Infrastruktur

  • Metland Kertajati Kembangkan Ekosistem Kota Baru, Pendidikan Vokasi Disiapkan untuk Menjawab Kebutuhan Industri

    MAJALENGKA, KORIDOR.ONLINE — Pengembangan kota baru tidak cukup hanya membangun perumahan dan fasilitas komersial. Ketersediaan tenaga kerja terampil, akses pendidikan, dan keterhubungan dengan kegiatan industri juga menjadi faktor penting untuk membentuk kawasan yang produktif dan berkelanjutan.

    Prinsip tersebut menjadi salah satu arah pengembangan Metland Kertajati yang dikembangkan PT Metropolitan Land Tbk (Metland) di Majalengka, Jawa Barat. Seiring dengan potensi pertumbuhan kawasan industri, Metland melihat pendidikan vokasi sebagai peluang untuk memperkuat hubungan antara kebutuhan dunia usaha dan peningkatan keterampilan masyarakat.

    Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Wahyu Sulistio, mengatakan pengembangan Metland Kertajati perlu disesuaikan dengan kebutuhan riil kawasan. Kehadiran industri tidak hanya menciptakan kebutuhan terhadap lahan dan hunian, tetapi juga membuka peluang bagi penyediaan pendidikan, pelatihan, akomodasi, serta berbagai layanan pendukung.

    New City, Metland Kertajati. Foto: Erfendi/koridor.online

    Menurut Wahyu, konsep kota baru atau new city harus ditopang oleh fasilitas dan layanan yang dibutuhkan masyarakat agar aktivitas ekonomi dapat tumbuh secara berkelanjutan.

    Karena itu, Metland tidak hanya melihat Kertajati sebagai kawasan untuk membangun rumah, tetapi juga sebagai kawasan yang berpotensi menghubungkan tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan, dan kegiatan ekonomi.

    Mulai dari Pelatihan Kerja

    Sebagai langkah awal, Metland telah menjalankan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang menyediakan program pelatihan keterampilan dan sertifikasi dalam waktu relatif singkat.

    Program tersebut menjadi tahap awal untuk mengidentifikasi kebutuhan pasar sekaligus menguji potensi pengembangan pendidikan berbasis keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

    Wahyu menjelaskan, apabila permintaan terhadap program pelatihan menunjukkan potensi yang memadai, perusahaan dapat mempertimbangkan pengembangan fasilitas pendidikan vokasi yang lebih luas, termasuk sekolah vokasi.

    Pendekatan bertahap ini memungkinkan pengembangan program pendidikan mempertimbangkan kebutuhan industri dan peluang kerja yang tersedia, sehingga pelatihan tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga relevansi keterampilan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

    Menurutnya, industri membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai dengan karakteristik kegiatan produksinya. Karena itu, keberadaan lembaga pelatihan yang mampu meningkatkan keterampilan dan menyediakan sertifikasi dapat menjadi salah satu elemen pendukung pertumbuhan kawasan industri.

    Membuka Peluang Kerja bagi Masyarakat

    Pendidikan vokasi juga dinilai memiliki potensi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. Dengan keterampilan dan sertifikasi yang sesuai, tenaga kerja lokal berpeluang memperluas akses terhadap kesempatan kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

    Wahyu menilai kompetensi yang terukur dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus memperkuat posisi tawar mereka di pasar kerja.

    Bagi kawasan Kertajati, pengembangan pendidikan berbasis keterampilan berpotensi mempertemukan kebutuhan industri terhadap tenaga kerja dengan upaya masyarakat meningkatkan kompetensi.

    Jika berjalan seiring dengan pertumbuhan aktivitas industri, pendekatan tersebut dapat menciptakan hubungan yang saling mendukung antara investasi, penciptaan lapangan kerja, dan kebutuhan hunian.

    Bagi Metland, keberadaan pendidikan vokasi juga dapat memperluas fungsi kawasan dari sekadar tempat tinggal menjadi lingkungan yang mendukung aktivitas ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia.

    Fasilitas Kota Tumbuh Mengikuti Kebutuhan

    Selain pendidikan vokasi, Metland melihat peluang pengembangan fasilitas komersial dan kesehatan untuk melengkapi kebutuhan masyarakat di kawasan Kertajati.

    Perusahaan telah menyiapkan lokasi untuk pengembangan pusat perbelanjaan. Namun, realisasinya akan mempertimbangkan pertumbuhan populasi dan aktivitas masyarakat agar fasilitas tersebut memiliki basis pengunjung yang memadai.

    Metland juga membuka peluang kerja sama dengan mitra untuk pengembangan fasilitas kesehatan.

    Sementara itu, keberadaan kawasan industri dan potensi pengembangan fungsi logistik Bandara Internasional Kertajati menjadi faktor lain yang dapat memengaruhi kebutuhan terhadap hunian, akomodasi, pergudangan, dan layanan pendukung usaha.

    Wahyu menilai, pengembangan berbagai fungsi tersebut akan lebih optimal jika menjadi bagian dari perencanaan ekonomi regional Jawa Barat yang terintegrasi.

    Pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha perlu berkolaborasi dalam memetakan potensi wilayah serta menentukan prioritas pengembangan berdasarkan keunggulan masing-masing daerah.

    Dalam konteks Kertajati, keterpaduan kawasan industri, pendidikan, permukiman, dan logistik berpotensi membentuk sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan daya saing wilayah.

    Meski demikian, realisasi berbagai peluang tersebut membutuhkan proses bertahap, dukungan infrastruktur, kepastian kebijakan, serta pertumbuhan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

    Melalui pengembangan yang mengikuti kebutuhan pasar, Metland Kertajati diarahkan untuk tumbuh sebagai kota baru yang tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga mendukung pendidikan, pengembangan keterampilan, dan aktivitas ekonomi produktif.

  • Waskita Beton Precast Jajaki Kerja Sama dengan Mitra China dan Adhi Industri

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Optimalisasi aset menjadi salah satu langkah strategis PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) untuk meningkatkan produktivitas fasilitas yang dimiliki dan membuka peluang penciptaan nilai ekonomi baru. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Hunan Jiangong Concrete Co., Ltd. asal China dan PT Adhi Industri untuk menjajaki pemanfaatan Precast Plant WSBP Cibitung.

