AktualHeadline

Tajir Melintir, Ini Dia Konglomerat Indonesia Pemilik Properti Mewah di Luar Negeri

Tak sedikit orang terkaya RI yang memiliki aset properti di luar negeri dengan harga fantastis. Siapa Saja Mereka?

Jakarta, JPI—Kepemilikan properti mewah di kalangan konglomerat Indonesia kini menjadi hal yang lumrah. Tak sedikit orang terkaya RI yang memiliki aset properti di luar negeri dengan harga fantastis. Belakangan, keluarga taipan Tanah Air disoroti usai membeli 3 unit hunian mewah senilai S$206,7 juta atau setara dengan Rp2,27 triliun di 42, 42A, 42B Nassim Road di District 10, Singapura.  Namun, belum diketahui siapa konglomerat yang membeli rumah mewah di negeri Singa itu. Apalagi, hunian tersebut terletak di kawasan elit yang juga ditempati oleh salah satu pendiri Facebook, Eduardo Saverin.

Tak hanya di Singapura, sejumlah konglomerat Indonesia juga memiliki properti megah, unik, bahkan bersejarah di sejumlah negara. Lantas, siapa saja orang kaya RI pemilik properti di luar negeri?

Berikut Daftar Konglomerat Indonesia Pemilik Properti Mewah di Luar Negeri:

  1. Robert Budi Hartono & Michael Hartono 

Berdasarkan data Forbes, Kamis (11/5/2023) Hartono bersaudara yakni Robert Budi Hartono dan Michael Hartono memiliki harta senilai US$47,7 miliar atau setara dengan Rp701,76 triliun.  Keduanya merupakan pewaris perusahaan manufaktur rokok kretek Djarum dari sang Ayah. Tak hanya itu, keluarga Hartono juga memupuk kekayaan dari investasi mereka di Bank Central Asia (BCA).

Fakta-fakta Shophouse, Ruko Bersejarah di Singapura yang Diminati Konglomerat Dunia Berkat kekayaannya, tak heran jika orang terkaya di RI ini memiliki sejumlah properti mewah di luar negeri. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, Hartono merupakan pemilik blok raksasa di Jutland Parade yaitu sebuah nama jalan di kawasan elit Dalkeith, Perth, Australia Barat. Jalan ini terletak di tepi sungai Swan yang mengitari Perth.

Laporan dari The Market Herald menyebut properti bergaya Georgian di Jutlande Parade seluas 2.372 meter persegi terjual dengan harga AU$16,5 juta atau Rp160,7 miliar. Adapun, dikutip dari The West Australian, Hartono mengembangkan 5 rumah di wilayah tersebut sebagai rumah liburan untuknya, istri, dan anaknya.  Hunian mewah berlantai 3 itu memiliki luas 1.800 meter persegi mencakup 9 kamar tidur, 12 kamar mandi. Ada 2 rumah di tepi sungai yang memiliki 4 kamar tidur yang merupakan rumah miliki anak-anaknya yakni Vanessa dan Stefanus Hartono. Sementara, untuk dua blok yang ada di tengah telah dijual.

  1. Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong merupakan taipan RI dengan harta kekayaan senilai US$12,1 miliar atau setara dengan Rp177,9 triliun, berdasarkan data Forbes. Pendiri Bayan Resources (BYAN) ini memperoleh kekayaannya lewat bisnis di sektor tambang batu bara.  Orang terkaya ke-2 di RI versi Forbes Mei 2023 ini, pemilik properti The Farrer Park Company yang berlokasi Singapura. Dia mendirikan kompleks perawatan kesehatan dan perhotelan yang terintegrasi pertama di dunia.

| Baca Juga:   RUPST BTN Angkat 2 Pejabat Pemerintah Jadi Komisaris
Low Tuck Kwong

Lokasi Farrer Park adalah situs bersejarah Singapura, di mana rangkaian peristiwa olahraga, politik dan penerbangannya selama 180 tahun terakhir terjadi di wilayah ini.  Pada akhirnya, Farrer Park mengalami perubahan transformatif yang ditandai dengan berdirinya Connexion. Berdasarkan DP Architects, Connexion adalah pusat gaya hidup terintegrasi pertama di Asia.

