Aktual

  • Paramount Land Perkenalkan Hunian Untuk Keluarga Muda Milenial

    Jakarta,IH—Paramount Land memperkenalkan klaster Paramount Petals yang menawarkan konsep ‘Lovable Living’. Yang menarik, klaster ini menonjolkan perpaduan warna yang menarik. Direktur Paramount Land  M. Nawawi mengungkapkan salah satu inovasi yang dihadirkan dalam produk baru tersebut adalah perpaduan warna menarik pada beberapa klaster hunian seperti di Cluster New Aster dan Canna yang memadukan warna earth tone dengan warna putih. Kombinasi ini membuat kesan minimalis gaya rumahnya tidak terlalu mencolok dan terlihat elegan dengan nuansa natural.

    “Salah satu hunian yang bisa dipilih yaitu cluster New Aster dengan desain modern yang cozy dan cocok untuk hunian keluarga muda maupun kalangan pekerja milenial yang masih single. Sangat penting untuk mengetahui kombinasi warna yang tepat khususnya untuk merepresentasikan ekspresi dan emosi yang positif, menciptakan mood yang sesuai dengan fungsi ruangan, dan sebagainya,” terang Nawawi, disela acara berbuka puasa bersama media, Selasa (19/04/2022).

    Hunian di cluster New Aster tersebut memiliki kombinasi warna-warna yang tepat pada bagian eksterior, interior, maupun di seluruh ruang-ruangnya.

    “Kami juga telah menyiapkan beberapa show unit dengan warna-warna menarik untuk memberikan inspirasi kepada masyarakat. Dengan warna bangunan luar yang terlihat natural, ruang-ruang di cluster New Aster ini bisa dikreasikan dengan perpaduan warna yang sesuai fungsi dan selera penghuni,” papar Nawawi.

    Menurut Nawawi, mengetahui kombinasi warna yang tepat sangat penting untuk diperhatikan agar rumah dapat menggambarkan ekspresi dan emosi yang positif, atau menciptakan suasana yang sesuai dengan setiap fungsi ruangan. Klaster Aster ini ditawarkan dengan harga mulai Rp579 jutaan.

    Catat Penjualan Rp 2 Triliun

    Pada kesempatan tersebut Nawawi juga menjelaskan selama Kuartal I-2022 Paramount Land mencatat penjualan atau marketing sales sebesar Rp 2 triliun. Kontribusi terbesar masih berasal dari proyek Paramount Gading Serpong dengan komposisi 80 persen. Sementara 20 persen lainnya disumbang oleh proyek Paramount Petals Tangerang, dan Paramount Village Semarang.

    Dari penjualan tersebut, sektor komersial mengalami peningkatan signifikan. Hal ini karena didorong oleh permintaan akan ruang usaha yang terus tumbuh seiring membaiknya situasi pandemi Covid-19.

    “Banyak pebisnis-pebisnis pemula dan juga brand yang melakukan ekspansi untuk memiliki ruang usaha sendiri,” tutur Nawawi.

    Salah dua brand kuliner yang tercatat telah memiliki komitmen untuk membuka gerainya di ruang komersial Paramount Gading Serpong adalah Tous le Jours dan Solaria. Menurut Nawawi, tren gerai-gerai kuliner stand alone sudah bukan lagi dominasi merek-merek fast food.

    Fenomena inilah yang kemudian direspons Paramount dengan menawarkan ruang komersial Maggiore Grande Tahap 2 yang sudah terjual lebih dari 60 persen. Produk ini diluncurkan, menyusul kesuksesan Maggiore Square dan Magigiore Grande Tahap 1 yang terserap 227 unit. Maggiore Grande Tahap 2 ditawarkan sebanyak 74 unit dengan harga perdana mulai dari Rp 1,9 miliar. Terdapat beberapa pilihan tipe yakni 4,5×10 meter, 5×10 meter, 5,5×11-14 meter dengan lebar 6×9 meter dan 6,5 meter dan panjang 11, 13, dan 14 meter.

    Sama halnya dengan tahap 1, Maggiore Grande tahap 2 dilengkapi dengan fitur penunjang kegiatan usaha, seperti solar panel untuk menghemat energi listrik dan AC, fasilitas parkir dan multi akses.

    “Dari penjualan ruang komersial yang terus meningkat ini, komposisi produk yang berkontribusi besar terhadap penjualan perusahaan menjadi seimbang. Kami pun optimistis target penjualan hingga akhir 2022 sebesar Rp 5 triliun dapat tercapai,” tuntas Nawawi.

     

     

     

  • Dorong Digitalisasi Pasar, Bank DKI Dukung SIAP QRIS Di Pasar Kedoya

    JAKARTA,KORIDOR.ONLINE—Konsisten terapkan transaksi non tunai di DKI Jakarta, Bank DKI mendukung akseptansi pembayaran digital melalui SIAP QRIS (Sehat Inovatif dan Aman Pakai-Quick Response Code Indonesian Standard) melalui JakOne Mobile pada acara Kegiatan Monitoring /On Site oleh Bank Indonesia di Pasar Kedoya pada Kamis, 14 April 2022.

    Hadir dalam acara tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Suharman Tabrani, Manajer Area 5 Perumda Pasar Jaya, Danu Mulyanto serta Pemimpin Grup Penjualan Dana & Transaksional Bank DKI, Diki Jatnika. Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, (14/4).

    Sekretaris Perusahaan, Herry Djufraini menyampaikan, dengan adanya JakOne Mobile, diharapkan dapat mendorong penerapan inklusi keuangan kepada UMKM di DKI Jakarta melalui penerapan transaksi non tunai. Penerapan QRIS di Pasar Kedoya juga menjadi perwujudan semangat kolaborasi Jakarta Smart City 4.0 dan kolaborasi antar BUMD DKI Jakarta. Penerapan transaksi non tunai melalui QRIS juga diharapkan memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada pengunjung.

    Sebagaimana diketahui, per Desember 2021, jumlah pengguna JakOne Mobile mencapai 1,51 juta pengguna, dengan jumlah nominal transaksi mencapai Rp15,48 triliun, serta volume transaksi mencapai 18,38 juta transaksi. Herry menambahkan, bagi pengunjung Pasar Kedoya yang sudah mendownload JakOne Mobile dapat langsung melakukan scan pada QR code yang tersedia pada sejumlah merchant di Pasar Kedoya.

