Site icon Koridor.Online

BP Tapera Siapkan Akad Massal 101 Ribu Unit Rumah Subsidi di Jawa Timur

JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus menunjukkan peningkatan. Hingga 2 November 2026 pukul 14.30 WIB, realisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) FLPP secara nasional mencapai 197.048 unit dengan nilai pembiayaan Rp24,55 triliun. Capaian ini memperlihatkan penguatan akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, perbankan, dan pengembang untuk menjaga momentum penyaluran sekaligus mempercepat pencapaian target program. Penguatan koordinasi tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam konferensi pers Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Wisma Mandiri Thamrin, Jakarta, Senin (2/11).

Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma mengungkapkan, penyaluran FLPP sepanjang 2026 menunjukkan tren positif, terutama pada triwulan III dan Oktober dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga 31 Oktober 2026, penyaluran FLPP tercatat sebanyak 194.360 unit dengan nilai pembiayaan Rp24,22 triliun. Sementara itu, khusus Oktober 2026, realisasi mencapai 29.352 unit atau meningkat sekitar 22% dibandingkan Oktober tahun lalu.

“Kami optimistis melihat perkembangan penyaluran FLPP, khususnya pada triwulan III dan Oktober 2026 yang menunjukkan tren positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Sid.

Menurut Sid, peningkatan realisasi tidak terlepas dari berbagai langkah percepatan yang dilakukan BP Tapera. Upaya tersebut meliputi sosialisasi dan audiensi, kampanye melalui media sosial, pembukaan booth layanan perumahan, serta penguatan koordinasi dengan bank penyalur dan asosiasi pengembang.

Strategi tersebut diarahkan untuk mempertemukan calon penerima manfaat dengan pengembang dan perbankan. Dengan demikian, kendala yang muncul dalam proses pengajuan pembiayaan maupun kesiapan unit rumah dapat lebih cepat diidentifikasi dan ditindaklanjuti.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menegaskan, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan penyaluran FLPP. Sinergi tersebut harus mencakup kesiapan pembiayaan, ketersediaan rumah, hingga kelengkapan administrasi calon debitur.

“BP Tapera terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran FLPP semakin optimal. Kami ingin memastikan masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan akses pembiayaan perumahan yang semakin mudah, sehingga semakin banyak keluarga Indonesia dapat mewujudkan impian memiliki rumah pertama,” tegas Heru.

Dari sisi perbankan, Bank BTN menjadi penyalur FLPP dengan realisasi terbesar sebanyak 85.341 unit. Posisi berikutnya ditempati Bank Syariah Nasional sebanyak 48.286 unit dan Bank BRI sebanyak 26.182 unit.

Sementara itu, berdasarkan sebaran wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan penyaluran tertinggi sebanyak 44.295 unit. Berikutnya Jawa Tengah dengan 17.906 unit dan Sulawesi Selatan sebanyak 16.538 unit.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi komitmen seluruh pihak dalam mendukung program pembiayaan perumahan nasional. Ia menekankan perlunya koordinasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan pelaksanaan akad massal yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026.

“Kolaborasi seluruh pihak harus terus diperkuat. Kita ingin memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga kemudahan dalam seluruh proses kepemilikan rumah. Karena itu, kesiapan perbankan, pengembang, dan dukungan BP Tapera menjadi sangat penting agar pelaksanaan akad massal pada Desember mendatang dapat berjalan dengan baik,” ujar Maruarar.

Pemerintah merencanakan dua agenda akad massal pada Desember 2026, yakni sebanyak 71.000 unit rumah pada 17 Desember dan 30.000 unit pada 21 Desember. Dengan demikian, terdapat rencana akad massal sebanyak 101.000 unit rumah yang diharapkan semakin memperluas akses MBR terhadap pembiayaan rumah subsidi.

Untuk mendukung realisasi agenda tersebut, kesiapan unit rumah, kelengkapan dokumen calon debitur, serta kelancaran proses pembiayaan melalui bank penyalur menjadi perhatian utama. BP Tapera bersama seluruh mitra akan terus memperkuat koordinasi agar proses akad dapat berjalan sesuai rencana.

Masyarakat yang berminat memiliki rumah pertama dapat menyampaikan minat kepemilikan rumah melalui tautan https://bit.ly/HunianPertamaTapera. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan informasi dan akses masyarakat terhadap program pembiayaan perumahan pemerintah.

Exit mobile version