Aktual

BTN Housingpreneur Batch 3 Dibuka, 1.500 Ide Perumahan Diburu

Kompetisi BTN Housingpreneur Batch 3 menargetkan 1.500 submission. Ide terpilih tak berhenti di podium, tetapi disiapkan masuk tahap mentoring, business matching, hingga peluang pembiayaan

DEPOK, KORIDOR.ONLINE — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali memburu ide-ide segar untuk menjawab tantangan sektor perumahan. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, BTN resmi membuka pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 dengan target mencapai 1.500 submission dari mahasiswa, masyarakat umum, pengusaha, hingga pengembang.

Program tersebut resmi diluncurkan melalui kegiatan kick-off di Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (28/9/2026). Mengusung tema “Elevate Beyond Your Limit”, BTN Housingpreneur Batch 3 diarahkan untuk melahirkan inovasi yang dapat dikembangkan menjadi solusi sekaligus peluang bisnis di sektor perumahan.

Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan mengatakan, BTN Housingpreneur tidak hanya ditujukan bagi pelaku usaha yang telah memiliki bisnis. Kompetisi tersebut juga membuka ruang bagi generasi muda yang baru memiliki ide atau konsep.

“Kami datang bukan untuk mengatakan bahwa BTN telah memiliki seluruh solusi, tetapi justru ingin bertanya kepada generasi muda: solusi apa yang kalian punya?” ujar Rully.

Menurutnya, tantangan sektor perumahan semakin kompleks. Persoalan hunian tidak berhenti pada pembangunan rumah, tetapi mencakup desain, arsitektur, konstruksi, material, teknologi, keberlanjutan, pembiayaan, hingga layanan yang mendukung kehidupan penghuni.

Karena itu, peserta BTN Housingpreneur didorong untuk tidak sekadar menawarkan produk baru, tetapi terlebih dahulu mengidentifikasi persoalan yang hendak diselesaikan.

“Tantangannya bukan sekadar membangun lebih banyak rumah, tetapi menghadirkan hunian yang lebih terjangkau, berkualitas, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Rully.

Tiga Pilar Inovasi Perumahan

BTN Housingpreneur Batch 3 membawa tiga pilar utama, yakni Sustainability, Technology, dan Access. Peserta dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu Business Ideation serta Established Business.

Kategori Business Ideation diperuntukkan bagi mahasiswa dan masyarakat umum dengan kategori Rumah Nusantara, Housing Design, serta Housing Innovation.

| Baca Juga:   47 Tahun KPR BTN: Salurkan Rp 470 Triliun Untuk 5,7 Juta Unit Rumah

Sementara kategori Established Business ditujukan bagi pengusaha dan pengembang dengan cakupan Rumah Nusantara, Housing Ecosystem, Housing Tech, Housing Design, Affordable Housing, dan Commercial Housing.

Rully mengatakan keragaman kategori tersebut mencerminkan luasnya ruang inovasi dalam industri perumahan.

“Peserta perlu memulai bukan hanya dari pertanyaan ‘saya ingin membuat apa’, melainkan ‘masalah apa yang ingin saya selesaikan’,” ujarnya.

Bukan Sekadar Cari Juara

Berbeda dengan kompetisi yang berhenti pada penentuan pemenang, BTN menyiapkan tahapan lanjutan agar ide yang terpilih dapat berkembang menjadi model bisnis.

Peserta terpilih akan mendapatkan coaching dan mentoring, termasuk pengembangan model bisnis dan kemampuan presentasi. Selanjutnya, mereka akan dipertemukan dengan unit bisnis BTN, pengembang, nasabah, maupun mitra melalui proses business matching.

“Ini bukan hanya kompetisi ide. Ide yang terpilih akan mendapatkan coaching dan mentoring, kemudian dapat dipertemukan dengan kebutuhan bisnis yang ada,” kata Rully.

Menurutnya, BTN juga dapat membuka akses pembiayaan sehingga inovasi yang lahir dari kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai konsep, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha dan masuk ke pasar.

Langkah tersebut sekaligus sejalan dengan transformasi BTN menuju konsep Beyond Mortgage, di mana peran perseroan tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan KPR, tetapi juga memperkuat ekosistem perumahan secara lebih luas.

UI Dorong Inovasi Masuk ke Masyarakat

Kepala Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga sekaligus Sekretaris Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG menyambut penyelenggaraan BTN Housingpreneur Batch 3.

Menurut Budi, persoalan perumahan membutuhkan pendekatan lintas sektor dan disiplin. Karena itu, keterlibatan generasi muda melalui inovasi dan kewirausahaan dinilai dapat menjadi bagian dari upaya mencari solusi atas kebutuhan hunian masyarakat.

“Persoalan perumahan merupakan isu penting yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas disiplin,” ujar Budi.

| Baca Juga:   KPR dalam Satu Sentuhan

Ia berharap ide yang lahir dari BTN Housingpreneur tidak berhenti sebagai gagasan akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum 2 Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Ar. Firman S. Herwanto mengatakan inovasi desain perumahan perlu diarahkan hingga tahap implementasi dan model bisnis yang berkelanjutan.

Menurut Firman, desain hunian tidak cukup hanya mengedepankan aspek visual. Inovasi juga harus mempertimbangkan kebutuhan penghuni, kualitas bangunan, penggunaan material ramah lingkungan, efektivitas desain, hingga siklus hidup bangunan.

Pendaftaran Dibuka hingga November

Peluncuran BTN Housingpreneur Batch 3 di UI turut diramaikan gelar wicara bertajuk “Rumah Ala Gen Z: Dari Sudut Healing sampai Peluang Cuan”.

Setelah Jakarta, rangkaian program akan berlanjut melalui roadshow ke sejumlah perguruan tinggi, yakni Institut Teknologi Bandung, Universitas Sriwijaya Palembang, Universitas Diponegoro Semarang, dan Universitas Udayana Bali.

Pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 dibuka mulai 28 September hingga 30 November 2026 dan tidak dipungut biaya.

Informasi mengenai persyaratan, kategori, serta mekanisme pendaftaran tersedia melalui situs resmi BTN Housingpreneur.

Erfendi

Penulis dan penikmat informasi terkait industri properti dan turunannya dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Email: exa_lin@yahoo.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button