Finansial

Pesona Kahuripan Bidik Penjualan 8.000 Unit Rumah pada 2026, Siapkan Strategi Hadapi KPR Seret

Hingga 13 Oktober 2026, Pesona Kahuripan Group mencatat realisasi penjualan atau pembangunan sebanyak 3.347 unit berdasarkan data internal perusahaan.

KABUPATEN BOGOR, KORIDOR.ONLINE — Pesona Kahuripan Group menargetkan penjualan 6.000 unit rumah sepanjang 2026, dengan proyeksi pembangunan mencapai 8.000 unit. Untuk mengejar target tersebut, perusahaan mengandalkan strategi pemasaran yang adaptif di tengah kendala perizinan dan ketatnya persyaratan pembiayaan rumah subsidi.

Direktur Utama Pesona Kahuripan Group (PKG), Angga Budi Kusuma, mengatakan tantangan penjualan tidak hanya berasal dari ketersediaan rumah, tetapi juga dari kemampuan calon konsumen memenuhi persyaratan kredit pemilikan rumah (KPR).

Salah satu kendala yang kerap ditemui adalah catatan kredit calon pembeli dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat yang membutuhkan rumah tidak dapat melanjutkan proses pengajuan KPR subsidi.

“Kalau saya punya 10 rumah, saya akan mencari 20 calon konsumen. Kalau punya 100 rumah, saya akan mencari 200 calon konsumen. Kita harus memperhitungkan bahwa tidak semua calon pembeli akan lolos proses kredit,” ujar Angga dalam peringatan HUT ke-13 Pesona Kahuripan Group di Pesona Kahuripan 13, Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor, Selasa (13/10/2026).

Menurut Angga, pengembang perlu memperhitungkan kemungkinan calon konsumen tidak lolos proses kredit sejak awal. Strategi pemasaran tidak cukup hanya mengandalkan jumlah unit yang tersedia, tetapi juga harus memperhitungkan kebutuhan untuk menjangkau lebih banyak calon pembeli yang sesuai dengan persyaratan pembiayaan.

Pendekatan tersebut, katanya, bukan berarti mengabaikan persoalan kelayakan kredit. Sebaliknya, pengembang perlu menyesuaikan strategi pemasaran agar calon konsumen yang memenuhi persyaratan dapat ditemukan dalam jumlah memadai.

Hingga 13 Oktober 2026, Pesona Kahuripan Group mencatat realisasi penjualan atau pembangunan sebanyak 3.347 unit berdasarkan data internal perusahaan. Angka tersebut menjadi pijakan untuk mengejar target tahunan sebesar 6.000 unit.

| Baca Juga:   Tak Ngaruh Resesi Ekonomi Global! Pembelian Rumah Subsidi Kaum Milenial di Bekasi Meningkat 300 Persen

Angga memperkirakan perusahaan dapat menutup tahun dengan penjualan sekitar 5.200 unit, meskipun target awal tetap menjadi acuan. Sementara itu, proyeksi pembangunan perusahaan pada 2026 mencapai 8.000 unit.

Selain persoalan kredit, perusahaan juga menghadapi tantangan dari sisi pasokan. Kendala tata ruang, penetapan Lahan Baku Sawah (LBS) dan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD), serta pengurusan sertifikat dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dapat memengaruhi kesiapan rumah untuk dipasarkan dan diproses menuju akad kredit.

Angga melihat kejelasan tata ruang di sejumlah daerah mulai memberikan harapan bagi pengembang. Sejumlah kabupaten dan kota telah menerbitkan keputusan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), meskipun penyelesaian persoalan tata ruang belum merata.

Ia menilai keberhasilan menghadapi pasar rumah subsidi membutuhkan kombinasi antara kelancaran pembangunan, penyelesaian administrasi, dan pemasaran yang lebih terukur.

“Optimisme harus diiringi kerja nyata, evaluasi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar,” katanya.

Memasuki sisa tahun 2026, Pesona Kahuripan Group tetap berupaya mengejar target penjualan dengan menyesuaikan strategi terhadap kondisi pasar. Bagi perusahaan, kemampuan mengantisipasi kendala pembiayaan dan menjaga kesiapan pasokan menjadi bagian penting untuk mempertahankan kinerja bisnis rumah subsidi.

Erfendi

Penulis dan penikmat informasi terkait industri properti dan turunannya dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Email: exa_lin@yahoo.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button