Finansial

  • KPR BTN Tumbuh Solid di 2025, Pangsa Pasar Pembiayaan Perumahan Capai 39 Persen

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE  – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menegaskan dominasinya di pembiayaan perumahan nasional dengan mencatatkan pertumbuhan solid kredit pemilikan rumah (KPR) sepanjang 2025. Memasuki usia ke-76 tahun, BTN membukukan total aset konsolidasian sebesar Rp527,8 triliun pada 2025, tumbuh 12,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kinerja tersebut ditopang oleh ekspansi kredit perumahan yang tetap terjaga di tengah tekanan makroekonomi dan dinamika pasar properti.

    Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, selama 76 tahun BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 5,8 juta unit rumah di seluruh Indonesia, termasuk bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sektor informal. Hingga akhir 2025, BTN menguasai pangsa pasar KPR nasional sekitar 39 persen, dengan kontribusi signifikan dari wilayah perkotaan seperti Jakarta dan sekitarnya.

    “Pertumbuhan KPR tetap menjadi tulang punggung bisnis BTN. Di kawasan metropolitan, permintaan hunian masih kuat, baik untuk segmen subsidi maupun non-subsidi, dan ini menjadi pendorong utama kinerja kredit kami,” ujar Nixon di Jakarta, Senin (9/2).

    Seiring peran strategis tersebut, BTN berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun pada 2025, tumbuh 16,4 persen yoy dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba ini mencerminkan keberhasilan BTN menjaga keseimbangan antara ekspansi KPR dan penguatan profitabilitas.

    Dari sisi penyaluran kredit, BTN mencatat pertumbuhan kredit dan pembiayaan konsolidasian sebesar 11,9 persen yoy menjadi Rp400,6 triliun. Mayoritas kredit tersebut disalurkan ke sektor perumahan yang mencapai Rp328,4 triliun hingga Desember 2025, tumbuh 7,5 persen yoy.

    Pada segmen KPR, BTN mencatatkan pertumbuhan KPR Subsidi sebesar 10 persen yoy menjadi Rp191,2 triliun, sejalan dengan tingginya kebutuhan rumah layak dan terjangkau di kawasan urban. Sementara itu, KPR Non-Subsidi tumbuh 6,7 persen yoy menjadi Rp113,0 triliun, didorong permintaan hunian kelas menengah di kota-kota besar, termasuk Jakarta.

    Ekspansi KPR BTN pada 2025 juga diperkuat oleh keterlibatan perseroan dalam program Kredit Program Perumahan (KPP) yang diluncurkan pemerintah pada Oktober 2025. BTN tercatat sebagai bank penyalur terbesar KPP dengan total pembiayaan mencapai Rp2,6 triliun hingga akhir tahun, atau hampir separuh dari total penyaluran nasional.

    “KPP menjadi sumber pertumbuhan baru, terutama bagi masyarakat urban dan wirausaha yang membutuhkan rumah sekaligus tempat usaha, dengan profil margin yang lebih baik,” jelas Nixon.

    Di sisi pendanaan, pertumbuhan KPR yang berkelanjutan turut diimbangi oleh penguatan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 14,6 persen yoy menjadi Rp437,4 triliun. Akselerasi transaksi digital melalui superapp Bale by BTN berperan penting dalam mendorong dana murah, khususnya dari nasabah KPR di perkotaan.

    Kualitas kredit juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross membaik menjadi 3,1 persen, serta penguatan permodalan dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 20,9 persen per akhir 2025.

    “Dengan fundamental yang kuat, BTN optimistis pertumbuhan KPR, khususnya di pasar perkotaan seperti Jakarta, akan tetap terjaga seiring meningkatnya kebutuhan hunian dan dukungan kebijakan pemerintah,” tegas Nixon.

    Ke depan, BTN akan terus memperkuat transformasi digital dan strategi Beyond Mortgage untuk memperluas ekosistem pembiayaan perumahan, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai bank utama penopang kepemilikan rumah di Indonesia.

  • BCA Tawarkan KPR Bunga Fix Berjenjang, Solusi Gen Z Miliki Rumah

    TANGERANG, KORIDOR.ONLINE – Kepemilikan rumah masih menjadi tantangan besar bagi generasi muda, khususnya Generasi Z, di tengah kenaikan harga properti dan keterbatasan daya beli di awal masa kerja. Menjawab kondisi tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan solusi pembiayaan melalui produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema bunga fix berjenjang.

    Direktur BCA, Haryanto T. Budiman, mengungkapkan bahwa skema bunga berjenjang dirancang agar cicilan di awal masa kredit lebih ringan dan menyesuaikan dengan kemampuan finansial Gen Z yang umumnya masih berada pada tahap awal karier atau baru merintis usaha.

    “Kami sudah menemukan skema yang optimal agar Gen Z bisa memiliki rumah lebih cepat. Dengan bunga yang rendah di awal, cicilan menjadi lebih terjangkau dan tidak memberatkan,” ujar Haryanto saat ditemui usai pembukaan BCA Expoversary 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (5/2).

