Finansial

  • Tak Lagi Pasif, BPD Didorong Jadi “Game Changer” Ekonomi Daerah

    SOLO, KORIDOR.ONLINE— Bank Pembangunan Daerah (BPD) didorong untuk melakukan transformasi peran secara fundamental, dari sekadar pengelola dana pemerintah daerah menjadi penggerak utama aliran pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi di tingkat regional.

    Dorongan tersebut disampaikan Ketua Umum ASBANDA, Agus H. Widodo, dalam Seminar Nasional BPD se-Indonesia yang digelar di Solo, Jumat (17/4/2026).

    Menurut Agus, perubahan lanskap ekonomi dan semakin terbatasnya ruang fiskal pemerintah daerah menuntut BPD untuk mengambil peran yang lebih strategis dan proaktif.

    “Ke depan, BPD tidak cukup hanya menjadi pengelola dana pemerintah daerah. BPD harus bertransformasi menjadi orkestrator aliran dana daerah yang mampu menggerakkan ekonomi secara aktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Ia menilai BPD memiliki keunggulan struktural yang tidak dimiliki bank lain, mulai dari kedekatan dengan pemerintah daerah, pemahaman terhadap karakteristik ekonomi lokal, hingga jaringan yang menjangkau hingga ke tingkat daerah.

    Dengan posisi tersebut, BPD dinilai memiliki peluang besar untuk memastikan setiap aliran dana di daerah mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, mendorong produktivitas, serta memperkuat sektor riil.

    Agus menekankan, keterbatasan fiskal daerah tidak seharusnya menjadi hambatan pembangunan. Dalam kondisi tersebut, inovasi pembiayaan menjadi kunci untuk menjaga kesinambungan belanja pemerintah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Salah satu instrumen yang didorong adalah optimalisasi skema pinjaman daerah yang tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk penguatan layanan publik, peningkatan kualitas sektor kesehatan dan pendidikan, serta pengembangan UMKM dan ekonomi lokal.

    “Pinjaman daerah harus dipandang sebagai instrumen strategis yang mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah, bukan sekadar sumber pembiayaan jangka pendek,” jelasnya.

    Dalam konteks kebijakan, ASBANDA juga mengusulkan kepada regulator agar menghadirkan pendekatan yang lebih presisi dalam pembiayaan sektor publik daerah, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

    “Ini bukan pelonggaran, tetapi penyesuaian kerangka agar pembiayaan sektor publik dapat lebih optimal dengan tetap prudent,” tegas Agus.

    Untuk mendorong BPD naik kelas, transformasi akan difokuskan pada tiga pilar utama, yakni penguatan tata kelola dan manajemen risiko, pengembangan inovasi pembiayaan yang produktif, serta pendalaman peran BPD dalam ekosistem ekonomi daerah.

    Menurutnya, ukuran keberhasilan BPD ke depan tidak lagi semata pada kinerja keuangan, tetapi pada kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Masa depan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya APBD, tetapi oleh kemampuan kita dalam mengelola dan mengarahkan aliran dana agar menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya.

    Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

    “Kita bukan superman, tapi super tim. Pembangunan hanya bisa berhasil jika dilakukan secara kolaboratif,” kata dia dalam keynote speech.

    Ia menambahkan, peran BPD sangat strategis dalam mendukung investasi daerah, menjaga stabilitas ekonomi, serta memperkuat sektor riil, khususnya UMKM.

    Seminar ini diharapkan menjadi momentum percepatan transformasi BPD menjadi institusi keuangan daerah yang lebih modern, adaptif, dan berdampak nyata.

    Ke depan, BPD tidak hanya diposisikan sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

  • Transformasi Berbuah Prestasi, Bank Jakarta Sabet TOP BUMD Awards 2026

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Di tengah lanskap industri perbankan yang bergerak cepat dan kompetisi yang kian terbuka, Bank Jakarta mencatatkan capaian penting. Bank milik daerah tersebut meraih sejumlah penghargaan dalam ajang TOP BUMD Awards 2026 yang digelar oleh Majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan lembaga independen lainnya di Jakarta, 13 April 2026.

    Dalam ajang tersebut, Bank Jakarta berhasil menyabet predikat TOP BUMD Awards 2026 BPD Bintang 5 (Excellent), disertai penghargaan TOP CEO BUMD 2026 yang diberikan kepada Direktur Utama Agus Haryoto Widodo, serta raihan medali Golden. Penghargaan juga diberikan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebagai TOP Pembina BUMD 2026.

    Bagi Agus, penghargaan ini bukan sekadar simbol pencapaian, melainkan cerminan dari kepercayaan publik dan pemangku kepentingan terhadap arah perubahan yang tengah dijalankan Bank Jakarta.

