JAKARTA, KORIDOR.ONLINE –PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai pilar utama pembiayaan perumahan di Indonesia melalui capaian kinerja yang solid sepanjang tahun 2025. Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan, SMF tidak hanya berhasil menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
Di tengah tantangan ekonomi global, SMF berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp565 miliar, tumbuh dari tahun sebelumnya. Hingga akhir 2025, total aset perseroan mencapai Rp66,81 triliun dengan rasio keuangan yang terjaga sehat, termasuk Non-Performing Loan (NPL) net sebesar 0,00%. Kualitas tata kelola perusahaan yang baik juga ditegaskan oleh opini “Wajar Tanpa Pengecualian” dari auditor.
Aliran Dana ke Sektor Perumahan
Sebagai liquidity provider, SMF menyalurkan dana sebesar Rp20,88 triliun sepanjang tahun 2025 kepada lembaga penyalur pembiayaan perumahan . Secara akumulatif sejak didirikan, SMF telah mengalirkan dana sebesar Rp141,73 triliun ke pasar pembiayaan primer. Dana ini bersumber dari berbagai instrumen, termasuk penerbitan surat utang yang hingga kini telah dilakukan sebanyak 73 kali dengan total nilai Rp74,87 triliun.
SMF menjadi ujung tombak dalam menyukseskan program prioritas “3 Juta Rumah” melalui dua inisiatif utama :
KPR FLPP:Menyediakan porsi dana pendamping 25% sehingga suku bunga bagi MBR tetap terjaga di angka 5%. Hingga Desember 2025, program ini telah memfasilitasi 194.612 unit rumah.
Griya Tunas (Mikro):Mendukung renovasi rumah bagi pekerja sektor informal dengan plafon hingga Rp50 juta. Pada tahun 2025, sebanyak 52.142 unit rumah telah terfasilitasi melalui skema ini
Strategi Menyongsong 2026
Menatap tahun 2026, SMF mengusung tema “Optimalisasi Peran Strategis SMF dalam Sektor Pembiayaan Perumahan yang Tangguh, Adaptif, dan Berkelanjutan” . Strategi ke depan akan difokuskan pada:
Recycling: Penguatan produk eksisting dan penyelarasan dengan program pemerintah.
Funding: Eksplorasi pendanaan kreatif dan persiapan offshore funding .
Fiscal Tools: Optimalisasi riset melalui SMF Research Institute untuk mendukung kebijakan perumahan nasional.
Dengan fondasi keuangan yang kuat dan mandat yang jelas, SMF berkomitmen untuk terus menjadi solusi bagi permasalahan backlog kepemilikan dan kelayakan hunian di Indonesia.
JAKARTA, KORIDOR.ONLINE —Bank Jakarta kembali menegaskan komitmennya terhadap tata kelola yang kuat dan kinerja berkelanjutan dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam satu hari. Pengakuan tersebut diperoleh pada ajang Indonesia Enterprise Risk Management 2026 yang diselenggarakan oleh Economic Review serta Indonesia Best CFO Awards 2026 yang digelar oleh Warta Ekonomipada Jumat (27/02).
Pada ajang 8th Indonesia Enterprise Risk Management Award (IERMA) 2026, Bank Jakarta meraih predikat The Best Indonesia Enterprises Risk Management Gold Award (B) Excellent (4 Star) untuk kategori Regional Development Company Asset >Rp90 Triliun. Penghargaan ini diberikan atas konsistensi perseroan dalam menerapkan manajemen risiko yang terintegrasi dan disiplin di seluruh lini organisasi.
Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif manajemen dan seluruh karyawan dalam memperkuat fondasi bisnis.
“Pertumbuhan yang sehat harus ditopang tata kelola yang kuat serta manajemen risiko yang akuntabel. Budaya sadar risiko menjadi bagian penting agar setiap keputusan strategis tetap berada dalam koridor prinsip kehati-hatian dan regulasi,” ujarnya.
Proses penilaian IERMA 2026 menggunakan pendekatan secondary data melalui evaluasi dokumen publik perusahaan, seperti annual report, company profile, dan data pendukung lainnya. Dewan juri menitikberatkan penilaian pada kualitas penerapan manajemen risiko, mulai dari identifikasi, pengukuran, mitigasi, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Selain itu, aspek audit internal, independensi fungsi audit, serta efektivitas tindak lanjut rekomendasi juga menjadi bagian penting dalam penilaian.
Tidak hanya itu, Bank Jakarta juga meraih penghargaan Indonesia Best CFO Awards 2026 yang diberikan kepada Direktur Keuangan & Strategi, Basaria Martha Juliana. Penghargaan ini merupakan apresiasi atas kepemimpinan strategis dalam menjaga kesehatan keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Penilaian dilakukan berdasarkan laporan keuangan audited, analisis profitabilitas dan pertumbuhan, efektivitas pengelolaan biaya dan likuiditas, serta kontribusi CFO dalam mendukung transformasi dan digitalisasi keuangan perusahaan.
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa penguatan manajemen risiko dan kepemimpinan keuangan yang akuntabel menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik.
“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan transparansi dan kualitas komunikasi kepada pemangku kepentingan. Bank Jakarta akan terus memperkuat inovasi, kolaborasi, dan disiplin tata kelola guna memastikan pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Arie.
Melalui capaian ini, Bank Jakarta semakin optimistis melanjutkan agenda transformasi secara konsisten, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menghadirkan layanan perbankan yang profesional, inklusif, dan berdaya saing di tengah dinamika industri yang terus berkembang.
JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Di layar ponselnya yang retak di sudut kiri, Raka (29) menelusuri pilihan rumah sambil menunggu pesanan ojek daring berikutnya. Ia bukan pegawai kantoran dengan slip gaji rapi, melainkan pekerja lepas dengan penghasilan yang fluktuatif. Namun pagi itu, di sebuah warung kopi kecil di bilangan Jakarta Timur, ia tengah membandingkan simulasi cicilan, mengunggah dokumen, dan menjadwalkan survei—semuanya dari satu aplikasi.
Bagi Raka, proses membeli rumah yang dulu identik dengan berkas tebal dan antrean panjang, kini terasa lebih ringkas. “Saya pikir KPR itu ribet. Ternyata bisa mulai dari HP,” katanya.
Di balik perubahan pengalaman itu, ada transformasi besar yang sedang dijalankan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Bank yang sejak lama dikenal sebagai spesialis pembiayaan perumahan ini tengah memaknai ulang pelayanannya kepada negeri—bukan hanya lewat penyaluran kredit, tetapi melalui inovasi produk yang menjawab kebutuhan hunian modern, nyaman, dan tetap terjangkau.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menyebut inovasi bukan sekadar strategi bisnis, melainkan mandat sejarah.
“BTN lahir untuk mendukung pembiayaan perumahan nasional. Tapi masyarakat berubah, gaya hidup berubah, ekspektasi berubah. Kalau kami tidak bertransformasi, kami akan tertinggal dari kebutuhan zaman,” ujarnya, disela-sela penutupan BTN Expo 2026 di Jakarta, akhir Januari 2026.
Modern Mortgage Bank
Di bawah kepemimpinannya, BTN memperkenalkan pendekatan sebagai modern mortgage bank. Artinya, layanan pembiayaan rumah tidak lagi berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dalam satu ekosistem digital dan produk yang menyeluruh: dari pencarian rumah, pengajuan kredit, pencairan, hingga pengelolaan cicilan.
Direktur Consumer BTN, Hirwandi Gafar
Inovasi itu tampak dalam beragam produk—mulai dari KPR Subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), KPR Non-Subsidi untuk kelas menengah, KPR Gaess untuk generasi muda, hingga layanan digital Bale by BTN sebagai pintu masuk ekosistem.
“Rumah hari ini bukan hanya tempat berteduh, tapi ruang hidup. Kami ingin memastikan akses terhadap hunian yang nyaman dan modern bisa dijangkau lebih luas,” kata Nixon.
Jika dulu proses KPR identik dengan meja layanan dan map cokelat, kini BTN memindahkannya ke genggaman. Bale by BTN menjadi etalase digital yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan perumahan.
Melalui aplikasi ini, calon pembeli bisa mencari properti dari berbagai pengembang, menghitung simulasi kredit, mengajukan KPR, hingga memantau proses persetujuan secara real time. Semuanya terhubung dengan sistem internal bank.
Direktur Consumer BTN, Hirwandi Gafar, menjelaskan bahwa Bale by BTN lahir dari kebutuhan akan transparansi dan efisiensi.
“Kami melihat generasi sekarang ingin proses yang cepat dan jelas. Mereka ingin tahu posisi berkasnya sudah sampai mana. Dengan Bale, proses menjadi lebih terbuka dan terukur,” ujarnya.
Tak hanya itu, Bale juga menjadi jembatan antara pengembang dan konsumen. Informasi proyek, ketersediaan unit, hingga promo dapat diakses dalam satu platform. Bagi BTN, digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi instrumen untuk memperluas inklusi.
“Semakin sederhana prosesnya, semakin banyak masyarakat yang berani memulai,” kata Hirwandi.
Thomas Wahyudi, SEVP Digital Business BTN
Sejak diluncurkan pada 9 Februari 2025, Bale by BTN, jelas Thomas Wahyudi, SEVP Digital Business BTN, mencatatkan pertumbuhan pengguna yang signifikan dengan total 3,7 juta akun.
Perkembangan ini mendorong lonjakan volume transaksi sebesar 79,2 persen secara tahunan menjadi 2,2 miliar transaksi hingga 31 Desember 2025. Nilai transaksi Bale by BTN juga meningkat pesat dan menembus Rp103,6 triliun sepanjang 2025.
Kontribusi Bale by BTN terhadap dana pihak ketiga juga menunjukkan tren positif. Saldo pengguna mencapai Rp22,8 triliun pada akhir 2025 atau tumbuh 15,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut lanjut Thomas mencerminkan peningkatan kepercayaan nasabah terhadap layanan digital BTN yang terus diperkuat.
“Performance digital BTN menunjukkan pertumbuhan positif dengan peningkatan user aktif Bale by BTN. Hal ini karena BTN telah bertransformasi sedemikian rupa, sehingga transaksi digitalnya mengalami quantum leap (lompatan yang signifikan). Masyarakat mencari layanan yang dapat mengoptimalkan seluruh kebutuhan perbankannya. Oleh sebab itu, semakin nasabah merasa nyaman bertransaksi melalui platform digital, maka akan semakin tinggi transaksi dan jumlah simpanan saldo di rekening tabungan ,” ucap Thomas.
Selain penguatan layanan digital, BTN juga mempercepat transformasi jaringan fisik melalui pengembangan BTN Digital Store. Konsep ini telah hadir di berbagai kota besar seperti Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Semarang.
