Headline

Summarecon Bangun TOD Bekasi, Perkuat Integrasi Transportasi dan Kawasan Perkotaan Modern

Kawasan TOD Summarecon akan dikembangkan melalui pembangunan koridor transportasi massal sepanjang sekitar 5 kilometer. Menghubungkan kawasan utara Kota Bekasi, Summarecon Bekasi, hingga Stasiun LRT Jabodebek.

BEKASI, KORIDOR.ONLINE – Kota Bekasi semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di kawasan metropolitan Jabodetabek. Hal tersebut ditandai dengan dimulainya pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi yang menjadi bagian dari pengembangan Transit Oriented Development (TOD) Summarecon, sebuah kawasan terpadu yang mengintegrasikan transportasi massal, hunian, pusat komersial, dan ruang publik dalam satu ekosistem perkotaan.

Groundbreaking proyek tersebut dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), didampingi Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, jajaran PT Kereta Api Indonesia (Persero), serta manajemen PT Summarecon Agung Tbk, Jumat (24/7/2026).

Menurut AHY, pengembangan kawasan berbasis transit bukan lagi sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi telah menjadi pendekatan baru dalam menciptakan kota yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Groundbreaking pengembangan kawasan TOD Summarecon oleh Menko Infra AHY, Jumat, 24/7.

“Ke depan, hampir 73 persen penduduk Indonesia diproyeksikan tinggal di kawasan perkotaan. Karena itu, pengembangan kota harus diarahkan pada konsep yang mampu mengintegrasikan hunian, aktivitas ekonomi, dan transportasi massal sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi,” ujar AHY.

Ia menilai TOD merupakan jawaban atas berbagai persoalan perkotaan seperti kemacetan, tingginya biaya mobilitas, hingga penurunan kualitas lingkungan. Model ini juga telah terbukti berhasil diterapkan di berbagai kota dunia dan kini mulai menjadi arah pembangunan kota-kota besar di Indonesia.

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

Pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan hasil sinergi antara PT Summarecon Agung Tbk dengan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bekasi, serta PT Kereta Api Indonesia (Persero).

President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, mengatakan proyek tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen Summarecon dalam membangun konektivitas kawasan Bekasi yang telah dimulai sejak pengembangan Summarecon Bekasi pada 2010 melalui pembangunan Fly Over KH Noer Ali sepanjang satu kilometer.

| Baca Juga:   Basuki: Perkuat Sistem dan Tata Kelola di Kementerian PU dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman
Groundbreaking pengembangan kawasan TOD Summarecon oleh Menko Infra AHY, Wamenhub Suntana, Wagub Jabar Erwan Setiawan, Wawali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, jajaran PT KAI dan manajemen PT Summarecon Agung Tbk, Jumat (24/7/2026).

“Inisiatif ini merupakan bentuk kontribusi Summarecon dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi massal. Kehadiran Stasiun Bekasi Ekstensi diharapkan mampu mendistribusikan arus penumpang secara lebih merata, meningkatkan konektivitas kawasan, sekaligus menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Adrianto, Stasiun Bekasi Ekstensi nantinya akan melayani penumpang dari sisi barat dan selatan Kota Bekasi, sementara Stasiun Bekasi eksisting akan lebih fokus melayani masyarakat dari wilayah utara dan timur. Pembagian fungsi tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan penumpang sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.

Terintegrasi dengan Berbagai Moda Transportasi

Sebagai bagian dari TOD Summarecon, Stasiun Bekasi Ekstensi dirancang menghubungkan berbagai moda transportasi dalam satu sistem yang terintegrasi.

Selain memiliki akses langsung menuju layanan KRL Commuter Line, kawasan ini juga dipersiapkan terkoneksi dengan LRT Jabodebek, jaringan angkutan pengumpan (feeder), jalur pedestrian, hingga skybridge yang menghubungkan kawasan komersial dengan stasiun.

Bangunan stasiun akan berdiri di atas lahan seluas sekitar 7.038 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 6.733 meter persegi yang terdiri atas tiga lantai lengkap dengan koridor penghubung dan jembatan layang pejalan kaki.

Tahap berikutnya, kawasan TOD Summarecon juga akan dikembangkan melalui pembangunan koridor transportasi massal sepanjang sekitar 5 kilometer yang menghubungkan kawasan utara Kota Bekasi, Summarecon Bekasi, hingga Stasiun LRT Jabodebek.

Mencontoh Kota-Kota Dunia

AHY mengatakan konsep TOD yang dikembangkan di Bekasi mengadopsi praktik terbaik dari berbagai kota maju yang berhasil menjadikan transportasi publik sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan.

Di Hong Kong, misalnya, model Rail plus Property yang diterapkan MTR Corporation berhasil mengintegrasikan pembangunan jaringan kereta dengan kawasan komersial dan hunian sehingga lebih dari 90 persen perjalanan masyarakat dilakukan menggunakan transportasi publik.

| Baca Juga:   LINKTOWN Raih Empat Penghargaan di Ajang Summarecon Annual Awards 2025

Sementara di Tokyo, kawasan Stasiun Shinjuku berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi melalui integrasi berbagai moda transportasi dengan kawasan bisnis dan komersial. Hal serupa juga terjadi di King’s Cross London yang berhasil bertransformasi dari kawasan lama menjadi distrik modern yang memadukan fungsi hunian, perkantoran, ruang publik, dan pusat gaya hidup.

Prinsip-prinsip tersebut menjadi inspirasi pengembangan TOD Summarecon Bekasi dengan mengedepankan akses pejalan kaki maksimal sekitar 500 meter menuju simpul transportasi, mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, serta menghadirkan ruang publik yang aktif sepanjang hari.

Bekasi Menuju Kota Berorientasi Transit

Wakil Menteri Perhubungan Suntana menilai pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas layanan kereta api sekaligus memperkuat integrasi antarmoda di kawasan metropolitan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur transportasi kini tidak lagi sekadar menghadirkan stasiun baru, tetapi menjadi bagian dari transformasi tata ruang kota yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Hal senada disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, yang menyebut pengembangan TOD akan memperkuat posisi Bekasi sebagai kawasan strategis ekonomi, hunian, dan mobilitas masyarakat di Jawa Barat.

Ia berharap kawasan berbasis transit tidak hanya menjadi pusat pergerakan, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan perkotaan yang nyaman, produktif, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan dimulainya pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi, Bekasi dinilai memasuki babak baru pengembangan kota modern yang mengedepankan konektivitas, efisiensi mobilitas, serta pembangunan berkelanjutan. Kehadiran proyek ini sekaligus memperlihatkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci dalam menciptakan kawasan perkotaan yang lebih kompetitif dan siap menghadapi pertumbuhan penduduk di masa depan.

Erfendi

Penulis dan penikmat informasi terkait industri properti dan turunannya dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Email: exa_lin@yahoo.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button