    Menurutnya, program KPR bunga fix berjenjang memberikan ruang bagi generasi muda untuk mulai berinvestasi di sektor properti sejak dini. Ia menilai rumah tetap menjadi instrumen investasi paling aman dan bernilai jangka panjang, terlebih jika didukung dengan pembiayaan yang kompetitif.

    “Ini kesempatan yang luar biasa bagi Gen Z. Rumah adalah investasi terbaik, apalagi jika dibiayai dengan bunga yang sangat kompetitif dari BCA,” tambahnya.

    Haryanto juga menegaskan bahwa Gen Z kini menjadi salah satu segmen utama yang disasar BCA. Hal ini sejalan dengan profil nasabah dan karyawan BCA yang mayoritas berada di bawah usia 30 tahun.

    “Mayoritas karyawan kami Gen Z, nasabah kami juga sama. Karena itu kami harus berbicara dengan bahasa yang sama, dan properti tetap relevan sebagai pilihan investasi,” ujarnya.

    Senada dengan itu, Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyampaikan bahwa KPR fix berjenjang memang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan generasi muda. Produk ini ditawarkan dengan tenor mulai dari 10 tahun, dengan bunga rendah di awal yang secara bertahap menyesuaikan.

    “Di awal karier, pendapatan Gen Z memang belum terlalu besar. Tapi seiring waktu, kenaikan jabatan dan perkembangan usaha akan meningkatkan penghasilan. Skema ini mengikuti pola tersebut,” jelas Hendra.

    Ia menambahkan, produk KPR fix berjenjang menjadi salah satu produk pembiayaan yang paling diminati generasi muda karena memberikan fleksibilitas dan kepastian dalam perencanaan keuangan jangka panjang.

    Lebih lanjut, Hendra menegaskan komitmen BCA untuk terus mendukung kebutuhan finansial masyarakat, mulai dari kepemilikan rumah, kendaraan, hingga kebutuhan gaya hidup lainnya, dengan tetap menawarkan suku bunga yang kompetitif.

    “Dengan rate yang kompetitif, kami berharap dapat membantu masyarakat dan nasabah BCA memenuhi berbagai kebutuhan tanpa membebani keuangan mereka,” katanya.

    Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BCA saat ini juga menggelar BCA Expoversary 2026 yang berlangsung pada 5–8 Februari 2026. Dalam ajang ini, BCA menawarkan promo spesial KPR dengan bunga 1,69% fixed 1 tahun, diskon provisi hingga 50%, serta diskon asuransi jiwa sebesar 5%.

  • BP Tapera Raih Anugerah Forwapera 2026, Dinobatkan Garda Terdepan Realisasi Rumah Subsidi

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE  – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak perumahan nasional setelah meraih penghargaan pada ajang Anugerah Forwapera 2026 yang digelar Kamis (5/2) di The Hub Sinarmas Land, Kuningan, Jakarta.

    Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Perumahan Rakyat periode 2010–2011, Suharso Monoarfa, kepada Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma. Apresiasi ini diberikan atas kontribusi dan kinerja BP Tapera dalam mempercepat realisasi rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    Dalam sambutannya, Suharso Monoarfa mengapresiasi seluruh penerima penghargaan yang dinilai konsisten mendukung sektor perumahan nasional. Ia menegaskan bahwa penyediaan hunian layak merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.

    “Persoalan perumahan bukan hanya urusan individu, melainkan kerja kolektif. Mari terus membantu pemerintah agar penyaluran perumahan berjalan optimal,” ujarnya.

    BP Tapera turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam diskusi bertema “Peluang dan Tantangan Industri Properti 2026”. Mewakili BP Tapera, Sid Herdi Kusuma menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendukung target penyaluran 350 ribu unit rumah subsidi pada 2026.

    BP Tapera dinobatkan sebagai penerima penghargaan kategori “Garda Terdepan Realisasi Rumah Subsidi” setelah melalui penilaian dewan juri yang terdiri dari wartawan senior media arus utama sektor properti. Salah satu indikator utama adalah capaian penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 278.868 unit rumah sepanjang 2025. Sementara itu, total akumulasi dana subsidi perumahan yang dikelola sejak 2010 hingga awal 2026 telah mencapai Rp185,87 triliun.

    Tak hanya mencatatkan kinerja pembiayaan, BP Tapera juga dinilai sebagai pilar strategis dalam pelaksanaan Program 3 Juta Rumah. Perannya tidak terbatas pada penyediaan dana, tetapi juga dalam memperkuat ekosistem perumahan melalui kolaborasi aktif dengan bank penyalur, asosiasi pengembang, dan pemangku kepentingan lainnya.

    Menanggapi penghargaan tersebut, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan rasa syukur dan menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama.

    “Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh pelaku ekosistem perumahan—bank penyalur, pengembang, asosiasi perumahan, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman—yang berjuang bersama menghadirkan rumah layak huni bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

    Komitmen BP Tapera dalam memperluas akses pembiayaan juga tercermin dari kebijakan peningkatan alokasi FLPP bagi pekerja sektor non-formal. Mulai 2026, porsi pembiayaan untuk sektor informal ditingkatkan menjadi 15 persen per bank, dari sebelumnya 10 persen, guna memastikan pemerataan akses hunian layak.