    “Ini menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan berkontribusi dalam pembangunan Kota Jakarta,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

    Ajang TOP BUMD Awards sendiri dikenal sebagai salah satu penghargaan paling ketat dalam menilai kinerja badan usaha milik daerah. Sejak pertama kali digelar pada 2016, proses seleksi dilakukan melalui serangkaian tahapan—mulai dari pengisian kuesioner, deep interview, hingga sidang pleno dewan juri. Penilaian dilakukan secara komprehensif terhadap aspek kinerja bisnis, inovasi, tata kelola, serta kontribusi terhadap ekonomi daerah, dari lebih dari 1.170 BUMD di seluruh Indonesia.

    Di balik capaian tersebut, Bank Jakarta tengah berada dalam fase penting: melanjutkan transformasi di tengah perubahan perilaku nasabah dan disrupsi teknologi. Agus menegaskan bahwa ekspektasi terhadap bank daerah kini semakin tinggi, sehingga perubahan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

    “Industri bergerak sangat cepat. Tanpa transformasi berkelanjutan, kita akan tertinggal,” katanya.

    Nada serupa disampaikan Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi. Menurutnya, penghargaan ini menjadi momentum untuk memperkuat fondasi transformasi menuju institusi keuangan yang lebih inovatif dan adaptif.

    “Ke depan, kami tidak hanya ingin menjadi bank, tetapi juga enabler pertumbuhan Jakarta sebagai kota global,” ujarnya.

    Dengan pijakan tersebut, Bank Jakarta menempatkan transformasi bukan sekadar program jangka pendek, melainkan strategi jangka panjang. Di tengah dinamika industri yang terus berubah, penghargaan ini menjadi penanda bahwa langkah yang diambil berada di jalur yang tepat—sekaligus pengingat bahwa perjalanan masih panjang.

  • Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Mudik Gratis, Perkuat Sinergi BUMD Layani Warga

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Bank Jakarta kembali berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis Lebaran 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan 20 unit bus bagi masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.

    Pelepasan armada mudik gratis dilakukan di kawasan Silang Monas, Jakarta, Senin (17/3), oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Pelaksana Harian Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Harmawan. Turut hadir Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo serta jajaran direksi sejumlah BUMD DKI Jakarta.

    Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan partisipasi dalam program ini merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk mendukung tersedianya transportasi mudik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi warga Jakarta.

    Menurut Agus, sebagai salah satu BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Jakarta terus berupaya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui berbagai program pelayanan publik, termasuk memfasilitasi masyarakat yang ingin merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.

    Bank Jakarta membuka Posko Mudik Bank Jakarta di Rest Area KM 429 Semarang yang beroperasi pada 14–20 Maret 2026. Foto: Bank Jakarta

    “Dukungan ini merupakan wujud komitmen Bank Jakarta untuk menghadirkan kemudahan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dalam memberikan layanan terbaik bagi warga,” ujar Agus.

    Program Mudik Gratis merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Pada tahun 2026, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan sebanyak 709 unit bus untuk mengangkut pemudik, meningkat dari rencana awal sebanyak 667 bus.

    Penambahan armada dilakukan menyusul tingginya antusiasme masyarakat. Jumlah pemudik tercatat mencapai 30.774 orang, meningkat dari estimasi awal sekitar 26.000 penumpang.

    Dalam program tersebut, Bank Jakarta menyediakan 20 bus dengan berbagai tujuan di Pulau Jawa dan Sumatra, antara lain Semarang, Solo, Lampung, Sidoarjo, Kediri, Yogyakarta, Purwokerto, dan Wonogiri. Jumlah ini meningkat dibandingkan dukungan yang diberikan pada program mudik gratis tahun sebelumnya.

    Selain Bank Jakarta, sejumlah BUMD DKI Jakarta lainnya juga turut mendukung program ini, di antaranya PT Transportasi Jakarta, PT MRT Jakarta, PT LRT Jakarta, PAM Jaya, serta PT Pembangunan Jaya Ancol.

    Tidak hanya menyediakan armada mudik, Bank Jakarta juga membuka Posko Mudik Bank Jakarta di Rest Area KM 429 Semarang yang beroperasi pada 14–20 Maret 2026. Posko tersebut disiapkan untuk memberikan fasilitas istirahat bagi pemudik yang melakukan perjalanan menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.

    Di posko tersebut, pemudik dapat memanfaatkan sejumlah fasilitas seperti area istirahat, kursi pijat, akses wifi gratis, hingga fasilitas pengisian daya gawai.

    Selain layanan tersebut, Bank Jakarta juga menghadirkan berbagai program promosi bagi masyarakat, antara lain pemberian souvenir untuk pembukaan rekening baru serta cashback transaksi menggunakan QRIS melalui aplikasi JakOne Mobile.

    Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi mengatakan partisipasi dalam program mudik gratis ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan atas kepercayaan masyarakat terhadap Bank Jakarta.

    “Melalui dukungan pada program Mudik Gratis Lebaran 2026, Bank Jakarta berharap dapat semakin mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus memperkuat kehadiran kami dalam memberikan layanan yang bermanfaat bagi warga,” kata Arie.

    Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta tahun ini melayani berbagai rute tujuan, antara lain Solo (Tirtonadi), Tasikmalaya (Indihiang), Palembang (Alang-Alang Lebar), Madiun (Purboyo), Sragen (Pilangsari), Cilacap, Yogyakarta (Giwangan), Kuningan (Kertawangunan), Bandar Lampung (Rajabasa), Tegal, Kebumen, Jombang (Kepuhsari), Pekalongan, Wonogiri (Giri Adipura), Kediri (Tamanan), Malang (Arjosari), Wonosobo (Mendolo), Purwokerto (Bulupitu), Semarang (Mangkang), dan Sidoarjo (Purabaya).

    Selain angkutan bus penumpang, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan layanan angkutan sepeda motor dengan tujuan Semarang, Kebumen, Solo, Yogyakarta, Wonogiri, dan Sidoarjo.

  • Tumbuh Positif, Ini Rapor Lengkap SMF 2025

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai pilar utama pembiayaan perumahan di Indonesia melalui capaian kinerja yang solid sepanjang tahun 2025. Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan, SMF tidak hanya berhasil menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)

    Di tengah tantangan ekonomi global, SMF berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp565 miliar, tumbuh dari tahun sebelumnya. Hingga akhir 2025, total aset perseroan mencapai Rp66,81 triliun dengan rasio keuangan yang terjaga sehat, termasuk Non-Performing Loan (NPL) net sebesar 0,00%. Kualitas tata kelola perusahaan yang baik juga ditegaskan oleh opini “Wajar Tanpa Pengecualian” dari auditor.

    Aliran Dana ke Sektor Perumahan

    Sebagai liquidity provider, SMF menyalurkan dana sebesar Rp20,88 triliun sepanjang tahun 2025 kepada lembaga penyalur pembiayaan perumahan . Secara akumulatif sejak didirikan, SMF telah mengalirkan dana sebesar Rp141,73 triliun ke pasar pembiayaan primer. Dana ini bersumber dari berbagai instrumen, termasuk penerbitan surat utang yang hingga kini telah dilakukan sebanyak 73 kali dengan total nilai Rp74,87 triliun.

    SMF menjadi ujung tombak dalam menyukseskan program prioritas “3 Juta Rumah” melalui dua inisiatif utama :

    1. KPR FLPP:Menyediakan porsi dana pendamping 25% sehingga suku bunga bagi MBR tetap terjaga di angka 5%. Hingga Desember 2025, program ini telah memfasilitasi 194.612 unit rumah.
    2. Griya Tunas (Mikro):Mendukung renovasi rumah bagi pekerja sektor informal dengan plafon hingga Rp50 juta. Pada tahun 2025, sebanyak 52.142 unit rumah telah terfasilitasi melalui skema ini

     Strategi Menyongsong 2026

    Menatap tahun 2026, SMF mengusung tema “Optimalisasi Peran Strategis SMF dalam Sektor Pembiayaan Perumahan yang Tangguh, Adaptif, dan Berkelanjutan” . Strategi ke depan akan difokuskan pada:

    • Recycling: Penguatan produk eksisting dan penyelarasan dengan program pemerintah.
    • Funding: Eksplorasi pendanaan kreatif dan persiapan offshore funding .
    • Fiscal Tools: Optimalisasi riset melalui SMF Research Institute untuk mendukung kebijakan perumahan nasional.

    Dengan fondasi keuangan yang kuat dan mandat yang jelas, SMF berkomitmen untuk terus menjadi solusi bagi permasalahan backlog kepemilikan dan kelayakan hunian di Indonesia.

  • Bank Jakarta Borong Dua Penghargaan Nasional, Bukti Tata Kelola dan Kinerja Keuangan Solid

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE Bank Jakarta kembali menegaskan komitmennya terhadap tata kelola yang kuat dan kinerja berkelanjutan dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam satu hari. Pengakuan tersebut diperoleh pada ajang Indonesia Enterprise Risk Management 2026 yang diselenggarakan oleh Economic Review serta Indonesia Best CFO Awards 2026 yang digelar oleh Warta Ekonomi pada Jumat (27/02).

    Pada ajang 8th Indonesia Enterprise Risk Management Award (IERMA) 2026, Bank Jakarta meraih predikat The Best Indonesia Enterprises Risk Management Gold Award (B) Excellent (4 Star) untuk kategori Regional Development Company Asset >Rp90 Triliun. Penghargaan ini diberikan atas konsistensi perseroan dalam menerapkan manajemen risiko yang terintegrasi dan disiplin di seluruh lini organisasi.

    Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif manajemen dan seluruh karyawan dalam memperkuat fondasi bisnis.

    “Pertumbuhan yang sehat harus ditopang tata kelola yang kuat serta manajemen risiko yang akuntabel. Budaya sadar risiko menjadi bagian penting agar setiap keputusan strategis tetap berada dalam koridor prinsip kehati-hatian dan regulasi,” ujarnya.

