JAKARTA, KORIDOR.ONLINE — PT Al Qilaa International Indonesia, bagian dari Al Qilaa Global Group asal Qatar, resmi memulai penjualan perdana hunian vertikal di kawasan Kampung Bandan, Jakarta. Proyek ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menandai realisasi awal dari rencana pembangunan satu juta unit hunian vertikal di Indonesia.
Peluncuran tersebut dirangkai dengan agenda sosialisasi kepada publik. Pada tahap awal, Al Qilaa menghadirkan dua tipe unit, masing-masing berukuran 25 meter persegi dan 36 meter persegi, dengan pilihan satu dan dua kamar tidur. Harga ditawarkan mulai dari Rp 360 juta per unit. Untuk memudahkan akses masyarakat, perusahaan telah membuka proses Nomor Urut Pemesanan (NUP), sementara fasilitas Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) akan didukung oleh Bank Tabungan Negara (BTN).
Acara peluncuran yang berlangsung di kantor BTN ini mencerminkan komitmen lintas sektor dalam menghadirkan hunian yang terjangkau, modern, dan berkelanjutan bagi masyarakat perkotaan.
Hunian vertikal Kampung Bandan dirancang mengusung konsep smart towers, yang memadukan teknologi hunian pintar dengan fasilitas penunjang kehidupan sehari-hari. Kawasan ini akan dilengkapi sekolah, taman bermain, masjid, ruang komunal, serta sistem digital terintegrasi yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup penghuninya.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyampaikan bahwa proyek ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, investor global, dan mitra strategis nasional. Menurut dia, inisiatif ini sejalan dengan peran BTN sebagai bank yang berfokus pada pembiayaan perumahan, khususnya dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak di wilayah perkotaan.
Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim S. Djojohadikusumo menilai peluncuran hunian vertikal Kampung Bandan sebagai langkah konkret dalam mewujudkan Program 3 Juta Rumah. Ia menekankan bahwa penyediaan rumah tidak semata soal bangunan, melainkan juga tentang membangun komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menyebut proyek ini sebagai bukti sinergi antara investasi global dan institusi nasional. Menurutnya, kolaborasi semacam ini penting untuk mempercepat penyediaan hunian yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat.
Chairman Al Qilaa Global Group, Sheikh Abdulaziz Al Thani, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung pembangunan perumahan di Indonesia. Ia menyebut hunian Kampung Bandan tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai bagian dari ekosistem hidup yang berkelanjutan, sekaligus simbol eratnya hubungan persahabatan antara Qatar dan Indonesia.
Dalam pengembangannya, Al Qilaa membentuk konsorsium dengan mitra lokal dan internasional, termasuk Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, BTN, serta Lembaga Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Proyek ini dikerjakan oleh konsorsium China Communications Construction Company (CCCC) dan PT Risjadson Land, dengan Epic Property sebagai agen pemasaran.
Peluncuran ini menandai langkah awal Al Qilaa dalam menghadirkan hunian vertikal yang berkualitas, terjangkau, dan berorientasi pada masa depan bagi masyarakat Indonesia.
