Aktual

  • BP Tapera Bahas Solusi SLIK OJK dengan Menteri Keuangan untuk Percepat Penyaluran FLPP

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE — Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho, melakukan audiensi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas optimalisasi penggunaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dalam program pembiayaan perumahan bersubsidi. Pertemuan berlangsung pada 21 Oktober 2025 di Ruang Rapat Menteri Keuangan.

    Langkah ini merupakan tindak lanjut dari hasil pemantauan BP Tapera di lapangan serta diskusi bersama para mitra kerja, termasuk Bank Penyalur dan asosiasi pengembang di berbagai daerah. Salah satu isu yang dibahas adalah tantangan terkait penggunaan data SLIK OJK dalam proses verifikasi kelayakan calon debitur penerima Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

    Heru menjelaskan bahwa banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terkendala akibat catatan Non Performing Loan (NPL) pada kredit konsumtif, yang berdampak pada hasil SLIK dan pada akhirnya mempengaruhi keputusan bank dalam menyalurkan KPR subsidi.

    “BP Tapera telah menyampaikan temuan ini kepada OJK sejak 5 Agustus 2025. Dari data kami, periode 1 Januari 2022 hingga 4 Agustus 2025 tercatat 111.258 data debitur yang tidak diproses lebih dari dua bulan oleh bank penyalur. Bahkan terdapat calon penerima FLPP yang sudah lolos subsidi checking namun belum ditindaklanjuti oleh bank,” ujar Heru.

    Menurutnya, kondisi tersebut dapat menurunkan minat calon penerima FLPP karena lamanya waktu tunggu.
    Menanggapi data tersebut, OJK mencatat sebanyak 103.297 data atau 92,84% berasal dari Bank Himbara dan BSI. Dari jumlah itu, 5.632 calon debitur telah terealisasi pencairannya, 36.404 calon debitur masih dalam proses tindak lanjut, dan 3.299 calon debitur ditolak akibat status SLIK.

    Selain itu, BP Tapera juga menghimpun laporan manual dari pengembang dan bank di lapangan dengan total 13.321 kasus, di mana 5.146 di antaranya berkaitan dengan permasalahan SLIK (status Kol 2 hingga Kol 5).

    Meskipun demikian, Heru tetap optimistis target penyaluran 350.000 unit rumah FLPP tahun 2025 dapat tercapai.

    “Berdasarkan hasil analisis bersama OJK serta data pembangunan rumah dan potensi demand, proyeksi capaian FLPP hingga akhir tahun bisa mencapai 354.200 unit,” jelasnya.

    Proyeksi ini mencakup tindak lanjut data analitik sebanyak 57.644 unit, stok siap akad 46.583 unit, tambahan dari kegiatan pemasaran di daerah potensial 9.000 unit, serta antrian proses di SiKasep 33.635 unit.

    Dalam kesempatan itu, Heru juga menyampaikan dua usulan kebijakan kepada pemerintah, yakni:

    1. Perbaruan status SLIK OJK menjadi “lunas” bagi nasabah yang telah melunasi tunggakan agar pengajuan KPR FLPP dapat segera diproses.

    2. Relaksasi atau pemutihan tunggakan hingga batas nilai tertentu bagi kreditur yang sudah tidak aktif atau tidak eksis lagi.

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan apresiasi atas langkah BP Tapera dalam memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan nasional. Ia juga memberikan arahan agar BP Tapera memperdalam analisis data tolakan SLIK OJK dengan klasifikasi nilai tunggakan yang lebih rinci sebagai dasar untuk mengusulkan relaksasi kebijakan bagi calon debitur MBR.

    “BP Tapera perlu memperkuat basis data dan terus mengoptimalkan penyaluran FLPP agar target 350.000 unit rumah tahun ini dapat tercapai, sekaligus mendorong percepatan pembangunan perumahan rakyat,” ujar Purbaya.

    Hingga 22 Oktober 2025, BP Tapera telah menyalurkan 204.978 unit rumah senilai Rp25,44 triliun. Sejak tahun 2022, total akumulasi penyaluran FLPP mencapai 860.278 unit rumah dengan nilai Rp101,48 triliun.

  • Menko Perekonomian Resmi Luncurkan Kredit Program Perumahan

    SURABAYA, KORIDOR.ONLINE — Pemerintah resmi meluncurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebagai instrumen pembiayaan untuk mempercepat pembangunan dan renovasi rumah masyarakat dalam rangka mendukung Program 3 Juta Rumah, salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    Program ini memberikan fasilitas kredit atau pembiayaan modal kerja dan investasi kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) — baik perseorangan maupun badan usaha — yang bergerak di sektor perumahan dan konstruksi rakyat.