    Kesepahaman ini menjadi langkah awal bagi WSBP bersama kedua mitra untuk mengeksplorasi berbagai alternatif pemanfaatan fasilitas produksi tersebut. Sejumlah skema yang tengah dijajaki meliputi penyewaan fasilitas, kerja sama operasional, hingga bentuk kemitraan strategis lainnya yang dinilai sesuai dengan kapabilitas dan kebutuhan masing-masing pihak.

    Melalui penjajakan tersebut, WSBP berupaya mengoptimalkan potensi aset agar dapat dimanfaatkan secara lebih produktif sekaligus membuka peluang pendapatan berbasis aset. Pembahasan bersama para mitra diharapkan menghasilkan skema kerja sama yang tepat dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan.

    H. Indra Utama, Komisaris Utama PT Waskita Beton Precast Tbk.

    Hunan Jiangong Concrete Co., Ltd. merupakan perusahaan asal China yang bergerak di bidang konstruksi bangunan, infrastruktur jalan dan jembatan, serta produksi beton siap pakai. Sementara itu, PT Adhi Industri bergerak di sektor konstruksi dan industri. Keterlibatan kedua perusahaan membuka ruang penjajakan kolaborasi untuk mendukung pemanfaatan fasilitas Precast Plant WSBP Cibitung.

    Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast, Fandy Dewanto, mengatakan bahwa penjajakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efektivitas pemanfaatan aset.

    “Melalui kerja sama ini, Waskita Beton Precast membuka peluang optimalisasi Precast Plant WSBP Cibitung melalui berbagai skema yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Kami berharap pembahasan bersama para mitra dapat menghasilkan bentuk kerja sama yang tepat, sehingga potensi aset dapat dimanfaatkan secara lebih produktif,” ujar Fandy.

    Precast Plant WSBP Cibitung memiliki kapasitas produksi hingga 325.000 ton per tahun. Fasilitas ini mampu memproduksi beragam produk beton pracetak, antara lain PC-I Girder, Full Slab, Square Pile, dan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP).

    Sepanjang operasionalnya, fasilitas tersebut telah menyuplai produk beton pracetak untuk sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia, termasuk Jalan Tol Batang–Semarang, Jalan Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu, dan Jalan Tol Cimanggis–Cibitung, serta berbagai proyek lainnya.

    Kapasitas produksi dan rekam jejak tersebut menjadi bagian dari potensi yang dapat dipertimbangkan dalam pembahasan pemanfaatan fasilitas bersama calon mitra. Dengan menjajaki berbagai alternatif skema kerja sama, WSBP berupaya membuka peluang agar aset yang dimiliki dapat memberikan manfaat ekonomi secara lebih optimal.

    Optimalisasi Precast Plant WSBP Cibitung juga mencerminkan upaya perusahaan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan aset melalui kolaborasi dengan pihak eksternal. Namun, bentuk kerja sama yang akan dipilih masih bergantung pada hasil pembahasan dan kesesuaian skema dengan kebutuhan para pihak.

     

  • Sasar Ekosistem Properti dan Konstruksi, Roris Jaya Abadi Road Show ke 13 Daerah di Sumatera

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE — PT Roris Jaya Abadi, perusahaan yang bergerak di bidang konsultan engineering dan sertifikasi, memperluas jangkauan layanan melalui Road Show Sumatera 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi untuk Pembangunan Berkelanjutan” tersebut akan berlangsung mulai 10 Oktober hingga 5 November 2026 dengan menyambangi 13 kota dan kabupaten di Pulau Sumatera.

    Roadshow ini menjadi bagian dari upaya PT Roris Jaya Abadi memperkenalkan berbagai produk, layanan, serta informasi regulasi terbaru yang berkaitan dengan kebutuhan sektor properti, konstruksi, engineering, dan pembangunan.

    Dalam rangkaian kegiatan tersebut, perusahaan juga membuka ruang dialog dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perbankan, asosiasi perusahaan, kawasan industri, serta perguruan tinggi dan universitas teknik. Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk bertukar informasi sekaligus menjajaki peluang kerja sama.

    “Road Show Sumatera 2026 kami hadirkan sebagai ruang untuk memperkenalkan solusi yang kami tawarkan sekaligus membangun komunikasi dan sinergi dengan pelaku industri di berbagai daerah,” ungkap Risma Gandhi, Direktur Utama PT Roris Jaya Abadi.

    Selain sosialisasi, agenda roadshow juga mencakup kegiatan “Ngopi Bareng Perbankan”, sosialisasi bersama asosiasi perumahan, kunjungan ke kawasan industri, serta silaturahmi dengan SMK dan universitas teknik.

    Rangkaian roadshow akan dimulai dari Bandar Lampung pada 10–12 Oktober 2026, kemudian berlanjut ke Palembang pada 13–14 Oktober, Jambi pada 15–16 Oktober, dan Pekanbaru pada 17–18 Oktober.

    Selanjutnya, tim PT Roris Jaya Abadi akan menyambangi Dumai pada 19–20 Oktober, Medan pada 21–22 Oktober, Binjai pada 23–24 Oktober, Pematangsiantar pada 25–26 Oktober, Lhokseumawe pada 27–28 Oktober, dan Langsa pada 29–30 Oktober 2026.

    Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Pidie (Sigli) pada 31 Oktober–1 November, Banda Aceh pada 2–3 November, dan ditutup di Kabupaten Bengkalis (Duri) pada 4–5 November 2026.

    Perkuat Layanan Engineering dan Sertifikasi

    Melalui roadshow tersebut, PT Roris Jaya Abadi juga memperkenalkan portofolio layanan yang mencakup PBG dan SLF, ISO 9001 dan ISO 14001, SKK Tenaga Ahli, SBU (LSBU), K3 BNSP, KAP (Audit), IPAL dan SLHS, serta konsultasi perizinan lainnya.

    Layanan tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha dan pemangku kepentingan memenuhi kebutuhan engineering, sertifikasi, keselamatan kerja, hingga aspek perizinan dalam kegiatan pembangunan.

