Site icon Koridor.Online

Sinar Mas Land Perluas Daur Ulang Air di Kawasan Kota Deltamas Cikarang

CIKARANG, KORIDOR,ONLINE – Upaya menjaga ketersediaan air bersih terus menjadi perhatian dalam pengembangan kawasan industri. Menjawab tantangan tersebut, Greenland International Industrial Center (GIIC) di Kota Deltamas, Cikarang, memperluas penerapan sistem daur ulang air untuk mendukung kegiatan operasional industri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber air tawar.

GIIC dikelola oleh PT Puradelta Lestari Tbk., perusahaan yang merupakan bagian dari Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation. Program daur ulang air di kawasan tersebut telah dikembangkan sejak 2025, dengan Amazon Web Services (AWS) menjadi tenant pertama yang memanfaatkan air hasil daur ulang untuk kebutuhan pendinginan pusat datanya.

Presiden Direktur PT Puradelta Lestari Tbk. Hongky J. Nantung mengatakan, pengelolaan sumber daya air merupakan bagian dari strategi keberlanjutan GIIC.

Fasilitas Water Treatment Plant (WTP) GIIC, Kota Delta Mas Cikarang.

“Keberlanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pengembangan GIIC. Sejak diluncurkannya program daur ulang air pada Januari 2025, kami senang melihat para tenant mulai menerima dan memanfaatkan inisiatif ini,” ujar Hongky.

Menurutnya, pemanfaatan air daur ulang oleh AWS menunjukkan bahwa infrastruktur berkelanjutan dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan operasional industri.

Daur Ulang 8.000 Meter Kubik Air per Hari

Untuk mendukung program tersebut, Instalasi Pengolahan Air Daur Ulang GIIC memiliki kapasitas pengolahan mencapai 8.000 meter kubik per hari.

Fasilitas ini memungkinkan sekitar 60% air olahan dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kawasan digunakan kembali. Air hasil daur ulang tersebut digunakan untuk kebutuhan utilitas industri dan telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Indonesia, termasuk Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2023 dan PP No. 66 Tahun 2014.

Dengan pendekatan tersebut, air limbah yang sebelumnya perlu diproses sebelum dilepas ke lingkungan dapat kembali dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu di kawasan industri.

Langkah ini sekaligus memperkuat ketahanan pasokan air bagi tenant serta mengurangi ketergantungan terhadap air tawar.

AWS Jadi Tenant Pertama Manfaatkan Air Daur Ulang

AWS menjadi salah satu pihak yang menerapkan pemanfaatan air daur ulang tersebut dalam kegiatan operasionalnya. Air hasil daur ulang GIIC digunakan untuk kebutuhan pendinginan pusat data.

Director for Data Center Operations AWS APJC, Saji PK, mengatakan penggunaan air daur ulang menjadi salah satu strategi AWS dalam mengurangi penggunaan air sekaligus mendukung ketahanan air di wilayah tempat perusahaan beroperasi.

Menurutnya, pemanfaatan air daur ulang dapat mendorong praktik pengelolaan air secara sirkular dan menjadi contoh kolaborasi antara pengembang infrastruktur dengan perusahaan teknologi dalam menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan.

AWS juga memiliki target global untuk mengembalikan lebih banyak air kepada masyarakat dibandingkan jumlah air yang digunakan dalam operasional pada 2030. Saat ini, AWS menyatakan telah mencapai 75% dari target tersebut.

Infrastruktur Hijau Jadi Bagian Pengembangan GIIC

Program daur ulang air menjadi bagian dari pendekatan lingkungan yang diterapkan di GIIC, Kota Deltamas. Kawasan industri seluas sekitar 2.200 hektare tersebut juga dilengkapi sejumlah infrastruktur pendukung, antara lain fasilitas pengolahan air limbah terpadu, Water Treatment Plant (WTP) terpusat untuk produksi air bersih, serta pemanfaatan energi terbarukan melalui panel surya dan program listrik hijau PLN.

GIIC juga menyediakan ruang terbuka hijau serta penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan sebagai bagian dari pengembangan kawasan.

Dari sisi konektivitas, kawasan memiliki akses langsung menuju Jalan Tol Jakarta–Cikampek di KM 37 dan didukung interchange khusus di KM 31 serta KM 42 yang memberikan akses menuju GIIC.

Selain fasilitas industri, Kota Deltamas juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung kehidupan masyarakat, mulai dari institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga pusat perbelanjaan, olahraga, dan rekreasi.

Dengan pengembangan infrastruktur pengelolaan air dan berbagai fasilitas pendukung tersebut, GIIC berupaya membangun ekosistem kawasan industri yang tidak hanya mendukung pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperhatikan efisiensi sumber daya dan keberlanjutan lingkungan.

Kolaborasi GIIC dan AWS melalui pemanfaatan air daur ulang menjadi salah satu contoh bagaimana kebutuhan industri dan pengelolaan sumber daya dapat berjalan beriringan, sekaligus membuka peluang penerapan praktik serupa oleh lebih banyak pelaku industri di masa mendatang.

Exit mobile version