    Peluncuran KPP dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) 800.000 Debitur Penciptaan Lapangan Kerja dan Peluncuran Kredit Program Perumahan, di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (21/10/2025).

    “Hari ini pemerintah meluncurkan KPP dengan harapan semakin banyak pembangunan rumah baru maupun renovasi rumah masyarakat,” ujar Menko Airlangga.

    Airlangga mengajak seluruh kepala daerah serta perbankan penyalur untuk turut mendukung percepatan penyaluran KPP. Menurutnya, program ini bukan hanya membantu masyarakat memiliki rumah layak huni, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi nasional.

    “Saya minta Gubernur, Bupati, dan Wali Kota mendorong kontraktor daerah untuk membangun rumah bagi masyarakat. Kredit Program Perumahan ini merupakan bagian dari Program Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan 3 Juta Rumah. Para debitur KUR dan KPP ini adalah pahlawan ekonomi Indonesia,” tegasnya.

    Pemerintah telah menyiapkan anggaran KPP sebesar Rp130 triliun, terdiri atas Rp113 triliun untuk sisi suplai (kontraktor UMKM) guna mempercepat pembangunan rumah, serta Rp17 triliun untuk sisi permintaan (masyarakat) yang membutuhkan pembiayaan renovasi rumah.

    Airlangga berharap Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dapat mengoordinasikan seluruh pemangku kepentingan sektor perumahan untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan ini secara maksimal.

    Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel dan Inspektur Jenderal Kementerian PKP Heri Jerman.

    Menurut Sekjen Kementerian PKP, pelaksanaan KPP mengacu pada Permenko No. 13 Tahun 2025 dan Permen PKP No. 13 Tahun 2025, yang menjadi dasar hukum penyaluran kredit program ini.

    “Kami siap mensukseskan penyaluran Kredit Program Perumahan agar masyarakat bisa menempati rumah layak huni, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja di sektor perumahan,” ujar Didyk Choiroel.

  • BP Tapera Tinjau Kualitas Perumahan SMK Residence 2 Lubuk Pakam, Medan

    DELI SERDANG, KORIDOR.ONLINE – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) saat meninjau perumahan subsidi SMK Residence 2 di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

    Kunjungan kerja ini menjadi ajang evaluasi sekaligus bentuk apresiasi terhadap langkah progresif Pemerintah Daerah Deli Serdang yang telah membebaskan biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi warga penerima rumah subsidi.

    “Inilah contoh nyata keberpihakan pemerintah daerah kepada rakyatnya. BPHTB dan PBG gratis bukan hanya kebijakan administratif, tapi bentuk kepedulian terhadap hak dasar masyarakat untuk memiliki tempat tinggal yang layak,” ujar Menteri Ara dalam sambutannya.

    Turut hadir dalam kunjungan tersebut Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, serta jajaran pejabat dari Kementerian PKP dan BP Tapera.

    Sebagai simbol dukungan terhadap gerakan penyediaan rumah rakyat, dilakukan pula penyerahan kunci rumah secara simbolis kepada lima warga penerima manfaat. Suasana haru menyelimuti prosesi sederhana namun bermakna tersebut, yang menandai langkah baru bagi keluarga-keluarga penerima untuk memulai kehidupan di rumah sendiri.

    Dalam arahannya kepada pihak perbankan, Menteri Ara juga menekankan pentingnya transparansi proses akad kredit KPR.

    “Masyarakat harus tahu dengan jelas setiap rupiah yang dibayarkan. Proses akad tidak boleh ada yang ditutupi. Semuanya harus tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

    Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho memberikan apresiasi terhadap kualitas pembangunan perumahan yang digarap oleh Bungsu Land Property selaku pengembang SMK Residence 2.

    “Perumahan ini menunjukkan bahwa rumah subsidi tidak identik dengan kualitas rendah. Dengan komitmen dan pengawasan yang baik, rumah rakyat pun bisa nyaman, aman, dan estetik,” ujarnya.

    SMK Residence 2 menghadirkan lingkungan hunian yang tertata rapi, dilengkapi ruang terbuka hijau, jalan lingkungan yang lebar, serta pengamanan sekuriti 24 jam. Fasilitas-fasilitas tersebut menunjukkan standar baru dalam penyediaan perumahan bersubsidi yang tidak hanya fokus pada harga terjangkau, tetapi juga kualitas hidup penghuninya.

    Melalui kunjungan ini, Kementerian PKP menegaskan arah kebijakan barunya dalam pembangunan perumahan rakyat — mengutamakan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, BP Tapera, perbankan, dan pengembang, agar setiap rumah subsidi benar-benar menjadi rumah harapan, bukan sekadar bangunan.

