BANDAR LAMPUNG, KORIDOR.ONLINE — Realestat Indonesia meresmikan Monumen Penanaman Sejuta Pohon di kawasan Taman Kehati, Lampung Selatan, Kamis (7/5), sebagai bagian dari komitmen industri properti terhadap pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.
Peresmian monumen dilakukan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait didampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal serta jajaran Forkopimda Lampung.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-54 REI yang digelar di Bandar Lampung pada 5–7 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Menteri PKP yang akrab disapa Ara menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi REI menjalankan program penanaman pohon di berbagai daerah. Menurutnya, gerakan penghijauan yang dilakukan asosiasi pengembang tersebut memiliki dampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim.
Ara bahkan menyatakan tengah menyiapkan kebijakan agar setiap pembangunan rumah subsidi maupun rumah komersial diwajibkan menanam minimal satu pohon.
“Kalau setiap rumah subsidi maupun rumah komersial ditanam satu pohon, kira-kira setuju atau tidak?” ujar Ara di hadapan ratusan pengembang anggota REI.
Usulan tersebut langsung mendapat respons positif dari mayoritas peserta yang hadir. Menteri Ara pun meminta jajaran kementeriannya segera menyusun kebijakan tersebut untuk diterapkan secara nasional.
“Tolong segera dibuatkan kebijakannya. Tidak perlu pakai sanksi, yang penting dijalankan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Menurut Ara, sektor properti memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan, terutama di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi.
Ia berharap REI sebagai asosiasi pengembang tertua dan terbesar di Indonesia terus menjaga kekompakan serta menghadirkan karya nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto menyambut baik rencana pemerintah menjadikan program penanaman pohon sebagai bagian dari kebijakan nasional sektor perumahan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Menteri Ara karena semangat penanaman pohon yang selama ini dijalankan REI mendapat dukungan penuh dan akan diperluas secara nasional,” ujarnya.
Joko menjelaskan, target penanaman sejuta pohon yang dicanangkan REI telah dihitung berdasarkan realisasi pembangunan rumah subsidi anggota REI yang rata-rata mencapai sekitar 46 persen dari total pembangunan nasional atau sekitar 120 ribu unit per tahun.
Jika setiap rumah subsidi menanam dua pohon selama empat tahun masa kepengurusan REI, maka total pohon yang ditanam diperkirakan mencapai sekitar 940 ribu pohon. Jumlah tersebut belum termasuk penghijauan yang dilakukan di proyek-proyek rumah komersial.
“Insyaallah target sejuta pohon dapat terealisasi karena selain rumah subsidi, penghijauan juga dilakukan di proyek nonsubsidi,” katanya.
Menurut Joko, gerakan penghijauan menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya risiko perubahan iklim dan bencana banjir yang dirasakan masyarakat di berbagai daerah.
“Siapa yang paling merasakan dampak perubahan iklim dan banjir? Ya kita semua. Karena itu program penghijauan ini harus mendapat dukungan bersama,” ujarnya.
Sejak beberapa tahun terakhir, REI secara konsisten memasukkan kegiatan penanaman pohon dan pembangunan sumber air bersih dalam setiap agenda organisasi seperti HUT, rakernas, rakerda, hingga musyawarah daerah.
Di kawasan Taman Kehati Lampung sendiri, selain melakukan penanaman pohon, REI juga membangun sumber mata air guna mendukung penghijauan kawasan konservasi seluas 25 hektar tersebut.
Taman Kehati Lampung merupakan kawasan hasil kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup Lampung dan Yayasan Sahabat Alam yang dikembangkan sebagai pusat konservasi dan edukasi lingkungan hidup di Provinsi Lampung.
