ASPRUMNAS Targetkan Bangun 50.000 Rumah Subsidi pada 2027, Perkuat Dukungan untuk Program 3 Juta Rumah
Target meningkat lima kali lipat dibandingkan sebelumnya. ASPRUMNAS mengandalkan kolaborasi dengan pemerintah, BP Tapera, perbankan, dan pengembang untuk memperluas akses hunian bagi MBR.

JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (ASPRUMNAS) menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan perumahan nasional. Hal itu dikemukakan oleh Ketua Umum DPP ASPRUMNAS, M. Syawali Pratna dalam sambutannya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ASPRUMNAS 2026 di Jakarta, Senin (20/7).
“ASPRUMNAS terus membangun ekosistem perumahan yang terintegrasi. Kami tidak hanya menyiapkan rumah, tetapi juga membangun kawasan yang didukung lapangan kerja, sektor pertanian, perikanan, dan aktivitas ekonomi agar masyarakat yang telah memiliki rumah juga memiliki sumber penghidupan,” ujar Syawali.
Syawali juga mengapresiasi dukungan pemerintah, khususnya Kementerian PKP dan BP Tapera, yang terus memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan sehingga target pembangunan rumah bagi masyarakat dapat terus meningkat.
Pada kesempatan tersebut Syawali menegaskan guna mendukung program 3 juta rumah, maka tahun depan ASPRUMNAS menargetkan pembangunan 50.000 unit rumah subsidi. Target tersebut meningkat tajam dibandingkan capaian sebelumnya dan menjadi bagian dari upaya organisasi memperbesar kontribusi dalam penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Menurut Syawali, target pembangunan 50.000 unit rumah subsidi merupakan langkah strategis organisasi untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat peran pengembang nasional dalam mendukung agenda penyediaan perumahan rakyat.
“Tahun depan kami menargetkan pembangunan 50.000 unit rumah subsidi. Ini menjadi lompatan besar bagi ASPRUMNAS dan mencerminkan komitmen kami untuk memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap program perumahan pemerintah,” ujarnya, seperti dikutip kompas.com.
Ia menjelaskan, target tersebut meningkat sekitar lima kali lipat dibandingkan target sebelumnya atau setara dengan kenaikan sekitar 500 persen. Untuk merealisasikannya, ASPRUMNAS akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor perumahan.
Menurut Syawali, sinergi antarlembaga menjadi faktor penting untuk memastikan pembangunan rumah subsidi berjalan lebih cepat, efisien, dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat berpenghasilan rendah di berbagai daerah.
Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah atas berbagai kebijakan yang diterbitkan dalam setahun terakhir untuk mempercepat kepemilikan rumah bagi MBR. Berbagai insentif dan penyederhanaan regulasi dinilai telah memberikan dampak positif, baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha di sektor perumahan.
Kebijakan tersebut antara lain mencakup perluasan akses pembiayaan rumah bersubsidi, penyederhanaan proses administrasi, hingga program sertifikasi tanah gratis bagi pembeli rumah subsidi yang dinilai mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperlancar proses transaksi.
“Kami mengapresiasi berbagai kebijakan yang telah diterbitkan pemerintah. Langkah-langkah tersebut sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah sekaligus memberikan kepastian bagi para pengembang dalam menjalankan usaha,” katanya.
Syawali menegaskan, seluruh jajaran pengurus ASPRUMNAS di tingkat daerah telah diminta meningkatkan kinerja agar target pembangunan rumah subsidi pada 2027 dapat tercapai.
Ia optimistis, melalui penguatan organisasi, dukungan kebijakan pemerintah, serta kolaborasi yang semakin erat dengan BP Tapera, perbankan, dan pelaku industri, ASPRUMNAS mampu menjadi salah satu kontributor utama dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah.
“ASPRUMNAS siap mendukung target yang telah ditetapkan pemerintah. Kami akan bekerja lebih keras agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki rumah yang layak dan terjangkau,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi kontribusi seluruh asosiasi pengembang dalam mendukung penyediaan rumah subsidi.
“Kontribusi ASPRUMNAS terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan BP Tapera, perbankan, dan seluruh asosiasi pengembang agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat memiliki rumah layak,” ujar Menteri Ara.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pembangunan dan kepatuhan terhadap regulasi.
“Silakan berusaha dan memperoleh keuntungan yang wajar, tetapi jangan melanggar aturan. Jaga kepercayaan masyarakat karena keberhasilan Program Tiga Juta Rumah bukan hanya soal jumlah rumah yang dibangun, tetapi juga kualitas dan integritas seluruh pihak yang terlibat,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Menteri Ara mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan profesionalisme dan memperkuat kolaborasi guna mencapai target pembangunan perumahan nasional.
Melalui Rakernas ini, BP Tapera berharap sinergi antara pemerintah, asosiasi pengembang, sektor perbankan, dan seluruh mitra pembangunan semakin kuat sehingga Program KPR Sejahtera FLPP dapat menjangkau lebih banyak masyarakat serta mendukung terwujudnya Program Tiga Juta Rumah di Indonesia.