    Proses penilaian IERMA 2026 menggunakan pendekatan secondary data melalui evaluasi dokumen publik perusahaan, seperti annual report, company profile, dan data pendukung lainnya. Dewan juri menitikberatkan penilaian pada kualitas penerapan manajemen risiko, mulai dari identifikasi, pengukuran, mitigasi, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Selain itu, aspek audit internal, independensi fungsi audit, serta efektivitas tindak lanjut rekomendasi juga menjadi bagian penting dalam penilaian.

    Tidak hanya itu, Bank Jakarta juga meraih penghargaan Indonesia Best CFO Awards 2026 yang diberikan kepada Direktur Keuangan & Strategi, Basaria Martha Juliana. Penghargaan ini merupakan apresiasi atas kepemimpinan strategis dalam menjaga kesehatan keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

    Penilaian dilakukan berdasarkan laporan keuangan audited, analisis profitabilitas dan pertumbuhan, efektivitas pengelolaan biaya dan likuiditas, serta kontribusi CFO dalam mendukung transformasi dan digitalisasi keuangan perusahaan.

    Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa penguatan manajemen risiko dan kepemimpinan keuangan yang akuntabel menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik.

    “Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan transparansi dan kualitas komunikasi kepada pemangku kepentingan. Bank Jakarta akan terus memperkuat inovasi, kolaborasi, dan disiplin tata kelola guna memastikan pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Arie.

    Melalui capaian ini, Bank Jakarta semakin optimistis melanjutkan agenda transformasi secara konsisten, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menghadirkan layanan perbankan yang profesional, inklusif, dan berdaya saing di tengah dinamika industri yang terus berkembang.

  • KPR dalam Satu Sentuhan

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINEDi layar ponselnya yang retak di sudut kiri, Raka (29) menelusuri pilihan rumah sambil menunggu pesanan ojek daring berikutnya. Ia bukan pegawai kantoran dengan slip gaji rapi, melainkan pekerja lepas dengan penghasilan yang fluktuatif. Namun pagi itu, di sebuah warung kopi kecil di bilangan Jakarta Timur, ia tengah membandingkan simulasi cicilan, mengunggah dokumen, dan menjadwalkan survei—semuanya dari satu aplikasi.

    Nama aplikasinya: Bale by BTN.

    Bagi Raka, proses membeli rumah yang dulu identik dengan berkas tebal dan antrean panjang, kini terasa lebih ringkas. “Saya pikir KPR itu ribet. Ternyata bisa mulai dari HP,” katanya.

    Di balik perubahan pengalaman itu, ada transformasi besar yang sedang dijalankan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Bank yang sejak lama dikenal sebagai spesialis pembiayaan perumahan ini tengah memaknai ulang pelayanannya kepada negeri—bukan hanya lewat penyaluran kredit, tetapi melalui inovasi produk yang menjawab kebutuhan hunian modern, nyaman, dan tetap terjangkau.

    Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menyebut inovasi bukan sekadar strategi bisnis, melainkan mandat sejarah.

    “BTN lahir untuk mendukung pembiayaan perumahan nasional. Tapi masyarakat berubah, gaya hidup berubah, ekspektasi berubah. Kalau kami tidak bertransformasi, kami akan tertinggal dari kebutuhan zaman,” ujarnya, disela-sela penutupan BTN Expo 2026 di Jakarta, akhir Januari 2026.

    Modern Mortgage Bank

    Di bawah kepemimpinannya, BTN memperkenalkan pendekatan sebagai modern mortgage bank. Artinya, layanan pembiayaan rumah tidak lagi berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dalam satu ekosistem digital dan produk yang menyeluruh: dari pencarian rumah, pengajuan kredit, pencairan, hingga pengelolaan cicilan.

    Direktur Consumer BTN, Hirwandi Gafar

    Inovasi itu tampak dalam beragam produk—mulai dari KPR Subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), KPR Non-Subsidi untuk kelas menengah, KPR Gaess untuk generasi muda, hingga layanan digital Bale by BTN sebagai pintu masuk ekosistem.

    “Rumah hari ini bukan hanya tempat berteduh, tapi ruang hidup. Kami ingin memastikan akses terhadap hunian yang nyaman dan modern bisa dijangkau lebih luas,” kata Nixon.

    Jika dulu proses KPR identik dengan meja layanan dan map cokelat, kini BTN memindahkannya ke genggaman. Bale by BTN menjadi etalase digital yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan perumahan.

    Melalui aplikasi ini, calon pembeli bisa mencari properti dari berbagai pengembang, menghitung simulasi kredit, mengajukan KPR, hingga memantau proses persetujuan secara real time. Semuanya terhubung dengan sistem internal bank.

    Direktur Consumer BTN, Hirwandi Gafar, menjelaskan bahwa Bale by BTN lahir dari kebutuhan akan transparansi dan efisiensi.

    “Kami melihat generasi sekarang ingin proses yang cepat dan jelas. Mereka ingin tahu posisi berkasnya sudah sampai mana. Dengan Bale, proses menjadi lebih terbuka dan terukur,” ujarnya.

