Infrastruktur

  • BP Resmikan SPBU Pertama di BSD City, Suntik Dana Lebih dari USD 3 Juta

    TANGERANG, KORIDOR.ONLINE—Menggandeng PT Aneka Petroindo Raya (BP-AKR), Sinar Mas Land sukses menghadirkan SPBU bp pertama di BSD Cty. Total investasi yang dikucurkan untuk membangun SPBU bp di lahan seluas 3.000 m² itu, lebih dari USD 3 juta.

    Lokasinya di kawasan Commercial Business Park BSD Tahap II bagian barat, yang memiliki total area 11.000 m². Pembangunan SPBU ini adalah wujud komitmen kedua perusahaan untuk menyediakan bahan bakar dan layanan berkualitas, serta fasilitas terintegrasi yang dapat mendukung mobilitas masyarakat modern di BSD City.

    Peletakan batu pertama (groundbreaking) SPBU bp pertama di BSD City, pada Senin (11/11) lalu. Prosesi groundbreaking secara simbolis dilakukan oleh Vanda Laura (Presiden Direktur BP-AKR), Roy Darmawan (Wakil Presiden Direktur BP-AKR), Maulina Novriani (Direktur Operasional BP-AKR), Monik William (Deputy Group CEO Township Development Sinar Mas Land).

    Lalu, Lie Jani Harjanto (Group CFO Sinar Mas Land), Anna Budiman (CEO Commercial BSD Sinar Mas Land), Surya Adil Wijaya (Direktur Utama PT Goldtree Energi Berjaya), Kiem An Andy (Direktur PT Goldtree Energi Berjaya), dan Sherly Najoan (Direktur PT Sinar Energi Indah Nusantara).

    Groundbreaking Ceremony SPBU bp di BSD City

    Vanda Laura, Presiden Direktur BP-AKR mengatakan, kerja sama BP-AKR bersama dengan Sinar Mas Land merupakan suatu langkah strategis dalam upaya untuk berkontribusi pada penyediaan solusi energi berkualitas, guna menjangkau lebih banyak pengendara di Indonesia.

    “Kerja sama ini bukan hanya meletakan fondasi untuk sebuah stasiun pengisian bahan bakar dan memenuhi kebutuhan bahan bakar berkualitas bagi konsumen saja, namun juga merupakan upaya yang memberikan dampak positif lebih luas bagi lingkungan sekitar dalam jangka panjang,” ujar Vanda Laura dalam keterangan tertulis.

    Sebagai perusahaan penyedia bahan bakar berkualitas dan pengelola SPBU bp di Indonesia, BP-AKR  terus berinovasi untuk menjadikan SPBU bp sebagai tempat yang nyaman untuk mengisi bahan bakar berkualitas dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari melalui berbagai fasilitas yang tersedia seperti mini market, gerai makanan cepat saji, hingga kedai kopi. Sejak pertama kali beroperasi di Indonesia di tahun 2018 hingga kini, jaringan SPBU bp telah mencapai 56 SPBU yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur.

    Surya Adil Wijaya, Direktur Utama PT Goldtree Energi Berjaya menjelaskan, Indonesia memiliki peluang dan potensi luar biasa untuk distribusi ritel bensin dan produk BBM lainnya, di mana permintaan pasar masih terus meningkat dalam sektor ini.

    “Kami bangga dapat bermitra dengan BP-AKR dan berkolaborasi untuk mengembangkan jaringan ritel energi, yang bisa memanfaatkan infrastruktur serta lahan Sinar Mas Land yang tersebar di seluruh Indonesia. Penawaran produk dan pelayanan kelas dunia yang ditawarkan dari kerja sama ini akan membawa nilai positif untuk konsumen,” ucap Surya Adil Wijaya.

    Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Anna Budiman, CEO Commercial BSD Sinar Mas Land menambahkan, pihaknya menyambut baik kehadiran SPBU bp di BSD City, yang semakin memperkaya fasilitas publik di kawasan ini. Kehadiran SPBU bp memberikan beragam pilihan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan bakar berkualitas tinggi.

    “Hal ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus mengembangkan BSD City sebagai kota mandiri dengan infrastruktur yang lengkap dan modern, serta menjadikannya sebagai destinasi yang ideal bagi masyarakat maupun pelaku bisnis,” tegas Anna Budiman.

    SPBU bp di BSD City akan menyediakan bahan bakar berkualitas seperti bahan bakar bensin BP Ultimate dan BP Ultimate Diesel dengan Teknologi ACTIVE yang diformulasikan khusus untuk merawat dan melindungi mesin kendaraan lebih bersih. SPBU bp ini ditargetkan akan mulai beroperasi pada Mei 2025 mendatang, yang akan dilengkapi dengan fasilitas modern untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pelanggan.

    Lokasi SPBU bp

    Berlokasi strategis di Barat BSD City, SPBU bp nantinya dapat diakses melalui sejumlah ruas tol, yakni Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) Seksi 1A & 1B, Tol Jakarta-Merak (Tol Kebon Jeruk), Tol Serpong-Cinere, dan Tol Jakarta-Serpong yang terintegrasi dengan Tol Kunciran-Serpong, Tol Serbaraja, JORR 2, Tol Bandara Soekarno-Hatta, dan Tol Jagorawi. Selain itu, terdapat ruas jalan baru yang menghubungkan jalan utama Gading Serpong dengan jalan utama menuju Tol Serpong-Balaraja.

