Finansial

  • Banyak Promosi Menarik. Program “Seal The Deal“ Damai Putra Group Banjir Apresiasi

    JAKARTA,KORIDOR,ONLINE—Damai Putra Group, salah satu developer properti terbaik di Indonesia dan terbesar di koridor timur Jakarta, telah resmi meluncurkan program “Seal The Deal” pada Selasa (30/4/24). “Seal The Deal” sendiri adalah sebuah program yang dihadirkan khusus untuk memenuhi kebutuhan pencari properti dengan menawarkan berbagai keuntungan satunya yakni KPR Ekspres dimana proses KPR yang diberikan oleh bank terbesar di Indonesia akan lebih mudah disetujui. Hal ini dikarenakan Damai Putra Group telah melakukan MoU dengan berbagai Bank saat diluncurkannya program Seal The Deal, tersebut.

    Salah satu bank, CIMB Niaga misalnya, yang mengapresiasi terobosan dari program terbaru Damai Putra Group, menilai hal ini adalah sebuah gebrakan yang cukup positif. “Menurut saya, ini adalah Gebrakan di dunia properti di Indonesia, sangat membantu nasabah kami yang memang sedang mencari properti,“ ujar Putri Pramita, Mortgage Developer Business Head Bank CIMB Niaga. “Dalam mendukung program Seal The Deal, CIMB Niaga akan memberikan kemudahan untuk memiliki unit dari Damai Putra Group, salah satunya memiliki tenor KPR hingga 25 Tahun” Jelas Putri saat menghadiri acara Peluncuran.

    Damai Putra Group, salah satu developer properti terbaik di Indonesia dan terbesar di koridor timur Jakarta, telah resmi meluncurkan program “Seal The Deal” pada Selasa (30/4/24).

    “Kami harapkan kerja sama antara CIMB Niaga dan Damai Putra Group dapat saling bersinergi untuk mewujudkan kebutuhan nasabah, semoga kolaborasi ini semakin meningkatkan kepercayaan nasabah dimana pada tahun 2023 yang lalu, kami menjadi 3 bank terbesar dalam pembiayaan nasabah dan customer Damai Putra Group” Jelas Putri.

    Hal senada juga diungkapkan oleh bank lainnya yakni PT Bank Tabungan Negara, Tbk (Bank BTN). Diungkapkan Mochamad Yut Penta, Senior Vice President (SVP) Non-Subsidized Mortgage and Personal Lending Division yang menyatakan Apresiasinya terhadap inovasi yang dihadirkan oleh manajemen baru Damai Putra Group “Kami akan support terutama produk yang menarik dari kami salah satunya, mulai dari menyediakan banyak pilihan suku bunga mulai dari fix 1 tahun, 3 tahun, atau 5 tahun serta fix and cap, juga kita cukup flexible dalam hal jangka waktu yang cukup panjang, paling lama, dengan tenor bisa sampai 30 tahun “ Jelas Penta.

    “Kami juga mendedikasikan program ini khusus untuk milenial agar dapat memiliki unit di Damai Putra Group, salah satunya yakni dengan angsuran yang bisa berjenjang disesuaikan dengan karirnya dari nasabah milenial tersebut” lanjut Penta menjelaskan.

    Keuntungan dari program “Seal The Deal” rupanya juga menjadi peluang baik bagi para Agen Properti yang hendak menjual produk – produk Damai Putra Group. Salah satunya diungkapkan oleh Bram Pratama Sanusi selaku Vice President Business Development LinkTown yang juga menghadiri undangan dari Damai Putra Group. “ Unit – unit dari Damai Putra Group memang sudah banyak diminati, terlebih dengan adanya program “Seal The Deal” ini tentu saja akan memudahkan kami closing” Puji Bram. “Salah satu program yang pasti akan membuat kami semakin optimis dari paparan yang telh disampaikan, yaitu cashback hingga 200 juta, dimana tentu akan mengurangi harga pembelian rumah yang akan mendongkrak penjualan kami” jelasnya.

    Program “Seal The Deal” Damai Putra Group ini juga menargetkan para kalangan Millennial dan Gen-Z yang baru memulai atau menjalani sebuah bisnis maupun karir. Dalam undangan peluncuran tersebut hadir pula dari kalangan Vlogger, Konten Kreator atau Influencer yang penasaran dengan gebrakan “Seal The Deal”. Salah satunya Brian Nathanael Arsia seorang influencer properti muda yang semangat memberikan edukasi pentingnya miliki properti sejak dini. “ Usia saya saat ini 26 tahun dan saya sudah memiliki properti dimana banyak sekali konten saya tentang home decor. Dan saya sangat senang sekali, banyak Developer yang sudah mulai memberikan akses untuk para milenial dan Gen-z untuk memiliki properti” Ujar Brian yang sudah memiliki 490 ribu pengikut di akun Instagramnya @Tanjun.house.

    Brian mengungkapkan akan turut menyebarkan kabar gembira untuk pengikutnya yakni program “Seal The Deal” yang ia rasa merupakan kesempatan terbaik memiliki properti di Damai Putra Group “Seperti yang diajarkan dari dulu ada tiga hal paling penting sandang, pangan dan papan, nah papan dalam hal ini adalah properti yang harus diprioritaskan untuk dimiliki. Apa yang dipaparkan tadi oleh Damai Putra Group seperti cicilan DP mulai dari Rp 3 juta, Free PPN, dan masih banyak lagi, it’s a Good Deal, jadi Ayo dong Para Millennials dan GenZ, kapan lagi bisa miliki properti dengan penawaran seperti ini” Ajak Brian.

    Sebagai informasi Seal The Deal dibuka untuk periode pertama mulai Mei hingga Agustus, mendorong calon pembeli untuk segera memanfaatkan berbagai benefit yang ditawarkan. Dengan harapan dapat meningkatkan penjualan dan berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di sektor properti, Damai Putra Group mengajak semua pihak untuk segera bertindak dan menjadi bagian dari program “Seal The Deal”.

    Untuk informasi lebih lanjut dan pembelian, calon pembeli dapat mengikuti akun Instagram @damaiputraID dan @kota_harapanindah, atau mengunjungi marketing gallery Damai Putra Group di Kota Harapan Indah, Bekasi.

