Rayakan HUT RI ke-81, Jakarta Aquarium & Safari Kibarkan Merah Putih di Dalam Air
Living Heritage: The Spirit of a Sovereign Nation Angkat Pesan Konservasi dan Warisan Hayati Indonesia

JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung berbeda di Jakarta Aquarium & Safari (JAQS). Di tengah ekosistem bawah air Zona 12, Sang Saka Merah Putih berukuran 5 x 6 meter dikibarkan oleh para professional diver di balik kaca akrilik raksasa, Senin (17/8).
Diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, para penyelam membawa dan membentangkan bendera Merah Putih di antara kawanan ikan. Momen tersebut semakin istimewa ketika para professional diver membentuk sejumlah koreografi di dalam air, formasi bintang, dan angka “81” sebagai simbol persatuan sekaligus penghormatan terhadap HUT ke-81 RI.
Mengusung tema “LIVING HERITAGE: The Spirit of a Sovereign Nation”, perayaan tersebut tidak hanya menghadirkan atraksi untuk memperingati kemerdekaan, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya menjaga kekayaan alam dan keanekaragaman hayati Indonesia sebagai warisan yang harus terus hidup bagi generasi mendatang.

General Manager Jakarta Aquarium & Safari, Fauzi Prihatin, mengatakan momentum kemerdekaan menjadi kesempatan untuk memaknai kembali bentuk perjuangan yang relevan dengan kondisi saat ini.
“Bagi kami, makna kemerdekaan tahun ini adalah semangat konservasi. Jika dulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan dengan darah dan air mata, maka tugas kita sekarang adalah menjaga warisan hayati bangsa ini dengan penuh komitmen dan kerja nyata. Konservasi bukan sekadar slogan, melainkan cara kami mengisi kemerdekaan,” ujar Fauzi dalam upacara kemerdekaan “LIVING HERITAGE: The Spirit of a Sovereign Nation” di Central Park Mall 2, Jakarta Barat.
Merah Putih di Tengah Ekosistem Bawah Air
Pengibaran bendera di dalam akuarium menjadi salah satu atraksi utama perayaan HUT RI ke-81 di JAQS. Kehadiran para professional diver di antara biota laut menghadirkan pengalaman visual yang berbeda, sekaligus menyampaikan pesan bahwa kekayaan alam Indonesia merupakan bagian penting dari identitas bangsa.
Koreografi bawah air juga menjadi bagian dari persembahan tersebut. Selain formasi angka 81, para penyelam membentuk simbol-simbol yang merepresentasikan persatuan.

Keseruan kemudian berlanjut dengan berbagai perlombaan khas 17 Agustus yang seluruhnya dilakukan di bawah air. Salah satu atraksi yang menjadi perhatian pengunjung adalah lomba mengenakan helm khusus di dalam akuarium.
Untuk mendukung interaksi selama perlombaan, Master of Ceremony (MC) berada di dalam akuarium dengan menggunakan perangkat komunikasi khusus. Aksi tersebut mendapat sambutan meriah dari para pengunjung yang menyaksikan perlombaan dari luar akuarium.
Dari Hiburan Menuju Edukasi Konservasi
Bagi JAQS, rangkaian perayaan kemerdekaan tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan hiburan, edukasi, sains, dan konservasi.
Sebagai lembaga konservasi yang berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di bawah Kementerian Kehutanan, JAQS merawat sekitar 3.500 spesies akuatik dan nonakuatik. Selain perawatan satwa, JAQS juga menjalankan program pengembangbiakan atau breeding, termasuk pada satwa seperti penguin, sementara beberapa spesies lainnya masih berada dalam proses observasi dan pengembangan.
“Kehadiran berbagai atraksi edukatif dan program pengembangbiakan satwa seperti penguin hingga capybara menjadi bukti bahwa hiburan, sains, dan pelestarian lingkungan dapat berjalan berdampingan demi menjaga warisan Indonesia bagi generasi mendatang,” kata Fauzi.
Ia menambahkan, edukasi menjadi bagian penting dari aktivitas JAQS karena tingginya jumlah pengunjung dapat menjadi kesempatan untuk menanamkan kesadaran mengenai kelestarian lingkungan, khususnya kepada generasi muda.
“Setiap hari, tim kami merawat ribuan spesies akuatik maupun non-akuatik. Kami juga terus membuka pintu edukasi bagi ribuan pengunjung setiap harinya, terutama anak-anak muda, karena kami ingin menyadarkan bahwa pentingnya menjaga kelestarian alam Indonesia. Inilah cara kami menghidupkan Living Heritage, memastikan kesadaran ini terus mengalir ke generasi masa depan,” ungkapnya.
Targetkan 5.000 Pengunjung
Untuk menyemarakkan HUT RI ke-81, JAQS juga menyiapkan sejumlah program khusus bagi pengunjung, mulai dari pertunjukan akuatik bertema Merah Putih hingga penawaran khusus tiket dan pertunjukan selama momentum libur kemerdekaan.
JAQS menargetkan jumlah pengunjung mencapai sekitar 5.000 orang pada periode HUT RI ke-81, meningkat dari rata-rata kunjungan saat periode liburan yang berada di kisaran 3.000 orang.

Melalui tingginya kunjungan tersebut, JAQS berharap pesan konservasi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Perayaan kemerdekaan sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan alam Indonesia dari perspektif yang berbeda.
Perayaan HUT RI ke-81 ini turut dihadiri para Finalis Puteri Indonesia 2026, Finalis Abang None Jakarta Barat 2026, Finalis Koko Cici Jakarta 2026, Direksi Taman Safari Group Indonesia, Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia, Konservasi Indonesia, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta.
“Menjaga Indonesia tidak cukup hanya dengan kata-kata. Menjaga Indonesia berarti menjaga seluruh jiwanya, mulai dari sejarahnya hingga setiap jengkal kekayaan alam yang kita miliki,” pungkas Fauzi.
Melalui “LIVING HERITAGE: The Spirit of a Sovereign Nation”, JAQS ingin menjadikan peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk mengingat kembali bahwa kemerdekaan juga membawa tanggung jawab untuk menjaga warisan alam Indonesia agar tetap lestari hari ini, esok, dan bagi generasi yang akan datang.