    Kawasan komersial ini juga dekat dengan EASTVARA Mall, West Village Business Park, serta perumahan-perumahan terbaru di BSD City, seperti Tanakayu, Eonna, dan Terravia. Dengan akses yang mudah, serta pengembangan kawasan residensial dan komersial yang terus dilakukan membuat SPBU bp ini memiliki pangsa pasar yang stabil dan potensi pertumbuhan usaha yang tinggi.

     

  • Menteri PU Pastikan Keberlanjutan Pembangunan Infrastruktur

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE—Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo didampingi Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti dan  jajaran Pejabat Tinggi Madya Kementerian PU menerima kunjungan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kantor Kementerian PU, Rabu (23/10/2024).

    Menko AHY mengatakan pertemuan ini membahas keberlanjutan pembangunan infrastruktur dan memastikan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

    “Jadi semangatnya adalah bagaimana pembangunan infrastruktur ke depan ini menghadirkan keberlanjutan,” kata Menko AHY.

    Menko AHY menambahkan Presiden Prabowo menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur untuk menghadirkan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi yang baru dan memperkuat yang sudah ada.

    “Untuk mengejar pertumbuhan yang tinggi sesuai Asta Cita dan mewujudkan Indonesia Emas dibutuhkan sentra-sentra ekonomi baru. Peran Kementerian PU menjadi sangat fundamental. Untuk itu Presiden Prabowo mengharapkan Kementerian PU bisa menjalankan tugasnya dengan baik, mencegah inefisiensi APBN. Kalau ditata dengan baik bisa semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Menko AHY.

    Menko AHY menambahkan, pembangunan infrastruktur juga tidak lepas dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    “Hal ini juga inline dengan Asta Cita di mana Presiden menyampaikan bahwa masyarakat kita, generasi selanjutnya tidak boleh ada yang stunting. Salah satu solusi yang tidak kalah penting adalah memperbaiki infrastruktur air bersih dan sanitasi,” ucap Menko AHY.

    Senada dengan Menko AHY, Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan infrastruktur harus terus berkelanjutan guna mencapai Indonesia Emas 2045.

    “Hari ini Pak Menko AHY datang ke sini untuk menyambung silaturahmi dan berdiskusi, salah satunya tentang pembangunan infrastruktur yang telah dibangun dalam kurun waktu 5-10 tahun terakhir. Kabinet baru jangan sampai membuat pembangunan yang telah berjalan tidak berkelanjutan. Rasanya kurang efektif jika setiap periode pemerintahan yang baru kemudian kebijakan pembangunan yang baik justru berhenti, tidak berkelanjutan. Justru koordinasi-koordinasi seperti ini akan membuat kabinet baru mengetahui dan melanjutkan policy yang baik ke depannya. Kan cita-citanya sama, Indonesia Emas 2045,” ujar Menteri Dody.

    Wamen PU Diana Kusumastuti mengatakan salah satu pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas untuk terus dilanjutkan adalah menyambungkan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang total sepanjang 2.998 km dan diharapkan akan tembus di 1.137 km pada akhir 2024 yang akan datang. Kemudian terdapat 6 bendungan yang dapat diresmikan dalam waktu dekat dari 61 bendungan yang dibangun. Di antaranya adalah Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, Bendungan Keureto di Aceh dan Bendungan Sidan di Bali.

  • Warga Minta Jembatan Di Perumahan Citra Mangu Permai Ditinggikan

    TANGERANG SELATAN, KORIDOR.ONLINE– Untuk antisipasi musim penghujan, warga Perumahan Citra Mangu Permai, Jurangmangu Barat, Pondok Aren dan sekitarnya meminta dilakukan peninggian jembatan yang dilintasi Kali Cantiga, Ceger.

    Pasalnya, jembatan yang berada di komplek Perumahan Citramangu Permai itu posisinya rendah, setelah jembatan Ceger Raya ditinggikan tahun lalu. Menurut warga, ketika musim hujan tiba, sampah yang hanyut kerap menyumbat jembatan tersebut, akibatnya muka air kali Cantiga jadi tinggi dan airnya meluber ke area bibir kali sekitarnya.

    Rendi (48 tahun), salah satu warga menyebut jika jembatan tidak ditinggikan, sampah-sampah yang terbawa air kerap nyangkut di bawah jembatan.

    “Selama ini (sampah) sering nyangkut di bawah jembatan. Menghalangi laju air,” katanya, Senin, 20/10/24.

    Karena itu, warga meminta jembatan juga ditinggikan setelah proses betonisasi kali Cantiga selesai dikerjakan tahun lalu.

    “Sekaligus solusi antisipasi saat musim hujan ketika volume air tinggi. Agar tidak menimbulkan banjir. Kami berharap pemerintah kota Tangerang Selatan lewat dinas terkait meninggikan jembatan tersebut sebelum masuk musim penghujan tahun ini,” harapnya.

    Sebagai informasi posisi jembatan yang dilintasi aliran air Kali Cantiga itu terletak di Perumahan Citra Mangu Permai RT 05/04 Kelurahan Jurang Mangu Barat, Pondok Aren Tangerang Selatan. Jembatan dibangun oleh pengambang perumahan tersebut, Namun karena pengembang sudah tidak berada di lokasi, maka beberapa waktu lalu, warga berinisiatif dan menyerahkan PSU di kawasan itu ke Pemerintah Tangerang Selatan.