    “Kita ingin rakyat kecil bisa hidup dengan bermartabat di rumah yang layak. Karena rumah adalah hak, bukan kemewahan,” tutup Menteri Ara.

  • LLV Gandeng IGPI Singapore Dorong Ekspansi Bisnis Jepang ke Indonesia Melalui Ekosistem BSD City

    BSD CITY, KORIDOR.ONLINE – Dalam upaya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia–Jepang dan membuka peluang investasi baru di kawasan Asia Tenggara, Living Lab Ventures (LLV) — corporate venture capital milik Sinar Mas Land — resmi menjalin kemitraan strategis dengan Industrial Growth Platform Pte. Ltd. (IGPI Singapore).

    Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan pada September lalu oleh Bayu Seto, Partner di LLV, dan Kohki Sakata, CEO IGPI Singapore. Kolaborasi ini ditujukan untuk membantu perusahaan Jepang memasuki pasar Indonesia dengan lebih efektif dan terarah, sekaligus memperkuat peran BSD City sebagai pusat inovasi dan pintu masuk investasi global.

    “Langkah ini sejalan dengan misi LLV untuk menjembatani ekosistem Indonesia dengan peluang global. BSD City akan menjadi hub bagi perusahaan Jepang untuk melakukan uji coba, mengembangkan bisnis, dan berkolaborasi dengan mitra lokal,” ujar Bayu Seto.

    Jembatan Strategis Ekonomi Jepang–Indonesia

    Dalam kemitraan ini, IGPI Singapore akan menyediakan layanan konsultasi manajemen dan investment advisory bagi klien Jepang yang berencana berekspansi ke Indonesia. Sementara LLV akan menawarkan akses ke jaringan luas, keahlian industri yang mendalam, serta dukungan strategis dari ekosistem bisnis yang terintegrasi di BSD City — mega township seluas 6.000 hektare yang telah dihuni hampir 500.000 penduduk dan dikenal sebagai living laboratory bagi inovasi perkotaan.

    Dengan infrastruktur lengkap dan lingkungan urban yang adaptif, BSD City menjadi lokasi ideal untuk riset pasar, uji coba proof-of-concept (PoC), serta pembentukan kemitraan lintas sektor.

    “Kami ingin menciptakan mekanisme soft-landing yang membantu perusahaan Jepang masuk ke pasar Indonesia dengan risiko minimal dan efisiensi maksimal,” tambah Bayu. “Mulai dari riset pasar, business matching, hingga curated business tour, semuanya difasilitasi melalui jaringan kami di LLV dan Sinar Mas Land.”

    Ekosistem Bisnis yang Nyata, Bukan Sekadar Konsultasi

    Kolaborasi LLV dan IGPI tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi menghadirkan platform nyata tempat perusahaan Jepang dapat menguji, menyesuaikan, dan mengembangkan model bisnis mereka di tengah ekosistem urban yang dinamis.

    “Indonesia memiliki potensi luar biasa — populasi muda, kelas menengah yang tumbuh cepat, dan adopsi digital yang masif,” ungkap Kohki Sakata, CEO IGPI Singapore. “Bermitra dengan LLV dan Sinar Mas Land memberi kami kekuatan untuk tidak hanya memberi saran, tetapi juga menyediakan real-world ecosystem tempat klien kami bisa berinovasi dan tumbuh.”

    BSD City: Gerbang Global Inovasi dan Investasi

    Langkah strategis ini mempertegas posisi BSD City sebagai hub internasional untuk inovasi, kolaborasi teknologi, dan ekspansi bisnis global.
    Melalui LLV, Sinar Mas Land membuka jalan bagi terbentuknya arus investasi asing langsung (FDI) yang lebih besar, penciptaan lapangan kerja baru, serta transfer pengetahuan yang memperkuat daya saing ekonomi nasional.

    “Kami ingin BSD City menjadi titik temu bagi ide, investasi, dan inovasi dunia,” tutup Bayu Seto. “Kolaborasi dengan IGPI adalah awal dari babak baru hubungan ekonomi Indonesia–Jepang yang lebih produktif dan berkelanjutan.”

    Apa Itu Living Lab Ventures (LLV)?

    Living Lab Ventures (LLV) adalah corporate venture capital milik Sinar Mas Land yang berfokus pada investasi lintas sektor di kawasan Asia Tenggara. LLV menyediakan pendanaan, keahlian, layanan, dan ekosistem terintegrasi untuk mempercepat pertumbuhan startup dan perusahaan global menuju tahap ekspansi internasional.