    Khusus sektor properti dan konstruksi, agenda sosialisasi dengan asosiasi perumahan menjadi salah satu fokus roadshow. Perusahaan melihat pentingnya pemahaman terhadap regulasi dan standar teknis agar pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan usaha yang lebih profesional.

    Sementara keterlibatan perbankan diharapkan membuka ruang diskusi mengenai kebutuhan pembiayaan dan ekosistem usaha yang berkaitan dengan sektor properti dan pembangunan.

    Tak hanya menyasar pelaku usaha, PT Roris Jaya Abadi juga membawa agenda edukasi melalui kunjungan ke SMK dan universitas teknik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun hubungan dengan dunia pendidikan dan memperkenalkan kebutuhan kompetensi teknis yang berkembang di sektor engineering dan konstruksi.

    Melalui Road Show Sumatera 2026, PT Roris Jaya Abadi berharap dapat memperluas jejaring, memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta membuka peluang kolaborasi baru di berbagai daerah.

    Dengan mengusung semangat “Menghubungkan Potensi Sumatera untuk Indonesia yang Lebih Maju”, kegiatan ini sekaligus menjadi langkah perusahaan untuk mendukung pembangunan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di Sumatera.

  • BSD City Tak Cuma Bangun Hunian, ILON Academy Kini Buka SMP

    BSD CITY, KORIDOR.ONLINE — Pengembangan kota mandiri tidak lagi hanya berbicara tentang hunian, pusat bisnis, dan fasilitas komersial. Ketersediaan pendidikan berkualitas kini menjadi bagian penting dalam membentuk ekosistem kota yang mampu mendukung kebutuhan keluarga dalam jangka panjang.

    Hal tersebut terus dikembangkan Sinar Mas Land di BSD City melalui kehadiran beragam institusi pendidikan. Terbaru, ILON Academy memperluas layanan pendidikannya dengan membuka jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui ILON Secondary.

    Ekspansi ini menjadi kelanjutan dari pendidikan yang sebelumnya dikembangkan ILON Academy pada jenjang sekolah dasar. Kehadiran ILON Secondary memberikan kesempatan bagi siswa untuk melanjutkan proses pembelajaran dalam lingkungan pendidikan yang berkesinambungan, sekaligus menambah pilihan sekolah bagi keluarga di BSD City dan kawasan sekitarnya.

    Sudino Lim, Chairman & CEO ILON Education Group sekaligus Founder of ILON Secondary

    CEO of Urban Solution and Development Sinar Mas Land Irawan Harahap mengatakan pendidikan merupakan salah satu elemen penting dalam membangun kualitas hidup masyarakat di sebuah kota mandiri.

    “Bagi Sinar Mas Land, pembangunan sebuah kota mandiri perlu berjalan seiring dengan pembangunan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di dalamnya. Pendidikan menjadi salah satu elemen penting dalam membentuk ekosistem tersebut,” ujar Irawan.

    Menurutnya, Sinar Mas Land terus membuka ruang kolaborasi dengan institusi pendidikan yang memiliki visi dan pendekatan berbeda dalam mempersiapkan generasi masa depan.

    Dari SD Berlanjut ke SMP

    Memasuki jenjang SMP, ILON Academy menyiapkan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan ILON Academic Framework, IB Middle Years Programme (MYP), dan Singapore Mathematics.

    Kombinasi tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman konseptual siswa sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pembelajaran interdisipliner, penalaran, dan pemecahan masalah.

    Pada jenjang pendidikan selanjutnya, ILON Academy juga merencanakan penerapan IB Diploma Programme (DP). Implementasinya akan mengikuti proses pencalonan dan otorisasi International Baccalaureate (IB), serta memenuhi regulasi yang berlaku.

    Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ILON Secondary tidak hanya diarahkan untuk mengejar capaian akademik, tetapi juga mempersiapkan siswa menghadapi perubahan dan tantangan di masa depan.

    Pendidikan Tak Berhenti di Nilai Akademik

    Chairman & CEO ILON Education Group sekaligus Founder ILON Secondary, Sudino Lim, mengatakan pembukaan jenjang SMP merupakan bagian dari upaya mendampingi siswa dalam fase perkembangan yang berbeda.

    “ILON Secondary tidak dibangun sekadar untuk menambah jenjang pendidikan. Kami membangunnya karena anak-anak kami terus bertumbuh,” kata Sudino.

    Menurutnya, fase SMP merupakan periode penting ketika anak mulai membangun kemandirian, belajar mengambil keputusan, menghadapi kesalahan, hingga menemukan identitas dirinya.

    Karena itu, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari perguruan tinggi yang nantinya dituju siswa, tetapi juga dari karakter dan kontribusi yang mampu mereka berikan kepada lingkungan.

    Pendekatan pembelajaran ILON Secondary akan dikembangkan melalui kerangka BE, KNOW, dan THRIVE, yang menghubungkan pembentukan karakter dan identitas, penguasaan pengetahuan, serta kemampuan siswa untuk berkembang secara percaya diri dan memiliki tujuan.

    Berpikir Kritis hingga Riset

    Melanjutkan pengalaman belajar yang telah dibangun sejak pendidikan dasar, siswa ILON Secondary akan memperoleh ruang lebih luas untuk mengeksplorasi minat dan kemampuannya.

    Pendalaman akademik akan dipadukan dengan riset, kolaborasi, pengambilan keputusan, serta pembelajaran yang mendorong siswa untuk berpikir secara mandiri dan bertanggung jawab.

    ILON Secondary juga akan meneruskan budaya yang telah dibangun komunitas ILON Academy di QBIG BSD City. Pada jenjang yang lebih tinggi, siswa didorong mengambil tanggung jawab lebih besar sekaligus menemukan arah dan identitas mereka.

    Konsep lingkungan belajar yang dikembangkan juga mengedepankan pendekatan biophilic, yakni menghadirkan lingkungan pembelajaran yang lebih dekat dengan unsur alam.

    Melalui visi “The National World School”, ILON Academy ingin membangun pendidikan yang terbuka terhadap perkembangan global dan berorientasi masa depan, namun tetap berpijak pada identitas, nilai, serta komunitas Indonesia.

