Infrastruktur

BSD City Tak Cuma Bangun Hunian, ILON Academy Kini Buka SMP

Ekspansi ILON Academy ke jenjang SMP memperkuat ekosistem pendidikan BSD City dengan pendekatan IB, Singapore Mathematics, teknologi, riset, dan pembentukan karakter

BSD CITY, KORIDOR.ONLINE — Pengembangan kota mandiri tidak lagi hanya berbicara tentang hunian, pusat bisnis, dan fasilitas komersial. Ketersediaan pendidikan berkualitas kini menjadi bagian penting dalam membentuk ekosistem kota yang mampu mendukung kebutuhan keluarga dalam jangka panjang.

Hal tersebut terus dikembangkan Sinar Mas Land di BSD City melalui kehadiran beragam institusi pendidikan. Terbaru, ILON Academy memperluas layanan pendidikannya dengan membuka jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui ILON Secondary.

Ekspansi ini menjadi kelanjutan dari pendidikan yang sebelumnya dikembangkan ILON Academy pada jenjang sekolah dasar. Kehadiran ILON Secondary memberikan kesempatan bagi siswa untuk melanjutkan proses pembelajaran dalam lingkungan pendidikan yang berkesinambungan, sekaligus menambah pilihan sekolah bagi keluarga di BSD City dan kawasan sekitarnya.

Sudino Lim, Chairman & CEO ILON Education Group sekaligus Founder of ILON Secondary

CEO of Urban Solution and Development Sinar Mas Land Irawan Harahap mengatakan pendidikan merupakan salah satu elemen penting dalam membangun kualitas hidup masyarakat di sebuah kota mandiri.

“Bagi Sinar Mas Land, pembangunan sebuah kota mandiri perlu berjalan seiring dengan pembangunan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di dalamnya. Pendidikan menjadi salah satu elemen penting dalam membentuk ekosistem tersebut,” ujar Irawan.

Menurutnya, Sinar Mas Land terus membuka ruang kolaborasi dengan institusi pendidikan yang memiliki visi dan pendekatan berbeda dalam mempersiapkan generasi masa depan.

Dari SD Berlanjut ke SMP

Memasuki jenjang SMP, ILON Academy menyiapkan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan ILON Academic Framework, IB Middle Years Programme (MYP), dan Singapore Mathematics.

Kombinasi tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman konseptual siswa sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pembelajaran interdisipliner, penalaran, dan pemecahan masalah.

Pada jenjang pendidikan selanjutnya, ILON Academy juga merencanakan penerapan IB Diploma Programme (DP). Implementasinya akan mengikuti proses pencalonan dan otorisasi International Baccalaureate (IB), serta memenuhi regulasi yang berlaku.

| Baca Juga:   Hiera BSD City Raih Pengakuan Internasional, Masterplan Kota Masa Depan Berkelas Dunia

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ILON Secondary tidak hanya diarahkan untuk mengejar capaian akademik, tetapi juga mempersiapkan siswa menghadapi perubahan dan tantangan di masa depan.

Pendidikan Tak Berhenti di Nilai Akademik

Chairman & CEO ILON Education Group sekaligus Founder ILON Secondary, Sudino Lim, mengatakan pembukaan jenjang SMP merupakan bagian dari upaya mendampingi siswa dalam fase perkembangan yang berbeda.

“ILON Secondary tidak dibangun sekadar untuk menambah jenjang pendidikan. Kami membangunnya karena anak-anak kami terus bertumbuh,” kata Sudino.

Menurutnya, fase SMP merupakan periode penting ketika anak mulai membangun kemandirian, belajar mengambil keputusan, menghadapi kesalahan, hingga menemukan identitas dirinya.

Karena itu, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari perguruan tinggi yang nantinya dituju siswa, tetapi juga dari karakter dan kontribusi yang mampu mereka berikan kepada lingkungan.

Pendekatan pembelajaran ILON Secondary akan dikembangkan melalui kerangka BE, KNOW, dan THRIVE, yang menghubungkan pembentukan karakter dan identitas, penguasaan pengetahuan, serta kemampuan siswa untuk berkembang secara percaya diri dan memiliki tujuan.

Berpikir Kritis hingga Riset

Melanjutkan pengalaman belajar yang telah dibangun sejak pendidikan dasar, siswa ILON Secondary akan memperoleh ruang lebih luas untuk mengeksplorasi minat dan kemampuannya.

Pendalaman akademik akan dipadukan dengan riset, kolaborasi, pengambilan keputusan, serta pembelajaran yang mendorong siswa untuk berpikir secara mandiri dan bertanggung jawab.

ILON Secondary juga akan meneruskan budaya yang telah dibangun komunitas ILON Academy di QBIG BSD City. Pada jenjang yang lebih tinggi, siswa didorong mengambil tanggung jawab lebih besar sekaligus menemukan arah dan identitas mereka.

Konsep lingkungan belajar yang dikembangkan juga mengedepankan pendekatan biophilic, yakni menghadirkan lingkungan pembelajaran yang lebih dekat dengan unsur alam.

| Baca Juga:   Efek Domino Kawasan Ekonomi Khusus: Dari Investasi ke Ekosistem Ekonomi Baru

Melalui visi “The National World School”, ILON Academy ingin membangun pendidikan yang terbuka terhadap perkembangan global dan berorientasi masa depan, namun tetap berpijak pada identitas, nilai, serta komunitas Indonesia.

Terhubung dengan Beragam Moda Transportasi

Selain fasilitas pendidikan, lokasi ILON Academy di BSD City juga didukung jaringan konektivitas menuju berbagai wilayah.

Akses jalan tol menjadi salah satu penunjang mobilitas, termasuk melalui Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A dan 1B. Kawasan BSD City juga terhubung dengan Tol Jakarta-Serpong yang terkoneksi dengan jaringan JORR, JORR 2, Tol Jakarta-Cikampek, hingga Tol Jagorawi.

Untuk transportasi publik, akses menuju kawasan didukung sejumlah pilihan, mulai dari BSD Link, feeder bus BSD City, hingga KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk dan Stasiun Jatake.

Dengan ekspansi ILON Academy ke jenjang SMP, ekosistem pendidikan di BSD City kembali bertambah. Kehadiran institusi pendidikan dari berbagai jenjang tersebut menjadi bagian dari pengembangan kota mandiri yang tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga fasilitas yang mendukung perjalanan keluarga dari satu fase kehidupan ke fase berikutnya

Erfendi

Penulis dan penikmat informasi terkait industri properti dan turunannya dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Email: exa_lin@yahoo.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button