    Damai Putra Group, dengan pengalaman dan reputasi yang telah terbukti, berharap “Seal The Deal” akan menjadi langkah maju yang signifikan bagi industri properti Indonesia dan bagi setiap individu yang ingin memulai babak baru dalam kehidupan mereka dengan properti impian.

     

  • Q1 2024, Kredit UMKM Bank DKI Tumbuh 39,18%

    KORIDOR.ONLINE – Bank DKI terus fokus tingkatkan portofolio UMKM sesuai dengan visi dan misi bank. Sampai dengan Q1 2024, kredit dan pembiayaan UMKM  naik 39,18% dari Rp3,8 triliun per Maret 2023 menjadi Rp5,2 triliun Per Maret 2024.

    Porsi kredit dan pembiayaan UMKM secara kumulatif dibanding total kredit dan pembiayaan pun turut meningkat dari 7,77% per Maret 2023 menjadi 10,36% per Maret 2024 dari total kredit dan pembiayaan Bank DKI per Maret 2024 sebesar Rp50,5 triliun sebagaimana tercatat pada Publikasi Laporan Keuangan Bank DKI periode Maret 2024.

    Demikian disampaikan Direktur Keuangan dan Strategi Bank DKI, Romy Wijayanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta (30/04).

    Lebih lanjut Romy menyampaikan pertumbuhan kredit dan pembiayaan UMKM didorong oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan segmen mikro sebesar 39,77% dari Rp2,7 triliun per Maret 2023 menjadi Rp3,8 triliun per Maret 2024 dan pertumbuhan kredit dan pembiayaan segmen ritel sebesar 37,70% dari Rp1,1 triliun per Maret 2023 menjadi Rp1,5 triliun per Maret 2024.

    BACA JUGA: Dukung Program Prabowo-Gibran, REI Siap Bangun 1 Juta Rumah di 2025

    Pada segmen lain, kredit dan pembiayaan segmen konsumer Bank DKI juga mengalami pertumbuhan sebesar 9,96% dari Rp20,5 triliun per Maret 2023 menjadi Rp22,6 triliun Per Maret 2024. Sedangkan kredit dan pembiayaan segmen menengah, komersial dan sindikasi mengalami penurunan sebesar 5,67% dari Rp24,1 triliun Per Maret 2023 menjadi Rp22,7 triliun Per Maret 2024.

    Penurunan tersebut merupakan bagian dari strategi bank untuk shifting fokus tingkatkan kredit pada segmen UMKM.

    Romy Wijayanto juga menyebutkan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank DKI mencapai sebesar Rp62,1 triliun per Maret 2024 ditengah masih berlangsungnya periode suku bunga yang tinggi (higher for longer). Bank DKI juga terus memperbaiki struktur DPK yang dimiliki yang tercermin pada rasio CASA yang mengalami peningkatan dari 34,35% per Maret 2023 menjadi 41,45% per Maret 2024.

    Adapun dana murah yang dihimpun Bank mencapai sebesar Rp25,8 triliun terdiri dari Giro sebesar Rp15,9 triliun per Maret 2024, tumbuh 16,41% dari Rp13,6 triliun per Maret 2023 dan Tabungan sebesar Rp9,9 triliun per Maret 2024 yang tumbuh 4,86% dari Rp9,4 triliun per Maret 2023.

    BACA JUGA: Peringati HUT di Labuan Bajo, REI Bantu Fasilitas Air Bersih dan Pembangunan Masjid di Golo Mori

    Bank juga mengurangi porsi dana mahal yang dimiliki, tercermin dari Deposito yang menurun 17,44% dari Rp44,1 triliun per Maret 2023 menjadi Rp36,4 triliun per Maret 2024. Romy menyampaikan bahwa langkah ini merupakan strategi yang dipilih Bank dalam menjaga likuiditas perseroan dengan posisi Loan to Deposit Ratio (LDR) meningkat dari 72,06% per Maret 2023 menjadi 81,31% per Maret 2024.

    Lebih lanjut, Romy dengan berbagai kondisi tersebut, Bank DKI tetap mampu menjaga perolehan laba bersih sebesar Rp187 miliar per Maret 2024, yang didorong oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp650 Miliar dan Fee based Income sebesar Rp134 Miliar per Maret 2024. Secara keseluruhan, total aset Bank DKI per Maret 2024 mencapai sebesar Rp78,2 triliun.

    Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menambahkan selain pencapaian kinerja keuangan, sepanjang periode Q1 2024 Bank DKI juga mendapatkan sejumlah kategori penghargaan lembaga maupun secara individu seperti Indonesia Best BUMD Awards 2024, Investor Daily ESG Appreciation Night 2023, 4th Indonesia Syariah Awards 2024 dan penghargaan kategori personal lainnya.

    BACA JUGA: Bank DKI Raih 10 Penghargaan Infobank Digital Brand 2024

    ”Sejumlah apresiasi dari lembaga independen tersebut memberikan motivasi bagi kami dalam melanjutkan berbagai inisiatif bisnis melalui sinergi, serta meneguhkan komitmen kami untuk mencapai kinerja yang baik secara berkelanjutan utamanya dalam mendukung Jakarta sebagai Kota Global” tutup Arie. ***

  • REI Dukung Usulan Skema Baru Pembiayaan KPR Subsidi

    Labuan Bajo, KORIDOR.ONLINE– Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mendukung skema baru pembiayaan KPR subsidi yang diusulkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. REI menilai potensi menumbuhkan sumber-sumber baru pembiayaan perbankan dapat dilakukan guna mendorong percepatan pembangunan perumahan nasional.

    “REI mendukung skema baru pembiayaan KPR bersubsidi yang diusulkan Bank BTN. Kami meyakini bahwa masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) selaku debitur rumah subsidi punya peluang penghasilannya tumbuh dalam 5 – 10 tahun setelah beli rumah,” kata Ketua Umum DPP REI Joko Suranto, saat perayaan Ulang Tahun REI ke-52 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat, 26 April 2024.

    Skema baru KPR subsidi usulan Bank BTN termasuk adanya potongan tenor yang selama ini mencapai 20 tahun.

    “Pemotongan tenor dari 20 tahun menjadi 10 tahun bisa dilakukan. Selain itu, pola subsidi selisih bunga juga bisa diberlakukan,” papar Joko.

    Ketua Umum REI menyoroti skema dana abadi untuk pendanaan program pembangunan perumahan. Menurut Joko Suranto, sumber-sumber lainnya juga bisa diperoleh dari BPJS, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), maupun dana wakaf.