  • Sebanyak 64 Fasilitator Ikut Pelatihan Program BSPS

    KALIMANTAN BARAT, KORIDOR.ONLINE—Sebanyak 64 orang fasilitator lapangan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Provinsi Kalimantan Barat mengikuti pelatihan pratugas sebelum diterjunkan ke lapangan. Mereka nantinya memiliki tugas untuk melaksanakan pendampingan kepada masyarakat penerima bantuan pemerintah dan memahami tugas – tugasnya dengan baik sehingga mampu meningkatkan kualitas rumah agar lebih layak huni.

    “Fasilitator lapangan menjadi ujung tombak Program BSPS Kementerian PUPR. Mereka kami siapkan untuk terjun ke lapangan melaksanakan pendampingan kepada masyarakat dalam pembangunan rumah layak huni,” ujar Direktur Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, M. Salahuddin Rasyidi saat membuka kegiatan “Pengarahan Pratugas Fasilitator Lapangan Untuk Pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Provinsi Kalimantan Barat” di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (11/9/2024).

    Pengarahan Pratugas Fasilitator Lapangan Program BSPS di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (11/9/2024).

    Pada kegiatan tersebut, Salahuddin juga mengingatkan kepada para fasilitator lapangan bahwa faktor utama keberhasilan Program BSPS adalah adanya keswadayaan masyarakat dalam pembangunan rumah milik. Dengan demikian, masyarakat yang nantinya dibentuk kelompok pembangunan Program BSPS memiliki kemampuan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan.

    Selain mampu memahami tugas – tugasnya dengan baik, fasilitator lapangan juga harus mampu menerapkan prinsip 7 T sesuai arahan Direktur Jenderal Perumahan yakni Tepat Waktu, Tepat Mutu, Tepat Administrasi, Tepat Biaya, Tepat Manfaat serta Tanpa Temuan dan Tanpa Pengaduan.

    “Kami tekankan bahwa fasilitator lapangan harus mampu bekerja secara aktif dan profesional di lapangan. Kami ingin penyaluran bantuan pemerintah ini tepat sasaran dan jangan sampai ada perbuatan penyimpangan bantuan di lapangan,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Kalimantan I Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, H. Hujurat didampingi Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Irsan Basalamah menjelaskan, tujuan diadakannya pengarahan pratugas ini adalah untuk memberikan pemahaman fasilitator agar mampu mendampingi masyarakat penerima bantuan dalam pelaksanaan pekerjaan program BSPS.

    “Para peserta dalam kegiatan ini dituntut untuk lebih aktif, interaktif, dan banyak berdiskusi. Kami harap dengan pembekalan yang singkat ini mereka mampu menyerap ilmu mengenai program BSPS dengan baik,” ujarnya.

    PPK Rumah Swadaya dan Rumah Umum Komersial, Alwin Fahreza menyampaikan data yang dihimpun dari Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Barat, kegiatan pengarahan diikuti sebanyak 64 petugas fasilitator lapangan BSPS Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2024 Tahap 3 yang berjumlah 1.875 unit rumah.

    “Mereka nantinya akan bertugas di  sembilan lokasi pelaksanaan Program BSPS di sejumlah Kabupaten/Kota antara lain Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Kayong Utara. Selanjutnya di Kabupaten Landak, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi” papar Alwin.

    “Petugas fasilitator lapangan yang mengikuti merupakan Koordinator tingkat Kabupaten/Kota, Asisten Koordinator Kabupaten dan Tenaga Fasilitator Lapangan. Kami optimis mereka akan mampu membantu masyarakat untuk mengentaskan rumah tidak layak huni di Kalbar,” harapnya.

  • PUPR – MLIT Jepang, Tukar Informasi Soal Kepemilikan Dan Manajemen Pengelolaan Rusun

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Ministry Of Land, Infrastructure, Transport And Tourism (MLIT) Jepang melakukan tukar informasi terkait kepemilikan rumah susun (Rusun) untuk masyarakat. Pihak MLIT berencana mendorong investasi bidang perumahan mengingat pasar properti di Indonesia cukup menjanjikan.

    “Kami menyambut baik kedatangan MLIT Jepang ke Indonesia dalam rangka pertukaran informasi mengenai kepemilikan Rusun,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Ir. M Hidayat, pada acara Exchange Information Meeting bersama MLIT Japan di Kampus Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (10/9/2024).

    Menurut Hidayat, beberapa topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain  sistem  manajemen  bangunan  dan  strata-title untuk rumah susun, standar  manajemen  untuk  bangunan  dengan strata-title, manajemen    pengelolaan    dan    pengambilan keputusan oleh P3SRS serta rencana  kolaborasi  antara  Kementerian  PUPR dan MLIT dalam pembangunan hunian untuk masyarakat.

    Exchange Information Meeting bersama MLIT Japan di Kampus Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (10/9/2024).

    “Berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia belum mengatur istilah strata title, tetapi memang banyak developer yang menggunakan istilah tersebut. Di Indonesia tanda kepemilikan atas satuan rumah susun dibuktikan dengan Sertifikat Hak Milik Sarusun atau SHM Sarusun,” terangnya.

    Pada kesempatan itu, Hidayat menerangkan, Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR menyambut baik Exchange Information Meeting ini. Kedua belah pihak tentunya  ingin mengetahui lebih banyak tentang impelementasi kebijakan strata title yang ada di Jepang, baik dari sistem manajemen bangunan hingga manajemen pengelolaannya serta kepemilikan hunian vertikal di Indonesia.

    “Ke depan masih banyak tantangan yang hadapi terkait penyediaan tempat tinggal bagi masyarakat di Indonesia antara lain Program 3 juta rumah per tahun, urbanisasi  yang  tinggi  dan  harga  tanah  yang semakin mahal, kebijakan hunian berimbang dan peluang  properti dan  infrastruktur  pasar  yang beragam,” tandasnya.

    Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Perencanaan Teknis Rumah Umum dan Komersial Direktorat Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Kresnareza Harahap menerangkan, kegiatan ini dilaksanakan rangka menindaklanjuti request dari Director for International Market Division Real Estate and Construction Economy Bureau, MLIT to hold an Exchange Information Meeting.

    Dirinya  berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk bertukar pikiran dan mendapatkan wawasan  lebih  luas  terkait  strata-title yang  ada  di Jepang, juga bisa menjadi best practice/insight untuk menyelesaikan permasalahan terkait penyediaan rumah susun di Indonesia. Selain itu, pembentukan Perhimpunan Pemilik  dan  permasalahan  Penghuni Satuan  Rumah Susun  (PPPSRS) juga harus dicari solusi bersama.

    “Kami  juga  berharap dapat melakukan kolaborasi dengan MLIT Japan untuk inovasi strata-title maupun properti di Indonesia. Salah satu upaya yang ingin kami tekankan untuk menangani penyediaan tempat tinggal adalah dengan penyediaan rumah susun sewa/beli,” terangnya.

    Sementara itu, Director  for International Partnership Coordination, International Markets Division, Real Estate and Construction Economy Beurau, MLIT Japan, Yonetani Kazuki menerangkan, pihaknya melihat potensi pasar properti di Indonesia ke depan tentunya akan semakin berkembang. Untuk itu, adanya penjajakan kerjasama antara dua instansi  ini akan menumbuhkan semangat invetasi baru di sektor penyediaan perumahan.

    “Kami yakin pangsa properti atau perumahan di Indonesia semakin pesat di masa mendatang. Kebutuhan hunian vertikal serta pengelolaan yang baik tentunya  sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia dan tidak tertutup kemungkinan MLIT akan mendukung kerjasama ini,” katanya.

     

  • Melirik Cuan Kawasan Terintegrasi “City Within A City’” di Gading Serpong

    TANGERANG, KORIDOR.ONLINE— Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan Nirwono Joga, dalam acara diskusi bertajuk Tantangan dan Peluang Pengembangan Kawasan Terintegrasi City Within a City, yang diselenggarakan Forum Wartawan Perumahan Rakyat (FORWAPERA), di Hotel Atria, Gading Serpong, Selasa (6/8/2024), menjelaskan bahwa konsep pengembangan perkotaan teringrasi yang ideal haruslah mengandung unsur “MENTARI”, Menarik, Tangguh dan Lestari.

    Pengembang harus memperhatikan aspek kota dengan daya tarik kekinian yang modern dan ramah lingkungan. Selain memiliki fasilitas publik yang dibutuhkan penghuni, kota tersebut harus bisa menawarkan visi masa depan yang menjanjikan, edukatif, kreatif, inovatif, dan inspiratif.

    Diskusi FORWAPERA: “Tantangan dan Peluang Pengembangan Kawasan Terintegrasi City within a City”, di Gading Serpong, Selasa (6/8/2024),

    “Di koridor barat Jakarta, kawasan kota mandiri teringtegrasi salah satunya adalah Gading Serpong yang dikembangkan Paramount Land. Kawasan Gading Serpong memiliki banyak keunggulan dan potensi besar untuk digarap. Antara lain, memiliki infrastruktur yang baik. Dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta dan berada di titik sentral kawasan potensial yang menjadi magnet baru di barat Jakarta,” ungkapnya

    Kawasan potensial yang menjadi magnet baru di barat Jakarta yang dimaksud oleh Pengamat Tatakota dari Universitas Trisakti itu adalah kawasan 3T; Tangerang Kota, Tangerang Selatan, dan Tangerang Kabupaten. Hal itu nantinya juga akan ditunjang oleh keberadaan jalan tol lingkar luar (JORR 3) yang akan menyambung koridor barat dan koridor timur termasuk melewati Gading Serpong. Hal itu akan meningkatkan akses antara koridor barat dan koridor timur hingga Sukabumi dan Purwakarta. Pembebasan lahan JORR 3 akan mulai dilakukan pada 2025 mendatang.

    “Selain itu kedua koridor akan terhubung dengan MRT fase west-east, sehingga pangsa pasar 3T ke depan adalah kelas menengah atas,” tambahnya.

    Meski demikian, sambung Nirwono, Kawasan Paramount di Tangerang-Banten ini harus memiliki diferensiasi dengan kawasan lain sehingga menjadi daya tarik. Saat ini, Paramount Gading Serpong bisa menjadi salah satu gambaran sebuah kawasan hunian dan komersial terintegrasi yang sukses dikembangkan dengan perencanaan yang matang.

    Dan sejatinya, properti yang berada di kawasan perkotaan yang terintegrasi seperti di Paramount Gading Serpong ini cenderung memiliki nilai investasi lebih tinggi. Ketersediaan fasilitas dan aksesibilitas yang baik meningkatkan daya tarik bagi calon konsumen, yang pada gilirannya akan bisa meningkatkan nilai properti di Paramount Gading Serpong dari waktu ke waktu

    “Paramount Land salah satu pengembang yang memberikan kontribusi besar di kawasan Gading Serpong dan sekitarnya, dikenal sangat berpengalaman dalam mengembangkan kawasan district yang meliputi komersial dan hunian,” terang Nirwono Joga.