    Berbasis di BSD City, LLV berperan sebagai pintu gerbang Indonesia bagi perusahaan global, menghubungkan inovator dunia dengan peluang bisnis lokal melalui dua pilar utama: Investasi dan Global Partnership.
    Dengan pendekatan berbeda dari VC tradisional, LLV tidak hanya menanamkan modal, tetapi juga membangun perusahaan berdampak besar melalui kemitraan yang mendalam di bidang teknologi, kesehatan, dan energi terbarukan.

  • Summarecon Expo 2025 Hadir Perdana di Summarecon Mall Bandung

    BANDUNG, KORIDOR.ONLINE – Setelah sukses membukukan penjualan Rp410 miliar dari penyelenggaraan Summarecon Expo di Summarecon Mall Serpong, September lalu, kini ajang pameran properti tahunan terbesar Summarecon hadir untuk pertama kalinya di Kota Bandung. Summarecon Expo digelar di Summarecon Mall Bandung pada 3–12 Oktober 2025, sekaligus menjadi rangkaian kedua dari empat agenda expo yang berlangsung sepanjang tahun ini.

    Mengusung tema besar “Summarecon Expo: 50 Years Golden Journey”, pameran ini menjadi bagian dari perayaan ulang tahun emas Summarecon. Berbagai produk properti unggulan dari sembilan kawasan pengembangan ditampilkan, mulai dari Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, Bogor, Crown Gading, hingga Tangerang. Kehadirannya memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat portofolio Summarecon sekaligus memperoleh informasi mengenai hunian maupun produk komersial berkualitas.

    Summarecon Expo digelar di Summarecon Mall Bandung, mulai dari tanggal 3 –12 Oktober 2025. Pengunjung maupun pembeli produk properti juga berkesempatan mengikuti beragam promo dan undian Grand Prize spektakuler. Foto: Summarecon.

    Sharif Benyamin, Director PT Summarecon Agung Tbk, menyampaikan optimismenya.

    “Kami bersyukur penyelenggaraan di Serpong berjalan sukses dan disambut antusias. Expo bukan hanya menawarkan produk properti, tetapi juga menghadirkan hiburan kelas dunia, forum diskusi, dan pengalaman interaktif. Dengan konsep serupa, kami yakin penyelenggaraan di Bandung juga akan mendapat sambutan positif,” ujarnya.

    Sejalan dengan momen HUT ke-50, Summarecon menghadirkan hadiah langsung berupa kulkas, sepeda listrik, logam mulia, AC, hingga dinner set cutlery. Pengunjung maupun pembeli produk properti juga berkesempatan mengikuti undian Grand Prize spektakuler, mulai dari 1 unit BYD Seal, 2 unit BYD M6, 15 unit Yamaha NMAX, 7 logam mulia 50 gram, hingga 25 unit iPhone, yang akan diundi pada 16 November 2025 di Summarecon Mall Bekasi.

    Menurut Hindarko Hasan, Executive Director Summarecon Bandung, penyelenggaraan expo kali ini juga menghadirkan program penawaran khusus.

    “Kami siapkan promo menarik mulai dari Flash Sale rumah di Summarecon Bandung, extra discount untuk produk properti di kawasan Summarecon lainnya, hingga promo lintas proyek dari Kelapa Gading hingga Makassar. Semua ini kami hadirkan untuk memberikan nilai lebih bagi masyarakat,” jelasnya.

    Selain promo properti, Summarecon Expo juga menggandeng berbagai bank nasional—Mandiri, BTN, BNI, BCA, dan BRI—untuk memberikan opsi pembiayaan kompetitif dengan bunga ringan dan skema pembayaran fleksibel.

    Hiburan dan Aktivitas Keluarga

    Setiap hari, pengunjung dapat menikmati rangkaian acara seperti:

    • High Wire & Juggling International Show dari Chile, Peru, dan Kolombia,
    • Colorful World Visual Show by Isha Hening,
    • Kids performance dari sekolah-sekolah di Bandung,
    • Arena satwa unik interaktif dari SQP Park Learning Lab,
    • Forum diskusi panel bersama pakar urban planning dan akademisi ITB,
    • Talkshow kolaboratif dengan berbagai mitra pendidikan, kesehatan, dan komunitas.

    Tidak hanya itu, instalasi rumah edukatif dengan material premium turut ditampilkan, mulai dari produk Kohler, Valentino Gress, Onasis, Karang Pilang, Daikin, Agratruss, hingga BPS, yang menunjukkan kualitas konstruksi unggulan Summarecon.

