Headline

BTN Catat Laba Rp1,1 Triliun Kuartal I 2026, Tumbuh 22,6%

Efisiensi biaya dana, perbaikan kualitas kredit, dan lonjakan pengguna Bale by BTN mendorong Perseroan mencatat pertumbuhan kinerja sekaligus memperkuat peran sektor perumahan sebagai penggerak ekonomi nasional.

JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan kinerja solid pada awal 2026. Hingga kuartal I, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun, tumbuh 22,6 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang meningkat dua digit.

Per akhir Maret 2026, pendapatan bunga bersih BTN tercatat mencapai Rp4,26 triliun atau naik 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari transformasi yang telah dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Nixon, peningkatan laba terutama didorong oleh efisiensi biaya dana (cost of fund) serta perbaikan kualitas kredit.

“Kami berhasil menekan sumber dana yang mahal dan secara bersamaan meningkatkan kualitas pembiayaan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 15/4.

Dari sisi pendanaan, BTN mencatat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp422,63 triliun, tumbuh 9,9 persen secara tahunan. Porsi dana murah (current account saving account/CASA) juga terus menguat, mencapai Rp212,11 triliun atau sekitar 50,2 persen dari total DPK. Kondisi ini turut mendorong penurunan cost of fund ke level 3,0 persen, membaik dari 4,0 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Di lini intermediasi, penyaluran kredit BTN mencapai Rp400,63 triliun atau meningkat 10,3 persen secara tahunan. Segmen pembiayaan perumahan tetap menjadi kontributor utama, dengan KPR subsidi tumbuh 7,7 persen menjadi Rp193,55 triliun. Sementara itu, KPR nonsubsidi juga mencatat kenaikan 5,4 persen menjadi Rp112,56 triliun.

Kinerja penghimpunan dana dan penyaluran kredit tersebut turut mengerek total aset BTN menjadi Rp517,54 triliun, naik 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

| Baca Juga:   BTN Proyeksikan KPR Subsidi Bisa Tumbuh 10 Persen

Di sisi digital, transformasi layanan menunjukkan hasil signifikan. Pengguna Bale by BTN melonjak 67,5 persen menjadi 4 juta pengguna pada kuartal I 2026, dari sebelumnya 2,4 juta pengguna pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini juga diikuti oleh peningkatan rata-rata saldo tabungan, frekuensi, dan nilai transaksi yang masing-masing tumbuh 18 persen, 8,1 persen, dan 48,2 persen secara tahunan.

Lebih jauh, Nixon menekankan bahwa kinerja positif BTN tidak terlepas dari dukungan kebijakan pemerintah dalam mendorong kepemilikan rumah bagi masyarakat, khususnya segmen menengah ke bawah. Sejak 1976 hingga awal April 2026, BTN telah menyalurkan pembiayaan perumahan untuk sekitar 6 juta unit rumah.

“Jika satu rumah dihuni empat orang, maka sekitar 24 juta masyarakat telah merasakan manfaat kepemilikan hunian yang layak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti besarnya dampak berganda (multiplier effect) dari sektor perumahan terhadap perekonomian nasional. Industri ini, kata Nixon, tidak hanya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, tetapi juga menggerakkan rantai pasok domestik—mengingat sebagian besar material konstruksi berasal dari dalam negeri.

Menurutnya, sektor perumahan mampu menciptakan peluang kerja bagi sekitar 12,5 juta orang di berbagai sektor terkait. Bahkan, setiap tambahan investasi sebesar Rp1 triliun di sektor ini berpotensi menyerap hingga 8.000 tenaga kerja baru.

“Perumahan bukan sekadar soal tempat tinggal, tetapi juga mesin penggerak ekonomi,” kata Nixon.

Erfendi

Penulis dan penikmat informasi terkait industri properti dan turunannya dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Email: exa_lin@yahoo.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button