    Pada kesempatan yang sama, M.Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land menyebutkan bahwa tren baru produk ritel atau komersial berfokus pada komunitas dan mixed use. Dengan basis ekonomi industri kreatif, perdagangan dan jasa, kawasan Gading Serpong telah bertransformasi menjadi sebuah destinasi berskala regional. Dan terus bertumbuh menjadi kota favorit masyarakat untuk tinggal, berbisnis dan berinvestasi

    “Mengacu hasil riset properti ‘Market Beat Q2 2024: Unveiling Greater Jakarta’s Retail Landscape’ menyebutkan bahwa Integrasi ruang hunian, hiburan dan rekreasi sejalan dengan ekspektasi orang-orang kota yang menginginkan pengalaman berbelanja dipusat komersial yang didesain rileks melalui konsep green. Ruang yang nyaman untuk berdiskusi dan cocok untuk sekedar slow healing, dibandingkan pusat perbelanjaan yang dirancang bertingkat-tingkat,” ujarnya.

    Paramount Land Kembangkan Pasadena Central District

    Meneruskan kesuksesan Manhattan District, Paramount Land mengembangkan Pasadena Central District di atas lahan seluas 40 hektar. Proyek baru Paramount Land ini akan dikembangkan sebagai ‘City within a City’ (distrik selengkap kota yang dekat dengan hunian), dimana penghuni dapat memenuhi kebutuhan hariannya hanya dalam waktu ±10 menit. Untuk produk residensial pertama dari distrik tersebut adalah Grand Pasadena Village.

    Norman Daulay, Direktur Paramount Land menjelaskan, “Pasadena Central District merupakan kawasan terpadu dari Paramount Land dengan luas area ± 40 hektar. Hadir sebagai magnet baru di sisi Selatan Gading Serpong dan jalan tembus ke BSD City menjadi sebagai kawasan modern dan inovatif terbesar yang berada di jalan Boulevard utama (ROW 45) Gading Serpong. Kawasan ini memiliki 5 (lima) kekuatan utama yang saling terintegrasi:

    1. Shophouses dengantipe alfresco
    2. Studio Loft
    3. Residensial
    4. Kavling Komersial
    5. Pedestrian Hijau/Green Spine (Pasadena Walk)

    “Dengan kekuatan dan keunggulan tersebut kami memproyeksikan Pasadena Central District ini akan menjadi sebuah kawasan komersial dan residensial yang lengkap dengan penataan terpadu dan interaktif. Apalagi captive market di kawasan ini juga sudah terbentuk. Sudah ada market sehingga calon pebisnis tinggal mencari jenis bisnis yang cocok untuk dikembangkan,” ungkapnya.

    Lebih dari itu, lanjutnya, kesuksesan pengembangan proyek komersial dan residensial Paramount Land yang sudah terbukti, seperti area komersial Aniva, Omaha, Sorrento, Maggiore, Nara Village, Pasadena Grand Residences dan lainnya,

    “Hal itulah  yang membuat kami sangat optimis Pasadena Central District akan mendapat sambutan positif dari konsumen,” tambahnya

    Melalui kawasan Pasadena Central District, penghuni dengan mobilitas tinggi akan sangat dimudahkan karena lokasinya terhubung langsung dengan gerbang tol BSD Barat (Serpong – Balaraja) yang bisa menjangkau airport Soekarno-Hatta hanya 30 menit. Tol ini juga mempunyai akses langsung dengan Boulevard Gading Serpong menuju pintu tol Tangerang (Jakarta-Merak) kearah pusat bisnis Jakarta dan kawasan industri Cilegon – Banten

    Kehadiran CBD yang tersebar di Kota Gading Serpong, sambung Norman, menjadikannya terkenal sebagai pusat kuliner, bisnis, perkantorandan hiburan terintegrasi yang tidak hanya mendongkrak roda perekonomian Gading Serpong dan sekitarnya, tapi juga Tangerang Raya.

  • Sarana Jaya Dan Polda Metro Jaya Tandatangani Kesepakatan Pinjam Pakai Lahan di Jakarta Pusat

    JAKARTA,KORIDOR.ONLINE—Perumda Pembangunan Sarana Jaya dan Kepolisian Daerah Metro Jaya menandatangani nota kesepahaman mengenai perjanjian pinjam pakai tanah yang terletak di Jalan Penjernihan I, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Kota Administrasi Jakarta Pusat.

    Nota kesepahaman ini merupakan langkah penting dalam mendukung kegiatan operasional Kepolisian Daerah Metro Jaya serta pengembangan infrastruktur di wilayah Jakarta Pusat. Kerjasama ini mencerminkan komitmen kedua belah pihak dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib.

    Dalam sambutannya, Andira Reoputra menyatakan, berterima kasih atas kerjasama yang telah terjalin. Sarana Jaya lanjutnya, selalu berkomitmen untuk berkontribusi pada pembangunan Jakarta yang lebih baik.

    “Kami berharap, perjanjian ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi operasional Kepolisian Daerah Metro Jaya,” ujarnya

    Pada kesempatan yang sama, Kapolda Metro Jaya, Irjen. Pol. Karyoto, juga menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya atas kerjasama ini.

    “Kerjasama ini merupakan langkah yang strategis dalam mendukung tugas-tugas kepolisian. Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Sarana Jaya dalam menyediakan fasilitas yang kami butuhkan,” ujar beliau.

    Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, diharapkan akan tercipta sinergi yang kuat antara Sarana Jaya dan Kepolisian Daerah Metro Jaya dalam mendukung pembangunan dan keamanan di DKI Jakarta.