    Selain JakOne Mobile, Bank DKI juga turut mengajak pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya dengan menjadi agen melalui aplikasi JakOne Abank. JakOne Abank merupakan layanan perbankan tanpa kantor dimana Bank DKI hadir melalui Agen dengan menggunakan perangkat Mobile Point of Sale (MPOS) untuk pembayaran pajak dan retribusi, pembayaran tagihan. Dengan menjadi agen JakOne Abank, para pelaku UMKM dapat melayani berbagai transaksi perbankan serta mendapatkan komisi dari setiap transaksi.

    Suharman Tabrani, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta dalam kegiatan tersebut menyampaikan, jika Bank Indonesia secara konsisten terus mendorong penerapan transaksi non tunai, salah satunya melalui QRIS.

    Sampai dengan akhir Maret 2022, jumlah merchant/pedagang yang telah menggunakan layanan QRIS mencapai 3,4 juta merchant atau setara dengan 30% di DKI Jakarta. Upaya berkelanjutan dalam menerapkan transaksi non tunai kemudian dilakukan melalui kolaborasi dengan Bank DKI.

    “Terimakasih kepada Bank DKI, pengunjung Pasar Kedoya kini dapat melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan QRIS,” ujarnya.

    Sementara itu, Manajer Area 5 Perumda Pasar Jaya, Danu Mulyanto menyampaikan, pedagang pasar Kedoya kini telah terbantu dengan adanya transaksi non tunai melalui Bank DKI. Selain itu, para pedagang juga kini telah memanfaatkan layanan Cash Management System (CMS) Bank DKI.

    “Sebagai dukungan pada Perumda Pasar Jaya, Bank DKI juga menyediakan layanan non tunai pada Jakgrosir yang merupakan induk dari JakMart yang ada Jakarta. Melalui JakGrosir, pembeli bisa mendapatkan barang dengan harga yang murah dan bersaing. Ada 4 kategori pembeli yang bisa berbelanja di JakGrosir yakni pedagang yang berada di naungan pasar, pegawai Pemprov DKI Jakarta, Karyawan Perumda Pasar Jaya dan masyarakat yang memiliki KJP,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Herry mengatakan bahwa sebagai BUMD DKI Jakarta yang mendukung pengembangan sektor UMKM, Bank DKI menyediakan berbagai produk kredit dan pembiayaan untuk sektor UMKM yang juga dapat di akses melalui e-Form Mikro Loan untuk mengajukan permohonan kredit secara online dimana saja dan kapan saja.

    “Kedepannya, melalui program aplikasi pembayaran nontunai SIAP QRIS (Sehat Inovatif dan Aman Pakai-Quick Response Code Indonesian Standard) diharapkan masyarakat dapat lebih maju di dalam pembayaran nasional secara digital dengan menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman dan handal,” tutup Suharman.

     

  • Bank 9 Jambi Jadi Penyalur Program BSPS

    JAMBI,KORIDOR.ONLINE–Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Sumatera IV Direktorat Jenderal Perumahan kembali menggandeng Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank 9 Jambi sebagai mitra kerja dalam penyaluran dana Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Provinsi Jambi. Ke depan, Bank 9 Jambi akan menyalurkan dana senilai Rp 26 Milyar untuk mendukung bedah rumah sebanyak 1.300 unit yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jambi Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR pada tahun 2022.

    “Program BSPS merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas rumah serta meningkatkan keswadayaan masyarakat berdasarkan kemampuan. Program BSPS menyasar rumah tidak layak huni di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto di Jakarta, Rabu (6/4/2022).

    Iwan menerangkan, prinsip Program BSPS adalah masyarakat sebagai pelaku pembangunan, ada pendampingan oleh fasilitator, mendorong gotong royong dan berkelanjutan, output rumah layak huni, bantuan sebagai pengungkit keswadayaan, tepat sasaran, prosedur, waktu dan penggunaan.

    Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Sumatera IV Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Tambat Yulis mengungkapkan, pada Program BSPS tahun ini pihaknya kembali menggandeng Bank 9 Jambi untuk menyalurkan dana Program BSPS di Jambi.

    Menurut Tambat, pihaknya telah menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan PT. Bank Pembangunan Daerah Jambi atau Bank 9 Jambi sebagai bank penyalur dana kegiatan BSPS pada Selasa tanggal 15 Maret 2022 lalu. Penandatangan dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama Bank 9 Jambi, Yunsak El Halcon dengan Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jambi dan PPK Rumah Swadaya dan dihadiri seluruh Kepala Cabang Bank 9 Jambi.

    “Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera IV melalui Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jambi akan membedah sebanyak 1.300 unit rumah tidak layak huni di sembilan Kabupaten dan satu Kota di Provinsi Jambi. Dalam perjanjian kerjasama tersebut, Bank 9 Jambi berkewajiban untuk membuka rekening giro penampungan atas nama Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jambi,” terangnya.

    Berdasarkan data yang ada, penyaluran Program BSPS dilaksanakan di Kabupaten Batanghari (180 unit), Kabupaten Bungo (123 unit), Kabupaten Kerinci (30 unit), Kabupaten Merangin (35 unit), Kabupaten Muaro Jambi (265 unit), Kabupetan Sarolangun (45 unit), Kabupaten Tanjab Barat (259 unit). Selanjutnya Kabupaten Tanjab Timur (148 unit), Kabupaten Tebo (176 unit), dan Kota Jambi (39 unit).

    Setiap penerima bantuan Program BSPS akan menerima bantuan senilai Rp 20 juta untuk peningkatan kualitas rumahnya. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan bangunan Rp 17,5 juta dan sisanya Rp 2,5 juta untuk upah tukang.

    Sebagai informasi, syarat penerima bantuan dana Program BSPS yang ditetapkan oleh Kementerian PUPR antara lain adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah berkeluarga yakni penghuni yang terdaftar dalam satu Kartu Keluarga. Selanjutnya memiliki atau menguasai tanah dengan alas hak yang sah. Alas hak yang sah merupakan bukti kepemilikan atau penguasaan yang jelas dan sah.

