Lipsus

BTN Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Papan 2045 dan Percepatan Program 3 Juta Rumah

Peluncuran buku karya Fahri Hamzah menyoroti perumahan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi dan transformasi sosial nasional

JAKARTA, KORIDOR.ONLINE — Sektor perumahan dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat fondasi sosial masyarakat. Gagasan tersebut mengemuka dalam peluncuran dan bedah buku Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045 karya Fahri Hamzah yang digelar di Menara 2 BTN, Kamis (21/5).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan di sektor perumahan nasional, di antaranya Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, penulis buku sekaligus Komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Fahri Hamzah, serta Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu bersama jajaran direksi BTN.

Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menilai gagasan swasembada papan yang diangkat dalam buku tersebut sejalan dengan visi besar pembangunan hunian nasional yang telah dirintis para tokoh ekonomi Indonesia sebelumnya. Menurut dia, sektor perumahan harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam strategi pembangunan ekonomi nasional.

eluncuran dan bedah buku Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045 karya Fahri Hamzah yang digelar di Menara 2 BTN, Kamis (21/5). Foto: BTN

“Ini merupakan kerja besar lintas generasi. Satgas Perumahan saat ini tengah mengorkestrasi langkah percepatan program 3 juta rumah dengan fokus utama memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Hashim.

Fahri Hamzah menjelaskan, buku tersebut lahir dari kegelisahan terhadap persoalan backlog perumahan dan ketimpangan kepemilikan rumah di Indonesia yang masih tinggi. Ia menyebut swasembada papan menjadi agenda strategis menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Fahri, program 3 juta rumah bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan bagian dari transformasi besar bangsa yang akan memengaruhi struktur sosial dan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

“Target utama yang ingin dicapai adalah memastikan seluruh rakyat Indonesia memiliki akses terhadap hunian yang layak pada 2045. Swasembada papan menjadi fondasi penting untuk membangun masyarakat yang lebih kuat secara ekonomi maupun sosial,” katanya.

Ia memaparkan, backlog perumahan nasional saat ini diperkirakan masih berada pada kisaran 10 hingga 12 juta unit. Selain itu, sekitar 20 juta masyarakat masih tinggal di rumah tidak layak huni, termasuk jutaan warga yang belum memiliki rumah sendiri.

| Baca Juga:   LIXIL Dorong Arsitektur Berbasis Data dan Sanitasi Lewat OASE di ARCH:ID 2026

Sebagai bank yang fokus pada pembiayaan sektor perumahan, BTN menegaskan kesiapan untuk mendukung roadmap menuju Swasembada Papan 2045. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan perseroan terus menyusun strategi pembiayaan inklusif agar akses kepemilikan rumah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk pekerja sektor informal.

“Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam akses pembiayaan hunian. Kolaborasi antara pemerintah, Satgas Perumahan, dan BTN menjadi faktor penting dalam mewujudkan target besar ini,” ujar Nixon.

BTN juga menyiapkan skema pembiayaan jangka panjang dengan tenor hingga 40 tahun sebagai solusi menjaga keterjangkauan cicilan rumah di tengah kenaikan harga properti. Menurut Nixon, akses pembiayaan yang terjangkau menjadi tantangan utama dalam pengembangan sektor perumahan nasional.

Ia menambahkan, konsep yang diangkat dalam buku tersebut tidak hanya berbicara mengenai pembangunan rumah, tetapi juga menyentuh isu strategis lain seperti tata ruang, pemerataan akses lahan, serta penguatan instrumen pembiayaan jangka panjang.

“Tantangan terbesar saat ini adalah menghadirkan sumber pendanaan murah yang benar-benar mampu menjaga keterjangkauan masyarakat. Bagi BTN, ukuran utama dari pembiayaan murah adalah affordability atau kemampuan masyarakat membayar cicilan tanpa terbebani,” kata Nixon.

Erfendi

Penulis dan penikmat informasi terkait industri properti dan turunannya dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Email: exa_lin@yahoo.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button