Presiden Prabowo Puji BTN, Salurkan 182.952 KPR FLPP Sepanjang 2025
Penyaluran KPR subsidi BTN setara 70% dari total FLPP nasional senilai Rp32,67 triliun, menopang pasar perumahan rakyat dan industri properti di 33 provinsi.

SERANG, KORIDOR.ONLINE– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) atas kontribusinya dalam mempercepat pemenuhan rumah rakyat melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sepanjang 2025, BTN berhasil menyalurkan 182.952 unit KPR FLPP, tertinggi di antara seluruh bank penyalur di Indonesia.
Data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat, hingga 19 Desember 2025, total penyaluran KPR Sejahtera FLPP nasional mencapai 263.017 unit dengan nilai pembiayaan Rp32,67 triliun. Program ini dijalankan oleh 39 bank penyalur, melibatkan 22 asosiasi pengembang, dan didukung 7.998 developer di seluruh Indonesia.

Rumah subsidi FLPP tersebut tersebar di 12.981 kawasan perumahan yang berada di 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota, menegaskan peran FLPP sebagai tulang punggung program perumahan rakyat. BTN menjadi kontributor terbesar dengan pangsa sekitar 70 persen dari total penyaluran KPR Sejahtera FLPP nasional, memperkuat posisinya sebagai bank utama pembiayaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bersatu untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat. Rakyat harus memiliki rumah yang layak. Ini membanggakan, tetapi masih jauh dari target yang harus kita capai,” ujar Presiden Prabowo saat Akad Massal 50.030 KPR Sejahtera dan Serah Terima Kunci Rumah Tahun 2025 di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang, Banten, Sabtu (20/12).
Presiden menegaskan, tantangan perumahan nasional masih besar karena sekitar 29 juta rakyat Indonesia belum memiliki rumah. Oleh sebab itu, seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, perbankan, dan pengembang—diminta memperkuat kolaborasi.
“Saya minta Menteri PKP memastikan kualitas rumah-rumah rakyat terus ditingkatkan,” tegas Presiden.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait turut mengapresiasi BTN sebagai bank dengan penyaluran KPR FLPP terbesar. Ia menyoroti keberhasilan program ini yang memungkinkan pekerja informal, termasuk asisten rumah tangga (ART), memiliki rumah dari penghasilan sendiri.
“Hari ini ART bisa memiliki rumah atas nama sendiri dari gajinya sendiri. Ini bukti nyata program KPR subsidi benar-benar menyentuh rakyat,” ujar Maruarar.
Sementara itu, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan bahwa KPR Subsidi masih menjadi portofolio utama BTN dan akan terus diperkuat melalui pendekatan baru.
“Mulai 2026, BTN akan aktif menciptakan permintaan dengan menjaring calon debitur potensial dari berbagai institusi. Salah satunya, kami telah mendapat komitmen untuk melayani kebutuhan KPR subsidi bagi guru-guru Muhammadiyah,” ujar Nixon.
Ia menambahkan, langkah tersebut memungkinkan BTN merekomendasikan debitur potensial kepada pengembang sehingga penyaluran KPR Sejahtera FLPP dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.
Acara akad massal di Serang dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, kepala daerah, direksi bank penyalur, BP Tapera, serta asosiasi pengembang. Dari total 50.030 unit, sebanyak 300 akad dilakukan secara langsung di lokasi acara, sementara 49.730 akad lainnya dilaksanakan secara daring di 110 titik pada 33 provinsi.
Serah terima kunci rumah secara simbolis diwakili 10 debitur MBR dari berbagai profesi, mulai dari guru, buruh, pedagang kecil, pengemudi ojek online, hingga nelayan, yang mencerminkan luasnya dampak program KPR FLPP.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa capaian penyaluran 263.017 unit KPR Sejahtera FLPP hingga Desember 2025 merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah, meningkat signifikan dibandingkan 109.253 unit pada 2020.
“Peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat berpenghasilan rendah terhadap rumah layak dan terjangkau, sekaligus efektivitas kolaborasi ekosistem perumahan nasional,” pungkasnya.