    Dari sisi kualitas, BP Tapera secara konsisten melakukan bimbingan teknis dan pemantauan rumah subsidi agar hunian yang dibangun tidak hanya terjangkau secara finansial, tetapi juga memenuhi standar keterhunian dan kualitas bangunan.

    Selain menerima penghargaan, BP Tapera turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam diskusi bertema “Peluang dan Tantangan Industri Properti 2026”. Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah dalam sambutannya menekankan pentingnya integrasi data perumahan nasional agar kebijakan pemerintah berbasis data yang akurat. Ia juga menegaskan penerapan prinsip ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

    Pada kesempatan yang sama, Sid Herdi Kusuma menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendukung target penyaluran 350 ribu unit rumah subsidi pada 2026.

    “Kami berharap kolaborasi yang semakin solid agar program perumahan subsidi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.

    Diskusi ini juga menghadirkan Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Kawasan Permukiman Kementerian PKP Kreshnariza Harahap, yang menyoroti pengembangan rumah susun bersubsidi sebagai solusi urbanisasi, serta Direktur Utama Pesona Kahuripan Group Angga Budi Kusuma yang menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan program perumahan pemerintah. Hadir pula Wakil Ketua Himperra Bidang Properti Syariah Hadiana dan Wakil Ketua Umum REI Hari Ganie.

  • BTN Expo 2026 Jadi Etalase Arah Baru BTN sebagai Bank Modern

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mempertegas transformasinya sebagai bank modern yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga menghadirkan solusi terintegrasi bagi hunian, bisnis, dan gaya hidup masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyelenggaraan BTN Expo 2026 yang resmi dibuka pada Rabu (28/1).

    Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menegaskan bahwa pendekatan berbasis ekosistem menjadi strategi kunci BTN dalam memperluas peluang pertumbuhan sekaligus memperkuat fondasi industri secara berkelanjutan.

    Menurutnya, kolaborasi antar sektor dalam satu ekosistem mampu menciptakan keseimbangan antara ekspansi dan stabilitas, sekaligus mendorong inovasi yang bertanggung jawab. “Kami meyakini bahwa pertumbuhan yang sehat bukan semata soal angka, tetapi tentang kualitas. Tentang bagaimana model bisnis dibangun di atas fondasi yang kokoh, tata kelola yang baik, serta kesiapan menghadapi dinamika ekonomi,” ujar Setiyo saat membuka acara.

    BTN Expo 2026 mengusung tema “Build, Battle, and Beat”, yang merefleksikan semangat BTN dalam membangun fondasi yang kuat, berinovasi menghadapi tantangan industri, serta memenangkan peluang di sektor perumahan, bisnis, dan gaya hidup modern. Tema ini juga mencerminkan perjalanan BTN yang terus beradaptasi dengan perubahan zaman, tanpa meninggalkan prinsip kehati-hatian dan tanggung jawab.

    Setiyo menekankan bahwa industri perumahan merupakan sektor strategis yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, sehingga membutuhkan ketahanan jangka panjang dan inovasi yang terukur. BTN, lanjut dia, terus mendorong terciptanya hunian yang nyaman dan terjangkau, model bisnis yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta kolaborasi lintas sektor yang memperkuat daya saing industri nasional.

    “Rumah yang dibangun hari ini harus tetap relevan dan bernilai di masa depan, baik bagi penghuninya maupun bagi ekosistem ekonomi secara keseluruhan,” katanya.

    Dalam penyelenggaraannya, BTN Expo 2026 juga mengedepankan prinsip keberlanjutan. Dukungan terhadap hunian ramah lingkungan dan terjangkau, pemberdayaan UMKM lokal, serta kolaborasi inovatif untuk mendorong efisiensi energi dan pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting dari rangkaian acara.

    BTN Expo 2026 dirancang sebagai pameran gaya hidup dan bisnis terpadu. Beragam program dihadirkan, mulai dari Property Expo yang menampilkan developer perumahan mitra strategis BTN, BTN Hiring untuk menjaring talenta terbaik, Awarding BTN Housingpreneur, hingga Culinary and Fashion Festival.

    Sejumlah UMKM kuliner Nusantara turut meramaikan BTN Expo 2026, di antaranya Sate Mak Syukur (Padang), Gudeg Yu Djum (Yogyakarta), Dudung Roxy (Jakarta), Rawon Setan (Surabaya), Bebek Sinjay (Madura), dan Oseng Mercon Bu Narti (Yogyakarta). Selain itu, gelaran ini juga dimeriahkan konser musik dengan penampilan artis papan atas seperti Juicy Luicy, Maliq & D’Essentials, Bunga Citra Lestari, Isyana Sarasvati, Bernadya, RAN, Sal Priadi, hingga Marcello Tahitoe.

    “Melalui konsep ini, masyarakat tidak hanya menikmati hiburan dan pengalaman gaya hidup, tetapi juga memperoleh akses terhadap pilihan hunian, peluang usaha, dan solusi finansial dalam satu ekosistem yang saling terhubung,” ujar Setiyo.

    Lebih dari sekadar pameran, BTN Expo 2026 menjadi representasi arah baru BTN sebagai bank modern yang hadir lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat—mulai dari hunian, pengembangan usaha, hingga aspirasi gaya hidup. Sebagai bagian dari rangkaian acara, BTN juga menggelar Awarding BTN Housingpreneur 2025 sebagai bentuk apresiasi terhadap inovator dan pelaku usaha baru di sektor perumahan nasional.

