Headline

Akhir Februari, Realisasi FLPP Tembus 19.741 Unit, Serapan Naik Hampir 70 Persen

Capaian pada dua bulan pertama ini menunjukkan tren peningkatan signifikan. Sepanjang Januari, realisasi tercatat 7.312 unit, sementara Februari melonjak menjadi 12.429 unit atau naik 69,98 persen.

JAKARTA, KORIDOR.ONLINE Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 19.741 unit rumah hingga 26 Februari 2026. Angka tersebut setara 5,64 persen dari target nasional tahun ini sebanyak 350.000 unit rumah.

Capaian pada dua bulan pertama ini menunjukkan tren peningkatan signifikan. Sepanjang Januari, realisasi tercatat 7.312 unit, sementara Februari melonjak menjadi 12.429 unit atau naik 69,98 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Realisasi awal tahun ini menjadi indikator komitmen bersama dalam mempercepat penyaluran FLPP bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Tren bulanannya terus menunjukkan kenaikan,” ujar Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho.

Pada 2026, BP Tapera menggandeng 43 bank mitra, dengan 25 bank aktif menyalurkan pembiayaan hingga saat ini. Program tersebut juga melibatkan 21 asosiasi pengembang yang tersebar di 339 kabupaten/kota pada 33 provinsi di seluruh Indonesia.

Dari sisi perbankan, Bank BTN menjadi penyalur terbesar dengan 10.759 unit atau 54,55 persen dari total realisasi nasional. Posisi berikutnya ditempati Bank Syariah Indonesia sebanyak 3.174 unit (16,07 persen), Bank BNI 1.747 unit (8,84 persen), Bank BRI 1.367 unit (6,92 persen), serta Bank Mandiri 1.351 unit (6,84 persen).

Dari kalangan asosiasi pengembang, Real Estat Indonesia (REI) mencatat kontribusi terbesar dengan 8.272 unit rumah (41,9 persen). Disusul Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) 5.875 unit (29,76 persen), Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) 2.711 unit (13,73 persen), Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (ASPRUMNAS) 736 unit (3,72 persen), serta Asosiasi Pengembang Nasional (APERNAS) 632 unit (3,2 persen).

Secara wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan penyaluran tertinggi yakni 4.902 unit atau 24,83 persen dari total nasional. Sulawesi Selatan menyusul dengan 1.838 unit (9,31 persen), Jawa Tengah 1.633 unit (8,27 persen), Banten 1.388 unit (7,03 persen), dan Sumatera Selatan 1.208 unit (6,11 persen).

| Baca Juga:   Pemerintah Diminta Lakukan Integrasi Data, Pembenahan Backlog, Dan Skema Sosial Housing Terpadu

Pada tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bekasi mencatat realisasi terbesar dengan 1.322 unit (6,69 persen). Disusul Kabupaten Bogor 835 unit (4,22 persen), Kabupaten Karawang 683 unit (3,45 persen), Kabupaten Maros 556 unit (2,81 persen), serta Kabupaten Tangerang 542 unit (2,74 persen).

BP Tapera optimistis tren penyaluran akan terus meningkat pada bulan-bulan berikutnya. Monitoring harian terhadap bank penyalur dilakukan sesuai kuota masing-masing, disertai sosialisasi intensif baik daring maupun luring, serta diskusi rutin dengan asosiasi pengembang guna mengidentifikasi dan menyelesaikan kendala di lapangan.

Heru juga mengapresiasi peran aktif bank penyalur dan pengembang dalam mendukung pembangunan rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektor bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting untuk memperluas akses pembiayaan perumahan.

“Dukungan penuh seluruh ekosistem perumahan adalah kunci untuk menekan backlog sekaligus meningkatkan kualitas kawasan permukiman secara berkelanjutan,” ujar Heru.

Erfendi

Penulis dan penikmat informasi terkait industri properti dan turunannya dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Email: exa_lin@yahoo.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button