    Rangkaian Summarecon Expo 2025 akan berlangsung di empat kota, yaitu:

    1. Summarecon Mall Serpong (12–21 September),
    2. Summarecon Mall Bandung (3–12 Oktober),
    3. Summarecon Mall Kelapa Gading (17–26 Oktober),
    4. Summarecon Mall Bekasi (7–16 November).

    Pameran ini turut mendapat dukungan dari mitra strategis seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, BTN, serta sejumlah produsen material bangunan dan teknologi rumah tangga.

    Hadirnya Summarecon Expo Bandung 2025 bukan hanya menjadi ajang pameran properti, tetapi juga sebuah perayaan perjalanan emas Summarecon sekaligus persembahan pengalaman inspiratif yang memadukan investasi, hiburan, edukasi, dan gaya hidup modern bagi seluruh keluarga.

  • BP Tapera dan PKP Apresiasi Bank Penyalur dan Pengembang di Hadapan Presiden Prabowo

    BOGOR, KORIDOR.ONLINE – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memberikan apresiasi kepada bank penyalur dan asosiasi pengembang atas kontribusi mereka dalam merealisasikan program KPR Sejahtera FLPP. Apresiasi ini disampaikan langsung di hadapan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam acara akad massal 26.000 unit rumah subsidi di Perumahan Pesona Kahuripan, Cileungsi, Bogor.

    Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyebut capaian ini sebagai tonggak penting sejarah FLPP. “Akad massal ini terbesar sepanjang penyaluran FLPP. Semua ini berkat dukungan kuat dari bank penyalur dan asosiasi pengembang. BTN masih menjadi penyalur terbesar dengan 93.362 unit, disusul BTN Syariah 37.065 unit, BRI 17.648 unit, BNI 8.568 unit, dan Mandiri 8.064 unit,” jelas Heru.

    Dari sisi asosiasi pengembang, REI mencatat realisasi tertinggi dengan 77.139 unit, disusul APERSI (55.516 unit), HIMPERRA (24.967 unit), ASPRUMNAS (6.083 unit), dan APERNAS (5.946 unit). Hingga 29 September 2025, realisasi penyaluran KPR FLPP mencapai 184.357 unit atau 52,67% dari target, dengan nilai Rp22,86 triliun. Program ini melibatkan 38 bank penyalur dan 7.382 pengembang, tersebar di 11.488 lokasi pada 33 provinsi.

    Jawa Barat Tertinggi, Disusul Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan

    Berdasarkan sebaran wilayah, Jawa Barat menempati posisi teratas dengan 42.123 unit, disusul Jawa Tengah (15.920 unit), Sulawesi Selatan (14.954 unit), Banten (12.407 unit), dan Jawa Timur (12.161 unit).

    Menteri PKP, Maruarar Sirait, menyampaikan apresiasi kepada para bank penyalur di hadapan Presiden. “Saya hargai pencapaian luar biasa ini. Terima kasih kepada BTN, BTN Syariah, BRI, BNI, dan Mandiri yang telah bekerja keras mewujudkan kuota terbesar sepanjang sejarah, yakni 350 ribu unit rumah,” ujar Maruarar.

    Presiden: Perumahan Penggerak Ekonomi Nasional

    Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali pentingnya sektor perumahan sebagai pendorong ekonomi nasional.

    “Kita beri target tinggi 3 juta rumah. Target itu harus dipatok tinggi, dan kita harus mengejar serta mencapainya. Sebagai pemimpin transformatif, kita harus berani mengejar cita-cita besar demi rakyat,” tegas Presiden.

    Sebagai simbol kehadiran negara, Presiden menyerahkan kunci rumah kepada 10 perwakilan MBR dari beragam profesi, termasuk buruh, petani, tenaga medis, ojek online, tukang becak, guru, anggota TNI, dan Polri. Presiden juga berdialog langsung dengan penerima manfaat terkait kualitas rumah, fasilitas lingkungan, hingga keterjangkauan harga.

    Momen penuh haru ini menegaskan bahwa program KPR Sejahtera FLPP benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi. Presiden bahkan menyempatkan diri mengunjungi rumah subsidi milik keluarga almarhum Affan Kurniawan, korban insiden aksi demo anarkis di Jakarta, sebagai bentuk kepedulian negara.

  • Ini Prestasi Perumahan Subsidi Yang Akan Dikunjungi Presiden Prabowo

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) akan menggelar akad massal KPR Sejahtera FLPP terbesar dalam sejarah, sebanyak 25.000 unit rumah subsidi, pada Senin (29/9). Acara ini berlangsung secara hybrid di 90 titik di 33 provinsi, dengan lokasi utama di Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

    Acara ini akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, DPR RI, pemerintah daerah, perbankan penyalur FLPP, asosiasi pengembang, serta tokoh industri properti. Sebanyak 200 MBR akan melakukan akad secara langsung di lokasi, sedangkan 24.800 akad lainnya digelar online melalui 39 bank penyalur di berbagai daerah.

