Internasional

Japan Thematic Fund Suntik Investasi ke Bumame dan TWO Inc.

Investasi ini menjadi bagian dari strategi JTF untuk memperkuat kolaborasi inovasi antara Jepang dan Indonesia dan mendorong pengembangan ekosistem healthcare dan wellness di kawasan Asia Tenggara.

BSD CITY, KORIDOR.ONLINE – Perubahan demografi dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan membuka peluang baru bagi pertumbuhan industri healthcare dan wellness di Asia Tenggara. Pergeseran tersebut mendorong kebutuhan terhadap layanan kesehatan yang semakin terintegrasi, personal, dan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan serta pemeliharaan kesehatan dalam jangka panjang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memproyeksikan proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas di Asia Tenggara hampir berlipat ganda, dari 11,3% pada 2024 menjadi 20,9% pada 2050. Perubahan struktur demografi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap layanan kesehatan yang mencakup berbagai tahapan perjalanan kesehatan, mulai dari pencegahan, deteksi dini, pengobatan, rehabilitasi hingga perawatan jangka panjang.

Melihat peluang tersebut, Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital dan fund management platform milik Sinar Mas Land, bersama Spiral Ventures sebagai co-general partners, melalui Japan Thematic Fund (JTF) melakukan investasi pada Bumame dan TWO Inc. Investasi ini menjadi bagian dari strategi JTF untuk memperkuat kolaborasi inovasi antara Jepang dan Indonesia sekaligus mendorong pengembangan ekosistem healthcare dan wellness di kawasan Asia Tenggara.

CEO Tokyo’s 2foods, Yoshikazu Azuma.

Partner at Living Lab Ventures sekaligus Executive Manager Japan Thematic Fund, Bayu Seto, mengatakan investasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan portofolio, tetapi juga membuka akses terhadap jaringan strategis, kemitraan korporasi, pertukaran teknologi, serta peluang ekspansi pasar.

“JTF dibentuk untuk menjembatani kapabilitas dan inovasi Jepang dengan peluang pertumbuhan di Indonesia melalui kemitraan yang mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi kedua negara. Investasi pada Bumame dan TWO Inc. mencerminkan pendekatan tersebut, di mana kami tidak hanya mendukung pertumbuhan perusahaan, tetapi juga membuka ruang bagi pertukaran teknologi, keahlian, dan jaringan untuk memperkuat solusi kesehatan yang lebih preventif, personal, dan terintegrasi,” ujar Bayu.

| Baca Juga:   Sinar Mas Land Gelar Property Expo 2026 di Cibubur, Tawarkan Promo Properti hingga 35%

Bumame Perkuat Akses Layanan Kesehatan

Investasi pada Bumame menjadi bagian dari upaya JTF mendukung perusahaan yang memiliki peran dalam membangun layanan kesehatan yang lebih terintegrasi di Indonesia. Bumame telah berkembang sebagai penyedia layanan kesehatan dengan cakupan layanan yang meliputi diagnostik, laboratorium klinik, medical check-up, home healthcare, solusi kesehatan digital, hingga berbagai program preventive healthcare.

Dengan pendekatan tersebut, Bumame dinilai dapat memperkuat sisi layanan kesehatan dalam ekosistem yang dikembangkan JTF, terutama ketika kebutuhan masyarakat mulai bergeser dari pendekatan kuratif menuju pola hidup yang lebih preventif dan berorientasi pada pemeliharaan kesehatan.

CEO Bumame, James Andrew Wihardja, mengatakan investasi tersebut akan mendukung perseroan dalam memperluas dan mengembangkan layanan kesehatan yang semakin terintegrasi sekaligus mudah diakses masyarakat.

“Investasi ini menjadi langkah penting bagi Bumame untuk memperluas layanan kesehatan yang kami bangun, tidak hanya melalui peningkatan kapasitas, tetapi juga melalui pengembangan solusi yang semakin terintegrasi dan mudah diakses,” ujar James.

Menurutnya, kemitraan dengan JTF juga membuka peluang bagi Bumame untuk menggabungkan pemahaman terhadap kebutuhan pasar Indonesia dengan teknologi, jaringan, dan perspektif global yang dimiliki para mitra.

