Aktual

  • PMN Untuk Bantuan Pembiayaan Rumah MBR

    JAKARTA,KORIDOR.ONLINE—Dalam upaya penyediaan rumah khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pemerintah melalui program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) telah menyalurkan Rp97,44 triliun sejak tahun 2010 hingga Juni 2022.  Nilai FLPP tersebut telah berhasil membantu kepemilikan rumah sebanyak 1,1 juta unit di seluruh Indonesia. Tahun ini, program tersebut terus digulirkan dengan penyaluran Rp30 triliun dari APBN. Adapun, dana tersebut disalurkan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp21,1 triliun yang diberikan ke Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) senilai Rp19,1 triliun dan ke PT Sarana Multigriya Finansial (Perseo) atau SMF sebesar Rp2 triliun.

    Sementara itu, sisa dana lainnya diperoleh dari penerbitan surat utang yang dilakukan SMF dan pengembalian pokok yang diterima BP Tapera maupun SMF.  Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menjelaskan program KPR FLPP dijalankan menggunakan pendanaan dari PMN dan dikombinasikan dengan penerbitan surat utang (leverage).

    “Sejak Agustus tahun 2018 hingga Juni 2022, SMF telah berhasil menyalurkan dana KPR FLPP sebesar Rp11,2 triliun untuk 318.413 unit rumah,” kata Ananta, Senin (22/8/2022).

    SMF dalam hal ini, membantu meringankan beban Kementerian Keuangan sebagai fiscal tools dengan mendanai 25 persen pendanaan KPR FLPP. Dengan begitu, pemerintah hanya perlu menyediakan 75 persen dari total dana FLPP dari semula mencapai 90 persen.  Di samping itu, SMF bersinergi dengan BLU PPDPP untuk menyalurkan dana pendampingan porsi perbankan untuk pembiayaan KPR FLPP yang ditujukan kepada Bank Penyalur.

    “Hal ini merupakan wujud dari kehadiran negara untuk mendukung pemilikan rumah bagi seluruh rakyat Indonesia khususnya MBR. Di mana dana yang dialirkan untuk KPR subsidi ini berasal dari APBN yang digunakan sebesar-besarnya demi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

    Untuk diketahui, sebelumnya Kementerian Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pemerintah telah mengupayakan berbagai skema pendanaan untuk menekan backlog lewat penggunaan APBN, termasuk melalui FLPP.  Sri mengungkapkan APBN telah bekerja keras untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan, salah satunya untuk memiliki hunian terjangkau yang ditargetkan tersalurkan kepada 200.000 unit rumah

     

  • Basuki: Hapernas Momentum Tingkatkan Kolaborasi Stakeholder Perumahan

    JAKARTA,KORIDOR.ONLINE—Pemerintah akan terus mendorong kerjasama dan kolaborasi para pemangku kepentingan bidang perumahan untuk meningkatkan pembangunan hunian layak bagi masyarakat. Hal tersebut merupakan bagian dari semangat Peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) yang akan diperingati setiap tanggal 25 Agustus merupakan salah satu momentum bagi bangsa Indonesia agar tetap fokus menyediakan rumah bagi seluruh masyarakat Indonesia.

    “Peringatan Hapernas ini harus menjadi momentum bagi para pemangku kepentingan bidang perumahan untuk mendorong pembangunan hunian layak untuk masyarakat,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono saat memberikan sambutan pada Pembukaan Rangkaian Peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) Tahun 2022 di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (18/8/2022).

    Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir Direktur Jenderal Perumahan, Iwan Suprijanto, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur, Herry TZ, perwakilan Bapenas, asosiasi pengembang Realestat Indonesia (REI), Himperra, Apersi, Perum Perumnas, HUD Institute serta para generasi muda Direktorat Jenderal Perumahan yang bertindak sebagai panitia pelaksana.

    Peringatan Hapernas, imbuhnya, akan menjadi satu rangkaian dalam memperingati Hari Habitat Dunia, yang diharapkan akan terjadi kolaborasi program lebih nyata dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

    Menteri PUPR menerangkan, rumah merupakan sebuah satu kesatuan dengan permukiman serta sektor lainnya, sehingga dibutuhkan sinergi dalam bentuk kolaborasi antara perumahan dan pengembangan kawasan permukimannya.

    Hal ini dilakukan dengan harapan untuk mendorong serta meningkatkan komitmen bersama dalam menyelesaikan tantangan dan permasalahan di bidang perumahan.

    “Rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal saja tapi juga meningkatkan produktivitas dan jadi bagian dari komponen untuk menurunkan kemiskinan ekstrem di masyarakat,” terangnya.

    Lebih lanjut, Menteri PUPR menerangkan, selain bekerjasama dengan pengembang, perbankan dan sektor swasta, Kementerian PUPR juga berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dan BKKBN dalam rangka bisa penanganan kemiskinan ekstrem. Hal itu bertujuan agar program perumahan bisa terintegrasi dengan program pemberdayaan masyarakat dari Kementerian dan lembaga lainnya.

    Pada kesempatan itu, Menteri PUPR juga mengapresiasi berbagai pihak yang selama ini telah terlibat dalam setiap upaya kolaborasi yang dilakukan, baik dari pihak Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Perbankan, Lembaga Filantropi, Asosiasi dan Pelaku Pembangunan serta setiap individu masyarakat yang secara proaktif turut mendukung dalam membangun rumahnya masing-masing sesuai dengan kriteria rumah layak huni

    Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto menerangkan, pada tahun ini Peringatan Hapernas mengangkat tema “Kolaborasi Wujudkan Hunian Layak dan Terjangkau Untuk Semua”. Dalam kegiatan ini Kementerian PUPR mengikutsertakan seluruh stakeholder dalam rangkaian peringatan Hapernas.

    Para pemangku kepentingan dapat terlibat dalam Pameran Rumah Rakyat bertajuk Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022 dan MiniTalkshow yang merupakan kolaborasi antara Kementerian PUPR dengan Bank BTN di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Pameran tersebut diselenggarakan mulai 13-21 Agustus 2022.

