Proyek

Transformasi Karawang Menjadi Kota Terintegrasi Berkelas Dunia

lebih dari 2000 perusahaan multinasional maupun internasional berada di sini sehingga menjadikan Karawang sangat potensial dan prospektif sebagai lokasi investasi yang akan terus berkembang dan menjanjikan, terutama pada sektor industri.

KARAWANG—KORIDOR; BOLEH saja saat ini bisnis properti di tanah air belum sepenuhnya bangkit dari keterpurukannya. Akan tetapi, beberapa kawasan di Jawa Barat tetap menarik minat investor untuk membangun proyek properti. Salah satunya adalah Kawasan Karawang, Jawa Barat.

Memiliki beragam keunggulan, menjadikan Karawang banyak dilirik para pengembang. Ya, dengan kata lain, Karawang dianggap memiliki pesona tersendiri baik bagi end user maupun investor properti. Dan tidak dipungkiri, maraknya pembangunan infrastruktur dan rampungnya sejumlah proyek infrastruktur tersebut di tahun 2020 ini, membuat salah satu faktir daya tarik Karawang semakin kuat dan menjanjikan.

Beberapa proyek infrastruktur yang melewati Karawang seperti Light Rapid Transit (LRT) Jabodetabek, Kereta Api cepat Jakarta-Bandung, Pelabuhan Patimban, hingga rencana pembangunan Bandara, menjadi pemantik semakin potensialnya kawasan Karawang ke depan.

Dampak pembangunan infrastruktur dan tingginya laju investasi di kawasan industri Karawang semakin terasa pada proyek properti terutama properti hunian. Selama tiga tahun terakhir, harga properti hunian di kawasan ini diperkirakan tumbuh rata-rata 15 – 20 persen per tahun. 

Tak heran, di kawasan yang dari dulunya hanya dikenal sebagai kawasan industri terbesar di Indonesia ini, belakangan semakin menjadi incaran pengembang raksasa nasional.

Salah satunya adalah PT Pollux Properti Indonesia Tbk.  Perusahaan pengembang yang meruapakan anak usaha dari Pollux Group Internasional, dan sudah berpengalaman menegmbangkan berbegai proyek skala besar di berbagai negera di Asia itu, saat ini tengah mengerjakan pembangunan mega proyek; Pollux Technopolis yang meliputi 26 tower apartemen dan 368 unit ruko serta berbagai fasiltas penunjang lainnya.

| Baca Juga:   Mengapa Hunian di Kawasan Township Lebih Diminati? Ini Alasannya

Tidak tanggung-tanggung, bahkan awal Februari 2020 lalu, untuk proyek multi fungsi terbesar di Karawang tersebut, Pollux melakukan penandatanganan kerjasama dengan Perusahaan Konstruksi pelat meraah (BUMN); PT PP (Persero) Tbk untuk pembangunan proyek yang berlokasi di Jalan Internasional Kecamatan Teluk Jambe Karawang tersebut, dengan total nilai kontrak sebesar Rp3,5 triliun.

RM. Suryo Atmanto, Managing Director Pollux Properti Group mengungkapkan, untuk saat ini Karawang telah menjelma sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi investasi cukup besar di sektor properti.

Tidak hanya itu, menurut Suryo, melihat pergerakan industri saat ini yang telah mengarah ke timur, Karawang pun sudah siap untuk tumbuh menjadi sebuah kota terintegrasi dengan tatanan kelas dunia. “Karenanya alasan itu, kami berharap proyek yang kami kembangkan yakni Pollux Technopolis di Karawang dapat menjadi icon baru di tengah kota industri sekaligus new central business district terbaik di Karawang,” ujarnya.

Pollux Technopolis yang ditasbih sebagai icon baru di kota Karawang Barat merupakan investasi properti terbaik di Karawang saat ini. Proyek tersebut terletak di exit pintu tol Karawang Barat tepatnya di kilometer 47.

Lokasi Pollux Technopolis terbilang strategis karena berada di tengah-tengah kawasan Industri terbesar di Asia Tenggara, dimana 14 ribu hektar diantaranya hanya digunakan sebagai lahan industri. Maka bisa dimaklumi jika lebih dari 40% hasil ekspor Indonesia diproduksi di kota ini.

Selain itu, lebih dari 2000 perusahaan multinasional maupun internasional berada di sini sehingga menjadikan Karawang sangat potensial dan prospektif sebagai lokasi investasi yang akan terus berkembang dan menjanjikan, terutama pada sektor industri. “Karawang juga terus berkembang dengan masifnya pembangunan infrastruktur dan transportasi seperti elevated toll road, kereta api cepat Jakarta – Bandung, Light Rail Transit, serta sarana seperti Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban,” pungkas Suryo. (ZH)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button