DP Rp81 Ribu, Taman Ria Regency Tawarkan Kesempatan Miliki Rumah Subsidi di Tengah Kota Palu
Proyek terbaru PT Ghezz Patombong Perkasa menggandeng BTN untuk mempermudah kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

PALU, KORIDOR.ONLINE – Tingginya kebutuhan hunian terjangkau di Kota Palu mendorong PT Ghezz Patombong Perkasa (GPP) kembali memperluas pengembangan perumahan subsidi melalui peluncuran Taman Ria Regency. Berlokasi di Jalan Hasanudin Toto, Kelurahan Silae, Kecamatan Palu Barat, proyek ini hadir sebagai kelanjutan dari kesuksesan Taman Ria Estate Tahap I dan II yang telah terjual lebih dari 600 unit.
Dalam pengembangannya, PT GPP menggandeng Bank BTN Cabang Palu untuk mempermudah masyarakat memperoleh pembiayaan kepemilikan rumah melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi.
Direktur Taman Ria Regency, Rochmad Bustari, mengatakan proyek tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan hunian berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Menurutnya, keberhasilan proyek sebelumnya menjadi modal sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus menghadirkan kawasan hunian yang nyaman, memiliki kualitas pembangunan yang baik, serta didukung skema pembiayaan yang mudah diakses.

Antusiasme masyarakat terhadap proyek ini pun langsung terlihat sejak peluncurannya. Dalam waktu singkat, sekitar 1.700 calon konsumen telah mendaftarkan diri untuk melakukan survei lokasi, bahkan sebagian di antaranya menyatakan kesiapan melakukan pembayaran uang muka.
“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan masyarakat serta dukungan Bank BTN yang terus memberikan pendampingan dalam pengembangan perumahan subsidi. Respons pasar yang sangat positif menjadi bukti bahwa kebutuhan akan hunian terjangkau di Palu masih sangat besar,” ujar Rochmad.
Promo Kemerdekaan
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, pengembang menghadirkan program promosi khusus yang ditujukan untuk mempermudah masyarakat memiliki rumah pertama.
Melalui program tersebut, calon pembeli cukup membayar uang muka sebesar Rp81 ribu untuk proses pemesanan unit, sekaligus memperoleh berbagai insentif tambahan selama masa promosi.
“Hari Kemerdekaan menjadi momentum agar masyarakat juga bisa merdeka dari mahalnya biaya memiliki rumah. Karena itu kami menghadirkan promo yang benar-benar meringankan masyarakat,” katanya.
Selain DP yang sangat ringan, konsumen juga memperoleh berbagai fasilitas tanpa biaya tambahan, antara lain pembebasan biaya akad kredit, biaya notaris, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta pemasangan kanopi rumah.
Lokasi Strategis
Pengembangan Taman Ria Regency juga menjadi bagian dari dukungan sektor swasta terhadap Program Tiga Juta Rumah yang digagas pemerintah untuk memperluas akses kepemilikan hunian bagi MBR.
Rochmad menegaskan setiap keluarga Indonesia berhak memperoleh rumah yang layak dengan skema pembiayaan yang sesuai kemampuan ekonomi masyarakat.
Taman Ria Regency dirancang dengan total 239 unit rumah subsidi tipe 36 di atas lahan seluas 96 meter persegi per unit. Saat ini sebanyak 87 unit telah memasuki tahap pembangunan.
Keunggulan utama proyek ini berada pada lokasinya yang berada di kawasan strategis Kota Palu dengan akses sekitar 10 menit menuju Palu Grand Mall, serta dekat dengan sekolah, pusat layanan kesehatan, kawasan perdagangan, dan berbagai fasilitas publik lainnya.
Kawasan hunian juga dilengkapi jalan lingkungan yang memadai, ruang terbuka hijau, serta area bermain anak untuk mendukung kenyamanan penghuni.
Dengan harga mulai sekitar Rp173 juta, Taman Ria Regency menawarkan kombinasi antara lokasi strategis, fasilitas kawasan, kemudahan pembiayaan, serta rekam jejak pengembang yang telah terbukti sukses membangun ratusan rumah subsidi di Palu.
Melihat tingginya animo masyarakat sejak peluncuran, pengembang optimistis Taman Ria Regency akan menjadi salah satu proyek perumahan subsidi yang paling diminati di Sulawesi Tengah sekaligus berkontribusi terhadap percepatan penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.