    Antusiasme pengunjung pun terasa kuat. Salah satunya dirasakan Dzikrina Aulia, peserta BTN Champions 2026 by Ruangguru. Ia menilai BTN Expo 2026 bukan hanya pameran perbankan dan properti, tetapi juga ruang belajar dan eksplorasi, khususnya bagi generasi muda.

    “Keseruannya banyak banget. Ikut cerdas cermat yang mengasah otak dan menambah wawasan. Sempat grogi juga karena peserta lain cepat sekali menjawab pertanyaan,” ujar lulusan Universitas Tarumanegara itu.

    Selain mengikuti kompetisi, Dzikrina juga tertarik mengunjungi area Culinary Festival untuk mencicipi beragam kuliner Nusantara sekaligus melihat potensi produk lokal. Ia juga menyempatkan diri mendatangi booth KPR BTN untuk mencari informasi perencanaan keuangan terkait pembelian rumah atau apartemen.

    “Enam tahun lagi mungkin saya menikah, jadi mulai kepikiran soal rumah. Penasaran, perlu nabung berapa lama supaya bisa beli apartemen atau rumah,” katanya.

    Sebagai fresh graduate, Dzikrina menilai BTN Expo 2026 sangat lengkap karena juga menyediakan informasi lowongan kerja dan program magang melalui BTN Hiring. “Jadi BTN Expo ini lengkap. Bisa ikut kuis, jajan, cari info kerja, sambil lihat-lihat apartemen,” pungkasnya.

  • Bank Jakarta Sabet Golden Champion Kepuasan dan Loyalitas Nasabah

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE –  Seiring komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan perbankan yang berorientasi pada kepuasan, loyalitas, dan keterikatan nasabah, Bank Jakarta meraih penghargaan sebagai Golden Champion in Satisfaction, Loyalty, & Engagement pada ajang 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and Engagement 2026 yang diterima langsung oleh Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai, di Jakarta pada Kamis (22/01).

    Adapun secara rinci sejumlah kategori penghargaan yang diterima Bank Jakarta atas kualitas layanan yang diberikan kepada nasabah, yaitu sebagai kategori terbaik The Best Region Bank in Marketing Engagement, The Best Region Bank in Customer Centricity, The Best Region Bank in Brand Interactivity, The Most Satisfying Region Bank in ATM Service, The 2nd Best Region Bank in Loyalty, The 2nd Best Region Bank in Perceived Security, serta The 2nd Most Satisfying Region Bank in Mobile Banking. Atas seluruh pencapaian tersebut, Bank Jakarta dinobatkan sebagai The 2nd Best Region Bank in Satisfaction, tovaltv, and Engagement 2026.

    Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas upaya dan komitmen berkelanjutan Bank Jakarta dalam mentranformasikan produk dan layanan yang berfokus pada kebutuhan nasabah.

    “Penghargaan ini mencerminkan kepercayaan dan loyalitas nasabah kepada Bank Jakarta. Capaian ini sekaligus menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat inovasi digital, serta menjaga keandalan dan keamanan sistem perbankan, termasuk penerapan prinsip kepatuhan, manajemen risiko, serta tata kelola perusahaan yang baik,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Ateng menegaskan bahwa Bank Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat fungsi kepatuhan sebagai bagian integral dalam mendukung transformasi bisnis yang berkelanjutan, sehingga Bank Jakarta dapat terus berperan sebagai bank daerah yang adaptif, kompetitif, dan berintegritas, sejalan dengan dinamika industri perbankan serta dukungan terhadap agenda pembangunan ekonomi nasional.

    Penghargaan 8th lnfobank SLE 2026 diberikan berdasarkan hasil riset independen yang mengukur persepsi dan pengalaman nasabah terhadap layanan perbankan. Adapun indikator penilaian mencakup antara lain tingkat kepuasan nasabah (customer satisfaction), loyalitas dan intensi penggunaan ulang layanan
    (customer loyalty), keterikatan dan interaksi nasabah dengan merek (customer engagement), kualitas
    layanan dan kemudahan akses di berbagai kanal, keamanan transaksi, serta kinerja layanan digital dan jaringan ATM.

    Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa capaian ini menjadi pengingat bagi Bank Jakarta untuk terus melakukan evaluasi dan penguatan layanan, sekaligus menjaga konsistensi dalam membangun kepercayaan nasabah secara berkelanjutan.

    “Penghargaan ini mendorong Bank Jakarta untuk terus konsisten dalam memperkuat customer centricity, engagement, serta kualitas layanan di seluruh touchpoint, baikjaringan kantor, ATM, maupun kanal digital, secara efektif dan terukur. Ke depan, Bank Jakarta akan terus melanjutkan agenda transformasi melalui inovasi berkelanjutan guna meningkatkan pengalaman nasabah secara konsisten,” tutup Arie

    Jakarta – Seiring komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan perbankan yang berorientasi pada kepuasan, loyalitas, dan keterikatan nasabah, Bank Jakarta meraih penghargaan sebagai Golden Champion in Satisfaction, Loyalty, & Engagement pada ajang 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and Engagement 2026 yang diterima langsung oleh Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai, di Jakarta pada Kam is (22/01).