    Penerima bantuan juga memiliki penghasilan paling banyak sebesar Upah Minimum Daerah Provinsi (UMP). Penghasilan yang dimaksud adalah penghasilan keluarga. Dalam hal di suatu daerah telah ditetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota yang lebih tinggi dari UMP, dapat digunakan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), memiliki dan menempati satu-satunya rumah dengan kondisi tidak layak huni. Selain juga juga belum pernah memperoleh BSPS atau bantuan Pemerintah untuk program perumahan, Bersedia berswadaya dan membentuk KPB dengan pernyataan tanggung renteng Bersedia berswadaya dan membentuk KPB merupakan kesediaan mengikuti ketentuan program tersebut.

    Direktur Utama Bank 9 Jambi, Yunsak El Halcon mengungkapkan, pihaknya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan Kementerian PUPR dan siap memberikan dukungan dalam pelaksanaan Program BSPS ini.

    “Kami berharap Bank 9 Jambi bisa membantu program BSPS ini sehingga bisa berjalan dengan lebih baik dari tahun sebelumnya dan berharap kerjasama ini bisa terus terjalin dengan baik,” terangnya

  • Pemerintah Minta SRIDEPPI Berperan Aktif Bangun Perumahan Rakyat

    Jakarta,JPI— Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengajak asosiasi Srikandi Pengusaha Properti Indonesia (SRIDEPPI) untuk memberikan dukungan terhadap Program Perumahan Rakyat. Keberadaan SRIDEPPI sebagai pelaku perumahan rakyat diharapkan mampu meningkatkan pencapaian program sejuta rumah dan bisa membantu pemerintah membangun hunian yang layak, berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat.

    “Kami sangat mengapresiasi keberadaan SRIDEPPI. Dan sebagai bentuk dukungan pemerintah, maka semua unsur dari Kementerian PUPR dan BP Tapera hadir pada audiensi hari ini. Ada dari unsur-unsur Direktorat Jenderal Perumahan dan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastrutur Pekerjaan Umum dan Perumahan, serta dari Bina Konstrruksi dan BP Tapera. Kita berharap bekerja sama dengan SRIDEPPI ke depan,” terang Fitrah Nur, Direktur Rumah Umum Komersil, saat menerima audiensi DPP SRIDEPPI, Rabu,30/3 secara daring.

    Pada kesempatan tersebut Fitrah menjelaskan program kerja Dirjen Perumahan sesuai kewenangannya. Isu-isu perumahan, ruang lingkup kebijakan serta agenda aksi Dirjen Perumahan juga dijelaskan. Pengembang wanita menurutnya menjadi hal menarik  yang bisa dikolaborasikan bersama pemerintah ke depan.

    Wiwin Setiani, Sekretaris Jendral SRIDEPPI kemudian menjelaskan tujuan, visi, misi serta memperkenalkan semua pengurus SRIDEPI di lima wilayah yang sudah terbentuk, yaitu: Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Gorontalo.

    Wiwin kemudian menjelaskan tujuan dibentuknya SRIDEPPI. Yaitu memberikan pembinaan & pelatihan untuk seluruh wanita -wanita Indonesia di bidang properti secara online maupun offline, Audiensi dg berbagai asosiasi & stakeholder lainnya, Memberdayakan potensi & kemandirian wanita Indonesia di bidang properti, Mengumpulkan & menampung aspirasi wanita Indonesia di bidang properti dan Berperan aktif untuk mendukung & melaksanakan kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang properti.

    “prinsipnya kami akan mendukung program pemerintah. Yang penting apapun kegiatan serta sosialisasi yang dilakukan pemerintah dan berhubungan dengan bisnis anggota SRIDEPPI, kami minta diikutsertakan,” pintanya.

    Risma Gandhi, Ketua Umum DPP SRIDEPPI juga menjelaskan bahwa pengurus dan anggota SRIDEPPI bukan orang baru di dunia properti dan konstruksi.

    “Kami sebagian  besar adalah pengembang perumahan bersubsidi yang ingin terus berkontribusi kepada masyarakat. Keanggotaan binaan SRIDEPPI terdiri dari 129 perusahaan yang sudah terdaftar di Sireng. Terdiri dari pengembang, pemasar, konsultan, dan kontraktor. Anggota kami sudah membangun sebanyak 22 ribu unit rumah subsidi dan non subsidi,” terangnya.

    Lanjut Risma, SRIDEPPI butuh komunikasi intens dengan stakeholder sehingga apabila ada kendala dilapangan bisa segera dicari jalan keluar dan bersinergi. Ke depan dijelaskan Risma akan membuat koperasi simpan pinjam untuk membantu anggota.

    Pada kesempatan itu Risma memastikan anggota SRIDEPPI siap membantu dan bekerjasama dengan semua pemangku kepentingan.

    “Banyak pekerjaan rumah SRIDEPPI ke depan dan akan lebih mudah mencari jalan keluarnya jika bergandengan tangan,” pungkasnya.

  • Pembiayaan Mikro Perumahan Bagi MBR Non Formal Masih Tersisih

    KORIDOR.ONLINE,TANGSEL–Pembiayaan perumahan MBR Non Formal masih tersisih dan tertinggal dalam target realisasi pembiayaan bersubsidi perumahan MBR, terutama kelompok MBR Desil 1 s/d.3. Perlu langkah nyata dalam bentuk kebijakan, instrumen, dan alokasi, guna mewujudkan kebijakan publik ekosistem pembiayaan mikro perumahan bagi MBR Non Formal.  Dengan kerangka waktu (time-frame) yang terikat sebagai dokumen peta jalan (roadmap) ekosistem pembiayaan perumahan rakyat yang mengintegrasikan lembaga pembangunan dengan lembaga pembiayaan perumahan rakyat.

    Hal itu di atas harus dilakukan agar tidak terjadi Darurat Pembiayaan Perumahan Rakyat khususnya bagi MBR Non Formal. Itulah benang merah,  catatan hasil Fokus Group Discussion bertema: “Mewujudkan Ekosistem Pembiayaan Mikro Perumahan Bagi MBR Non Formal: Konsep, Tantangan dan Agenda ke Depan” yang diselenggarakan oleh The HUD Institute, Rabu, 30 Maret 2022 secara hibrid (daring dan luring).