Hingga kini, sebanyak 24 BTN Digital Store telah beroperasi di seluruh Indonesia. Kantor cabang digital ini menggantikan layanan konvensional dengan sistem berbasis teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Melalui konsep tersebut, nasabah dapat membuka rekening hanya dalam waktu 3 hingga 5 menit. Proses dilakukan dengan pemindaian KTP yang terintegrasi langsung dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Produk untuk Segala Segmen
Transformasi BTN tak berhenti di aplikasi. Inovasi juga hadir dalam desain produk pembiayaan.
Untuk MBR, KPR Subsidi tetap menjadi tulang punggung—dengan bunga tetap dan cicilan ringan yang terjangkau. Sementara bagi kelas menengah yang menginginkan fleksibilitas, BTN menghadirkan skema bunga berjenjang dan tenor panjang.
Ada pula pembiayaan renovasi rumah, top-up KPR, hingga pembiayaan properti hijau yang mulai diperkenalkan seiring meningkatnya kesadaran lingkungan.
Menurut Nixon, inovasi produk harus berangkat dari realitas sosial.
“Kami sadar tidak semua nasabah punya pola penghasilan yang sama. Ada pekerja formal, ada sektor informal, ada wirausaha. Produk kami harus adaptif terhadap profil mereka,” ujarnya.
Pendekatan berbasis arus kas—bukan semata slip gaji—menjadi salah satu terobosan penting dalam menjangkau sektor informal. Ini membuka pintu bagi kelompok yang sebelumnya sulit mengakses pembiayaan formal.
Perspektif Pengembang
Preadi Ekarto, CEO dan Owner ISPI Group, pengembang perumahan sekaligus nasabah BTN menilai langkah BTN sebagai respons strategis terhadap perubahan lanskap industri.
“Di tengah kompetisi perbankan dan fintech, diferensiasi menjadi penting. BTN punya kekuatan historis di sektor perumahan. Ketika itu dipadukan dengan digitalisasi seperti Bale by BTN, posisi mereka semakin solid,” ujarnya.
Menurutnya, inovasi BTN bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga dampak sosial. Sektor perumahan memiliki multiplier effect besar terhadap ekonomi—menggerakkan ratusan subsektor, dari bahan bangunan hingga UMKM lokal.
“Setiap KPR yang disalurkan bukan sekadar transaksi kredit. Ia menciptakan aktivitas ekonomi baru,” katanya, disela-sela acara pameran perumahan dibilangan Sudirman, Jakarta, 28/1/26.
Dari Aplikasi ke Atap Rumah
Bagi Raka, inovasi itu terasa nyata ketika notifikasi persetujuan KPR muncul di layar ponselnya. Proses yang ia mulai dari Bale by BTN kini berujung pada akad kredit di kantor cabang.
Beberapa bulan kemudian, ia menerima kunci rumah pertamanya—sebuah unit mungil di pinggiran kota yang ia beli dengan skema KPR terjangkau.
“Dulu cuma lihat-lihat. Sekarang sudah punya,” ujarnya sambil tersenyum.
Hunian itu sederhana, tapi cukup nyaman: dua kamar, ruang tamu kecil, dan sisa lahan untuk taman. Bagi Raka, rumah itu adalah simbol stabilitas—ruang untuk tumbuh, bekerja, dan bermimpi.
Bagi BTN, inovasi produk bukan sekadar strategi korporasi. Ia adalah bagian dari mandat pelayanan kepada negeri.
Nixon menegaskan bahwa tantangan backlog perumahan masih besar. Namun dengan inovasi yang tepat, akses dapat diperluas.
“Kami ingin setiap orang punya kesempatan yang sama untuk memiliki rumah. Itulah bentuk pelayanan kami kepada bangsa,” katanya.
Di tengah dinamika ekonomi dan perubahan perilaku masyarakat, BTN memilih beradaptasi. Dari bank konvensional menjadi modern mortgage bank. Dari layanan manual menjadi digital. Dari sekadar kreditur menjadi penghubung ekosistem perumahan.
Dan di setiap rumah yang berdiri, terselip satu benang merah: inovasi yang berangkat dari kebutuhan rakyat. Di situlah pelayanan menemukan maknanya. Bukan dalam slogan, melainkan dalam atap yang menaungi, dinding yang melindungi, dan pintu yang akhirnya bisa disebut milik sendiri.
TANGERANG, KORIDOR.ONLINE – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) optimistis penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sepanjang 2026 masih bertumbuh di kisaran 6%–7%. Keyakinan tersebut didorong kombinasi strategi digital, program suku bunga kompetitif, serta dukungan insentif pemerintah terhadap sektor properti.
SVP Consumer Credit Division BCA, Melani Megawati, mengatakan perseroan menempatkan peningkatan kualitas layanan sebagai kunci untuk memperluas pembiayaan rumah tahun ini.
Berbicara dalam siniar mini studio di ICE BSD, ia menjelaskan BCA menghadirkan platform rumahsaya.bca.co.id sebagai layanan satu pintu bagi calon pembeli rumah. Melalui situs tersebut, nasabah dapat menelusuri berbagai pilihan properti dari mitra developer dan agen, melakukan simulasi kredit, hingga langsung mengajukan KPR secara daring.
Selain proses pengajuan, pengelolaan pinjaman juga dibuat lebih praktis. Nasabah kini bisa memantau sisa angsuran melalui aplikasi myBCA, sementara layanan purna jual tersedia lewat haloBCA untuk konsultasi bunga maupun informasi KPR lainnya.
