BSD CITY, KORIDOR.ONLINE — Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau D-HUB SEZ di BSD City. Kunjungan ini menjadi wujud dukungan pemerintah terhadap pengembangan kawasan yang tidak hanya bertumpu pada teknologi digital, tetapi juga menggarap potensi besar sektor ekonomi kreatif nasional.
D-HUB SEZ dirancang sebagai kawasan terintegrasi yang mengusung ekosistem kolaboratif lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pengembangan teknologi, hingga industri kreatif. Pemerintah menilai pendekatan ini sejalan dengan arah pembangunan ekonomi berbasis inovasi dan talenta.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, sektor ekonomi kreatif menyerap sekitar 27,40 juta tenaga kerja atau setara 18,70 persen dari total tenaga kerja nasional. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 26,48 juta orang. Pertumbuhan ini menunjukkan besarnya peluang ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan baru.
Untuk menangkap potensi tersebut, D-HUB SEZ dikembangkan sebagai pusat gravitasi baru bagi pelaku industri kreatif, mulai dari studio animasi, perfilman, fesyen, movie set, digital academy, hingga digital arts.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, pemerintah mengapresiasi D-HUB SEZ yang menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor unggulan kawasan.
“Kehadiran KEK ETKI Banten atau D-HUB SEZ ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas melalui pengembangan industri kreatif. Banten menjadi salah satu lokasi prioritas pengembangan sektor ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini terdapat 17 subsektor ekonomi kreatif yang berkontribusi sekitar 9 persen terhadap total realisasi investasi nasional tahun 2025. Menurutnya, hal ini menandakan kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam membangun ekosistem kreatif yang kompetitif.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah penguatan aktivasi kawasan agar investasi bisa segera masuk dan talenta ekonomi kreatif menjadi lebih produktif. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di subsektor gim, aplikasi, film, animasi, dan musik,” katanya.
Sementara itu, Group CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif yang dinilai sebagai sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap pengembangan kawasan berbasis inovasi.
Ia mencontohkan keberhasilan film animasi Jumbo pada 2025 sebagai bukti bahwa talenta kreatif Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Menurutnya, capaian tersebut membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara industri, pemerintah, dan komunitas kreatif.
“Sinar Mas Land melalui D-HUB SEZ berkomitmen menciptakan lingkungan yang kondusif bagi industri kreatif. Kami berharap kawasan ini dapat berkontribusi terhadap target pemerintah, termasuk peningkatan kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.
Dalam kunjungannya, Menteri Ekonomi Kreatif juga meninjau Imajin, sebuah startup manufaktur berbasis platform digital yang menghubungkan pelanggan dengan pelaku industri kecil menengah (IKM). Berlokasi di Biomedical Campus BSD City, Imajin mengelola Imajin Advanced Manufacturing Center (IAMC) sebagai pusat inovasi manufaktur canggih.
Imajin telah bermitra dengan lebih dari 750 UMKM dan berperan dalam memperluas akses teknologi serta membuka peluang kerja, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Selain itu, D-HUB SEZ juga menjadi basis bagi Social Bread, marketplace yang mempertemukan kreator konten dengan pelaku usaha dan merek lokal. Platform ini telah bekerja sama dengan lebih dari 1.500 bisnis lokal di Indonesia.
Dengan luas sekitar 59,68 hektare, D-HUB SEZ menawarkan berbagai kemudahan investasi, baik fiskal maupun non-fiskal. Insentif yang tersedia meliputi tax holiday, tax allowance, pembebasan PPN, bea masuk, dan cukai, serta kemudahan perizinan, imigrasi, dan mobilitas tenaga kerja.
Kawasan ini juga terintegrasi dengan berbagai pusat komersial dan fasilitas pendukung, seperti The Breeze, AEON Mall BSD City, ICE BSD, Green Office Park, hingga Unilever Campus. Di sekitarnya terdapat institusi pendidikan internasional dan fasilitas kesehatan modern yang menopang gaya hidup urban dan profesional.
Berlokasi strategis di jantung BSD City, D-HUB SEZ terhubung dengan jaringan tol utama serta berbagai moda transportasi publik, termasuk KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk. Ke depan, konektivitas akan semakin diperkuat dengan rencana pengoperasian Stasiun Jatake serta studi pengembangan jalur MRT Lebak Bulus–Serpong.