    Mengapa Pesona Kahuripan?

    Menurut Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, pemilihan Pesona Kahuripan 10 Cileungsi sebagai lokasi utama tidak lepas dari rekam jejak dan kualitas pengembangnya, PT Hikmah Alam Sentosa. Pengembang ini memiliki rekam jejak, diantaranya:

    • Tujuh tahun berturut-turut (sejak 2018) meraih penghargaan sebagai Developer Terbaik Nasional BTN.

    • Masuk dalam lima besar Developer Terbaik versi BP Tapera tahun 2025.

    • Lima kali berturut-turut dinobatkan sebagai Developer Terbaik APERSI.

    Selain prestasi di atas, kawasan Pesona Kahuripan juga memiliki tingkat keterhunian rumah subsidi yang tinggi.

    Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho.

    “Kami sudah cek kepada pengembangnya. Tingkat keterhuniannya mencapai di atas 94 persen, dan kawasannya sangat luas. Dengan lahan yang luas, kualitas bangunan yang terjaga, serta prestasi yang diakui berbagai pihak, kawasan ini sangat layak dijadikan lokasi hajatan nasional akad massal FLPP. Kami bangga acara bersejarah ini didukung penuh oleh Kementerian PKP,” terang Heru.

    Selain itu lanjutnya, pengembangnya, dikenal konsisten mengedepankan kualitas rumah dan tata kawasan. Dengan luas lahan mencapai 212.276 m², kawasan ini menghadirkan 1.855 unit rumah, terdiri atas 1.504 unit subsidi dan 351 unit komersial.

    Optimis Target 350 Ribu Unit Tercapai

    Hingga 25 September 2025, realisasi penyaluran rumah subsidi FLPP telah mencapai 182.657 unit senilai Rp22,67 triliun. Angka tersebut disalurkan melalui 38 bank penyalur dan dikerjakan oleh 7.378 pengembang di 11.475 lokasi perumahan, mencakup 33 provinsi dan 394 kabupaten/kota.

    Komisioner Heru optimistis target 350.000 unit rumah subsidi dapat tercapai di akhir tahun.
    “Saat ini capaian sudah 52,18%. Dengan dukungan lintas sektor dan semangat para pengembang, insya Allah target ini segera terealisasi,” tegasnya.

  • Powell Studio Loft, Ruang Usaha Modern di Jantung SEZ BSD City

    BSD, KORIDOR.ONLINE – Permintaan ruang usaha modern terus meningkat seiring kebutuhan ekosistem bisnis yang terintegrasi. Menjawab tren tersebut, Sinar Mas Land menghadirkan Powell Studio Loft di kawasan D-HUB Special Economic Zone (SEZ) BSD City, satu-satunya Kawasan Ekonomi Khusus di Jabodetabek yang berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, teknologi, dan ekonomi kreatif.

    Dirancang oleh arsitek Urban+, Powell Studio Loft mengusung desain kontemporer dengan langit-langit tinggi serta balkon pribadi yang fungsional. Hunian usaha ini tak hanya menawarkan estetika, tetapi juga mendukung produktivitas dan kolaborasi. Lokasinya yang berada di SEZ memberikan keunggulan kompetitif, mulai dari insentif fiskal (tax holiday, tax allowance, bebas PPN, bea masuk, hingga cukai) hingga insentif nonfiskal seperti kemudahan perizinan, imigrasi, serta kelancaran lalu lintas barang dan tenaga kerja.

    “Powell Studio Loft kami hadirkan sebagai ruang usaha modern dengan dukungan infrastruktur kelas dunia dan akses strategis di jantung BSD City. Kehadiran produk ini diharapkan memperkuat posisi D-HUB SEZ sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru,” ungkap Anna Budiman, CEO Commercial BSD Sinar Mas Land.

    Powell Studio Loft ditawarkan dalam tiga tipe:

    • Tipe D: 3 lantai, ukuran 6×13 m, harga Rp7,4–7,8 miliar.

    • Tipe B: 4 lantai, ukuran 7×13 m, harga Rp8,9–9,4 miliar.

    • Tipe A: 5 lantai, ukuran 7×13 m, harga Rp10,3–10,6 miliar.

