Finansial

Inovasi Di Masa Pandemi

Membeli Rumah Memanfaatkan Perdagangan Valas Berisiko.Namun Risiko Itu Dapat Diminimalkan. Caranya?

JAKARTA,KORIDOR—Kebijakan pemerintah dalam menekan angka penularan COVID-19 dengan cara melakukan berbagai pembatasan di segala bidang terus memukul sektor usaha, termasuk properti. Selama ini sektor yang digadang-gadangkan mempengaruhi 174 industri dan diakui menyerap sebanyak 30 juta tenaga kerja itu, menjadi salah satu pundi-pundi pertumbuhan ekonomi. Namun, sektor ini kini tiarap, akibat pandemi yang entah kapan akan berakhir.

Ketua Umum Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Totok Lusida mengatakan untuk mengatasi hal itu maka tidak ada jalan, kecuali melakukan berbagai inovasi, menyesuaikan dengan era new normal dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Inovasi ini tidak hanya di bidang pemasaran yang memanfaatkan layanan digital agar pembeli dan penjual tidak perlu bertemu langsung. Namun juga memberikan keringanan dan fasilitas dalam hal bertransaksi melalui kerja sama dengan perbankan,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Bertemu secara fisik memang tidak bisa dihindari seperti konsumen melakukan kunjungan ke proyek untuk melihat langsung lokasi. Namun untuk hal-hal lain dapat dilaksanakan melalui dunia digital.

Soal inovasi ini memang beragam caranya. Yang jelas dari konsumen berupaya mendapatkan properti dengan harga sesuai penghasilannya, sedangkan dari pengembang berharap unit yang dipasarkan dapat segera terjual sehingga dana bisa diputar untuk bisnis berikutnya.

Salah satu terobosan dilakukan perusahaan rintisan  Unicorn Asset Technology yang berupaya agar dalam membeli properti bukanlah sesuatu yang memberatkan bahkan bisa didiskon sampai 70 persen dari harga sebenarnya.

Co-Founder & Chief Strategi Officer Unicorn Asset Technology Indra Setiawan mengatakan, salah satu upaya mendapatkan properti dengan harga yang ringan dengan mengombinasikan dengan sektor-sektor yang dapat memberikan pendapatan maksimal.

Di tengah pandemi sekarang membeli rumah bisa memanfaatkan perdagangan valas (forex) meski diakui ada risiko namun apabila dipelajari dengan benar risiko itu dapat diminimalkan. Perdagangan valas itu tidak perlu hadir di kantor bisa di jalankan dari rumah hasilnya juga lumayan sebagian bisa disisihkan untuk membeli rumah. Tujuannya setelah pandemi berakhir harga rumah akan naik di saat itu kita bisa meraih untung.

| Baca Juga:   Dorong Pemenuhan Hunian bagi MBR, BTN Siap Dukung Tapera

Memang tidak mudah untuk berdagang valas. Untuk itu pihaknya saat ini masih memberikan prioritas kepada anggota. Itu pun sebelumnya harus ada semacam pelatihan dan simulasi terlebih dahulu untuk menghindarkan risiko.

Sedangkan dari kalangan pengembang ada yang membuat terobosan menjual unit apartemen dengan sistem lot. Satu unit apartemen itu bisa dimiliki sampai sepuluh orang.

Adalah Direktur Prioritas Land Indonesia Marcellus Chandra yang memiliki ide demikian mengingat di saat pandemi sekarang ini daya beli konsumen turun. Namun dengan satu unit bisa dimiliki sampai 10 orang tentunya akan ringan untuk membelinya. Imbal hasil juga lumayan dari hasil rental apartemen untuk kemudian dibagi pemilik sebanyak sepuluh orang itu yang ikut serta dalam sistem lot.

Bahkan kalau ekonomi mulai membaik harga apartemen ikut mengalami kenaikan saat itu merupakan momentum yang tepat apabila apartemen itu ingin dijual untuk mendapatkan keuntungan (capital gain).

Inovasi lain yang kini sedang ramai melalui pameran virtual justru dengan cara ini konsumen dapat lebih rinci mendapatkan informasi mengenai produk properti yang akan dibelinya. Bahkan pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2020 yang diselenggarakan Bank Tabungan Negara (BTN) sampai diperpanjang karena tingginya minat masyarakat.

 

 

 

 

 

 

Erfendi

Penulis dan penikmat informasi terkait industri properti dan turunannya dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Email: exa_lin@yahoo.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button