluruh stakeholder terkait.

    “Jadi mohon diperhatikan bahwa hingga saat ini kami terus berupaya dalam hal penyediaan lahan maupun hal-hal lain terkait hunian, namun semuanya juga bergantung dengan Menteri-Menteri terkait, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder yang terlibat,” pungkas Ara.

    Ara pun menekankan bahwa pesan dari Presiden dalam menjalankan program tiga juta rumah tersebut adalah selalu memperhatikan keberpihakan kepada rakyat kecil / menengah ke bawah.

    Pembukaan Rakernas REI 2024 di Bandung, Kamis, 5/12

    Dalam kegiatan yang sama, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menjadi salah satu narasumber dalam Rakernas tersebut yang bertajuk “Sinergi REI Bersama Pemerintah Untuk Mewujudkan Program 3 Juta Rumah”, menyampaikan definisi dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memang perlu diperluas untuk mengakomodir Masyarakat yang memiliki penghasilan tanggung namun belum memiliki huniannya sendiri.

    Ditanya terkait kesiapan BP Tapera dalam pemenuhan Program Tiga Juta Rumah, Heru menyatakan bahwa perlu dukungan dari para stakeholder, seperti kesiapan penyediaan hunian dari para pengembang perumahan hingga pihak regulator terkait dalam mengakomodir pemenuhan syarat dan batasan penerima bantuan, seperti melakukan relaksasi pada tahap BI Checking.

    Lebih lanjut Heru menyampaikan bahwa BP Tapera sebagai  Operator Investasi Pemerintah (OIP) dalam menyalurkan dana FLPP sudah mengusulkan berbagai upaya ke regulator dan pemegang kebijakan terkait kesiapan penyaluran di awal tahun.

    “Kami memahami benar kondisi teman-teman pengembang, jadi kita sama-sama berharap yang terbaik. Karena anggaran FLPP bersumber dari APBN, sehingga prosedurnya pun juga harus sesuai dengan ketentuan,” pungkas Heru.

    Tercatat berdasarkan dashboard dari BP Tapera, telah tersalurkan dana FLPP per 29 November 2024 sebanyak 197.940 unit senilai Rp24,279 triliun. Penyaluran ini tersebar di 11.437 perumahan yang dibangun oleh 7.340 pengembang yang disalurkan dari 37 bank penyalur yang bekerja sama dengan BP Tapera yang tersebar di 37 provinsi dan 396 kabupaten/kota.

  • BTN Usulkan Beberapa Skema KPR Khusus Untuk Program 3 Juta Rumah

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE—PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengusulkan skema kredit pemilikan rumah (KPR) khusus untuk program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Dari target tersebut, sebanyak 2 juta unit difokuskan untuk pembangunan di pedesaan.

    Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan bahwa salah satu skema yang diusulkan adalah “rumah desa”, yang bertujuan untuk membantu masyarakat di pedesaan merenovasi atau membangun kembali rumah tidak layak huni, khususnya yang memiliki fasilitas sanitasi buruk.

    “Kita sedang mengajukan skema rumah desa. Ini ditujukan untuk rumah-rumah di desa yang tidak layak huni, terutama terkait MCK, sanitasi, dan lainnya. Namun, masih menunggu persetujuan,” ujar Nixon dalam diskusi interaktif Program 3 Juta Rumah di Menara BTN, Jakarta, Jumat (29/11/2024).

    Melalui skema ini, masyarakat pedesaan dapat memperoleh pendanaan dengan angsuran terjangkau. Nixon mencontohkan, angsuran KPR untuk rumah desa ini bisa ditekan hingga Rp 480.000 per bulan dengan tenor hingga 30 tahun.

    “Kami sudah melakukan simulasi, dan angsuran KPR rumah desa hanya sekitar Rp 480.000 per bulan,” tambahnya.