    “Sumber-sumber dana itu bisa ditempatkan di perbankan sebagai dana pendamping agar cost of fund bisa lebih rendah. Dengan begitu tingkat bunga KPR juga akan lebih terkontrol karena sumber pendanaannya berbiaya murah,” tukasnya.

    Joko berkeyakinan, jika opsi sumber dana pendamping itu bisa digulirkan maka kemampuan perbankan untuk mendukung pembiayaan perumahan akan lebih baik.

    “Kita sama-sama memikirkan upaya percepatan, keringanan dan kemudahan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah. Sebanyak 12,7 juta kepala keluarga belum mendapat kesempatan untuk memiliki rumah sehingga kami mendorong agar program penyediaan hunian menjadi program prioritas nasional,” tutur Joko.

    Direktur Konsumer Bank BTN, Hirwandi Gafar memaparkan, pihaknya tengah mengusulkan perubahan skema KPR subsidi dari skema KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi skema KPR subsidi selisih bunga. Nantinya, subsidi untuk hunian MBR akan bersumber dari pemupukan dana abadi dari hasil investasi.

    “Untuk jangka waktu 10 tahun hingga 15 tahun, pemerintah akan tetap mengalokasikan pendanaan dari APBN untuk KPR FLPP sebagai dana abadi. Tapi ditambah dengan sumber pendanaan lainnya. Pada saatnya nanti, pemerintah tidak perlu lagi mendanai dari APBN karena dana abadi itu nantinya yang akan mensubsidi KPR FLPP,” ujarnya.

    Hirwandi menilai, jangka waktu pinjaman KPR subsidi saat ini selama 20 tahun terlalu lama. Padahal, penghasilan masyarakat cenderung mengalami peningkatan. “Kami coba simulasikan sekitar 3% saja, maka paling lambat pada tahun ke-10 nanti konsumen rumah subsidi sudah dapat mengabsorb suku bunga pasar,” ucap Hirwandi.

    Menurut dia, idealnya tenor KPR yang memperoleh subsidi cukup hingga tahun ke-10 saja.

    “Untuk tahun ke-11 dan selanjutnya, konsumen akan mendapat bunga komersial atau floating rate yang tidak lagi disubsidi. Dengan begitu, semakin banyak penerima manfaat subsidi perumahan, bahkan hingga dua kali lipat,” bebernya.

    Saat ini porsi APBN untuk mendanai KPR subsidi sebesar 75%, dan 25% sisanya bersumber dari pembiayaan perbankan.

    “Misalnya untuk rumah seharga Rp 180 juta, maka pemerintah harus menyediakan dana KPR subsidi sebesar Rp 135 juta untuk penyaluran KPR subsidi ke masyarakat. Sebaiknya dana itu untuk investasi yang hasilnya bisa mendanai subsidi bunga. Kita beri kesempatan dana yang dikumpulkan pemerintah itu untuk membayar subsidi bunga,” papar Hirwandi.

    Usulan lainnya terkait besaran suku bunga KPR subsidi menjadi 10%. Komposisinya, sebesar 5% beban bunga ditanggung oleh debitur, 5% sisanya dibayarkan oleh pemerintah.

    “Usulan tingkat bunga KPR subsidi menjadi 10% bertujuan agar KPR yang disalurkan bisa disekuritisasi sehingga ekosistem perumahan akan hidup kembali. PT SMF bisa melakukan sekuritisasi sesuai fungsinya di secondary mortgage,” ungkap Hirwandi.

    Lebih lanjut Hirwandi menuturkan, batasan penghasilan maksimal calon konsumen rumah subsidi juga memicu ketidakadilan.

    “Idealnya, batasan penghasilan itu digeser karena masyarakat berpenghasilan tanggung, misalnya Rp 15 juta per bulan, sulit untuk memperoleh rumah. Kami berharap REI dapat mendukung usulan BTN,” pungkasnya.

  • Bank DKI Raih 10 Penghargaan Infobank Digital Brand 2024

    KORIDOR.ONLINE, JAKARTA – Seiring komitmen dalam inovasi dan pengembangan produk dan layanan perbankan digital, Bank DKI kembali meraih penghargaan pada ajang 13th Infobank-Isentia Digital Brand Recognition 2024 yang diselenggarakan di Jakarta pada Senin (01/04). Semakin spesial Bank DKI meraih sebanyak 10 (sepuluh) penghargaan sekaligus, termasuk penganugerahan Bank DKI sebagai The Best Bank Umum Konvensional 2024 – KBMI 2.

    Adapun 10 kategori penghargaan yang diterima Bank DKI, diantaranya sebagai kategori terbaik The Best Deposito Bank Umum Konvensional 2024 – KBMI 2 (Deposito Rupiah), The Best KPR Bank Umum Konvensional 2024 – KBMI 2 (Griya Monas), The Best Tabungan Bank Umum Konvensional 2024 – KBMI 2 (Simpeda Monas), The Best Mobile Banking Bank Umum Konvensional 2024 – KBMI 2 (Jakone Mobile), The Best E-Money Bank 2024 – KBMI 2 (Jakcard), The Best Unit Usaha Syariah – Bank Umum Konvensional 2024.

    Selain itu The 2nd Best Credit Card Bank Umum Konvensional 2024 –  KBMI 2, The 2nd Best Debit Card Bank Umum Konvensional 2024 – KBMI 2, serta The 3rd Best Overall Unit Usaha Syariah – Bank Umum Konvensional 2024.

    Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Bank DKI Amirul Wicaksono, melalui keterangan resmi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selalu memberikan kepercayaan terhadap produk dan layanan Bank DKI.

    BACA JUGA: Pengembang Perumahan Mulia Gading Kencana Bagikan Sembako Ke Masyarakat

    “Penuh rasa syukur penghargaan ini menjadi apresiasi bagi Bank DKI atas langkah-langkah transformasi yang ditempuh. Bank DKI siap untuk terus menghadirkan inovasi digital melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, dalam upaya mengambangkan produk dan layanan untuk menjawab segala kebutuhan nasabah,” ujar Amirul.

    Lebih lanjut, Amirul menambahkan bahwa dalam menjawab tantangan pada era VUCA dan persaingan digitalisasi layanan pada industri perbankan dan keuangan yang semakin ketat, langkah transformasi digital yang dijalankan Bank DKI saat ini berada pada jalur yang tepat.

