Aktual

Dua Dekade IPBA, Apresiasi Industri Properti Kini Menyentuh Pekerja dan Masyarakat

Ajang Property & Bank Award 2026 berikan 58 penghargaan dan 60 tiket umrah. Menteri PKP siapkan hadiah 8 rumah subsidi untuk pengembang terbaik tahun depan

JAKARTA, KORIDOR,ONLINE – Dua dekade penyelenggaraan Indonesia Property & Bank Award (IPBA) tidak hanya menjadi perjalanan panjang dalam memberikan apresiasi kepada pelaku industri properti dan perbankan nasional. Memasuki penyelenggaraan ke-20, ajang yang digelar Journalist Media Network (JMN) tersebut mulai memperluas makna penghargaan dengan memberikan apresiasi kepada mereka yang berada di balik keberhasilan industri, mulai dari karyawan pengembang hingga marbot masjid dan jurnalis.

Mengusung tema “Karpet Merah Presiden Prabowo, Saatnya Rakyat Punya Rumah”, malam penganugerahan 20th Annual Indonesia Property & Bank Award 2026 berlangsung di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Sebanyak 58 penghargaan diberikan kepada perusahaan, pengembang, proyek, pelaku industri, hingga tokoh yang dinilai memiliki pencapaian dan kontribusi terhadap perkembangan sektor properti dan perbankan nasional.

Malam penghargaan tersebut turut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera Doddy Bursman, para ketua umum asosiasi properti, jajaran direksi perusahaan pengembang, pimpinan perbankan, serta perwakilan lembaga keuangan dan nonkeuangan.

Namun, salah satu pesan paling kuat dalam penyelenggaraan tahun ini justru datang dari sektor rumah subsidi.

Menteri PKP: Hadiah Bukan untuk Bos, tetapi Karyawan

Menteri PKP Maruarar Sirait menyerahkan hadiah umrah kepada sejumlah penerima dalam rangkaian apresiasi IPBA 2026.

Berbeda dari pola penghargaan yang umumnya berhenti pada perusahaan atau pemilik usaha, Maruarar menegaskan hadiah bagi pengembang rumah subsidi terbaik harus diberikan kepada karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.

“Hadiah tersebut harus diberikan kepada karyawan masing-masing pengembang sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan kerja mereka di lapangan,” tegas Maruarar.

Pesan tersebut menempatkan pekerja sebagai bagian penting dari keberhasilan industri perumahan. Pembangunan rumah subsidi, menurut arah apresiasi tersebut, bukan hanya hasil keputusan pemilik atau jajaran manajemen, tetapi merupakan kerja kolektif seluruh tim yang berada di lapangan.

| Baca Juga:   Rakernas Appernas Jaya: Menteri Ara Dorong Pengembang Manfaatkan KUR Perumahan

Secara keseluruhan, sebanyak 60 tiket umrah diberikan dalam rangkaian apresiasi, yang mencakup pengembang rumah subsidi terbaik, marbot masjid, serta jurnalis.

Bagi sektor rumah subsidi, apresiasi tersebut sekaligus menyoroti peran pengembang dalam mendukung pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Tahun Depan, 8 Rumah Subsidi

Komitmen memberikan penghargaan kepada pengembang rumah subsidi juga akan dilanjutkan pada IPBA tahun depan.

Maruarar menyampaikan rencana memberikan hadiah yang lebih konkret berupa delapan unit rumah subsidi kepada pengembang rumah subsidi terbaik pada penyelenggaraan IPBA berikutnya.

Kembali, rumah tersebut diarahkan untuk diberikan kepada karyawan pengembang.

Langkah ini sekaligus membawa pesan yang kuat: penghargaan terhadap keberhasilan industri perumahan harus ikut dirasakan oleh orang-orang yang berada di balik proses pembangunan rumah.

Di tengah agenda pemerintah memperluas penyediaan hunian layak dan terjangkau, hadiah berupa rumah subsidi juga memiliki makna yang selaras dengan semangat Program 3 Juta Rumah.

Jangan Sekadar Jual Rumah

Dalam arahannya, Maruarar juga mengingatkan para mitra kerja pemerintah agar menjaga kepercayaan publik dan memastikan kualitas produk yang diberikan kepada masyarakat.

Ia menekankan pentingnya proses check and balance dalam seluruh lini pekerjaan serta komitmen pelaku usaha untuk menjaga kualitas.

“Harus menjaga komitmen. Jangan sekadar menerima uang (menjual produk) tapi rumahnya nggak jelas, kasihan masyarakat nantinya,” ungkap Maruarar.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pengembang rumah subsidi tidak semata-mata diukur dari jumlah unit yang terjual atau dibangun.