    Tak hanya itu, Bale juga menjadi jembatan antara pengembang dan konsumen. Informasi proyek, ketersediaan unit, hingga promo dapat diakses dalam satu platform. Bagi BTN, digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi instrumen untuk memperluas inklusi.

    “Semakin sederhana prosesnya, semakin banyak masyarakat yang berani memulai,” kata Hirwandi.

    Thomas Wahyudi, SEVP Digital Business BTN

    Sejak diluncurkan pada 9 Februari 2025, Bale by BTN, jelas Thomas Wahyudi, SEVP Digital Business BTN, mencatatkan pertumbuhan pengguna yang signifikan dengan total 3,7 juta akun.

    Perkembangan ini mendorong lonjakan volume transaksi sebesar 79,2 persen secara tahunan menjadi 2,2 miliar transaksi hingga 31 Desember 2025. Nilai transaksi Bale by BTN juga meningkat pesat dan menembus Rp103,6 triliun sepanjang 2025.

    Kontribusi Bale by BTN terhadap dana pihak ketiga juga menunjukkan tren positif. Saldo pengguna mencapai Rp22,8 triliun pada akhir 2025 atau tumbuh 15,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Capaian tersebut lanjut Thomas mencerminkan peningkatan kepercayaan nasabah terhadap layanan digital BTN yang terus diperkuat.

    “Performance digital BTN menunjukkan pertumbuhan positif dengan peningkatan user aktif Bale by BTN. Hal ini karena BTN telah bertransformasi sedemikian rupa, sehingga transaksi digitalnya mengalami quantum leap (lompatan yang signifikan). Masyarakat mencari layanan yang dapat mengoptimalkan seluruh kebutuhan perbankannya. Oleh sebab itu, semakin nasabah merasa nyaman bertransaksi melalui platform digital, maka akan semakin tinggi transaksi dan jumlah simpanan saldo di rekening tabungan ,” ucap Thomas.

    Selain penguatan layanan digital, BTN juga mempercepat transformasi jaringan fisik melalui pengembangan BTN Digital Store. Konsep ini telah hadir di berbagai kota besar seperti Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Semarang.

    Hingga kini, sebanyak 24 BTN Digital Store telah beroperasi di seluruh Indonesia. Kantor cabang digital ini menggantikan layanan konvensional dengan sistem berbasis teknologi digital dan kecerdasan buatan.

    Melalui konsep tersebut, nasabah dapat membuka rekening hanya dalam waktu 3 hingga 5 menit. Proses dilakukan dengan pemindaian KTP yang terintegrasi langsung dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

    Produk untuk Segala Segmen

    Transformasi BTN tak berhenti di aplikasi. Inovasi juga hadir dalam desain produk pembiayaan.

    Untuk MBR, KPR Subsidi tetap menjadi tulang punggung—dengan bunga tetap dan cicilan ringan yang terjangkau. Sementara bagi kelas menengah yang menginginkan fleksibilitas, BTN menghadirkan skema bunga berjenjang dan tenor panjang.

    Ada pula pembiayaan renovasi rumah, top-up KPR, hingga pembiayaan properti hijau yang mulai diperkenalkan seiring meningkatnya kesadaran lingkungan.

    Menurut Nixon, inovasi produk harus berangkat dari realitas sosial.

    “Kami sadar tidak semua nasabah punya pola penghasilan yang sama. Ada pekerja formal, ada sektor informal, ada wirausaha. Produk kami harus adaptif terhadap profil mereka,” ujarnya.

    Pendekatan berbasis arus kas—bukan semata slip gaji—menjadi salah satu terobosan penting dalam menjangkau sektor informal. Ini membuka pintu bagi kelompok yang sebelumnya sulit mengakses pembiayaan formal.

    Perspektif Pengembang

    Preadi Ekarto, CEO dan Owner ISPI Group, pengembang perumahan sekaligus nasabah BTN menilai langkah BTN sebagai respons strategis terhadap perubahan lanskap industri.

    “Di tengah kompetisi perbankan dan fintech, diferensiasi menjadi penting. BTN punya kekuatan historis di sektor perumahan. Ketika itu dipadukan dengan digitalisasi seperti Bale by BTN, posisi mereka semakin solid,” ujarnya.

    Menurutnya, inovasi BTN bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga dampak sosial. Sektor perumahan memiliki multiplier effect besar terhadap ekonomi—menggerakkan ratusan subsektor, dari bahan bangunan hingga UMKM lokal.

    “Setiap KPR yang disalurkan bukan sekadar transaksi kredit. Ia menciptakan aktivitas ekonomi baru,” katanya, disela-sela acara pameran perumahan dibilangan Sudirman, Jakarta, 28/1/26.

    Dari Aplikasi ke Atap Rumah

    Bagi Raka, inovasi itu terasa nyata ketika notifikasi persetujuan KPR muncul di layar ponselnya. Proses yang ia mulai dari Bale by BTN kini berujung pada akad kredit di kantor cabang.

    Beberapa bulan kemudian, ia menerima kunci rumah pertamanya—sebuah unit mungil di pinggiran kota yang ia beli dengan skema KPR terjangkau.