    Muhamad Joni (Kiri) dan Andrinof A. Chaniago Dalam diskusi The HUD Institute Soal MBR Non Formal di Tangsel,30/3

    Mencermati hal itu maka hal itu perlu ditindaklanjuti pemerintah bersama para pemangku kepentingan, Zulfi Syarif Koto, Ketua Umum The HUD Institute mengatakan, ke depan harus ada beberapa model Pembiayaan Perumahan bagi MBR non formal.

    Tujuannya supaya tercipta akses lebih luas bagi kelompok sasaran. Karena itu perlu dukungan sistem pembiayaan dan pengembangannya dalam rangka membuka akses MBR Informal – termasuk pendanaan sebagaimana mandat UU No 1 Tahun 2011, UU No 20 Tahun 2011, dan UU No 4 Tahun 2017; .

    “Badan Pusat Statistik memiliki data rumah tangga sesuai kelompok penghasilan. Data-data tersebut bisa digunakan sebelum membuat kebijakan bagi MBR Non Formal. The HUD Institute menilai  perlunya rumusan konsensus pembiayaan mikro perumahan bagi masyarakat MBR non formal ke depan,” ujar Zulfi

    The HUD Institute  berharap agar yang menjadi garda terdepan soal pembiayaan bagi MBR Non Formal ini adalah BP TAPERA dengan didukung oleh SMF, SMI,  KOPERASI dan LKNB lainnya, serta Perum Perumnas sebagai pengembang perumahan rakyat. Sedangkan BTN menjadi bank khusus pembiayaan perumahan rakyat yang ditetapkan dengan Peraturan Presiden.

    Berbagai masukan yang dihasilkan dari kegiatan FGD ini menurutnya selayaknya menjadi bagian penting dalam dokumen Grand Design Housing Provision 2045  yang merupakan bagian dari National Affordable Housing Program yang digagas World Bank bersama Kementerian PUPR.

    The HUD Institute berharap bertepatan dengan 100 tahun Indonesia Merdeka, seluruh MBR Non Formal sudah dapat MENGHUNI Rumah Yang Layak , Sehat dan Terjangkau.

    Pada kesempatan itu, Muhammad Joni, Sekretaris The HUD Institute menegaskan bahwa saat ini terjadi inkonsistensi dan kekosongan kebijakan terkait pembiayaan perumahan, khususnya bagi MBR Non Formal. Sehingga sudah saatnya harus dilakukan review kritis atas beberapa hal.

    Pertama, terkait, ekologi Pembiayaan Perumahan ke depan; Kedua,  pengarusutamaan praktik dan skim pembiayaan MBR non formal di masyarakat,  Ketiga,  harus menyiapkan Peta Jalan Pembiayaan Perumahan Rakyat. Keempat adalah perlu melakukan review dan advokasi kebijakan yang kosong dan inkonsisten bahkan kontraproduktif untuk Pembiayaan MBR non formal.  Dan kelima pemerintah harus membentuk task force untuk menyusun Peta Jalan dan advokasi kebijakan pembiayaan perumahan rakyat, khususnya MBR non formal.

    “Kelima indikator itu mesti segera diwujudkan, segera dan tuntas. Jika tidak, maka akan terjadi apa yang namanya darurat pembiayaan perumahan.rakyat,” tambahnya.

    Sementara itu Heliantopo, Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menyebutkan sebagai salah satu entitas utama dalam ekosistem pembiayaan perumahan, SMF sampai dengan Desember 2021 sudah menyalurkan dana sebanyak Rp77,948 Triliun bagi 1,254 ribu debitur guna mendukung penyediaan, kepemilikan dan keterhunian rumah yang layak dan terjangkau.

    “Langkah langkah strategis yang sudah kami lakukan bagi pekerja non formal adalah mendukung KPR program, seperti FLPP, BP2BT dan perbaikan Swadaya. Serta mendukung KPR Non program, seperti kerjasama dengan Grab Indonesia, program mikro perumahan yang bekerja sama dengan PT PNM (Persero), KPR Sewa Beli dan pembiayaan homestay,” lanjutnya.

    Selanjutnya, Kepala Divisi Subsidized Mortgage Lending Division PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk, Mochamad Yut Penta menyampaikan bahwa realisasi KPR Bersubsidi untuk MBR Informal baru 12% atau 1:10 dengan MBR Formal sehingga diperlukan solusi untuk dapat menaikkan porsi MBR Informal.

    “Beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan akses, repayment capacity yang sulit dinilai dan metode collection yang harus sesuai. Salah satu kontribusi BTN untuk MBR Informal adalah bersama Kementerian PUPR dalam program ABCG (Academic, Bussiness, Community and Government) di Tahun 2018 dimana salah satunya untuk masyarakat Kendal” tegasnya.

    Salah satu alternatif lainnya, saat ini BTN tengah melakukan kerjasama dengan BP Tapera dalam membuat usulan strategi akuisisi kepesertaan informal, penyusunan program tabungan dan produk pembiayaan perumahan. Lanjutnya,  harus  ada  intervensi  pendukung  berupa  pemberian  subsidi   penjaminan/ asuransi dari Pemerintah dengan metode yang lebih efektif untuk debitur MBR Informal.

     

  • Work From Home Menginspirasi untuk Investasi dan Tinggal di Bali

    BALI, KORIDOR – Pulau Dewata Bali memang sangat spesial baik di mata masyarakat Indonesia maupun dunia internasional. Di awal masa pandemi ini, sektor pariwisata sempat terpuruk, namun seiring melandainya kasus positif Covid-19 di Indonesia, Bali kembali bangkit. Kini turis domestik dan internasional mulai datang ke Bali.

    Namun jangan salah, meski sektor pariwisata sempat menurun drartis tapi sektor properti di Bali selama pandemi  masih tumbuh sekitar 20 – 30 persen. Bahkan dengan dilonggarkannya kebijakan perjalanan ke Bali, diprediksi pasar properti bisa tumbuh di atas 30 persen tahun ini. Hal ini diungkapkan Andreas Raditya General Manager Marketing Ciputra Group.

    Menurut Radit, pertumbuhan investasi properti  di Bali tidak terpengaruh dengan kondisi pandemi, dan bahkan di tahun 2021 cenderung banyak orang mulai berinvestasi ke Bali. Kondisi ini terjadi khususnya di proyek Ciputra Group, Ciputra Beach Resort, Tabanan, Bali, yang marketing sales-nya mengalami peningkatan sekitar 30 persen.