Kualitas rumah, kepastian produk dan tanggung jawab kepada masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kontribusi industri perumahan.

Maruarar juga menegaskan pentingnya mendorong pelaku usaha di daerah sebagai bagian dari pemerataan ekonomi, dengan tetap menjaga kepercayaan masyarakat dan pemerintah.

| Baca Juga:   Warga Apartemen MMR Rayakan HUT RI Ke-78, Ketua Pengawas: Wujud Kebersamaan dan Kekompakan

IPBA 20 Tahun, Properti Bukan Sekadar Bisnis

CEO Journalist Media Network sekaligus Presiden AREA Indonesia Indra Utama mengatakan perjalanan 20 tahun IPBA tidak dapat dilepaskan dari dinamika industri properti dan perbankan nasional.

Menurutnya, sektor perumahan memiliki dimensi yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar aktivitas bisnis.

“Sektor perumahan bukan sekadar bisnis, ada pertumbuhan ekonomi dan harapan masyarakat dari hunian yang dibangun,” ujar Indra.

Karena itu, AREA Indonesia berkomitmen mendukung pergerakan ekosistem perumahan dengan mempertemukan pengembang, industri dan media.

AREA Indonesia juga menaungi lembaga sertifikasi yang diarahkan untuk menjaga kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pembangunan hunian.

Dalam penyelenggaraan IPBA, proses penilaian dilakukan oleh tim juri yang didukung para pakar terkait dan dipimpin Prof. Roy Sembel. BP Tapera turut memberikan dukungan dalam proses penilaian sebagai pihak regulator.

Sementara komitmen pemberian delapan unit rumah subsidi pada tahun depan memperlihatkan upaya menghubungkan penghargaan industri dengan kebutuhan paling mendasar masyarakat: tempat tinggal.

Dengan tema “Karpet Merah Presiden Prabowo, Saatnya Rakyat Punya Rumah”, IPBA 2026 pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai siapa yang terbaik dalam industri properti dan perbankan.

Lebih dari itu, penyelenggaraan ke-20 menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa pertumbuhan industri properti harus berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat.

“IPBA juga menjadi ajang pemberian apresiasi sekaligus motivasi untuk membangun kolaborasi yang semakin erat antara pelaku usaha di sektor industri properti dan perbankan. Melalui pertemuan para pemangku kepentingan, ajang ini diharapkan turut memperkuat ekosistem perumahan nasional dan mendorong lahirnya hunian yang berkualitas bagi masyarakat,” tegas Indra

Penghargaan Harus Menjadi Motivasi

Pada kesempatan yang sama, Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Prof. Reda Manthovani turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan IPBA ke-20.

| Baca Juga:   Ada Destinasi Wisata Edukatif Bertema Peternakan di BSD City

Menurutnya, tema “Karpet Merah Presiden Prabowo, Saatnya Rakyat Punya Rumah” mencerminkan semangat untuk menghadirkan kebijakan dan kolaborasi yang berpihak pada kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memperoleh hunian yang layak.

Reda juga menyambut positif pemberian penghargaan dan hadiah umrah kepada para penerima.

“Selamat kepada seluruh pemenang dan penerima penghargaan. Semoga apresiasi ini menjadi motivasi untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan kemajuan industri properti Indonesia,” ujar Reda.

58 Penghargaan Diberikan

Pada ajang ke-20 ini, IPBA memberikan apresiasi kepada berbagai sektor yang membentuk ekosistem properti nasional.

Pada kategori perbankan, penghargaan diberikan antara lain kepada Bank Mandiri, BNI, BTN, Bank Nationalnobu, BTN Sales Center, Balè BTN, BTN Prospera, dan BSI Griya.

Sementara pada kategori pengembang, penghargaan diberikan kepada Sinar Mas Land, PT Metropolitan Land Tbk, PT Nindya Karya (Persero), dan PT Winner Nusantara Jaya Tbk.

Untuk kategori proyek properti, sejumlah proyek seperti BSD City, Paramount Petals, Gardens at Candi Sawangan, Parkland Podomoro Karawang, Vasaka Bali, Podomoro Park Bandung, Widari Village, Bukit Podomoro Jakarta, Carstensz Residence, dan World Capital Tower turut memperoleh apresiasi.

Kategori Affordable Housing juga menjadi salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan tahun ini, dengan penghargaan diberikan kepada berbagai proyek rumah terjangkau dan rumah subsidi di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Jambi hingga Sulawesi Selatan.

 

Erfendi

Penulis dan penikmat informasi terkait industri properti dan turunannya dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Email: exa_lin@yahoo.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button