BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengajak para pengembang yang tergabung dalam Realestat Indonesia untuk berinvestasi dan menjadi mitra strategis pembangunan daerah. Ajakan tersebut disampaikan langsung Gubernur Lampung dalam forum bisnis yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-54 REI di Bandar Lampung, Kamis (7/5).
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pihaknya membuka peluang kerja sama investasi seluas-luasnya bagi pelaku usaha properti nasional untuk mengembangkan berbagai sektor strategis di Lampung.
“Pemprov Lampung siap berkolaborasi dengan REI. Kami membawa banyak peluang investasi yang bisa dikerjasamakan di Lampung bersama bapak dan ibu semua,” ujarnya.
Salah satu proyek utama yang ditawarkan adalah pengembangan kota baru Bandar Negara seluas 5.308 hektar yang dirancang dengan konsep eco-city dan kawasan bebas banjir. Pemerintah daerah menyiapkan kawasan tersebut sebagai kota modern yang hijau, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Selain itu, Pemprov Lampung juga menawarkan sejumlah lahan strategis untuk pengembangan kawasan komersial, pusat perdagangan, hospitality, hingga konsep waterfront city yang tersebar mulai dari Bakauheni, Natar, hingga kawasan sekitar Bandara Raden Inten.
Menurut Gubernur Mirza, Lampung memiliki posisi strategis sebagai gerbang Pulau Sumatera sehingga sangat potensial berkembang menjadi pusat ekonomi baru di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
“Semua konektivitas dari Jawa menuju Sumatera melewati Lampung, termasuk jalur logistik, perdagangan, dan distribusi nasional,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan infrastruktur seperti Jalan Tol Trans Sumatera, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Bakauheni, serta pengembangan tahap kedua Bandara Raden Inten menjadi modal kuat bagi Lampung untuk tumbuh sebagai kawasan industri, logistik, dan perdagangan baru.
Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi daerah dan pembangunan infrastruktur yang terus berkembang juga dinilai akan mempercepat pertumbuhan sektor industri maupun pariwisata.
Untuk menarik investasi lebih besar, Pemprov Lampung berkomitmen memberikan kemudahan perizinan serta kepastian regulasi bagi investor.
“Kami membuka ruang kerja sama yang seluas-luasnya dan berkomitmen memberikan proses perizinan yang mudah dan cepat,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemprov Lampung dan REI juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan kawasan dalam rangka mendukung pembangunan daerah dan peningkatan investasi.
Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto menilai Lampung merupakan salah satu wilayah paling potensial untuk pengembangan sektor properti dan kawasan industri karena lokasinya yang strategis sebagai pintu gerbang Sumatera.
Menurutnya, peluang investasi terbuka di berbagai subsektor mulai dari pergudangan, logistik, kawasan industri, hingga properti penunjang pariwisata seperti hotel dan resort.
“Pengembang anggota REI bergerak di banyak subsektor, mulai dari residensial, kawasan komersial, pusat belanja, perkantoran, hotel dan resort hingga kawasan industri dan pergudangan. Tentu peluang kerja sama sangat terbuka,” ujarnya.
Joko juga berharap Pemprov Lampung dapat menyiapkan tim atau PIC khusus untuk membantu investor memperoleh informasi yang detail dan akurat terkait peluang investasi di daerah tersebut.
“Kami sangat senang melihat dukungan Pak Gubernur Lampung. Semangat beliau dalam menarik investasi sangat hangat dan positif bagi pelaku usaha,” kata CEO Buana Kassiti Group itu.
