Headline

FLPP Tembus 194.360 Unit, BP Tapera Kejar Sisa Target 155.640 Rumah hingga Akhir Tahun

Dari sisi kelompok pekerjaan penerima, penyaluran FLPP masih didominasi buruh dan pekerja swasta sebesar 67,97%.

JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 194.360 unit senilai Rp24,22 triliun hingga 31 Oktober 2026. Capaian tersebut setara 55,53% dari target penyaluran tahun ini sebanyak 350.000 unit.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, realisasi tersebut menunjukkan keberlanjutan program rumah subsidi dalam memperluas akses kepemilikan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah bersama BP Tapera terus mendorong peningkatan penyaluran FLPP agar semakin banyak masyarakat dapat memperoleh rumah layak dan terjangkau.

“Realisasi penyaluran FLPP hingga akhir Oktober telah mencapai 194.360 unit. Kami terus memperkuat koordinasi dengan bank penyalur, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan agar target 350.000 unit pada 2026 dapat tercapai,” ujar Heru dalam penjelasannya kepada awak media di Jakarta, 02/10/26.

Menurut data BP Tapera, tambahan DIPA FLPP sebesar Rp44,7 triliun pada 2025 dan 2026 berpotensi membiayai 473.228 unit KPR dengan nilai pembiayaan mencapai Rp58,9 triliun. Capaian penyaluran pada 2025 dan 2026 tersebut menjadi yang terbesar sejak program FLPP diluncurkan pada 2010.

Secara kumulatif, sejak 2010 hingga 31 Oktober 2026, penyaluran FLPP telah mencapai 2.072.107 unit. Jumlah tersebut terdiri atas 2.071.444 unit rumah tapak dan 663 unit rumah susun.

Dari sisi kelompok pekerjaan penerima, penyaluran FLPP masih didominasi buruh dan pekerja swasta sebesar 67,97%. Sementara itu, kelompok wiraswasta, UMKM, dan usaha informal mencapai 15,72%, ASN/TNI/Polri sebesar 9,52%, serta kelompok pekerjaan lainnya seperti petani, nelayan, dan asisten rumah tangga sebesar 6,8%.

Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma menjelaskan, percepatan penyaluran FLPP dilakukan melalui penguatan koordinasi dengan bank penyalur dan asosiasi pengembang, sekaligus memperluas jangkauan sosialisasi kepada calon penerima manfaat.

| Baca Juga:   SMF Terbitkan Obligasi Tahap III Tahun 2022 Sebesar Rp3 Triliun

“Percepatan tidak hanya dilakukan dari sisi pembiayaan, tetapi juga melalui penguatan pemasaran dan koordinasi di lapangan. Kami mendorong bank penyalur dan pengembang untuk lebih aktif menjangkau MBR serta mengidentifikasi berbagai kendala yang menghambat proses pengajuan hingga akad KPR,” kata Sid.

Berdasarkan realisasi perbankan hingga 31 Oktober 2026, Bank BTN menyalurkan 85.341 unit atau 50,84% dari target 167.870 unit. Bank Syariah Nasional mencatat penyaluran 46.747 unit atau 68% dari target 68.749 unit. Selanjutnya, Bank BRI merealisasikan 25.650 unit, BNI sebanyak 14.087 unit, dan Bank Mandiri sebanyak 6.635 unit.

Dari sisi asosiasi pengembang, REI mencatat realisasi tertinggi secara volume dengan 81.788 unit, disusul APERSI sebanyak 55.315 unit dan HIMPERRA sebanyak 26.668 unit. Sementara itu, ASPRUMNAS membukukan realisasi 8.022 unit atau 69,42% dari target asosiasinya sebanyak 11.555 unit.

Untuk menjaga momentum penyaluran hingga akhir tahun, BP Tapera menjalankan sejumlah strategi percepatan. Langkah tersebut mencakup sosialisasi dan audiensi dengan instansi, perusahaan, serta organisasi; kampanye melalui media sosial; pembukaan booth di lokasi dengan potensi permintaan; serta monitoring intensif terhadap bank penyalur dan pengembang.

BP Tapera juga menginisiasi pembentukan grup WhatsApp Program 3 Juta Rumah di tingkat kabupaten/kota. Kanal komunikasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan MBR, pengembang, dan perbankan sehingga proses pengajuan KPR subsidi dapat berlangsung lebih cepat dan kendala di lapangan segera ditangani.

Selain rumah tapak, BP Tapera turut mendorong penyaluran FLPP untuk rumah susun siap huni. Hingga 31 Oktober 2026, realisasi penyaluran rumah susun ready stock tercatat sebanyak 25 unit dari target 10.000 unit. BP Tapera mencatat ketersediaan rumah susun siap huni sebanyak 4.093 unit dan memproyeksikan penyaluran tambahan 500 unit pada November–Desember 2026.

| Baca Juga:   Jaga Optimisme Pasar, Kolaborasi BTN - 3 Pengembang Tawarkan Bunga KPR mulai dari 1,76%

Melalui penguatan koordinasi dan berbagai strategi percepatan tersebut, BP Tapera berharap penyaluran FLPP dapat terus meningkat hingga akhir tahun. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah memperluas akses pembiayaan perumahan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan hunian layak dan terjangkau bagi MBR.

Erfendi

Penulis dan penikmat informasi terkait industri properti dan turunannya dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Email: exa_lin@yahoo.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button