    Turut hadir dalam acara penandatanganan ini General Manajer Divisi Pertanahan Sarana Jaya, I Gede Aldi Pradana. Dari pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya, Kepala Biro Logistik Polda Metro Jaya, Yandi Irsan.

     

  • Dukung Program Prabowo-Gibran, REI Siap Bangun 1 Juta Rumah di 2025

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE—Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berkomitmen untuk membangun 3 juta rumah setiap tahun untuk memperbaiki kualitas kehidupan rakyat Indonesia. Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menyatakan siap mendukung program tersebut dengan membangun 600 ribu hingga 1 juta rumah pada tahun depan.

    “Pengentasan backlog rumah itu dalam klaster kesejahteraan dan program 3 juta rumah menjadi prioritas bagi pemerintahan Prabowo-Gibran ke depannya. Berapa besar anggaran perumahan yang akan disiapkan kami belum ketahui, karena proses transisi juga belum. Tetapi yang pasti komitmen Prabowo-Gibran ke REI sudah terang benderang bahwa masalah perumahan ini penting dan harus bisa tuntas dalam 5 tahun,” tegas Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto kepada wartawan pada HUT REI ke-52 di Labuan Bajo, Jumat (26/4).

    Press Conference HUT REI Ke-52 di Labuan Bajo, NTT, Jumat 26 April 2024

    Sebagai asosiasi tertua, terbesar dan tepercaya, REI menurut Joko, sangat siap untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah Prabowo-Gibran tersebut. Untuk tahun depan, REI menyatakan kesanggupan untuk membangun 600 ribu hingga 1 juta unit rumah. Bahkan, asosiasi pengembang itu sudah menyiapkan 600 ribu kavling tanah untuk dibangun perumahan terjangkau (affordable housing) pada 2025.

    “Kami sanggup menyediakan 1 juta rumah di seluruh Indonesia, dimana 85% adalah rumah tapak untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sisanya hunian vertikal. Kami masih menunggu program pembangunan 3 juta rumah ini sejalan (matching inline) termasuk dengan perbankan,” papar CEO Buana Kassiti Group itu.

    Joko menambahkan, target pembangunan rumah sebanyak itu sangat realistis karena dinilai sejalan dengan upaya menuntaskan backlog perumahan yang saat ini telah mencapai lebih dari 12,7 juta unit dan setiap tahunnya terus bertambah. Kalau konsisten dijalankan terlebih dengan basis data kebutuhan rumah yang akurat, maka pada 2029 angka backlog diyakini akan berkurang drastis dan terkelola dengan baik.

    Program Penanaman 1 Juta Pohon oleh REI di Parapuar, Labuan Bajo, dalam rangkaian HUT REI Ke-52, dihadiri Menparekraft, Sandiaga Uno, Kamis 25 April 2024

    Usaha pengentasan backlog rumah nasional, tegasnya,  tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara biasa yang sudah terbukti tidak efektif. Pasalnya, setiap tahun terjadi penambahan angka backlog mencapai 800.000 unit akibat adanya kebutuhan rumah dan pernikahan baru. Sementara kemampuan pengembang setiap tahun membangun hanya sekitar 450.000 hingga 500.000 unit rumah.

    “Artinya, cara-cara yang selama ini biasa dilakukan tidak akan mampu untuk mengatasi backlog. Bahkan untuk memenuhi akumulasi penambahan kebutuhan rumah setiap tahun sebanyak 800.000 unit saja sudah kewalahan. Karena itu harus ada usaha yang lebih besar dan sangat luarbiasa seperti program pembangunan 3 juta rumah per tahun ini,” ungkapnya.

    Dia memprediksi, dengan bergeraknya program pembangunan 3 juta rumah, sektor perumahan akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka banyak lapangan kerja dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    Menurut Joko, pembangunan 1 juta rumah saja membutuhkan investasi sekitar Rp360 triliun, membutuhkan 32,5 juta tenaga kerja, dan membawa PAD sekitar Rp114 triliun. Bayangkan jika pembangunan dapat ditingkatkan hingga tiga kali lipat, maka sektor perumahan dan properti layak disebut big giant (raksasa) pengungkit ekonomi nasional atau dikenal sebagai propertinomic.

    Perlu Dikelola Secara Benar dan Tepat

    Lebih lanjut Joko menyatakan persoalan perumahan harus dikelola secara benar dan tepat, karena jika tidak berpotensi menjadi “bom waktu” di suatu waktu nanti. Terlebih pada tahun 2035, hampir 66 persen penduduk indonesia atau sekitar 304 juta jiwa akan tinggal di perkotaan.

    Selain mendukung dibentuknya Kementerian Perkotaan dan Perumahan, REI juga mendorong dilakukannya “rekayasa” pembiayaan perumahan guna menyesuaikan dengan target pembangunan 3 juta rumah. Diantaranya dengan memperluas likuiditas perumahan yang selama ini hanya dominan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    “Kami mendorong agar sekuritisasi aset KPR untuk rumah subsidi juga belum bisa dilakukan untuk menambah likuiditas pembiayaan rumah MBR. Karena produknya kan sama-sama kredit pemilika rumah (KPR),” sebutnya.

    Kegiatan Bakti Sosial REI dalam rangkaian perayaan HUT REI ke 52 di Gori Mori, Labuan Bajo, Kamis 25 April 2024

    Sekuritisasi aset melalui instrumen efek beragun aset (EBA) KPR merupakan cara perbankan untuk mencairkan portofolio KPR yang dimiliki sebagai sumber pendanaan, sehingga arus kas menjadi lebih terjaga dan bisa menjadi sumber dana buat aktivitas pembiayaan KPR baru. Sekuritisasi KPR bersubsidi menjadi penting, karena pendanaan KPR subsidi yang bersumber dari APBN alokasinya selama ini sangat terbatas.