    Selanjutnya ada juga sayembara desain dan inovasi teknologi, seminar, podcast, serta groundbreaking kolaborasi dalam Program Penanganan Kemiskinan Ekstrem (PKE) yang dibarengi dengan peringatan Hari Habitat Dunia Tahun 2022 yang melibatkan berbagai Unit Kerja di lingkungan Kementerian PUPR. Selain itu, Direktorat Jenderal Perumahan juga mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Mewujudkan Hunian Idaman Rusun Milik SKBG di Perkotaan”.

    Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan, katanya, juga telah menjalankan beberapa program dalam upaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap rumah layak huni dan terjangkau, diantaranya melalui Program Satu Juta Rumah, penanganan Rumah Tidak Layak Huni melalui pembangunan Rumah Susun, Rumah Khusus, dan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya, serta kami siap mendukung penyediaan hunian bagi ASN, TNI dan POLRI di Ibukota Nusantara.

    Dalam mendukung penyediaan hunian layak huni, Direktorat Jenderal Perumahan juga telah melakukan kolaborasi dengan beberapa instansi, diantaranya Kemendikbudristek melalui program Magang Kampus Merdeka dan BAZNAS.

    “Kami sangat terbuka dengan upaya kolaborasi-kolaborasi dengan berbagai pihak kedepannya,” katanya.

  • Ekonom: Menunda PMN Berarti Lost Opportunity & MBR Paling Dirugikan

    JAKARTA,KORIDOR.ONLINE—Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77, pemenuhan kebutuhan tempat tinggal masih menjadi salah satu masalah utama negeri ini. Situasi ini diperparah dengan semakin mahalnya harga properti akibat lahan yang sempit di daerah perkotaan yang masih menjadi tempat utama masyarakat dalam mencari nafkah.

    Berdasarkan riset yang dilakukan Katadata Insight Center, harga tanah menjadi hambatan utama dalam penambahan pasokan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hambatan lainnya terkait kemampuan daya beli MBR yang selalu tertinggal dari kenaikan harga lahan dan bangunan. Karena itu, keberpihakan pemerintah dan dukungan perbankan sangat penting dalam mendukung kepemilikan rumah untuk segmen MBR. Panel ahli Katadata Insight Center Mulya Amri mengatakan, 84% dari backlog atau kekurangan rumah di Indonesia didominasi oleh MBR.

    “Peran vital pemerintah dan lembaga perbankan sangat krusial untuk mengatasi backlog. Dibutuhkan lembaga perbankan yang berkomitmen menyalurkan kredit konstruksi dan KPR bersubsidi. Inovasi sumber pendanaan harus menjadi fokus utama untuk kurangi beban APBN. Penyertaan Modal Negara dan kecukupan modal perbankan bisa mendukung cita-cita mulia pemerintah mewujudkan tempat tinggal yang layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Mulia Amri dalam webinar Rumah untuk Semua: Mencari Solusi Masyarakat Merdeka Punya Rumah yang diselenggarakan Katadata, Senin (15/8/2022).

    Katadata Insight Center melakukan riset selama tiga bulan, terhitung sejak Mei hingga akhir Juli. Untuk memvalidasi temuan di lapangan, tim Katadata juga melakukan interview dengan para pemangku kepentingan di industri perumahan, mulai dari pengurus asosiasi, ekonom, pengamat properti, Kementerian PUPR, Kementrian Keuangan, Bank BTN hingga sejumlah debitur KPR.

    “Kegiatan riset ini bagian dari upaya kami mengingatkan kembali pemerintah tentang janji mulia program sejuta rumah yang dicetuskan Presiden Joko Widodo pada 2015 silam. Kami juga sengaja merilis hasil riset ini menjelang hari Kemerdekaan sebagai renungan bersama bahwa banyak masyarakat kita yang belum sepenuhnya merdeka memiliki hunian layak,”  jelas Mulia.

    Data Kementerian PUPR memperlihatkan jumlah backlog kepemilikan rumah di Indonesia mencapai 12,75 juta unit. Hal itu masih ditambah data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020 yang menyatakan hanya 59,5% keluarga menghuni rumah yang layak, sementara sisanya adalah rumah tidak layak huni.

    Data backlog diperkirakan akan terus meningkat. Pasalnya, jumlah keluarga baru terus bertambah, sementara pasokan hunian layak tidak mampu mengimbangi. Kalaupun ada pasokan, harganya sulit terjangkau atau pilihan lainnya lokasi rumah berada jauh dari tempat beraktivitas, seperti di area pinggiran kota.

    Berdasarkan riset yang telah dilakukan, Katadata merekomendasikan beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah agar backlog perumahan bisa berkurang secara signifikan dan keresahan kaum milenial yang susah memiliki rumah karena kenaikan harga properti bisa dicarikan solusinya. Rekomendasi pertama yakni pemerintah perlu mendukung ketersediaan lahan untuk pembangunan hunian MBR. Kedua, Pengembangan hunian vertikal harus diwujudkan dengan melibatkan pengembang skala besar.

    Ketiga, regulasi pemerintah harus sejalan dengan tujuan penambahan pasokan hunian MBR. Keempat, inovasi sumber pendanaan harus menjadi fokus utama mengurangi beban APBN. Kelima, pemerintah perlu mengkaji pentingnya keberadaan bank khusus perumahan rakyat. Dan keenam, PMN dan kecukupan modal perbankan dapat mendukung cita-cita pemerintah mewujudkan tempat tinggal layak huni bagi MBR.

    “Perlu upaya ekstra keras dalam menekan angka backlog. Lebih dari sekadar dukungan dan keberpihakan nyata semua pihak agar visi besar presiden Jokowi bisa terwujud sebelum masa jabatannya habis,” kata Piter Abdullah, Ekonom CORE Indonesia, yang menjadi salah satu panelis diskusi.

