RisetTrending

Pergeseran Demografi Bakal Pengaruhi Pasar Properti Global

smart city/foto istimewa

Laporan penelitian Cushman & Wakefield menyebutkan bahwa sekitar 693 juta orang generasi baby boomers akan memasuki masa pensiun, dan 1,3 miliar orang generasi milenial akan memasuki masa bekerja pada 2030. Kondisi itu diperkirakan akan merubah wajah pasar properti secara global terutama di kota-kota besar dunia.

Dominic Brown, Kepala Wawasan dan Analisis Asia Pasifik di Cushman & Wakefield. menyebutkan pensiunnya jutaan baby boomers dan debut pekerja Generasi Z atau milenial bersamaan dengan perubahan demografis penduduk dunia memiliki implikasi besar bagi industri realestat dunia, investor dan pembuat kebijakan di seluruh dunia.

“Semua pemangku kepentingan perlu memahami dampak tren ini dan cara memposisikan diri untuk memaksimalkan peluang,” ungkap Brown.


Laporan tersebut menganalisis pergeseran seismik dalam angkatan kerja di seluruh dunia dalam 10 tahun ke depan, dimana diperkirakan 693 juta baby boomers mencapai usia pensiun dan 1,3 miliar anggota Gen Z mulai memasuki angkatan kerja.

Generasi Z adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun 1995 sampai dengan tahun 2010. Generasi ini merupakan generasi peralihan dari Generasi Y dengan teknologi yang semakin berkembang.

Diungkapkan dalam laporan Cushman & Wakefield bahwa milenial memiliki strategi pendekatan tersendiri dalam memilih tempat kerja, lokasi tempat tinggal hingga jenis hunian yang sesuai keinginan mereka. Selain itu, tren demografis ini akan mendorong laju pertumbuhan hunian di kota-kota di seluruh dunia.

“Kota-kota perlu memantapkan diri mereka sebagai tempat untuk menarik pekerja  tinggal dan menciptakan peluang realestat yang besar di masa mendatang,” papar dia.


Cushman & Wakefield membandingkan pertumbuhan angkatan kerja dan pertumbuhan PDB lebih dari 137 kota di seluruh dunia. Kota-kota dengan pertumbuhan tinggi di kedua kategori, menurut riset itu, disebutkan memiliki prospek kuat dalam menarik permintaan realestat. Sementara pertumbuhan yang lambat di kedua kategori tersebut menunjukkan pasar yang akan tertinggal.

| Baca Juga:   UResort Raih Penghargaan FIABCI Indonesia - REI EXCELLENCE Awards 2020

Kota-kota dengan pertumbuhan PDB yang lebih cepat daripada populasi usia kerja adalah pasar produktif tinggi yang mungkin menarik bagi investor saat mereka menaikkan proposisi nilai. Sebaliknya, pasar dengan pertumbuhan tenaga kerja yang lebih besar daripada PDB dianggap sebagai pasar produktivitas rendah.

Hunian Perkotaan

Studi ini menyimpulkan bahwa kota-kota dengan kinerja terbaik dan potensial di dunia terletak di Asia Tenggara dan India, yang menjadi pertanda baik bagi pertumbuhan ekonomi dan kekuatan pasar realestat di kota-kota di wilayah tersebut. Kota-kota lain dengan produktivitas tinggi diproyeksikan terjadi di China.

Sedangkan sebagian besar kota di Eropa dan Amerika Utara digolongkan memiliki produktivitas rendah atau pasar tertinggal untuk pertumbuhan ekonomi dan realestat pada 2030 mendatang.

Kevin Thorpe, Kepala Ekonom dan Kepala Riset Global Cushman & Wakefield menambahkan pihaknya sangat terkejut bahwa perilaku generasi menggantikan perilaku budaya. Pekerja Gen Y dan Gen Z, sampai taraf tertentu, memiliki preferensi tempat kerja yang serupa di mana pun di dunia tempat mereka tinggal. Meski kedua generasi ini juga memiliki banyak perbedaan dalam beberapa hal.

“Misalnya, strategi tempat kerja perlu memperhitungkan berbagai persyaratan yang terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan profesional masa depan. Memahami nilai-nilai generasi ini, bagaimana dan di mana mereka ingin bekerja, dan kekuatan dan kelemahan interpersonal mereka akan meletakkan dasar untuk mengamankan talenta terbaik yang tersedia,” ungkap Thorne.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button