Lipsus

Dua Dekade Paramount Land, Simfoni Gaya Hidup Modern dan Investasi Bernilai Tinggi

Perseroan terus memperkuat strategi, inovasi produk, dan pembangunan kota mandiri berkelanjutan di tengah dinamika pasar properti.

TANGERANG, KORIDOR.ONLINE  – Suasana hangat terasa di Bateeq Lounge, Atria Hotel Gading Serpong, Kamis petang, 26 Februari 2026. Di antara obrolan ringan dan hidangan berbuka puasa, jajaran manajemen Paramount Land menyampaikan refleksi perjalanan panjang perusahaan yang tahun ini genap dua dekade.

Momentum Ramadan menjadi ruang yang tepat untuk berhenti sejenak—menengok perjalanan, merayakan pencapaian, sekaligus merumuskan langkah berikutnya.

Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi, menyebut 2026 sebagai tahun istimewa. Dua puluh tahun bukan sekadar angka, melainkan penanda kedewasaan sebuah pengembang yang lahir, tumbuh, dan mengakar melalui proyek-proyek kota mandiri.

“Kami tidak hanya membangun proyek, tetapi membangun ekosistem kehidupan—tempat masyarakat tinggal, bertumbuh, dan meningkatkan kualitas hidupnya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Meluaskan Jejak, Menjaga Ritme

Nama Paramount Gading Serpong menjadi fondasi reputasi perusahaan. Dari kawasan yang dulu berkembang bertahap, kini ia menjelma destinasi regional bagi warga Tangerang Raya dan Jabodetabek.

Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi memberikan penjelasan rencana pengembangan saat buka puasa bersama dengan media, Kamis (26/2).

Di sana berdiri beragam fasilitas yang membentuk denyut kota: Bethsaida Hospital, Atria Hotel Gading Serpong, Matana University, hingga Gading Raya Golf Club. Aktivitas kuliner dan bisnis tumbuh dinamis, menjadikan kawasan ini sebagai economic hub yang hidup hampir 24 jam.

Pada Desember 2025, Paramount Land meluncurkan identitas baru “Paramount Gading Serpong”—sebuah penegasan fase kematangan kawasan. Rebranding ini bukan sekadar perubahan visual, tetapi komitmen menjaga konsistensi kualitas dan integritas pengembangan.

Di tengah tantangan global yang memengaruhi perekonomian nasional, kinerja perusahaan sepanjang 2025 tetap solid. Serah terima sekitar 1.250 unit residensial dan komersial berhasil dituntaskan. Delapan produk baru diluncurkan, dan lebih dari 800 unit terjual. Pada periode tertinggi, kapasitas pembangunan bahkan menyentuh 1.600–1.800 unit per bulan.

Direktur Paramount Land, Norman Daulay, menilai capaian tersebut lahir dari kombinasi inovasi produk, penguatan branding, serta konsistensi eksekusi.

| Baca Juga:   Pengamat Perkotaan: Koridor Barat Adalah Real Jakarta Masa Depan

Salah satu sorotan pengembangan adalah Pasadena Central District—kawasan mixed-use premium seluas ±40 hektare di akses jalan baru Gading Serpong–BSD. Kawasan ini berada di jalur sutra baru yang menghubungkan Gading Serpong dan BSD. Chrissandy Dave, Direktur Paramount Land, menyebut Pasadena Central District sebagai “bintang” baru.

“Potensi pertumbuhan nilai properti di sini berkelanjutan karena didukung infrastruktur dan akses tol utama,” jelasnya.

Foto bersama jajaran direksi dan manajemen Paramount Land dengan media, usai buka puasa bersama di Atria Hotel Gading Serpong, Kamis, 26/2.

Keberadaan ratusan bisnis viral di area komersial Aniva menjadi bukti nyata bahwa traffic manusia—yang merupakan napas investasi—sudah terbentuk sempurna.

Mengusung konsep “10 Minutes City Living”, kawasan ini memadukan hunian, komersial, dan gaya hidup dalam satu ekosistem terintegrasi. Hunian seperti Grand Pasadena Village dan Altadena Residences terhubung dengan area komersial dan pusat kuliner yang kini diramaikan ratusan tenant.

Konsep kota ringkas ini mencerminkan perubahan preferensi masyarakat urban, segala kebutuhan dalam jarak dekat, didukung infrastruktur dan akses tol utama yang menopang potensi kenaikan nilai properti.

Kota Mandiri Baru di Koridor Barat Jakarta

Sementara itu, Paramount Petals terus bertumbuh sebagai kota mandiri prospektif di koridor barat Jakarta. Hingga kini, sekitar 1.300 unit telah terbangun, 1.000 unit diserahterimakan, dan ±600 kepala keluarga telah menghuni kawasan tersebut.

Tonggak penting lainnya adalah realisasi akses tol langsung Jakarta–Tangerang KM 25 yang kini memasuki tahap persiapan Uji Laik Fungsi dan Uji Laik Operasi, dengan target operasional pertengahan 2026. Akses ini akan memangkas waktu tempuh menuju berbagai destinasi strategis, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Merak.

Fasilitas kawasan pun terus dilengkapi, mulai dari community club, klinik kesehatan, taman tematik, pasar modern, hingga tenant kuliner yang membangun identitas sosial kawasan.

Melihat 20 Tahun ke Depan

| Baca Juga:   Meriahkan HUT RI ke-80, Metland Menteng Gelar “Run for Fun 5K”

Selain dua kota mandiri tersebut, Paramount Land juga mengembangkan Paramount Village Semarang serta memiliki cadangan lahan di sejumlah kota besar Indonesia. Diversifikasi geografis ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan.

Dua dekade perjalanan Paramount Land menunjukkan satu pola konsisten: membangun kota bukan sekadar mendirikan bangunan, melainkan merancang ruang hidup yang adaptif terhadap perubahan zaman. Di tengah kompetisi ketat pasar properti Jabodetabek, khususnya Tangerang Raya, perusahaan ini memilih memperkuat diferensiasi melalui kualitas kawasan, konektivitas, dan integrasi fungsi.

Menyongsong usia ke-20, Paramount Land tidak hanya merayakan masa lalu. Ia sedang menyiapkan babak baru—tentang bagaimana kota-kota mandiri Indonesia tumbuh lebih matang, lebih terkoneksi, dan lebih berkelanjutan untuk generasi berikutnya.

Saat bedug maghrib bertalu di Gading Serpong, ada keyakinan yang terpancar dari wajah-wajah di Bateeq Lounge. Bahwa di tangan pengembang yang visioner, sebuah lahan bukan hanya akan menjadi hutan beton, melainkan sebuah warisan yang bernilai bagi generasi mendatang.

Erfendi

Penulis dan penikmat informasi terkait industri properti dan turunannya dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Email: exa_lin@yahoo.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button