Dari sisi produk, BCA mengandalkan skema bunga fixed berjenjang yang memberi fleksibilitas pembayaran. Skema ini memungkinkan suku bunga rendah pada tahun awal, kemudian menyesuaikan secara bertahap mengikuti potensi kenaikan pendapatan nasabah.
“Program ini cukup diminati generasi muda karena cicilan awal lebih ringan dan dapat disesuaikan dengan perkembangan penghasilan mereka,” ujar Melani.
Untuk memperkuat daya tarik, BCA juga menghadirkan promo khusus melalui BCA Expoversary 2026 berupa bunga KPR 1,69% fixed satu tahun, diskon provisi 50%, serta potongan asuransi jiwa 5% hingga 31 Maret 2026.
Optimisme pertumbuhan KPR juga ditopang kebijakan pemerintah, terutama perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) bagi pembelian rumah baru dengan harga tertentu.
Menurut Melani, stimulus tersebut berpotensi menjaga permintaan properti tetap kuat sepanjang tahun. “Kami melihat perpanjangan PPN DTP dapat mendorong transaksi properti dan berdampak positif pada penyaluran KPR BCA,” ujarnya.
JAKARTA, KORIDOR.ONLINE– Bank Jakarta resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Tim Bola Basket Pelita Jaya Jakarta untuk menghadapi kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Sinergi ini menjadi bagian dari komitmen Bank Jakarta dalam mendukung kemajuan olahraga nasional sekaligus memperluas literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda, khususnya dalam ekosistem basket.
Pengumuman kerja sama dilakukan secara simbolis di Jakarta, Rabu (11/02), dan dihadiri Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pemuda dan Olahraga Dicky Budi Ramadhan, Commissioner Pelita Jaya Aninditha Anestya Bakrie, President Pelita Jaya Andiko Ardi Purnomo, serta Direktur Kepatuhan Bank Jakarta Ateng Rivai.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pemuda dan Olahraga, Dicky Budi Ramadhan, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga di ibu kota.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa Bank Jakarta hadir di setiap elemen pembangunan kota, termasuk olahraga. Gubernur DKI Jakarta memiliki perhatian besar terhadap sektor olahraga karena mampu menyatukan warga, membangun semangat kebersamaan, serta memperkuat identitas Jakarta sebagai kota yang maju dan kompetitif,” ujar Dicky.
Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai, menegaskan bahwa dukungan kepada Pelita Jaya merupakan kelanjutan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem olahraga Jakarta, setelah sebelumnya berkolaborasi dengan klub sepak bola Persija.
“Bank Jakarta ingin hadir lebih dekat dengan komunitas olahraga yang memiliki loyalitas dan kebanggaan tinggi terhadap klubnya. Melalui kerja sama ini, kami memperkuat peran sebagai mitra strategis dalam pengembangan olahraga, pembinaan generasi muda, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan di lingkungan komunitas basket,” jelas Ateng.
Sementara itu, President Pelita Jaya, Andiko Ardi Purnomo, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia optimistis sinergi bersama Bank Jakarta akan semakin memperkuat performa tim sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami berterima kasih atas komitmen Bank Jakarta. Dukungan ini menjadi energi tambahan bagi Pelita Jaya untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi Jakarta,” ungkap Andiko.
Ruang Lingkup Sponsorship dan Aktivasi Digital
Kerja sama ini mencakup sponsorship dengan eksposur merek Bank Jakarta pada atribut resmi tim, materi promosi, serta aktivasi branding dalam setiap pertandingan kandang Pelita Jaya sepanjang musim IBL 2026. Kolaborasi juga meliputi produksi konten digital bersama, program engagement komunitas, hingga potensi penguatan ekosistem bisnis klub.
Selain itu, dukungan ini membuka peluang penyediaan layanan perbankan untuk mendukung operasional tim dan pengembangan program pembinaan atlet muda secara berkelanjutan.
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi transformasi dan penguatan merek Bank Jakarta.
“Momentum IBL 2026 menjadi platform strategis untuk memperkenalkan inovasi layanan dan program Bank Jakarta kepada generasi muda yang aktif, dinamis, dan adaptif terhadap perkembangan digital,” ujarnya.
Melalui kolaborasi dengan Pelita Jaya, Bank Jakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung prestasi olahraga sekaligus memperluas inklusi keuangan di tengah masyarakat urban. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah berkelanjutan, memperkuat ekosistem basket nasional, serta meneguhkan posisi Jakarta sebagai kota global yang aktif dan kompetitif.
JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menegaskan dominasinya di pembiayaan perumahan nasional dengan mencatatkan pertumbuhan solid kredit pemilikan rumah (KPR) sepanjang 2025. Memasuki usia ke-76 tahun, BTN membukukan total aset konsolidasian sebesar Rp527,8 triliun pada 2025, tumbuh 12,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kinerja tersebut ditopang oleh ekspansi kredit perumahan yang tetap terjaga di tengah tekanan makroekonomi dan dinamika pasar properti.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, selama 76 tahun BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 5,8 juta unit rumah di seluruh Indonesia, termasuk bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sektor informal. Hingga akhir 2025, BTN menguasai pangsa pasar KPR nasional sekitar 39 persen, dengan kontribusi signifikan dari wilayah perkotaan seperti Jakarta dan sekitarnya.
“Pertumbuhan KPR tetap menjadi tulang punggung bisnis BTN. Di kawasan metropolitan, permintaan hunian masih kuat, baik untuk segmen subsidi maupun non-subsidi, dan ini menjadi pendorong utama kinerja kredit kami,” ujar Nixon di Jakarta, Senin (9/2).