    Adapun secara rinci sejumlah kategori penghargaan yang diterima Bank Jakarta atas kualitas layanan yang diberikan kepada nasabah, yaitu sebagai kategori terbaik The Best Region Bank in Marketing Engagement, The Best Region Bank in Customer Centricity, The Best Region Bank in Brand Interactivity, The Most Satisfying Region Bank in ATM Service, The 2nd Best Region Bank in Loyalty, The 2nd Best Region Bank in Perceived Security, serta The 2nd Most Satisfying Region Bank in Mobile Banking. Atas seluruh pencapaian tersebut, Bank Jakarta dinobatkan sebagai The 2nd Best Region Bank in Satisfaction, tovaltv, and Engagement 2026.

    Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas upaya dan komitmen berkelanjutan Bank Jakarta dalam mentranformasikan produk dan layanan yang berfokus pada kebutuhan nasabah.

    “Penghargaan ini mencerminkan kepercayaan dan loyalitas nasabah kepada Bank Jakarta. Capaian ini sekaligus menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat inovasi digital, serta menjaga keandalan dan keamanan sistem perbankan, termasuk penerapan prinsip kepatuhan, manajemen risiko, serta tata kelola perusahaan yang baik,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Ateng menegaskan bahwa Bank Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat fungsi kepatuhan sebagai bagian integral dalam mendukung transformasi bisnis yang berkelanjutan, sehingga Bank Jakarta dapat terus berperan sebagai bank daerah yang adaptif, kompetitif, dan berintegritas, sejalan dengan dinamika industri perbankan serta dukungan terhadap agenda pembangunan ekonomi nasional.

    Penghargaan 8th lnfobank SLE 2026 diberikan berdasarkan hasil riset independen yang mengukur persepsi dan pengalaman nasabah terhadap layanan perbankan. Adapun indikator penilaian mencakup antara lain tingkat kepuasan nasabah (customer satisfaction), loyalitas dan intensi penggunaan ulang layanan
    (customer loyalty), keterikatan dan interaksi nasabah dengan merek (customer engagement), kualitas
    layanan dan kemudahan akses di berbagai kanal, keamanan transaksi, serta kinerja layanan digital dan jaringan ATM.

    Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa capaian ini menjadi pengingat bagi Bank Jakarta untuk terus melakukan evaluasi dan penguatan layanan, sekaligus menjaga konsistensi dalam membangun kepercayaan nasabah secara berkelanjutan.

    “Penghargaan ini mendorong Bank Jakarta untuk terus konsisten dalam memperkuat customer centricity, engagement, serta kualitas layanan di seluruh touchpoint, baikjaringan kantor, ATM, maupun kanal digital, secara efektif dan terukur. Ke depan, Bank Jakarta akan terus melanjutkan agenda transformasi melalui inovasi berkelanjutan guna meningkatkan pengalaman nasabah secara konsisten,” tutup Arie

  • Saham DADA Terbang 35%, Pasar Mulai Revaluasi Prospek Perseroan

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mencatat lonjakan signifikan di awal tahun 2026. Dalam waktu sekitar 15 menit perdagangan, harga saham emiten properti ini melesat hingga 35% dari level Rp50, dengan pergerakan yang tegas dan didukung volume transaksi yang solid.

    Penguatan ini dinilai bukan sekadar fluktuasi sesaat. Investor mulai merespons positif prospek kinerja perseroan ke depan, seiring perbaikan fundamental yang mulai tercermin. DADA dikenal fokus pada pengembangan hunian bernilai tambah dengan portofolio proyek yang terus berjalan.

    Direktur & CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan, mengungkapkan bahwa lonjakan laba menjadi salah satu faktor utama yang menarik perhatian pasar.

    “Berdasarkan laporan keuangan terakhir, pertumbuhan laba DADA melonjak signifikan, bahkan mencapai ratusan persen dari kuartal II ke kuartal III. Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya bertahan, tetapi mampu melakukan akselerasi bisnis,” ujarnya.

    Menurut Bayu, kenaikan laba tersebut menjadi sinyal awal bahwa valuasi lama tidak lagi relevan. Harga saham di level Rp50 dinilai belum mencerminkan kondisi fundamental terkini perseroan.

    Di kalangan analis, pergerakan saham seperti ini kerap disebut sebagai fase awakening, yakni transisi dari saham yang sebelumnya kurang diperhatikan menjadi saham dengan cerita pertumbuhan baru. Lonjakan harga yang terjadi dinilai sebagai sinyal awal proses re-rating valuasi.

    Meski demikian, investor tetap disarankan mencermati faktor risiko, termasuk kondisi makroekonomi dan realisasi kinerja perseroan ke depan.

    “Ke depan, saham DADA berpeluang melanjutkan penguatan jika perusahaan mampu menjaga kinerja penjualan, merealisasikan proyek sesuai rencana, dan menghadirkan katalis positif,” kata Bayu.

  • Nixon L.P. Napitupulu Kembali Nahkodai BTN

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang digelar pada Rabu, 7 Januari 2026, menyetujui penambahan satu anggota dewan komisaris. Dalam rapat tersebut, pemegang saham mengesahkan pengangkatan Didyk Choiroel sebagai Komisaris BTN.

