Lipsus

Menteri Ara Dukung Akademi The HUD Institute, Siap Sumbang Rp1 Miliar

Think tank perumahan ini diharapkan jadi pusat kajian dan pendidikan untuk memperkuat program perumahan rakyat.

BANDUNG, KORIDOR.ONLINE – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan Akademi The Housing and Urban Development (HUD) Institute sebagai lembaga pendidikan yang akan berperan penting dalam memperkuat program perumahan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Maruarar saat memberikan sambutan pada Gelar Wicara Nasional yang berlangsung di El Hotel Royale, Kota Bandung, Kamis (28/8).

“Saya minta bantuan pemikiran konsep, saran, dan kritik dari The HUD Institute. Mari kita bekerja sama secara riil, dan tadi disebutkan rencana membentuk Akademi The HUD Institute. Saya siap mendukung,” ujar Maruarar.

The HUD Institute sebagai Mitra Kritis

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP juga menekankan pentingnya peran The HUD Institute sebagai mitra kritis pemerintah dalam pelaksanaan program-program perumahan, khususnya Program 3 Juta Rumah yang tengah digalakkan.

“Bagi saya, kritik itu seperti vitamin. Saya perlu rekan berdiskusi yang baik untuk memperkuat program perumahan. Silakan beri masukan dan saran bagi kami,” tambahnya.

Maruarar menilai anggota The HUD Institute yang berasal dari kalangan akademisi, mantan birokrat, hingga praktisi memiliki kapasitas untuk memberikan masukan berbasis kajian mendalam dan realita di lapangan.

Komitmen Pribadi untuk Akademi HUD

Sebagai bentuk dukungan konkret, Maruarar bahkan menyatakan kesiapannya untuk menyumbangkan dana pribadi sebesar Rp1 miliar guna mendukung pembentukan Akademi The HUD Institute.

“Dana ini tidak menggunakan uang negara, tetapi uang pribadi saya. Negara sudah terlalu baik pada saya, dan sekarang saatnya saya berbuat baik. Hidup saya saya dedikasikan untuk rakyat, khususnya rakyat miskin yang belum punya rumah,” tegasnya.

Prioritas: Rumah Subsidi Berkualitas

Lebih lanjut, Maruarar menegaskan bahwa program rumah subsidi akan tetap menjadi prioritas utama selama masa kepemimpinannya. Ia meminta agar para pengembang tidak hanya mengedepankan kecerdasan teknis, tetapi juga memiliki hati dan tanggung jawab sosial dalam membangun hunian rakyat.

| Baca Juga:   Meriahkan HUT ke-80 RI, Jakarta Aquarium Safari Padukan Budaya dan Atraksi Akuatik

“Didiklah para pengembang agar tidak sekadar pintar, tetapi juga punya hati. Jangan sampai membodohi rakyat atau membangun rumah asal-asalan. Rumah subsidi harus berkualitas karena itu prioritas utama saya,” jelasnya.

Dukungan Presiden dan Perluasan Akses MBR

Menteri PKP juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap program perumahan. Pada tahun pertama pemerintahannya, kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ditingkatkan menjadi 350.000 unit, dengan target usulan naik menjadi 500.000 unit pada tahun depan.

Selain itu, akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan juga diperluas. Bahkan, pada Jumat (30/8) mendatang, Maruarar berencana mengalokasikan FLPP khusus untuk Asisten Rumah Tangga (ART) serta melakukan sosialisasi KUR Perumahan pada awal September di Kota Bandung.

Erfendi

Penulis dan penikmat informasi terkait industri properti dan turunannya dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Email: exa_lin@yahoo.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button