Pengembangan baru oleh DP Design yang mencakup pusat kesehatan spesialis serta hotel dan spa bintang lima yang berupaya menyediakan tempat untuk penyembuhan dan relaksasi dalam satu tujuan.  Tak hanya itu, Low Tuck Kwong memiliki 2 perusahaan properti di Malaysia yaitu Desaria Property dan Desaria Home yang mengerjakan 2 proyek properti di Lembah Kalang. Lewat Desaria Property, taipan ini menguasai apartemen The Manor Kuala Lumpur yang terdiri dari 484 unit dari 12 lantai.

  1. Widjaja Family

Data Forbes menunjukkan, pendiri Sinar Mas Group ini memiliki kekayaan sebesar US$10,8 miliar atau setara dengan Rp158,92 triliun. Harta kekayaannya berasal dari gurita bisnis di bidang real estat, kertas, jasa keuangan, kesehatan, agribisnis, hingga telekomunikasi.  Dikutip dari situs resmi Sinar Mas Land, grup ini memiliki bangunan komersial premium yaitu gedung perkantoran senilai £195 juta atau sekitar Rp3,6 triliun di 32-50 Strand, London dari pemilik saat ini yaitu LS City dan West End Limited, bagian dari LandSec. Adapun akuisisi tersebut diselesaikan pada Juni 2022.

Lalu, melalui anak usaha Sinarmas Land Limited yang berbasis di Singapura, telah menandatangani perjanjian jual beli dengan Lembaga Tabung Haji (LTH) yang berasal dari Malaysia untuk divestasi Horseferry Property Ltd.  Perjanjian tersebut dilakukan pada 12 Juli 2022 dimana perusahaan menjual aset properti di 33 Horseferry Road, London dengan nilai transaksi sebesar £247,5 juta atau setara dengan Rp4,42 triliun. Di China, Sinar Mas Land memiliki kawasan residensial di Taicang, Shenyang, dan Chengdu dengan luas lahan berkisar 246.000 meter persegi. Kemudian, keluarga Widjaja pun memiliki hotel dan resor di Malaysia seluas 300 hektare.

  1. Sri Prakash Lohia
| Baca Juga:   BP Tapera Soft Launching Tapera Mobile

Forbes mencatat kekayaan Sri Prakash Lohia mencapai US$7,4 miliar atau setara dengan Rp108 triliun pada Mei 2023. Sri Prakash Lohia adalah sosok pemilik PT Indo-Rama Synthetics Tbk., sebuah perusahaan tekstil yang berkantor pusat di Jakarta. Perusahaan ini memiliki sejumlah pabrik yang tersebar di Indonesia, Uzbekistan, dan Turki.  Konglomerat yang memiliki bisnis di bidang petrokimia dan tekstil ini diketahui memiliki properti mewah di pusat kota London, Inggris yaitu Sheridan House.

Sri Prakash Lohia

Dikutip dari Times of India, dia membeli properti tersebut pada tahun 2008. Sheridan House merupakan properti bersejarah yang dulunya ialah tempat tinggal Jenderal John Burgoyne, salah satu tokoh penting pada Perang Revolusi Amerika. Sri Prakash Lohia membeli properti ini ketika kondisinya nyaris ambruk, kendati bangunan tersebut adalah warisan milik negara. Dia melakukan perbaikan selama 5 tahun untuk menjadikan Sheridan House sebagai properti pribadi.

 

 

  1. Sukanto Tanoto

Pendiri grup usaha Royal Golden Eagle (RGE) ini memiliki kekayaannya senilai US$3 miliar atau setara dengan Rp44,6 triliun. Sukanto Tanoto telah lama terlibat dalam transaksi pembelian properti mewah di berbagai negara, di mana dirinya sempat membeli mal Tanglin Shopping Centre di Singapura seharga US$645 juta atau setara Rp9,5 triliun pada Februari 2022. Properti ini memiliki luas tanah seluas 68.512 kaki persegi dan dapat dikembangkan menjadi pengembangan komersial dengan ketinggian maksimum 20 lantai.