    “Pencapaian ini tentunya sangat bagus di masa pandemi ini, sementara banyak proyek properti di daerah lain malah menurun. Bali memang berbeda dengan provinsi lain di Indonesia, sebab Bali merupakan salah satu destinasi wisata terbaik dunia,” kata Radit, Selasa, 29 Maret 2022, di Bali.

    Baca Juga: Rumah Subsidi di Bekasi yang Aksesnya Mudah Diminati Karyawan dan Pekerja

    Pembeli rumah dan kavling di Ciputra Beach Resort, kata Radit, masih di dominasi investor dari Jakarta dan Surabaya, sekitar 75 persen. Sementara pembeli lokal dan provinsi lainnya 25 persen.

    Mengapa sektor properti tetap tumbuh di masa pandemi Covid-19? Radit menjelaskan, pandemi Covid-19 telah merubah budaya kerja masyarakat yang sebagian besar bekerja dari rumah atau  work from home (WFH). Sejalan dengan itu, para eksekutif muda dan kalangan pengusaha terinspirasi untuk mengendalikan pekerjaan mereka dari Bali.

    “Berdasarkan memantauan kami, permintaan orang tinggal di Bali itu meningkat, terutama 30 tahun atas yang cenderung berpikir berinvestasi di Bali. Tahun 2021 itu boleh diibilang,  penjualan rumah dan kavling di Ciputra Beach Resort di Bali meningkat sekitar 30 persen dibanding tahun lalu,” ungkap Radit.

    Saat ini, lanjutnya, Bali menjadi destinasi utama pilihan orang bekerja  secara remote. Artinya gaya kerja yang memungkinkan profesional untuk bekerja di luar lingkungan kantor. Tren kerja saat ini membawa milenial untuk memilih kantor dengan fleksibilitas yang memungkinkan mereka dapat bekerja secara remote.

    Baca juga: BTN Siap Jadi Garda Depan Rumah MBR, Program Nawacita Presiden Jokowi

    “Saya punya banyak teman yang bekerja dari Bali, meski kantornya di Jakarta atau Surabaya. Kebanyakan mereka tinggal di hotel. Lalu mereka berpikir, enak juga ya kalau kita punya rumah di Bali. Lalu mereka tertarik investasi properti di Bali,” ujar Radit.

    Selain itu, kata Radit, ada tren minat turis domestik ke Bali itu meningkat tajam. Jadi meski turis asingnya berkurang, tapi Bali masih menarik untuk local domestic market. Itulah mengapa Bali itu menarik.

    Infrastruktur jalan tol

    Selain tren bekerja secara remote, pengembangan infrastruktur, khususnya jalan tol, ungkap Radit, juga membuat properti di Bali semakin menarik. Misalnya saja, Ciputra Beach Resort yang diuntungkan dengan pengembangan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, Bali yang rencananya mulai dibangun Juni 2022 dan ditargetkan dapat selesai tahun 2024.

    Jalan tol ini memiliki panjang 96,84 Km yang terdiri dari 3 seksi, yaitu Gilimanuk-Pekutatan 54,7 Km, Pekutatan-Soka 23 Km, dan Soka-Mengwi 18,92 Km. Diharapkan dengan dioperasikannya jalan tol Gilimanuk-Mengwi akan memangkas waktu tempuh dari 6 jam menjadi 1-1,5 jam perjalanan dari pelabuhan Gilimanuk ke Mengwi, Kuta, dan Denpasar.

    Baca juga: Gandeng Investor Malaysia, RA Land Kembangkan Kawasan Perumahan Bagi MBR

    “Lokasi Tabanan itu berada di antara Gilimanuk, Kuta, dan Mengwi. Jadi penjualan proyek ini meningkat dimana pembelian sebagian besar dari Jakarta dan Surabaya dapat dengan mudah mengakses Ciputra Bali Beach Resort,” ujar Radit.

    Radit mengatakan, saat ini cluster terbaru Resvara yang menawarkan rumah dan kavling dengan harga mulai dari Rp2 miliaran sedang banyak diminati investor. Apalagi di awal Maret ini show unit atau rumah contohnya Tipe Askana dan Tipe Svana sudah tersedia di lokasi proyek Ciputra Beach Resot.

    Cluster Resvara dikembangkan di atas lahan seluas 7,2 hektar yang berada di timur kawasan Ciputra Beach Resorts. Terdiri dari 190 unit dengan dua tipe, Askana (7 x 15) dan Svana (10 x 20) baik itu kavling maupun rumah.

    Ciputra Beach Resort dikembangkan di Tabanan, Bali kini tak hanya sebagai hunian tapi juga sebagai vila dengan konsep resort yang berada di bibir pantai. Luas lahan pengembangannya mencapai 80 hektar dengan garis pantai mencapai 1,7 kilometer. Sehingga memiliki view yang menawan dan juga dikelilingi oleh pemadangan khas Bali, sawah berpetak-petak. ***

  • Avimac Suplemen untuk Memulihkan dan Menjaga Sistem Imun

    JAKARTA, KORIDOR  – Awal Maret 2022 ini, pandemi Covid-19 di Indonesia sudah dua tahun, namun status pandemi belum juga berakhir. Sejak virus Covid-19 menyerang, jutaan warga Indonesia terkonfirmasi pernah terjangkit virus mematikan ini dan ratusan ribu yang meninggal, bukanlah jumlah yang kecil.

    Kini Indonesia menghadapi serangan Covid-19 gelombang ketiga yang dipicu oleh virus Covid-19 varian Omicron. Per Selasa, 1 Maret 2022, pemerintah melaporkan kasus positif Covid-19 bertambah 24.728 orang. Sedangkan angka kematian pasien Covid-19 bertambah 325 orang.  Dalam jangka pendek, virus Covid-19 masih akan berada diantara kita, sehingga kita masih dituntut untuk selalu waspada dan menjaga diri sendiri dan lingkungan terdekat kita.

    Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat CDC, endemi adalah penyakit yang menjangkit suatu daerah atau populasi masyarakat tertentu.  Insidens suatu penyakit dapat dikatakan sebagai endemi, jika terjadi secara konsisten dan terjadi di dalam suatu populasi atau area geografis tertentu.