    Sebagai informasi, penghargaan tersebut diberikan oleh Infobank sebagai apresiasi terhadap perusahaan yang melakukan akselerasi model bisnis secara masif serta memperkuat sinergi bersama ekosistem ekonomi digital di revolusi industri 5.0 saat ini. Penilaian dilakukan melalui media monitoring, meliputi penentuan kategori, meriset brand dan kata kunci, memilih channel media, men-generate data dari medsos, menentukan sentimen, pengambilan data, menghitung indeks, dan menentukan hasil tiga teratas (top three).

    BACA JUGA: Ini Dia Susunan Direksi dan Komisaris Bank BTN Hasil RUPTS 2024

    Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Perusahaan Bank DKI Arie Rinaldi mengungkapkan bahwa Bank DKI akan terus beradaptasi dalam menghadapi tantangan bisnis di masa mendatang.

    “Bank DKI berkomitmen untuk melakukan inovasi dalam produk dan layanan perbankan digital, yang akan semakin memudahkan nasabah, mitra, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan terus memperbarui dan meningkatkan layanan digital, Bank DKI bertekad untuk menjadi pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan perbankan nasabah,” tutup Arie.

    Produk Digital Terbaru: Jakarta Tourist Pass

    Dalam upaya menghadirkan solusi digital yang mudah dan praktis bagi masyarakat, Bank DKI memperkenalkan Jakarta Tourist Pass dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

    BACA JUGA: Rilis Klaster Baru EcoArdence, Paradise Serpong City 2 Over Target Diserbu Konsumen

    Jakarta Tourist Pass merupakan solusi digital berbasis kartu uang elektronik (JakCard Bank DKI) dan dompet elektronik/e-wallet (JakOne Pay Bank DKI) untuk memudahkan para wisatawan mengakses destinasi populer, transportasi umum, kuliner, event, dan layanan pariwisata lainnya di Jakarta. Tidak hanya itu, Jakarta Tourist Pass juga menghadirkan kemudahan bertransaksi dengan fitur scan to pay untuk melakukan pembayaran QRIS dan fitur top-up Jakcard untuk mengisi Jakcard secara praktis dalam satu aplikasi. ***

  • Sasar Emerging Affluent,BTN Luncurkan BTN Prospera

    JAKARTA,KORIDOR.ONLINE—PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) terus berinoasi meluncurkan produk dan layanan untuk semakin mengukuhkan posisinya  sebagai bank tabungan bagi mayarakat, di samping fokus untuk menggarap kredit kepemilikan rumah (KPR).  Terbaru, BTN meluncurkan BTN Prospera, sebuah produk anyar yang ditujukan untuk nasabah segmen kelas atas atau emerging affluent. Produk ini menyasar pemilik dana di bawah seymen nasabah prioritas.

    Direktur Distribution and Institutional Funding BTN Jasmin menjelaskan, layanan BTN Propera ini untuk nasabah segmen emerging affluent yang memiliki dana simpanan sekitar Rp100 juta hingga Rp 500 juta.  Ia bilang, layanan itu diharapkan akan menjadi batu loncatan bagi para nasabah untuk masuk kelas BTN  BTN Prioritas, yakni layanan untuk nasabah dengan dana di atas Rp 500 juta.

    Lewat BTN Prospera BTN menargetkan bisa menghimpun dana sebesar Rp 8 triliun

    BTN melihat potensi dana yang bisa dijaring lewat produk BTN Prospera cukup besar. Tahun ini, BTN menargetkan bisa menghimpun dana sebesar Rp 8 triliun dari produk baru tersebut dengan jumlah nasabah mencapai 6.000.

    “Karena ini segmen baru maka targetnya tidak agresif dulu. Cara untuk mencapai target itu adalah dengan menyasar nasabah eksisting yang datanya kami punya, seperti nasabah KPR yang sudah lunas dan nasabah prioritas yang dananya sudah turun. Selain itu, juga menyasar pengembangan ekosistem perumahan,” kata Jasmin saat peluncuran BTN Prospera, Jumat (22/3).

    Jasmin mengatakan, BTN memahami bahwa  setiap individu memiliki kesempatan dan potensi yang luar biasa, yang perlu diwujudkan dan diselaraskan dengan kebutuhan merka masing-masing. Itu sebabnya, pihaknya menghadirkan BTN Prospera hadir dengan solusi perbankan dan keuangan yang tepat untuk membantu nasabah dalam mengoptimalkan kekayaan secara jangka panjang.

    Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Hakuhodo Institute of Live and Living (Hill) ASEAN pada 2023, 10% dari populasi di kawasan ASEAN merupakan segmen Emerging Affluent, dan 9% dari total populasi Indonesia masuk dalam kategori tersebut. Survei tersebut memperkirakan, masyarakat segmen Emerging Affluent akan bertumbuh tiga kali lipat pada tahun 2023 dan 2024.

    Dengan potensi yang besar tersebut, Jasmin menyakini target dana yang akan dihimpun dari BTN Prospera akan tercapai. Saat ini jumlah nasabah BTN yang memiliki dana kelolaan antara Rp 100 juta hingga Rp 500 juta mencapai lebih dari 44.000 nasabah dengan nilai dana kelolaan mencapai lebih dari Rp 9 triliun.

    BTN telah menyiapkan strategi untuk mencapai target itu. Diantaranya melakukan pelatihan terhadap 128 Prospera Banking Officer (PBO) di seluruh cabang BTN dan melakukan penawaran melalui ekosistem bisnis dan optimalisasi telemarketing dalam menawarkan produk bank dan layanan BTN Prospera.

    Ia menambahkan, manfaatkan yang ditawarkan BTN dari produk BTN Prospera juga banyak, yakni  pertumbuhan kekayaan, stabilitas keuangan dan pemenuhan gaya hidup serta manfaat loyalty (Lifestyle and Loyalty).

    Dalam sisi pertumbuhan kekayaan,  nasabah dapat menikmati berbagai macam solusi produk dan transaksi perbankan yang dapat mengoptimalkan kekayaan. Untuk stabilitas keuangan,  BTN berupaya memprioritaskan kebutuhan hari tua nasabah dan mengutamakan kenyamanan keluarga mereka. Sedangkan terkait Lifestyle and Loyalty, diberikan layanan bertransaksi yang cepat dan mudah, serta manfaat loyalty untuk memenuhi gaya hidup.