    Seluruh unit dilengkapi fasilitas modern seperti lift pribadi (tipe 4–5 lantai), internet fiber optic, listrik hingga 13.200 VA, suplai air PAM, telepon, area parkir luas, networking courtyard, hingga lobi penyambutan tamu.

    Powell Studio Loft berada di tengah ekosistem bisnis BSD City yang matang, dikelilingi pusat komersial (The Breeze, AEON Mall, QBig, ICE BSD), pusat pendidikan internasional (Prasetiya Mulya, Monash University, Sinarmas World Academy), serta fasilitas kesehatan modern (Eka Hospital). Dari sisi aksesibilitas, kawasan ini terhubung dengan berbagai ruas tol utama, transportasi publik seperti BSD Link, feeder bus, KRL Cisauk, dan segera diperkuat dengan hadirnya Stasiun Jatake (Q4-2025) serta rencana jalur MRT Lebak Bulus–Serpong.

    Dengan konsep arsitektur inovatif, insentif SEZ, serta ekosistem bisnis yang solid, Powell Studio Loft diyakini menjadi destinasi investasi strategis sekaligus ruang usaha modern bagi pelaku usaha lokal maupun global.

  • Rakernas Appernas Jaya: Menteri Ara Dorong Pengembang Manfaatkan KUR Perumahan

    MAKASSAR, KORIDOR.ONLINE – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengajak para pengembang untuk segera memanfaatkan KUR (Kredit Usaha Rakyat) perumahan yang diberi nama KPP (Kredit Program Perumahan) yang sudah disediakan pemerintah. Menurutnya jika KPP dimanfaatkan secara optimal akan mampu menaikkan seluruh industri yang ada di dalam ekosistem perumahan.

    “KUR perumahan ini sangat luar biasa untuk menaikkan seluruh industri di ekosistem perumahan, sebagai contoh pengembang dan kontraktor, pasti butuh toko bangunan dan di dalamnya pasti juga ada bahan-bahan dari industri lain seperti keramik, kaca dan lain-lain,” kata Menteri Ara dalam Rapat Kerna Nasional (Appernas Jaya) di Makassar, Sabtu (13/9/2025).

    Menteri PKP Maruarar Sirait dan Ketua Umum DPP Appernas Jaya berbincang di Rakernas Appernas Jaya, di Makassar, Sabtu (13/9/2025).

    Dikatakan Menteri Ara, perbankan yang terlibat dalam pembiayaan sektor perumahan juga berperan besar, baik untuk KPR, KUR, atau pembiayaan mikro untuk melawan rentenir. Pemerintah lanjutnya sudah memberikan solusi nyata, dengan menawarkan konsep yang lebih baik.

    “Terima kasih kepada para eselon I saya yang mau bekerja keras sosialisasi KUR dan selalu mengingatkan saya untuk membuat terobosan. Terima kasih juga kepada pengembang Appernas Jaya, saya ingin sekali teman teman benar-benar memanfaatkan KUR Perumahan ini,” ucapnya.

    Laporkan Jika Ada Pungli

    Pada kesempatan itu, Menteri Ara juga menegaskan komitmennya untuk melindungi para pengembang rumah subsidi dari pungutan liar.

    “Saya himbau jika ada oknum yang meminta uang kepada pengembang rumah subsidi, segera laporkan kepada saya dengan bukti-bukti. Saya akan langsung meneruskan laporan tersebut kepada Kapolri dan Jaksa Agung,” tegasnya. Pemerintah lanjut Menteri Ara akan bertindak tegas dan keras terhadap oknum yang menghambat jalannya pembangunan perumahan.

    Di akhir sambutannya Menteri PKP mengajak seluruh anggota Appernas Jaya membangun perumahan dengan hati dan mengutamakan kualitas rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    Rapat Kerja Nasional Appernas Jaya dan Sosialisasi KUR Perumahan di Makassar, Sabtu (13/9/2025).

    Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Appernas Jaya, Dr. Andriliwan Muhammad atau yang akrab disapa Bang Andre, bertekad mendukung penuh dan memanfaatkan segala kemudahan yang sudah diberikan oleh pemerintah dalam mendukung program 3 juta rumah. Ia memberikan apresiasi kepada Menteri Ara atas kerja kerasnya yang dengan tulus terus mengawal program perumahan nasional sampai ke daerah.

    “Kami senang, Rakernas Appernas Jaya sekaligus jadi ajang sosialisasi KUR Perumahan. Dihadiri oleh ratusan peserta, dan bank bank papan atas yang ada di Sulawesi dengan atmosfer penuh semangat sekaligus hangat. Sosialisasi KUR Perumahan ini disambut antusias lebih 400 peserta Rakernas. Kami berkomitmen sesuai pesan Menteri PKP untuk membangun rumah berkualitas, layak huni, dan terjangkau bagi MBR ,” kata Bang Andre.