    “Dulu cuma lihat-lihat. Sekarang sudah punya,” ujarnya sambil tersenyum.

    Hunian itu sederhana, tapi cukup nyaman: dua kamar, ruang tamu kecil, dan sisa lahan untuk taman. Bagi Raka, rumah itu adalah simbol stabilitas—ruang untuk tumbuh, bekerja, dan bermimpi.

    Bagi BTN, inovasi produk bukan sekadar strategi korporasi. Ia adalah bagian dari mandat pelayanan kepada negeri.

    Nixon menegaskan bahwa tantangan backlog perumahan masih besar. Namun dengan inovasi yang tepat, akses dapat diperluas.

    “Kami ingin setiap orang punya kesempatan yang sama untuk memiliki rumah. Itulah bentuk pelayanan kami kepada bangsa,” katanya.

    Di tengah dinamika ekonomi dan perubahan perilaku masyarakat, BTN memilih beradaptasi. Dari bank konvensional menjadi modern mortgage bank. Dari layanan manual menjadi digital. Dari sekadar kreditur menjadi penghubung ekosistem perumahan.

    Dan di setiap rumah yang berdiri, terselip satu benang merah: inovasi yang berangkat dari kebutuhan rakyat. Di situlah pelayanan menemukan maknanya. Bukan dalam slogan, melainkan dalam atap yang menaungi, dinding yang melindungi, dan pintu yang akhirnya bisa disebut milik sendiri.

     

     

     

  • BCA Optimistis KPR Tumbuh Hingga 7% pada 2026, Andalkan Digital dan Bunga Berjenjang

    TANGERANG, KORIDOR.ONLINE – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) optimistis penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sepanjang 2026 masih bertumbuh di kisaran 6%–7%. Keyakinan tersebut didorong kombinasi strategi digital, program suku bunga kompetitif, serta dukungan insentif pemerintah terhadap sektor properti.

    SVP Consumer Credit Division BCA, Melani Megawati, mengatakan perseroan menempatkan peningkatan kualitas layanan sebagai kunci untuk memperluas pembiayaan rumah tahun ini.

    Berbicara dalam siniar mini studio di ICE BSD, ia menjelaskan BCA menghadirkan platform rumahsaya.bca.co.id sebagai layanan satu pintu bagi calon pembeli rumah. Melalui situs tersebut, nasabah dapat menelusuri berbagai pilihan properti dari mitra developer dan agen, melakukan simulasi kredit, hingga langsung mengajukan KPR secara daring.

    Selain proses pengajuan, pengelolaan pinjaman juga dibuat lebih praktis. Nasabah kini bisa memantau sisa angsuran melalui aplikasi myBCA, sementara layanan purna jual tersedia lewat haloBCA untuk konsultasi bunga maupun informasi KPR lainnya.

    Dari sisi produk, BCA mengandalkan skema bunga fixed berjenjang yang memberi fleksibilitas pembayaran. Skema ini memungkinkan suku bunga rendah pada tahun awal, kemudian menyesuaikan secara bertahap mengikuti potensi kenaikan pendapatan nasabah.

    “Program ini cukup diminati generasi muda karena cicilan awal lebih ringan dan dapat disesuaikan dengan perkembangan penghasilan mereka,” ujar Melani.

    Untuk memperkuat daya tarik, BCA juga menghadirkan promo khusus melalui BCA Expoversary 2026 berupa bunga KPR 1,69% fixed satu tahun, diskon provisi 50%, serta potongan asuransi jiwa 5% hingga 31 Maret 2026.

    Optimisme pertumbuhan KPR juga ditopang kebijakan pemerintah, terutama perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) bagi pembelian rumah baru dengan harga tertentu.

    Menurut Melani, stimulus tersebut berpotensi menjaga permintaan properti tetap kuat sepanjang tahun. “Kami melihat perpanjangan PPN DTP dapat mendorong transaksi properti dan berdampak positif pada penyaluran KPR BCA,” ujarnya.

  • Bank Jakarta Gandeng Pelita Jaya Hadapi IBL 2026, Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE  Bank Jakarta resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Tim Bola Basket Pelita Jaya Jakarta untuk menghadapi kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Sinergi ini menjadi bagian dari komitmen Bank Jakarta dalam mendukung kemajuan olahraga nasional sekaligus memperluas literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda, khususnya dalam ekosistem basket.

    Pengumuman kerja sama dilakukan secara simbolis di Jakarta, Rabu (11/02), dan dihadiri Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pemuda dan Olahraga Dicky Budi Ramadhan, Commissioner Pelita Jaya Aninditha Anestya Bakrie, President Pelita Jaya Andiko Ardi Purnomo, serta Direktur Kepatuhan Bank Jakarta Ateng Rivai.

    Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pemuda dan Olahraga, Dicky Budi Ramadhan, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga di ibu kota.