    Sementara menurut para ahli kesehatan, salah satu cara yang paling efektif menangkal penularan virus Corona adalah memperkuat atau selalu menjaga kesiapan sistem imun atau kekebalan tubuh. Tidak hanya terhadap virus Corona, sistem imun tubuh yang kuat juga dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit lainnya.

    Untuk dapat hidup berdampingan dengan virus Covid-19, tingkat vaksinasi masyarakat haruslah cukup memadai, sehingga sebagian besar masyarakat telah “kebal virus”, karenanya serangan virus tidak akan berdampak berat dan mematikan.  Selain program vaksinasi yang masif, masyarakat juga diharapkan mampu melaksanakan budaya hidup sehat yang baru, dengan sementara melaksanakan secara ketat protokol kesehatan yang dikenal dengan 5 M.

    Selain mentaati protocol kesehatan secara ketat, menurut Direktur PT Neumedik Indonesia. Sudibyo, ada banyak cara untuk memelihara dan menjaga daya tahan tubuh. Sangat baik apabila kita rutin mengkonsumsi suplemen penunjang daya tahan tubuh disamping makanan bergizi, berolahraga, dan mengelola stres dengan baik.

    Untuk itulah, kata Sudibyo,  PT Neumedik Indonesia  memproduksi AVIMAC yang merupakan suplemen dengan kandungan Mac Oil dan Zinc yang berkhasiat untuk memulihkan daya tahan tubuh telah mendapatkan ijin edar sejak Desember 2020 lalu dan juga telah dilakukan Uji Klinik untuk membuktikan bahwa AVIMAC memiliki khasiat anti virus.

    “Zat aktif MAC Oil yang merupakan bahan utama dari AVIMAC berkhasiat untuk memulihkan sistem kekebalan tubuh, yang sangat dibutuhkan lebih-lebih pada masa pandemi Covid-19 ini. MAC Oil merupakan isolat dari ekstrak tanaman Melaleuca Alternifolia, hasil proses fraksinasi melalui teknologi khusus temuan Prof. Max J Reynolds, PhD (Neu Medix Biotechnology Pty. Ltd. Australia). Avimac diproduksi dalam bentuk kemasan kapsul keras 155 mg dan Zinc Picolinate 25 mg,” kata Sudibyo, Sabtu, 19 Maret 2022.

    Di Australia suplemen ini sudah beredar lebih dari 10 tahun dengan merk dagang 98alive Immune System Support. Pada awal pandemi, atas ijin EUA (Emergency Use Authorization) yang diberikan oleh Kepala Badan POM RI, dilakukan uji klinis terhadap Avimac sebagai suplemen tambahan bagi pasien Covid-19 bergejala ringan dan moderat. PT Neumedik Indonesia berperan sebagai sponsor yang mendukung tim peneliti Uji Klinis dipimpin Dr. Erlina Burhan dari Rumah Sakit Paru Persahabatan.

    Uji klinis ini dilakukan di RSP Persahabatan dan Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet.  Hasilnya menunjukkan penderita memberikan respon yang baik dan suplemen Avimac ternyata mempercepat penyembuhan dan efek samping akibat Covid yang terlihat berkurang.

    Upaya mengembangkan AVIMAC ini, ungkap Sudibyo,  diharapkan akan secara langsung membantu pemerintah dalam menurunkan angka kasus positif Covid-19 di Indonesia. Pihaknya juga berharap AVIMAC dapat dimanfaatkan banyak pasien Covid-19 berstatus ringan dan sedang, yang melakukan isolasi mandiri, mengingat hasil uji klinis yang menunjukan perbaikan dalam waktu sepekan setelah mengonsumsi AVIMAC.

    PT Neumedik Indonesia telah melakukan upaya awal untuk mendorong kemandirian dalam pemenuhan bahan baku obat. Dimotori oleh Prof Umar Fahmi telah ditanam Melaleuca Alternifolia di dua lahan percontohan di Cilacap dan Purwokerto. Hasilnya telah dipanen, dan menghasilkan bahan baku minyak esensial (tea tree oil).

    Perusahan ini juga telah menyumbangkan 100 tanaman benih ke Balai Penelitian Tanaman Obat Tradisional di Tawangmangu, Jawa Tengah. Di masa yang akan datang pengembangan AVIMAC di Indonesia dapat dilakukan dari hulu ke hilir.  Dengan demikian akan tercapai kemandirian pengembangan Avimac di Indonesia.

    Pada 2012-2014 telah dilakukan uji klinis phase 3 oleh tim Tropical Disease Center Universitas Airlangga terhadap AVIMAC, menindaklanjuti hasil uji klinis phase 2 dalam pengobatan DBD (Demam Berdarah Dengue) yang dilakukan di UGM.

    Hasil uji klinis tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Avimac sebagai terapi pengobatan DBD adalah aman, dan berhasil mengurangi viral load dalam darah pasien secara signifikan dalam waktu 6 hari, meningkatkan trombosit darah dengan cepat, sehingga Profesor Nasronudin mengusulkan agar Avimac digunakan sebagai terapi standar DBD di Indonesia.

    Bekerjasama dengan PT Indofarma Tbk (INAF), AVIMAC diproduksi untuk pasar Indonesia.  PT Neumedik Indonesia mendapatkan lisensi untuk pengembangan produk berbasis Mac Oil dari Neu Medix Biotechnology Pty. Ltd. Australia.  Pada saat ini AVIMAC didistribusikan oleh PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) yang merupakan sister company PT. Neumedik Indonesia. ***

  • Gandeng Investor Malaysia, RA Land Kembangkan Kawasan Perumahan Bagi MBR

    JAKARTA,KORIDOR.ONLINE— RA Land , perusahaan pengembang properti nasional, bekerjasama dengan Perusahaan Malaysia, PT. Manakeeb Grup dan Senandung Putih SDN BHD—salah satu pemilik Perusahaan Beton Berkah Sadaya Group (TBK), menandatangani Nota Kesepahaman kerja sama dalam bidang properti.

    Kerjasama tersebut bertujuan mewujudkan visi untuk menjadi developer unggulan dengan fokus bisnis mengembangkan perumahan rakyat yang terjangkau, layak huni, serta ramah lingkungan.