    Selain skema rumah desa, BTN juga mengajukan dua skema lainnya untuk mendukung program tersebut:

    1. Skema Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)
      Skema ini menyasar masyarakat di wilayah suburban, seperti Bekasi, Cikarang, Karawang, Purwakarta, hingga Serang dan Silgon. Model ini serupa dengan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) namun disesuaikan untuk memperluas akses kepemilikan rumah.
    2. Skema Rumah Urban
      Ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan Rp 12 juta hingga Rp 15 juta per bulan yang kesulitan membeli rumah di pusat kota. Solusi ini memanfaatkan lahan pemerintah, BUMN, atau stasiun kereta (Transit Oriented Development/TOD) untuk membangun apartemen atau rumah susun yang terjangkau.

    BTN berharap dengan diversifikasi skema ini, program 3 juta rumah dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat pedesaan, suburban, maupun urban yang membutuhkan hunian layak.

  • Bank DKI Raih Indonesia Best CMO Award dan Properti Indonesia Award 2024

    KORIDOR. ONLINE – Bank DKI meraih dua penghargaan dalam waktu yang hampir bersamaan, yakni penghargaan individu kepada Direktur Ritel & Syariah Bank DKI, Henky Oktavianus sebagai Indonesia Best Chief Marketing Officer (CMO) Award 2024 in Enhancing Banking Services Convenience and Accessibility, dan Properti Indonesia Award 2024 untuk kategori Property Supporting Business, Sub Kategori Perbankan, secara spesifik terhadap produk KPR Griya Monas Bank DKI.

    Kedua penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Ritel & Syariah Bank DKI, Henky Oktavianus, dalam acara yang digelar di Jakarta pada Kamis dan Jumat, 28 dan 29 November 2024.

    Direktur Ritel & Syariah Bank DKI, Henky Oktavianus menyampaikan bahwa Penghargaan Indonesia Best CMO Award 2024 dan Properti Indonesia Award 2024 ini merupakan wujud konsistensi Bank DKI dalam menghadirkan layanan perbankan yang inovatif dan relevan bagi masyarakat.

    “Melalui produk Kredit yang fleksibel serta strategi pemasaran yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan, kami berkomitmen untuk terus mendukung masyarakat dalam mewujudkan berbagai impian sekaligus mempermudah akses terhadap layanan keuangan modern,” ujar Henky.

    Senada dengan itu, Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo dalam keterangan resminya mengucapkan, dua penghargaan ini menjadi bukti bahwa Bank DKI tidak hanya fokus pada inovasi produk, tetapi juga pada pendekatan yang berpusat pada pelanggan dan transformasi digital.

    “Kami akan terus berinovasi dalam mendukung pembangunan sektor properti dan menghadirkan layanan perbankan yang nyaman, mudah diakses, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif dan berkelanjutan,” ucap Agus.

    Metode penilaian pada ajang Indonesia Best CMO Awards 2024 dilakukan melalui desk research dan media monitoring dalam melihat kualitas kepemimpinan CMO/Direktur Pemasaran, serta mempertimbangkan kinerja perusahaan selama tahun 2023 hingga tahun 2024.

    Sedangkan aspek yang dinilai pada ajang Properti Indonesia Award 2024 meliputi Visi & Konsep, Gagasan & Inovasi, Kepeloporan, Business Performance, Kepedulian terhadap lingkungan, Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Reputasi, Profesionalitas, dan Consumer Satisfaction

    Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi Bank DKI untuk terus berinovasi.

    “Bank DKI akan terus memperkuat komitmen dalam menyediakan layanan keuangan yang inovatif dan inklusif, serta mendukung pertumbuhan sektor ekonomi yang berkelanjutan, baik melalui produk KPR maupun strategi pemasaran berbasis digital,” kata Arie.

    Tentang KPR Griya Monas Bank DKI

    KPR Griya Monas merupakan Fasilitas Kredit yang diberikan untuk pembelian dan non pembelian Rumah Tapak, Rumah Susun, Rumah Toko dan/atau Rumah Kantor, dengan Suku Bunga yang Menarik, serta Maksimum Jangka Waktu hingga 25 (dua puluh lima) tahun. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi Kantor Cabang Bank DKI terdekat. ***

Back to top button