Indra Utama Masuk Jajaran Komisaris, WSBP Siap Gaspol Dukung Program 3 Juta Rumah
Dukungan WSBP terhadap Program 3 Juta Rumah diwujudkan melalui optimalisasi kapasitas produksi beton pracetak yang efisien dan berdaya saing.

JAKARTA, KORIDOR.ONLINE — PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), emiten BUMN karya di sektor beton pracetak, memperkuat langkah pemulihan kinerja dengan menunjuk Indra Utama sebagai Komisaris Independen. Kehadiran Indra dinilai strategis dalam mendukung penguatan tata kelola perusahaan sekaligus mempercepat kontribusi WSBP terhadap agenda pembangunan nasional, khususnya Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai produsen beton pracetak nasional, WSBP tengah memfokuskan strategi pada penguatan bisnis inti manufaktur melalui produksi beton pracetak dan produk turunan yang mendukung proyek infrastruktur serta perumahan. Langkah ini dinilai sejalan dengan kebutuhan percepatan pembangunan hunian rakyat yang membutuhkan solusi konstruksi efisien, berkualitas, dan berkelanjutan.

Indra Utama menegaskan bahwa WSBP memiliki kapasitas sumber daya dan pengalaman yang memadai untuk berperan aktif dalam mendukung program perumahan nasional tersebut. Rekam jejak WSBP dalam mengerjakan proyek-proyek perumahan menjadi modal penting bagi perseroan untuk ikut ambil bagian dalam program strategis pemerintah.
“Dari program 3 juta unit rumah yang akan disiapkan pemerintah, harusnya 1 juta diantaranya bisa dibangun dengan menggunakan produk WSBP,” ujar Indra kepada sejumlah jurnalis senior di Jakarta, Rabu (7/1).
Kebijakan perseroan saat ini lanjutnya, tetap fokus memperkuat bisnis inti manufaktur melalui produksi beton pracetak yang mendukung proyek infrastruktur dan perumahan. Strategi ini selaras dengan upaya WSBP untuk berkontribusi dalam Program 3 Juta Rumah. Selain meningkatkan utilisasi kapasitas produksi, keterlibatan tersebut diharapkan dapat mendorong pemulihan kinerja dan memperluas peluang bisnis perseroan ke depan.
Penunjukan Indra Utama juga menjadi sinyal penguatan good corporate governance (GCG) di tubuh WSBP. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di sektor properti, pendidikan, dan industri media, Indra diharapkan mampu memberikan nilai tambah dalam aspek pengawasan, manajemen risiko, hingga penguatan reputasi dan kepercayaan pasar.
Indra merupakan alumni Fakultas Teknik Sipil Universitas Pancasila dengan latar belakang teknis yang kuat. Ketertarikannya pada dunia beton telah terbentuk sejak masa akademik, tercermin dari skripsi sarjana bertema “Retak-Retak pada Beton”, yang menjadi fondasi pemahaman teknisnya dan relevan dengan bisnis beton pracetak yang dijalankan WSBP.
Selain berkiprah di dunia profesional, Indra saat ini juga dipercaya sebagai Pengawas Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila, serta pernah menjabat sebagai Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Pancasila (KAUP) periode 2017–2019. Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas), yang memberinya jejaring luas dengan pemerintah daerah di berbagai provinsi—sebuah aset strategis dalam memahami kebutuhan pembangunan infrastruktur dan perumahan di daerah.
Di sektor properti, Indra dikenal sebagai penggerak profesionalisme industri melalui pendirian Ikatan Alumni Sipil Universitas Pancasila (Ikasila), Ikatan Manager Real Estate Indonesia (IMREI), serta AREA Indonesia, lembaga sertifikasi profesi berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Dengan kombinasi pengalaman teknis, jejaring strategis, dan pemahaman industri properti, kehadiran Indra Utama diharapkan dapat memperkuat arah transformasi Waskita Beton Precast Tbk sekaligus mendorong peningkatan kinerja perseroan secara berkelanjutan, seiring peran aktif WSBP dalam mendukung agenda pembangunan perumahan nasional.