    Didyk Choiroel saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Sesuai ketentuan yang berlaku, pengangkatan tersebut akan efektif setelah Didyk dinyatakan lulus uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
    Sementara itu, RUPSLB BTN tidak mengubah susunan dewan direksi. Nixon L.P. Napitupulu kembali dipercaya untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai Direktur Utama BTN. Nixon sebelumnya menjabat sebagai Dirut BTN sejak 16 Maret 2023 dan kembali ditetapkan untuk periode kedua melalui RUPS Tahunan 2025 pada 26 Maret 2025, berdasarkan persetujuan OJK.
    Hingga saat ini, susunan dewan direksi BTN tetap diisi oleh Oni Febrianto Rahardjo sebagai Wakil Direktur Utama, Tan Jacky Chen sebagai Direktur Information Technology, Venda Yuniarti sebagai Direktur Treasury & International Banking, Helmy Afrisa Nugroho sebagai Direktur Corporate Banking, serta Setiyo Wibowo sebagai Direktur Risk Management.
    Adapun jajaran direksi lainnya mencakup Hirwandi Gafar sebagai Direktur Consumer Banking, Nofry Rony Poetra sebagai Direktur Finance & Strategy, Eko Waluyo sebagai Direktur Human Capital & Compliance, I Nyoman Sugiri Yasa sebagai Direktur Operations, Rully Setiawan sebagai Direktur Network & Retail Funding, serta Hermita sebagai Direktur Commercial Banking.
    Pada jajaran dewan komisaris, BTN masih mempertahankan susunan sebelumnya, yakni Suryo Utomo sebagai Komisaris Utama, Dwi Ary Purnomo sebagai Wakil Komisaris Utama, Fahri Hamzah sebagai Komisaris, serta Komisaris Independen Ida Nuryanti, Pietra Machreza Paloh, dan Panangian Simanungkalit. Dengan masuknya Didyk Choiroel, komposisi dewan komisaris dinilai semakin solid dalam mendukung arah transformasi perseroan.
    Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyampaikan bahwa di tengah tantangan dinamika makroekonomi dan proses pemulihan nasional, perseroan mampu mencatatkan kinerja yang solid hingga akhir 2025. Total aset BTN tercatat tumbuh 8,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi sekitar Rp510 triliun.
    “Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit serta dana pihak ketiga yang tetap positif dan sehat. Seluruh rasio keuangan BTN juga terjaga dan berada di atas ketentuan minimal regulator,” ujar Nixon.
    Lebih lanjut, Nixon menegaskan bahwa penyesuaian dan penguatan susunan pengurus merupakan bagian dari strategi jangka panjang BTN untuk memastikan organisasi tetap adaptif terhadap perkembangan industri perbankan dan arah kebijakan ekonomi nasional.
    “Langkah ini ditujukan untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan sinergi antarfungsi, serta mempercepat pengambilan keputusan strategis agar transformasi bisnis BTN dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” kata Nixon.
    Manajemen BTN optimistis, bergabungnya Didyk Choiroel sebagai Komisaris baru akan memberikan nilai tambah dalam memperkuat kepemimpinan strategis perseroan. Komposisi pengurus saat ini diharapkan mampu mendukung akselerasi transformasi bisnis BTN, termasuk peran perseroan dalam mendukung Program 3 Juta Rumah serta meningkatkan daya saing di tengah kompetisi industri perbankan nasional.
    Perubahan susunan pengurus tersebut akan berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan OJK dan memenuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • BTN Kokoh sebagai Penyalur KPR Sejahtera FLPP Terbesar Nasional 2025

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadi penyalur Kredit Pemilikan Rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR Sejahtera FLPP) terbesar secara nasional dengan total realisasi mencapai 128.608 unit rumah subsidi atau setara 46,7% dari total penyaluran nasional sebanyak 270.985 unit hingga 22 Desember 2025.

    Hal tersebut dipaparkan oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) di Jakarta, Selasa (23/12). Berdasarkan data BP Tapera, BTN menjadi bank penyalur KPR FLPP Sejahtera dengan realisasi penyaluran tertinggi di antara 39 bank penyalur dengan rumah yang dibangun oleh 8.058 pengembang yang terdiri dari 13.118 perumahan yang tersebar di 33 provinsi di 401 kabupaten/kota.

    Anak usaha BTN, yakni PT Bank Syariah Nasional (BSN) menjadi penyalur terbesar kedua dengan total realisasi penyaluran sebanyak 59.463 unit saat BSN masih berupa Unit Usaha Syariah (BTN Syariah). Secara total, penyaluran oleh BTN dan BSN mencapai 188.071 hingga 22 Desember 2025.

    Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar (kiri) bersalaman dengan Maruarar Sirait, Menteri PKP. Foto: BTN

    Atas pencapaian ini, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan apresiasinya terhadap BTN di antara bank-bank penyalur KPR FLPP lainnya. Menteri PKP mengapresiasi optimisme BTN untuk dapat mendukung target nasional pada tahun 2026 yang ditetapkan pemerintah sebanyak 350.000 unit.