    Kehadiran BTN Prospera diharapkan bisa mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perseroan  tembus Rp 349,93 triliun hingga akhir tahun, serta bisa mendorong peningkatan Fee Based Income (FBI) dan penyaluran kredit

    Nasabah BTN Prospera dapat menikmati beragam produk dan layanan perbankan dan keuangan yang tersedia di BTN secara eksklusif, baik secara offline maupun digital. Sebagai contoh, nasabah akan mendapatkan layanan eksklusif dari 128 Prospera Banking Officer (PBO) yang tersedia di 81 Kantor Cabang dan 541 Kantor Cabang Pembantu di seluruh Indonesia.

    Para PBO siap memberikan pendampingan untuk bisnis dan pengelolaan kekayaan  nasabah. Tidak hanya itu, nasabah akan mendapatkan berbagai infomasi terkini mengenai pengembangan bisnis dan investasi melalui layanan business corner, e-booklet, dan saran lainnya.

     

  • Ini Dia Susunan Direksi dan Komisaris Bank BTN Hasil RUPTS 2024

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE—Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. memutuskan merombak susunan direksi dan komisaris. Pemegang saham mengangkat Muhammad  Iqbal sebagai direktur SME and retail funding. Sebelumnya Iqbal merupakan direktur institutional banking BNI.  Sementara itu, Mohamad Yusuf Permana yang mendapatkan jabatan baru sebagai komisaris BNI digantikan oleh eks direktur BNI Adi Sulistyowati.

    Kemudian pemegang saham juga mengangkat Bambang Widjanarko sebagai komisaris. Bambang sejak 2023 menjabat sebagai deputi komisioner pengawas bank pemerintah dan syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  Dengan demikian berikut susunan komisaris dan direksi BTN berdasarkan RUPST, Rabu (6/3/2024):

    Komisaris

    Komisaris Utama: Chandra M. Hamzah

    Wakil Komisaris Utama: Iqbal Latanro

    Komisaris Independen: Armand B. Arief

    Komisaris Independen: Sentot A. Sentausa

    Komisaris Independen: Andin Hadiyanto

    Komisaris Independen: Adi Sulistyowati

    Komisaris: Bambang Widjanarko

    Komisaris: herry Trisaputra Zuna

    Komisaris: Himawan Arief Sugoto

    Direksi

    Direktur Utama: Nixon L.P. Napitupulu

    Wakil Direktur Utama: Oni Febrianto Rahardjo

    Direktur Information Technology: Andi Nirwoto

    Direktur Assets Management: Elisabeth Novie Riswanti

    Direktur Distribution and Institutional Funding: Jasmin

    Direktur Risk Management: Setiyo Wibowo

    Direktur Consumer: Hirwandi Gafar

    Direktur Finance: Nofry Roni Poetra

    Direktur Human Capital, Compliance, and Legal: Eko Waluyo

    Direktur Operational and Consumer Experience: Hakim Putratama

    Direktur SME and Retail Funding: Muhammad Iqbal

     

  • Siapa Perealisasi FLPP Rumah Subsidi Terbesar Nasional? Ini Pengembangnya Versi BTN

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE –  Vista Land Group ahli dalam pengembang rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasil rendah (MBR) didapuk sebagai ”The Best Group Subsidized Developer Achievement Awards 2023” atau group pengembang terbaik/terbesar (nasional) dalam memasarkan rumah subsidi versi Bank Tabungan Negara (BTN).

    Prestasi bergengsi ini dianugrah dalam acara “Bank BTN’s Most Valuable Developer Dinner Gathering” di HW Phoenix Club Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Acara tersebut merupakan wujud apresiasi Bank BTN kepada mitra pengembang sebagai bentuk penghargaan atas kerja sama yang telah terjalin baik selama ini.

    Menurut Alexander Tirta CEO Vista Land Group, tahun 2023 Vista Land Group berhasil membukukan realisasi akad kredit rumah dengan pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) lebih dari 4.000 unit. Angka ini secara nasional terbesar yang dicapai sebuah grup pengembang.

    BACA JUGA: Tiga Pengembang Kakap Ini Garap Perumahan Graha Arraya, Di Bogor Barat

    ”Kesuksesan kami ini tentunya tidak lepas dari dukungan BTN yang saat ini banyak bertransformasi dan banyak membantu developer rumah subsidi dalam memberikan kemudahan-kemudahan dan business process yang makin cepat dan ringkas,” kata Alexander, Senin, 26 Februari 2024, di Jakarta.

    Sementara itu, Stephanus Hadi Wijaya, selaku founder Vistaland Group mengatakan, pihaknya bangga dapat dikenal sebagai mitra strategis BTN yang memberi kontribusi terbesar menyalurkan pembiayaan FLPP untuk rumah subsidi. Sejak awal didirikan 17 tahun lalu, Vista Land memiliki misi secara konsisten berkontribusi dalam pemenuhan rumah harga terjangkau bagi kalangan MBR dan ke depan akan terus memperluas landbank guna menjamin ketersediaan unit rumah MBR.

    Dia berharap, ke depan kerja sama dengan BTN makin baik dan saling menguntungkan, khususnya dalam mengurangi backlog perumahan di Indonesia yang masih tinggi. Sejak eksis tahun 2007 hingga sekarang, total rumah subsidi yang dibangun Vista Land Group mencapai lebih 50 ribu unit rumah.

    BACA JUGA: VistaLand Group Optimis Kampanye Proyek Baru di Puncak Pemilu 2024, Ini Alasannya

    ”Awalnya kami memang berangkat dari pengembangan rumah subsidi, meski sekarang kami juga mengembangkan rumah komersial, namun kami tetap komit untuk berkontribusidi dalam penyediaan rumah harga terjangkau,” tegasnya.

    Komit bangun rumah subsidi

    Sementara itu, Esther Kristiany Hadi, Direktur VistaLand Group berharap,  pemerintah khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Pertanahan Negara (BPN) akan memberikan banyak kemudahan dan percepatan terutama dalam aspek perijinan kepada pengembang rumah subsidi yang punya banyak keterbatasan, dibanding pengembang rumah komersial.

    Menurutnya, sektor properti merupakan tulang punggung dari industri nasional, sebab ada ratusan industri yang bergantung atas hidup matinya bisnis properti, terutama perumahan. Bagai lokomotif perekonomian, kalau bergerak bisnis properti bergerak, maka industri terkait juga akan tumbuh.