    “Dengan semangat membangun negeri serta semangat pengikatan persaudaraan antara kedua negara Malaysia dan Indonesia, RA Land bertekad untuk mewujudkan impian rumah pertama untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Sekaligus mendukung program satu juta rumah yang sudah dicanangkan oleh Presiden dan Wakil Presiden,” ungkap Dr. Risti Yuni Lestari, M.B.A, Komisaris Utama RA Land, disela-sela penanda tanganan nota kesepahaman di Jakarta, 26/3/22.

    Kegiatan nota kesepahaman dalam bidang properti dengan investasi sebesar Rp16 triliun tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Ekonomi Malaysia, Yb. Dato Sri Mustapa bin Muhamed

    Kegiatan nota kesepahaman dalam bidang properti dengan investasi sebesar Rp16 triliun tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Ekonomi Malaysia, Yb. Dato Sri Mustapa bin Muhamed.

    RA Land lanjut Risti akan mengembangkan beberapa kawasan properti di seluruh Indonesia, khususnya di pulau Jawa dan akan ikut andil mengambil peran dalam membangun negara dalam peningkatan penyerapan rumah bersubsidi. Selain itu, RA Land juga melibatkan dan memperdayakan generasi milenial, khususnya pada santri.

    Melalui unit bisnis Public Housing Development RA Land mengundang pengembang millennial dan santri yang mempunyai semangat dalam membangun negeri.

    “Tentunya, untuk bersama melaksanakan pengembangan kami akan memberikan pembinaan bersama mitra. Selanjutnya, kami bersama mitra dan pengembang millennial akan mengembangkan perumahan sesuai dengan signature design dan standar teknis RA Land. Sehingga kami dapat memberikan rumah yang berkualitas, terjangkau, serta ramah lingkungan,”lanjutnya.

    RA Land berkomitmen untuk mendukung dalam menyukseskan program kerja Kementerian PUPR dan penyaluran KPR FLPP dan program KPR Tapera.

    “Dengan tata Kelola produksi pengembangan perumahan yang dimiliki, RA Land percaya dapat memberikan kontribusi serta kebahagiaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebagai wujud nyata bagi santri dan millennial. Kebahagiaan masyarakat berpenghasilan rendah untuk mewujudkan impian rumahnya merupakan nilai kami,” pungkasnya

     

     

  • BTN Siap Jadi Garda Depan Rumah MBR, Program Nawacita Presiden Jokowi

    JAKARTA,KORIDOR.ONLINE–Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar mengatakan, keberpihakan pemerintah terhadap program sejuta rumah yang dicanangkan dalam Nawa Cita sudah terlihat, terbukti pemerintah saat ini memberikan dukungan subsidi untuk 200 ribu unit rumah dengan skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), kemudian ada BP2BT.

    “Kami melihat pemerintah hadir dalam rumah subsidi, tahun 2021 pemerintah menggelontorkan anggaran untuk 157 ribu unit dan tahun ini untuk 200 ribu unit rumah subsidi dan bantuan subsidi lainnya,” kata Hirwandi, dalam Diskusi Rekonstruksi Nawa Cita Perumahan Rakyat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang diselenggarakan oleh Forum Indonesia Adil, dalam kanal youtube, Senin (28/3/2022).

    Bahkan, kata Hirwandi, BTN sebagai bank penyalur pembiayaan rumah subsidi tentu sudah siap menjadi perbankan perumahan. Karena BTN sudah menyediakan kredit konstruksi untuk membangun rumah MBR dan juga pembelian lahan.

    “BTN memiliki peranan dalam sektor perumahan subsidi, selain menyalurkan subsidi FLPP, BTN juga menyediakan kredit konstruksi untuk rumah sederhana, kredit untuk pembebasan lahan,” ujarnya.

    Menurut Hirwandi, BTN juga tidak hanya mengurusi rumah MBR saja, tetapi memiliki produk pembiayaan rumah bagi milenial maupun non milenial.

    “BTN memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki penghasilan tidak tetap (informal) bekerjasama dengan Kementerian PUPR dengan skema BP2BT. Termasuk juga dengan BP Tapera untuk pekerja mandiri yang ingin miliki rumah, sehingga terlihat track record dalam menabung, seberapa penghasilan, sehingga memiliki data yang jelas,” katanya.

    Untuk mendukung program sejuta rumah tersebutt Bank BTN juga sudah bekerjasama dengan Developer, pusat pembiayaan lain seperti dengan BP Tapera dan juga SMF. Bahkan BTN sedang berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam wujudkan program Nawa Cita presiden.

    Hirwandi menambahkan, pembangunan perumahan ini memiliki lokal konten atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TLDN) yang cukup tinggi, ketika pembangunan rumah ini, maka serapan sangat tinggi, sektor industri terkait rumah ini akan bergerak naik dan akan tumbuh.

    “Kita juga suport untuk pembiayaan baik developer maupun UMKM bidang perumahan,” kata dia.

    Menurutnya, bila Kawasan rumah sudah hidup maka akan ada ekonomi, pasar, toko-toko. Karena pembangunan rumah menyerap tenaga kerja padat karya.

    “Bila satu rumah dikerjakan oleh 5 orang dan bila 200 ribu unit dibangun rumah, maka ada 1 juta tenaga kerja dan ini menggerakkan ekonomi,” kata Hirwandi.

    Hirwandi juga mendukung adanya insentif dari pemerintah untuk pengembang yang telah membangun rumah subsidi, sehingga pengembang lebih bersemangat lagi membangun rumah subsidi.

    Sementara itu Wakil ketua umum DPP REI Hari Gani mengatakan, sebagai asosiasi pengembang mendukung program pemerintah dalam menyediakan rumah bagi rakyat. Karena, kata dia, 80% anggota REI adalah pengembang rumah subsidi dan hanya 20% yang menjadi pengembang komersial.

    Namun, kata dia, keberpihakan pemerintah terhadap sektor rumah rakyat ini masih jauh dari harapan, berbagai kendala masih terus terjadi, terutama di daerah, meski sudah ada regulasi yang cukup baik tetapi pelaksanaan masih jauh dari harapan.

    “Keberpihakan kepada rumah rakyat masih belum maksimal, masalah perizinan tetap jadi kendala, harga tanah yang terus naik dan masalah tata ruang juga bisa menjadi masalah,” kata Gani.