    Salah satu upaya yang bisa ditempuh adalah meningkatkan kapasitas permodalan Bank BTN melalui penyertaan modal negara (PMN). Dengan menerima PMN, BTN bakal punya kemampuan untuk memperbesar penyaluran kredit ke MBR.

    “BTN terbukti punya rekam jejak dan sejarah panjang sebagai pelaksana mandat pemerintah dalam membantu MBR memiliki rumah. Fakta juga menunjukkan, BTN paling berprestasi dalam menyalurkan program kredit bersubsidi FLPP dan punya keberpihakan nyata terhadap segmen MBR,” kata Piter.

    Piter juga mengingatkan tanpa PMN ke BTN, program sejuta rumah rakyat yang digagas Presiden Jokowi bisa melambat, sementara masa jabatan presiden kurang dari dua tahun lagi.

    “Tanpa keberpihakan dan komitmen pemerintah, memiliki hunian layak hanya menjadi mimpi para MBR. Tak ada pilihan bagi pemerintah selain menyalurkan PMN ke BTN. Menunda PMN berarti lost opportunity dan segmen MBR paling dirugikan,” kata Piter.

    Kawasan Perumahan Bersubsidi

    Beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan generasi milenial semakin sulit memiliki rumah atau hunian karena kenaikan harga properti yang tidak sebanding dengan pendapatan mereka.

    Kondisi ini membuat pemerintah melakukan pelbagai upaya agar masyarakat Indonesia, terutama generasi muda bisa memiliki rumah. Salah satunya, pemerintah melancarkan Program Sejuta Rumah. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyediakan bantuan rumah layak huni serta prasarana, sarana dan utilitas umum bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    Direktur Rumah Umum dan Komersial Kementerian PUPR Fitrah Nur mengatakan, Kementerian PUPR terus berupaya mengatasi kekurangan perumahan (backlog) dan mendorong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah layak huni. Salah satunya dengan melakukan inovasi penyediaan hunian layak bagi MBR berpendapatan tidak tetap atau informal.

    “Jika sektor MBR informal ini dapat dipetakan lebih rinci, pasti akan lebih mudah menjangkau mereka dalam pembiayaan KPR oleh perbankan. Kita ambil contoh petani bisa masuk dalam kategori MBR informal karena tidak memiliki slip gaji, namun sebenarnya kemampuan bayar mereka cukup tinggi, jadi mungkin solusi yang tepat adalah pemetaan sektor MBR informal untuk selanjutnya dijadikan Grand Design Perumahan Segmen MBR Informal,” kata Fitrah Nur.

    Wakil Ketua Umum DPP REI Moderod mengungkapkan, saat ini DPP REI sedang mendorong program untuk memudahkan masyarakat, khususnya pekerja untuk mendapatkan perumahan layak huni, khususnya apartemen dengan cara menyewa untuk kemudian memiliki (rent to own). Selain itu, program sejuta rumah rakyat juga terus dikerjakan sesuai dengan target yang sudah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.

    “Program sejuta rumah yang sedang berjalan dan on the right track, peningkatan selama pandemi sedikit melambat, tapi selama pandemi salah satu bidang usaha yang masih positif adalah di bidang properti, termasuk di bidang perumahan masyarakat berpenghasilan rendah,” jelas Moerod.

  • Berikan Kemudahan Transaksi Bagi Sektor UMKM, Bank DKI Terapkan Digitalisasi Pasar Kebayoran Lama

    JAKARTA, KORIDOR – Akselerasi transformasi layanan digital terus dilakukan oleh Bank DKI, salah satunya dalam memberikan kemudahan bagi sektor UMKM. Untuk itu, pada Kamis, 11 Agustus 2022, Bank DKI bersama Bank Indonesia melakukan kegiatan monitoring on site penerapan akseptansi pembayaran digital SIAP QRIS  (Sehat Inovatif dan Aman Pakai-Quick Response Code Indonesian Standard) melalui JakOne Mobile di pasar Kebayoran Lama.

    Sebelumnya,Bank DKI Bersama Bank Indonesia juga telah melakukan program digitalisasi di pasar Perumnas Klender, Pasar Kedoya, Pasar Koja dan Pasar Santa. Hadir dalam acara tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Onny Widjanarko, Direktur Ritel & Syariah, Babay Parid Wazdi, Kepala UPT Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Waluyo Hadi dan Manager Area 9 Pasar Kebayoran Lama, Dicky Fajar Siddik.

    Baca Juga: BTN Kembali Gelar Indonesia Property Expo 2022

    Direktur Ritel & Syariah, Babay Parid Wazdi dalam keterangannya menyatakan, “kontribusi UMKM dalam penyerapan tenaga kerja dan pembangunan ekonomi sangat besar. Oleh karena itu, sebagai BUMD DKI Jakarta yang fokus dalam pengembangan sektor UMKM, Bank DKI turut mendukung dengan menyediakan JakOne Mobile sebagai super apps dengan berbagai fitur layanan digitalnya yang dapat mengakomodir berbagai kebutuhan transaksi keuangan harian khususnya bagi para pedagang dan pengunjung pasar Kebayoran Lama.”

    Melalui aplikasi JakOne Mobile, Bank DKI menghadirkan solusi perbankan digital bagi nasabah penggunanya untuk menciptakan pengalaman bertransaksi yang lebih personal, mobile dan handal mulai dari bayar bermacam tagihan hingga pembayaran pajak dan belanja online, transaksi Scan by QRIS, top up uang elektronik, bersedekah/ berdonasi untuk sesama hingga mengamankan dana darurat melalui pembukaan deposito dimana saja dan kapan saja.

