JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menegaskan dominasinya di pembiayaan perumahan nasional dengan mencatatkan pertumbuhan solid kredit pemilikan rumah (KPR) sepanjang 2025. Memasuki usia ke-76 tahun, BTN membukukan total aset konsolidasian sebesar Rp527,8 triliun pada 2025, tumbuh 12,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kinerja tersebut ditopang oleh ekspansi kredit perumahan yang tetap terjaga di tengah tekanan makroekonomi dan dinamika pasar properti.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, selama 76 tahun BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 5,8 juta unit rumah di seluruh Indonesia, termasuk bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sektor informal. Hingga akhir 2025, BTN menguasai pangsa pasar KPR nasional sekitar 39 persen, dengan kontribusi signifikan dari wilayah perkotaan seperti Jakarta dan sekitarnya.
“Pertumbuhan KPR tetap menjadi tulang punggung bisnis BTN. Di kawasan metropolitan, permintaan hunian masih kuat, baik untuk segmen subsidi maupun non-subsidi, dan ini menjadi pendorong utama kinerja kredit kami,” ujar Nixon di Jakarta, Senin (9/2).
Seiring peran strategis tersebut, BTN berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun pada 2025, tumbuh 16,4 persen yoy dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba ini mencerminkan keberhasilan BTN menjaga keseimbangan antara ekspansi KPR dan penguatan profitabilitas.
Dari sisi penyaluran kredit, BTN mencatat pertumbuhan kredit dan pembiayaan konsolidasian sebesar 11,9 persen yoy menjadi Rp400,6 triliun. Mayoritas kredit tersebut disalurkan ke sektor perumahan yang mencapai Rp328,4 triliun hingga Desember 2025, tumbuh 7,5 persen yoy.
Pada segmen KPR, BTN mencatatkan pertumbuhan KPR Subsidi sebesar 10 persen yoy menjadi Rp191,2 triliun, sejalan dengan tingginya kebutuhan rumah layak dan terjangkau di kawasan urban. Sementara itu, KPR Non-Subsidi tumbuh 6,7 persen yoy menjadi Rp113,0 triliun, didorong permintaan hunian kelas menengah di kota-kota besar, termasuk Jakarta.
Ekspansi KPR BTN pada 2025 juga diperkuat oleh keterlibatan perseroan dalam program Kredit Program Perumahan (KPP) yang diluncurkan pemerintah pada Oktober 2025. BTN tercatat sebagai bank penyalur terbesar KPP dengan total pembiayaan mencapai Rp2,6 triliun hingga akhir tahun, atau hampir separuh dari total penyaluran nasional.
“KPP menjadi sumber pertumbuhan baru, terutama bagi masyarakat urban dan wirausaha yang membutuhkan rumah sekaligus tempat usaha, dengan profil margin yang lebih baik,” jelas Nixon.
Di sisi pendanaan, pertumbuhan KPR yang berkelanjutan turut diimbangi oleh penguatan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 14,6 persen yoy menjadi Rp437,4 triliun. Akselerasi transaksi digital melalui superapp Bale by BTN berperan penting dalam mendorong dana murah, khususnya dari nasabah KPR di perkotaan.
Kualitas kredit juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross membaik menjadi 3,1 persen, serta penguatan permodalan dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 20,9 persen per akhir 2025.
“Dengan fundamental yang kuat, BTN optimistis pertumbuhan KPR, khususnya di pasar perkotaan seperti Jakarta, akan tetap terjaga seiring meningkatnya kebutuhan hunian dan dukungan kebijakan pemerintah,” tegas Nixon.
Ke depan, BTN akan terus memperkuat transformasi digital dan strategi Beyond Mortgage untuk memperluas ekosistem pembiayaan perumahan, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai bank utama penopang kepemilikan rumah di Indonesia.