    “Terima kasih Bapak, Ibu (manajemen bank-bank penyalur KPR Sejahtera FLPP) atas dukungannya. Semoga kita bisa bantu rakyat, karena perbankan merupakan ekosistem yang sangat penting,” ujar Menteri PKP dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan 43 Bank Penyalur tentang penyaluran KPR Sejahtera FLPP bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Tahun 2026 di Kantor BP Tapera, Jakarta, Selasa (23/12).

    Pada kesempatan tersebut, BTN menjadi salah satu dari 10 bank penyalur KPR Sejahtera FLPP tertinggi yang menandatangani perjanjian kerja sama untuk penyaluran FLPP pada tahun 2026. Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar mengatakan, BTN berkomitmen untuk mengoptimalisasi penyaluran KPR FLPP pada 2026 seiring dengan berbagai upaya yang dilakukan selama ini dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang diusung pemerintah.

    “BTN masih menjadi bank penyalur KPR Subsidi terbesar secara nasional dan portofolio KPR Subsidi saat ini juga mencapai 64% dari total portofolio KPR BTN. Pertumbuhan KPR Subsidi tetap stabil sepanjang tahun 2025 dan diharapkan permintaannya akan meningkat pada tahun 2026 seiring dengan meningkatnya kebutuhan rumah layak dan terjangkau bagi MBR,” tutur Hirwandi.

    Hirwandi mengatakan, di tengah beragam tantangan pada tahun 2025, seperti faktor cuaca yang kurang baik yang seringkali menghambat pembangunan proyek perumahan dan kendala perizinan di lapangan, BTN berhasil menyalurkan KPR Sejahtera FLPP bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak dan terjangkau.

    “Permintaan untuk KPR FLPP di BTN terus meningkat dan BTN siap menyalurkan sesuai dengan pipeline yang tersedia. Untuk itu, BTN akan terus berdiskusi dengan pemerintah dan para mitra pengembang agar penyaluran KPR FLPP dapat lebih efektif pada tahun depan,” jelas Hirwandi.

    Pada 2026, BTN akan memperkuat fungsi intermediasinya termasuk untuk penyaluran KPR Subsidi dengan mengerahkan upaya yang lebih proaktif dalam mencari calon-calon debitur potensial. Salah satunya, kata Hirwandi, dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai institusi dan korporasi yang memiliki jumlah karyawan cukup masif melalui anak-anak usaha atau perusahaan terafiliasi mereka.

    “BTN melihat banyak institusi dan korporasi potensial yang memiliki ribuan atau bahkan puluhan ribu karyawan di berbagai subholding atau anak usaha. Jika BTN dapat menjadi bank pilihan utama mereka untuk bertransaksi perbankan, maka potensinya besar sekali bagi karyawan atau pegawai mereka menjadi calon nasabah KPR Subsidi,” ujarnya.

    Seiring dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan bank-bank penyalur, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengungkapkan penyaluran KPR Sejahtera FLPP pada 2026 dapat dimulai lebih awal yakni sejak awal bulan Januari.

    “Ini pertama kalinya FLPP bisa dilakukan pencairan di awal Januari 2026, jadi kami harapkan teman-teman pengembang kalau masih dalam proses finishing, dilanjutkan saja,” ungkapnya.

  • BSN Resmi Beroperasi Nasional, Siap Jadi Motor Baru Perbankan Syariah Indonesia

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi memulai operasional penuh secara nasional pada Senin (22/12). Bank hasil spin-off dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ini optimistis menjadi katalisator baru dalam mendorong pertumbuhan industri perbankan syariah Indonesia.

    Peresmian operasional BSN dilakukan setelah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada November 2025. Sejak hari ini, seluruh jaringan kantor BSN di Indonesia telah aktif melayani nasabah.

    Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menyatakan, beroperasinya BSN secara nasional menandai kesiapan perseroan menjalankan peta jalan bisnis yang telah disusun sejak proses spin-off. Momentum ini sekaligus menjadi titik awal strategi ekspansi yang lebih agresif dan adaptif.

    “Mulainya operasional BSN secara nasional menunjukkan bahwa seluruh tahapan transformasi telah berjalan sesuai rencana. Dengan fundamental yang kuat, kami optimistis BSN dapat tumbuh berkelanjutan dan berkontribusi besar bagi penguatan perbankan syariah nasional,” ujar Alex saat melayani nasabah di Kantor Cabang BSN Jakarta Harmoni, Senin (22/12).

    Potensi Besar Pasar Perbankan Syariah

    Alex menilai, potensi pengembangan perbankan syariah di Indonesia masih sangat luas. Selain pembiayaan perumahan, berbagai produk dan layanan seperti tabungan emas, tabungan haji dan umrah, hingga gadai emas dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang signifikan.

    “Dengan populasi Muslim mencapai 242,7 juta jiwa, Indonesia memiliki pasar yang sangat besar untuk pengembangan produk keuangan syariah,” jelasnya.

    beroperasinya BSN secara nasional menandai kesiapan perseroan menjalankan peta jalan bisnis yang telah disusun sejak proses spin-off.