    Baca Juga: Intiland Dan Mitbana Berkongsi, Kembangkan TOD Terpadu Talaga Bestari Tangerang

    Saat ini, Bank DKI juga telah menghadirkan New JakOne Mobile dengan tampilan UI/UX yang lebih menarik dan user friendly dalam memenuhi ekspektasi nasabah khususnya generasi milenial. Selain itu, New JakOne Mobile juga dapat digunakan oleh nasabah baru untuk membuka rekening tabungan secara online melalui smartphonenya tanpa harus ke kantor cabang Bank  DKI. Untuk informasi lebih lanjut terkait JakOne Mobile, nasabah dapat mengunjungi laman website di https://jakone.mobi/jakone-blog/new-jakone

    Sebagaimana diketahui, sampai dengan periode Juli 2022, transaksi QRIS melalui JakOne Mobile Bank DKI tumbuh 29,42% (yoy) menjadi 477.262 dibanding periode Juli 2021 sebesar 368.746. Selain transaksi QRIS, sampai dengan Juli 2022, jumlah pengguna JakOne Mobile juga sudah mencapai 1,7 juta pengguna, dengan jumlah nominal transaksi mencapai lebih dari Rp11 triliun, serta volume transaksi mencapai 12 juta transaksi.

    Baca Juga: Pinhome Tawarkan Pengembang Program Kerja Sama

    Selain JakOne Mobile, Bank DKI juga turut mengajak pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya dengan menjadi agen melalui aplikasi JakOne Abank. JakOne Abank merupakan layanan perbankan tanpa kantor dimana Bank DKI hadir melalui Agen dengan menggunakan perangkat Mobile Point of Sale (MPOS) untuk pembayaran pajak dan retribusi, pembayaran tagihan. Dengan menjadi agen JakOne Abank, para pelaku UMKM dapat melayani berbagai transaksi perbankan serta mendapatkan komisi dari setiap transaksi.

    Bank DKI juga melakukan pengembangan aplikasi Digital Lending sebagai solusi dalam menghadirkan akses permodalan bagi para pelaku usaha yang tentunya baik bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi khususnya di DKI Jakarta.

    Sebagai Bank yang memberikan perhatian penuh dalam pengembangan UMKM, Bank DKI juga turut berpartisipasi pada program Kredit Usaha Rakyat. Tahun 2022, Bank DKI menargetkan dapat menyalurkan KUR sebesar Rp1 triliun kepada pelaku UMKM di wilayah operasional Bank DKI baik debitur eksisting, anggota JakPreneur, dan Pedagang Perumda Pasar Jaya.

  • BTN Kembali Gelar Indonesia Property Expo 2022

    JAKARTA,KORIDOR.ONLINE–Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-77, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menggelar pameran perumahan terbesar di Indonesia yakni Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022 dengan tema “KPR BTN Merdeka”. Ajang IPEX 2022 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan akan berlangsung mulai 13 Agustus 2022 hingga 21 Agustus 2022.

    Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, permintaan rumah terus ada dan jumlahnya cukup besar terlihat dari kesenjangan akan permintaan dan kemampuan dalam penyediaan rumah bagi masyarakat. Dalam pemenuhan rumah yang layak huni terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Pemerintah tidak sendirian dalam mewujudkannya. Diperlukan kerjasama berbagai pihak baik dari asosiasi pengembang, perbankan dan regulator. Indonesia Property Expo (IPEX) 2022 ini merupakan salah satu sarana untuk menjawab kebutuhan tersebut.

    Pembukaan IPEX 2022 di JCC, Senayan Jakarta

    Dia menjelaskan, IPEX 2022 kali ini sangat istimewa karena selain untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-77, juga dalam rangka memeriahkan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) tahun 2022 yang mengusung tema Hunian Layak dan Terjangkau untuk Semua.

    “IPEX 2022 kali ini kami mengusung tema KPR BTN Merdeka, yang memiliki makna setiap masyarakat berhak memiliki hunian yang layak dengan difasilitasi melalui KPR BTN,” ujar Haru pada Pembukaan IPEX 2022 di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (13/8).

    Menurut Haru, IPEX 2022 KPR BTN Merdeka diikuti oleh 55 pengembang dan Bank BTN  menargetkan potensi izin prinsip kredit pemilikan rumah (KPR) sekitar Rp2,5 triliun. Turut bergabung setidaknya 11 pengembang subsidi, 44 pengembang non subsidi, dan 7 peserta dari penyedia pendukung perumahan dan pengembang non asosiasi. “Selama Sembilan hari pameran ini diharapkan mampu menyedot pengunjung lebih dari 55.000 orang,” tegasnya.

    Adapun proyek yang dipasarkan pada pameran ini mencapai lebih dari 300 proyek perumahan yang tersebar di seluruh Jabodetabek dan beberapa kota seperti Bandung, Surabaya, dan lainnya. Bagi masyarakat yang mengambil KPR dalam ajang IPEX 2022, Bank BTN memberikan bunga yang sangat menarik yakni hanya 2,22% di tahun pertama. Selain itu ada penawaran gratis untuk biaya provisi, administrasi, dan appraisal.

    Haru menuturkan, Bank BTN terus berkomitmen menjadi mitra Pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rumah layak huni bagi MBR. Komitmen ini dibuktikan perseroan dengan kontribusi yang sangat besar terhadap program sejuta rumah.

    “Jumlah penyaluran pembiayaan rumah Bank BTN diharapkan akan menjadi lebih besar jika pada saatnya nanti Pemerintah menyetujui corporate action dalam rights issue yang direncanakan dapat dilaksanakan pada akhir tahun ini,” paparnya.

    Menurut dia, dengan perolehan dana rights issue tersebut, Bank BTN dapat memperluas ekspansi penyaluran pembiayaan rumah lebih besar lagi. Bank BTN akan dapat berperan lebih besar lagi sekaligus menjadi mitra Pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rumah khususnya bagi MBR.

    Dengan rights issue tersebut, sampai dengan akhir tahun 2025 Bank BTN akan mampu menyalurkan pembiayaan rumah sekitar 1,5 juta unit rumah atau naik hampir 8 kali lipat dari saat ini.

