Aktual

Mustika Land Fokus Pasar Menengah yang Gemuk

Yang paling menarik di pasar segmen menengah adalah disamping pasarnya gemuk, segmen ini juga memiliki kemampuan daya beli yang menguat.

JAKARTA, KORIDOR – Kebutuhan perumahan di Indonesia setiap tahun terus meningkat sejalan dengan pertambahan penduduknya. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), per 30 Juni 2020 jumlah penduduk Indonesia mencapai lebih 268 juta jiwa. Besarnya jumlah penduduk ini, ternyata masih belum diimbangi dengan penyediaan atau pasokan perumahan, hingga gap antara permintaan dan penawaran antara terus melebar.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, backlog perumahan per awal 2020 mencapai 7,64 juta unit. Dan yang terbesar kekurangan berada di segmen menengah-bawah. Mungkin ini penyebab pasar perumahan segmen menengah-bawah tidak rentan terhadap krisis ekonomi, sekaligus menjawab tetap eksisnya para pemain perumahan menengah-bawah, bahkan di masa pandemi seperti saat ini.

David Sudjana, Chief Executive Officer PT Mustika Land mengatakan, pasar segmen menengah-bawah sangat berkembang. Yang paling menarik di pasar segmen menengah adalah disamping pasarnya gemuk, segmen ini juga memiliki kemampuan daya beli yang menguat.

“Sebagian besar mereka (kelas menengah) adalah tenaga kerja profesional dan kreatif yang tidak hanya menggantungkan pada pendapatan gaji semata. Mereka bisa meng-create bisnis sampingan (bisnis online) dan passive income lainnya. Karena itu daya beli mereka relatif lebih baik,” kata David, Sabtu (12/09), di Jakarta.

David menyatakan, pasar rumah menengah sangat menarik karena antara tahun 2020 hingga 2030 (data BPS) akan terjadi bonus demografi di Indonesia, di mana kelas menengah rata-rata usia produktif tumbuh sangat besar. Faktor ini tentunya akan memicu peningkatan pasar segmen properti menengah, khususnya untuk keluarga-keluarga muda yang belum memiliki rumah (rumah pertama). Target pasar ini memang membeli rumah untuk dihuni, selain juga menjadi investasi.

Mustika Land tetap berkomitmen dan fokus dengan brand positioning-nya pada segmen kelas menengah. (Istimewa)

“Mengantisipasi hal tersebut, Mustika Land tetap berkomitmen dan fokus dengan brand positioningnya pada segmen kelas menengah. Diantara proyek yang sedang digarap di segmen ini adalah Mustika Park Place, Mustika Golf Residence, dan Mustika Taman Sari yang bermain di-range harga  Rp.400 jutaan hingga Rp.800 jutaan. Untuk kelas yang lebih terjangkau, kita menggarap Mustika Village Sukamulya di Cikarang dan Mustika Village Karawang,” jelas David.

| Baca Juga:   Haru Koesmahargyo Pimpin Bank BTN

Challenges

Menurut David, produk rumah di segmen menengah dan bawah memiliki tantangan tersendiri, karena pengembang perlu jeli menciptakan keseimbangan antara harga jual, design dan fasilitas yang disesuaikan dengan daya beli masyarakat. Gaji masyarakat Indonesia rata-rata kalah cepat naiknya dengan harga rumah, sehingga kalau dilihat dari ukuran luas rumah yang sanggup dibeli masyarakat, ukuran rumah yang sanggup dibeli semakin kecil ukurannya dari tahun ke tahun.

“Setiap pengembangan proyek Mustika Land dimulai dengan sebuah cerita. Apakah itu pengembangan perumahan atau komersial, kami memulai setiap proyek dengan menggagas ide-ide bermanfaat yang dapat mempengaruhi perbaikan gaya hidup penghuni dan menemukan cara terbaik untuk mewujudkannya. Ini yang menjadi passion kami dalam merencanakan pengembangan setiap proyek,” ujar David.

Jadi, lanjutnya, kami di Mustika Land percaya bahwa produk yang baik dirumuskan melalui keseimbangan proporsi antara fungsionalitas, kualitas, sustainability, dan keterjangkauan harga.

Di samping rumah menengah, kata David, Mustika Land juga memasarkan rumah-rumah dengan harga terjangkau (affordable housing) dengan rentang nilai jual harga Rp150 jutaan hingga Rp300 jutaan.  Proyek yang digarap di segmen ini adalah Mustika Village Sukamulya di Cikarang dan Mustika Village Karawang.

David menegaskan, walau mengembangkan segmen rumah kelas bawah, pengembangan infrastruktur dan fasilitas tetap harus direncanakan dengan baik dan bukan seadanya. Seperti proyek Mustika Village Sukamulya, Cikarang, perumahan ini memiliki ROW jalan luas lingkungan sebagian besar 7 meter dan membangun Water Treatment Plant (WTP) diawal, alhasil perumahan ini tidak terasa seperti rumah subsidi.

Perumahan Mustika Sukamulya yang terdiri dari 3.300 unit rumah berbagai tipe, mulai 27/60 (Magnolia) dengan harga mulai Rp150 jutaan dan 30/60 (Marigold) dengan harga mulai Rp190 jutaan dilengkapi dengan area komersial berupa ruko untuk mendukung aktifitas warga perumahan. Sebagai kawasan hunian berwawasan lingkungan, Mustika Sukamulya dilengkapi taman hijau seluas 3.300 m2, danau hampir setenga hektar, fasilitas pengolahan air bersih (WTP), lebar jalan utama (ROW) 14 meter, serta keamanan 24 jam.

| Baca Juga:   Pengembang Tagih Janji Pemerintah Soal Harga Baru Rumah Bersubsidi

Disamping itu, Mustika Land juga membangun proyek serviced apartment homes dengan 15 lantai, Mustika Golf Residence, yang berlokasi di jantung kawasan Jababeka, Cikarang. Apartemen ini dikelola dengan dilengkapi staf Jepang, restaurant cafe Jepang autentik, Onsen, gym dan banyak lainnya yang sedang melayani banyak expatriat Jepang yang bekerja di area Cibitung dan Cikarang.

Reporter: Reza Gantara
Editor: Erlan Kallo

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button