    Terhubung dengan Beragam Moda Transportasi

    Selain fasilitas pendidikan, lokasi ILON Academy di BSD City juga didukung jaringan konektivitas menuju berbagai wilayah.

    Akses jalan tol menjadi salah satu penunjang mobilitas, termasuk melalui Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A dan 1B. Kawasan BSD City juga terhubung dengan Tol Jakarta-Serpong yang terkoneksi dengan jaringan JORR, JORR 2, Tol Jakarta-Cikampek, hingga Tol Jagorawi.

    Untuk transportasi publik, akses menuju kawasan didukung sejumlah pilihan, mulai dari BSD Link, feeder bus BSD City, hingga KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk dan Stasiun Jatake.

    Dengan ekspansi ILON Academy ke jenjang SMP, ekosistem pendidikan di BSD City kembali bertambah. Kehadiran institusi pendidikan dari berbagai jenjang tersebut menjadi bagian dari pengembangan kota mandiri yang tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga fasilitas yang mendukung perjalanan keluarga dari satu fase kehidupan ke fase berikutnya

  • Tak Cuma Tempat Kerja, Digital Hub BSD City Kini Punya Platform Kolaborasi

    BSD CITY, KORIDOR.ONLINE — Persaingan dan pertumbuhan ekosistem digital menuntut perusahaan tidak hanya memiliki ruang usaha, tetapi juga akses terhadap jaringan, komunitas, dan peluang kolaborasi. Menjawab kebutuhan tersebut, Sinar Mas Land melalui Digital Hub meluncurkan Digital Hub Arena for Networking & Community Engagement (D.A.N.C.E).

    Platform ini diperkenalkan secara simbolis oleh Deputy Group CEO Investment Inorganic Tech and Education Sinar Mas Land Ferdinand Sadeli, CEO Urban Solution & Development Sinar Mas Land Irawan Harahap, Senior Vice President of Partnership Development & Ecosystem Activation Sinar Mas Land Yanto Suryawan, Chief Asset Management BSD Office & Education Business Development Sinar Mas Land Sandra Kosasih, serta D.A.N.C.E Project Lead Angga Aditya di Holywings Sports Club, QBIG BSD City, Jumat (4/9/2026).

    D.A.N.C.E dirancang sebagai wadah digital yang mengintegrasikan networking, interaksi komunitas, gamifikasi, pengelolaan privilege, dan peluang kolaborasi bisnis bagi anggota ekosistem Digital Hub.

    Melalui platform tersebut, anggota ekosistem dapat memperluas koneksi lintas perusahaan, berinteraksi di luar kegiatan bisnis formal, bertukar pengetahuan, serta membangun kerja sama yang berkelanjutan.

    Berawal dari Pilot Program 21 Perusahaan

    D.A.N.C.E dikembangkan melalui pilot program yang melibatkan 21 perusahaan di ekosistem Digital Hub. Perusahaan yang terlibat antara lain Alpha IVF Group, Apple Developer Academy @ BINUS, Commsult, DCT Agency, FlexLabs, FS Regenera, ILON Academy, Imajin, Increase Laboratorium, Indonet, Kaiser Clinic, Kenjiro, Monash University Indonesia, Nomni, NTT DATA, Odoo, Purwadhika, SIRCLO, Social Bread, System Ever Indonesia, dan Waste4Change.

    Setelah melewati tahap uji coba, platform tersebut kini diperluas untuk seluruh anggota ekosistem Digital Hub. D.A.N.C.E diharapkan dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat hubungan antartenant, membuka networking lintas perusahaan, serta mendorong lahirnya kolaborasi baru.

    CEO Urban Solution & Development Sinar Mas Land Irawan Harahap mengatakan, D.A.N.C.E dibuat untuk menghadirkan lebih banyak ruang interaksi dan dukungan bagi anggota ekosistem Digital Hub.

    “D.A.N.C.E hadir untuk menciptakan lebih banyak ruang bagi anggota ekosistem Digital Hub untuk memperoleh berbagai dukungan, seperti kesempatan kolaborasi event, eksposur promosi, koneksi dengan jaringan Sinar Mas, hingga networking antartenant,” ujar Irawan.

    Selain mendukung kebutuhan perusahaan, platform ini juga memberikan manfaat bagi karyawan melalui berbagai privilege, misi berbasis gamifikasi, voucher eksklusif, serta akses ke aktivitas dan komunitas di Digital Hub.

    “Kami berharap platform ini dapat menciptakan semakin banyak kesempatan bagi anggota ekosistem untuk saling mengenal, berbagi pengetahuan, dan mengembangkan kolaborasi,” katanya.

    Networking Dikemas Lewat Olahraga

    Peluncuran D.A.N.C.E ditandai dengan penyelenggaraan D.A.N.C.E First Move 2026. Kegiatan ini menggabungkan olahraga, networking, dan community engagement dengan mengusung semangat “Play, Connect, Grow.”

    Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah kompetisi padel yang terbagi dalam kategori C-Level, Men’s, dan Women’s. Kategori C-Level secara khusus dirancang untuk mempertemukan para pimpinan perusahaan dalam suasana yang lebih santai, sekaligus membuka peluang membangun hubungan antarpemimpin.

    Selain kompetisi padel, peserta juga dapat mengikuti HYROX Coaching bagi anggota D.A.N.C.E. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan yang mendukung gaya hidup aktif dan sehat di lingkungan ekosistem Digital Hub.

    Melalui pendekatan ini, hubungan bisnis tidak hanya dibangun melalui pertemuan formal, tetapi juga melalui aktivitas komunitas yang lebih cair dan interaktif.

    Digital Hub Perkuat Ekosistem Multisektor

    D.A.N.C.E menjadi bagian dari Digital Hub, sebuah platform pertumbuhan berbasis komunitas atau community-powered growth platform yang menghubungkan pelaku usaha, institusi, inovator, tenant, dan mitra strategis dengan ekosistem multisektor Sinar Mas Land serta berbagai pilar bisnis Sinar Mas.

    Digital Hub dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan nilai ekonomi perkotaan melalui infrastruktur, kemitraan, program terkurasi, serta pertukaran pengetahuan.