    BACA JUGA: Butuh Pinjaman Biaya Pendidikan, Bank DKI Hadirkan Beri Kemudahan Mahasiswa Gunadarma

    ”Sejak awal berdiri, kami ingin berkontribusi terhadap program nasional untuk merumahkan lebih banyak rakyat di rumah dan lingkungan yang layak. Rumah subsidi maupun rumah komersial pada dasarnya sama-sama tempat tinggal dimana keluarga itu membangun kehidupan,” terang Esther.

    Karena itu, lanjutnya, rumah yang ditinggali kualitas dan lingkungannya harus terbaik. Di samping itu kelengkapan fasilitas untuk kenyamanan penghuni juga harus dipenuhi, sehingga selama mereka dapat menempati di rumah itu dengan layak dan nyaman. Meski rumah subsidi, kalangan MBR punya hak yang sama seperti pembeli rumah komersial mendapatkan tempat tinggal yang terbaik.

    Menurut Djoko Sudjatmiko, Direktur  Vistaland Group menjelaskan saat ini Vistaland juga fokus pada kualitas rumah subsidi yang dibangun , sehingga selain  menjadi terbesar dlm jumlah juga ingin menjadi terbaik dlm segi design dan kualitas bangunannya. Saat ini ada 26 proyek perumahan Vista Land Group yang tersebar di Jabodetabek, dengan target penjualan tahun ini,  untuk rumah subsidi 5.000-an  unit, dan 1000-an unit rumah komersial.

    BACA JUGA: University Resort Bogor Makin Diminati Mahasiswa Manca Negara

    ”Tahun ini pula, kami sedang mempersiapkan pengembangan 5 proyek baru, terdiri dari: 1 proyek di Kabupaten Bogor, 2 di Kabupaten Bekasi, dan 2 di Kabupaten Tangerang. Kami optimis target penjualan 6.000-an unit rumah subsidi dan komersial 2024 dapat tercapai. Apalagi melihat outlook perekonomian membaik pasca pemilu berlangsung damai,” pungkasnya. ***

  • Butuh Pinjaman Biaya Pendidikan, Bank DKI Hadirkan Beri Kemudahan Mahasiswa Gunadarma

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Bank DKI hadirkan Student Loan yang merupakan program pinjaman khusus guna membantu mahasiswa dalam pembiayaan uang kuliah, yang ditandai dengan seremonial penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Bank DKI dengan Universitas Gunadarma, oleh Direktur Ritel & Syariah Bank DKI Henky Oktavianus, dan Rektor Universitas Gunadarma Prof. Dr. Eko Sri Margianti, SE.,MM disaksikan oleh Direktur Komersial dan Kelembagaan Bank DKI, Herry Djufraini di Jakarta pada Selasa (20/02). Hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P.

    Sebagai informasi, Student Loan merupakan program pinjaman dengan skema multi guna yang bertujuan memberi solusi keuangan yang terjangkau dan mudah diakses bagi mahasiswa yang ingin mengejar pendidikan tinggi namun menghadapi kesulitan finansial. Program ini merupakan langkah inovatif dari Bank DKI untuk mendukung akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia.

    Direktur Ritel & Syariah Bank DKI, Henky Oktavianus pada saat penandatanganan Perjanjian mengungkapkan Bank DKI sangat berkomitmen untuk mendukung generasi muda dalam mengejar impian dalam bidang pendidikan. Henky menambahkan bahwa program Student Loan Bank DKI merupakan bentuk nyata dari komitmen tersebut, memberikan solusi finansial yang dapat diandalkan bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa Universitas Gunadarma yang berasal dari berbagai latar belakang.

    BACA JUGA: Tiga Pengembang Kakap Ini Garap Perumahan Graha Arraya, Di Bogor Barat

    Salah satu fitur unggulan dari program ini adalah fleksibilitas pengajuan, yakni pihak yang mengajukan pinjaman memiliki opsi yaitu mahasiswa yang telah bekerja, maupun wali mahasiswa. Hal ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pinjman bagi mahasiswa sehingga dapat fokus sepenuhnya pada pendidikan tanpa perlu khawatir terkait pembayaran bulanan.

    Bank DKI juga menawarkan suku bunga yang kompetitif dan jangka waktu pembayaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban finansial yang sering kali menjadi hambatan bagi banyak mahasiswa dalam mengejar pendidikan tinggi.

    Selain itu, memanfaatkan momentum kerja sama tersebut, Bank DKI dan Universitas Gunadarma juga menjalin kerja sama terkait pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan dan pendidikan, yang ditandai dengan seremonial penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Direktur Komersial dan Kelembagaan Bank DKI Herry Djufraini, dan Rektor Universitas Gunadarma Prof. Dr. Eko Sri Margianti, SE.,MM.

    Selain itu pada kesempatan yang sama juga dilakukan pemaparan Program Student Loan Bank DKI oleh Vice President Grup Kredit Konsumer Bank DKI, Zulfikryshah, serta Vice President Grup Penjualan Dana & Transaksional Bank DKI, Yuniar T. Manik sekaligus memberikan penjelasan mekanisme prorses dan pilihan layanan Bank DKI lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa.

    BACA JUGA: Bank DKI Raih Penghargaan Best PR in Digital Transformation di Ajang IPRA 2024

    Dengan kerja sama ini, Bank DKI turut menghadirkan layanan perbankan bagi Universitas Gunadarma, diantaranya Cash Management System (CMS), pembukaan rekening giro universitas, pembukaan rekening payroll untuk seluruh pegawai universitas, pembukaan rekening mahasiswa reguler, pembayaran dan pengelolaan tagihan uang kuliah melalui Virtual Account (VA), serta pemanfaatan Learning Center Bank DKI sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa Universitas Gunadarma.

    Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menambahkan bahwa Bank DKI terus berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya bagi para mahasiswa dalam meraih impian pendidikan mereka, melalui program Student Loan diharapkan dapat menjadi langkah yang signifikan dalam mendukung akses pendidikan yang lebih inklusif dan merata di Indonesia.