Seiring peran strategis tersebut, BTN berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun pada 2025, tumbuh 16,4 persen yoy dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba ini mencerminkan keberhasilan BTN menjaga keseimbangan antara ekspansi KPR dan penguatan profitabilitas.
Dari sisi penyaluran kredit, BTN mencatat pertumbuhan kredit dan pembiayaan konsolidasian sebesar 11,9 persen yoy menjadi Rp400,6 triliun. Mayoritas kredit tersebut disalurkan ke sektor perumahan yang mencapai Rp328,4 triliun hingga Desember 2025, tumbuh 7,5 persen yoy.
Pada segmen KPR, BTN mencatatkan pertumbuhan KPR Subsidi sebesar 10 persen yoy menjadi Rp191,2 triliun, sejalan dengan tingginya kebutuhan rumah layak dan terjangkau di kawasan urban. Sementara itu, KPR Non-Subsidi tumbuh 6,7 persen yoy menjadi Rp113,0 triliun, didorong permintaan hunian kelas menengah di kota-kota besar, termasuk Jakarta.
Ekspansi KPR BTN pada 2025 juga diperkuat oleh keterlibatan perseroan dalam program Kredit Program Perumahan (KPP) yang diluncurkan pemerintah pada Oktober 2025. BTN tercatat sebagai bank penyalur terbesar KPP dengan total pembiayaan mencapai Rp2,6 triliun hingga akhir tahun, atau hampir separuh dari total penyaluran nasional.
“KPP menjadi sumber pertumbuhan baru, terutama bagi masyarakat urban dan wirausaha yang membutuhkan rumah sekaligus tempat usaha, dengan profil margin yang lebih baik,” jelas Nixon.
Di sisi pendanaan, pertumbuhan KPR yang berkelanjutan turut diimbangi oleh penguatan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 14,6 persen yoy menjadi Rp437,4 triliun. Akselerasi transaksi digital melalui superapp Bale by BTN berperan penting dalam mendorong dana murah, khususnya dari nasabah KPR di perkotaan.
Kualitas kredit juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross membaik menjadi 3,1 persen, serta penguatan permodalan dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 20,9 persen per akhir 2025.
“Dengan fundamental yang kuat, BTN optimistis pertumbuhan KPR, khususnya di pasar perkotaan seperti Jakarta, akan tetap terjaga seiring meningkatnya kebutuhan hunian dan dukungan kebijakan pemerintah,” tegas Nixon.
Ke depan, BTN akan terus memperkuat transformasi digital dan strategi Beyond Mortgage untuk memperluas ekosistem pembiayaan perumahan, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai bank utama penopang kepemilikan rumah di Indonesia.
TANGERANG, KORIDOR.ONLINE – Kepemilikan rumah masih menjadi tantangan besar bagi generasi muda, khususnya Generasi Z, di tengah kenaikan harga properti dan keterbatasan daya beli di awal masa kerja. Menjawab kondisi tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan solusi pembiayaan melalui produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema bunga fix berjenjang.
Direktur BCA, Haryanto T. Budiman, mengungkapkan bahwa skema bunga berjenjang dirancang agar cicilan di awal masa kredit lebih ringan dan menyesuaikan dengan kemampuan finansial Gen Z yang umumnya masih berada pada tahap awal karier atau baru merintis usaha.
“Kami sudah menemukan skema yang optimal agar Gen Z bisa memiliki rumah lebih cepat. Dengan bunga yang rendah di awal, cicilan menjadi lebih terjangkau dan tidak memberatkan,” ujar Haryanto saat ditemui usai pembukaan BCA Expoversary 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (5/2).
Menurutnya, program KPR bunga fix berjenjang memberikan ruang bagi generasi muda untuk mulai berinvestasi di sektor properti sejak dini. Ia menilai rumah tetap menjadi instrumen investasi paling aman dan bernilai jangka panjang, terlebih jika didukung dengan pembiayaan yang kompetitif.
“Ini kesempatan yang luar biasa bagi Gen Z. Rumah adalah investasi terbaik, apalagi jika dibiayai dengan bunga yang sangat kompetitif dari BCA,” tambahnya.
Haryanto juga menegaskan bahwa Gen Z kini menjadi salah satu segmen utama yang disasar BCA. Hal ini sejalan dengan profil nasabah dan karyawan BCA yang mayoritas berada di bawah usia 30 tahun.
“Mayoritas karyawan kami Gen Z, nasabah kami juga sama. Karena itu kami harus berbicara dengan bahasa yang sama, dan properti tetap relevan sebagai pilihan investasi,” ujarnya.
Senada dengan itu, Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyampaikan bahwa KPR fix berjenjang memang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan generasi muda. Produk ini ditawarkan dengan tenor mulai dari 10 tahun, dengan bunga rendah di awal yang secara bertahap menyesuaikan.
“Di awal karier, pendapatan Gen Z memang belum terlalu besar. Tapi seiring waktu, kenaikan jabatan dan perkembangan usaha akan meningkatkan penghasilan. Skema ini mengikuti pola tersebut,” jelas Hendra.
Ia menambahkan, produk KPR fix berjenjang menjadi salah satu produk pembiayaan yang paling diminati generasi muda karena memberikan fleksibilitas dan kepastian dalam perencanaan keuangan jangka panjang.