    Dengan dukungan jaringan Sinar Mas Land dan Sinar Mas, Digital Hub diarahkan untuk membantu pelaku usaha berkembang di tingkat lokal maupun global. Ekosistem ini juga diharapkan dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi BSD City dan pengembangan kawasan pada masa mendatang.

    Kehadiran D.A.N.C.E mempertegas pergeseran peran pengembang kawasan, dari sekadar menyediakan lokasi dan infrastruktur menjadi penghubung antara ruang fisik, komunitas, pengetahuan, dan peluang bisnis.

    Ke depan, D.A.N.C.E akan terus dikembangkan untuk memperluas kolaborasi lintas sektor, memperkuat komunitas Digital Hub, serta membuka lebih banyak interaksi antara tenant, institusi, mitra strategis, dan jaringan bisnis Sinar Mas Land.

    Dengan demikian, D.A.N.C.E diharapkan menjadi katalis yang mengubah koneksi dan interaksi komunitas menjadi kolaborasi bisnis serta pertumbuhan ekosistem yang berkelanjutan.

  • D-HUB SEZ BSD City Perkuat Posisi sebagai Pusat Inovasi, Tarik 25 Tenant Global dan Regional

    BSD CITY, KORIDOR.ONLINE – D-HUB Special Economic Zone (SEZ), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten di BSD City, terus memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. Mengusung visi “The Future, Closer to Home”, kawasan ini menghadirkan ekosistem terintegrasi yang menyatukan sektor kesehatan, pendidikan, teknologi, dan ekonomi kreatif dalam satu kawasan smart city, sehingga masyarakat Indonesia dapat mengakses layanan dan institusi berstandar global tanpa harus ke luar negeri.

    Dalam waktu lebih dari satu tahun beroperasi, D-HUB SEZ berhasil menarik 25 tenant global dan regional yang menjadi bagian dari pengembangan ekosistem inovasi sekaligus mempertegas daya tarik Indonesia sebagai destinasi investasi di sektor berbasis pengetahuan.

    Chief Operating Officer D-HUB SEZ, Lindawaty Chandra, mengatakan kawasan ini dikembangkan bukan sekadar sebagai pusat investasi, tetapi sebagai ekosistem yang mempertemukan institusi internasional, teknologi, talenta unggul, dan peluang ekonomi dalam satu kawasan terpadu.

    “D-HUB SEZ kami bangun sebagai ekosistem yang menghubungkan institusi berstandar internasional, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Kehadiran 25 tenant global dan regional menunjukkan besarnya potensi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masa depan. Kami ingin menghadirkan layanan kesehatan, pendidikan, dan teknologi kelas dunia yang lebih mudah diakses masyarakat, sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang nyata melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kompetensi talenta Indonesia,” ujar Lindawaty.

    Hingga pertengahan 2026, ekosistem D-HUB SEZ telah menciptakan 1.736 lapangan kerja, yang menjadi kontribusi nyata kawasan terhadap pengembangan ekonomi regional maupun nasional.

    Sebagai KEK pertama di Jabodetabek yang berfokus pada sektor edukasi, teknologi, dan kesehatan internasional, D-HUB SEZ menghadirkan ekosistem lintas sektor yang saling terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan industri bernilai tambah tinggi.

    Pada sektor kesehatan, kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai institusi medis berstandar internasional, di antaranya ATOP Plastic Surgery, Alpha IVF, Morula IVF, Miracell, StemCord, Kaiser Clinic, FS Regenera, Seoul Jakarta Plastic Surgery, Genetron Health, Lifelink Clinic, dan Increase. Kehadiran para tenant tersebut memperkuat posisi D-HUB SEZ sebagai destinasi layanan kesehatan global yang menyediakan layanan fertilitas, kesehatan perempuan, stem cell, estetika, hingga penanganan kanker di dalam negeri.

    Di sektor pendidikan, D-HUB SEZ menghadirkan institusi internasional seperti Monash University, BINUS ASO School of Engineering, dan Fuji Academy. Kehadiran lembaga pendidikan tersebut membuka akses terhadap pendidikan bertaraf internasional sekaligus mendorong transfer pengetahuan, peningkatan kompetensi, dan pengembangan talenta yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan.

    Sementara itu, sektor teknologi diperkuat oleh kehadiran perusahaan seperti APG yang bergerak di bidang pusat data dan infrastruktur digital, Commsult sebagai pengembang perangkat lunak korporasi, serta One Smart Services yang mendukung implementasi teknologi smart city di BSD City.

    Ekosistem kawasan juga semakin lengkap melalui sektor ekonomi kreatif dengan bergabungnya tenant seperti Social Bread dan Nex Entertainment, yang berkontribusi dalam pengembangan industri kreatif, ekonomi digital, serta pemberdayaan talenta kreatif lokal.

    Sejak ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten pada Oktober 2024 hingga kuartal I 2026, D-HUB SEZ telah merealisasikan investasi sebesar Rp1,4 triliun. Capaian tersebut mencerminkan tingginya minat investor terhadap kawasan yang menawarkan ekosistem bisnis terintegrasi dengan dukungan infrastruktur modern di BSD City.

    Melalui pengembangan kawasan yang mengintegrasikan inovasi, pendidikan, layanan kesehatan, teknologi, dan ekonomi kreatif, D-HUB SEZ diharapkan menjadi pintu masuk investasi berkualitas sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru. Kehadiran kawasan ini juga memperkuat peran BSD City sebagai pusat inovasi nasional yang mendukung transformasi Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia yang unggul.

  • MRT Jakarta East–West Line Kembangan–Balaraja Bakal Melintasi Metland Cyber Puri

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE — Metland Cyber Puri menyambut positif rencana PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam pengembangan jalur MRT Jakarta Lintas Timur–Barat (East–West Line) rute Kembangan–Balaraja yang direncanakan melintasi wilayah Provinsi Banten, termasuk kawasan Metland Cyber Puri.

    Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai tahap awal penjajakan kerja sama antara PT MRT Jakarta dan PT Metropolitan Land Tbk, yang berlangsung di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Selasa (4/2).

    Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, Farchad Mahfud, dan Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Anhar Sudradjat, serta disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, dan Direktur PT Metropolitan Karyadeka Development, Solidi Silvester Korompis. Kesepahaman serupa juga ditandatangani oleh sejumlah pengembang swasta kawasan lainnya yang berada di sepanjang trase rencana jalur tersebut.

    Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Anhar Sudradjat, menyatakan bahwa Metland mendukung penuh rencana pembangunan East–West Line MRT Jakarta sebagai solusi transportasi massal modern yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas lintas wilayah.

    “Metland menyambut baik rencana pembangunan East–West Line MRT Jakarta sebagai sarana transportasi modern yang dapat mempercepat waktu tempuh serta meningkatkan kenyamanan dan efisiensi mobilitas masyarakat,” ujar Anhar.

    Ia menjelaskan, Nota Kesepahaman ini merupakan langkah awal untuk membuka ruang diskusi dan kajian bersama terkait potensi penempatan stasiun MRT di kawasan yang akan dilalui rute Kembangan–Balaraja, dengan mempertimbangkan aspek efisiensi, efektivitas interkoneksi, serta integrasi kawasan.

    Sebagai kawasan hunian dan komersial, Metland Cyber Puri berkomitmen mendukung pengembangan sistem transportasi publik terintegrasi yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Kehadiran MRT diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi penghuni kawasan, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya.

    Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menyampaikan apresiasi kepada para pengembang swasta yang secara aktif mendukung upaya menghadirkan sistem transportasi publik modern di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya.

    “Kami menyadari bahwa mewujudkan sistem transportasi publik yang andal membutuhkan dukungan berbagai pihak, baik dari sisi pendanaan maupun sumber daya lainnya. Oleh karena itu, kerja sama dengan pengembang swasta yang memiliki visi sejalan dalam memberikan layanan terbaik sesuai kebutuhan masyarakat menjadi hal yang mutlak dilakukan,” pungkas Tuhiyat.

  • KEK ETKI Banten Lantik Administrator Baru, Perkuat Tata Kelola dan Akselerasi Investasi

    BSD CITY, KORIDOR.ONLINE – Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI Banten) resmi memasuki fase penguatan kelembagaan melalui pelantikan jajaran Administrator baru. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkokoh tata kelola kawasan sekaligus mempercepat realisasi investasi dan pengembangan ekonomi, baik di Provinsi Banten maupun secara nasional.

    Pelantikan Administrator KEK ETKI Banten dilaksanakan pada 15 Januari 2026 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan dipimpin langsung oleh Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

    Adapun pejabat Administrator yang dilantik adalah Candra Lesmana sebagai Kepala Administrator KEK ETKI Banten, Roni Syah Putra sebagai Kepala Subbagian Perizinan Berusaha, Perizinan Lainnya, dan Non-Perizinan, serta Dadi Supriyadi sebagai Kepala Subbagian Pengawasan dan Pengendalian.

    Dalam sambutannya, Susiwijono Moegiarso menyampaikan bahwa kinerja awal KEK ETKI Banten menunjukkan tren yang positif. Hingga kuartal III 2025, KEK ETKI Banten secara kumulatif telah mencatatkan investasi sebesar Rp1,08 triliun, dengan penyerapan 432 tenaga kerja, serta melibatkan 14 pelaku usaha dari berbagai sektor.

    “Peran Administrator sangat strategis untuk memastikan iklim investasi di kawasan tetap kondusif, proses perizinan berjalan cepat, transparan, dan akuntabel. Dengan lengkapnya jajaran Administrator KEK ETKI Banten, kami optimistis layanan administrasi dan agenda strategis untuk mendorong investasi dapat berjalan lebih optimal, sehingga kinerja kawasan ke depan semakin meningkat,” ujar Susiwijono.

    KEK ETKI Banten atau D-HUB SEZ (Special Economic Zone) merupakan Kawasan Ekonomi Khusus seluas 59,68 hektare yang berlokasi di BSD City dan berfokus pada sektor edukasi, teknologi, kesehatan, serta industri kreatif. Kawasan ini dikembangkan sebagai ekosistem terintegrasi, di mana institusi pendidikan internasional dan nasional berperan sebagai pemasok talenta, sementara sektor digital, kesehatan, dan industri kreatif menjadi penggerak penciptaan lapangan kerja baru. Model ini mendorong aliran pengetahuan, inovasi berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor.

    Kepala BUPP KEK ETKI Banten, Lindawaty Chandra, menegaskan bahwa pelantikan Administrator menjadi penanda kesiapan kawasan dalam memasuki fase akselerasi investasi. “Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, KEK ETKI Banten menawarkan berbagai kemudahan dan insentif investasi, baik fiskal maupun non-fiskal. Insentif tersebut meliputi tax holiday atau tax allowance, pembebasan PPN, bea masuk dan cukai, serta kemudahan perizinan, birokrasi yang lebih sederhana, fasilitas keimigrasian, hingga kelancaran arus barang dan tenaga kerja,” jelasnya.

    Menurut Lindawaty, dengan kelembagaan yang semakin solid, KEK ETKI Banten diyakini akan semakin kompetitif dalam menarik investor domestik maupun global di sektor pendidikan, teknologi, kesehatan, dan ekonomi kreatif.

    Berlokasi strategis di jantung BSD City, KEK ETKI Banten terintegrasi dengan berbagai pusat komersial dan bisnis modern, seperti The Breeze, AEON Mall BSD City, QBig, ICE BSD, BSD CBD, Green Office Park, hingga Unilever Campus. Kawasan ini juga dikelilingi oleh institusi pendidikan bertaraf internasional, antara lain Monash University, BINUS University, Universitas Prasetiya Mulya, IPEKA BSD, Jakarta Nanyang School, dan Sinarmas World Academy, serta fasilitas kesehatan modern seperti Eka Hospital BSD.

    Dari sisi konektivitas, KEK ETKI Banten terhubung dengan jaringan jalan tol utama, termasuk Tol Serpong–Balaraja (Serbaraja), Tol Jakarta–Serpong yang terintegrasi dengan JORR 1, JORR 2, Tol Jakarta–Cikampek, dan Tol Jagorawi. Akses transportasi publik juga didukung oleh layanan BSD Link, feeder bus BSD City, serta KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk di kawasan Intermoda BSD City. Ke depan, konektivitas kawasan akan semakin diperkuat dengan hadirnya Stasiun Jatake pada kuartal I 2026 serta rencana pengembangan jalur MRT Lebak Bulus–Serpong.