    “Kami menyadari bahwa tugas Bank BTN adalah tugas yang sangat menantang dan tidak mungkin dilaksanakan sendirian. Perlu dukungan penuh dari seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan di bidang perumahan agar amanat undang-undang terkait rumah untuk rakyat yang tercermin dalam program sejuta rumah sebagai inisiasi Bapak Presiden Jokowi dapat terpenuhi,” pungkas Haru.

  • Intiland Dan Mitbana Berkongsi, Kembangkan TOD Terpadu Talaga Bestari Tangerang

    JAKARTA,KORIDOR.ONLINE—PT Intiland Development Tbk, perusahaan pengembang properti menjalin kerja sama strategis dengan Mitbana Urban Development Fund (Mitbana) untuk pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) terpadu seluas 51 hektare di Talaga Bestari, Tangerang.

    Kerja sama strategis ini diwujudkan dengan pembentukan perusahaan joint venture PT Inti Mitbana Development (IMD) yang dilakukan Perseroan melalui salah satu anak perusahaan PT Sinar Puspa Persada. Kerja sama joint venture ini berlaku efektif sejak 5 Agustus 2022.

    Penandatanganan kesepakatan kerja sama telah dilakukan sebelumnya oleh Suhendro Prabowo Wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officcer Intiland dan Permadi Indra Yoga, Direktur Pengembangan Bisnis Intiland dengan Mr. Pang Yee Ean selaku Board Member Mitbana di Jakarta.

    Permadi menjelaskan pengembangan baru kawasan Talaga Bestari memiliki prospek sangat baik seiring dengan semakin lengkapnya pengembangan infrastruktur jalan yang meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas ke berbagai tujuan di Jakarta maupun Tangerang.Menurutnya lokasi kawasan Talaga Bestari sangat strategis ditopang akses jalan tol Jakarta-Merak serta tersediannya pintu tol Balaraja Timur yang memudahkan akses dari dan menuju Jakarta atau Tangerang, termasuk akses langsung menunju kawasan pusat bisnis di Jakarta.

    Lokasi Talaga Bestari juga dekat dengan jalan tol Serpong-Bandara yang menghubungkan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Akses infrastruktur lainnya yakni jalan tol Serpong – Balaraja yang saat ini sedang proses pembangunan serta rencana jalan tol Balaraja-Bandara yang akan dibangun di masa depan. Jalan tol ini lokasinya dekat kawasan pengembangan baru Talaga Bestari.

    “Kemitraan dengan Mitbana menjadi strategi pertumbuhan utama dan mensinergikan kekuatan serta dan pengalaman kedua pihak untuk pengembangan properti” ujar Permadi dalam keterangannya, Senin (8/8).

    Sementara itu Chief Executive Officer Mitbana Yap Shih Chia, mengatakan, Indonesia selalu menjadi pilihan pasar investasi utama bagi Mitbana. Dari kerja sama joint venture ini, menurut Permadi pengembangan baru kawasan Talaga Bestari terbagi menjadi dua tahapan.

    Tahap pertama yakni pengembangan township seluas 40 hektare yang meliputi antara lain untuk perumahan, ritel, food & beverage, dan fasilitas club house baru untuk penghuni.

    Tahap II menempati lahan seluas 11 hektare untuk pengembangan area TOD yang dilengkapi dengan apartemen, ritel dan komersial terpadu yang teritegrasi dengan berbagai fasilitas suttle bus dan stasiun Mass-Rapid Transport (MRT).

    Presiden Direktur & Chief Operating Officer Mitbana Joseph Ueda mengatakan Mitbana akan memanfaatkan pengalaman Mitsubishi Corporation dalam mengkurasi perkembangan perkotaan serta keahlian teknis Surbana Jurong dalam perencanaan dan desain perkotaan, dalam berbagi praktik terbaik dari Jepang dan Singapura.

    “Bersama Intiland, kami ingin menciptakan pembangunan berkelanjutan terdepan di Talaga Bestari dan mendorong pembangunan komunitas sosial yang inklusif,” ujar Joseph Ueda.

    Dalam perusahaan joint venture ini, Mitbana memiliki 70 persen saham dan akan menyediakan dukungan teknis untuk pembuatan rencana induk, desain perkotaan dan infrastruktur untuk pengembangan baru kawasan Talaga Bestari.

    Mitbana telah menyiapkan desain dan fitur-fitur pengembangan berkelanjutan, termasuk penyediaan area hijau dan central park, jalur pedestrian dan sepeda yang akan terhubung dengan area-area hijau di seluruh kawasan pengembangan.

    ”Intiland akan lebih fokus pada persiapan lahan, pengembangan infrastruktur dan hubungan dengan pihak-pihak utama setempat, serta penanganan proses kontruksi dari pengembangan baru kawasan ini,” ujar Permadi

     

  • BP Tapera Gelar Pengundian Perdana Gelegar Rezeki Tapera

    JAKARTA,KORIDOR.ONLINE—Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menggelar Pengundian perdana Gelegar Rezeki Tapera, disaksikan oleh Kementerian Sosial dan Notaris Jumat (29/7) di kantor BP Tapera, Kebayoran Baru, Jakarta. Gelegar Rezeki Tapera diselenggarakan dalam rangka percepatan pemutakhiran data (khusus PNS/ASN), program ini digelar sejak April 2022. Pengundian perdana ini diikuti oleh 952.906 peserta dengan hadiah tahap pertama yatu berupa  20 tablet Samsung A8 dan 47 HP Samsung A03.

    Undian ini ditayangkan secara langsung melalui Zoom Meeting dan Kanal Youtube BP Tapera. Tercatat lebih dari 700 partisipan hadir menyaksikan acara undian tersebut. Dari jajaran BP Tapera hadir langsung menyaksikan dan mengundi hadiah peserta Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana, Eko Ariantoro; Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana, Ariev Baginda Siregar; dan Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi, Nostra Tarigan serta jajaran direktur terkait yaitu  Direktur Operasi Pengerahan dan Direktur Kerjasama Kepersertaan.