    Potensi tersebut tercermin dari masih rendahnya Indeks Inklusi Keuangan Syariah yang baru mencapai 12,88%, meski Indeks Literasi Keuangan Syariah (ILKS) telah berada di level 39,11% pada 2024. Menurut Alex, tantangan utama industri saat ini adalah meningkatkan kemudahan akses masyarakat terhadap produk dan layanan perbankan syariah.

    Untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah, BSN fokus mengembangkan layanan berbasis digital yang terintegrasi dengan jaringan fisik. Hingga kini, BSN didukung oleh 35 Kantor Cabang Syariah, 76 Kantor Cabang Pembantu Syariah, serta 589 Kantor Layanan Syariah di berbagai daerah.

    “Kami mengombinasikan layanan digital dan tatap muka agar produk BSN mudah diakses oleh masyarakat dan pelaku usaha. Edukasi berkelanjutan juga menjadi kunci agar layanan syariah dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” kata Alex.

    Kinerja Solid dan Aset Tembus Rp71 Triliun

    Berdasarkan laporan keuangan per September 2025—saat masih berstatus Unit Usaha Syariah BTN—penyaluran pembiayaan tercatat tumbuh 19,7% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp51,1 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 19,3% yoy menjadi Rp56,9 triliun.

    Pertumbuhan tersebut mendorong total aset menjadi Rp68,4 triliun per 30 September 2025. Setelah penggabungan UUS BTN dengan Bank Victoria Syariah, total aset BSN meningkat menjadi Rp71,3 triliun per November 2025, menjadikannya bank umum syariah terbesar kedua di Indonesia.

    “Skala bisnis yang semakin besar akan kami optimalkan untuk memperluas pembiayaan dan mempercepat ekspansi pasar. BSN ingin menghadirkan produk dan layanan keuangan syariah yang berkah, amanah, dan tepercaya bagi masyarakat luas,” tegas Alex.

    Manajemen BSN memastikan proses transisi dari Unit Usaha Syariah BTN ke Bank Syariah Nasional tidak berdampak pada nasabah. Seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan regulator dan berjalan secara terstruktur, sehingga nasabah tetap dapat menggunakan layanan seperti biasa tanpa perubahan administrasi.

    “Keamanan dan kenyamanan nasabah adalah prioritas utama kami. Jika ada penyesuaian, informasi akan disampaikan melalui saluran komunikasi resmi BSN,” tutup Alex.

  • Bank Jakarta Tuntaskan 100% Penyaluran Dana Pemerintah Senilai Rp1 Triliun

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE — Bank Jakarta mengumumkan bahwa penyaluran dana pemerintah pusat sebesar Rp1 triliun yang ditempatkan melalui Kementerian Keuangan pada November 2025 telah selesai disalurkan sepenuhnya. Penyaluran dilakukan dalam periode 12–21 November 2025 dan telah dilaporkan secara resmi kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

    Penempatan dana tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat likuiditas perbankan daerah sekaligus mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan sektor-sektor produktif di wilayah Jakarta.

    Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menyampaikan apresiasi dan komitmen atas kepercayaan pemerintah pusat:

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Keuangan atas penempatan dana yang diberikan. Kepercayaan ini menjadi energi penting bagi Bank Jakarta untuk memperkuat fungsi intermediasi dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat serta perekonomian daerah.”

    Agus menegaskan bahwa keberhasilan penyaluran ini mencerminkan kesiapan operasional Bank Jakarta dalam mendukung mandat kebijakan fiskal pemerintah melalui penyaluran pembiayaan yang produktif dan terukur.

    “Bank Jakarta siap menerima dan mengelola penempatan dana berikutnya dalam jumlah lebih besar. Dengan tata kelola yang baik, prinsip kehati-hatian, serta fokus pada sektor produktif, kami memastikan bahwa setiap dana yang ditempatkan pemerintah memberikan manfaat nyata dan terukur.”

    Bank Jakarta menyalurkan dana secara tepat sasaran dengan fokus pada sektor-sektor produktif yang memberikan dampak multiplier effect tinggi terhadap perekonomian daerah, termasuk pembiayaan UMKM dan sektor padat karya.

    Setelah penyaluran dana pemerintah selesai, Bank Jakarta melanjutkan ekspansi pembiayaan dengan menggunakan likuiditas internal yang dikelola secara sehat, terukur, dan berkelanjutan. Dengan komitmen mendukung agenda percepatan ekonomi nasional, Bank Jakarta telah menyiapkan pipeline pembiayaan strategis untuk mengelola potensi penempatan dana pemerintah dalam skala lebih besar. Perencanaan dilakukan sesuai prinsip kehati-hatian, manajemen risiko yang kuat, dan tata kelola yang baik.

    Fundamental Bank Tetap Solid

    Kinerja dan ketahanan Bank Jakarta tetap dalam kondisi optimal, ditunjang oleh:

    • Tingkat Kesehatan Bank kategori “Sehat” sesuai hasil penilaian OJK semester I 2025

    • Likuiditas yang kuat dan terjaga

    • Kualitas aset yang baik dengan Non-Performing Loan (NPL) terkendali

    Kondisi ini memastikan kapasitas Bank Jakarta untuk menjalankan mandat penyaluran pembiayaan dalam skala signifikan secara akuntabel dan berkesinambungan.

Back to top button