Site icon Koridor.Online

Nixon L.P. Napitupulu Kembali Nahkodai BTN

JAKARTA, KORIDOR.ONLINE – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang digelar pada Rabu, 7 Januari 2026, menyetujui penambahan satu anggota dewan komisaris. Dalam rapat tersebut, pemegang saham mengesahkan pengangkatan Didyk Choiroel sebagai Komisaris BTN.

Didyk Choiroel saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Sesuai ketentuan yang berlaku, pengangkatan tersebut akan efektif setelah Didyk dinyatakan lulus uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sementara itu, RUPSLB BTN tidak mengubah susunan dewan direksi. Nixon L.P. Napitupulu kembali dipercaya untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai Direktur Utama BTN. Nixon sebelumnya menjabat sebagai Dirut BTN sejak 16 Maret 2023 dan kembali ditetapkan untuk periode kedua melalui RUPS Tahunan 2025 pada 26 Maret 2025, berdasarkan persetujuan OJK.
Hingga saat ini, susunan dewan direksi BTN tetap diisi oleh Oni Febrianto Rahardjo sebagai Wakil Direktur Utama, Tan Jacky Chen sebagai Direktur Information Technology, Venda Yuniarti sebagai Direktur Treasury & International Banking, Helmy Afrisa Nugroho sebagai Direktur Corporate Banking, serta Setiyo Wibowo sebagai Direktur Risk Management.
Adapun jajaran direksi lainnya mencakup Hirwandi Gafar sebagai Direktur Consumer Banking, Nofry Rony Poetra sebagai Direktur Finance & Strategy, Eko Waluyo sebagai Direktur Human Capital & Compliance, I Nyoman Sugiri Yasa sebagai Direktur Operations, Rully Setiawan sebagai Direktur Network & Retail Funding, serta Hermita sebagai Direktur Commercial Banking.
Pada jajaran dewan komisaris, BTN masih mempertahankan susunan sebelumnya, yakni Suryo Utomo sebagai Komisaris Utama, Dwi Ary Purnomo sebagai Wakil Komisaris Utama, Fahri Hamzah sebagai Komisaris, serta Komisaris Independen Ida Nuryanti, Pietra Machreza Paloh, dan Panangian Simanungkalit. Dengan masuknya Didyk Choiroel, komposisi dewan komisaris dinilai semakin solid dalam mendukung arah transformasi perseroan.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyampaikan bahwa di tengah tantangan dinamika makroekonomi dan proses pemulihan nasional, perseroan mampu mencatatkan kinerja yang solid hingga akhir 2025. Total aset BTN tercatat tumbuh 8,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi sekitar Rp510 triliun.
“Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit serta dana pihak ketiga yang tetap positif dan sehat. Seluruh rasio keuangan BTN juga terjaga dan berada di atas ketentuan minimal regulator,” ujar Nixon.
Lebih lanjut, Nixon menegaskan bahwa penyesuaian dan penguatan susunan pengurus merupakan bagian dari strategi jangka panjang BTN untuk memastikan organisasi tetap adaptif terhadap perkembangan industri perbankan dan arah kebijakan ekonomi nasional.
“Langkah ini ditujukan untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan sinergi antarfungsi, serta mempercepat pengambilan keputusan strategis agar transformasi bisnis BTN dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” kata Nixon.
Manajemen BTN optimistis, bergabungnya Didyk Choiroel sebagai Komisaris baru akan memberikan nilai tambah dalam memperkuat kepemimpinan strategis perseroan. Komposisi pengurus saat ini diharapkan mampu mendukung akselerasi transformasi bisnis BTN, termasuk peran perseroan dalam mendukung Program 3 Juta Rumah serta meningkatkan daya saing di tengah kompetisi industri perbankan nasional.
Perubahan susunan pengurus tersebut akan berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan OJK dan memenuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Exit mobile version