    Dengan penguatan struktur Administrator dan dukungan infrastruktur yang semakin lengkap, KEK ETKI Banten optimistis dapat berperan sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.

  • Empat Dekade BSD City, Pelajaran Membangun Kota yang Berkelanjutan

    BSD CITY, KORIDOR.ONLINE — Perjalanan empat dekade Kota Mandiri Bumi Serpong Damai (BSD City) bukan hanya catatan tentang pertumbuhan sebuah kawasan hunian, tetapi juga kisah tentang bagaimana sebuah kota dirancang, dibangun, dan dikelola dalam rentang waktu panjang. Di tengah kembali menguatnya wacana pembangunan kota-kota baru, BSD City menjadi salah satu contoh penting yang patut dibaca ulang.

    The HUD Institute melakukan kunjungan ke BSD City untuk mempelajari secara langsung praktik perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan salah satu kota mandiri terbesar di Indonesia. Kunjungan ini menjadi bagian dari refleksi The HUD Institute terhadap pengalaman pembangunan kota berkelanjutan di Indonesia.

    Ketua Umum The HUD Institute, Zulfi Syarif Koto, menilai bahwa BSD City merupakan salah satu pionir kota mandiri di Indonesia yang sejak awal dirancang dengan pendekatan tata ruang makro.

    “BSD City tidak lahir sebagai proyek properti biasa. Ia disiapkan sebagai bagian dari sistem perkotaan Jabotabek melalui Rencana Umum Tata Ruang dan rencana kawasan Serpong. Artinya, sejak awal sudah ada kesadaran bahwa kota tidak boleh berdiri sendiri, tetapi harus terhubung dengan wilayah sekitarnya,” ujar Zulfi.

    Ia mengingatkan, banyak kota baru hari ini justru tumbuh tanpa kerangka perencanaan regional yang kuat. Akibatnya, muncul berbagai persoalan mulai dari kemacetan, ketimpangan akses layanan, hingga fragmentasi sosial.

    Kota yang Dibangun Bertahap

    Pada fase awal pembangunannya, BSD City tidak hanya menghadirkan rumah, tetapi juga fasilitas sosial yang cukup lengkap: sekolah lintas agama, pasar tradisional, terminal angkutan, kawasan industri, hingga ruang terbuka hijau. Menurut Zulfi, pendekatan ini mencerminkan pemahaman bahwa kota bukan sekadar kumpulan bangunan.

    “Kota adalah ruang hidup. Ia harus menyediakan tempat belajar, bekerja, berinteraksi, dan tumbuh bersama. BSD City mencoba memenuhi itu sejak fase awal, meskipun tentu tidak sempurna,” katanya.

    Krisis moneter 1998 menjadi salah satu ujian terbesar. Perubahan struktur kepemilikan dan arah pengembangan menunjukkan bahwa kota mandiri juga rentan terhadap gejolak ekonomi makro.

    “Krisis mengajarkan bahwa membangun kota memerlukan ketahanan finansial jangka panjang, bukan hanya strategi penjualan,” ujar Zulfi.

    Salah satu pelajaran penting dari pengalaman BSD City, menurut Zulfi, adalah tingginya sensitivitas rencana tapak terhadap perubahan selera pasar dan daya beli masyarakat.

    “Kalau perencanaan terlalu kaku dan berskala sangat besar, ia akan sulit beradaptasi. BSD City memberi contoh mengapa kemudian pemerintah daerah membatasi pengesahan rencana tapak dalam skala lebih kecil. Ini agar kota bisa tumbuh secara bertahap dan responsif,” ujarnya.

    Ia menilai, perencanaan kota seharusnya tidak semata-mata mengejar skala, tetapi juga kemampuan beradaptasi. Sementara itu, Sinar Mas Land menyambut baik kunjungan dan refleksi yang dilakukan The HUD Institute terhadap perjalanan BSD City.

    Relevan untuk Masa Kini

    Zulfi juga menyoroti kebijakan penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU), serta tumbuhnya pengelolaan lingkungan berbasis swadaya warga melalui RT/RW sebagai salah satu inovasi sosial yang jarang dibahas.

    “Ini bukan hanya soal teknis pengelolaan lingkungan, tapi soal membangun rasa memiliki. Ketika warga terlibat langsung, kota tidak lagi diperlakukan sebagai produk, melainkan sebagai rumah bersama,” katanya.

    Menurutnya, pendekatan ini membantu menekan biaya pengelolaan, sekaligus memperkuat kohesi sosial.

    Zulfi menilai, refleksi 42 tahun BSD City menjadi sangat relevan ketika pemerintah kembali mendorong pembangunan besar-besaran sektor perumahan.

    “Kita tidak boleh mengulang pola lama: membangun rumah tanpa membangun kota. Rumah tanpa ekosistem sosial hanya akan menciptakan kawasan tidur,” ujarnya.

    Ia menegaskan, pembangunan kota harus dilihat sebagai proses panjang.

    “Kota bukan proyek lima tahunan. Ia hidup puluhan, bahkan ratusan tahun. BSD City mengajarkan bahwa keberlanjutan kota sangat ditentukan oleh tata kelola, bukan hanya desain awal,” tutup Zulfi.

    Ronnv A. Hutahavan, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia,  yang hadir dalam kunjungan tersebut mengatakan, bahwa Pembangunan kawasan seperti BSD City menunjukkan jika infrastruktur bukan sekadar soal konektivitas dan bangunan fisik, tetapi tentang bagaimana pembangunan tersebut mampu meningkatkan livelihood masyarakat secara nyata dan inklusif. Pemerintah saat ini tengah menyusun regulasi Transit Oriented Development sebagai payung hukum kolaborasi lintas sektor, agar sinergi tidak berhenti pada jargon, tetapi terwujud dalam peran dan target yang konkret.