    Rencananya pengundian hadiah ini akan berlangsung sebanyak 3 periode, yaitu pemutakhiran data yang dilakukan April – Juni 2022 yang diundi di bulan Juli 2022, pemutakhiran data yang dilakukan Juli hingga September 2022 yang akan dilakukan pengundian di bulan Oktober 2022, dan untuk pemutakhiran data yang dilakukan Oktober hingga Desember 2022 maka akan diundi di bulan Januari 2023 serta diikuti pengundian grand prize di periode yang sama.

    Bagi peserta yang telah melakukan pemutakhiran data melalui sitara.tapera.go.id/peserta/login sejak 1 April 2022, maka secara otomatis peserta tersebut dapat mengikuti program reward “Gelegar Rezeki Tapera” dari BP Tapera dan berhak memperoleh 1 (satu) nomor undian untuk mendapatkan total 156 hadiah mencapai miliaran Rupiah berupa, Samsung Tab A8, Handphone Samsung A03, Motor Honda Bear Deluxe, dan Grand Prize mobil Mitshubishi All New Expander GLS MT.

    Sebagai informasi, per 26 Juli 2022 data seluruh peserta (khusus PNS) yang telah melakukan pemutakhiran data sebanyak 1.088.174 peserta. Padahal saat ini jumlah peserta yang tercatat aktif sebanyak 4.075.814 peserta. Diharapkan dengan adanya upaya ini, sisa peserta aktif yang belum melakukan pemutakhiran data dapat segera, melakukan updating data di portal kepesertaan Sitara sesuai dengan amanah PP No.25 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat, Pemberi Kerja dan Peserta Pekerja wajib melakukan pemutakhiran data kepegawaian dan data individunya. “Ditargetkan dengan adanya program Gelegar Rezeki Tapera ini, 80% dari peserta yang tercatat aktif bisa melakukan pemutahiran data,” ungkap Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana, Eko Ariantoro optimis.

    Dengan melakukan pemutakhiran data, peserta dapat menikmati beberapa manfaat antara lain pengecekan saldo tabungan beserta imbal hasil, menentukan prinsip pengelolaan dana baik secara konvensional maupun Syariah dan bagi kepesertaan  bagi yang memenuhi syarat eligible dapat mengajukan minat pembiayaan untuk kepemilikan rumah (KPR), pembangunan rumah dan renovasi rumah dengan suku bunga yang kompetitif. Serta bisa menentukan bank pencairan tabungan ketika nanti pensiun atau berakhir masa kepesertaan.

     

    “Langkah ini kami lakukan sebagai upaya pendorong para eserta agar segera melakukan pemutakhiran data agar bisa menikmati manfaat yang ada demi mewujudkan rumah pertama bagi MBR. Silakan kunjungi website resmi kami www.tapera.go.id untuk informasi lebih lanjut terkait dengan program Gelegar Rezeki Tapera ini dan raih peluang yang ada,” tutup Eko Ariantoro dalam sambutannya.

    Daftar pemenang undian Gelegar Rezeki Tapera Periode pertama ini dapat dilihat pada halaman resmi situs BP Tapera di https://tapera.go.id dan media sosial BP Tapera, Instagram @bp.tapera dan tayangan ulang dapat disaksikan juga di youtube BP Tapera dengan judul Pengundian Hadiah Gelegar Rejeki Tapera Periode 1. Informasi hanya keluar dari media komunikasi resmi BP Tapera, hati-hati terhadap penipuan, BP Tapera tidak memungut biaya dalam proses undian ini.

  • Aditya Prabowo Terpilih Pimpin Deprindo Tiga Tahun Ke Depan

    JAKARTA,KORIDOR.ONLINE—Aditya Prabowo akhirnya terpilih secara aklamasi dalam ajang Musyawarah Nasional (Munas) ke-IV guna memimpin asosiasi Developer Properti Indonesia (Deprindo) untuk peridoe tiga tahun ke depan, 2022-2025. Munas juga menyepakati beberapa rekomendasi, baik untuk internal Deprindo sendiri maupun kepada pemerintah.

    “Saat ini pentingnya anggota menjalin kekompakan dan saling membantu antar anggota sehingga program-program yang dicanangkan ketua umum dapat terlaksana dengan baik,” kata ketua umum terpilih Aditya Prabowo.

    Sementara Asriman Akhiruddin Tanjung selaku ketua dewan pembina, mengingatkan agar setiap anggota Deprindo tetap menjaga semangat dan fokus dalam menjalankan bisnis properti, karena tantangan yang akan dihadapi semakin berat ke depannya.

    Menurutnya, tantangan tersebut diantaranya belum lancarnya pelayanan pemerintah terkait perizinan bangunan yang disebabkan oleh petugas dan infrastruktur Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang belum berjalan dengan baik.

    Tantangan selanjutnya adalah belum tuntasnya pandemi Covid19 sehingga sehingga berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Tidak ada yang bisa memastikan kapan pandemi ini berakhir.

    “Selain itu kondisi global juga tidak bisa dipandang sebelah mata imbas perang Ukraina. Jika perang berkepanjangan maka akan semakin banyak negara yang naik inflasinya dan itu akan menjalar ke Indonesia,” kata dia.

    Pada kesempatan yang sama Jimmy Faisal Pasaribu ketua DPW Deprindo DKI Jakarta yang juga Ketua OC Munas menjelaskan bahwa selain memilih ketua umum dan ketua dewan pembina, Munas Deprindo juga menghasilkan beberapa rekomendasi. Diantaranya Deprindo perlu menerapkan digitalisasi data dan informasi tentang keanggotaan, regulasi dan perkembangan bisnis properti di tanah air.

    “Sehingga informasi tersebut mudah diakses oleh seluruh anggota, dalam rangka mewujudkan Deprindo yang modern dan bermanfaat bagi seluruh anggota dan masyarakat pada umumnya,” lanjutnya.

