Site icon Koridor.Online

Summarecon Jajaki MRT Timur–Barat, Integrasikan Serpong dan Tangerang dengan Transportasi Massal

JAKARTA, KORIDOR.ONLINE — PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) melalui unit bisnisnya di wilayah Barat Jakarta dan Banten, yakni Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang, memulai penjajakan awal kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur–Barat (Kembangan—Balaraja) bersama PT MRT Jakarta (Perseroda).

Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud dengan Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur serta Executive Director Summarecon Tangerang Hindarko Hasan. Penandatanganan berlangsung di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Rabu,04/2. Mou disaksikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, serta President Director Summarecon Adrianto P Adhi, bersama perwakilan pengembang kawasan lainnya.

Summarecon dan MRT Jakarta akan melakukan kajian bersama terkait pengembangan Koridor Kembangan—Balaraja. Foto: Summarecon

Melalui Nota Kesepahaman ini, para pihak akan mengidentifikasi potensi pengembangan dan penempatan stasiun MRT di kawasan Summarecon dengan mempertimbangkan efisiensi, efektivitas interkoneksi, serta integrasi kawasan. Proses ini dilakukan melalui diskusi, koordinasi, dan pertukaran data dengan MRT Jakarta, dan bersifat tidak mengikat secara komersial sebagai dasar awal sebelum dituangkan dalam perjanjian lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi Summarecon, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun kota-kota terpadu yang berkelanjutan. Selama lebih dari lima dekade, Summarecon konsisten mengembangkan kawasan secara menyeluruh dengan mengintegrasikan fungsi hunian, komersial, pendidikan, hospitality, ruang publik, serta infrastruktur pendukung.

Melalui MoU ini, Summarecon dan MRT Jakarta akan melakukan kajian bersama terkait pengembangan Koridor Kembangan—Balaraja yang mencakup aspek interkoneksi, integrasi kawasan, teknis, bisnis, legal, hingga manajemen risiko. Sebagai tindak lanjut, akan dibentuk joint working group yang direncanakan bekerja selama dua tahun ke depan untuk menyusun rencana kerja bersama.

President Director Summarecon, Adrianto P Adhi, menegaskan bahwa konektivitas transportasi publik merupakan fondasi utama dalam pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan.

“Melalui penjajakan ini, Summarecon melanjutkan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sistem transportasi massal, mendorong peralihan dari kendaraan pribadi, serta menciptakan mobilitas yang efisien dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur, menyampaikan bahwa integrasi dengan MRT Koridor Timur–Barat akan memperkuat ekosistem kawasan yang telah tumbuh.

“Summarecon Serpong memiliki basis penghuni yang kuat dengan dinamika aktivitas kota yang terus berkembang. Keterhubungan dengan MRT akan memperkuat fungsi kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Executive Director Summarecon Tangerang, Hindarko Hasan, menambahkan bahwa sebagai kawasan terbaru, Summarecon Tangerang dirancang dengan visi jangka panjang yang mengedepankan konektivitas transportasi massal sejak tahap awal pengembangan.

“Integrasi dengan MRT Koridor Timur–Barat menjadi fondasi penting agar kawasan ini tumbuh berkelanjutan, baik dari sisi residensial maupun komersial, sekarang dan di masa depan,” jelasnya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menyampaikan bahwa percepatan pengembangan jaringan MRT membutuhkan kolaborasi multipihak.

“Kami menyadari bahwa dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengembang swasta yang memiliki visi sejalan, sangat penting untuk menghadirkan sistem transportasi publik modern yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Exit mobile version