Sukanto Tanoto

Dalam investigasi yang disebut OpenLux oleh Le Monde dan OCCRP terungkap puluhan properti senilai ratusan juta euro dibeli secara pribadi oleh salah satu investor Sukanto Tanoto. Investigasi tersebut menemukan Tanoto membeli istana Raja Ludwig di Munchen senilai 350 juta euro atau setara Rp5,7 triliun di Munich dibeli pada 2019.  Melansir dari OCCRP dalam proyek OpenLux, nama sang anak Anderson Tanoto yang menjadi Direktur RGE sekaligus generasi kedua dari bisnis keluarga ini dinilai memiliki gedung-gedung mewah di Jerman rancangan arsitek kondang Frank O. Gehry. Putra Tanoto membeli sebuah bangunan ikonik di Düsseldorf dengan harga kurang dari 50 juta euro atau setara dengan Rp816,8 miliar menggunakan struktur perusahaan rahasia Luksemburg yang serupa.

  1. Bachtiar Karim & Family

Mengutip dari Forbes, dengan kekayaan bersih US$4 miliar atau setara dengan Rp58,7 triliun per 2022. Bachtiar mendirikan Musim Mas bersama kedua saudaranya yaitu Burhan dan Bahari. Musim Mas merupakan perusahaan kelapa sawit yang memasok minyak sawit ke pasar Asia, Eropa, dan Amerika.  Musim Mas Pte Ltd kini memiliki kantor pusat di Singapura. Bahkan, pendapatannya mencapai US$9,9 miliar atau setara dengan Rp145,5 triliun per 2021. Saat ini Grup Musim Mas telah memproduksi beberapa merek minyak goreng, seperti SunCo, Tani, M&M, Amago, Good Choice, dan Voila.

| Baca Juga:   Kornas-Pera Tolak BTN Syariah “Dicaplok” BSI
Bachtiar Karim

Mengutip dari The Hotel Conversation, keluarga Karim telah membeli properti senilai US$43,8 juta atau Rp641,9 miliar dari Pellicano group pada Maret 2023.  Quest Woolloongabba adalah sebuah hotel yang terletak di Woolloongabba, sebuah pinggiran kota di Brisbane, Queensland, Australia.

Properti ini terdiri dari 132 kunci dan empat toko ritel di lantai dasar.  Selang beberapa tahun, dia kembali menghebohkan publik, dengan membeli rumah bersejarah Tan Yeok Nee di 101 Penang Road Singapura yang harganya hampir Rp1 triliun pada Maret 2022.  Rumah tersebut pernah menjadi milik Tan Yeok Nee, pengusaha kelahiran Chaozhou, Guangdong, China, yang membangunnya pada 1885.  Berdasarkan laporan Australia Financial Review, keluarga Karim telah menyelesaikan pembelian hotel perdananya, yaitu Harbour Rocks Hotel di distrik The Rocks Sydney dengan harga sekitar US$40 juta atau Rp587,2 miliar pada Oktober 2022.

  1. Mochtar Riady

Keluarga Mochtar Riady disebut memiliki kekayaan sebesar US$1,5 miliar atau setara dengan Rp22 triliun. Sebagaimana diektahui, Mochtar Riady merupakan pendiri grup Lippo yang terdiversifikasi, yang sekarang dijalankan oleh putra James dan Stephen Riady.  Saat ini, grup Lippo meliputi bisnis real estat, ritel, kesehatan, media, dan pendidikan. Adapun, putra Riady, Stephen, menjalankan perusahaan properti Singapura, OUE Reef Development, yang pada Juli 2020 setuju untuk menjual Menara Bank AS yang ikonis di pusat kota Los Angeles.

Mochtar Riady

Mengutip dari Business Times, dirinya membeli sebuah rumah mewah tipe Good Class Bungalow (GCB) dengan harga 95 juta dolar Singapura pada 2019 atau yang saat ini senilai Rp1,05 triliun melalui OUE Reef Development.  Properti yang memiliki luas tanah 3.182 meter persegi ini terletak di Nassim Road 26A, sebuah jalan sepanjang kurang dari satu mil yang terletak di antara Tanglin Road dan Taman Botani Singapura.

Sumber: Bisnis Indonesia

Erfendi

Penulis dan penikmat informasi terkait industri properti dan turunannya dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Email: exa_lin@yahoo.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button