Infrastruktur

KEK ETKI Banten Lantik Administrator Baru, Perkuat Tata Kelola dan Akselerasi Investasi

Penguatan kelembagaan dorong KEK ETKI Banten menjadi pusat edukasi, teknologi, dan kesehatan berdaya saing global.

BSD CITY, KORIDOR.ONLINE – Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI Banten) resmi memasuki fase penguatan kelembagaan melalui pelantikan jajaran Administrator baru. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkokoh tata kelola kawasan sekaligus mempercepat realisasi investasi dan pengembangan ekonomi, baik di Provinsi Banten maupun secara nasional.

Pelantikan Administrator KEK ETKI Banten dilaksanakan pada 15 Januari 2026 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan dipimpin langsung oleh Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Adapun pejabat Administrator yang dilantik adalah Candra Lesmana sebagai Kepala Administrator KEK ETKI Banten, Roni Syah Putra sebagai Kepala Subbagian Perizinan Berusaha, Perizinan Lainnya, dan Non-Perizinan, serta Dadi Supriyadi sebagai Kepala Subbagian Pengawasan dan Pengendalian.

Dalam sambutannya, Susiwijono Moegiarso menyampaikan bahwa kinerja awal KEK ETKI Banten menunjukkan tren yang positif. Hingga kuartal III 2025, KEK ETKI Banten secara kumulatif telah mencatatkan investasi sebesar Rp1,08 triliun, dengan penyerapan 432 tenaga kerja, serta melibatkan 14 pelaku usaha dari berbagai sektor.

“Peran Administrator sangat strategis untuk memastikan iklim investasi di kawasan tetap kondusif, proses perizinan berjalan cepat, transparan, dan akuntabel. Dengan lengkapnya jajaran Administrator KEK ETKI Banten, kami optimistis layanan administrasi dan agenda strategis untuk mendorong investasi dapat berjalan lebih optimal, sehingga kinerja kawasan ke depan semakin meningkat,” ujar Susiwijono.

KEK ETKI Banten atau D-HUB SEZ (Special Economic Zone) merupakan Kawasan Ekonomi Khusus seluas 59,68 hektare yang berlokasi di BSD City dan berfokus pada sektor edukasi, teknologi, kesehatan, serta industri kreatif. Kawasan ini dikembangkan sebagai ekosistem terintegrasi, di mana institusi pendidikan internasional dan nasional berperan sebagai pemasok talenta, sementara sektor digital, kesehatan, dan industri kreatif menjadi penggerak penciptaan lapangan kerja baru. Model ini mendorong aliran pengetahuan, inovasi berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor.

| Baca Juga:   PUPR: Anggota Deprindo Tahun Depan Kami Targetkan Bisa Membangun 10.000 Unit Rumah Subsidi

Kepala BUPP KEK ETKI Banten, Lindawaty Chandra, menegaskan bahwa pelantikan Administrator menjadi penanda kesiapan kawasan dalam memasuki fase akselerasi investasi. “Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, KEK ETKI Banten menawarkan berbagai kemudahan dan insentif investasi, baik fiskal maupun non-fiskal. Insentif tersebut meliputi tax holiday atau tax allowance, pembebasan PPN, bea masuk dan cukai, serta kemudahan perizinan, birokrasi yang lebih sederhana, fasilitas keimigrasian, hingga kelancaran arus barang dan tenaga kerja,” jelasnya.

Menurut Lindawaty, dengan kelembagaan yang semakin solid, KEK ETKI Banten diyakini akan semakin kompetitif dalam menarik investor domestik maupun global di sektor pendidikan, teknologi, kesehatan, dan ekonomi kreatif.

Berlokasi strategis di jantung BSD City, KEK ETKI Banten terintegrasi dengan berbagai pusat komersial dan bisnis modern, seperti The Breeze, AEON Mall BSD City, QBig, ICE BSD, BSD CBD, Green Office Park, hingga Unilever Campus. Kawasan ini juga dikelilingi oleh institusi pendidikan bertaraf internasional, antara lain Monash University, BINUS University, Universitas Prasetiya Mulya, IPEKA BSD, Jakarta Nanyang School, dan Sinarmas World Academy, serta fasilitas kesehatan modern seperti Eka Hospital BSD.

Dari sisi konektivitas, KEK ETKI Banten terhubung dengan jaringan jalan tol utama, termasuk Tol Serpong–Balaraja (Serbaraja), Tol Jakarta–Serpong yang terintegrasi dengan JORR 1, JORR 2, Tol Jakarta–Cikampek, dan Tol Jagorawi. Akses transportasi publik juga didukung oleh layanan BSD Link, feeder bus BSD City, serta KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk di kawasan Intermoda BSD City. Ke depan, konektivitas kawasan akan semakin diperkuat dengan hadirnya Stasiun Jatake pada kuartal I 2026 serta rencana pengembangan jalur MRT Lebak Bulus–Serpong.

Dengan penguatan struktur Administrator dan dukungan infrastruktur yang semakin lengkap, KEK ETKI Banten optimistis dapat berperan sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.

Erfendi

Penulis dan penikmat informasi terkait industri properti dan turunannya dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Email: exa_lin@yahoo.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button