Lebih lanjut, Hendra menegaskan komitmen BCA untuk terus mendukung kebutuhan finansial masyarakat, mulai dari kepemilikan rumah, kendaraan, hingga kebutuhan gaya hidup lainnya, dengan tetap menawarkan suku bunga yang kompetitif.
“Dengan rate yang kompetitif, kami berharap dapat membantu masyarakat dan nasabah BCA memenuhi berbagai kebutuhan tanpa membebani keuangan mereka,” katanya.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BCA saat ini juga menggelar BCA Expoversary 2026 yang berlangsung pada 5–8 Februari 2026. Dalam ajang ini, BCA menawarkan promo spesial KPR dengan bunga 1,69% fixed 1 tahun, diskon provisi hingga 50%, serta diskon asuransi jiwa sebesar 5%.
JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak perumahan nasional setelah meraih penghargaan pada ajang Anugerah Forwapera 2026 yang digelar Kamis (5/2) di The Hub Sinarmas Land, Kuningan, Jakarta.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Perumahan Rakyat periode 2010–2011, Suharso Monoarfa, kepada Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma. Apresiasi ini diberikan atas kontribusi dan kinerja BP Tapera dalam mempercepat realisasi rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dalam sambutannya, Suharso Monoarfa mengapresiasi seluruh penerima penghargaan yang dinilai konsisten mendukung sektor perumahan nasional. Ia menegaskan bahwa penyediaan hunian layak merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Persoalan perumahan bukan hanya urusan individu, melainkan kerja kolektif. Mari terus membantu pemerintah agar penyaluran perumahan berjalan optimal,” ujarnya.
BP Tapera turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam diskusi bertema “Peluang dan Tantangan Industri Properti 2026”. Mewakili BP Tapera, Sid Herdi Kusuma menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendukung target penyaluran 350 ribu unit rumah subsidi pada 2026.
BP Tapera dinobatkan sebagai penerima penghargaan kategori “Garda Terdepan Realisasi Rumah Subsidi” setelah melalui penilaian dewan juri yang terdiri dari wartawan senior media arus utama sektor properti. Salah satu indikator utama adalah capaian penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 278.868 unit rumah sepanjang 2025. Sementara itu, total akumulasi dana subsidi perumahan yang dikelola sejak 2010 hingga awal 2026 telah mencapai Rp185,87 triliun.
Tak hanya mencatatkan kinerja pembiayaan, BP Tapera juga dinilai sebagai pilar strategis dalam pelaksanaan Program 3 Juta Rumah. Perannya tidak terbatas pada penyediaan dana, tetapi juga dalam memperkuat ekosistem perumahan melalui kolaborasi aktif dengan bank penyalur, asosiasi pengembang, dan pemangku kepentingan lainnya.
Menanggapi penghargaan tersebut, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan rasa syukur dan menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama.
“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh pelaku ekosistem perumahan—bank penyalur, pengembang, asosiasi perumahan, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman—yang berjuang bersama menghadirkan rumah layak huni bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Komitmen BP Tapera dalam memperluas akses pembiayaan juga tercermin dari kebijakan peningkatan alokasi FLPP bagi pekerja sektor non-formal. Mulai 2026, porsi pembiayaan untuk sektor informal ditingkatkan menjadi 15 persen per bank, dari sebelumnya 10 persen, guna memastikan pemerataan akses hunian layak.
Dari sisi kualitas, BP Tapera secara konsisten melakukan bimbingan teknis dan pemantauan rumah subsidi agar hunian yang dibangun tidak hanya terjangkau secara finansial, tetapi juga memenuhi standar keterhunian dan kualitas bangunan.
Selain menerima penghargaan, BP Tapera turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam diskusi bertema “Peluang dan Tantangan Industri Properti 2026”. Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah dalam sambutannya menekankan pentingnya integrasi data perumahan nasional agar kebijakan pemerintah berbasis data yang akurat. Ia juga menegaskan penerapan prinsip ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pada kesempatan yang sama, Sid Herdi Kusuma menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendukung target penyaluran 350 ribu unit rumah subsidi pada 2026.
“Kami berharap kolaborasi yang semakin solid agar program perumahan subsidi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.
Diskusi ini juga menghadirkan Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Kawasan Permukiman Kementerian PKP Kreshnariza Harahap, yang menyoroti pengembangan rumah susun bersubsidi sebagai solusi urbanisasi, serta Direktur Utama Pesona Kahuripan Group Angga Budi Kusuma yang menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan program perumahan pemerintah. Hadir pula Wakil Ketua Himperra Bidang Properti Syariah Hadiana dan Wakil Ketua Umum REI Hari Ganie.
JAKARTA, KORIDOR.ONLINE — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mempertegas transformasinya sebagai bank modern yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga menghadirkan solusi terintegrasi bagi hunian, bisnis, dan gaya hidup masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyelenggaraan BTN Expo 2026 yang resmi dibuka pada Rabu (28/1).
Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menegaskan bahwa pendekatan berbasis ekosistem menjadi strategi kunci BTN dalam memperluas peluang pertumbuhan sekaligus memperkuat fondasi industri secara berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi antar sektor dalam satu ekosistem mampu menciptakan keseimbangan antara ekspansi dan stabilitas, sekaligus mendorong inovasi yang bertanggung jawab. “Kami meyakini bahwa pertumbuhan yang sehat bukan semata soal angka, tetapi tentang kualitas. Tentang bagaimana model bisnis dibangun di atas fondasi yang kokoh, tata kelola yang baik, serta kesiapan menghadapi dinamika ekonomi,” ujar Setiyo saat membuka acara.