    “Tugas kami adalah memonitor dan memastikan visi besar pembangunan dapat diturunkan menjadi execution plan yang berdampak, termasuk memastikan kampung-kampung di sekitar kawasan tidak tertinggal dan hak masyarakat melalui program CSR dapat terpenuhi secara adil dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Panji Himawan, Senior Vice President of Corporate Affairs Sinar Mas Land mengungkapkan, “Kami mengapresiasi kunjungan dan perhatian The HUD Institute terhadap BSD City sebagai kota yang terus belajar dan berbenah. BSD City dibangun tidak hanya dengan fokus pada pertumbuhan fisik, tetapi juga pada pembentukan ekosistem sosial, tata kelola, dan keberlanjutan lingkungan agar kota ini tetap relevan lintas generasi. Perspektif dan diskusi bersama HUD Institute menjadi pengingat penting bahwa keberhasilan pembangunan kota tidak hanya diukur dari pertumbuhan fisik, tetapi dari kualitas hidup masyarakat dan keberlanjutan tata kelolanya.”

  • Fuji Academy Resmi Hadir di BSD City, Siapkan SDM Caregiver Indonesia untuk Bekerja di Jepang

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Permintaan tenaga kerja pada sektor perawatan lansia (caregiver) di Jepang terus menunjukkan tren meningkat seiring pertumbuhan populasi lanjut usia. Berdasarkan laporan Ministry of Health, Labour and Welfare Japan tahun 2024, jumlah lansia diproyeksikan mencapai 2,72 juta orang pada tahun 2040, dengan kebutuhan tambahan tenaga caregiver mencapai 600 ribu orang, baik dari tenaga lokal Jepang maupun negara mitra.

    Di tengah tingginya kebutuhan tersebut, Indonesia memiliki peluang besar melalui bonus demografi dan minat generasi muda untuk berkarir di luar negeri. Namun tantangan keterampilan bahasa, pemahaman budaya kerja Jepang, dan standar kompetensi teknis masih menjadi hambatan utama.

    Menjawab kebutuhan tersebut, Fuji Academy resmi hadir di pusat kawasan pendidikan dan inovasi Biomedical Campus, BSD City, untuk memberikan pelatihan komprehensif bagi calon caregiver Indonesia sebelum mengikuti program kerja di Jepang.

    Lembaga Resmi Berstandar Jepang

    Fuji Academy merupakan lembaga pelatihan kerja berlisensi resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan RI dan berada di bawah Japan Caresupport Indonesia, bagian dari Careoth Holdings Jepang, grup usaha yang bergerak dalam layanan kesejahteraan lansia dan pendidikan kebutuhan khusus.

    Sekolah ini menawarkan dua jalur pelatihan utama:

    • Ginou Jisshusei (Pemagangan Teknis)

    • Tokutei Ginou (Skema Keahlian Khusus)

    Melalui dua jalur tersebut, lulusan berkesempatan bekerja di berbagai fasilitas perawatan lansia di Jepang dengan durasi kontrak hingga 10 tahun.

    Selain penempatan, Fuji Academy juga menyiapkan program lanjutan berupa pendampingan karier setelah kembali ke Indonesia, peningkatan sertifikasi, hingga peluang karier lanjutan di sektor keperawatan dan manajemen fasilitas lansia.

    Kerja Sama Indonesia–Jepang dalam Pengembangan Talenta

    CEO Fuji Academy, Katsuki Fujii, menegaskan alasan memilih BSD City sebagai lokasi pusat pelatihan baru.

    “Setelah hadir di Bali, kami memutuskan memperluas operasi ke Biomedical Campus BSD City karena kawasan ini menawarkan lingkungan belajar modern dan ekosistem pendidikan yang kuat. Hingga Oktober 2025, lebih dari 600 siswa kami telah bekerja di Jepang dan 264 orang sedang menunggu jadwal keberangkatan,” ujarnya.

    Ia menambahkan kehadiran Fuji Academy di BSD City diharapkan menjadi jembatan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang siap bersaing di pasar kerja global.

    Didukung Ekosistem Digital Hub Sinar Mas Land

    Fuji Academy menjadi bagian dari ekosistem Digital Hub, kawasan multisektor yang dikembangkan Sinar Mas Land sebagai ruang pertumbuhan startup, perusahaan teknologi, institusi pendidikan, dan berbagai usaha yang mendukung pengembangan talenta masa depan.

    CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap, menyambut hadirnya Fuji Academy sebagai bagian penting dari visi jangka panjang Digital Hub:

    “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengembangan ekosistem Digital Hub tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia. Kami berharap hadirnya Fuji Academy dapat membuka akses talenta muda Indonesia menuju peluang global,” jelasnya.

    Kurikulum Adaptif Berbasis Industri Jepang

    Dalam kurun pelatihan enam bulan, siswa dibekali:

    • Pembelajaran intensif bahasa Jepang hingga level JLPT

    • Pelatihan teknis caregiving sesuai standar lembaga kesejahteraan Jepang

    • Pembelajaran budaya kerja dan etika profesional

    • Simulasi wawancara, pelatihan adaptasi hidup, serta pendampingan dokumen kerja

    Melalui pendekatan ini, siswa diharapkan lebih cepat beradaptasi di lingkungan kerja Jepang dan memiliki standar profesional yang dapat diakui secara internasional.

    Informasi terbaru terkait pendaftaran dan program dapat diakses melalui media sosial Instagram @lpkfujiacademy dan TikTok @fujiacademybsd.

    Fuji Academy berlokasi strategis dan terhubung dengan fasilitas komersial besar seperti AEON Mall BSD City, The Breeze, dan ICE BSD. Akademi ini juga berada dekat dengan jaringan pendidikan global seperti Prasetiya Mulya, Binus University, Monash University, dan Sinarmas World Academy.

    Mobilitas menuju lokasi didukung akses tol Jakarta–Serpong, Serbaraja, JORR, serta transportasi publik termasuk BSD Link, Feeder Bus BSD City, dan Stasiun Cisauk (KRL). Konektivitas kawasan akan semakin optimal dengan dibukanya Stasiun Jatake pada kuartal IV-2025 dan rencana integrasi MRT Lebak Bulus–Serpong.

Back to top button