Aktual

Pengelola Hotel Perketat Standar Kebersihan dan Kesehatan

JAKARTA, KORIDOR – Sejumlah operator hotel berkomitmen untuk memberikan standar kebersihan dan kesehatan yang ketat serta pengaturan jarak aman guna memberikan pengalaman menginap yang lebih aman bagi para tamu. Langkah ini sejalan dengan telah dikeluarkannya protokol kesehatan di sektor pariwisata yang disusun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Salah satunya operator hotel TAUZIA Hotels yang merupakan anggota dari The Ascott Limited. Jaringan hotel tersebut mengumumkan peluncuran ‘Ascott Cares’ yakni komitmen seluruh karyawan untuk menjaga standar kebersihan dan kehigienisan di seluruh hotel mereka. Program ini diberlakukan mulai Juli 2020.

“Kami selalu menjadikan keamanan para tamu dan karyawan sebagai prioritas utama,” ungkap Patrick Vaysse, Chief Operating Officer TAUZIA Hotels kepada media, baru-baru ini.

Dia menambahkan penerapan ‘Ascott Cares’ memastikan pelaksanaan beberapa langkah antisipasi termasuk peningkatan sanitasi kamar dan area publik, pemeriksaan suhu berkala, dan penggunaan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan untuk staf.

Inisiatif  ‘Ascott Cares’ mencakup sembilan komitmen untuk mempertahankan standar kebersihan dan kehigienisan. Sementara solusi digital akan digunakan untuk meminimalkan kontak dengan para tamu tanpa mengurangi tingkat pelayanan kepada tamu. Antara lain melalui penerapan metode pembayaran cashless dan contactless serta pengenalan kode QR untuk mengakses menu, welcome letter, direktori kamar, dan informasi hotel lainnya.

“Pelatihan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) yang ditingkatkan juga akan dilakukan untuk meningkatkan visibilitas rantai pasokan dan memastikan food safety,” papar Patrick Vaysse.

Untuk menjaga jarak fisik, jumlah tamu akan dibatasi di area-area publik dan di fasilitas bersama lainnya dengan penanda permanen di lantai sebagai panduan visual untuk para tamu.

| Baca Juga:   Perbaiki 5.000 RTLH di Gorontalo, PUPR Alokasikan Rp 87,5 Miliar

Dalam hal food and beverage, semua anggota tim dapur, service, dan stewarding diharuskan mengenakan alat pelindung diri. Selain itu, prosedur in-room dining dan minibar diperbarui untuk memastikan jarak yang aman dan meminimalkan kontak langsung.

“Kepada seluruh vendor kami juga memperketat prosedur selama melakukan pengiriman, termasuk pemeriksaan suhu untuk personel pengiriman dan memberikan detail kontak untuk pelacakan kontak,”tegas dia.

Seiring dengan implementasi ‘Ascott Cares’ serta standar yang diberlakukan WHO dan pemerintah lokal, TAUZIA Hotels juga mengadopsi protokol global dan stamp ‘Safe Travels’ yang dikeluarkan oleh World Travel and Tourism Council (WTTC).

Protokol Resmi

Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) belum lama secara resmi telah mengesahkan protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

Protokol kesehatan sektor parekraf disahkan melalui KMK Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Deputi bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf R. Kurleni Ukar menjelaskan bahwa protokol kesehatan di sektor parekraf disusun berlandaskan atas tiga isu utama yakni kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

KMK tersebut diantaranya mengatur protokol untuk hotel/penginapan/homestay/ asrama dan sejenisnya, rumah makan/restoran dan sejenisnya, lokasi daya tarik wisata, moda transportasi, jasa ekonomi kreatif, jasa penyelenggara event/pertemuan, serta tempat dan fasilitas umum lainnya yang terkait erat dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selanjutnya, protokol ini dapat digunakan sebagai acuan bagi seluruh pihak, yakni kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan masyarakat termasuk asosiasi, pengelola, pemilik, pekerja, dan pengunjung di tempat dan fasilitas umum lainnya.

“Kehadiran protokol kesehatan ini diharapkan dapat mendukung rencana pembukaan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif secara bertahap sehingga dapat menggerakkan kembali usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, sektor yang paling terdampak dari pandemi Covid-19,” ujar Kurleni.

| Baca Juga:   Pakar Pembiayaan: Properti Syariah Tak Hanya Akad, Tetapi Konsep Permukimannya

Namun demikian, keputusan terkait pembukaan kembali usaha pariwisata tentu harus disesuaikan dengan tingkat risiko wilayah penyebaran Covid-19 dan kemampuan daerah dalam mengendalikan pandemi tersebut.

“Kami berharap pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif dapat mempersiapkan dan melaksanakan protokol kesehatan sesuai dengan keputusan yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan,” ujar dia.

 

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button