BTN Expo 2026 mengusung tema “Build, Battle, and Beat”, yang merefleksikan semangat BTN dalam membangun fondasi yang kuat, berinovasi menghadapi tantangan industri, serta memenangkan peluang di sektor perumahan, bisnis, dan gaya hidup modern. Tema ini juga mencerminkan perjalanan BTN yang terus beradaptasi dengan perubahan zaman, tanpa meninggalkan prinsip kehati-hatian dan tanggung jawab.
Setiyo menekankan bahwa industri perumahan merupakan sektor strategis yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, sehingga membutuhkan ketahanan jangka panjang dan inovasi yang terukur. BTN, lanjut dia, terus mendorong terciptanya hunian yang nyaman dan terjangkau, model bisnis yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta kolaborasi lintas sektor yang memperkuat daya saing industri nasional.
“Rumah yang dibangun hari ini harus tetap relevan dan bernilai di masa depan, baik bagi penghuninya maupun bagi ekosistem ekonomi secara keseluruhan,” katanya.
Dalam penyelenggaraannya, BTN Expo 2026 juga mengedepankan prinsip keberlanjutan. Dukungan terhadap hunian ramah lingkungan dan terjangkau, pemberdayaan UMKM lokal, serta kolaborasi inovatif untuk mendorong efisiensi energi dan pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting dari rangkaian acara.
BTN Expo 2026 dirancang sebagai pameran gaya hidup dan bisnis terpadu. Beragam program dihadirkan, mulai dari Property Expo yang menampilkan developer perumahan mitra strategis BTN, BTN Hiring untuk menjaring talenta terbaik, Awarding BTN Housingpreneur, hingga Culinary and Fashion Festival.
Sejumlah UMKM kuliner Nusantara turut meramaikan BTN Expo 2026, di antaranya Sate Mak Syukur (Padang), Gudeg Yu Djum (Yogyakarta), Dudung Roxy (Jakarta), Rawon Setan (Surabaya), Bebek Sinjay (Madura), dan Oseng Mercon Bu Narti (Yogyakarta). Selain itu, gelaran ini juga dimeriahkan konser musik dengan penampilan artis papan atas seperti Juicy Luicy, Maliq & D’Essentials, Bunga Citra Lestari, Isyana Sarasvati, Bernadya, RAN, Sal Priadi, hingga Marcello Tahitoe.
“Melalui konsep ini, masyarakat tidak hanya menikmati hiburan dan pengalaman gaya hidup, tetapi juga memperoleh akses terhadap pilihan hunian, peluang usaha, dan solusi finansial dalam satu ekosistem yang saling terhubung,” ujar Setiyo.
Lebih dari sekadar pameran, BTN Expo 2026 menjadi representasi arah baru BTN sebagai bank modern yang hadir lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat—mulai dari hunian, pengembangan usaha, hingga aspirasi gaya hidup. Sebagai bagian dari rangkaian acara, BTN juga menggelar Awarding BTN Housingpreneur 2025 sebagai bentuk apresiasi terhadap inovator dan pelaku usaha baru di sektor perumahan nasional.
Antusiasme pengunjung pun terasa kuat. Salah satunya dirasakan Dzikrina Aulia, peserta BTN Champions 2026 by Ruangguru. Ia menilai BTN Expo 2026 bukan hanya pameran perbankan dan properti, tetapi juga ruang belajar dan eksplorasi, khususnya bagi generasi muda.
“Keseruannya banyak banget. Ikut cerdas cermat yang mengasah otak dan menambah wawasan. Sempat grogi juga karena peserta lain cepat sekali menjawab pertanyaan,” ujar lulusan Universitas Tarumanegara itu.
Selain mengikuti kompetisi, Dzikrina juga tertarik mengunjungi area Culinary Festival untuk mencicipi beragam kuliner Nusantara sekaligus melihat potensi produk lokal. Ia juga menyempatkan diri mendatangi booth KPR BTN untuk mencari informasi perencanaan keuangan terkait pembelian rumah atau apartemen.
“Enam tahun lagi mungkin saya menikah, jadi mulai kepikiran soal rumah. Penasaran, perlu nabung berapa lama supaya bisa beli apartemen atau rumah,” katanya.
Sebagai fresh graduate, Dzikrina menilai BTN Expo 2026 sangat lengkap karena juga menyediakan informasi lowongan kerja dan program magang melalui BTN Hiring. “Jadi BTN Expo ini lengkap. Bisa ikut kuis, jajan, cari info kerja, sambil lihat-lihat apartemen,” pungkasnya.
JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Seiring komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan perbankan yang berorientasi pada kepuasan, loyalitas, dan keterikatan nasabah, Bank Jakarta meraih penghargaan sebagai Golden Champion in Satisfaction, Loyalty, & Engagement pada ajang 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and Engagement 2026 yang diterima langsung oleh Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai, di Jakarta pada Kamis (22/01).
Adapun secara rinci sejumlah kategori penghargaan yang diterima Bank Jakarta atas kualitas layanan yang diberikan kepada nasabah, yaitu sebagai kategori terbaik The Best Region Bank in Marketing Engagement, The Best Region Bank in Customer Centricity, The Best Region Bank in Brand Interactivity, The Most Satisfying Region Bank in ATM Service, The 2nd Best Region Bank in Loyalty, The 2nd Best Region Bank in Perceived Security, serta The 2nd Most Satisfying Region Bank in Mobile Banking. Atas seluruh pencapaian tersebut, Bank Jakarta dinobatkan sebagai The 2nd Best Region Bank in Satisfaction, tovaltv, and Engagement 2026.
Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas upaya dan komitmen berkelanjutan Bank Jakarta dalam mentranformasikan produk dan layanan yang berfokus pada kebutuhan nasabah.
“Penghargaan ini mencerminkan kepercayaan dan loyalitas nasabah kepada Bank Jakarta. Capaian ini sekaligus menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat inovasi digital, serta menjaga keandalan dan keamanan sistem perbankan, termasuk penerapan prinsip kepatuhan, manajemen risiko, serta tata kelola perusahaan yang baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ateng menegaskan bahwa Bank Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat fungsi kepatuhan sebagai bagian integral dalam mendukung transformasi bisnis yang berkelanjutan, sehingga Bank Jakarta dapat terus berperan sebagai bank daerah yang adaptif, kompetitif, dan berintegritas, sejalan dengan dinamika industri perbankan serta dukungan terhadap agenda pembangunan ekonomi nasional.
Penghargaan 8th lnfobank SLE 2026 diberikan berdasarkan hasil riset independen yang mengukur persepsi dan pengalaman nasabah terhadap layanan perbankan. Adapun indikator penilaian mencakup antara lain tingkat kepuasan nasabah (customer satisfaction), loyalitas dan intensi penggunaan ulang layanan
(customer loyalty), keterikatan dan interaksi nasabah dengan merek (customer engagement), kualitas
layanan dan kemudahan akses di berbagai kanal, keamanan transaksi, serta kinerja layanan digital dan jaringan ATM.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa capaian ini menjadi pengingat bagi Bank Jakarta untuk terus melakukan evaluasi dan penguatan layanan, sekaligus menjaga konsistensi dalam membangun kepercayaan nasabah secara berkelanjutan.
“Penghargaan ini mendorong Bank Jakarta untuk terus konsisten dalam memperkuat customer centricity, engagement, serta kualitas layanan di seluruh touchpoint, baikjaringan kantor, ATM, maupun kanal digital, secara efektif dan terukur. Ke depan, Bank Jakarta akan terus melanjutkan agenda transformasi melalui inovasi berkelanjutan guna meningkatkan pengalaman nasabah secara konsisten,” tutup Arie
Jakarta – Seiring komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan perbankan yang berorientasi pada kepuasan, loyalitas, dan keterikatan nasabah, Bank Jakarta meraih penghargaan sebagai Golden Champion in Satisfaction, Loyalty, & Engagement pada ajang 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and Engagement 2026 yang diterima langsung oleh Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai, di Jakarta pada Kam is (22/01).
Adapun secara rinci sejumlah kategori penghargaan yang diterima Bank Jakarta atas kualitas layanan yang diberikan kepada nasabah, yaitu sebagai kategori terbaik The Best Region Bank in Marketing Engagement, The Best Region Bank in Customer Centricity, The Best Region Bank in Brand Interactivity, The Most Satisfying Region Bank in ATM Service, The 2nd Best Region Bank in Loyalty, The 2nd Best Region Bank in Perceived Security, serta The 2nd Most Satisfying Region Bank in Mobile Banking. Atas seluruh pencapaian tersebut, Bank Jakarta dinobatkan sebagai The 2nd Best Region Bank in Satisfaction, tovaltv, and Engagement 2026.
Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas upaya dan komitmen berkelanjutan Bank Jakarta dalam mentranformasikan produk dan layanan yang berfokus pada kebutuhan nasabah.
“Penghargaan ini mencerminkan kepercayaan dan loyalitas nasabah kepada Bank Jakarta. Capaian ini sekaligus menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat inovasi digital, serta menjaga keandalan dan keamanan sistem perbankan, termasuk penerapan prinsip kepatuhan, manajemen risiko, serta tata kelola perusahaan yang baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ateng menegaskan bahwa Bank Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat fungsi kepatuhan sebagai bagian integral dalam mendukung transformasi bisnis yang berkelanjutan, sehingga Bank Jakarta dapat terus berperan sebagai bank daerah yang adaptif, kompetitif, dan berintegritas, sejalan dengan dinamika industri perbankan serta dukungan terhadap agenda pembangunan ekonomi nasional.
Penghargaan 8th lnfobank SLE 2026 diberikan berdasarkan hasil riset independen yang mengukur persepsi dan pengalaman nasabah terhadap layanan perbankan. Adapun indikator penilaian mencakup antara lain tingkat kepuasan nasabah (customer satisfaction), loyalitas dan intensi penggunaan ulang layanan
(customer loyalty), keterikatan dan interaksi nasabah dengan merek (customer engagement), kualitas
layanan dan kemudahan akses di berbagai kanal, keamanan transaksi, serta kinerja layanan digital dan jaringan ATM.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa capaian ini menjadi pengingat bagi Bank Jakarta untuk terus melakukan evaluasi dan penguatan layanan, sekaligus menjaga konsistensi dalam membangun kepercayaan nasabah secara berkelanjutan.
“Penghargaan ini mendorong Bank Jakarta untuk terus konsisten dalam memperkuat customer centricity, engagement, serta kualitas layanan di seluruh touchpoint, baikjaringan kantor, ATM, maupun kanal digital, secara efektif dan terukur. Ke depan, Bank Jakarta akan terus melanjutkan agenda transformasi melalui inovasi berkelanjutan guna meningkatkan pengalaman nasabah secara konsisten,” tutup Arie