    REI juga memacu penggunaan dana pendampingan seperti dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS),  Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) atau dana wakaf untuk ditempatkan di bank sebagai dana pendamping agar cost of fund bisa lebih rendah. Dengan begitu, tingkat bunga KPR juga akan lebih terkontrol karena sumber pendanaan berbiaya murah. Kemampuan perbankan untuk mendukung pembiayaan perumahan pun akan semakin baik.

    Sementara terkait rencana pemerintah untuk mengurangi tenor atau jangka waktu KPR bersubsidi dari 20 tahun menjadi 10 tahun disubsidi dan 10 tahun mengikuti bunga pasar, REI menilai hal itu kemungkinan dapat diterapkan karena penghasilan nasabah akan ada peningkatan setelah 10 tahun ke depan.

    Langkah ini juga akan mengurangi beban subsidi yang harus ditanggung pemerintah dan dapat memperluas jangkauan penerima KPR bersubsidi guna mengatasi backlog perumahan.

    “Kami sudah mengusulkan agar ada kenaikan suku bunga KPR bersubsidi tetapi bunga dipatok tetap (fix rate) selama 20 tahun, atau tenor KPR diperpendek menjadi hanya 10 tahun dengan bunga tetap 5%,” ujar Joko Suranto.

    Sementara itu, Direktur Konsumer Bank BTN, Hirwandi Gafar menyebutkan Bank BTN telah mengusulkan perubahan skema KPR subsidi dari skema KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi skema KPR subsidi selisih bunga. Nantinya, subsidi untuk hunian MBR akan bersumber dari pemupukan dana abadi dari hasil investasi.

    “Untuk jangka waktu 10 tahun hingga 15 tahun, pemerintah akan tetap mengalokasikan pendanaan dari APBN untuk KPR FLPP sebagai dana abadi. Tapi ditambah dengan sumber pendanaan lainnya. Pada saatnya nanti, pemerintah tidak perlu lagi mendanai dari APBN karena dana abadi itu nantinya yang akan mensubsidi KPR FLPP,” ujarnya.

    Hirwandi menilai, jangka waktu pinjaman KPR subsidi saat ini selama 20 tahun terlalu lama. Padahal, penghasilan masyarakat cenderung mengalami peningkatan.

    “Kami coba simulasikan sekitar 3% saja, maka paling lambat pada tahun ke-10 nanti konsumen rumah subsidi sudah dapat mengabsorb suku bunga pasar,” ucap Hirwandi.

    Menurut dia, idealnya tenor KPR yang memperoleh subsidi cukup hingga tahun ke-10 saja. Untuk tahun ke-11 dan selanjutnya, konsumen akan mendapat bunga komersial atau floating rate yang tidak lagi disubsidi. Dengan begitu, kata Hirwandi, akan semakin banyak penerima manfaat subsidi perumahan, bahkan hingga dua kali lipat

  • Groundbreaking Jalan Penghubung Ciputat, Progress Group: Upaya Penting Pengembang Paradise Resort City

    KORIDOR.ONLINE, TANGERANG – Progress Group, salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia, dengan bangga mengumumkan peresmian pembangunan jalan penghubung (groundbreaking) di Ciputat, sebagai bagian penting dari pengembangan akses boulevard dari township Paradise Resort City.

    Jalan yang akan menghubungkan Jl. Aria Putra dan Jl. H. Taip ini, diharapkan akan memberikan kemudahan akses yang lebih baik bagi masyarakat sekitar, serta membuat kawasan Paradise Resort City makin mudah diakses.

    Peresmian pembangunan jalan ini dilakukan oleh manajemen Progress Group yang juga dihadiri oleh Wakil Walikota Tangerang Selatan, H. Pilar Saga Ichsan, serta jajaran camat dan lurah setempat.

    Meyrick Sumantri, Direktur Sales & Marketing sekaligus pemilik Progress Group mengatakan, jalan penghubung ini sangat strategis dalam pengembangan kota Paraside Resort City yang berkelanjutan. Dia berharap jalan penghubung ini dapat memperlancar mobilitas warga Paradise Resort City dan warga sekitarnya.

    BACA JUGA: P3RSI Ingatkan PPPSRS dan Pengelola Apartemen Lebih Tegas Tegakkan Aturan Larangan Sewa Harian

    “Kami sangat bersemangat untuk meresmikan pembangunan jalanan ini, yang merupakan bagian penting dari salah satu proyek township kami; Paradise Resort City. Kami percaya bahwa infrastruktur yang baik adalah pondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan memperkenalkan jalanan ini, kami berharap dapat memberikan manfaat yang besar bagi penduduk Ciputat dan sekitarnya,” jelas Meyrick, Selasa, 23 April 2024, di Ciputat, Tangerang, Banten.

    Dalam kesempatan yang sama, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan, pemerintah Kota Tangerang Selatan mengapresiasi apa yang dilakukan Progress Group yang berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di wilayahnya.

    “Atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan, saya mengucapkan terima kasih untuk peran serta Progress Group dalam membangun infrastruktur di Tangerang Selatan, tepatnya di daerah Ciputat melalui proyek Paradise Resort City,” kata Pilar.

