PALEMBANG, KORIDOR.ONLINE – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah titik strategis pengembangan hunian di Kota Palembang, Rabu (11/2/2026). Agenda ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan perumahan sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan baru di ibu kota Sumatera Selatan.
Dalam kunjungan tersebut, Fahri didampingi Direktur Manajemen Risiko dan Legal Perum Perumnas Nixon Sitorus, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Sumatera Selatan Novian Aswardani, Asisten III Bidang Pemerintahan Setda Kota Palembang Akhmad Bastari Yusak, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah.
Di sela-sela agenda, Fahri juga berdiskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono yang tengah melakukan kunjungan kerja di Palembang. Ia juga bertemu Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di lokasi rencana proyek perumahan pegawai Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II yang diproyeksikan menjadi kawasan Aeropolis.
Kunjungan ke 5 Lokasi Hunian Strategis
Peninjauan diawali di Apartemen Samesta Jakabaring, hunian vertikal yang sebelumnya dikenal sebagai Rusunami Jakabaring. Berlokasi di Jalan Gubernur Haji Bastari, kawasan Jakabaring, bangunan setinggi 10 lantai dengan tiga tower ini awalnya dibangun untuk atlet Asian Games 2018 dan kini dikembangkan sebagai apartemen berbasis konsep Transit Oriented Development (TOD).
“Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi hunian vertikal serta memastikan optimalisasi kawasan terpadu yang terintegrasi dengan akses transportasi dan fasilitas publik,” ujar Fahri.
Rombongan kemudian meninjau Perumahan Komunitas MBR Nonformal Griya Sumsel Sejahtera, sebagai contoh pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sektor nonformal. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan rumah layak dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selanjutnya, Fahri mengunjungi kawasan bantaran Sungai Musi di wilayah 3–4 Ulu. Peninjauan difokuskan pada penataan permukiman tepian sungai guna meningkatkan kualitas lingkungan, mengurangi kawasan kumuh, serta mendukung revitalisasi Sungai Musi sebagai wajah Kota Palembang. Kunjungan juga dilanjutkan ke Rusun 23/24 Ilir untuk mengevaluasi kondisi hunian vertikal di pusat kota, termasuk aspek pengelolaan dan kenyamanan penghuni.
Kawasan Rusun 23/24 Ilir memiliki luas lahan lebih dari 12 hektar, dengan 50 tower dan jumlah penduduk mencapai 3 hingga 4 ribu orang yang saat ini tinggal di rusun tersebut. Pemerintah berencana melakukan revitalisasi yang bertujuan agar kawasan yang berada di pusat kota ini dapat tampil lebih cantik dan tidak terkesan kumuh.
Tak hanya di pusat kota, Wamen PKP dan rombongan turut meninjau Kawasan Siap Bangun (Kasiba) dan Lingkungan Siap Bangun (Lisiba) Perum Perumnas Talang Kelapa. Kawasan ini dinilai memiliki prospek besar sebagai pusat hunian baru karena ketersediaan lahan yang luas dan berada di koridor pertumbuhan Palembang.
“Sumatera Selatan, khususnya Palembang, menjadi salah satu kota prioritas pengembangan kawasan hunian. Perumnas Talang Kelapa ini masih sangat luas dan potensial untuk dikembangkan secara terstruktur. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” tegas Fahri.
Kunjungan kerja ditutup di bakal lokasi proyek perumahan pegawai Bandara SMB II seluas 1,6 hektare. Kawasan ini dirancang sebagai hunian khusus pegawai bandara yang terintegrasi dengan pengembangan berbasis TOD, sekaligus menjadi embrio kawasan Aeropolis.
Menurut Fahri, pembangunan hunian di sekitar simpul transportasi strategis seperti bandara merupakan langkah penting untuk meningkatkan efisiensi mobilitas, memperkuat ekosistem ekonomi, serta menata pertumbuhan kota secara lebih terarah.
“Dengan perencanaan matang, kawasan ini bisa berkembang menjadi klaster hunian yang terintegrasi dengan aktivitas bandara dan kawasan sekitarnya,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan branding Sumatera Selatan agar semakin kompetitif dalam menarik investasi dan kunjungan.
“Kita harus memperkuat branding Sumsel sebagai daerah yang layak dan wajib dikunjungi. Dengan infrastruktur yang baik dan kawasan hunian yang tertata, Sumatera Selatan akan semakin maju,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disperkim Provinsi Sumatera Selatan Novian Aswardani menyambut positif perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan permukiman di Palembang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota menjadi kunci percepatan pembangunan perumahan yang terencana, inklusif, dan berkelanjutan.
“Kami mendukung penuh langkah strategis ini. Dengan kolaborasi lintas tingkat pemerintahan, pengembangan kawasan hunian di Palembang dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan selaras dengan rencana tata ruang wilayah,” ujarnya.