“Kami melihat kemitraan dengan JTF sebagai kesempatan untuk menggabungkan kekuatan teknologi dan pemahaman kami terhadap kebutuhan pasar Indonesia dengan jaringan serta perspektif global yang dimiliki mitra kami, sehingga harapannya dapat mempercepat inovasi dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan berstandar internasional,” katanya.

TWO Inc. Bawa Inovasi Pangan Fungsional dari Jepang

Selain layanan kesehatan, JTF juga berinvestasi pada TWO Inc., perusahaan asal Jepang di balik merek 2foods yang mengembangkan produk pangan fungsional berbasis ilmu nutrisi, riset konsumen, dan inovasi produk.

| Baca Juga:   Dampingi Jokowi ke Australia, Bobby: Sekaligus Melaporkan Kemajuan Pengembangan Sorgum Di NTT

Kehadiran TWO Inc. melengkapi pendekatan JTF dalam membangun ekosistem kesehatan yang lebih menyeluruh. Jika Bumame berfokus pada penguatan akses terhadap layanan kesehatan, TWO Inc. mengambil pendekatan preventif melalui asupan makanan dan pola hidup sehari-hari.

Pengalaman Jepang dalam pengembangan inovasi pangan dan longevity menjadi salah satu modal bagi TWO Inc. untuk mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan konsumen di Indonesia dan pasar Asia Tenggara.

CEO Tokyo’s 2foods, Yoshikazu Azuma, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar yang menarik seiring perubahan gaya hidup dan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik bagi TWO karena perubahan gaya hidup dan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan menciptakan ruang bagi inovasi food and wellness,” ujarnya.

Menurut Yoshikazu, kerja sama dengan JTF memberikan peluang bagi TWO Inc. untuk membawa pengalaman dan inovasi yang dikembangkan di Jepang ke pasar Indonesia, sekaligus memahami kebutuhan konsumen lokal.

“Kami melihat kolaborasi ini sebagai langkah awal untuk membangun bisnis wellness yang dapat tumbuh dari Indonesia menuju pasar Asia Tenggara,” katanya.

BSD City Jadi Titik Temu Inovasi Indonesia-Jepang

Investasi pada Bumame dan TWO Inc. juga memperkuat misi jangka panjang LLV dalam membangun BSD City sebagai ekosistem inovasi digital dan pengembangan kota pintar di Indonesia. Dengan dukungan jaringan bisnis Sinar Mas Land di sektor real estat, teknologi digital, dan pengembangan komunitas, LLV memiliki ruang untuk membantu perusahaan portofolio mengembangkan solusi, melakukan pengujian, memperluas skala bisnis, serta membangun kemitraan strategis.

Bersama Spiral Ventures, LLV melalui JTF juga berupaya mempertemukan kekuatan inovasi Jepang dengan peluang pertumbuhan di Indonesia dan Asia Tenggara. Pendekatan tersebut membuka peluang pertukaran teknologi, keahlian, jaringan bisnis, dan pengembangan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar regional.

| Baca Juga:   Sinar Mas Land dan Hankyu Hanshin Properties Perkuat Kemitraan, Hadirkan Kawasan Residensial 50 Hektare di BSD City

Ekosistem tersebut semakin diperkuat melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ETKI Banten, yang dikenal sebagai D-HUB SEZ di BSD City. Kawasan ini berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, teknologi digital, dan ekonomi kreatif.

Kehadiran D-HUB SEZ membuka ruang konektivitas antara penyedia layanan kesehatan, perusahaan teknologi, startup, institusi riset, investor, serta mitra industri dalam satu lingkungan kolaboratif.

Dengan keterhubungan antara LLV, JTF, jaringan bisnis Sinar Mas Land, dan ekosistem D-HUB SEZ, kolaborasi lintas negara diharapkan tidak berhenti pada investasi. Kemitraan tersebut diarahkan untuk mempercepat pengembangan solusi healthcare dan wellness, sekaligus membuka jalan bagi inovasi Jepang dan jaringan global untuk berkembang di Indonesia dan selanjutnya menjangkau pasar Asia Tenggara.

Ke depan, JTF menargetkan perluasan kolaborasi lintas negara yang dapat mempertemukan kapabilitas Jepang dengan kebutuhan pasar Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya solusi healthcare dan wellness yang lebih preventif, personal, terintegrasi, dan memiliki daya saing regional.

Erfendi

Penulis dan penikmat informasi terkait industri properti dan turunannya dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Email: exa_lin@yahoo.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button