    Deprindo menurut Aditya perlu berpartisipasi aktif dalam pemenuhan kebutuhan perumahan yang layak bagi seluruh masyarakat. Deprindo perlu berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan kepada pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan Stakeholder bisnis properti lainnya dalam setiap pembuatan kebijakan dan regulasi.

    “Deprindo mendorong agar semua pemangku kepentingan pembangunan perumahan mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan BUMN yang berkaitan dengan pembangunan dan pembiayaan perumahan membuat kebijakan yang mempermudah masyarakat miliki rumah, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat memiliki rumah yang layak,” ujarnya.

    Selanjutnya tak lupa Munas juga menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Program Kerja Organisasi, dimana dalam GBHPKO ini tertuang acuan bagi program kerja setiap ketua umum terpilih.

     

  • INARIE, Pameran Riset Dan Produk Terinovatif 2022

    JAKARTA,KORIDOR.ONLINE— Gelaran RITECH EXPO alias  Riset, Inovasi, dan Teknologi Expo, tahun ini bersalin rupa menjadi INARIE atau Indonesia Research and Innovation Expo. Kegiatan ini merupakan pameran berskala besar untuk menunjukkan karya-karya inovatif anak bangsa yang didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) . Laksana Tri Handoko, Kepala BRIN mengatakan INARIE tidak sekedar perubahan nama tetapi merupakan transformasi dari lahirnya BRIN sebagai lembaga yang dibentuk untuk menjadi induk seluruh aktivitas riset dan inovasi di Indonesia.

    “INARIE diharapkan dapat meneruskan kesuksesan RITECH EXPO dan lebih menonjolkan peranan riset dan inovasi teknologi dalam mengawal perubahan era. Sehingga, INARIE dapat membawa pameran riset terbesar ini ke level berikutnya,” kata Handoko dalam keterangan tertulis, Rabu, 13 Juli 2022.

    INARIE 2022 akan menjadi event berskala internasional dengan mengusung tema Digital, Green, & Blue Economy. Kegiatan ini menjadi ajang pamer (show case) hasil invensi dan inovasi karya anak bangsa dengan ruang lingkup, yakni bidang pangan dan pertanian, kesehatan dan obat, transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, energi, material maju, hankam, kemaritiman, penanggulangan bencana, dan sosial budaya.

    INARIE 2022 bertujuan menyatukan periset, inovator, dan inventor dari berbagai institusi riset, termasuk mitra dan pemangku kepentingan untuk saling mempromosikan, melihat, berdiskusi, dan berkolaborasi dalam membentuk masa depan riset dan inovasi di Indonesia dan dunia.

    “BRIN ingin mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi, guna mewujudkan ekonomi yang berbasis digital, berwawasan lingkungan, dan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia,” tambah Handoko.

    INARIE 2022 akan menjadi kegiatan pameran dan edukasi publik luring pertama yang didukung BRIN dan melibatkan masyarakat umum. Selama tiga tahun ke belakang secara berturut-turut, kegiatan pameran dan edukasi publik dilaksanakan dalam format virtual-exhibition.

    INARIE merupakan bagian dari Presidensi G20 Indonesia 2022 di mana BRIN berperan sebagai pengampu kegiatan Research and Innovation Initiative Gathering (RIIG) dan Space 20. INARIE 2022 juga terkoneksi dengan ASEAN Startup Festival yang diikuti oleh start-up dari negara anggota ASEAN dan India.

    “Tahun ini, melalui INARIE 2022, Indonesia mendapat peluang untuk membangun kerja sama internasional dalam membangun kapasitas inovasi, memfasilitasi transfer teknologi dan mempromosikan teknologi sebagai penggerak utama pembangunan berkelanjutan,” tutur Handoko.

    INARIE 2022 akan melibatkan lebih dari 50 peserta pameran (exhibitor), baik dari lembaga riset, pemerintah, kalangan bisnis/pengusaha, maupun komunitas. Kegiatan ini menargetkan total sekitar enam ribu pengunjung yang berasal dari pemerintah pusat/daerah/regional termasuk lembaga pemerintah, industri/komersial, stakeholder iptek dan inovasi, lembaga riset, UMKM, komunitas, pengguna akhir dan masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa, serta media massa.

  • Intiland Mulai Kembangkan Amesta Living Surabaya

    SURABAYA,KORIDOR.ONLINE—PT Intiland Development Tbk (Intiland) memulai pembangunan kawasan terpadu Amesta Living yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Dimulainya pembangunan kawasan Amesta Living menjadi langkah lanjut Perseroan setelah sukses meluncurkan dan memasarkan produkproduk hunian pada akhir tahun 2021. Amesta Living merupakan proyek pengembangan kawasan mixed-use terpadu yang dikembangkan oleh PT Graha Abdael Sukses (GAS), perusahaan hasil kolaborasi antara Intiland dengan PT Abdael Nusa.

    Memiliki rencana pengembangan hingga seluas 60 hektare, Amesta Living dirancang sebagai kawasan terpadu yang menyediakan beragam kebutuhan properti, mulai dari unit-unit residensialseperti rumah tapak, apartemen, ritel, komersial, SOHO, perkantoran, hingga lifestyle mall.

    Hans Wibisono Direktur Utama GAS menjelaskan pengembangan kawasan Amesta Living dilakukan dalam beberapa tahapan. Pengembangan tahap I meliputi pembangunan infrastuktur kawasan, jalan, saluran air, water promenade, fasilitas-fasilitas publik, rumah contoh, kantor pemasarakan, serta unit-unit rumah yang sudah dipasarkan.

    Hans menjelaskan proses pembangunan kawasan Amesta Living sudah dimulai sejak triwulan II tahun ini. Selain pembangunan infrastruktur kawasan, Perseroan saat ini sedang membangun 280 unit rumah yang sudah terjual pada penjualan tahap I.

    “Pembangunan unit rumah akan kami lakukan secara bertahap dan saat ini sudah terbangun 90 unit. Komitmen kami untuk menyelesaikan dan menyerahterimakan tepat waktu sebagai apresiasi atas kepercayaan para konsumen,” ungkap Hans lebih lanjut.