    BACA JUGA: Pengembang Perumahan Mulia Gading Kencana Bagikan Sembako Ke Masyarakat

    Menurutnya, pengembangan infrastruktur berupa akses jalan penghubung ini akan membantu mengurangi waktu tempuh masyarakat yang melintasi Jl. Aria Putra dan Jl. H. Taip, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas yang sering terjadi di wilayah ini. Kami berharap setiap pembangunan yang dilaksanakan dapat berjalan lancar di masa mendatang.

    Jalanan baru ini diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan akses bagi masyarakat lokal, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan properti di wilayah Ciputat, karena tidak hanya sebatas jalan alternatif penghubung, tapi jalanan baru ini juga akan memiliki fasilitas kuliner di sisinya dengan konsep alfresco dining, yang akan segera diisi oleh brand-brand besar di dunia F&B. Dengan memberikan akses yang lebih baik, Progress Group berharap untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan berkelanjutan bagi masyarakat.

    Selain masyarakat sekitar, jalanan ini juga pastinya akan menguntungkan para penghuni dan calon pembeli rumah di Paradise Resort City. Berlokasi strategis di Ciputat, Paradise Resort City merupakan sebuah kota mandiri yang luasnya mencapai 60 hektar. Menggunakan konsep bertemakan “resort”, kota mandiri Paradise Resort City akan segera membangun mall pertama yang mengusung konsep sama.

    BACA JUGA: Ini Dia Susunan Direksi dan Komisaris Bank BTN Hasil RUPTS 2024

    Progress Group

    Progress Group (PT Subur Progress) adalah salah satu perusahaan pengembang properti Indonesia berskala besar yang memulai proyek pertamanya pada tahun 1978 di kota Sydney dan Wollongong, Australia.

    Progress Group didirikan oleh Ir. Bambang Sumantri dan hingga kini telah membangun ribuan rumah di Indonesia.

    Saat ini, proyek hunian dan komersial Progress Group meliputi Paradise Sunter (60ha), Paradise Resort City (60ha), Paradise Serpong City (150ha), dan mega-proyek township Paradise Serpong City 2 (500ha).
    Memiliki visi meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungannya, Progress Group juga memiliki lini bisnis lain yang bergerak di bidang kesehatan (RS Royal Progres), petroleum (SPBU), mall, theme-park dan Out-of-Home Media. ***

  • The HUD Institute Resmikan Klinik Kesehatan Untuk Masyarakat Menengah Bawah Perkotaan

    KORIDOR.ONLINE,TANGSEL—Menginjak usia ke 13 tahun, The Housing and Urban Development (HUD) Institute telah banyak melahirkan advokasi kebijakan publik serta regulasi perumahan dan pembangunan perkotaan. Pengalaman menghadapi pendemi COVID-19 melahirkan inisiatif The HUD Institute mengenai konsep “Rumah Sehat Produktif” yang perlu diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan perumahan dan kawasan perkotaan.

    “Hari ini bertepatan dengan peringatan 13 tahun The HUD Institute, kami  juga mengambil langkah inisiatif. Berkolaborasi dengan Asosiasi Prosesi Kesehatan  Tangerang Selatan, membuka klinik kesehatan. Sebagai percontohan pentingnya mempertautkan prinsip pembangunan perumahan rakyat, perkotaan, termasuk transportasi publik dengan penyediaan fasilitas kesehatan masyarakat. Inisiatif ini kami harapkan menjadi kebijakan pemerintah pusat dan daerah,” ungkap Zulfi Syarif Koto, Ketua Umum The HUD Institute, dalam acara peresmian pembukaan Klinik Kesehatan Masyarakat di Ciputat, Tangerang selatan, Minggu, 14/1/2024.

    Pembukaan Klinik Kesehatan The HUD Institute di Ciputat, Tangerang selatan, Minggu, 14/1/2024

    Tahap awal, klinik kesehatan ini baru menyediakan layanan pengobatan umum dan gigi. Ke depan akan tersedia layanan spesialis anak, jantung, dan dokter kandungan. Inisiatif The HUD Institute melakukan peluncuran Klinik Kesehatan Perkotaan ini juga merupakan upaya stimulasi untuk mengelaborasi lebih banyak kebijakan dan program keberlanjutan perkotaan dengan masyakarat (sustainability city and community).

    Klinik kesehatan perkotaan ini lanjut Zulfi akan dijadikan pilot project,  bukan hanya sebatas sarana dan akses pelayanan kesehatan personal (pasien) namun diusulkan menjadi intervensi kebijakan dan tindakan terhadap problematika kesehatan perkotaan. Seperti wabah akibat serangan penyakit menular yang berasal dari kawasan kumuh kota, akibat kurangnya persediaan air bersih dan sanitasi yang buruk sehingga membahayakan kesehatan komunitasnya.

    Intervensi terhadap problematika kesehatan perkotaan memberi sumbangan signifikan dalam perbaikan kesehatan personal yang berada di hilir dari problematika akut kesehatan masyarakat di perkotaan. Problematika perkotaan bukan hanya sekadar isu kekurangan rumah (backlog), kawasan kumuh kota dan rumah tidak layak huni, namun juga aspek kehidupan masyarakatnya,  termasuk kesehatan perkotaan.

    “Inisiatif kolaborasi ini perlu disebarkan kepada para pelaku pembangunan perumahan dan pembangunan perkotaan bersama dengan profesi kesehatan,” lanjutnya.

    Salah satu targetnya adalah menghimpun gagasan dan usulan praktis jangka pendek untuk mengusung advokasi kesehatan perkotaan dalam perencanaan dan eksekusi kebijakan kawasan perumahan dan pembangunan perkotaan

     

Back to top button