    “Kami percaya bahwa investasi dalam pendidikan adalah investasi untuk masa depan bangsa. Dengan berbagai program dukungan Bank DKI kepada Universitas dan Mahasiswa, kami berharap dapat membuka pintu bagi lebih banyak mahasiswa untuk mendapatkan akses ke pendidikan berkualitas tanpa harus terkendala oleh masalah finansial,” tutup Arie. ***

  • Tiga Pengembang Kakap Ini Garap Perumahan Graha Arraya, Di Bogor Barat

    BOGOR, KORIDOR.ONLINE—Kawasan Bogor Barat semakin berkembang menjadi kawasan hunian bagi kalangan masyarakat berpenghasilan menengah-bawah. Dalam 5 tahun belakangan Bogor Barat menjadi salah satu kawasan penyangga Jakarta. Kehadiran kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) di Dramaga Bogor dan pembangunan jalan tol Sentul – Yasmin yang diteruskan hingga Dramaga (Bogor Outer Ring Road/BORR) membuat kawasan Dramaga  semakin menarik.

    Sejalan dengan membaiknya akses ke Dramaga, dan rencana pembangunan jalan tol yang melewati kawasan Ciampea, semakin menarik minat banyak pengembang properti membangun kawasan hunian dan areal komersial. Mulai dari kawasan perumahan murah bersubsidi dengan harga jual mulai Rp 180 jutaan sampai dengan kawasan perumahan menengah dengan harga jual rata-rata Rp400 jutaan ke atas.

    Akad kredit massal perumahan Graha Arraya, Bogor, Rabu, 21/2/2024.

    Menjawab kebutuhan masyarakat dan peluang pasar properti  yang semakin terbuka di kawasan Bogor, tiga perusahaan properti terkemuka (Delta Group, Kharisma Group dan Imanan Holding) yang bergabung dalam perusahaan konsorsium “PT Bahana Imanan Suksestama” (BAIMS) menggarap Kawasan Perumahan Graha Arraya. Kawasan perumahan seluas 46 hektar itu berada di kecamatan Ciampea dan Cibungbulang, Bogor.

    “Rencananya akan dibangun sebanyak 3.500 unit rumah, subsidi dan komersil. Lokasinya sangat strategis. Akses gerbang utamanya tepat berada dipinggir jalan raya propinsi Dramaga-Leuwiliang, Desa Girimulya, Kecamatan Cibungbulang, Bogor,” terang Endang Kawidjaja, Direktur Utama BAIMS, kepada sejumlah awak media, di sela-sela acara akad kredit massal perumahan Graha Arraya, Bogor, Rabu, 21/2/2024.

    Tahap awal, guna menarik minat masyarakat, pengembang membangun rumah murah bersubsidi dengan harga jual mulai Rp 180 jutaan. Cukup dengan hanya membayar uang muka Rp1 juta (all inn), konsumen sudah bisa melakukan akad kredit dan bisa memiliki hunian tipe 27/60.

    “Promosi ini terbatas hanya untuk 300 unit rumah bersubsidi saja. Hari ini saja sudah 58 orang yang melakukan akad kredit. Ada 120 orang yang sedang proses di bank. Targetnya sebelum lebaran terjual semua. Bank BTN memberikan dukungan penuh. Mulai dari pembiayaan Kredit Modal Kerja sampai KPR-nya,” ujar Endang.

    Firman Budiman, CEO Imanan Holding menjelaskan Perumahan Graha Arraya mengusung konsep Nuansa Hijau dan “One Stop Living”. Di area perumahan tersedia fasilitas sarana ibadah, sarana olahraga, fitness outdoor, taman bermain, dan lainnya

    Jajaran Direksi PT Bahana Imanan Suksestama

    “Selain ruko dan rukan, tepat di area depan perumahan, kami akan bangun rumah sakit tipe C serta fasiltas pendukungnya,” tambah Firman

    Selain masyarakat Bogor dan sekitarnya, calon pembeli yang dibidik oleh pengembang adalah warga Depok dan Serpong, serta calon konsumen yang sebelumnya sudah pembeli produk mereka.

    “Dengan track record sebagai pengembang yang berpengalaman baik, kami yakin dalam 6-7 tahun ke depan pengembangan Graha Arraya bisa kami selesaikan,” tambahnya.

    Akuisi Proyek Senilai Rp 192 Miliar

     Sebagai informasi Perumahan Graha Arraya merupakan proyek perumahan yang awalnya bernama Pesona Alam Dramaga. Dibangun oleh PT Randu Alas. Dalam perkembangannya, proyek yang dirilis tahun 2018 itu mangkrak, karena pemegang sahamnya meninggal dunia.

    Melihat lokasinya yang sangat strategis, lanjut Endang. Ditambah pengalaman Delta Group, sebelumnya sukses mengembangkan tiga perumahan di Bogor Barat; yaitu Puri Aradea, Puri Arraya 1 dan 2, diputuskan untuk mengakuisi proyek tersebut.

    “Kami kemudian ambil alih, mengakuisisi proyek itu senilai Rp192 miliar. Dananya Rp 100 Miliar dukungan dari Bank BTN dan sisanya dari internal perusahaan konsorsium,” ujar Endang

    Dalam proses akusisisi yang didukung penuh Bank BTN itu terjadi kolaborasi antara Delta Group, Kharisma Group dan Imanan Holding. Mereka sepakat membentuk perusahaan konsorsium bernama BAIMS. Dengan Komposisi pemegang saham yang sama.

    “Kami sepakat bergabung karena punya pengalaman yang sama. Sama-sama aktif juga di organisasi pengembang. Kharisma Group dari  REI, Imanan Holding dari Apersi dan Delta Group di Himperra,” tambah Arianto Prasetio, Direktur Utama Kharisma Group.

     Dijelaskan Arianto, Kharisma Group dengan Delta misalnya saat ini juga masih punya proyek bersama di Cilegon. Demikian juga Imanan Holding yang sebelumnya sukses mengembangkan berbagai proyek perumahan di kawasan Bekasi, Cibitung dan Cikarang

     

     

  • Bank BTN Cetak Laba Bersih 3,5 Triliun, Tumbuh 15 Persen

    JAKARTA.KORIDOR.ONLINE—PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sepanjang tahun 2023 berhasil membukukan kinerja gemilang. Hal ini tidak terlepas dari keberhasilan transformasi yang telah dilakukan perseroan sejak beberapa tahun terakhir.

    Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, transformasi bisnis perusahaan secara menyeluruh telah berdampak positif pada berbagai lini kinerja keuangan baik dari sisi laba, penyaluran kredit, perolehan total dana pihak ketiga (DPK) khususnya dana murah maupun kenaikan aset.

    Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu

    “Kinerja gemilang perseroan tahun 2023 merupakan momentum untuk terus menggenjot pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan pada tahun ini. Kami optimistis dengan berbagai strategi bisnis yang kami lakukan, kinerja keuangan tahun 2024 akan semakin positif,” ujar Nixon pada Paparan Kinerja Keuangan BTN Tahun Buku 2023 di Jakarta, Senin (12/2).

    Lebih lanjut Nixon menuturkan, sepanjang tahun 2023, BTN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp3,5 triliun tumbuh 15% dibandingkan tahun 2022 yang mencapai Rp3,04 triliun. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh tumbuhnya penyaluran kredit dan pembiayaan serta peningkatan fee based income perseroan pada tahun 2023 lalu.

    Sepanjangan tahun 2023, BTN berhasil menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp333,69 triliun atau naik 11,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp298,28 triliun. Pertumbuhan di sisi kredit dan pembiayaan ini melampaui pencapaian kredit yang disalurkan industri perbankan nasional sebesar 10,38% pada tahun 2023.

    Pertumbuhan kredit BTN tahun 2023 masih didominasi oleh kredit ke sektor perumahan. Untuk penyaluran KPR Subsidi pada tahun 2023 mengalami kenaikan 10,9% menjadi Rp161,74 triliun dari perolehan tahun lalu yang sebesar Rp145,86 triliun. Sedangkan untuk KPR Non Subsidi juga mengalami pertumbuhan sebesar 9,5% dari Rp87,82 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp96,17 triliun pada tahun 2023. “Kami terus memacu penyaluran kredit dengan prinsip kehati-hatian, hal ini membuat rasio kredit bermasalah  atau non-performing loan (NPL)  tetap terjaga dengan baik,” katanya.

    Paparan Kinerja Keuangan BTN Tahun Buku 2023 di Jakarta, Senin (12/2).

    Menurut Nixon, dengan transformasi yang dilakukan, perseroan pada tahun 2023 berhasil menurunkan NPL gross menjadi sebesar 3% atau turun signifikan dari tahun 2022 yang sebesar 3,4%. Bahkan penurunan sangat terasa jika dilihat dalam lima tahun terakhir, pada tahun 2019 NPL gross BTN masih bertengger di level 4.8%.

    Disisi lain, pada tahun 2023 BTN berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp349,93 triliun, meningkat 8,7% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp321,93 triliun. Dari jumlah tersebut kontribusi dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) mencapai Rp188 triliun atau naik 20,4% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp156 triliun. Dengan kenaikan tersebut, komposisi dana murah BTN mencapai 53,7% terhadap total DPK.

    Kenaikan signifikan dana murah berupa giro dan tabungan di BTN terlihat selama lima tahun terakhir. Pada 2019, porsi dana murah BTN masih di level 43,4% dan perlahan menanjak menuju 48,5% pada 2022. “Transformasi menjadi bank tabungan yang kami gagas sejak tahun 2019 telah membuahkan hasil pada tahun 2023 ini. Porsi dana murah yang mencapai hampir 54% merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah BTN,” katanya.

    Kenaikan dana murah ini turut ditopang oleh transformasi digital banking yang dilakukan BTN, terutama pada aplikasi BTN Mobile. Hingga akhir 2023, jumlah pengguna BTN Mobile mencapai 2,7 juta, dengan total transaksi mencapai 235 juta. Perseroan mampu menggaet lebih banyak pengguna BTN Mobile seiring dengan penambahan fitur-fitur baru yang memungkinkan pengguna melakukan lebih banyak transaksi.

    Melesatnya transaksi di BTN Mobile turut mendongkrak pertumbuhan pendapatan berbasis biaya (fee-based income/FBI) perseroan naik 60,1% menjadi Rp3,2 triliun pada tahun 2023 dari tahun sebelumnya sebesar Rp2 triliun.

    “BTN ingin terus menciptakan rantai nilai berkelanjutan dalam ekosistem digital, terutama pada core bisnis di bidang KPR. Kami akan terus menambah mitra dan layanan dalam BTN Mobile untuk memudahkan calon nasabah dan nasabah existing kami bertransaksi untuk kebutuhan mereka sehari-hari, termasuk terkait aset rumah mereka,” ujar Nixon.

    Secara keseluruhan, dengan total penyaluran kredit serta perolehan DPK yang tumbuh signifikan, BTN mampu membukukan total aset sebesar Rp439 triliun sepanjang tahun 2023, meningkat 9,1% dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp402 triliun.  “Bank BTN telah berhasil menjaga momentum pertumbuhan bisnis di sepanjang 2023 dengan perbaikan strategi secara berkelanjutan dan dengan ditopang prinsip kehati-hatian. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pertumbuhan sesuai dengan visi kami untuk menjadi The Best Mortgage Bank in Southeast Asia pada 2025. Sejalan dengan visi tersebut, BTN yang telah mencapai usia 74 tahun ingin terus meningkatkan kontribusi nyata untuk mengurangi backlog perumahan di Indonesia yang saat ini masih mencapai 12,7 juta,” pungkas Nixon

    Kinerja BTN Syariah Melesat

    Kinerja gemilang juga ditorehkan oleh Unit Usaha Syariah (UUS) BTN atau BTN Syariah sepanjang tahun 2023. BTN Syariah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp702,3 miliar pada 2023. Jumlah tersebut melesat 110,5% dibandingkan perolehan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp333,6 miliar.

    Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh meningkatnya penyaluran pembiayaan BTN Syariah sebesar 17,4% menjadi Rp37,1 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp31,6  triliun. Peningkatan signifikan juga terjadi pada DPK BTN syariah yang tumbuh pesat sebesar 20,7% menjadi Rp41,8 triliun pada tahun 2023, dari tahun sebelumnya sebesar Rp34,64 triliun.

    Kinerja gemilang dari sisi penyaluran pembiayaan dan perolehan DPK tersebut, telah membuat posisi aset BTN syariah mengalami lonjakan sebesar 19,79% menjadi Rp54,3 triliun pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp45,3 triliun. “Kenaikan aset BTN Syariah yang sudah lebih dari Rp50 triliun ini, membuat perseroan memiliki kewajiban untuk melakukan spin off BTN Syariah dan mendirikan BUS yang akan dilaksankan tahun ini,” tegasnya.

Back to top button