    Karena itu, ia berharap pemerintah lebih besar lagi fokus pada sektor perumahan ini. Pasalnya sektor properti bisa memberi dampak positif bagi ekonomi. Pemerintah juga bisa mengendalikan harga tanah. Agar masyarakat kecil bisa memiliki rumah layak yang lokasinya tidak jauh dari pusat kota

  • TEKA Real Wood Flooring Gallery Tangerang Pamerkan Karya 10 Pelukis Lintas Generasi

    TANGSEL, KORIDOR.ONLINE– Sepuluh pelukis modern dan kontemporer yang telah menorehkan sejarah dalam perkembangan senirupa Indonesia memamerkan hasil karyanya pada 26 Maret – 10 April 2022 di TEKA Real Wood Flooring Gallery Jl. Jalur Sutera Kav. 29B, No.36-37 Paku Alam, Alam Sutera, Tangerang Selatan. Ke-10 pelukis itu Syakieb Sungkar, Amrus Natalsya, KP Hardi Danuwijoyo, Nisan Kristiyanto, Erman Sadin, Sarnadi Adam, Indyra, Sukriyal Sadin, Chryshnanda Dwilaksana dan Revoluta S. Pembukaan pameran tersebut dibuka Sabtu, 26 Maret oleh pencita dan kolektor lukisan, Wina Armada, S.A.

    Pameran lukisan bertajuk Art Kembang Kayu tersebut merupakan kolaborasi seni Lukis dengan interior cantik lantai kayu dari salah satu brand terkemuka lantai kayu di Indonesia, TEKA dari PT Tanjung Kreasi Parquet Industry (TKPI), anak perusahaan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group).

    Direktur TKPI, Muhammad Hamdani (berdiri). pada acara pameran lukisan di TEKA Real Wood Flooring Gallery Alam sutera

    Direktur TKPI, Muhammad Hamdani, mengatakan pameran Art Kembang Kayu yang melibatkan 10 seniman seni rupa Indonesia merupakan langkah awal TEKA dalam mengapresiasi ide kreatif para seniman sekaligus untuk bentuk kolaborasi interior lantai kayu dengan para seniman Indonesia.

    “Bagi kami, lantai kayu bukan hanya sebuah produk melainkan sebuah karya dari keberagaman dan keunikan dari setiap pohon untuk menciptakan keindahan dari suatu ruangan,” kata Muhammad Hamdani dalam sambutan saat pembukaan pameran lukisan tersebut.

    Melalui pameran tersebut, kata dia, para seniman memiliki alternatif baru memamerkan karyanya sekaligus memberikan ruang bagi TEKA untuk memperkenalkan produk lantai kayu premium kepada khalayak yang lebih luas.

    “Setelah lebih dari 25 tahun PT. Tanjung Kreasi Parquet Industry subsidiary PT. Dharma Satya Nusantara, Tbk menghasilkan produk lantai kayu premium yang di ekspor ke lebih dari 44 negara, mulai tahun 2021 kami menghadirkan produk lantai premium kami bagi masyarakat Indonesia yang ditandai dengan pembukaan TEKA Wood Flooring Gallery pertama di Alam Sutera,” ujarnya.

    Sementara itu, Kurator Art Kembang Kayu, Anna Sungkar, mengatakan pameran lukisan ini bisa dibilang sebagai pertemuan dua generasi. Sebagian besar dari 10 pelukis yang memamerkan karyanya tersebut lahir pada tahun 1950-an, seperti KP Hardi Danuwijoyo (1951), Nisan Kristiyanto (1953), Erman Sadin (1953), Sarnadi Adam (1956), Indyra (1957), dan yang paling senior dalam pameran ini adalah Amrus Natalsya yang lahir pada tahun 1933.

    Salah satu dari 30 lukisan yang di Pamerkan

    Sementara sisanya lahir pada tahun 1960-an, yakni Sukriyal Sadin (1961), Syakieb Sungkar (1962), Chryshnanda Dwilaksana (1967), dan yang termuda adalah Revoluta S (1975). “Itulah yang menyebabkan pameran ini seperti pertemuan antara dua generasi: pelukis zaman Modern Art dengan pelukis pada zaman kontemporer,” ungkap Anna.

    “Di masa lalu, senirupa modern dan kontemporer jelas benar bedanya, dari segi gaya dan ide. Namun di masa sekarang, kita saat ini tidak melihat lagi perbedaan signifikan di antara keduanya,” jelas Anna.

    Dalam kanvas-kanvas pelukis senior Indonesia tahun 1970-an, bentuk-bentuk yang cenderung ke abstrak atau semi abstrak kelihatan dominan. Mengutip Agus Dermawan T., Anna menyebutkan kecenderungan ini sebagai lirisisme, yang tumbuh subur seiring dengan berkembangnya pembangunan properti di perkotaan, sehingga lukisan-lukisan dibutuhkan sebagai penghias dekorasi dari properti yang baru terbangun.

    “Karya-karya para seniman yang dipamerkan ini sebagian besar, secara kebetulan mengarahkan pemilihan karyanya yang berbau lirisisme. Tentu saja, banyak karya-karya di luar lirisisme yang cocok juga untuk dipadankan menjadi bagian elemen interior, semuanya sangat bergantung dari situasi dan preferensi para arsitek dan pemilik rumah,” katanya.

    Keberagaman pilihan juga diperhatikan dalam pameran ini, disesuaikan dengan luasnya selera pemirsa yang semakin hari semakin maju daya apresiasi seninya. Namun pada akhirnya karya-karya lukis yang dipamerkan akan terasa cocok dengan keunikan permukaan kayu yang terdapat pada parket dan dinding kayu olahan di galeri Teka, Alam Sutera. Sehingga pameran ini kemudian dinamakan Art Kembang Kayu.

    Pada kesempatan yang sama mewakili para pelukis Sukriyal Sadin, menjelaskan karya-karya perupa yang hadir dalam pameran Art Kembang Kayu ini mewakili DNA atau jati diri pelukisnya masing-masing. Para pelukis menurut Sukriyal menampilkan DNA dan brand masimg-masing. Pameran ini lanjutnya menjadi sarana yang saling melengkapi dengan penggunaan medium kemajuan teknologi.

    “Dengan demikian, pameran ini bukan sekedar etalase karya-karya masing-masing perupanya, tetapi juga merupakan sebuah unjuk eksistensi brand dari DNA masing-masing peserta pameran,” pungkasnya

Back to top button