    Tahapan pembangunan unit-unit rumah diproyeksikan selesai seluruhnya pada triwulan III tahun depan. Perseroan menargetkan serah terima unit ke para konsumen bisa dilakukan secara bertahap mulai triwulan III tahun 2023. Hingga pertengahan tahun ini, Perseroan juga telah menyelesaikan pembangunan kantor pemasaran untuk membantu masyarakat mengetahui pengembangan kawasan Amesta Living.

    Perseroan juga berhasil menyelesaikan pembangunan sejumlah fasilitas publik seperti amphitheatre sebagai sarana kebutuhan bagi para penghuni. Upaya lainnya yakni penyediaan sejumlah fasilitas penting untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi penghuni. Salah satunya yakni penerapan berbagai sistem keamanan terpadu seperti sistem gerbang tunggal, CCTV, dan lain sebagainya.

    “Kami ingin penghuni merasa nyaman dan aman sejak mulai pindah dan tinggal di Amesta Living. Segala sesuatunya kami pikirkan secara detil, mulai dari aspek kenyamanan, keamanan, dan kesiapan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya,” kata Hans Wibisono.

    Sebagai pengembangan baru kawasan terpadu, Amesta Living mendapat sambutan sangat baik dari masyarakat. Keunggulan dari sisi konsep, desain, fasilitas, hingga rencana pengembangan secara jangka panjang dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap sebuah kawasan hunian yang ideal.

    Apresiasi konsumen terbukti saat peluncuran, yakni sebanyak 259 unit rumah berhasil terjual dalam satu hari. Saat ini tercatat penjualan Amesta Living mencapai sebanyak 280 unit rumah berbagai tipe dengan nilai penjualan mencapai sekitar Rp350 miliar.

    Harto Laksono Direktur Pemasarakan Intiland untuk Surabaya menjelaskan bahwa hasil penjualan Amesta Living menjadi sinyalemen positif terhadap pertumbuhan sektor properti, khususnya di Surabaya. Kepercayaan dan minat beli properti masyarakat mulai berangsur-angsur pulih, termasuk tren investasi terhadap produk-produk properti, terutama segmen perumahan.

    Hasil penjualan tersebut sekaligus menjadi pencapaian luar biasa di saat pandemi Covid 19 masih berlangsung. Atas hasil pencapaian tersebut, Amesta Living dinobatkan sebagai salah satu Pengembangan Proyek Baru Terbaik setelah meraih penghargaan “Best Rising Development” – Non Jabodetabek Area di ajang Lamudi Property Awards yang diselenggarakan Lamudi.co.id pada 24 Juni 2022.

    “Kami percaya pasar properti berangsur-angsur pulih dan bergerak membaik. Banyak konsumen yang menanyakan rencana pengembangan baru, khususnya produk perumahan dan komersial. Saat ini adalah momentum terbaik bagi konsumen dan developer untuk meluncurkan produk-produk inovatif yang memenuhi kebutuhan pasar,” kata Harto Laksono.

    Keunggulan Konsep dan Lokasi Perseroan menilai salah satu kunci sukses Amesta Living adalah lokasi proyek yang sangat strategis. Amesta Living berlokasi di kawasan startegis Surabaya Timur dan berada di Nol Outer Eastr Ring Road (OERR) atau Jalan Lingkar Luar Timur Surabaya.

    Lokasi kawasan ini mudah dijangkau dari Bandara Internasional Juanda maupun menuju pusat kawasan bisnis Surabaya. Pengembangan Amesta Living juga menjadi langkah strategis Perseroan melihat ceruk pasar dari kawasan Surabaya Timur yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kunci sukses lainnya yakni memiliki desain inovatif untuk unit-unit rumah Amesta Living dengan mengusung konsep “Japandi” (Japanese – Scandinavian).

    Penerapan desain yang inovatif tersebut serta dipadukan dengan pemilihan ukuran rumah yang compact terbukti sesuai dan menjawab tren gaya hidup masyarakat modern. Unit rumah tipe Terra menjadi pilihan favorit masyarakat dengan ukuran luas lahan mulai 60 m2 hingga 90 m2. Rumah dua lantai seluas 75 m2 ini dilengkapi dengan dua sampai tiga kamar tidur, dua kamar mandi, dan carport. Selain itu juga tersedia tipe lainnya seperti Nora dengan luas lahan 40 m2 dan bangunan 53m2, serta Sora dengan dua pilihan luas lahan 60 m2 dan 63 m2

    Harto Laksono mengugkapkan bahwa permintaan terhadap unit-unit rumah Amesta Living terus mengalami peningkatan. Mengantisipasi tren tersebut, Perseroan berencana untuk meluncurkan klaster-klaster rumah baru pada akhir tahun ini.

    “Mengantisipasi permintaan yang terus meningkat, kami sedang menyiapkan rencana pengembangan baru yang rencananya diluncurkan pada akhir tahun ini,” kata Harto Laksono.

    Sebagai pengembangan terpadu, kawasan Amesta Living akan dikelola property management profesional. Layanan ini bertujuan untuk memastikan kawasan Amesta Living terjaga dari segi kebersihan, keamanan maupun memberikan pelayanan beragam kebutuhan warga penghuninya. Amesta Living juga menyediakan ekosistem kawasan yang para penghuninya dapat saling terkoneksi dan berkolaborasi.

    Berbagai fasilitas yang tersedia seperti area komersial, pendidikan, social living, serta area-area publik yang difungsikan sebagai fasilitas komunal. Kawasan Amesta Living juga menyediakan area-area terbuka untuk publik seluas 8.500 m2. Pada area ini tersedia fasilitas Community Center yang dilengkapi dengan jogging track, playground, commercial area, mixed-used area, hingga meeting point. Amesta Living juga dilengkapi water feature dan water promenade melalui pemanfaatan sungai yang membelah kawasan.

Back to top button