    Menurut Andre, meski baru enam tahun berdiri, Appernas Jaya telah memiliki hampir 1.000 anggota yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Bang Andre juga memuji kekompakan anggotanya yang menurutnya sangat militan dalam mendorong penyediaan perumahan di daerah.

    Puncak acara Rakernas ditandai dengan persembahan lagu berjudul “Membangun dengan Hati” ciptaan Ketua Umum Appernas Jaya. Lagu yang menceritakan perjalanan Menteri Ara Ara hingga menjadi menteri ini membawa suasana ruangan hening dan khidmat. Syairnya yang menyentuh hati membuat seluruh peserta larut dalam keharuan sekaligus semangat kebersamaan.

     

  • Summarecon Bidik Penjualan Rp 1,5 Triliun dari Ajang Pameran di Empat Kota

    JAKARTA, KORDIOR.ONLINE – Memasuki usia emas, PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) merayakan kiprahnya di dunia properti dengan menggelar pameran besar bertajuk “Summarecon Expo: 50 Years Golden Journey”. Acara ini digelar di empat kota besar Indonesia mulai Jumat (12/9), sekaligus menandai perjalanan panjang Summarecon membangun kota-kota mandiri.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 7,4 triliun, Summarecon optimistis pameran ini mampu meraih penjualan hingga Rp 1,5 triliun.

    “Tahun lalu, expo serupa membukukan Rp 1,2 triliun. Tahun ini target kami naik menjadi sekitar Rp 1,5 triliun,” ungkap Direktur Summarecon, Sharif Benjamin.

    Optimisme di Tengah Tantangan

    Sharif menekankan, expo kali ini bukan semata ajang transaksi, melainkan simbol optimisme perusahaan menghadapi pasar properti yang dinamis. Sejalan dengan tema “Bersama Membangun Indonesia Emas”, Summarecon ingin menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan hunian dan kawasan komersial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

    Setiap pembelian properti dengan nilai kelipatan Rp 500 juta akan mendapatkan kupon undian berhadiah, yang pemenangnya akan diumumkan pada 16 November 2025 di Summarecon Mall Bekasi, bertepatan dengan puncak perayaan ulang tahun ke-50.

    Diskon Besar dan Unit Terbatas

    Salah satu magnet utama expo adalah program “cuci gudang” properti di sembilan kawasan township Summarecon: Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, Bogor, Crown Gading, dan Tangerang.

    Menurut Direktur Eksekutif Summarecon, Albert Luhur, unit lama, termasuk rumah dan ruko, ditawarkan kembali dengan diskon hingga 30 persen.

    “Rentang harganya bervariasi, mulai Rp 1,5 miliar hingga Rp 9,7 miliar sebelum diskon,” ujarnya.

    Rangkaian Acara di 4 Kota

    Expo digelar di empat pusat perbelanjaan Summarecon, yaitu:

    • Summarecon Mall Serpong (12–21 September 2025)

    • Summarecon Mall Bandung (3–12 Oktober 2025)

    • Summarecon Mall Kelapa Gading (17–26 Oktober 2025)

    • Summarecon Mall Bekasi (7–16 November 2025)

    Selain pameran properti, pengunjung dapat menikmati pertunjukan hiburan mulai dari High Wire dan Juggling, visual show oleh Isha Hening, hingga konser musik Purwacaraka. Ada pula instalasi smart home interaktif, diskusi panel tentang pembangunan kota berkelanjutan, hingga program edukasi satwa untuk anak-anak.

    Fokus pada Kualitas

    Meski permintaan properti cukup tinggi, Summarecon tetap berhati-hati dan tidak terburu-buru meluncurkan produk baru. Hingga Agustus 2025, perusahaan sudah mencatat marketing sales Rp 3,1 triliun atau 60 persen dari target tahunan.

    “Kualitas adalah prioritas utama. Kepercayaan konsumen adalah aset terbesar kami, sehingga kami lebih memilih menjaga mutu daripada sekadar mengejar volume,” tutur Sharif.

    Komitmen itu tercermin dari produk eksklusif Soultan Island di Summarecon Bekasi. Dengan harga Rp 9,3–29,5 miliar per unit, proyek ini berhasil terjual Rp 150 miliar hanya dalam dua jam setelah diluncurkan. Menariknya, sebagian besar pembeli berasal dari Bekasi sendiri. “Di ceruk inilah kami bermain, melayani konsumen yang memang tumbuh dan berakar di Bekasi,” pungkas Sharif.

Back to top button