FinansialTrending

Alokasikan Dana Marketing, Developer Bayarin Cicilan KPR

Dana “memerdekaan” cicilan konsumen selama 8 bulan itu, merupakan pengalihan dari budget marketing dan promo, yang selama pandemi Covid-19 ini tidak terpakai.

BOGOR, KORIDOR – Tak dapat dipungkiri, pandemi Covid-19 telah memporakporandakan hampir seluruh sektor perekonomian Indonesia, tak terkecuali sektor bisnis properti. Akibat pembatasan aktivitas sosial dan bisnis (Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB) sejak Maret 2020, kontan tidak banyak yang dapat diperbuat oleh para developer.

Aktivitas promosi dan marketing konvensional seperti pameran, penyebaran flayer (brosur), serta event mendatangkan orang banyak tidak lagi boleh diselenggarakan. Mereka “terpaksa” harus berjualan (promosi) di dunia maya.

Tapi bukan developer (pengusaha) namanya,  kalau mudah menyerah pada keadaan. Di tengah tidak mudahnya bertransaksi properti, sebagian besar developer mengeluarkan “jurus-jurus” pamungkas marketingnya. Umumnya mereka menawarkan Uang Muka (DP) bisa dicicil panjang,  tanpa DP atau 0%, dan menunda (libur) bayar cicilan, serta hadiah-hadiah langsung.

Namun ada hal yang menarik dilakukan oleh  PT. Tajur Surya Abadi, pengembang perumahan Royal Tajur. Dengan tajuk Merdeka Cicilan hingga tahun depan, developer ini membayari cicilan (bukan libur) konsumennya sampai 8 bulan, dan memberikan jaminan sewa (khusus apartemen fully furnished) sehingga 2 tahun. Konsumen hanya membayar DP 10 persen yang senilai furniture dan elektronik.

Menurut Hendra Gunawan General Manager Royal Tajur, dana “memerdekaan” cicilan konsumen selama 8 bulan itu, merupakan pengalihan dari budget marketing dan promo, yang selama pandemi Covid-19 ini tidak terpakai.

“Sejak Maret 2020, rata-rata developer memangkas budget marketingnya. Kegiatan pameran, pembuat flayer, dan billboard berkurang drastis, bahkan tidak ada. Anggaran marketing dan promosi dari Maret hingga Desember tahun ini ingin kita berikan ke konsumen, dengan menanggung cicilan mereka selama 8 bulan,” kata Hendra, Senin (31/8), saat ditemui di Alin Cafe Royal Tajur Bogor.

Hendra mengatakan, umumnya biaya marketing dan promo itu 4 persen dari gross sales, kalau ditambah dengan komisi sales bisa mencapai 7-8 persen. Budget inilah yang diberikan kepada konsumen melalui promo Merdeka Cicilan. Promo ini terbatas hanya untuk 15 unit, pembelian apartemen, rumah tapak dan kavling, dan berlaku hanya di bulan September.

| Baca Juga:   Terpilih Pimpin REI Jakarta, Ini 6 Program Prioritas Arvin F. Iskandar

Promo ini, jelas Hendra,  dibagi dua. Produk harga Rp1 miliar ke bawah akan bayari cicilannya  8 bulan. Dan produk di atas Rp1 miliar (rumah hook dan kavling besar) diberikan diskon besar di depan yang nilainya bisa sampai ratusan juta rupiah dan free biaya KPR.

“Jadi promo kami sangat berbeda dengan developer-developer lain yang saat ini ada juga promo bayarin cicilan 1 tahun, bahkan lebih 2 tahun, yang pastinya dari harga dinaikin dahulu. Kalau kami dari alokasi anggaran, boleh dicek pricelist before after ada promosi ini,” pungkas Hendra.

Jaminan sewa aman

Frans Hartono, Department Head Sales Royal Tajur mengatakan, yang lebih menarik dalam promo ini, terutama untuk investor adalah Royal Heights Apartment. Bayangkan, investor cukup membayar DP 10 persen, misalnya untuk tipe 1 bedroom seharga Rp520 juta, mereka hanya membayar DP Rp52 juta.

“Setelah bayar DP dan akad kredit, maka cicilan pertama hingga bulan ke-8 kami bayarin. Berikutnya, kami bisa pastikan cicilan bulan ke-9 hingga 2 tahun (24 bulan) ke depannya, konsumen hanya Rp200 ribu per bulan,” jelas Frans.

Bagaimana bisa hanya Rp200 ribu? Frans menjelaskan, karena 2 tahun itu sudah dibayarkan oleh jaminan sewa. Katakanlah cicilannya Rp3,5 juta per bulan, jaminan sewanya masuk Rp3,3 juta sebagai subsidi, jadi konsumen hanya menambahkan Rp200 ribu saja.

Mengapa 8 bulan? lanjut Frans, selain karena bulan kemerdekaan RI Agustus, 8 bulan itu masa tunggu sampai dengan apartemen Tower A jadi dan siap disewakan. Sehingga argo jaminan sewa berjalan.  Saat ini progress Tower A sudah mencapai 85 persen. Target selesai bangunan fisik akhir Desember 2020. Januari proses Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dan serah terima unit mulai April 2021 secara bertahap.

| Baca Juga:   Infrastruktur Berkembang Pesat, Bekasi Kini Makin Seksi

“Pertanyaannya, bagaimana bulan ke-33? Investor membayar cicilannya normal? Tidak, malah investor mendapatkan pemasukan sebagai passive income. Karena nilai sewanya pasti sudah naik, sementara cicilannya flat,” tutur Frans.

Terkait dengan jaminan sewa, Frans mengatakan tidak perlu khawatir, karena calon penyewa unit apartemen sudah ada. Segmen yang dibidik adalah pekerja dan keluarga yang selama ini sewa dan kos di ring satu Jl Raya Tajur. Nilai jaminan sewa itu pun diambil dari nilai rata-rata pasar sewa sekitar Jl. Raya Tajur, bukan “karangan” developer.

“Dari group (karyawan) kita saja 20 unit pasti terisi. Karyawan kita ada yang dari Yogya, Semarang, dan kebanyakan dari Jakarta.  Dari pada mereka bolak-balik lebih efisien kalau mereka tinggal di sini. Jadi jaminan sewa kita dari karyawan group saja potensinya sudah besar. Penyewanya sudah benar ada, makanya kami berani ada jaminan sewa 2 tahun,” kata Frans.

Untuk memaksimalkan promosinya, sekarang ini Royal Tajur sedang berpameran di Indonesia Properti Virtual Expo dan BCA Virtual Expo.

Penulis: Erlan Kallo

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button