    “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa Bank Jakarta hadir di setiap elemen pembangunan kota, termasuk olahraga. Gubernur DKI Jakarta memiliki perhatian besar terhadap sektor olahraga karena mampu menyatukan warga, membangun semangat kebersamaan, serta memperkuat identitas Jakarta sebagai kota yang maju dan kompetitif,” ujar Dicky.

    Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai, menegaskan bahwa dukungan kepada Pelita Jaya merupakan kelanjutan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem olahraga Jakarta, setelah sebelumnya berkolaborasi dengan klub sepak bola Persija.

    “Bank Jakarta ingin hadir lebih dekat dengan komunitas olahraga yang memiliki loyalitas dan kebanggaan tinggi terhadap klubnya. Melalui kerja sama ini, kami memperkuat peran sebagai mitra strategis dalam pengembangan olahraga, pembinaan generasi muda, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan di lingkungan komunitas basket,” jelas Ateng.

    Sementara itu, President Pelita Jaya, Andiko Ardi Purnomo, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia optimistis sinergi bersama Bank Jakarta akan semakin memperkuat performa tim sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.

    “Kami berterima kasih atas komitmen Bank Jakarta. Dukungan ini menjadi energi tambahan bagi Pelita Jaya untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi Jakarta,” ungkap Andiko.

    Ruang Lingkup Sponsorship dan Aktivasi Digital

    Kerja sama ini mencakup sponsorship dengan eksposur merek Bank Jakarta pada atribut resmi tim, materi promosi, serta aktivasi branding dalam setiap pertandingan kandang Pelita Jaya sepanjang musim IBL 2026. Kolaborasi juga meliputi produksi konten digital bersama, program engagement komunitas, hingga potensi penguatan ekosistem bisnis klub.

    Selain itu, dukungan ini membuka peluang penyediaan layanan perbankan untuk mendukung operasional tim dan pengembangan program pembinaan atlet muda secara berkelanjutan.

    Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi transformasi dan penguatan merek Bank Jakarta.

    “Momentum IBL 2026 menjadi platform strategis untuk memperkenalkan inovasi layanan dan program Bank Jakarta kepada generasi muda yang aktif, dinamis, dan adaptif terhadap perkembangan digital,” ujarnya.

    Melalui kolaborasi dengan Pelita Jaya, Bank Jakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung prestasi olahraga sekaligus memperluas inklusi keuangan di tengah masyarakat urban. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah berkelanjutan, memperkuat ekosistem basket nasional, serta meneguhkan posisi Jakarta sebagai kota global yang aktif dan kompetitif.

  • KPR BTN Tumbuh Solid di 2025, Pangsa Pasar Pembiayaan Perumahan Capai 39 Persen

    JAKARTA, KORIDOR.ONLINE  – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menegaskan dominasinya di pembiayaan perumahan nasional dengan mencatatkan pertumbuhan solid kredit pemilikan rumah (KPR) sepanjang 2025. Memasuki usia ke-76 tahun, BTN membukukan total aset konsolidasian sebesar Rp527,8 triliun pada 2025, tumbuh 12,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kinerja tersebut ditopang oleh ekspansi kredit perumahan yang tetap terjaga di tengah tekanan makroekonomi dan dinamika pasar properti.

    Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, selama 76 tahun BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 5,8 juta unit rumah di seluruh Indonesia, termasuk bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sektor informal. Hingga akhir 2025, BTN menguasai pangsa pasar KPR nasional sekitar 39 persen, dengan kontribusi signifikan dari wilayah perkotaan seperti Jakarta dan sekitarnya.

    “Pertumbuhan KPR tetap menjadi tulang punggung bisnis BTN. Di kawasan metropolitan, permintaan hunian masih kuat, baik untuk segmen subsidi maupun non-subsidi, dan ini menjadi pendorong utama kinerja kredit kami,” ujar Nixon di Jakarta, Senin (9/2).

    Seiring peran strategis tersebut, BTN berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun pada 2025, tumbuh 16,4 persen yoy dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba ini mencerminkan keberhasilan BTN menjaga keseimbangan antara ekspansi KPR dan penguatan profitabilitas.

    Dari sisi penyaluran kredit, BTN mencatat pertumbuhan kredit dan pembiayaan konsolidasian sebesar 11,9 persen yoy menjadi Rp400,6 triliun. Mayoritas kredit tersebut disalurkan ke sektor perumahan yang mencapai Rp328,4 triliun hingga Desember 2025, tumbuh 7,5 persen yoy.

    Pada segmen KPR, BTN mencatatkan pertumbuhan KPR Subsidi sebesar 10 persen yoy menjadi Rp191,2 triliun, sejalan dengan tingginya kebutuhan rumah layak dan terjangkau di kawasan urban. Sementara itu, KPR Non-Subsidi tumbuh 6,7 persen yoy menjadi Rp113,0 triliun, didorong permintaan hunian kelas menengah di kota-kota besar, termasuk Jakarta.

    Ekspansi KPR BTN pada 2025 juga diperkuat oleh keterlibatan perseroan dalam program Kredit Program Perumahan (KPP) yang diluncurkan pemerintah pada Oktober 2025. BTN tercatat sebagai bank penyalur terbesar KPP dengan total pembiayaan mencapai Rp2,6 triliun hingga akhir tahun, atau hampir separuh dari total penyaluran nasional.

    “KPP menjadi sumber pertumbuhan baru, terutama bagi masyarakat urban dan wirausaha yang membutuhkan rumah sekaligus tempat usaha, dengan profil margin yang lebih baik,” jelas Nixon.

    Di sisi pendanaan, pertumbuhan KPR yang berkelanjutan turut diimbangi oleh penguatan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 14,6 persen yoy menjadi Rp437,4 triliun. Akselerasi transaksi digital melalui superapp Bale by BTN berperan penting dalam mendorong dana murah, khususnya dari nasabah KPR di perkotaan.

    Kualitas kredit juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross membaik menjadi 3,1 persen, serta penguatan permodalan dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 20,9 persen per akhir 2025.

    “Dengan fundamental yang kuat, BTN optimistis pertumbuhan KPR, khususnya di pasar perkotaan seperti Jakarta, akan tetap terjaga seiring meningkatnya kebutuhan hunian dan dukungan kebijakan pemerintah,” tegas Nixon.

    Ke depan, BTN akan terus memperkuat transformasi digital dan strategi Beyond Mortgage untuk memperluas ekosistem pembiayaan perumahan, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai bank utama penopang kepemilikan rumah di Indonesia.

  • BCA Tawarkan KPR Bunga Fix Berjenjang, Solusi Gen Z Miliki Rumah

    TANGERANG, KORIDOR.ONLINE – Kepemilikan rumah masih menjadi tantangan besar bagi generasi muda, khususnya Generasi Z, di tengah kenaikan harga properti dan keterbatasan daya beli di awal masa kerja. Menjawab kondisi tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan solusi pembiayaan melalui produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema bunga fix berjenjang.

    Direktur BCA, Haryanto T. Budiman, mengungkapkan bahwa skema bunga berjenjang dirancang agar cicilan di awal masa kredit lebih ringan dan menyesuaikan dengan kemampuan finansial Gen Z yang umumnya masih berada pada tahap awal karier atau baru merintis usaha.

    “Kami sudah menemukan skema yang optimal agar Gen Z bisa memiliki rumah lebih cepat. Dengan bunga yang rendah di awal, cicilan menjadi lebih terjangkau dan tidak memberatkan,” ujar Haryanto saat ditemui usai pembukaan BCA Expoversary 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (5/2).

    Menurutnya, program KPR bunga fix berjenjang memberikan ruang bagi generasi muda untuk mulai berinvestasi di sektor properti sejak dini. Ia menilai rumah tetap menjadi instrumen investasi paling aman dan bernilai jangka panjang, terlebih jika didukung dengan pembiayaan yang kompetitif.

    “Ini kesempatan yang luar biasa bagi Gen Z. Rumah adalah investasi terbaik, apalagi jika dibiayai dengan bunga yang sangat kompetitif dari BCA,” tambahnya.

    Haryanto juga menegaskan bahwa Gen Z kini menjadi salah satu segmen utama yang disasar BCA. Hal ini sejalan dengan profil nasabah dan karyawan BCA yang mayoritas berada di bawah usia 30 tahun.

    “Mayoritas karyawan kami Gen Z, nasabah kami juga sama. Karena itu kami harus berbicara dengan bahasa yang sama, dan properti tetap relevan sebagai pilihan investasi,” ujarnya.

    Senada dengan itu, Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyampaikan bahwa KPR fix berjenjang memang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan generasi muda. Produk ini ditawarkan dengan tenor mulai dari 10 tahun, dengan bunga rendah di awal yang secara bertahap menyesuaikan.

    “Di awal karier, pendapatan Gen Z memang belum terlalu besar. Tapi seiring waktu, kenaikan jabatan dan perkembangan usaha akan meningkatkan penghasilan. Skema ini mengikuti pola tersebut,” jelas Hendra.

    Ia menambahkan, produk KPR fix berjenjang menjadi salah satu produk pembiayaan yang paling diminati generasi muda karena memberikan fleksibilitas dan kepastian dalam perencanaan keuangan jangka panjang.

    Lebih lanjut, Hendra menegaskan komitmen BCA untuk terus mendukung kebutuhan finansial masyarakat, mulai dari kepemilikan rumah, kendaraan, hingga kebutuhan gaya hidup lainnya, dengan tetap menawarkan suku bunga yang kompetitif.

    “Dengan rate yang kompetitif, kami berharap dapat membantu masyarakat dan nasabah BCA memenuhi berbagai kebutuhan tanpa membebani keuangan mereka,” katanya.

    Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BCA saat ini juga menggelar BCA Expoversary 2026 yang berlangsung pada 5–8 Februari 2026. Dalam ajang ini, BCA menawarkan promo spesial KPR dengan bunga 1,69% fixed 1 tahun, diskon provisi hingga 50%, serta diskon asuransi jiwa sebesar 5%.

Back to top button